Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8388 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anton Suryatma; Pembimbing: Besral, Martgya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan. Harimat Hendrawan, Rini Rachmawati
Abstrak: Pendahuluan. Indonesia menerapkan program internship dokter Indonesia sejak tahun 2010 dengan tujuan pemahiran kompetensi dokter umum yang baru lulus. Salah satu permasalahan dalam program internship adalah kelayakan wahana. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh kelayakan wahana terhadap kompetensi dokter Indonesia. Metode. Penelitian ini merupakan analisis lanjut dari data penelitian Assesmen Program Internship Dokter Indonesia 2015 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan menggunakan desain potong lintang. Data diambil dari peserta internship dan data wahana yang berada di 9 Kabupaten yang terpilih berdasarkan metode sampling proportional probability to size (PPS). Analisis yang digunakan adalah analisis jalur dimana ingin dilihat pengaruh langsung maupun tidak langsung dari wahana terhadap peningkatan kompetensi yang terdiri dari pengetahuan upaya kesehatan masyarakat, upaya kesehatan perorangan, kemampuan diagnosa dan kemampuan tindakan dokter internship. Hasil. Dari 9 kabupaten tersebut, wahana terbagi menjadi empat kategori yaitu: rs tidak layak pkm tidak layak (3 wahana), rs tidak layak pkm layak (1 wahana), rs layak pkm tidak layak (2 wahana) dan rs layak pkm layak (3 wahana). Untuk pengaruh wahana terhadap pengetahuan upaya kesehatan masyarakat secara statistik bernilai signifikan dengan kategori wahana yang memiliki puskesmas layak menghasilkan peningkatan nilai ukm lebih baik dibandingkan kategori lainnya. Untuk pengaruh wahana terhadap pengetahuan upaya kesehatan perorangan, diagnosa dan tindakan secara statistik tidak bernilai signifikan. Kesimpulan. Tempat penempatan / wahana merupakan salah satu komponen penting dalam program internship dokter indonesia, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kompetensi pengetahuan dan tindakan pada peserta internship di masing-masing kategori wahana. Peningkatan pengetahuan upaya kesehatan masyarakat karena pengaruh wahana lebih besar terjadi pada wahana dengan kategori puskesmas layak, sedangkan peningkatan pengetahuan upaya kesehatan perorangan karena pengaruh wahana hampir merata pada semua kategori wahana. Untuk peningkatan kemampuan diagnosa karena pengaruh wahana dapat dilihat dari jalur langsung ataupun jalur tidak langsung melalui pengaruh pengetahuan upaya kesehatan perorangan dan walaupun tidak signifikan secara statistik, peningkatannya juga terjadi pada seluruh wahana. Dan peningkatan kemampuan tindakan karena pengatuh wahana dapat dilihat dari jalur langsung ataupun jalur tidak langsung melalui pengaruh pengetahuan upaya perorangan dan jalur tidak langsung melalui pengaruh kemampuan diagnosa. Kata kunci: Analisis jalur, kompetensi, internship, wahana Introduction. Indonesian medical internship program has been adopted in Indonesia since 2010 with aim to exercise medical competency of the newly graduated general practitioner. One of the critical problems in internship program is the feasibility of medical internship training facilities. Thus, this study was to reveal the influence of medical internship training facilities feasibility on Indonesian doctor competency. Method. This study was a further analysis of research data Asesmen Program Internship Dokter Indonesia 2015 previously done by National Institute of Health Research Development Indonesian Ministry of Health using cross sectional study design. The data was taken from internship participants and training facilities in 9 chosen districts based on sampling method proportional probability to size (PPS). Analysis was using pathway analysis to see both direct and indirect influence of training facilities on competence improvement, consisted of public health knowledge, personal health care, diagnosis and intervention skills. Results. Of all 9 districts, training facilities were divided into 4 categories: improper hospital- improper public health center (3 facilities), improper hospitalproper public health center (1 facility), proper hospital-improper public health center (2 facilities), and proper hospital-proper public health center (3 facilities). The influence of training facility on intern knowledge showed significant results, in which facilities with proper public health center improved public health knowledge score better than other categories. On the other hand, the influence of training facility on personal health care, diagnosis, and intervention skills was not significant. Conclusion. Training facility is one of important components in Indonesian medical internship program, as it was proven by improvement of intern knowledge and intervention skills in each training facility categories. Improvement of public health knowledge contributed by training facility is higher in facilities with proper public health center, while improvement of personal health care knowledge is similar in almost all facilities. Improvement of diagnosis skill contributed by training facility can be seen in both direct and indirect pathways through increased personal health care knowledge, despite statistically not significant, improvement was found in all facilities. Improvement of intervention skill contributed by training facility can be seen in both direct and indirect pathways through increased personal health care knowledge and in indirect pathway through increased diagnosis skill. Key words: Pathway analysis, Competency, Internship, Training Facility
Read More
T-5043
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meriwati; Pembimbing: Besral, Iwan Ariawan; Penguji: Nasrin Kodim, Julianty Pradono, Moh. Ichsan Sudjarno
T-2243
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Kurniawati; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Besral, Evi Martha, Rahmadewi
Abstrak: Angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya risiko kematian pada ibu dan bayi adalah kelahiran terlalu dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yangberhubungan dengan jarak antar kelahiran pada wanita multipara di Indonesia.Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI)tahun 2012 pada 9945 wanita multipara. Analisis data menggunakan uji MannWhitney, Kruskal Wallis, Chi Square, dan Chi Square Mantel Haenzel. Hasil penelitian menunjukkan median jarak antar kelahiran sebesar 62 bulan dan 22,8%wanita memiliki jarak antar kelahiran kurang dari 3 tahun. Ada hubungan signifikan antara jarak antar kelahiran dengan pendidikan, status ekonomi, umursaat melahirkan terakhir, jumlah anak hidup, ukuran ideal keluarga, pemakaiankontrasepsi, mortalitas anak, dan kelangsungan hidup sebelumnya menggunakan uji Mann Whitney/Kruskal Wallis dan Chi Square, sedangkan pemberian ASIeksklusif berhubungan signifikan dengan jarak antar kelahiran menggunakan ujiMann Whitney (p<0,05). Perlu peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai jarak antar kelahiran optimum dan peningkatan pemakaian kontrasepsi untuk mencegah kematian ibu dan bayi.
Kata kunci: jarak antar kelahiran, multipara, SDKI
Maternal mortality rate and infant mortality rate in Indonesia is currently high.One factor linked to high risk maternal and infant mortality is short birth intervals.This study aims to show factors associated with birth intervals in multiparouswomen in Indonesia. This study uses data from Indonesia Demographic andHealth Survey (IDHS) 2012 with 9945 multiparous women. The Data wasanalysed using Mann Whitney, Kruskal Wallis, Chi Square, and Chi SquareMantel Haenzel model. Results shows that median birth interval was 62 monthsand 22,8% women had birth interval of less than 3 years. There was a correlationbetween birth intervals with education, economic level, age when last pregnant,the number of living children, ideal family size, contraception use, infantmortality record, and survival of preceding birth analysed using Whitney/KruskalWallis and Chi Square model, whereas exclusive breastfeeding was significantlyassociated with birth intervals analyzed using the Mann Whitney model (p<0,05).There needs to be more frequent communication, education, and informationabout optimum birth intervals and greater contraceptive use to prevent maternaland infant mortality.
Keywords: birth intervals, multiparous, IDHS
Read More
S-8338
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bangga Agung Satrya; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Sudijanto Kamso, Dyah Erti Mustikawati
Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang diperkirakan sebesar 25,8 di Indonesia pada tahun 2013 Riskesdas, 2013 . Sebanyak 87 kasus TB baru terjadi di 30 negara dengan beban TB yang tinggi. Enam negara menyumbang 60 dari kasus TB yaitu India, Indonesia, Cina, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan WHO, 2016 . Salah satu faktor yang mempengaruhi hipertensi pada seseorang adalah penyakit ginjal atau infeksi pada ginjal dengan waktu yang lama, dan TB tidak hanya menyerang paru, tetapi bisa pada organ-organ lainnya dan salah satunya adalah ginjal NHS, 2016; WHO, 2016 . Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan status Tuberkulosis TB dengan perbedaan tekanan darah pada orang dewasa di Indonesia pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan data Riskesdas 2013. Analisis regresi linear dan regresi logistik dilakukan pada sampel 38.002 subjek dengan tidak mempedulikan status TB yang dimiliki subjek yang diperiksa tekanan darah dan glukosa darahnya. Hasil penelitian ini menunjukkan tekanan darah pada subjek yang di diagnosis TB setelah di adjust dengan variabel glukosa darah, umur, jenis kelamin, dan status ekonomi lebih rendah 1,9 mmHg 95 EI -6,0 ndash; 2,2 dibandingkan dengan subjek yang tidak di diagnosis TB dan Rasio odds hipertensi pada subjek yang di diagnosis TB setelah di adjust dengan variabel glukosa darah, umur, jenis kelamin, dan status ekonomi 0,94 lebih rendah 95 EI 0,58 ndash; 1,52 dibandingkan dengan subjek yang tidak di diagnosis TB.
 

Hypertension is one of risk factors that was expected as 25,8 in Indonesia on 2013 Riskesdas, 2013 . New cases of TB happened in 30 countries with high TB burden. Six countries which contributed 60 of TB cases are India, Indonesia, China, Nigeria, and South Africa WHO, 2016 . A factor which encourages hypertension on someone is kidney disease or infection which happens in a long time, and TB doesn 39 t only attack the lungs, but also other organs such as kidney NHS, 2016 WHO, 2016 . This research 39 s purpose is to understand association between TB status with blood pressure rsquo s differences in indonesia on 2013. This research used data riskesdas. Linear regression analysis and logistic regression were used on 38002 sample subject regardless of the TB status whose blood pressure and glucose rate were examined. The results of this study showed that the blood pressure in subjects who were diagnosed with tuberculosis after adjusting for blood glucose, age, sex, and economic status is lower 1.9 mmHg 95 EI 6.0 2.2 than the subjects who were not diagnosed with TB and hypertension odds ratios in subjects who were diagnosed with tuberculosis after adjusting for blood glucose, age, sex, and economic status were 0.94 lower 95 EI 0.58 to 1.52 than the subjects who were not diagnosed with TB.
Read More
S-9490
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ingrid Masitoh; Pembimbing : Tris Eryando; Penguji : Besral, Enizarti, Inda Torisia Hatang
Abstrak:

ABSTRAK Nama :  Ingrid Masithoh Program Studi :  Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul :  Retensi Dokter dan Dokter Gigi Pegawai Tidak Tetap Ketersediaan tenaga kesehatan yang berkesinambungan sangat vital dalam mendukung pemberian layanan kesehatan yang berkesinambungan pula. Di daerah yang kekurangan tenaga kesehatan, mengoptimalkan retensi menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran retensi dokter dan dokter gigi Pegawai Tidak Tetap di daerah terpencil dan sangat terpencil serta faktor yang mempengaruhi retensi. Penelitian ini menggunakan desain cohort retrospective dengan analisis survival dan cox regresi. Sampel penelitian 10.361 dokter dan 3.496 dokter gigi yang berasal dari data pengangkatan Pegawai Tidak Tetap tahun 2008 – 2015 milik Biro Kepegawaian Kementerian Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama masa penugasan minimum yang diwajibkan kepada dokter/dokter gigi PTT maka semakin banyak faktor yang mempengaruhi retensinya. Seiring peningkatan minimal masa tugas, pada 2 tahun pertama retensinya semakin meningkat, akan tetapi PTT yang berhenti sesudah penugasan pertamanyapun semakin meningkat. Tidak terdapat perbedaan retensi antar jenis kelamin, dan fasilitas kesehatan dengan kriteria sangat terpencil memiliki retensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang terpencil. Kata kunci : retensi PTT, faktor retensi, dokter/dokter gigi PTT


ABSTRACT Name :  Ingrid Masithoh Program :  Public Health Study Title :  Retention of Doctors and Dentists in Non-Permanent Personnel :  Appointment Program The availability of sustainable health workers is vital in supporting the delivery of sustainable health services as well. In areas that are short of health personnel, optimizing retention is critical. This study aims to determine the retention of doctors and dentists in Non-Permanent Personnel Appointment Program in remote and rural areas, and factors that affect their retention. This study used a retrospective cohort design with survival and cox regression analysis. The sample was 10,361 doctors and 3,496 dentists in Non-Permanent Personnel Appointment Program, from 2008 until 2015 that belong to the Bureau of Personnel Ministry of Health. The results showed that the longer the required minimum assignment period to the doctor / dentist, the more factors will affect the retention, and the longer minimum assignment the retention increase until the first 2 years,  There is no difference in retention between the types of  marital status. Doctors/dentists who are assigned to very remote criteria have higher retention than in remote criteria. Keywords : retention of Non-Permanent Personnel Appointment Program, retention factors, doctors/dentists of Non-Permanent Personnel Appointment Program

Read More
T-5110
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Puspita Devi; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Martya Rahmaniati, Lina Widyastuti, Lisa Avianty
Abstrak: Stunting merupakan kondisi malnutrisi pada anak yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kerentanan pada penyakit degeneratif. Prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat merupakan yang tertinggi di Pulau Jawa Tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran dan faktor risiko prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat dengan mempertimbangkan efek spasial. Penelitian ini menggunakan desain ekologi dengan pendekatan spasial. Data yang dianalisis bersumber dari SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) dan PK (Pendataan Keluarga) yang dikeluarkan pada Tahun 2021. Analisis data menggunakan Global Moran's I, LISA (Local Indicator of Spatial Autocorrelation), dan SEM (Spatial Error Model). Hasil menunjukkan tidak ada keterkaitan spasial prevalensi stunting namun terdapat korelasi spasial pada nilai residualnya. Analisis SEM menunjukkan proporsi keluarga miskin, proporsi sumber air minum tidak layak, proporsi unmet need, proporsi tidak aktif BKB (Bina Keluarga Balita) berpengaruh signifikan untuk meningkatkan prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat. Sedangkan proporsi kehamilan tidak diinginkan dan proporsi tidak mengakses informasi melalui internet justru berpengaruh dalam menurunkan prevalensi stunting. Selain itu, penelitian ini tidak membuktikan bahwa prevalensi KB dapat menurunkan prevalensi stunting.
Read More
T-6406
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mona Lisa; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Besral, Hadi Pratomo, Lukas C. Hermawan, Ingan Ukur Taringan
Abstrak: Kelangsungan hidup bayi didefinisikan sebagai kemampuan bayi untuk bertahan hidup menjalani kehidupan sampai berusia 1 tahun. Tahun 2012, AKB Indonesia sebesar 32 per-1000 kelahiran hidup. Status ekonomi akan mempengaruhi kekangsungan hidup bayi melalui faktor maternal, gizi, kondisi janin saat lahir, pengendalian penyakit dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat lahir menurut usia kehamilan terhadap kelangsungan hidup bayi di Indonesia. Metode penelitiannya adalah kohort retrospektif dengan pemanfaatan 13.295 data anak yang terdapat pada data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelangsungan hidup bayi berat lahir kecil masa kehamilan memiliki probabilitas paling rendah sebesar 97%. Hasil cox regresi diperoleh berat lahir kecil masa kehamilan pada status ekonomi kaya, HR=8,95, pada ekonomi menengah, HR=3,72, dan pada ekonomi miskin, HR=7,36. Kecil masa kehamilan memiliki kontribusi terhadap kematian bayi di populasi sebesar 42%. Peningkatan kualitas antenatal care selama kehamilan dan sosialisasi metode perawatan kanguru pada bayi baru lahir merupakan salah satu alternatif untuk menurunkan kejadian kecil masa kehamilan. Kata kunci: Kelangsungan hidup bayi, kecil masa kehamilan, status ekonomi Infant survival is defined as the ability of infants to survive through life until the age of 1 year. In 2012, Indonesia IMR reported as 32 per 1,000 live births. Sosioeconomic status will affect infant suvival through maternal factors, nutrition, fetal condition at birth, disease control and environment. This study aims to determine the effect of birth weight for gestational age on the infants survival in Indonesia. The Method of study is a retrospective cohort, utilize of data 13 295 child data contained in the Riskesdas data 2013. Result of the analysis showed that the survival of small for gestatioanal age had the lowest probability of 97%. Results cox regression showed that small for gestational age on the high economic status , HR = 8.95, the middle-income status, HR = 3.72, and the poor economic status, HR = 7.36. Small for gestational age have contributed to infant mortality in the population by 42%. Improving the quality of antenatal care for during pragnancy and socialization of kangaroo care method for birth weight small for gestational age is an alternative to decrease the incidence of small for gestational age. Keywords: Infant survival, small for gestational age, economic status
Read More
T-4814
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kurniawati; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Fitra Yelda, Rahmadewi
Abstrak: Prevalensi pengguna kontrasepsi modern penting ditingkatkan dalam upayamenurunkan Angka Fertilitas Total. Akan tetapi, angka nasional prevalensipengguna kontrasepsi modern belum mencapai target dengan disparitas yangtinggi antar provinsi. Dalam upaya menurunkan disparitas tersebut, dibutuhkaninformasi berbasis wilayah sesuai dengan faktor-faktor penentunya untukmendapatkan kebijakan spesifik. Faktor-faktor tersebut digambarkan dari sisipengguna dan penyelenggara program KB. Penelitian deskriptif ini menggunakandesain studi crosssectional dengan data sekunder agregat tingkat provinsi darilaporan rutin BKKBN dan BPS serta SDKI 2012. Hasil segmentasi didapatkan 4segmen optimal dan segmen 4 dipilih sebagai segmen prioritas dalam upayamenurunkan disparitas prevalensi pengguna kontrasepsi modern.
Kata Kunci:segmentasi, prevalensi pengguna kontrasepsi modern, disparitas
The prevalence of modern contraceptive users is important to be increased inorder to reduce the Total Fertility Rate. However, the national prevalence rate ofmodern contraceptive users has not reached the target with a high disparity interprovince. In an effort to decrease the disparity, region based information isrequired in accordance with influencing factors that described in terms of demandand supply of family planning program to get specific policies. This descriptivestudy used a cross-setional study design and secondary data aggregate atprovincial level from BKKBN and BPS routine reports and IDHS 2012. Theprovincial segmentation results in 4 segments as the number of optimal segmentand segment 4 as the priority in effort to decrease the disparity.
Key Words:Segmentation, Contraceptive Prevalence Users, Disparity
Read More
S-8216
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natasya Oktifia Yostyadiananda; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Tris Eryando, Hafizah Jusril
Abstrak:
Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan perlu memastikan kesehatan rakyat terpenuhi melalui penyediaan pelayanan kesehatan dan sosial yang memadai, yaitu melalui Jaminan Kesehatan Nasional. Tren penyebab kematian yang berbasis data terkini di tingkat nasional sangat penting untuk mencerminkan efek kebijakan kesehatan masyarakat dan pemberian perawatan medis terhadap pembangunan kesehatan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penyebab kematian di Indonesia menurut ICD-10 pada tahun 2016 dan 2021. Metodologi penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dengan menggunakan data sampel BPJS Kesehatan, dan kemudian dilakukan analisis univariat dan bivariat. Populasi penelitian adalah seluruh pasien JKN di Indonesia dan sampel yang digunakan adalah 1% dari pasien JKN dengan status kepulangan 'meninggal'. Hasil penelitian menunjukkan penyakit pada sistem peredaran darah tetap menjadi penyebab kematian tertinggi, peningkatan penyakit pernapasan, penurunan penyakit infeksi dan parasitik, serta peningkatan penyakit neoplasma sebagai penyebab kematian. Tren penyebab kematian mengalami perbedaan berdasarkan tahun, kelompok usia, jenis kelamin, wilayah, dan jenis kepesertaan.

Indonesia is currently facing various health challenges and needs to ensure that people's health is met through the provision of adequate health and social services, namely through the National Health Insurance. Trends in causes of death based on the latest data at the national level are very important to reflect the effects of public health policies and the provision of medical care on national health development. This study aims to analyse trends in causes of death in Indonesia according to ICD-10 in 2016 and 2021. The research methodology used was a cross-sectional study design using sample data from BPJS Kesehatan, and then performed univariate and bivariate analysis. The study population was all JKN patients in Indonesia and the sample used was 1% of JKN patients with 'deceased' discharge status. The results showed that diseases of the circulatory system remained the highest cause of death, increased respiratory diseases, decreased infectious and parasitic diseases, and increased neoplastic diseases as a cause of death. Trends in causes of death differ by year, age group, sex, region, and type of membership.
Read More
S-11378
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fadhilatun Nashriyah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Besral, Lina Widyastuti, Anastasia S Titisari
Abstrak:
Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi prioritas di dunia yang termuat dalam SDGs, maupun di nasional yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 sebesar 30,8%. Prevalensi tersebut terus turun tiap tahunnya berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menjadi 21,6% di tahun 2022 sehingga ditetapkan 12 provinsi prioritas penanganan stunting oleh Pemerintah. Prevalensi tersebut masih tergolong tinggi menurut ambang prevalensi stunting sebagai masalah kesehatan masyarakat berdasarkan WHO yaitu ≥ 20% dan masih jauh dari target 14% prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model prevalensi stunting balita di kabupaten/kota dengan prevalensi stunting < 20% dan ≥ 20% berdasarkan Pendataan Keluarga pada 12 provinsi prioritas penanganan stunting tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain ekologi menggunakan analisis regresi linear berganda. Data yang dianalisis bersumber dari SSGI dan Pendataan Keluarga tahun 2022. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi stunting kabupaten/kota ≥ 20% dapat diprediksi oleh variabel ibu usia terlalu muda, jamban tidak layak, dan rumah tidak layak huni, dengan faktor yang paling dominan yaitu variabel rumah tidak layak huni. Prevalensi stunting seluruh kabupaten/kota dapat diprediksi oleh variabel ibu usia terlalu muda, paritas banyak, rumah tidak layak huni, dan tidak ada akses informasi melalui media online (internet), dengan faktor yang paling dominan yaitu variabel ibu usia terlalu muda.

Stunting is one of the nutritional problems that is a priority in the world, contained in the SDGs and in Presidential Regulation Number 72 of 2021 nationally. The prevalence of stunting in Indonesia was 30.8% based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas). The prevalence continues to decrease every year to 21.6% in 2022, based on the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI), so 12 provinces are prioritized for stunting management by the Government. This prevalence is still relatively high according to the prevalence threshold of stunting as a public health problem based on WHO, which is ≥ 20% and is still far from the target of 14% stunting prevalence in Indonesia in 2024 based on Presidential Regulation Number 72 of 2021. This study aimed to analyze the stunting prevalence model for children under-five-age in districts/cities with a stunting prevalence of <20% and ≥20% based on Family Data collection in 12 priority provinces for stunting management in 2022. This study used an ecological design using multiple linear regression analysis. The data analyzed comes from SSGI and Family Data Collection in 2022. The results show that the prevalence of stunting in districts/cities ≥ 20% can be predicted by the variables of mothers who are too young, inadequate latrines, and uninhabitable houses, with the most dominant factor being the variable of uninhabitable houses. The prevalence of stunting in all districts/cities can be predicted by the variables of mothers who are too young, many parities, uninhabitable houses, and no access to information through online media (internet), with the most dominant factor being the variable of mothers who are too young.
Read More
T-6746
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive