Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30760 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amiruddin Yahya; Pembimbing: Sumiatun; Penguji: Christophora S., Rokiah Kusumapradja, Saida Simanjuntak
Abstrak:

Pelayanan keperawatan profesional merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Dalam memberikan pelayanan profesional, perawat dituntut untuk memiliki akuntabilitas sesuai dengan kewenangannya. Untuk mencapai pelayanan keperawatan yang berkualitas, diperlukan kontribusi optimal terhadap pelayanan kesehatan sehingga perlu dilakukan upaya penilaian secara berkesinambungan dan konsisten terhadap pelaksanaan seluruh fungsi manajemen keperawatan. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan pelaksanaan fungsi manajemen secara faktual dengan yang diharapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompetensi tenaga keperawatan di Rumah sakit Islam Bogor (RSIB) yang memiliki visi mengunggulkan pelayanan keperawatan yang profesional.Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan instrumen tes untuk mengukur kompetensi intelektual, pedoman observasi standar asuhan keperawatan dari Departemen Kesehatan untuk mengukur kompetensi teknikal dan pedoman observasi untuk mengukur kompetensi komunikasi interpersonal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kompetensi tenaga keperawatan di RSIB masih di bawah standar terutama untuk kompetensi intelektual dan teknikal. Kompetensi komunikasi interpersonal tenaga perawat pada umumnya telah memadai. Namun demikian masih terdapat salah satu aspek yang tidak pernah/jarang dilakukan.Untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan maka perlu dilakukan upaya perbaikan kualitas (quality improvement) melalui peningkatan pengetahuan terhadap aspek-aspek yang dinilai masih kurang (rendah), pelatihan dan pengawasan yang berkesinambungan dan konsisten.


 

Evaluation of Nursing Personnel Competencies in Islam Hospital, BogorProfessional nursing competence is an integral part of health service that based on nursing science. In providing professional service, a nurse should have accountability relate with its authority. To achieve high quality nursing care, it requires continuous assessment, so that the nursing care management functions. The assessment taken by comparing with whole function of management run well in accordance with expected standards.The main aim of this research is to evaluate nursing competence in Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) which gives qualified professional nursing services that state in its vision. This is cross sectional research by using test instrument to measure intellectual competence, nursing observation guidelines standard from Health Department to measure technical competence, and observation guidelines to measure interpersonal communication competence.The result of this research shows that general grade of nursing competence in Rumah Sakit Islam Bogor is still stay less than the standard especially for intellectual and technical competence but they have strong capability in interpersonal communication competence. However there is still an aspect that has never been done.Improving nursing service quality requires taking some corrective action of quality improvement throughout increasing knowledge to the less aspects in assessment, training program, consistently and continual supervision.

Read More
B-581
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yozy Dhaniavada Ruswandi; Pembimbing: Sumiatun
B-534
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudarmaji; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Sumijatun, Petter A.W. Pattinama, Ahmad Qoyim
Abstrak:
ABSTRAK Pelayanan di rumah sakit merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang tercliri dari berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah disiplin ilmu di bidang keperawatan, pelayanan keperawatan dituntut untuk dapat bersifat profcsional, yang herarti pelayanan perawatan dituntut untuk memiliki akuntabilitas yang sesuai dengan kcwenangannya. Pelayanan keperawatan di Badan RSUD Ariawinangun menurut hasil survey kepuasan pelanggan kurang memuaskan bagi pelanggannya, maka itu perlu kiranya dilakukan evaluasi terhadap kompetcnsi para perawat di Badan RSUD Aljawinangun. Pcncltian ini menggunakan metode studi kasus, yang meneliti aspek kompetensi para perawat., yang terdiri dari aspek kompetensi intelektual, aspek kompetensi komunilcasi interpersonal dan aspek kompctcnsi leknikal. I-Iasil penclitian ini menunjukan bahwa perawat di BRSUD Arjawinangun rata- rata berumur 29 tahun dengan masa kerja 97 bulan (8 tahun lbulan), dan nilai rata-rata kompetensi perawat di BRSUD Arjawinangun adalah 59,0 yang terdiri nilai rata-rata kompetensi intcleklual sebesar 53,5 kompetensi komunikasi interpersonal 56,5 dan kompetcnsi teknikal 66,9. Hasil uji statistik menunjukan bahwa tidak ada perhedaan yang bemakna antara umur, masa kexja, pendidikan, dan jenis kelamin dengan kompetensi perawat diBRSUD Arjawinangun, akan tetapi ada kecenderungan korelasi negatiflyang berani bahwa semakin banyak umur perawat, masa kelja akan semakin kecil nilai kompctensinya, oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, perlu di upayakan perbaikan kualitas melalui peningkatan pengetahuan, dan peiatihan tcntang keuampilan tcknikal dan ketrampilan berkomunikasi dengan pasien/ klien secara konsisten dan berkelanjutan.

ABSTRACT Hospital services is an integral part of health services, which consist of various science discipline, one of it is science discipline in nursing sector. Nursing services demanded to have appropriate accountability with their authority. Nursing services in BRSUD Arjawinangun according to costiuner satisfaction survey was less satisfying for their costumer, so that needs evaluation toward nurses? competence in BRSUD Arjawinangun. This research is using case study method, that identifying nutse`s competence aspect, which consist of intellectual competence aspect, interpersonal communication competence aspect and technical competence aspect. This research result shows that nurses in BRSUD Arjawinangun avemgely ages of 29 years old with work length of 97 months (8 years l month). Average value of nurse competence in BRSUD Aijawinangun is 59.0 that consist of average value of intellectual competence as much as 53.5, interpersonal communication competence as much as 56.5 and technical competence as much as 66.9. Statistical test result shows that there is no significant difference between age, work length, education and gender with nurse competence in BRSUD Aijawinangun, however there is a tendency of negative correlation, which means the older thc nurse, work length will have lesser competence value. Therefore, to increase nursing services quality, require quality renovation through increasing knowledge, training of technical ability and communication ability with patients/clients as consistently ad continually.
Read More
B-1021
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Andini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Yassir, Sumijatun
Abstrak:

Perawat sebagai salah satu sumber daya manusia di rumah sakit merupakan ujung tombak pelayanan yang harus direncanakan secara matang, baik secara kuantitas (beban kerja) maupun kualitas (kompetensi kerja). Dalam penelitian ini akan dibahas tentang analisa kebutuhan tenaga keperawatan di Instalasi Hemodialisa RSUP Persahabatan berdasarkan beban kerja (menggunakan time and motion study kepada 8 perawat kemudian diolah dengan Metode Ilyas) dan kompetensi kerja (depth interview kepada tiga informan dengan fokus kepada pengetahuan seputar pekerjaan, keterampilan dan sikap). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat satu dan atau dua tenaga perawat dengan kualifikasi minimal lulusan D3 keperawatan yang telah diikutkan pelatihan hemodialisa.


Nurses, as one kind of the human resources in hospitals, act as a frontline service that should be planned thoroughly, both in its quantity (based on workload) and quality (based on competencies). This research was about needs assessment of nursing personnel in the Hemodialysis Installation of RSUP Persahabatan based on workload (using time and motion study technique then manipulated by Ilyas Method) and competencies (depth interview focusing on job knowledge, skill and attitude, on three subjects). The research concluded that there is one or two nursing shortage, having qualification of D3 of nursing (as minimal education) and hemodialysis training.

Read More
B-1473
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gina Febrianti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto; Prima Yunika
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengembangan pelayanan rumah sakit di tahun 2015 maka RS Awal Bros bekasi sangat membutuhkan tenaga keperawatan. RS Awal Bros Bekasi sebagai RS tipe B mempunyai kapasitas 200 tempat tidur dan Bed Occupancy Rate (BOR) 65 - 70 % membutuhkan 134 tenaga keperawatan, Guna mencukupi kebutuhan tenaga keperawatan, RS Awal Bros Bekasi perlu melakukan rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan untuk pengembangan pelayanan rumah sakit. Mengingat pentingnya peran tenaga keperawatan dalam menunjang mutu pelayanan, maka harus dilakukan rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan dengan sebaik-baiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang proses rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan di RS Awal Bros Bekasi, untuk dapat memberikan umpan balik kepada divisi HRD dalam melakukan rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan yang akan datang. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Dalam hasil wawancara mendalam dan telaah dokumen teridentifikasi belum tersosialisasi dengan baik kebijakan dan prosedur terkait proses rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan, perencanaan kebutuhan tenaga keperawatan yang belum baik dilakukan, keterbatasannya ruangan yang ada, jadwal seleksi yang selalu tidak tepat waktu, kurang koordinasi antara tim seleksi tenaga keperawatan, belum pernah dibuat analisa pekerjaan uraian tugas keperawatan. Hasil penelitian menyarankan keperawatan harus membuat perencanaan tenaga keperawatan yang baik, membuat jadwal rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan dengan sebaik mungkin, membuat analisa jabatan tenaga keperawatan, memberikan pendidikan dan pelatihan kepada staff HRD serta mensosialisasikan kebijakan prosedur terkait proses rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan kepada tim sehingga tim dapat berkoordinasi dengan baik.
Kata kunci : Rekrutmen dan seleksi tenaga keperawatan, Sumber Daya Manusia, Rumah Sakit
Read More
S-8679
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esther Faina Maria Nurima; Pembimbing: P.A.W. Pattinama; Penguji: Suprijanto Rijadi, Christopora, Sumijatun, Saida Simanjuntak
Abstrak:
Salah satu tolok ukur keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah peningkatan mutu asuhan keperawatannya. Sesuai visi dan misi Rumah Sakit Awal Bros untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan yang didukung tenaga-tenaga profesional, merasa perlu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Sumber Daya Manusianya terutama perawat yang dianggap merupakan tulang punggung suatu rumah sakit. Belum adanya standar penilaian perawat yang mempunyai latar belakang dan pengalaman yang berbeda serta keseragaman pengetahuan dan ketrampilan yang tidak merata maka disusun Rancangan Standar Kompetensi Keperawatan oleh tim Inti Rumah Sakit Awal Bros. Hasil penelitian dibuat suatu Rancangan Standar Kompetensi Keperawatan yang akan diuji cobakan di Rumah Sakit Awal Bros. Penelitian dilaksanakan secara analisa kualitatif yang merupakan studi kasus berdasarkan kebutuhan Rumah Sakit Awal Bros dengan membuat perbandingan antara teori serta data dari beberapa rumah sakit yang telah mempunyai standar kompetensi. Penerapan standar kompetensi terdiri dari 2 (dua) langkah yaitu pertama menetapkan tingkat golongan seorang perawat berdasarkan pendidikan dan pengalaman kerja, langkah selanjutnya menentukan kriteria penilaian dari masing-masing tingkat dengan menilai ketrampilan tehnikal, ketrampilan interpersonal dan ketrampilan intelektual. Disarankan agar dalam uji coba standar kompetensi ini bekerjasama dengan konsultan keperawatan.

Program for Composition the Standards of Nursing Competence to Develop Nursing Process in Awal Bros Hospital, PekanbaruOne of the measuring standard for the success of health service in hospital is enhancement of nursing quality. Based on its vision and mission to become a health service center which is supported by professional manpower, Awal Bros deems it necessary to enhance the knowledge and skill of its human resources, particularly of nurses who serve as the fundamental of a hospital. As there have been no standard for evaluation of nurses who are of different background and experience, and as their knowledge and skills are not equally the uniform in Design of Nursing Competence Standards is prepared by the team of Awal Bros Hospital. The Design of Nursing Competence Standards is prepared based on the results of survey and it will be tried-out in Awal Bros Hospital. The survey is conducted by qualitative analysis which is a case study based on the literature and the hospitals who are applied competence standards. The competence standards are applied in 2 (two) steps. First is determine the class level of a nurse based on education and work experience. The second step is to determine the criteria of evaluation of each level by evaluating technical skill, interpersonal skill and intellectual skill. It is recommended to have these competence standards tried-out in cooperation with a nursing consultant.
Read More
B-475
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Anshofa; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Helda Suhenda
S-6422
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Siti Hudayani; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Alex Papilaya, Yuli Prapanca Satar, Hannibal Pardede
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran dengan melakukan segmentasi, target dan posisi pasar Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan jenis penelitian penelitian kuntitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini bahwa segmentasi pasien Rumah Sakit Islam Bogor terdapat perbedaan antara pelayanan rawat jalan dan perawatan rawat inap Target pasar Rumah Sakit Islam pada saat ini adalah golongan masyarakat menengah keatas yang bertempat tinggal di perumahan sekitar rumah sakit. Jumlah perumahan yang kurang lebih ada 21 perumahan merupakan pasar yang potensial bagi rumah sakit. Pangsa Pasar Rumah Sakit Islam Bogor masih sangat rendah, di bawah semua rumah sakit yang ada wilayah kota Bogor. Dalam segi produk, Rumah Sakit Islam Bogor masih kurang lengkap dibandingkan rumah sakit pesaing. Dari segi tarif Rumah Sakit Islam Bogor masih sepadan/sama dengan rumah sakit pesaing, tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah. Rumah Sakit Islam Bogor terletak di daerah yang strategis, walaupun tidak berada ditepi jalan raya tetapi mudah untuk di akses. Kegiatan promosi yang sudah dilakukan adalah sunatan masal, donor darah dan senam osteoporosis. Berdasarkan penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa segmentasi Rumah Sakit Islam pada saat ini lebih menitik beratkan pada golongan masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi golongan menengah ke bawah, sehingga untuk target pasar jangka panjang akan digeser pada golongan masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi menengah keatas. Pangsa pasar Rumah Sakit Islam Bogor berada di bawah rumah sakit pesaing, dilihat dari segi bauran pemasaran rumah Sakit Islam bogor masih kurang efesien dan tidak lengkap dibandingkan dengan Rumah sakit pesaing. Key Word : Bauran Pemasaran
The thesis aimed to know the market of Islamic Hospital Bogor by segmenting, targeting and positioning the patients. The thesis is a descriptive analytical research which based on qualitative and quantitative data with cross-sectional approach. The research find that the patient profile, as a market segment of the Islamic Hospital Bogor are different between inpatients and outpatients . The target market of the hospital is middle upper class, who leave around the hospital. Currently, there are 21 real estate as a potential market for hospital. However, compare to other hospitals in Bogor the market of the hospital still low. Based on products, the equipments of the hospital are as complete as others. However, the tariff of the hospitals is still fair. The Islamic Hospital Bogor is located in very strategic area, even though the location is not in the near a main road, the access to the hospital is very a convenient. In conclusion, the Islamic Hospital Bogor segment is middle lower class society, therefore in the long term, the segment will move to middle upper class and the market of the hospital is still lower than others, as competitors. The composition of the Islamic Hospital Bogor is inefficient and incomplete compare to other competitors. Key Word : Mix Marketing
Read More
B-900
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirna Armidianti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Saida Simanjuntak, Purnawan Junadi
Abstrak:

Intensive Care Unit (ICU) adalah suatu bagian dari rumah sakit yang tezpisah, dengan staf yang khusus dan perlengkapan yang khusus yang ditujukan nntuk observasi, perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit, cedera atau penyulit-penyulit yang mengancam jiwa atau potensial mengancam jiwa dengan prognosis dubia. Pelayanan keperawatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan di Rurnah Sakit sebingga sering dijadikan cerrnin keberhasilan pelayanan. Perawat merupakan komponen penting di Rumah Sakit, sehingga perlu diperhatikan ketidakpuasan kerjanya karena nantinya akan mempengaruhi produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan kerja para perawat di ICU. Dalan1 penyusnnan kerangka konsep penelitian ini, sebagai variabel dependen adalah ketidakpuasan kerja perawat, sedangkan variabel independennya adalah Karakterisik individu (usia,jenis kelamin,status perkawinan,latar belakang pendidikan,lama kerja) dan Lingkungan kerja (Struktur tugas, pola kepemimpinan, penghargaan, ketersediaan sarana kelja, desain pekeljaan, pendidikan dan pelatihan,pola kerjasama).Penelitian ini menggunakan data knantitatif (kuisioner bagi perawat di ICU 18 RS) dan kualitatif (wawancara mendalam di 2 RSUD di Jakarta). Data knantitatif yang diperoleh, di analisa secara univariat, bivariat, multivariate.Selain itu juga dilakukan analisis berdasarakan diagram Kartesius dan gap score. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 46,7 % dari responden merasa ketidakpuasan kerja. Dan yang paling dominan mempengaruhi ketidakpuasan terlihat pada dimensi penghargaan. Sehingga dari basil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk perbaik:an-perbaikan pihak Depkes, Rumah Sakit,Perawat pelaksana, maupun Program Kajian Administrasi Rumah Sakit, Universitas Indonesia.


Intensive Care Unit (ICU) is a separate part of the hospital, with special staff and equipment that are specific fur observing, treating and the therapy of patients who are injured, or have life threatening or potentially life threatening conditions, with prognosis dubia. The nursing service is an integral part of the health services in a hospital, hence has frequently been a portrayal of the success of service. The nursing staff is an important component of a hospital, so it must be closely scrutinized, as it will affect productivity. This research was carried out to gain information on the filctors affecting the work dissatisfaction of the nurses at the ICU. In making the concept of this research, the dependent variable was the work dissatisfaction of nurses, while the independent variable was individual characteristics (age, sex:, marital status, educational background, period of employment) and work environment (task structure, mode of leadership, appraisals, availability of equipment, task design, education and training, pattern of cooperation). This research used quantitative (questionnaires for nurses at 18 hospital ICU's) and qualitative (in depth interviews at two state hospitals in Jakarta) data. The obtained quantitative data was analyzed univariately, bivariately and multivariately. Furthermore, an analysis was performed based on the Kartesius diagram and the gap score. From the research, 46.7 % of the respondents were dissatisfied with their work. In addition, what dominantly affected their dissatisfaction were their appraisals. Therefore, the result of this research is hoped to promote improvements at the Ministry of Health, the hospitals, the working nurses and the Hospital Administrative Research Program at the University of Indonesia.

Read More
B-1111
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Grace Ginting Munthe; Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja
B-817
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive