Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30276 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Widiyo Weni Wigati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Sandi Iljanto, Pujiyanto, Slamet Efendy
B-850
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wywy Kusumadinarta; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Puput Oktamianti, Wirda Saleh
Abstrak:

RSUD Kota Bekasi sebagai Badan Layanan Umum (BLU) harus meningkatkan daya saing RS di era globalisasi dengan melakukan refonnasi manajemen yang diharapkan dapat menyelesaikan berbagai masalah manajemen dalam efisiensi. produktivitas, kualitas dan patient responsiveness. BLU mempakan suatu badan kuasi Pemerintah yang tidak bertujuan mencari laba, meningkatkan kualitas dan memberikan fleksihilitas manajemen RS. RSUD Kota Bekasi merupakan satu dari beberapa RS yang beberapa RS yang berada di perbatasan dengan DKI Jakarta, sehingga tingkat persaingan sangat tinggi, dengan demikian diperlukan pengembangan strategi yang jelas dan penjabarannya sampai ke tingkat operasional. Untuk itu peneliti berusaha untuk membantu penerapan strategi dengan menggunakan Balanced Scorecard di IGD scbagai he frontliner RSUD Kota Bekasi. Balanced Scorecard (BSC) merupakan a1at manajemen untuk menttansfonnasikan strategi menjadi aksi. BSC mampu menje1askan dan rnenerjemahkan strategi secara komprehensif dan dapat dijatankan dalam kegiatan operasional sehari-bari. Kinetja ditetjemahkan ke dalam sasaran dan tolok ukur yang jelas dan spesifik melalui keempat perspektif : keuangan, pelangganproses bisnis internal. serta pembelajaran dan pertumbuhan sehingga kinelja dapat dimonitor dan dievaluasi secara berkafa untuk mengetahui kemajuannya dalam pencapaian strategi. (Kaplan dan Norton, 1996). Penelitian yang dilakukan merupakan pcnclhian operasional (Riset Operasional), yaitu penelitian yang berhubungan dengan penernpan suatu metode yang sesuai dengan somber daya yang tersedia. Dalam tahap pengembangan BSC, dibagi kinerja yang didasarkan pada uraian jabalan belum pemah dilakukan, tidak ada evaluasi terhadap kinerja setiap individu yang bertugas di IGD, yang ada hanya mengukur jumlah kunjunganjumiah pendapatan, dan survei kepuasan pelanggan. 4) Penilaian kinerja di Instalasi Gawat Darurat beJum memiiiki aJat ukur dan basil akur. Penilaian kine!ja yang ada hanya berdasarkan indikator (SPM) IGD yang dltetapkan DepKes. 5) Media komunikasi dilakukan sebulan sekali, namun jika ada pennasaiaban mendadak seperti keluhan pasien atau keluban dokter spesiatis, maka rapat bisa dilakukan sewaktu-waktu. namun belum dioptimatkan sebagai media monitoring: dan evaluasL Fase II Proses Cascading Strategi RS yaitu : 1) strategi IGD yang sesuai visi dan misi didapatkan melalui wawancam dan FGD rnengbasilkan pengembangan strategi yang disepakati bersarna. 2} Pengembangan strategi juga dituronkan dari renstra RSUD, 3) Pela Strategi IGD dibuat melalui dua iterasi, melalui FGD dan CDMG, 4) Membangun BSC dengan empat perspektif di dapat perspektif pelanggan 25%, proses bisnis internal 35o/o, pembelajaran dan pertumbuhan 25%, keuangan 15%. Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa sangat diperlukan suaut penjabaran KPI yang jelas untuk masing-masing pemegang jabatan dan individu yang disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab. Sistem Pelapon:rn dan review KPI perlu dijalankan secara berkala agar dapat diketahui kemajuan dalam pencapaian strategi melalui pencapaian KPJ. Eva1uasi kinerja hendaknya didasrakan pada pencapaian KPI pada masing-masing individu.


 

RSUD Kota Bekasi as a Public Service Board have to well-develop to face hospital competition as global by reforming management to manage all those management's complexity in such efficient. productivity, quality and patient responsiveness. Public Service Board becoming a government institution which is a Non-Profitable entity, up grading the quality and giving hospital's management to more flexible way. RSUD Kota Bekasi is one from those hospitals which is located at the border from DKI Jakarta. This means the degree of competition is very high, therefore need a clear strategy development in all sectors, especially at operational sector. Research and Development people has to help out to implement all strategies by using Balanced Scorecard at Emergency Department as the front/iner RSUD Kota Bekasi. Balanced Scorecard (BSC) is a management tool in transforming all strategy into action. BSC can explain and translating in such comprehensive way and can be implemented as a daily operational. Productiveness can be translated and can became a clear specific measurement through 4 perspective such as financial, customer, internal business and learning procedure and growth which all these can be monitored and being evaluated into several steps to know whether the growth still in corridor of strategy achievement. (Kaplan dan Norton, 1996). Any research taken is an Operational Research which is related in implementation a method with all provided internal resources. There are 2 phases in BSC's development step. Phase I is Analyzing Current Performance system to review the system that already implemented, then Phase II is Cascading Process of satisfaction survey.4) The productivity measurement at Emergency Department of performance appraisal is not clear. 5) Regular meeting is taken monthly. however if there is an urgent incident such complaints the meeting an optimized as media monitoring dan evaluation. Phase II Cascading Process of Hospital's Strategy are : 1) AU Emergency Department's strategy relating with hospital's vision and mission which obtained through interview and FGD resulting strategy development to all members 2) planning also giving several feedback for strategy development.3) Emergency Department Strategy Map is made through two iteration, which are through FGD and CDMG, 4) Developing BSC with four perspectives are consists of 25% of Customers perspective, 35% of Internal Business. 25% of learning and growing then J 5% of financial. Through this research, we can make a conclusion that a very clear of KPl s cascading is really a crucial part to aU hospitat?s members and to every person to aU their duties and responsible. System report and review of KPI need to be done step by step so can be noticed on the strategic achievement Productivity evaluation must base on the achievement to each person individu.

Read More
B-1203
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agnes Vianti; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Khafifah Any, Iing Icshan Hanafi
Abstrak:
Latar Belakang: RS Hermina Jatinegara adalah RS swasta yang ditetapkan menjadi RS dengan pelayanan anak sebagai layanan unggulan. Penetapan layanan unggulan ini dilakukan untuk menjaga keberadaan RS mengingat persaingan bisnis yang tinggi dengan adanya pertumbuhan jumlah RS baik swasta maupun pemerintah. Layangan unggulan anak ditetapkan di RS Hermina Jatinegara juga atas dasar riwayat RS yang sebelumnya merupakan RSIA dimana RS memiliki banyak sumber daya terkait pelayanan anak. Data rekam medis di RS Hermina Jatinegara menampilkan bahwa dalam kurun lima tahun terakhir didapatkan proporsi kunjungan pasien anak yang stabil baik rawat jalan maupun rawat inap. Tujuan penelitian: secara umum adalah tersusunnya rencana strategi pelayanan anak RS Hermina Jatinegara periode 2023-2027, secara khusus adalah teridentifikasi analisis situasi dan posisi RS, diperolehnya gambaran positioning RS, tersusunnya strategi yang tepat bagi RS Hermina Jatinegara untuk mengembangkan pelayanan kesehatan anak, ditetapkannya indikator kinerja yang tepat digunakan untuk mengevaluasi implementasi rencana strategi dengan pendekatan Balanced Scorecard, ditetapkannya target sesuai dengan indikator kinerja yang digunakan dan ditetapkannya aktivitas dan biaya yang dibutuhkan. Metode penelitian: Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data kualitatif hasil wawancara mendalam (in depth interview) dan Consensus Decisions Making Group (CDMG) bersama informan. Data sekunder terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa laporan rekam medis dan laporan kinerja rumah sakit sedangkan data kualititatif adalah dokumen internal RS dan dokumen eksternal yaitu regulasi Pemerintah, literatur, hasil penelitian dan data pendukung lain. Hasil penelitian: visi dan misi RS mendukung rencana strategis pengembangan layanan anak. Analisis lingkungan internal dan eksternal dengan EFE Matrix dan IFE Matrix menunjukkan data yang mendukung untuk pengembangan. Hasil Matching Stage pada matriks IE menunjukkan posisi RS pada sel 1 di matriks IE, yaitu grow dan build sementara matriks TOWS menempatkan posisi RS pada future quadrant dengan SO strategies. Hasil QSPM dalam penentuan strategi prioritas menghasilkan urutan strategi sebagai berikut: pengembangan produk layanan kanker dan urologi anak, membuat jejaring rujukan dari FKTP dan FKRTL, pengembangan teknologi, redisain layout, promosi dan analisis unit cost. Strategi yang ada dilengkapi dengan 18 (delapan belas) KPI dengan target, aktivitas dan biaya masing-masing. Kesimpulan: rencana strategis yang dibuat lengkap dengan indikator sesuai BSC dan target akan mampu menjadi pedoman bagi RS dalam mewujudkan pelayanan anak sebagai layanan unggulan.

Background: Hermina Jatinegara Hospital is a private hospital that is designated as a hospital with children's services as a superior service. The determination of superior services is carried out to maintain the existence of hospitals considering the high business competition with the growth in the number of hospitals, both private and government. Children's flagship kites are set at Hermina Jatinegara Hospital also based on the history of the hospital which was previously an RSIA where the hospital has many resources related to children's services. Medical record data at Hermina Jatinegara Hospital shows that in the last five years, a stable proportion of pediatric patient visits, both outpatient and inpatient, has been obtained. Objesctives: In general, the preparation of a child service strategy plan for Hermina Jatinegara Hospital for the 2023-2027 period, specifically is the identification of the situation analysis and position of the hospital, obtaining an overview of hospital positioning, compiling the right strategy for Hermina Jatinegara Hospital to develop children's health services, the establishment of appropriate performance indicators used to evaluate the implementation of the strategy plan with an approach Balanced Scorecard, the setting of targets in accordance with the performance indicators used and the determination of activities and costs needed. Method: The types of data in this study are primary data and secondary data. Primary data is qualitative data from in-depth interviews and Consensus Decisions Making Group (CDMG) with informants. Secondary data consists of quantitative data and qualitative data. Quantitative data is in the form of medical record reports and hospital performance reports while qualitative data are internal hospital documents and external documents, namely government regulations, literature, research results and other supporting data. Results: the vision and mission of the hospital supports the strategic plan for the development of children's services. Analysis of the internal and external environment with EFE Matrix and IFE Matrix shows favorable data for development. The Matching Stage result in the IE matrix shows the RS position in cell 1 in the IE matrix, namely grow and build while the TOWS matrix places the RS position in the future quadrant with SO strategies. The results of QSPM in determining priority strategies resulted in the following sequence of strategies: development of children's cancer and urology service products, creating referral networks from FKTP and FKRTL, technology development, layout design, promotion and analysis of unit cost. The existing strategy is equipped with 18 (eighteen) KPIs with their respective targets, activities and costs. Conclusion: the strategic plan made complete with indicators according to BSC and targets will be able to become a guideline for hospitals in realizing children's services as superior services
Read More
B-2382
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asmadi Chaidir; Pembimbing: Yuli Prapancha Satar
Abstrak:
Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang mematikan di Indonesia. Oleh sebab itu tidak mengherankan apabila jumlah kunjungan penderita jantung ke rumah sakit baik yang ringan sampai yang berat menunjukkan gejala peningkatan. Rencana pengembangan poliklinik jantung RSUD Pasar Rebo yang beberapa tahun yang mengalami peningkatan memerlukan beberapa paradigma baru dalam pelayanan pemasaran jantung. Pada penelitian kali ini disusun stretagi pemasaran yang tepat untuk Poliklinik jantung RSUD Pasar Rebo dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan internal melalui teknik SWOT analisis. Penyusunan strategi dtlakukan dalam tiga tahap yaitu input stage, yang menganalisis situasi untuk menentukan peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan melalui proses Consensus Decision Making (COM) dengan menggunakan alat Bantu TOWS, IE, BCG, Grand Strategi Matrik. Berdasarkan analisis tersebut Posisi pelayanan Poliklinik jantung RSUD Pasar Rebo pada saat ini berada pada posisi future kuadran, Hold Maintain, Stars. Kemudian dengan penyesuaian (matching) antara keempat analisis tersebut diperoleh alternatif strategi yang dianjurkan yakni market penetration, market development dan product development. Strategi yang dipilih sebagai prioritas adalah product development. Startegi yang terpilih sebagai prioritas utama, yakni dengan menggunakan QSPM adalah market penetration. Strategi pengembangan produk yang pertu dikembangkan dalam operasional adalah sebagai berikut : membentuk divisi pemasaran, mengoptimalkan promosi pelayanan jantung, distribusi ditingkatkan, melengkapi fasilitas Rumah Sakit, pasar sasaran diperjelas dengan pemetaan dan meningkatkan kualitas layanan.

The Heart Disease is a kind of disease to make died in indonesia. Therefore make more pasient of it come to the Hospital both usually or emergency. The planning of improvement the heart Policlinic RSUD Pasar Rebo many years ago that is to improve some new paradigms for servicing the heart marketing. These researches is arranged exactly strategic for heart Policlinic RSUD Pasar Rebo by making balanced external and internal factor through analysis SWOT Technic. The arrangement strategic is done in 3 steps namely, input stage to be analysis situation to make chance and strenght also the weakness thing by Consensus Decision Making (CDM) using TOWS, IE, BCG, Grand Strategic Matrix. Based of this analysis, the service position of heart policlinic RSUD Pasar Rebo now days is future kuadran position hold Maintain and stars. And then to maching between the fourth analysis got some strategic alternative idest ; Market Penetration, Market Development and Product Development. The chosen strategic is product development. The chosen strategic as priority is to used QSPM market penetration. The product strategic that must be improved in operational is ; to form marketing devision, making optimal promotion of heart service, to increase distribution, to complete facilities of Hospital, to be clear marketing by cartograpy and quality service increased.
Read More
B-559
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monica Tri Ariantik; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Tatiek, Prima Kartika Esti
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di RS. X Tangerang bertujuan untuk menganalisa situasiinternal dan eksternal, mengetahui strategi yang diperoleh berdasar pendekatanBSC dan mengetahui program kerja yang dapat dikembangkan sesuai denganstartegi terpilih tersebut. Jenis penelitian ini merupakan Action Research dengananalisa data kualitatif, melalui telaah dokumen, wawancara mendalam danConcensus Decision Making Group (CDMG) terhadap manajemen RS. XTangerang. Hasil positioning RS. X Tangerang berada di Kuadran II yaituInternal Fix-It Quadran dan Sel V Hold and Maintain. Strategi alternatif yangmenjadi prioritas yaitu pengembangan Product Development dengan contohprogram Pengembangan Instalasi Rawat Khusus (UGD, VK, ICU, HCU,PERISTI-Perinatal Resiko Tinggi dan Kamar Operasi) dengan melakukankerjasama dengan Rumah Sakit lain sebagai mitra rujukan.Kata Kunci : Rencana Strategis, Balanced Scorecard, Organisasi KesehatanRumah Sakit
This study was conducted at Hospital X Tangerang aims to analyze the internaland external situation, knowing the strategy obtained based on the BSC approachand know the work program that can be developed in accordance with the chosenstrategy. This type of research is Action Research with qualitative data analysis,through document analysis, in-depth interviews and Consensus Decision MakingGroup (CDMG) to the management of the Hospital X Tangerang. Resultspositioning X Tangerang Hospital is in Quadrant II, namely the Internal Fix-ItQuadran and Cells V Hold and Maintain. The alternative strategy is a priority isthe development of Product Development with examples of programsDevelopment Special Care Installation (ER, VK, ICU, HCU, PERISTI-High RiskPerinatal and Operating Rooms) through cooperation with other hospitals asreferral partners.Keywords: Strategic Plan, Balanced Scorecard, Hospital Health Organisation.
Read More
B-1753
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sonya Agustine; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Mega Arista Sari
Abstrak: Peningkatan pendapatan di Instalasi Rawat Jalan RSUD Koja dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kunjungan pasien karena tersedianya inovasi pelayanan yang memberikan kemudahan dalam pelayanan, akan tetapi komplain pasien terkait pelayanan yang diberikan juga mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah komplain pasien tersebut menyebabkan survey kepuasan pelanggan belum mencapai target standar pelayanan minimal rumah sakit. Survey kepuasan pegawai di instalasi tersebut juga belum mencapai target yang telah ditentukan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja Instalasi Rawat Jalan di RSUD Koja secara keseluruhan dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta menggunakan data sekunder dan data primer. Dari penelitian ini diperoleh bahwa kinerja keuangan menunjukkan kinerja baik dengan peningkatan pendapatan dan realisasi pendapatan yang mencapai target. Kinerja pelanggan menunjukkan kinerja yang cukup dengan peningkatan terhadap retensi pelanggan dan pertumbuhan pelanggan, akan tetapi survey kepuasan pelanggan belum mencapai target Standar Pelayanan Minimal yaitu 90% dan akuisisi pelanggan mengalami penurunan sehingga perlu mendapatkan perhatian. Kinerja proses bisnis internal menunjukkan kinerja cukup dengan inovasi pelayanan yang mampu mengidentifikasi kebutuhan pasien dan waktu tunggu rawat jalan yang sesuai target yaitu ≤60 menit, namun perlu diperhatikan jumlah komplain pasien yang mengalami peningkatan. Kinerja pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan kinerja cukup dengan terlaksananya program-program akses diklat secara berkala, akan tetapi kepuasan pegawai belum mencapai target rumah sakit yaitu 90% dan kapabilitas sistem informasi dengan nilai rata-rata sebesar 62,6% termasuk dalam kategori cukup baik. Secara keseluruhan kinerja Instalasi Rawat Jalan RSUD Koja adalah cukup baik.
Read More
S-10112
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farid Fauzan Mahubessy; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Aris Raharjo
Abstrak:
"Sejauh ini belum ada evaluasi komprehensif mengenai kinerja Kamar Bedah RSUD Fakfak, sehingga signifikan untuk mengevaluasinya. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian adalah didapatkan kinerja layanan bedah di kamar operasi RSUD fakfak dan menganalisis strategi untuk meningkatkan kinerja layanan bedah RSUD Fakfak pada tahun 2019 ? 2021. Pendekatan penelitian ini kualitatif. Lokasi penelitian Kamar Bedah RSUD Fakfak, Papua Barat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, survei, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan perangkat balanced scorecard untuk mengevaluasi kinerja layanan Kamar Bedah RSUD Fakfak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kamar Bedah sudah terpenuhi namun bisa ditingkatkan mengenai pencegahan infeksi, dan electronic health records, Pelanggan merasa puas terhadap layanan Kamar Bedah, kecuali masalah pengaduan pelanggan yang kurang tertangani. Karyawan relatif puas kecuali mengenai tunjangan dan penghargaan. Manajemen pengelolaan pegawai masih harus ditingkatkan. Pengelolaan keuangan masih harus ditingkatkan, dan masih belum bisa diketahui cost and benefit per unit kerja termasuk pada unit Kamar Bedah.

So far there has been no comprehensive evaluation of the performance of the Fakfak Hospital Operating Room, so it is significant to evaluate it. Based on this background, the research objective was to obtain the performance of surgical services in the operating room of Fakfak Hospital and to analyze strategies to improve the performance of surgical services at Fakfak Hospital in 2019 ? 2021. This research approach is qualitative. The research location is the operating room of the Fakfak Hospital, West Papua. Data collection techniques through in-depth interviews, surveys, and document studies. The data analysis technique used the balanced scorecard to evaluate the performance of the Fakfak Hospital Operating Room services. The results showed that the Minimum Service Standards (SPM) for Operating Rooms had been met but could be improved regarding infection prevention, and electronic health records. Customers were satisfied with Operating Room services, except for customer complaints that were not handled properly. Employees are relatively satisfied except regarding benefits and rewards. Employee management still needs to be improved. Financial management still needs to be improved, and the costs and benefits per work unit, including those in the operating room unit, cannot yet be known
Read More
B-2325
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ami Nuryanti; Pemb. Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Yani Suryani
Abstrak:

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu bagian yang strategis dari Rumah Sakit, kegiatannya yang terus menerus selama 24 jam mempakan cermin kinerja Rumah Sakit sehingga kesan pertama pelanggan Rumah sakit dapat terlihat dari penampilan dan kemampuan kerja. Tujuan Penelitian ini adalah menghasilkan rumusan perencanaan strategis untuk pengembangan IGD BPK-RSUD Datu Iieru Takengon dengan menggunakan pendekatan Balanced scorecard penclitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana data sekundef' diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Aceh Tengah Pemda Aceh Tengah, Dlnas Kesehatan Aceh Tengah dan profil BPK-RSUDB Aceh Tengah. Pengumpulan informasi dilakukan dengan wawancara menclalam dan CDMG (Consensus Decision Making Group). Teknik penyusunan strategi dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: Tahap I (Input Stage) meliputi analisis Iingkungan ekstemal dan lingkungan internal dengan menggunakan Mafriks Elrsremal Factor Evaiuatfon ( EFE ) dan Matrilcs Internal Factor Evalualfan ( IFE ). Dari hasil analisis input srage diperoleh hasil skor total faktor EFE adalah 2,30 sedangkan untuk total faktor IF E yaitu 2,65 Tahap II (Matching Stage), pada mhap ini dilakul-can pencocokan atau penyesuaian dengan menggunakan matriks SWOT dan matriks IE, berdasarkan analisis kedua matriks tersebut diketahui bahwa posisi IGD BPK-RSUD Datu Beru Takengon berada pada sel V yaitu hold and maintain dengan strategi yang dianjurkan adalah Product Development dan market Peneration. Berdasarkan altcmatif strategi terseiaut, strategi yang terpilih menjadi prioritas utama adalah Product Development. Tahap IH ( Decision Stage ) meliputi penetapan strategi terpilih IGD BPK-RSUD Dam Beru Takengon tahun 2008 - 2012. Berdasarkan basil scoring matriks QSPM (Quantitatg' Straregic Planning Matrix), diperoleh 4 strategi terpilih yang dijabarkan menjadi 6 tujuan strategi, dimana perspektif keuangan 2 tujuan straiegi, perspektif pelanggan 2 tujuan strategi, perspektif proses bisnis intemal 3 tujuan strategi serta perpektif pertumbuhan dan pembelajaran 3 tujuan suategi, Sedangkan pengadaan alat-alat kesehatan dan diagnostik IGD menjadi prioritas utama untuk diimplementasikan, dalam melaksariakan strategi terpilih, IGD BPK-RSUD Datu Bern Takengon mendapat duklmgan scpenuhnya dari Pemda Aceh Tengah melalni anggaran APBD dan APBN. Selain dilakukan Penetapan ukuran (Key Performance Indicator) dari masing-masing tujuan strategi bescrln penanggungiawabnya juga dilakul-Lan pendeiinisian dan penetapan target dari masing- masing KPI untuk jangka waktu lima tahun mendatang. Kesimpulan secara umum dengan memperhatikan beberapa komponen yang sesuai dengan kondisi IGD BPK-RSUD Dam Benn Takengon saat ini maka pengembangan gedung IGD aan pengaaam smug dan fasilitas IGD mmm 2008~20l'2 dapat direalisasikan. Saran kepada Pemda Aceh tcngah, selain anggaran untuk invcstasi juga dialokasikan anggaran khusus untuk operasional IGD. Unruk BPK RSUD-Datu Beru Takengon, perencanaan strategik yang telah disusun sebaiknya disosialisasikan, Sedangkan untuk implementasi Balanced Scorecard disarankan KPI yang sudah ditetapkan untuk masing-masing penanggung jawab sebaiknya di distribusikan ke struktur dibawahnya sehingga musing-musing bagian yang tcrkait mempunyai KPI. IGD BPK-RSUDB hams mempunyai standar kinegia yangjelas dan terukur, pemberian bobot pada sctiap KPI dapat dirancang ulang alan direvisi oleh masing- masing pemilik KPI, perlunya dukungan clan komitmen dari Stake Holder untuk mensosialisasikan Balanced Scorecard di seluruh jajaran BPK RSUD dalam mendukung kemajuan IGD BPK-RSUD Dam Beru Takengon dimasa mendatang.


Emergency Installation (IGD) is a strategic part of hospital. Its continuous 24 hours activity is a reflection of hospital perfonnance and hence tirst impression of hospital is resulted from performance of IGD. This study objective was to develop a strategic planning on the development of Emergency msallarisn in Dam Bern liospital (BPK-RsUnB),Takengon, cena-at Aceh using Balance Scorecard. The study was a qualitative study with secondary data liom Statistics Bureau Oiiicc Central Aceh, Central Aceh Government Office, Central Aceh Heqalth Oflice, and profile of BPK-RSUDB. Data was collected through in-depth interview and Consensus Decision Making Group. Strategic planning was developed through three stages, namely Input Stage including extemal and intemal environment analyses using Extemal Factor Evaluation (EFE) and Intemal Factor Evaluation (IF E). The analyses show that total scores for EFB was 2.30 and IFE was 2.65. The second stage was Matching Stage where matching or adjustment was done using SWOT matrix and IE matrix. Based on those matrices, it was known that position of IGD BPK-RSUDB was in cell V, namely ?hold and maintain? with advised strategy of ?Product Development? and ?Market Penetration". Between those two strategies, the chosen priority strategy was ?Product Development". 'Third stage was Decision Stage including determination of strategy. Based on Quantitative Strategic Planning Matrix, four strategies was expanded to 6 strategic objectives consisting of 2 strategic objective in finance, 2 strategic objectives in customer, 3 strategic objectives internal business process, and 3 in growth and teaming. The procurement of health and IGD diagnostics equipments was prioritized to be implemented. The hospital was supported by Aceh Tengah Govemment Office through APBN and APBD funding schemes. Beside the determination of Key Perfomance Indicator fiom each strategic objective and the persons incbarge, delining and targeting were also conducted for the next tive years. It could be concluded that considering the components of IGD BPK-RSUDB at the present time, the development of IGD and procurement of equipment and facilities year 2008-2012 could be implemented. It is suggested to Central Aceh Govemment to allocate speciiic funding for IGD operationalization beside investment allocation. Strategic planning that had been develop should be informed and balance scorecard should be distributed until the lower level including the KPI. Performance standard should be clear and measurable, weighing of KPI could be re-designed or be revised by each KPI owner, there is need of support and commitment 'from all stakeholders to socialize Balance Scorecard among all management of BPK-RSUDB to improve the performance in the future.

Read More
B-1062
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Muhaimin; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Purnawan Junadi, Masyitoh, Jocelyn Adrianto
Abstrak: Studi ini membahas tentang seberapa besar pengaruh biaya operasional keseluruhan rumah sakit yang dikhususkan dengan biaya operasional listrik terhadap pelayanan 24 jam dengan pemakaian daya listrik terbesar yaitu instalasi radiologi. Serta di lihat dari besarnya daya listrik yang terpakai pada instalasi Radiologi berdasarakan peralatan yang dimiliki oleh instalasi Radiologi tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif retrospektif dengan membandingkan pemkaian biaya listrik rumah sakit dengan bagian radiologi berdasarkan jumlah kunjungan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan serta dengan teknik wawancara dan observasi pada bagian terkait. Hasil penelitian ini didapatkan perhitungan daya listrik yang dihasilkan pada instalasi radiologi pada tahun 2014 apakah sudah sesuai dengan IKE (intensitas konsumsi energi) pada bangunan rumah sakit.
Kata kunci : biaya operasional listrik, radiologi, konsumsi energi Muhaimin

This study discusses how big the overall operational cost of the hospital is devoted to the operational cost of electricity to the 24-hour service with the largest power consumption is the radiology installation. And seen from the amount of electric power used in the installation of Radiology based on equipment owned by the installation of Radiology. This research is a retrospective quantitative study by comparing the cost of hospital electricity with radiology based on the number of visits. Data collection in this study using secondary data from financial statements as well as with interviewing and observation techniques in related sections. The results of this study obtained the calculation of electric power generated at radiology installations in 2014 with IKE (intensity of energy consumption) in hospital buildings.
Key words : operational electricity cost, radiology, energy usage
Read More
B-1901
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ermalina E.; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Prastuti Soewondo, Oneng Soekiraten, Beatrix Siregar
Abstrak:
Untuk menghadapi kasus COVID-19 di Indonesia, Hospital Disaster Plan (HDP) yang selama ini identik dengan bencana alam harus diimplementasikan dengan berbagai penyesuaian terkait kepentingan rumah sakit untuk melindungi tenaga kesehatannya. HDP sudah ada dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) yang menjadi instrument dalam akreditasi rumah sakit. Tetapi selama ini, HDP hanya menjadi dokumen pelengkap untuk akreditasi saja, tanpa disimulasikan dan disosialisasikan sehingga saat terjadi pandemi ini banyak rumah sakit yang gagap menghadapinya. Banyak tenaga kesehatan yang menjadi korban dalam pandemi ini. Terlepas dari terpapar di tempat kerja atau tidak, tetapi tenaga kesehatan adalah orang yang paling beresiko tertular virus Corona ini. Tesis ini membahas tentang kinerja implementasi HDP di RSUD H. Hanafie Muara Bungo yang telah mengaktifkan sistem HDP sejak Maret 2020. Untuk memperoleh kinerja yang baik dalam pelaksanaan HDP diperlukan sistem keuangan, sumber daya dan pelaksanaan kerja yang baik sehingga pasien dan petugas merasa aman dari penularan virus. Pendekatan yang dapat digunakan untuk evaluasi kinerja keempat aspek tersebut adalah dengan Balanced Scorecard. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed methode). Instrument yang digunakan untuk penelitian ini adalah kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Populasinya adalah seluruh staf di RSUD H. Hanafie Muara Bungo dan pengambilan sampelnya dilakukan dengan metode purposive sampling. Sebanyak 226 sampel dari dari staf rumah sakit untuk persepektif pelanggan, dan 112 sampel dari tim HDP untuk tiga perspektif lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD H. Hanafie telah mengimplementasikan HDP dengan cukup baik. Tingkat kesetujuan untuk perspektif pelanggan dinilai cukup baik yaitu sebesar 61%. Perspektif pelanggan dinilai berdasarkan subvariabel tangibility, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty; perspektif proses internal dinilai memiliki kinerja cukup baik yaitu 60,4%. Pada perspektif ini, perlu lebih ditingkatkan komunikasi dan koordinasi tim HDP secara rutin; perspektif pembelajaran dan pertumbuhan diniliai memiliki kinerja cukup baik yaitu dengan tingkat kesetujuan 70%. Perspektif ini dinilai dari tiga sub variabel yaitu kapabilitas pekerja, kapabilitas sistem informasi dan motivasi pegawai. Sistem kerja HDP telah dilengkapi dengan sistem informasi yang baik dan anggota yang memiliki komitmen, sehingga perlu segera dicarikan solusi terhadap insentif yang tidak cair agar tetap mempertahakan semangat kerja tim. dan perspektif finansial yang dinilai memiliki kinerja kurang yaitu sebesar 51,3%. Pada perspektif ini melihat anggaran dan realisasi dari kegiatan HDP di RSUD H. Hanafie. Sejauh ini belum ada anggaran dan realisasi untuk kegiatan HDP. Dari penelitian ini dapat terlihat bahwa diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik dari semua pihak agar dapat menjalankan HDP dengan baik dalam rangka melindungi semua elemen di rumah sakit, baik staf, pasien maupun pengunjung

To deal with COVID-19 cases in Indonesia, the Hospital Disaster Plan (HDP), which has been synonymous with natural disasters, must be implemented with various adjustments related to the interests of hospitals to protect their health workers. HDP already exists in the National Hospital Accreditation Standard (SNARS) which is an instrument in hospital accreditation. But so far, HDP has only been a complementary document for accreditation, without being simulated and socialized so that when this pandemic occurs, many hospitals are stuttering about it. Many health workers have fallen victim to this pandemic. Regardless of being exposed at work or not, health workers are the people most at risk of contracting this Corona virus. This thesis discusses the performance of HDP implementation at H. Hanafie Muara Bungo Hospital which has activated the HDP system since March 2020. To obtain good performance in HDP implementation, it is necessary to have a good financial system, resources and work implementation so that patients and staff feel safe from transmission. virus. The approach that can be used to evaluate the performance of these four aspects is the Balanced Scorecard. This research is a descriptive analytic study with a quantitative and qualitative approach (mixed method). The instruments used for this research are questionnaires and in-depth interview guides. The population is all staff at H. Hanafie Muara Bungo Hospital and the sample is taken by purposive sampling method. A total of 226 samples from the hospital staff for the customer perspective, and 112 samples from the HDP team for the other three perspectives. The results showed that H. Hanafie Hospital had implemented HDP quite well. The level of agreement for the customer perspective is considered quite good, which is 61%. The customer perspective is assessed based on the subvariables of tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy; the internal process perspective is considered to have a fairly good performance, namely 60.4%. From this perspective, it is necessary to improve the communication and coordination of the HDP team on a regular basis; the learning and growth perspective is considered to have a fairly good performance with an agreement level of 70%. This perspective is assessed from three sub-variables, namely worker capability, information system capability and employee motivation. HDP's work system has been equipped with a good information system and committed members, so it is necessary to immediately find a solution for incentives that are not liquid in order to maintain the spirit of team work. and the financial perspective that is considered to have less performance is 51.3%. This perspective looks at the budget and realization of HDP activities at H. Hanafie Hospital. So far there has been no budget and realization for HDP activities. From this research it can be seen that good coordination and cooperation is needed from all parties in order to carry out HDP properly in order to protect all elements in the hospital, both staff, patients and visitors
Read More
B-2212
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive