Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40122 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yaneu Nuraineu; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Artha Prabawa, Nurlaelasari, Fajrinayati
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Yaneu Nuraineu Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul :  Hubungan Sikap dan Motivasi Bidan Desa dengan Kualitas Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Kabupaten Lebak Tahun 2017. Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas adalah pelayanan yang sesuai dengan standar, dalam penerapannya terdiri dari 10T. Tenaga kesehatan yang paling berperan memberikan pelayanan kesehatan pada ibu hamil adalah bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi bidan desa terhadap kualitas  pelayanan  ANC  di Kabupaten Lebak, penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan rancangan “cross sectional ” dengan jumlah sampel 164 bidan di desa. Terdapat 123 (75,0%)  responden memiliki sikap baik terhadap kualitas pelayanan ANC K4 dengan nilai p=0,002 (p< 0,05) dan OR=11,02 berarti ada hubungan yang kuat, sikap dengan kualitas pelayanan ANC K4, lebih dari separoh responden memiliki motivasi yang kurang terhadap kualitas pelayanan ANC yaitu 108 (65,9%) responden, diperoleh nilai ρ=0,012 dan OR=2,55 berarti ada hubungan motivasi dengan kualitas pelayanan ANC K4. Diharapkan Dinas Kesehatan bersama puskesmas mengoptimalkan program/kegiatan yang ada, melakukan pembinaan teknis dan monev yang terjadwal dan berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan feedback. Kata kunci : Kualitas pelayanan ANC, bidan, sikap dan motivasi.


ABSTRACT Name : Yaneu Nuraineu Study Program: Public Health Sciences Title : Relationship Attitude and Motivation Village Midwife To Quality Antenatal Care Service (ANC) in Lebak District Year 2017. A qualified Antenatal Care Service (ANC) is a service that complies with the standards, in its application consisting of 10T. The most important health worker providing health services to pregnant women is midwife. This study aims to find out the correlation between attitude and motivation of village midwife to ANC service quality in Lebak Regency. This research use analytic observation research with cross sectional design with 164 sample of midwives in the village. There are 123 (75,0%) respondents have good attitude toward service quality of ANC K4 with value p = 0,002 (p <0,05) and OR = 11,02 mean there is strong relation, attitude with service quality ANC K4, Half of respondents have less motivation to ANC service quality that is 108 (65,9%) responder, obtained value ρ = 0,012 and OR = 2,55 mean there is motivation correlation with service quality of ANC K4. It is expected that the Health Office together with the puskesmas optimize the existing programs / activities, conduct technical and monev training which is scheduled and sustainable, then the result is feedback. Keywords : Quality of ANC service, midwife, attitude and motivation.

Read More
T-5074
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ice Marini; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Nurlaelasari, Fajrinayati
Abstrak: Laporan Epidemi AIDS Global UNAIDS 2012 menunjukkan bahwa terdapat 34 juta orang dengan HIV di seluruh dunia. Sebanyak 50% diantaranya adalah perempuan dan 2,1 juta anak berusia kurang dari 15 tahun. Estimasi dan Proyeksi HIV AIDS tahun 2012 menyatakan ODHA dari populasi kunci tertinggi yaitu perempuan risiko rendah, yang bisa saja mengakses layanan kesehatan dan berinteraksi dengan bidan di layanan kesehatan. Bidan beresiko tinggi tertular HIV saat menolong persalinan, kewaspadaan universal diterapkan dengan menganggap bahwa setiap darah dan cairan tubuh yang berasal dari pasien berpotensial menularkan infeksi terlepas dari mereka HIV atau tidak, hal ini dilakukan untuk melindungi pasien, bidan, keluarga dan orang lain dari risiko paparan darah dan cairan tubuh yang mungkin terinfeksi HIV.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan infeksi dan PPIA di Kabupaten Lebak Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan cross secsional. Jumlah sampel penelitian adalah 159 responden. Pengambilan sampel dengan stratified proposional random sampling yang dilakukan pada 30 Puskesmas.

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,016), Ketersediaan alat pelindung diri (p=0,007), pengawasan (p=0,006) dan dukungan rekan kerjaa (p=0,021) dengan perilaku pencegahan infeksi dan PPIA. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga kesehatan bidan serta dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan. Mengadakan pelatihan tentang program PPIA agar pelaksanaan pelayanan sesuai dengan pedoman PPIA nasional.

Kata Kunci: Bidan, pencegahan infeksi, HIV, PPIA

The UNAIDS Global AIDS Epidemic Report 2012 shows that there are 34 million people with HIV in worldwide. As many as 50% of them are women and 2.1 million children aged less than 15 years. HIV/AIDS Estimates and Projection in 2012 declare people with HIV/AIDS from the highest key population of low risk women, who may access health services and interact with midwives in health services. Midwives are at high risk of contracting HIV while assisting in childbirth, universal precautions are applied by assuming that any blood and body fluids originating from patients potentially transmit infections regardless of whether they are HIV or not, this is done to protect patients, midwives, families and others from exposure risk Blood and body fluids that may be infected with HIV.

This study aims to determine knowledge and attitude of midwives with infections preventions behavior and PPIA in Kabupaten Lebak. The research method used is cross sectional design. The number of research samples is 159 respondents. Sampling with stratified proportional random sampling conducted at 30 health care.

The results showed a significant correlation between knowledge (p = 0.016), availability of personal protective equipment (p = 0.007), supervision (p = 0.006) and peer support (p = 0.021) with infection prevention behavior and PPIA. Based on the result of this research, it is suggested to give training to all midwife health worker and to be done continuously to increase knowledge. Conducting training on PPIA programs so that service delivery is in line with national PPIA guidelines. Evaluation on the procurement of facilities and equipment in village midwives to support good infection prevention behavior.

Keywords: midwife, prevention of infection, HIV, PPIA
Read More
T-5086
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurkhaira Manel; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Martya Rahmaniati, Rahma Dewi, Teti Tejayanti
Abstrak: AKI di Indonesia masih jauh dari target SDGs. Kematian ibu dapat dicegah jika ibu hamil dapat mengakses perawatan antenatal berkualitas (ANC) namun secara global pada tahun 2017 hanya 64% perempuan menerima perawatan antenatal empat kali atau lebih selama kehamilan mereka. Berdasarkan data yang ada masih terdapat disparitas antar wilayah perdesaan dan perkotaan untuk cakupan ANC, masih ditemukan ibu hamil yang tidak menerima pelayanan ANC serta masih adanya dari standar pelayanan ANC yang belum berjalan optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor perilaku ibu dalam menggunakan layanan kesehatan dilihat dari segi kuantitas (cakupan K4) dan kualitas (pelayanan sesuai standar 8 T) antenatal care (ANC) di indonesia. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain crossectional study. Sumber data dalam penelitian ini adalah data mencakup seluruh wilayah di Indonesia yang didapatkan dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Hasil penelitian mendapatkan bahwa faktor perilaku ibu yang mempengaruhi penggunaan layanan kesehatan dilihat dari segi kuantitas pelayanan ANC sesuai standar adalah status ekonomi, pengdidikan rendah, dukungan pasangan, status perencanaan kehamilan, umur saat hamil, asuransi kesehatan dan urutan kelahiran. Dilihat dari segi kualitas, faktor perilaku ibu yang mempengaruhi penggunaan layanan ANC sesuai standar adalah status perencanaan kehamilan, riwayat komplikasi
Read More
T-6351
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laeli Nur Maeni; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Besral, Rahmadewi
S-8197
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mia Widiastuti; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, Mugia Bayu Rahardja
Abstrak:
Cakupan ANC lengkap (K6) di Indonesia masih rendah dikarenakan banyak faktor yang berkontribusi antara lain kehamilan tidak diinginkan. Di Indonesia, pada tahun 2017 angka KTD mencapai 15%, dimana 7% kehamilan tidak diinginkan dan 8% kehamilan tidak tepat waktu. Faktor yang berkaitan dengan kunjungan ANC lainnya adalah faktor individual dari ibu seperti usia, pendidikan, status pernikahan, status pekerjaan, paritas, dan partisipasi ibu dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan KTD dengan kunjungan ANC pada wanita usia subur di Indonesia. Desain studi yang digunakan yaitu cross-sectional dilakukan dengan menganalisis data SDKI tahun 2017. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji chi-square dan regresi logistik. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kehamilan tidak diinginkan dengan kunjungan ANC setelah dikontrol oleh variabel status perkawinan (p value=0,0001). Ibu yang mengalami kehamilan tidak diinginkan sama sekali memiliki kemungkinan 1,53 kali lebih besar untuk melakukan kunjungan ANC tidak lengkap dibandingkan dengan ibu yang kehamilannya diinginkan sedangkan ibu dengan kehamilan yang tidak tepat waktu 1,67 kali lebih besar untuk melakukan kunjungan ANC tidak lengkap dibandingkan dengan ibu yang kehamilannya diinginkan setelah dipengaruhi oleh usia dan status pekerjaan. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan pelayanan KB dan kunjungan ANC untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan serta meningkatkan kunjungan ANC lengkap.

The Complete ANC Coverage (K6) in Indonesia is still low due to various contributing factors, including unintended pregnancy. In 2017, the rate of unintended pregnancies reached 15% in Indonesia, with 7% being unwanted pregnancies and 8% being mistimed pregnancies. Other factors related to ANC visits include individual factors of the mother, such as age, education, marital status, employment status, parity, and maternal participation in decision-making. This study aims to analyze the relationship between unintended pregnancy and ANC visits among reproductive-age women in Indonesia. A cross-sectional study design was used, analyzing data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS). The analysis involved chi-square tests and logistic regression. The study found a significant association between unintended pregnancy and ANC visits after controlling for marital status (p value=0,0001). Mothers who experienced completely unintended pregnancies were 1.53 times more likely to have incomplete ANC visits compared to mothers who had intended pregnancies, while mothers with mistimed pregnancies were 1.67 times more likely to have incomplete ANC visits compared to those with intended pregnancies, after being influenced by age and employment status. Therefore, there is a need for improved family planning services and ANC visits to prevent unintended pregnancies and enhance complete ANC coverage.
Read More
S-11252
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rozanah Aminurrahmah; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Teti Tejayanti
Abstrak:
Pelayanan antenatal merupakan program penting guna menurunkan angka kematian ibu. Pada tahun 2021, Kementerian Kesehatan RI menetapkan kebijakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan antenatal menjadi minimal 6 kali selama kehamilan. Akan tetapi pada tahun 2023, cakupan antenatal K6 di Indonesia baru mencapai 17,6%. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemanfaatan pelayanan antenatal K6 adalah pemberdayaan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberdayaan perempuan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal di Indonesia, sekaligus mengembangkan indeks pemberdayaan perempuan yang komprehensif menggunakan data SDKI tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan antenatal K6 di Indonesia pada tahun 2017 adalah 5,4% (95% CI: 4,9-5,9). Akan tetapi perlu ditekankan bahwa pada tahun 2017 belum ditetapkan kebijakan antenatal K6 sehingga cakupannya masih rendah. berdasarkan hasil principal component analysis, diketahui bahwa pemberdayaan perempuan dapat digambarkan melalui 5 dimensi. Rata-rata skor pemberdayaan perempuan Indonesia tahun 2017 berdasarkan masing-masing dimensi adalah 83,98 untuk dimensi sikap terhadap pemukulan istri, 62,59 untuk dimensi pengambilan keputusan, 56,60 untuk dimensi pendidikan, 33,42 untuk dimensi kontrol atas hubungan seksual, dan 41,61 untuk dimensi kontrol atas sumber daya. Adapun rata-rata indeks pemberdayaan perempuan di Indonesia secara keseluruhan adalah 50,37. Pemberdayaan perempuan memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal dengan nilai AOR sebesar 1,70 (95% CI: 1,27-2,27). Dimensi yang berhubungan signifikan adalah dimensi sikap terhadap pemukulan istri tinggi (AOR: 2,73), pengambilan keputusan tinggi (AOR: 1,48), pendidikan sedang (AOR: 1,61), pendidikan tinggi (AOR: 1,85), kontrol atas hubungan seksual tinggi (AOR: 0,58), dan kontrol atas sumber daya sedang (AOR: 1,49). Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Antenatal care is an important program to reduce maternal mortality. In 2021, the Indonesian Ministry of Health established a policy to increase the number of antenatal visits to a minimum of 6 times during pregnancy. However, in 2023, K6 antenatal coverage in Indonesia only reach 17.6%. One factor that can influence the utilization of K6 antenatal utilization is women’s empowerment. This research aims to determine the relationship between women’s empowerment and the antenatal care utilization in Indonesia, as well as developing a comprehensive women’s empowerment index using 2017 IDHS data. The results show that K6 antenatal coverage in Indonesia in 2017 was 5.4% (95% CI: 4.9-5.9). However, it needs to be emphasized that in 2017 the K6 antenatal policy had not been established so coverage was still low. Based on the results of the principal component analysis, it is known that women’s empowerment can be described through 5 dimensions. The average score for Indonesian women’s empowerment in 2017 based on each dimension was 83.98 for the attitude towards wife beating, 62.59 for the decision-making, 56.60 for the education, 33.42 for the control over sexual relations, and 41.61 for the control over resources. The average women’s empowerment index in Indonesia as a whole is 50.37. Women’s empowerment has a significant relationship with the antenatal care utilization with an AOR value of 1.70 (95% CI: 1.27-2.27). The dimensions that were significantly related were the high score in dimensions of attitudes towards wife beating (AOR: 2.73), high scoce in decision making (AOR: 1.48), moderate score in education (AOR: 1.61), high score in education (AOR: 1.85), high score in control over sexual relations (AOR: 0.58), and moderate score in control over resources (AOR: 1.49). Therefore, efforts need to be made to increase women’s empowerment in Indonesia.
Read More
S-11731
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miftahul Arsyi; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi, Nida Rohmawati
Abstrak: Negara-negara ASEAN merupakan penyumbang prevalensi kejadian BBLR tertinggi kedua di Benua Asia yaitu sebesar 12,3%. Antenatal Care (ANC) menjadi salah satu mitigasi dalam menurunkan kejadian BBLR. Pengaruh K1 murni dan kualitas pelayanan ANC terhadap kejadian BBLR penting untuk diketahui. Analisis menggunakan data Demographic Health Survey (20142017) di Empat Negara ASEAN. Desain penelitian cross-sectional dengan analisis regresi logistik ganda. Proporsi kejadian BBLR di Negara Indonesia (6,7%), Kamboja (6,7%), Myanmar (7,5%), dan Filipina (13,8%). K1 murni tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR (aOR = 1,0; CI 95%: 0,91,1). Namun, kualitas pelayanan ANC dengan kunjungan < 4 kali dan 6 komponen tidak lengkap didapatkan Odds kejadian BBLR 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan kunjungan ≥ 4 kali dan 6 komponen lengkap (aOR=1,3; CI 95%: 1,11,5). Negara Myanmar didapatkan Odds kejadian BBLR tertinggi, ibu hamil kunjungan < 4 kali dan 6 komponen tidak lengkap 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan kunjungan ≥ 4 kali dan 6 komponen lengkap (aOR = 1,7; CI 95%: 1,02,7). K1 murni belum cukup dalam menurunkan kejadian BBLR, hasil yang kosisten disetiap negara bahwa peningkatan pelayanan ANC yang berkualitas yaitu kunjungan lebih dari 4 kali dan komponen pelayanan ANC lengkap dapat menurunkan kejadian BBLR
ASEAN countries is the second highest incidence of low birth weight (LBW) in Asia, accounting for approximately 12.3% of LBW cases in Asia. Antenatal Care (ANC) is one of the most important preventive measures in reducing the incidence of LBW. The study aimed to analysis the association of the early Antenatal Care visit and quality of ANC services, towards LBW incidence. This study used Demographic and Health Survey data (20142017) in four ASEAN countries. This study used a cross-sectional design with multiple logistic regression analysis. The proportion of LBW in Indonesia, Cambodia, Myanmar, and Philippines was (6,7%), (6,7%), (7,5%), and (13,8%), respectively. The results showed that early visit did no effect on the incidence of LBW (aOR = 1,0; CI 95%: 0,91,1). However, quality of ANC services had an association with LBW incidence (aOR=1,3; CI 95%:1,11,5). Myanmar had the highest odds ratio of LBW, in which the odds of LBW for mothers that received < 4 visits, 6 incomplete components was 1.7 times higher compared with mothers that received ≥ 4 visits, 6 complete components (OR = 1.7; 95% CI:1.0-2.7). Early antenatal care visit is not enough to reduce the risk of LBW, however consistent results in each county that the improvement of quality of ANC services for reducing the risk of LBW.
Read More
T-6273
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Diah Permatasari; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi kunjungan ANC terhadap pemberian ASI eksklusif di Indonesia berdasarkan hasil analisis data SDKI tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dengan data sekunder yaitu SDKI tahun 2017. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak terakhir berusia 4-6 bulan dan tinggal bersama yang menjadi responden dalam SDKI 2017. Analisis multivariabel digunakan untuk mengetahui pengaruh frekuensi kunjungan ANC terhadap pemberian ASI eksklusif dengan beberapa variabel kovariat, yaitu usia ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, status perkawinan, jenis tempat tinggal, kesejahteraan, dan paritas.
Read More
S-10596
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juliana Karni Astuti; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Teti Tejayanti
Abstrak: Disparitas dalam pelayanan kesehatan ibu masih merupakan permasalahan di Indonesia. Cakupan K4 dalam program Antenatal Care (ANC) dari tahun 2012 hingga 2017 telah mengalami penurunan. Akan tetapi, angka penurunan itu nyatanya menunjukkan bahwa cakupan K4 ANC sudah mulai memenuhi target Renstra Kementerian Kesehatan pada tahun 2017. Berdasarkan data SDKI dan Profil Kesehatan Indonesia menyebutkan bahwa beberapa daerah di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) masih mengalami permasalahan ini. Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara menjadi provinsi yang selalu memasuki peringkat 10 besar dalam cakupan K4 ANC terendah. Keempat provinsi tersebut juga selalu tidak memenuhi target dari Renstra Kementerian Kesehatan semenjak 2007, 2012, dan 2017. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan ANC pada wanita usia subur di 4 Provinsi pada tahun 2012 & 2017. Sampel yang digunakan adalah wanita berusia subur (15-49 tahun) yang tinggal di 4 Provinsi, memiliki anak terakhir dalam 5 tahun terakhir, berstatus menikah/tinggal bersama dan menjadi responden dalam SDKI 2012 & 2017. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 1.001 responden dalam SDKI 2012 & 1.167 responden dalam SDKI 2017. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibu dan pengetahuan ibu memiliki pengaruh yang konsisten terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada responden di tahun 2012 dan 2017. Pada tahun 2012, terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi kepatuhan kunjungan ANC pada wanita usia subur yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan dan status ekonomi. Sedangkan di tahun 2017, terdapat faktor lain juga yang berpengaruh terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada wanita usia subur yaitu paritas ibu, jaminan kesehatan, dan dukungan dari suami.
Kata kunci: Antenatal Care, Kepatuhan, Wanita Usia Subur

Disparities in maternal health services are still a problem in Indonesia. The K4 coverage of Antenatal Care (ANC) program from 2012 to 2017 has decreased. However, it shows that the K4 ANC coverage has begun to meet the Ministry of Health Strategic Plan target in 2017. Based on data from the IDHS and the Indonesian Health Profile, it stated that some regions in Eastern Indonesia are still facing this problem. Papua, West Papua, Maluku and North Maluku itself are some provinces are always in top 10 provinces with the lowest K4 ANC coverage. The four provinces also had never met the targets of the Ministry of Health Strategic Plan since 2007, 2012, and 2017. This study aims to look at the factors that influence the level of ANC visit adherence in reproductive age women in 4 Provinces in 2012 & 2017. The sample is used in this study are the women in reproductive age in the 2012 & 2017 IDHS that are living in 4 provinces, married or are living together with their partner, and have their in the last 5 years. The number of samples in the study were 1,001 respondents in the 2012 IDHS & 1,167 respondents in the 2017 IDHS. This study itself use chi-square and multiple logistic regression. The results showed that maternal education and maternal knowledge had a consistent influence on the adherence of ANC visits for respondents in 2012 and 2017. In 2012, there are other factors that also affected ANC visit adherence in reproductive age women, namely participation in decision making and economic status. Whereas in 2017, there are also other factors that influence ANC visits adherence to reproductive age women, namely health insurance, parity, and husband support.
Key words: Antenatal Care, Adherence, Reproductive Age Women
Read More
S-10447
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive