Ditemukan 39661 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Lavi Indriani; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Didi Supriyono, Budi Hartono
Abstrak:
Penelitian ini menggunakan data primer dan desain studi "Cross-Sectional" dengan teknik sampling "total Sampling (Seluruh Pekerja)" Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar tilik untuk mendapatkan gambaran 39 orang penjamah terkait karakteristik, pengetahuan, sikap, pelatihan dan kelaikan fisik fasilitas higiene sanitasi makanan. dengan tujuan mengetahui faktor dominan perilaku higiene sanitasi penjamah makanan dan gambaran kelaikan fisik higiene sanitasi makanan di Instalasi Gizi RS X tahun 2018. Hasil dari Penelitian tersebut Secara bivariat, variabel yang berhubungan dengan perilaku higiene sanitasi penjamah makanan adalah Sikap (p= 0,042; OR 5,029) dan Pelatihan (p= 0,003; OR 13,5). Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan dengan perilaku penjamah adalah Karakteristik responden (pendidikan, usia, lama kerja) (p=1,00; OR pendidikan = 1,17; OR usia dan lama kerja = 0,84) dan pengetahuan (p= 0,565; OR = 1,929). Penilaian ketersediaan laik fisik higiene sanitasi makanan di RS X yang mengacu pada Permenkes RI No. 1906/2011, didapatkan hasil secara keseluruhan Instalasi Gizi RS X belum memenuhi laik fisik higiene dengan nilai 55 (dari 69) (79,1%). Saran : Perlu diadakan uji bakteri pada sampel makanan, usap alat dan tangan penjamah makanan.
This study used primary data and cross sectional study design with total sampling technique. The instruments used were questionnaires and checklists to get an overview of 39 handlers on characteristics, knowledge, attitudes, training and feasibility of food hygiene sanitation facilities. Data analysis used were univariate analysis, bivariate using chi square and multivariate with predictive method, the objective of this study is To know the dominant factor of food handler hygiene behaviour and physical overview of food hygiene facilities in Hospital Unit Nutrition Installation X, the year of 2018, and the result of this study is Variables related to hygiene behavior of food handler were attitude (p = 0,042; OR 5,029) and Training (p = 0,003; OR 13,5). Meanwhile, variables that have no relation with handler behavior are Characteristics (age, education, length of work) of respondents (p = 1.00, OR education = 1.17; OR age and length of work = 0.84) and knowledge (p = 0,565; OR = 1.929). Assessment of physical feasibility of food hygiene facilites, which refers to Permenkes RI No. 1906/2011, overall the result is Hospital Unit Nutrition Installation X has not reach the physical worth of hygiene with value 55 (max 69) (79,1%). Suggestion: It is necessary to test the bacteria on food samples, swabs and hands of food handler.
Read More
This study used primary data and cross sectional study design with total sampling technique. The instruments used were questionnaires and checklists to get an overview of 39 handlers on characteristics, knowledge, attitudes, training and feasibility of food hygiene sanitation facilities. Data analysis used were univariate analysis, bivariate using chi square and multivariate with predictive method, the objective of this study is To know the dominant factor of food handler hygiene behaviour and physical overview of food hygiene facilities in Hospital Unit Nutrition Installation X, the year of 2018, and the result of this study is Variables related to hygiene behavior of food handler were attitude (p = 0,042; OR 5,029) and Training (p = 0,003; OR 13,5). Meanwhile, variables that have no relation with handler behavior are Characteristics (age, education, length of work) of respondents (p = 1.00, OR education = 1.17; OR age and length of work = 0.84) and knowledge (p = 0,565; OR = 1.929). Assessment of physical feasibility of food hygiene facilites, which refers to Permenkes RI No. 1906/2011, overall the result is Hospital Unit Nutrition Installation X has not reach the physical worth of hygiene with value 55 (max 69) (79,1%). Suggestion: It is necessary to test the bacteria on food samples, swabs and hands of food handler.
S-9630
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Chaerina Septiani; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan higiene dan sanitasi pengelolaan makanan di Unit Instalasi Gizi Rumah Sakit X tahun 2018. pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan pemeriksaan laboratorium. hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa higiene sanitasi instalasi unit gizi rumah sakit X sudah cukup memenuhi syarat menurut checklist yang mengacu kepada Permenkes nomor 1096 tahun 2011
Read More
S-9633
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gian Komalasari; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: Dewi Susana, Rina Fitriani Bahar
S-6391
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gambaran Hygiene dan Sanitasi Pengelolaan Makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit X Jakarta Tahun 2010
Desy Dwiputri; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Dewi Susanna, Rina Fitriana Bahar
s-6197
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Grace Via Dolorosa; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono
Abstrak:
Read More
Rumah makan Padang merupakan salah satu tempat pengolahan pangan (TPP) yang banyak diminati masyarakat Depok, namun rentan terhadap risiko kontaminasi akibat karakteristik makanannya yang bersantan, berkuah, dan disajikan pada suhu ruang dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran penerapan higiene sanitasi makanan dan kualitas bakteriologis Escherichia coli pada Rumah Makan Padang X di Depok Tahun 2026. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode observasi menggunakan formulir Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Permenkes RI Nomor 17 Tahun 2024, wawancara kepada tiga penjamah makanan, serta pemeriksaan laboratorium terhadap 20 sampel yang meliputi usap tangan penjamah makanan, usap peralatan makanan, dan makanan siap saji berisiko tinggi menggunakan metode CFU mengacu pada SNI ISO 16649. Hasil observasi menunjukkan skor IKL sebesar 81 dari 100 (kategori memenuhi syarat). Namun, terdapat ketidaksesuaian pada aspek bangunan dan ventilasi, penyajian makanan tanpa penutup, pengendalian suhu pangan berkuah, pengendalian vektor, serta ketidaklengkapan penggunaan APD penjamah makanan. Tingkat pengetahuan penjamah makanan berada pada 75% dan perilaku higiene sanitasi sebesar 81,82%, dengan 66,67% penjamah belum pernah mengikuti pelatihan keamanan pangan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan seluruh 20 sampel memenuhi baku mutu Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023, dengan kadar E. coli 0 CFU/25 cm² pada tangan penjamah dan seluruh peralatan makanan, serta 0 CFU/gram pada sampel daun singkong rebus, rendang, dan gulai ayam pada jam ke-0, ke-2, dan ke-4 setelah makanan dipajang di etalase. Hasil yang baik ini didukung oleh praktik cuci tangan konsisten, penggunaan bahan baku segar harian, proses pemasakan suhu tinggi, serta karakteristik antimikroba rempah masakan Padang. Meskipun demikian, peningkatan kepatuhan terhadap seluruh aspek higiene sanitasi tetap diperlukan untuk menjamin keamanan pangan secara berkelanjutan.
Rumah makan Padang merupakan salah satu tempat pengolahan pangan (TPP) yang banyak diminati masyarakat Depok, namun rentan terhadap risiko kontaminasi akibat karakteristik makanannya yang bersantan, berkuah, dan disajikan pada suhu ruang dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran penerapan higiene sanitasi makanan dan kualitas bakteriologis Escherichia coli pada Rumah Makan Padang X di Depok Tahun 2026. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode observasi menggunakan formulir Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Permenkes RI Nomor 17 Tahun 2024, wawancara kepada tiga penjamah makanan, serta pemeriksaan laboratorium terhadap 20 sampel yang meliputi usap tangan penjamah makanan, usap peralatan makanan, dan makanan siap saji berisiko tinggi menggunakan metode CFU mengacu pada SNI ISO 16649. Hasil observasi menunjukkan skor IKL sebesar 81 dari 100 (kategori memenuhi syarat). Namun, terdapat ketidaksesuaian pada aspek bangunan dan ventilasi, penyajian makanan tanpa penutup, pengendalian suhu pangan berkuah, pengendalian vektor, serta ketidaklengkapan penggunaan APD penjamah makanan. Tingkat pengetahuan penjamah makanan berada pada 75% dan perilaku higiene sanitasi sebesar 81,82%, dengan 66,67% penjamah belum pernah mengikuti pelatihan keamanan pangan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan seluruh 20 sampel memenuhi baku mutu Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023, dengan kadar E. coli 0 CFU/25 cm² pada tangan penjamah dan seluruh peralatan makanan, serta 0 CFU/gram pada sampel daun singkong rebus, rendang, dan gulai ayam pada jam ke-0, ke-2, dan ke-4 setelah makanan dipajang di etalase. Hasil yang baik ini didukung oleh praktik cuci tangan konsisten, penggunaan bahan baku segar harian, proses pemasakan suhu tinggi, serta karakteristik antimikroba rempah masakan Padang. Meskipun demikian, peningkatan kepatuhan terhadap seluruh aspek higiene sanitasi tetap diperlukan untuk menjamin keamanan pangan secara berkelanjutan.
S-12271
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ibnu Malik Albantani; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak:
Kebutuhan manusia terhadap makanan merupakan salah satu isu pokok yang digagas oleh pbb dalam indikator ketercapaian sutainable development goals (SDGS). Makanan menjadi sumber kehidupan bagi manusia dan dapat juga menjadi sumber pembawa masalah kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengambilan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan pengujian laboratorium.
Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa prilaku penjamah memenuhi syarat sebesar92,86, tpm yang memenuhi syarat sebesar 57,14% , cara pengolahan makanan yang memenuhi syarat sebesar 92,86%, peralatan makanan yang memenuhi syarat sebesar 100%. Hasil uji laboratorium didapatkan hasil usap tangan positif dan makanan yang positif e. coli sebesar 16,7%.
Hasil penelitian menyarankan kepada pengelola kantin melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan dan air besih, melakukan pelatihan terhadap penjamah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung praktik higiene sanitasi makanan. Kata kunci: makanan, kontaminasi, higiene, sanitasi, e. coli
Human need for food is one of the key issues initiated by the un in the indicators of achievement of sutainable development goals (SDGS). Food is a source of life for humans and can also be a source of health problems. This research uses descriptive research method. Data collection using interview method, observation, and laboratory testing.
The result of the research showed that the behavior of eligible handlers was 92,86%, eligible fulfillment requirement was 92,86%, eligible food appliance was 100%. Laboratory test results obtained positive hand swabs and e. coli positive foods oF 16.7%.
The results suggested further examination of food and water, training of handlers, and creating environments that support hygiene practices food sanitation. Key words: food, hygiene, sanitation, contamination, e. coli
Read More
Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa prilaku penjamah memenuhi syarat sebesar92,86, tpm yang memenuhi syarat sebesar 57,14% , cara pengolahan makanan yang memenuhi syarat sebesar 92,86%, peralatan makanan yang memenuhi syarat sebesar 100%. Hasil uji laboratorium didapatkan hasil usap tangan positif dan makanan yang positif e. coli sebesar 16,7%.
Hasil penelitian menyarankan kepada pengelola kantin melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan dan air besih, melakukan pelatihan terhadap penjamah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung praktik higiene sanitasi makanan. Kata kunci: makanan, kontaminasi, higiene, sanitasi, e. coli
Human need for food is one of the key issues initiated by the un in the indicators of achievement of sutainable development goals (SDGS). Food is a source of life for humans and can also be a source of health problems. This research uses descriptive research method. Data collection using interview method, observation, and laboratory testing.
The result of the research showed that the behavior of eligible handlers was 92,86%, eligible fulfillment requirement was 92,86%, eligible food appliance was 100%. Laboratory test results obtained positive hand swabs and e. coli positive foods oF 16.7%.
The results suggested further examination of food and water, training of handlers, and creating environments that support hygiene practices food sanitation. Key words: food, hygiene, sanitation, contamination, e. coli
S-9871
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anindya Giodhani; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Makanan merupakan salah satu aspek penting bagi kehidupan manusia. Namun, penyakit juga dapat timbul akibat kandungan yang ada dalam makanan. Tempat pariwisata merupakan salah satu tempat-tempat umum (TTU) yang berisiko sebagai tempat terjadinya penularan penyakit melalui media salah satunya adalah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara higiene sanitasi makanan dan tingkat kontaminasi Eschericia coli pada makanan di Lokawisata Baturaden. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional. Data yang digunakan merupakan data primer yang terdiri dari hasil uji laboratorium sebesar 42 sampel makanan dan hasil wawancara dengan 42 penjamah menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 95,2% tidak memenuhi syarat karena terkontaminasi oleh Eschericia coli. Analisis bivariat dengan t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kontaminasi oleh Eschericia coli dan pengetahuan penjamah terkait higiene sanitasi makanan (p-value = 0,018), sanitasi alat makan (p-value = 0,015), dan perilaku higiene penjamah (p-value = 0,032). Oleh karena itu, pedagang di Lokawisata Baturaden perlu diberikan penyuluhan terkait pengetahuan terkait higiene sanitasi makanan, disediakan wastafel beserta sabun, tempat sampah yang sesuai persyaratan, penyediaan fasilitas yang menunjang proses disinfeksi pada alat makan, menekankan proses pencucian alat makan dengan benar, menyediakan tempat penyimpanan alat makan yang terbebas dari kontaminan, menekankan para pedagang untuk membiasakan perilaku higiene yang sesuai persyaratan, serta melakukan pemantauan terus menerus agar kualitas makanan yang dijualkan tetap dalam kondisi yang baik. Kata kunci: Eschericia coli, higiene, sanitasi, kontaminasi makanan, pariwisata
Read More
S-10006
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Zahratus Sholihat; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Miko Hananto
Abstrak:
Rumah Sakit sebagai sebuah institusi kesehatan memiliki fungsi memberikan pelayanankesehatan kepada masyarakat termasuk penyelenggaraan makanan dan minuman bagipasien. Risiko terjadinya kontaminasi silang di rumah sakit jauh lebih besar karenabanyaknya hidangan yang dimasak atau disiapkan secara bersamaan selain itu Pasien dirumah sakit merupakan salah satu kelompok yang rentan terkena infeksi penyakitmelalui makanan karena daya tahan tubuh yang rendah. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan higiene dan sanitasipengelolaan makanan di Unit Instalasi Gizi Rumah Sakit Ibu dan Anak X tahun 2018.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara danpemeriksaan laboratorium. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu diketahui bahwahigiene sanitasi di unit instalasi gizi rumah sakit X sudah cukup memenuhi syaratmenurut checklist yang mengacu kepada Permenkes Nomor 1096 Tahun 2011. Adapunbeberapa aspek yang harus diperbaiki seperti aspek lokasi dan bangunan, fasilitassanitasi, tempat penyimpanan alat masak dan perilaku penjamah makanan. Berdasarkanhasil pengecekan kualitas bakteriologis pada sampel makanan hasilnya menunjukkannegatif atau tidak ditemukan bakteri E.coli pada sampel yang diambil. Pihak RumahSakit perlu meningkatkan pengawasan seluruh penjamah makanan terkait higienesanitasi makanan dan aspek hygiene sanitasi makanan lainnyaKata kunci:Hygiene sanitasi makanan, instalasi gizi rumah sakit, Escherichia coli.
Read More
S-9704
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yunita Rosadi; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
S-9346
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahma Yunita; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Haryanto, Agustin
Abstrak:
Read More
Keamanan pangan pada makanan siap saji merupakan aspek penting dalam pencegahan foodborne disease. Pangan yang aman harus terbebas dari cemaran biologis seperti Escherichia coli serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kontaminasi B3 dapat menyebabkan gangguan kesehatan akibat paparan zat kimia, sedangkan Escherichia coli dapat memicu penyakit bawaan pangan akibat cemaran biologis. DKI Jakarta sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan perkembangan usaha kuliner yang pesat memiliki risiko keamanan pangan yang kompleks. Pada tahun 2023, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus keracunan makanan tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 370 kasus (31,78%), serta terjadi peningkatan kasus diare sebesar 3,35% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan sanitasi dan perilaku higiene penjamah terhadap keamanan pangan pada gerai makanan siap saji di Lima Kota Administrasi DKI Jakarta tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan menggunakan data sekunder dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Jakarta. Sampel penelitian berjumlah 138 gerai makanan siap saji. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 76,8% gerai memenuhi syarat keamanan pangan. Faktor risiko yang paling banyak tidak memenuhi syarat adalah higiene penjamah (86,2%), metode pencucian alat makan dan masak (84,8%), tempat sampah (76,1%), dan penggunaan sumber air bersih non-perpipaan (55,1%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan (p-value >0,05) antara seluruh faktor higiene penjamah dan sanitasi dengan keamanan pangan. Meskipun demikian, penerapan higiene dan sanitasi pangan tetap perlu ditingkatkan untuk mencegah risiko cemaran biologis maupun kimia pada makanan siap saji.
Food safety in ready-to-eat foods is a crucial component in the prevention of foodborne diseases. Safe food must be free from biological contaminants, such as Escherichia coli, as well as hazardous and toxic substances (B3). Exposure to hazardous chemicals in food may lead to adverse health effects due to chemical toxicity, whereas contamination by Escherichia coli may result in foodborne illnesses caused by biological hazards. DKI Jakarta, characterized by its high population density and rapid growth of the culinary industry, faces increasingly complex food safety challenges. In 2023, DKI Jakarta recorded the highest number of food poisoning cases in Indonesia, totaling 370 cases (31.78%), accompanied by a 3.35% increase in diarrhea cases in 2024. This study aimed to analyze the association between sanitation and food handler hygiene behavior and food safety among ready-to-eat food stalls across the Five Administrative Cities of DKI Jakarta in 2023. An analytical observational study was conducted using secondary data obtained from the Center for Public Health Laboratory (BBLKM) Jakarta. The study involved 138 ready-to-eat food stalls as research samples. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods with the chi-square test. The findings indicated that 76.8% of food stalls met food safety standards. The most prevalent risk factors that failed to meet the required standards included food handler hygiene (86.2%), washing practices of eating and cooking utensils (84.8%), waste bin conditions (76.1%), and the use of non-piped clean water sources (55.1%). Statistical analysis demonstrated no significant association (p-value >0.05) between sanitation and food handler hygiene factors and food safety. Nevertheless, strengthening food hygiene and sanitation practices remains essential to minimize the risk of biological and chemical contamination in ready-to-eat foods.
S-12246
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
