Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33431 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ika Sabtini Putri; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Lilysiana
Abstrak: Asupan energi ibu merupakan salahsatu faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah asupan energi ibu menyusui pada bulan pertama dan pada bulan ke enam serta faktor yang berhubungan dengan pemberian air susu ibu (ASI) . Penelitian ini desain crossectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei–Juni 2018 pada ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang terdaftar di Posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Merdeka. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung menggunakan kuesioner. Data asupan energi ibu diperoleh dengan mengisi lembar food frequency Questionaire (FFQ). Tehnik pengolahan data dilakukan secara analisis univariat,  bivariat dan  multivariate . Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 50,9% responden memberikan ASI predominan. Rata-rata asupan energi ibu pada bulan pertama sebanyak 2291,6  kkal sedangkan pada bulan ke enam sebanyak 1982,31, terjadi penurunan asupan energi sebesar 309,29 kkal. Konsumsi energi pada bulan ke enam menjadi faktor yang paling dominan terhadap pemberian ASI predominan. Selama 6 bulan dengan nilai OR: 3,4(95% CI:1,254-9,258) setelah dikontrol dengan variabel lain. Artinya ibu dengan asupan energi yang cukup berpeluang 3,4 kali untuk memberikan ASI predominan selama 6 bulan dibanding ibu dengan asupan energi kurang. Berdasarkan penelitian ini perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dengan konseling informasi dan edukasi (KIE) terkait permberian ASI serta asupan makan dan gizi pada ibu menyusui
 

Mother’s energy intake is one of the factors that influence the success of breastfeeding. This study aims to determine the amount of energy intake in the first month and in the sixth month of lactating mothers as well as factors related to 6 months of breastfeeding. This study uses quantitative approach with crossectional design. This study was conducted on May-June 2018 to mothers with babies 6 to 12 months old and enrolled in Posyandu which located in the working area of community health care Merdeka. Data collection was done by direct interview using questionnaire. The data of mother’s energy intake was obtained by filling the Food Frequency Questionaire (FFQ). Data processing by univariate, bivariate and multivariate analysis (logistic regression analysis). The results showed that 50.9% of respondents gave predominant breastfeeding. The average mother's energy intake in the first month was 2291.6 kcal while in the sixth month was 1982.31 kcal , there was a decrease of energy intake 309,29 kcal. Energy consumption in the sixth month is the most dominant factor in predominant breastfeeding. For 6 months with OR value: 3.4 (95% CI: 1,254-9,258) after being controlled with other variables. This means that the mother with a sufficient energy intake 3.4 times likely to give predominant breastfeeding for 6 months compared to mothers with less energy intake. Based on this study, it is necessary to increase the knowledge with information and education counseling (IEC) related to breastfeeding as well as food and nutrition intake of breastfeeding mothers.
Read More
S-9649
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulyanti; Pembimbing: Fikawati, Sandra; Penguji: Syafiq, Ahmad; Izwardy, Doddy
S-9264
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devi Suryanti Sihite; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Sihadi, Fransiska Erna Mardianingsih
Abstrak: Gizi pada ibu menyusui sangat erat hubungannya dengan produksi ASI. Olehkarena itu, ibu yang sedang menyusui sangat membutuhkan makanan dengan giziyang seimbang selama menyusui, terutama asupan energi selama 6 bulan pertamamenyusui. Pada tahun 2012 pencapaian ASI eksklusif Kabupaten TapanuliTengah sebesar 0%. Salah satu penyebab rendahnya pemberian ASI eksklusifadalah gizi ibu menyusui terkait dengan rendahnya asupan energi ibu selamamenyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupanenergi ibu menyusui dengan pemberian ASI predominan di wilayah kerjaPuskesmas Kalangan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utaratahun 2015. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayiberumur >6-12 bulan, terdaftar di posyandu, dan tinggal di wilayah kerjaPuskesmas Kalangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubunganyang bermakna antara asupan energi bulan keenam ibu menyusui (p=0,003;OR=4,6; 95% CI: 1,75-12,2), pengetahuan (p=0,002; OR=5,2; 95% CI; 1,89-14,35), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,012; OR=3,6; 95% CI;1,4-9,39)dengan pemberian ASI predominan di wilayah kerja Puskesmas Kalangan,Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara tahun 2015. Variabel yangpaling dominan berhubungan dengan pemberian ASI predominan di wilayahkerja puskesmas adalah asupan energi bulan keenam ibu menyusui (8,99; 2,17-37,35) setelah dikontrol oleh dukungan suami, pekerjaan, dan dukungan tenagakesehatan. Perlu adanya pemberian informasi dan edukasi akan pentingnyapenambahan asupan energi selama 6 bulan pertama menyusui, khususnyatrimester kedua menyusui.Kata kunci: Asupan energi, ibu menyusui.
Read More
T-4511
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Irma Rachmatika; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Izra Haflinda Izmil, Eti Rohayati
T-4639
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dara Chairani Sinaga; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, H. Oki Kurniawan
S-9712
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulis Hana Pratiwi; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Lilysiana
Abstrak: Permasalahan gizi seperti anemia pada ibu hamil masih merupakan fokus perhatian dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. 40 % kematian ibu di dunia berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Laporan Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia sebesar 37,1 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sumber data pada penelitian ini adalah kohort ibu dan register ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 195 ibu hamil.

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Bogor tahun 2017 sebesar 24,1 %. Berdasarkan hasil analisis didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan adalah umur kehamilan (nilai P: 0,048) dan kekurangan energi kronik (nilai P: 0,013). Sedangkan faktor umur ibu, paritas dan jarak kelahiran tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan. Berdasarkan penelitian ini, perlu peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenaik kebutuhan zat gizi terutama zat besi selama kehamilan dan pembentukan program pengawasan minum tablet tambah darah untuk memantau semua ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan.

Kata kunci: Anemia, Ibu hamil, Faktor-faktor

Nutrition problems such as anemia in pregnant women are still the focus of attention in health development in Indonesia. 40% of maternal deaths in the world are associated with anemia in pregnancy. The Riskesdas report of 2013 states that the prevalence of anemia in pregnancy in Indonesia is 37.1%. This study aims to determine the prevalence of anemia and factors affecting the incidence of anemia in pregnant women in the Working Area of Merdeka Healt Centers 2017. This research is a quantitative research using cross sectional design. Sources of data in this study were maternal cohorts and maternal registers. The sampling technique used was total sampling with the number of 195 pregnant women.

The results showed that the prevalence of anemia in pregnant women in the Work Area of Merdeka Health Center Bogor City in 2017 was 24.1%. Based on the analysis results obtained factors associated with the incidence of anemia in pregnancy is the age of pregnancy (P value: 0.048) and chronic energy deficiency (P value: 0.013). While the maternal age, parity and birth spacing factors were not associated with the incidence of anemia in pregnancy. Based on this research, it is necessary to increase the knowledge of pregnant mother about requirement of nutrient especially iron during pregnancy and establishment of supervision program of tablet consumption to all pregnant woman consume tablets added blood as needed during pregnancy.

Keywords: Anemia, pregnant women, factors
Read More
S-9721
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marella; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Umi Rahmawati, Evi Fatimah
Abstrak: Keberhasilan dan kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif salah satunyadipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga. Dukungan keluarga dapat berupadukungan fisik, emosional maupun mental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuihubungan faktor dukungan keluarga terhadap perilaku menyusui eksklusif pada ibudi Posyandu wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi tahun 2018.Penelitian dengan desain cross sectional ini dilakukan terhadap 194 ibu bayiyang terdaftar di posyandu yang diwawancara menggunakan kuesioner terstruktur.Didapatkan hasil bahwa ibu yang mendapatkan dukungan keluarga dengan baikmempunyai peluang 4,1 kali untuk menyusui ekslusif dibandingkan dengankelompok ibu yang kurang mendapatkan dukungan dari keluarga setelah dikontrololeh variabel confounding yaitu usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, paritas,pengetahuan ibu, sikap ibu, metode persalinan, dukungan tenaga kesehatan danpenolong persalinan. Dengan memperhatikan nilai presentase tiap distribusi bentukdukungan yang diberikan oleh keluarga kepada ibu didapatkan bahwa dukungan yangpaling tinggi diberikan kepada ibu adalah dalam bentuk dorongan kepada ibu agarsesegera mungkin menyusui bayinya. Diharapkan agar pemberi pelayanan kesehatandapat mendorong keluarga agar memberikan dukungan kepada ibu sehinggadiharapkan cakupan pemberian ASI eksklusif dapat meningkatKata kunci:Cross Sectional, Dukungan Keluarga, ASI Eksklusif.
Read More
T-5396
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mery Ramadani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Luknis Sabri, Sandra Fikawati, Emy Nurjasmi, Yulianti Wibowo
T-3066
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Widiastuti; Pembibing : Syafiq, Ahmad; Penguji: Sandra Fikawati, Nunuk Agustina
Abstrak:
ABSTRAK
 

Rekomendasi kecukupan zat gizi untuk ibu menyusui 2500kkal/hari lebih tinggi dibandingkan ibu hamil 2200kkal/hari. Penelitian di Jakarta dan Depok menunjukkan konsumsi energi laktasi lebih rendah (1959,8kkal/hari) dibandingkan saat hamil (2241,0kkal/hari). Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Individu, Durasi ASI Predominan, Konsumsi Ibu saat Hamil dengan Konsumsi Ibu saat Laktasi di UPTD Puskesmas Margajaya Kota Bekasi tahun 2014. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional, pengumpulan data primer dengan kuesioner dan lembar food frequency and amount questionnaire(FAQ). Penghitungan sampel menggunakan rumus uji hipotesis beda 2 proporsi dengan jumlah sampel 60 ibu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan (p=0,387), pekerjaan (p=0,464), paritas (p=1,000), durasi ASI Predominan (p=0,789), konsumsi saat hamil (p=0,384) dengan penurunan konsumsi saat laktasi. Selain itu hasil menunjukkan ada hubungan antara umur (p=0,021) dengan penurunan konsumsi saat laktasi. Penelitian ini merekomendasikan bahwa perlu untuk melakukan penyuluhan kepada ibu hamil dan laktasi tentang pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi sesuai kebutuhannya.

 

 
ABSTRACT
 

Nutrient intakes adequacy recommendations for lactating mother 2500kcal/day higher than pregnant mother 2200kcal/day. Research at Jakarta and Depok showed that energy consumption during lactation lower (1959,8kcal/day) than during pregnancy (2241,0kcal/day). The purpose of this study was to determine the Relationship Between Individual Characteritic Duration of Predominant Breastfeeding, Pregnant Mother Consumption with Lactating Mother Consumption at UPTD Puskesmas Margajaya Bekasi City in 2014. This research used crosssectional design, sampling was collected through primary data collection by questionnaire and food frequency and amount questionnaire (FAQ). Sampling was calculated by hypothesis test different 2 proportion, 60 mothers. Results of this study showed that there was no significant relationship between education (p=0,387), employment (p=0,464), parity (p=1,000), predominant breastfeeding duration (0,789), pregnancy consumption (p=0,384) with decreasing of lactating consumption. Additionally, the result show relationship between age (p=0,021) with decreasing lactating consumption. Counseling is recommended to pregnant mother and lactating mother about the important to consume nutricous food as the recommendations of nutrient intakes adequacy.

Read More
S-8400
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusuma Dini; Pembimbing: Sandra Fikawati, Ahmad Syafiq; Penguji: Ella Nurlelawati, Eti Rohati
T-3900
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive