Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32520 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitra Yelda; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Pwenguji: H.E. Kusdinar Achmad
T-1989
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Alfiana Fauziah; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Dwi Gayatri, Fahiyah Isbaniyah
Abstrak: Penyakit tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia baik dalam hal prevalensinya maupun masalah-masalah lainnya yang ditimbulkannya. Upaya dalam penanggulangan penyakit tuberkulosis masih terus dilakukan. Namun dalam perjalanannya banyak hambatan dalam upaya tersebut, salah satunya adalah adanya fenomena tuberkulosis multidrug resistant (TB-MDR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian TB-MDR. Desain penelitian yang digunakan adalah kasus-kontrol dengan populasinya pasien TB di RSUP Persahabatan tahun 2013.
 
Penelitian ini menghasilkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian TB-MDR di RSUP Persahabatan adalah umur (OR 1,7; 95%CI 0,7-4,1), konsumsi alkohol (OR 1,5; 95%CI 0,5-4,5), riwayat kontak TB (OR 2,1; 95%CI 0,8-5,2), kepatuhan minum obat (OR 10,8; 95%CI 4,4-26,8), status gizi (OR 3,3; 95%CI 1,4-7,8) dan diabetes mellitus (OR 2,1; 0,7-5,8). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa untuk mendukung pelaksanaan program DOTS, penderita TB harus terus dimonitoring dan dikontrol selama pengobatannya terutama dalam hal kepatuhan dalam minum obat.
 

Tuberculosis remains a major problem of public health in Indonesia, both in terms of prevalence and other problems it causes. An attempt of the tuberculosis prevention is still underway. But along the way there are a lot of obstacles in it, one of which is a phenomenon of multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB). This study intended to find the factors that affecting the MDR-TB. The design study is a case-controland the population is patients with TB at RSUP Persahabatan in 2013.
 
This study found that affected is the factors in MDR-TB at RSUP Persahabatan are the age (OR 1.7; 95%CI 0.7-4.1), alcohol consumption (OR 1.5; 95%CI 0.5-4.5), history of TB contact (OR 2.1; 95%CI 0.8-5.2), medication compliance (OR 10.8; 95%CI 4.4-26.8), nutritional status (OR 3.3; 95%CI 1.4-7.8) and diabetes mellitus (OR 2.1; 95%CI 0.7-5.8). The study showed that to support the implementation of DOTS program, TB patients should be closely monitored and controlled during treatment, especially in terms of medication compliance.
Read More
S-7783
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuliarna Sari Dewi; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan
S-3791
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dartini; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Asri C. Adisasmita
T-1905
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah Ramadhani Putri Wicaksana; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Rebekka
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian kematian pasien COVID-19 dari aspek demografi, komorbiditas, serta faktor risiko lain di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang dengan analisis univariat dan bivariat. Sumber data penelitian ini berasal dari formulir Penyelidikan epidemiologi (PE) yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Populasi studi pada penelitian ini adalah seluruh pasien COVID-19 sejak bulan Agustus 2020 hingga bulan Februari 2021 di DKI Jakarta.
Read More
S-10590
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marini; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Suginarti, Edy Rizal
Abstrak:

Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia maka populasi usia Ianjut pun semakin bertambah. Menjalani masa tua dengan bahagia dan sejahtera merupakan dambaan semua orang. Keadaan ini hanya dapat dicapai bila merasa sehat secara fisik, mental (jiwa) dan sosial. Berkaitan dengan kesehatan jiwa ini salah satunya adalah penyakit dcpresi. Depresi mcrupakan pcnyakit gangguanjiwa dengan prevalensi terbesar pada usia lanjut dan dan diperkirakan sampai 40% tidak terdiagnosa padahal dengan diagnosa awal dan terapi segera dapat menaikkan kualilas hidup, status fungsional dan mencegah kematian dini pada usia lanjut. Untuk mengctahui apa pcnycbabnya maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mcngctahui faktor-faktor risiko yang bcrhubungan dcngan dcprcsi pada usia lanjut di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Metodologi pada penelitian ini merupakan disain kasus kontrol dengan menggunakan data sekunder melalui penelusuran rekam medik pasien gcriatri di poli geriatri rumah sakil Cipro Mangunkusumo pada tahun 2006 - tahun 2008. Populasi penelilian adalah seluruh pasien usia lanjut di poli geriatri rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sampel adalah pasien usia Ianjur di poli geriatri RSUPN-CM yang menderila diagnosa depresinya dan telah ditegakkan diagnosanya oleh departemen psikiatri RSUPN-CM scbagai kasus dan kontrol adalah pasien usia Ianjut di poli geriatri RSUPN-CM yang tidak depresi. Jumlah sampel dalam penelitian ini 105 kasus dan 2I0 kontrol. Entri data, pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS Hasil penelitian mcnunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian depresi pada usia lanjum adalah kcmandirian (OR = 2,008. 95% Cl I,239 - 3253) dan dukungan sosial (OR = l_724_ 95% C`| 1.065 - 2.79l). Variabel kemandirian merupakan variabel yang lebih kuat pengaruhnya terhadap kejadian depresi dibandingkan variabel dukungan sosial. Variabel yang tidak berhubungan dengan kqiadian depresi pada usia lanjut adalah usia, jcnis kclamin. status perkawinan, tingkat pendidikan, obat resep dokter yang diminum rutin, kegiatan keagamaan, keadaan ekonomi dan riwayar pekerjaan. Dari temuan pada penelitian ini disarankan untuk mcningkatkan pembinaan dan pcrhatian lerhadap kcbutuhan usia Ianjul agar usia Ianjut hidup mandiri, produktif dan tetap berperan aktif dalam kehidupan serta diperlukan penelitian kasus kontrol lanjutan dengan menggunakan sampel yang lebih besar.


 

With growing of a spark of life age in indonesia hence old age population even also progressively increase. Experiencing a period to old happyly and securc and prosperous is everybody hungering. This situations only can reach by if feeling lit by lisik. bouncing (social and mental). Relating to health of this head one of them is disease of depresi. Depresi is disease of head trouble with biggest prevalensi at old age and estimated until 40% do not diagnosa though with diagnosa early and therapy immediately can boost up the quality of lil' e, functional status and prevent death early at old age. To know what the cause of hence conducted by this research with aim to to know risk factors related to depresi at old age in region of Jabodetabek ( Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and ol' Bekasi). Methodologies this research is to bc designed by case control by using data of sekunder through of patient sis record of geriatri in hospital geriatri poli of Cipto Mangunkusumo in the year 2006 - year 2008. Research population is entire old age patient in hospital geriatri poli of`Cipto Mangunkusumo. Sampel is old age patient in RSUPN-CM geriatri poli which suffering the diagnosa of him and have been upheld the by him of by psychiatry department of RSUPN-CM as control and case is old age patient in RSUPN-CM geriatri poli which do not depresi. Amount oi" sampel in this researchs t05 ease and 2I0 control. Data Entri, data analysis and processing use SPSS version I3.0. Research result indicatc that variable rclatcd to occurcncc of depresi at old age is independence ( OR = $2,008. 95% CI l,239 - 3,253) and social support ( OR = l.724. 95% Cl l.065 - 2,79l). independence variable is stronger variable ofinfluence of to occurcncc ofdepresi compared to social support variable. Variable which do not relate to occurence of depresi at old age is age, gender, marriage status. education level. drinkcd by doctor recipe drug is routine, religious activity. situation ofwork history and economics. Of finding at this research is suggested to improve attcntion and construction to requirement of old agc so that self-supponing life old age. ad for and remain to share active in life is and also needed by research of case control continuation by using larger ones sampel.

Read More
T-2970
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isnaini Rahmah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Ni Putu Yuliyana Dewi
Abstrak: Prevalensi Obesitas di Provinsi DKI Jakarta selalu berada diatas angka Nasional pada setiap kelompok usia setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi obesitas dan faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada peserta Posbindu PTM usia 15-64 tahun. Data yang digunakan adalah data sekunder, jumlah sampel 20161. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross sectional). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Prevalensi obesitas pada penelitian ini adalah 57,1% yang merupakan prevalensi kasar. Hubungan asosiasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia, jenis kelamin, status pernikahan, aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, status merokok dengan kejadian obesitas pada peserta Posbindu PTM. Dimana peserta yang lebih beresiko memiliki usia diantara 24-44 tahun (PR 1,92; 95% CI 1,39-2,64), jenis kelamin perempuan (PR 1,27; 95% CI 1,19-1,34), status pernikahan sudah menikah (PR 1,46; 95% CI 1,22-1,75), kurang aktifitas fisik (PR 0,94; 95% CI 0,089-0,99), kurang konsumsi sayur dan buah (PR 1,06; 95% CI 1,00-1,12), dan yang memiliki kebiasaan merokok (PR 0,77; 95% CI 0,71-0,83). Penelitian ini diharapkan menjadi pertimbangan dalam pengembangan pada program Posbindu PTM sebagai upaya menurunkan angka obesitas di Provinsi DKI Jakarta.
Kata kunci: Obesitas, Posbindu PTM, DKI Jakarta

Prevalence of obesity in DKI Jakarta Province is always above the national rate in every age group every year. This study aims to determine the frequency distribution of obesity and factors associated with obesity in participants Posbindu PTM age 15-64 years. The data used is secondary data, sample size 20161. This research is a quantitative research with cross sectional study design. The results of this study showed that the prevalence of obesity in this study was 57.1% which is a rough prevalence. The association relationship shows that there is a significant correlation between age variable, sex, marital status, physical activity, fruit and vegetable consumption, smoking status with obesity occurrence at Posbindu PTM participants. Where participants were more at risk of having age between 24-44 years (PR 1.92, 95% CI 1.39 to 2.64), female sex (PR 1.27, 95% CI 1.19 to 1.34) , married (PR 1.46, 95% CI 1.22-1.75), lack of physical activity (PR 0.94, 95% CI 0.089-0.99), lack of consumption of vegetables and fruits (PR 1 , 06; 95% CI 1.00 to 1.12), and who had a smoking habit (PR 0.77; 95% CI 0.71-0.83). This research is expected to be a consideration in the development of Posbindu PTM program as an effort to reduce obesity rate in DKI Jakarta Province.
Keywords: Obesity, Posbindu PTM, DKI Jakarta
Read More
S-9829
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Lestari Dwi Yuliastuti; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Tarcisia Widjajastuti
S-7988
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Suwadera; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Ferdinand J. Laihad
T-1585
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dessy Yusra Zahira; Pembimbing: Helda; Penguji: Syahrizal Syarif, Ananda
Abstrak: Opasifikasi lensa mata (Katarak) merupakan penyebab tersering kebutaan yang dapat diobati di seluruh dunia. Hasil survey tahun 2014-2016 yang dikembangkan oleh International Center of Eye Health (ICEH) dan direkomendasikan oleh WHO melalui metode Rapid Assasment of Avoidable Cataract (RAAB) pada populasi usia 50 tahun di dapatkan prevalensi kebutaan di provinsi DKI Jakarta adalah 1,9% dengan persentase katarak 81,9%. Berdasarkan data yang ada diperkirakan setiap tahun kasus baru buta katarak bertambah 0,1% dari jumlah penduduk atau kurang lebih 250.000 orang per tahun. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional dan bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian katarak pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi di Provinsi DKI Jakarta tahun 2018. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data surveilans penyakit tidak menular. Didapatkan sampel 754 kasus diabetes mellitus dan 700 kasus hipertensi. Analisis bivariat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian katarak pada penderita diabetes melitus tipe 2 dan penderita hipertensi. Dalam penelitian ini didapatkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian katarak pada penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah umur ≥ 45 tahun (PR 2.794; 95%CI 1.357- 5.754), pekerjaan (PR 1.716; 95%CI 1.289-2.285), kurang aktivitas fisik (PR 1.406; 95%CI 1.072-1.842), dan kurang makan sayur (PR 1.769; 95%CI 1.350-2.318). Faktor protektif terhadap kejadian katarak pada penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah jenis kelamin perempuan (PR 0.522; 95%CI 0.400-0.681), obesitas (PR 0,633; 95% CI 0,478-0,839), dan hipertensi (PR 0.627; 95%CI 0.468-0.839). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian katarak pada penderita hipertensi adalah konsumsi alkohol (PR 2.559; 95%CI 2.332-2.808), dan DM tipe 2 (PR 1.459; 95%CI 1.219- 1.819). faktor protektif terhadap kejadian katarak pada penderita hipertensi adalah pekerjaan (PR 0.258; 95%CI 0.208-0.320). Kata kunci : Katarak; Katarak DM; Katarak Hipertensi
Read More
S-10012
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive