Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19934 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Juliana Aritonang; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Purnawan Junadi, Wahyu Sulistiadi, Vitrie Winastri, Dharmawan SD
Abstrak: Rumah sakit harus memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan yang dalam penyelenggaraannya rumah sakit tidak terlepas dari pelayanan farmasi. Kebutuhan akan penyediaan dan pemakaian obat-obatan yang berkualitas dan rasional diatur dalam sistem formularium dimana obat-obatan yang dipakai terdapat dalam buku formularium. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa formularium RSUD Cimacan dilihat dari penyusunan, pemeliharaan dan evaluasi obat formularium. Evaluasi obat formularium dengan melakukan analisis ABC pemakaian, investasi, indeks kritis dan VEN sehingga didapatkan hasil berupa usulan revisi formularium RSUD Cimacan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasilnya adalah proses penyusunan formularium RSUD Cimacan belum optimal, prosedur pemeliharaan formularium sudah ada namun belum lengkap, pengadaan dan peresepan belum sesuai formularium. Ditemukan 495.690 pemakaian obat non formularium dan 201 jenis obat non formularium yang disediakan di instalasi farmasi. Ada 322 jenis obat formularium yang dipakai (43%), ada 21 jenis obat dengan nilai investasi RP. 3.001.658.694. Hanya 31 jenis obat yang sangat kritis dan 39 jenis obat yang Vital terhadap pelayanan pasien.
Kata kunci : Formularium, Analisis ABC VEN

Hospitals must provide comprehensive, integrated and sustainable health services which in the organization of the hospital is inseparable from pharmaceutical services. The need for the provision and use of qualified and rational medicines is regulated in the formulary system where the drugs used are contained in the formulary book. The purpose of this study was to analyze the formulary of RSUD Cimacan seen from the preparation, maintenance and evaluation of formulary drugs. Evaluation of formulary drugs by performing ABC analysis of use, investment, critical index and VEN to obtain the result of proposed revision formulary of RSUD Cimacan. This research uses qualitative approach. The result is the process of formulary of RSUD Cimacan not optimal, procedure of maintenance of formulary already exist but not yet complete, procurement and prescription not according to formulary. 495,690 non-formulary drug use and 201 kinds of non-formulary drugs were provided in pharmaceutical installations. There are 322 kinds of formulary drugs used (43%), there are 21 types of drugs with an investment value of RP. 3.001.658.694. Only 31 types of drugs are very critical and 39 types of drugs are Vital to patient care.
Keywords: Formulary, ABC VEN Analysis
Read More
B-1885
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusy Sumarwatih Pembimbing: Alex J. Papilaya
B-754
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosia Christian Yustin; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri; Dharmawan S., Luzi Adriyanti
B-1995
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sri Rachmawati; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Adang Bachtiar, Sandi Ilyanto, Rachmat Sentika, Marian Margaretha
B-1927
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edison Sahputra; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Masyitoh, Ani Sri Wiryaningsih, Budhi Suryadharma
Abstrak: Akreditasi rumah sakit adalah untuk keselamatan pasien dengan menilai praktik cuci tangan pada kelompok kerja Pencegahan Pegendalian Infeksi (PPI) versi KARS 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat praktik cuci tangan yang dilakukan perawat di ruang rawat inap RSUD Kemayoran sehari-hari yang merupakan salah satu syarat akreditasi rumah sakit. Metode yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif-kualitatif (mixed method). Desain penelitian kuantitatif secara cross sectional dan data kualitatif diperoleh dengan pengamatan langsung dan wawancara mendalam. Hasil praktik cuci tangan perawat sebesar 58,3 %. Variabel usia, ruang kerja, pengingat di tempat kerja, media belajar, ketersediaan sarung tangan, telusur kars dan sikap ada hubungan Praktik cuci tangan, p Value < 0,05. Kesimpulan: Cara mengatasi kendala dibuat peraturan yang tegas dan mengikat yaitu reward dan punishment seperti memasukkan aktifitas praktik cuci tangan ke dalam SKP (sasaran kinerja pegawai) dan eKinerja sebagai aktifitas utama sehingga bagi yang praktik cuci tangannya kurang baik akan mengurangi remunerasinya dan kalau ini terus terjadi akan berdampak kepada penurunan penilaian SKP yang bisa berakibat kepada skorsing hingga pemecatan.
Kata kunci : Akreditasi rumah sakit, praktik cuci tangan, perawat

Hospital accreditation is for patient safety by assessing handwashing practices in working group of Infection Prevention and Control (IPC) version 2012. The purpose of this research is to see the practice of handwashing done by nurses in Kemayoran Hospital ward everyday which is one of the requirements of hospital accreditation. The method used is quantitative-qualitative research (mixed method). Quantitative research design is cross sectional and qualitative data is obtained by direct observation and in-depth interview. The result of nurse hand washing practice was 58,3%. Age variables, workspace, workplace reminders, learning media, availability of gloves, search kars and relationship attitudes Handwashing Practice, p Value < 0.05. Conclusion: How to overcome the obstacles are made firm and binding regulations such as rewards and punishments such as inclusion of hand-washing practice activities into employee performance goals and e-performance as the main activity so that for those who practice hand washing less will reduce the remuneration and if this continue to happen will have an impact to employee performance goals assessments that may result in suspension and dismissal.
Keywords: Hospital accreditation, handwashing practices, nurse
Read More
B-1870
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riza Haniputra; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Budiman Widjaja, Rudy Pou
Abstrak: Dengan diimplementasikannya program Jaminan Kesehatan Nasional JKN pada 1Januari 2014, rumah sakit dihadapkan pada 2 dua tarif, yaitu tarif rumah sakit yangdisusun berdasarkan biaya satuan sesuai dengan amanat BLU, dan tarif INA-CBG rsquo;s yangmerupakan tarif paket yang akan dibayarkan atas pelayanan rawat inap pasien BPJS.Terdapat perbedaan sistem pembayaran pelayanan kesehatan, perbedaan sistempembayaran tersebut mengakibatkan adanya perbedaan selisih penerimaan rumah sakitantara tarif INA-CBG rsquo;s dengan tagihan klaim rumah sakit berdasar pada tarif rumahsakit, jasa pelayanan dan jasa sarana rumah sakit.
Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif dengan menggunakan data sekunder klaim tagihan pasien rawat inap BPJSRSUD Kudungga bulan Februari-Mei 2017 sebanyak 1187 klaim, dan data primerwawancara mendalam beberapa informan. Hasil dari penelitian ini didapatkan selisihpositif sebesar Rp. 755.096.435,- 13 pada penerimaan total rumah sakit pada seluruhkelas ruang perawatan, selisih positif pada jasa pelayanan sebesar Rp. 845.964.814,- 40 , dan selisih negatif pada jasa sarana rumah sakit sebesar Rp. 90.868.379,- -3.
Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan rumah sakit adalah melakukan upaya kendalimutu dan kendali biaya dengan efisiensi rumah sakit, meningkatkan jumlah kunjunganpada ruang perawatan yang memberikan selisih positif, standardisasi pelayanan melaluipenerapan clinical pathway dan formularium obat serta melakukan pengembanganSIMRS. Upaya kendali mutu dan biaya harus dilakukan rumah sakit sebagai langkahstrategis dalam implementasi program JKN.
Kata Kunci: Tarif Rumah Sakit, Tarif INA-CBG's, Perbedaan, Jasa Pelayanan, JasaSarana

With the implementation of the National Health Insurance JKN program on January 1,2014, the hospital is faced with two tariffs, namely hospital tariff based on unit cost inaccordance with BLU mandate, and INA CBG 39 s tariff which is the package rate to bepaid for patient care of BPJS. There is a difference in the health service payment system, the difference between the payment system resulted in differences in hospital admissionsbetween INA CBG 39 s tariffs and hospital claims based on hospital tariffs, hospital servicesand services.
This research is a qualitative research using secondary data claims of BPJSinpatients of RSUD Kudungga in February May 2017 as many as 1187 claims, andprimary data of in depth interviews of several informants. The results of this study founda positive difference of Rp. 755,096,435, 13 on total hospital admissions for allclasses of treatment rooms, positive difference in service cost of Rp. 845,964,814, 40 , and the negative difference in hospital facilities is Rp. 90.868.379, 3.
Thefollow up plan to be performed by the hospital is to make quality control and cost controlefforts with hospital efficiency, increase the number of visits in the treatment room whichprovide positive difference, standardization of services through the implementation ofclinical pathway and drug formulary and develop SIMRS. Efforts to control the qualityand cost must be done by the hospital as a strategic step in the implementation of JKNprogram.
Keywords Hospital Rates, INA CBG's Rates, Differences
Read More
B-1939
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lely Puspita Andri, Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Endang Adriyani, F. Sri Wahyuni
Abstrak: Perencanaan, pengadaan dan pengendalian obat adalah hal penting dalam pelayananfarmasi di rumah sakit khususnya di era Jaminan Kesehatan Nasional. Pengendalianpersediaan obat yang efektif menjadi prioritas pihak manajemen rumah sakit. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas fungsi pengendalian persediaan obatdengan metode ABC Indeks Kritis terhadap obat formularium di rumah sakit Dr.Mintoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan datapotong lintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel input pada penerapanformularium belum optimal, kepatuhan dokter dalam peresepan belum mencapai 100%,faktor anggaran yang terbatas mendorong upaya efisiensi, serta belum berjalannyasistem informasi rumah sakit (SIMRS) menambah kendala pada proses pengendalianobat. Variabel proses menunjukkan bahwa perencanaan obat dan perencanaanpengadaan belum berjalan dengan baik. Variabel output menunjukkan setelah dilakukananalisa ABC Indeks kritis pada sampel sejumlah 108 item obat yang merupakangabungan kelompok A nilai pakai dan nilai investasi ditemukan bahwa pada persediaanobat menurut formularium rumah sakit adalah kelompok A 29 item (26,85%),kelompok B 78 item (72,22%) dan kelompok C 1 item (0,93%). Penghitungan EOQ, SSdan ROP sebagai metode pengendalian persediaan obat merupakan usaha dalammenjaga jumlah stok yang efisien. Dengan demikian dapat diketahui jumlah ekonomisyang akan dipesan, berapa stok aman selama masa tunggu dan kapan harus dipesankembali dapat diketahui pada proses pengadaannya.Kata kunci: Pengendalian persediaan obat, formularium rumah sakit, metode ABCIndeks Kritis, EOQ, Safety Stock, ROP
Planning, procurement and management of drugs are key aspects in the pharmacyservice in Dr. Mintoharjo Naval Hospital, especially so in the era of JaminanKesehatan Nasional. Effective management of drug inventory is a priority for thehospital. The purpose of this study was to determine the effectiveness function of druginventory control for Dr Mintoharjo hospital using the ABC Critical Index method. Thisqualitative research is using a cross sectional data. The results of the research revealthat the input variables in the hospital formulary application is not optimal, the doctor'scompliance in prescribing has not reached 100%, limited budget requires efficiency,and the inoperative of hospital management information system caused furtherobstacles for drug control. Process variables indicate the ineffective process of drugplanning and procurement planning. With the analysis of ABC critical index on thesample of 108 items of drugs comprised of group A use value and investment value, theresults indicate stock of Forsal MTH A group is 29 items (26.85%), group B is 78 items(72, 22%) and group C is 1 item (0.93%). EOQ, SS and ROP calculations are methodsof controlling Forsal MTH drug inventory in an attempt to maintain an efficient amountof stock, giving suggestions of the optimal order amount, necessary safe stock for thewaiting period, and reordering time in the process of procurement.Keywords: Inventory control, RS formulary, ABC Critical Index method, EOQ, SafetyStock, ROP.
Read More
B-2031
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Sudarsana; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Chairulsjah Sjahruddin, I Gede Made Arnata
Abstrak: Abstrak Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting dalam kesehatan lanjutan dan kesejahteraan pasien, kepatuhan dan ketaatan juga prasyarat untuk keefektifan pengobatan berdasarkan formularium yang telah ditentukan. Pengetahuan dokter pada formularium Rumah Sakit diperoleh dari buku maupun dari orang lain. Tindakan ini akan berpengaruh terhadap keputusan seorang dokter dalam menuliskan resep. Penelitian ini merupakan penelitian korelatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan keyakinan terhadap kepatuhan dalam menulis resep sesuai formularium dengan jumlah sampel 62 responden dan teknik pengambilan sampel total sampling. Kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan data sudah dilakukan uji reliabilitas dan validitas Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan keyakinan dengan kepatuhan dalam penulisan resep sesuai dengan formularium dengan p-value < 0,05. Hasil uji multivariat dengan regresi logistik menunjukkan keyakinan merupakan variabel yang paling dominan dengan p-value 0,004 < 0,05 dengan OR 7, 227 lebih tinggi dibandingkan variabel pengetahuan (OR:4,446) dan sikap (OR: 4,244). Hal ini berarti keyakinan sebanyak 7,227 meningkatkan kepatuhan dalam penulisan resep sesuai formularium. Pendidikan seorang dokter yang diperoleh pada tingkat tertentu akan mempengaruhi tindakan yang berdasar pada kemampuan intelektual. Sikap seorang dokter yang menggambarkan suka atau tidak suka terhadap formularium rumah sakit. Sikap ini diperoleh dari pengalaman sendiri maupun pengalaman dokter lain. Keyakinan merupakan suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Keyakinan seorang dokter terhadap obat yang diperoleh dari orang yangdapat dipercaya, hal ini merupakan bagian yang sulit dirubah. Key word: Pengetahuan, sikap, keyakinan dan kepatuhan dalam menulis resep sesuai Formularium Abstract Adherence to treatment is an important factor in continued health and patient wellbeing, adherence are also prerequisites for the effectiveness of treatment based on established formularies. The doctor's knowledge on hospital formulary is obtained from books as well as from others. This action will affect the decision of a doctor in prescribing. This research is a correlative research that aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and beliefs to compliance in prescribing recipes according to formulary with a total sample of 62 respondents and total sampling technique. Questionnaires used to obtain the data have been tested reliability and validity The results showed that there was a significant correlation between knowledge, attitude and belief with compliance in prescribing writing in accordance with formulary with p-value <0,05. The result of multivariate test with logistic regression showed that belief was the most dominant variable with pvalue 0.004 <0.05 with OR 7,227 higher than the knowledge variable (OR: 4,446) and attitude (OR: 4,244). This means belief as much as 7,227 improves compliance in prescribing writing according to formulary. The education of a physician acquired at some level will influence actions based on intellectual ability. The attitude of a doctor who describes likes or dislikes hospital formulary. This attitude is derived from the experience itself and the experience of other doctors. Belief is an attitude that is shown by man when he feels quite know and conclude that he has reached the truth. Because beliefs are an attitude, one's beliefs are not always true or, beliefs alone are not a guarantee of truth. A physician's belief in drugs obtained from a trusted person, this is a difficult part to change. Key words: Knowledge, attitudes, beliefs and compliance in writing appropriate recipes formulary
Read More
B-2027
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmat Edi Wahyudi; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Adang Bachtiar, Jaslis Ilyas, Sumijatun, Yunita Asima
B-1884
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Gusti Ayu Trisna; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Hafizurrachman, Sandi Iljanto, Ahmad Husni, Budiman Widjaja
Abstrak:

Tesis ini membahas pembuatan formularium Rumah Sakit Dharma Yadnya, oleh karena walaupun Panitia Farmasi dan Terapi ada dan dibentuk Maret 2011, namun tampaknya formularium belum berjalan, karena baru 60 % dokter yang menuliskan resep sesuai dengan formularium dan ada 7,5 % resep yang tidak terlayani terutama dari unit rawat jalan, kemudian kebijakan dan prosedur mengenai formularium belum ada, usulan dokter adalah tanpa persetujuan Ketua Staf Medik Fungsional, yang menunjukkan peran Panitia Farmasi Terapi masih lemah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, mempergunakan tehnik wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen.Hasil penelitian menyarankan yaitu: diperlukan keterlibatan Direksi agarsistem pengendalian manajemen terhadap formularium bisa berjalan dengan menyempurnakan struktur organisasi Panitia Farmasi Terapi melalui koordinasi multidisiplin dan unit yang terlibat penggunaan obat, memperjelas fungsi dan tugasnya,membuatkan standar kompetensinya, terutama peran sekretaris,memberikan pelatihan jangka pendek untuk memperpendek gap kompetensinya, dan menetapkan kebijakan tertulis mengenai pengorganisasian Panitia Farmasi dan Terapi; diperlukan keterlibatan Direksi dalam membuat kebijakan prosedur tertulis formularium; diperlukan keterlibatan Direksi dan Panitia Farmasi Terapi sebagai ujung tombak dalam berhubungan dengan pihak luar; dan diperlukan keterlibatan dokter yang berperan sebagai perwakilan staf medis dalam Panitia Farmasi dan Terapi dalam perumusan daftar obat formularium.


 Abstract This thesis discusses the making of Dharma Yadnya Hospital formularies, because although the Pharmacy and Therapeutics Committee was established there in March 2011, but it seems the formulary has not run, because only 60 % doctors who write prescriptions in accordance with the formulary, and there is 7,5 % of prescriptions that are not served primarily from the outpatient unit, the policies and procedures regarding the formulary does not exist, doctor?s proposal without the consent of the Chief of Medical Staff, which shows the role of Pharmacy and Therapeutic Committee is still weak. The study is a qualitative study,using the technique of in-depth interview, observation and document review. The result suggest that:management control systemsshould run on the formulary,by improving the organizational structure trough a multidisciplinary and units coordination, clarifyits functions and duties, have to set standards of competence, particularly the role of secretary, a short term training necessary to shorten the gap competence, and also by establishing a written policy regarding the organization of the Pharmacy and Therapeutics Committee; required the involvement of Board of Directors in making formulary policies and procedures written; required the involvement of Board of Directors and Pharmacy and Therapeutics Committee as a vanguard in dealing with outsiders; and required the involvement of doctors who act as representatives of the medical staff in the Pharmacy and Therapeutics Committee, in the formulation of drug formulary list.

Read More
B-1455
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive