Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19839 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rahmi Sesaria; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Sandi Iljanto, Chairuni Barkati, Retno Windanarti
Abstrak: Tesis ini membahas tentang analisis kelengkapan rekam medis rawat inap dan menggunakan Total Quality Management sebagai pendekatan untuk meningkatkan kualitas rekam medis rawat inap. Studi ini mengamati dan menganalisis kebijakan rumah sakit, manusia, bahan dan infrastruktur, dan waktu yang berkaitan dengan kelengkapan rekam medis rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan metode kuantitatif kualitatif. Studi menemukan masih ada kekurangan dalam kelengkapan pengisian rekam medis rawat inap. Analisis fish bone telah dilakukan dan hasil penelitian tersebut mengusulkan bahwa rumah sakit harus membuat kebijakan dan standar prosedur operasional untuk menjadi panduan mengenai rekam medis rawat inap yang lengkap dan berkualitas tentang pengisian rekam medis, perlunya sosialisasi kelengkapan rekam medis rawat inap, evaluasi form rekam medis rawat inap dan peningkatan kualitas dengan menggunakan siklus PDSA. Kata kunci : Kelengkapan, rawat inap, rekam medis, total quality management, P-D-S-A, peningkatan kualitas. This thesis discusses about the analysis of inpatient medical record completeness and using a Total Quality Management as an approachment to enhance the quality of inpatient medical record. This study observed and analysed hospital policy, man, material and infrastructure, and time that related to completeness of inpatient medical record. This is a descriptive analitic study with quantitative - qualitative method. Study found there is still lack of completeness of filling the inpatient medical record. Fish bone analysis has been done and the result of the study propose that hospital should make a policy and standard to create a guidance regarding complete and quality about inpatient medical record, the need for socialization of completeness inpatient medical record, evaluation each form of inpatient medical record and quality improvement using P-D-S-A cycle. Keywords : Completeness, inpatient, medical record, total quality management, P-D-S-A, quality improvement.
Read More
B-1903
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenny Setyorini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Sandi Iljanto, Wahyu Sulistiadi, Sjahrul Amri, Rizka Hasanah
Abstrak: Rekam medis merupakan sebuah catatan medis yang berisikan data dan informasi yang harus dibuat oleh sebuah pelayanan kesehatan yang memuat tentang riwayat kesehatan seorang pasien selama pasien tersebut mendapatkan pelayanan, mulai dari anamnesa, riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksan penunjang lainnya, diagnosis, perawatan sampai tindakan medis. Kelengkapam sebuah rekam medis sangat dibutuhkan sebagai tanda bukti sah bahwa seorang pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dengan semestinya, khususnya resume medis dapat digunakan sebagai lembar klaim rumah sakit ke asuransi yang bekerjasama dengan rumah sakit. Masih rendahnya angka kelengkapan rekam medis di Rumah Sakit Bhakti Yudha Depok menjadi dasar peneliti melakukan penelitian. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis dikarenakan banyak faktor, diantaranya dorongan atau motivasi yang dimiliki oleh tenaga medis yang bertanggung jawab terhadap rekam medis.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang didahulukan oleh studi dokumenter (documentary study) dengan memeriksa kelengkapan rekam medis menggunakan alat bantu daftar tilik yang dibuat oleh peneliti. Motivasi ekstrinsik akan mempengaruhi tenaga medis dalam pengisian rekam medis, diantaranya kerjasama tim dan beban kerja. Motivasi intrinsik seperti pengetahuan dan persepsi dalam pengisian rekam medis juga akan mempengaruhi ketidaklengkapan pengisian rekam medis di suatu pelayanan kesehatan. Motivasi dari pekerja kesehatan berpotensi mempengaruhi penyediaan layanan kesehatan. Semangat rendah diantara pekerja dapat merusak kualitas penyediaan layanan, sementara kehadiran pekerja yang bermotivasi tinggi dan berkualitas merupakan aspek kunci dari kinerja sistem kesehatan.

Kata kunci : Rekam medis, motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsik

A medical record is containing data and information to be made by a health service that contains a patient's medical history during the patient is receiving services, from anamnesis, history of the disease, physical examination and other investigations, diagnosis, treatment to action medical services. The completeness of a medical record is desperately needed as a valid proof that a patient is properly receiving health care, especially medical resume can be used as hospital claim sheets to insurance in collaboration with hospitals. The low number of completeness medical record in Bhakti Yudha Depok Hospital is the basis for the researcher to conduct the research. The incomplete filling of medical records is due to many factors, including the motivation possessed by the medical personnel responsible for the medical record.

This research is a qualitative research which takes precedence by documentary study by examining the completeness of medical record using the check list tool made by the researcher. Extrinsic motivation will affect medical personnel in filling out medical records, including teamwork and workload. Intrinsic motivation such as knowledge and perception in filling medical record will also affect the incomplete filling of medical record in a health service. The motivation of health workers has a potential affect the provision of health services. Low morale among workers can damage the quality of service provision, while the presence of highly motivated and qualified workers is a key aspect of health system performance.

Key words : Medical record, extrinsic motivation, intrinsic motivation
Read More
B-1940
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruth Emalian Sembiring; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Hafizurrachman, Wachyu Sulistiadi, Sri Suwarti S. Koesno
Abstrak: Latar Belakang : Akibat pengaruh globalisasi yang melanda seluruh dunia dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta membaiknya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat semakin kritis dan menuntut mutu pelayanan yang lebih baik dan tidak segan-segan menuntut dokter atau rumah sakit apabila dianggap telah melakukan suatu kelalaian dan menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan. Mutu rekam medis akan menggambarkan mutu pelayanan kesehatan dan menjadi alat bukti yang sah di pengadilan apabila ada tuntutan mutu pelayanan kesehatan, karena didalamnya tertera identitas pasien, anamnesis, pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan penunjang dan daftar obat yang diberikan kepada pasien. Rekam medis juga merupakan sumber data yang akan diolah menjadi informasi yang berguna untuk membuat perencanaan rumah sakit. Pemantauan kelengkapan pengisian lembaran resume berkas rekam medis rawat inap kebidanan RSUD Kota Bekasi oleh sub bagian rekam medis menunjukkan angka ketidak lengkapan pengisian yang masih tinggi. Metode : Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dilakukan telaah retrospektif terhadap enam jenis lembaran rawat inap kebidanan tahun 2006. Ketidaklengkapam rekam medis dianalisis bersamaan dengan faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap ketidaklengkapan pengisian rekam medis. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam tidak terstruktur dengan menggunakan panduan wawancara dengan beberapa informan yang tugasnya berhubungan dengan pengisian dan pengelolaan rekam medis. Hasil penelitian : Didapat bahwa seluruh jenis lembaran rekam medis dalam penelitian ini pengisiannya tidak ada yang lengkap dan terdapat beberapa lembaran yang hilang. Lembaran perjalan penyakit tidak ditemukan pada 2 dari 72 (3%) berkas rekam medis dan lembaran hasil pemeriksaan penunjang tidak ditemukan pada 3 dari 72 (4%) berkas rekam medis. Dari hasil wawancara diketahui bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketidaklengkapan rekam medis antara lain: tingkat pendidikan/pelatihan, kondisi ruangan, kelengkapan sarana pendukung, SOP, sosialisasi buku panduan pengelolaan rekam medis dan peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan rekam medis, faktor pemantauan kelengkapan rekam medis dan faktor pembinaan yang dilakukan oleh pimpinan. Kesimpulan : Untuk meningkatkan angka kelengkapan rekam medis maka disarankan perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan lebih banyak mengirim staf untuk mengikuti pendidikan/pelatihan rekam medis, perbaiki kondisi ruang kerja dan lengkapi dengan sarana pendukung, revisi format rekam medis, evaluasi SOP, sosialisasikan buku panduan dan pengelolaan rekam medis serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan rekam medis, adakan rapat rutin membahas rekam medis, aktifkan kegiatan pemantauan mutu rekam medis dengan mengaktifkan peran panitia rekam medis serta lebih mengaktifkan kegiatan pembinaan oleh pimpinan. Daftar bacaan : 27 (1980- 2007)
Background : Globalisation and boundless information have naturally matured patients’ criticism behaviour. Those develop patients’ knowledge and understanding how to claim medical treatments. They would like to demand services in very high quality level and not hesitate to take legal action for any procedure errors. They sue doctors and hospital should they feel being treated that may harm their body.  Since medical record states patient’s identities, anamnesis, physical test, result of supporting test, and list of medicine consumed, the quality of medical records simply describe the service quality and act as fundamental verification in facing a patient complaints in court. In RSUD Bekasi, evaluation of medical record forms shows that there is a high degree of incompleteness of filing medical records. Therefore, this research subjects to explore the grade of incompleteness. Method : The research performs with qualitative descriptive approach in which retrospective analysis for six forms in obstetric unit during 2006. Incompleteness filing is analysed along with factors that suppose involved. Qualitative approach is applied through in-depth interview to unit staffs who have competencies and responsibilities in processing medical records. Result: It confirms that all medical records are not filled completely and in some cases, it found that forms are not in place. Two of seventy-two (approximately 3%) forms of follow-up are not found in medical records. Furthermore, three of seventy-two or 4% forms of result of supporting test are out of medical records. In the course of in-depth interview, it can be concluded that the factors that may cause incompleteness are limited staff in related education background, poor condition of medical records processing room, lack of supporting equipment, half-done in implementing standard operating procedures, lack of socialization of regulations and quidances medical records, and lack of supervision from top management. Coclusion: In order to decrease the number of incompleteness medical records, it is strongly suggested to train more medical records staff, to re-condition processing room and to furnish with supporting equipment, to modificate medical record, and to socialise regulation and guidance in filling medical records. It is also recommended to maximise medical records committee in supervising and controlling function. References : 27 (1980- 2007)
Read More
B-1052
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Bagus Wibawa Adnyana; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mardiati Nadjib, Vetty Yulianty Permanasari, I Gede Wiryana Patra Jaya, Pontisomaya
Abstrak: Latar Belakang: Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas atau lembaga penyedia jasa pelayanan kesehatan (health provider) dan sesuai dengan UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Salah satu syarat yang masih sering dibahas dan menemui kendala saat ini adalah kelengkapan rekam medis. Masalah ini jugalah yang menjadi perhatian peneliti setelah melihat dan melakukan penelitian awal di Rumah Sakit Bali Royal. Ditemukan bahwa kelengkapan rekam medis di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Bali Royal masih dibawah standar yang ditetapkan Kemenkes yang tercantum dalam Kepmenkes RI No.129/MENKES/SK/II/2008 yaitu sebesar 100%. Kelengkapan rekam medis bagi pasien rawat inap sangat penting untuk proses kesembuhan pasien dan memaksimalkan pelayanan rumah sakit pada pasien. Dimana tingkat kepatuhan dokter dalam pengisian rekam medis di RS BROS masih belum mencapai target rumah sakit yaitu 90%.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross sectional dimana variabel bebas dan variabel terikat diukur secara bersamaan. Metode pengambilan sampel yang akan digunakan adalah teknik sampling jenuh, jadi jumlah sampel yang digunakan adalah keseluruhan jumlah populasi yaitu 80 sampel.

Result: Melalui analisis multivariate menunjukkan bahwa variabel jumlah pasien dan insentif memiliki p value masing-masing 0,009 dan 0,041, dimana p value < 0,05. Sedangkan variabel lainnya nilai p value > 0,05.

Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat kepatuhan pengisian rekam medis di Rumah Sakit Bali Royal adalah variabel jumlah pasien dan variabel insentif

Kata kunci: Tingkat Kepatuhan, Rekam Medis, Teori Lawrence Green, Teori Malcolm Baldridge

Introduction: The hospital is one of the facilities or institutions of health service providers (health providers) and in accordance with Law No. 36 of 2009 on Health. One of the conditions that are still often discussed and encountered the current obstacle is the completeness of medical records. This problem is also the attention of researchers after seeing and doing initial research at Bali Royal Hospital. It was found that the completeness of the medical record at Bali Royal Hospital Inpatient Unit is still below the standard set by Ministry of Health stated in Kepmenkes RI No.129 / MENKES / SK / II / 2008 which is 100%. The completeness of medical records for inpatients is crucial to the patient's healing process and maximizing hospital services to patients. Where the level of compliance of doctors in filling out medical records at RS BROS still not reached the target of the hospital that is 90%

Method: This research is a cross sectional quantitative research where independent variable and dependent variable are measured simultaneously. Sampling method to be used is a saturated sampling technique, so the number of samples used is the total population of 80 samples.

Results: Through multivariate analysis showed that the variable number of patients and incentives had p values of 0.009 and 0.041, respectively, where p value 0,05.

Conclusion: The results showed that the variables that have a significant relationship to the compliance level of medical record at Bali Royal Hospital are variable of patient number and incentive variable

Keywords: Compliance Level, Medical Record, Lawrence Green Theory, Malcolm Baldridge Theory
Read More
B-1993
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elly Rozalia; Pembimbing: Hafizurrachman
B-660
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arda Yunita Subard; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Purnawan Junadi, Sri Suwarti
B-864
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustin Erawati; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Artha Prabawa, Arief Fahrozi
S-6411
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Ariani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Esti Nurwidiyanti, Eko Budi Santosa
Abstrak: Tesis ini membahas analisis kelengkapan rekam medis rawat inap RSKO Jakartatahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian mixed method yaitu penelitian secarakuantitatif dan kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untunk mengetahui nilaikelengkapan rekam medis, dan penelitian kualitatif untuk menggali informasiterhadap input, proses, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilaikelengkapan rekam medis hanya 62,6% belum mencapai standard 100%. Padapenelitian kualitatif didapatkan hasil bahwa faktor input; sumber daya manusia,material, infrastruktur, dan prosedur, faktor proses; pengisian rekam medis danmonitoring evaluasi, dapat mempengaruhi kelengkapan rekam medis (faktoroutput). Rumah sakit harus membenahi faktor input dan proses agarneningkatkatkan nilai kelengkapan rekam medis sesuai standar sehingga dapatmeningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSKO Jakarta.Kata kunci: Kelengkapan rekam medis rawat inap.
Read More
B-1719
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Grace Stefanus; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Rianayanti Asmira Rosam, Johana Titus
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Grace Stefanus Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Sistem Penyediaan Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Satu RS Tipe B Jakarta Tahun 2017 Waktu tunggu pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan yang ditawarkan oleh Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melakukan analisis sistem penyediaan berkas rekam medis (RM) terhitung ketika pasien registrasi awal sampai berkas tersedia di poliklinik rawat jalan yang dituju. Hasil penelitian menunjukkan waktu penyediaan berkas RM belum sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan oleh Rumah Sakit. Beberapa kendala yang ditemui antara lain pemberkasan tidak lengkap, nomor antrian tidak berurutan sesuai loket, sistem error, jarak antar rak penyimpanan tidak sesuai standar, jarak antara instalasi rekam medis ke rawat jalan jauh, berkas RM belum dikembalikan ke rak, SPO penyediaan berkas rekam medis belum ada. Kata kunci: Waktu Penyediaan, Berkas Rekam Medis, Rawat Jalan


ABSTRACT Name : Grace Stefanus Study Program: Study of Hospital Administration Title : Analysis of the provision system of outpatient medical record files at a type B hospital Jakarta in 2017 Outpatient clinic waiting time is one of the important indicators of quality of services offered by Sumber Waras Hospital. Using qualitative approach, this research aims to analyze the time needed to provide outpatient medical record (MR) starting at patient initial registration at the front desk to medical record’s available at the hospital outpatient clinic. The result of the research indicates that MR provision time has not fulfilled the minimum serviced standard as suggested by the hospital. Obstacles include incomplete files, queue numbering sequence, system error, distance between shelves, distance between medical record storage and outpatient clinic, MR files have not been returned to the shelf, and absence of procedures for provision of MR files. Keywords: Provision Time, Medical Record Files, Outpatient

Read More
B-1859
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Puspito Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Eva Mundyastuti, Budi Hartono
Abstrak:

Salah satu indikator untuk menunjukkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data atau informasi dari rekam medis yang baik dan lengkap. Rekam medis yang lengkap dapat memberikan gambaran secara keseluruhan tentang pasien yang akan digunakan untuk berobat kembali. Rekam medis adalah bukti otentik jika terjadi tuntuntan di pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik dokter dalam kelengkapan pengisian rekam medis dan faktor-faktor ekstrinsik yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah metode observasional. Data diambil secara potong lintang sebanyak 50 rekam medis selama bulan September-November 2011 yang diisi oleh 10 dokter spesialis, serta dilakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis menunjukkan variabel beban kerja (Pvalue=0,001), prosedur kerja (Pvalue 0,001), dan supervisi teknis (Pvalue=0,036) mempengaruhi langsung kelengkapan pengisian rekam medis. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kelengkapan rekam medis adalah variable dengan nilai coeff. B paling besar yaitu status prosedur kerja dengan coeff B=13,7. Saran yang diberikan kepada RS. Hermina Depok ialah melakukan sosialisasi dan pelatihan pengisian rekam medis secara rutin. Selainitu, melakukan pemeriksaan dan pengawasan dalam hal pengisian rekam medis secara tepat dan sesuai dengan periode yang ditetapkan. Kata kunci: Karakteristik Individu, Motivasi Ekstrinsik, Kinerja, Rekam Medis


 One of the indicators of the health service quality in the hospital is the comprehensive information from patients’ medical records. A comprehensive medical record could display the whole patient’s condition which can be used for their next treatment. A medical record, in addition, is also important legal evidence used in the court, provided there is any lawsuit. This research is carried out to illustrate the link between Doctors’ individual characteristics with the completion of patients’ medical records together with other external related factors. Observational study is the method used in the research, with cross sectional data from 50 patients’ medical records in September-November 2011, filled out by 10 specialist doctors; as well as data collection from interview with the use of questionnaires. The Results indicate: workload variable (Pvalue=0,001), work procedures (Pvalue 0.001), and supervisory techniques (Pvalue=0,036) affecting the completion of the medical records directly. The most dominant variable affecting the completion of health records is the one with the highest Coeff B value work procedures with Coeff B value=13.7. Suggestion given to RS HerminaDepok is to perform regular training and socialization, as well as to carry out checks and supervision in regard to the correct completion of patients’ medical records based on the indicated period. Key words: Individual characteristics, External motivation, Work performance, Medical Record

Read More
B-1359
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive