Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40174 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Chyntia Aryanti Mayadewi; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Diah M. Utari, M. Bal`an K. Rangkuti
Abstrak: Perkembangan kognitif anak pra-sekolah merupakan faktor penting yang dapat menentukan kemampuan kognitifnya di kemudian hari. Namun berbagai penelitian sebelumnya menemukan bahwa terdapat anak yang mengalami keterlambatan perkembangan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan kognitif serta hubungannya terhadap status gizi (TB/U & IMT/U), riwayat berat badan lahir dan stimulasi psikososial pada anak pra-sekolah (usia 5-6) tahun di Kecamatan Duren Sawit & Kramat Jati, Jakarta Timur. Pada penelitian ini digunakan analisis kuantitatif dengan desain potong lintang dan metode analisis korelasi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata perkembangan kognitif anak dinilai baik (n = 71). Terdapat korelasi yang bermakna antara hubungan perkembangan kognitif dan TB/U & berat badan lahir (p = 0,001; 0,02). Tingkat pendapatan ditemukan bermakna pada kelompok responden berpendapatan menengah-tinggi dalam hubungan antara perkembangan kognitif dan status gizi TB/U & berat badan lahir. Hasil analisis lebih lanjut dengan regresi linear multivariat menunjukkan bahwa status gizi TB/U merupakan faktor dominan yang berkontribusi terhadap tingkat perkembangan kognitif sebesar 68% (R2 = 0,68; sig = 0,001).

Cognitive development in pre-school children is known to be important factor that contributes to later cognitive function in school-age. Previous studies found that there were numbers of children not fulfilling their cognitive development. This research focus on the cognitive development and its correlation to nutritional status (HAZ & BAZ), birth weight and psychosocial stimulation on 71 pre-school children (5-6 y.o) in Duren Sawit & Kramat Jati districts, Jakarta Timur. We implemented quantitative analysis with crosssectional design study and correlation analysis method. Univariate analysis showed that the cognitive development is mostly good (n = 71). We investigated that there was significant correlation between cognitive development and on BAZ & birth weight (p = 0,001; 0,02). Level of income is shown to be significant among averagehigh income group in the correlation of cognitive development and BAZ & birth weight. Further analysis used multivariate linear regression showed that BAZ was the dominant factors that contributes cognitive development level for 68% (R2 = 0,68; sig = 0,001).
Read More
S-9677
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rhiza Caesari Kristata; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Sandra Fikawati, Eko Handayani
S-7235
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isti Istianah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Meylina Djafar, Anies Irawati
Abstrak: Anak usia 6-23 bulan sedang dalam masa emas atau golden age, pada masa tersebut anak mengalami perkembangan kognitif, yang muncul dan berkembang pesat. Sekitar 50% potensi kognitif terbentuk pada 4 tahun pertama kehidupan. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui karakteristik individu dan faktor gizi dengan perkembangan kognitif anak usia 6-23 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analisis lanjut dengan menggunakan data sekunder yang telah dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Binawan tahun 2016. Jumlah sampel diambil semua anak usia 6-23 bulan yang tersedia di data sekunder sebanyak 83 anak. Perkembangan kognitif diukur menggunakan instrument Battelle Developmental Inventory (BDI). Hasil penelitian menunjukan anak usia 6-23 bulan dengan kognitif meragukan 47%. Uji korelasi spearman menyatakan bahwa faktor yang berhubungan dengan perkembangan kognitif adalah umur (p=0,027) dan jenis kelamin (p=0,014). Berdasarkan hasil analisis regresi logistik linier, menyatakan bahwa jenis kelamin merupakan faktor dominan dalam perkembangan kognitif dan dapat disimpulkan pengaruh jenis kelamin dengan perkembangan kognitif sebesar 4,7% dengan probabilitas 0,018 < 0,05. Untuk itu, orang tua harus senantiasa memperhatikan perkembangan anak dimulai dari masa kehamilan sampai 2 tahun pertama kehidupan dan mengikuti kegiatan yang diadakan di Posyandu dan Puskesmas terutama dalam hal memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.
Read More
T-5498
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susilowati; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Sandra Fikawati, Anies Irawati, Trini Sudiarti, Kresnawan
T-3080
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Damai Lestari; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Ahmad Syafiq, Trini Sudiarti, Eka Rosiyati, Putri Wardhani
Abstrak: Obesitas pada anak-anak telah menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat global paling serius yang mempengaruhi setiap negara di dunia di abad ke-21 ini. Dalam kurun waktu 40 tahun, terdapat peningkatan jumlah kegemukan dan obesitas pada anak usia sekolah dan remaja sebanyak lebih dari 10 kali lipat. Obesitas pada anak dapat menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan fisik, kesejahteraan sosial dan emosional, kepercayaan diri, prestasi akademik, dan kualitas hidup anak. Obesitas pada anak berkaitan dengan berbagai kondisi seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hiperkolesterol, penyakit hati berlemak, asma, dan lain-lain. Obesitas pada anak juga berdampak pada kesehatan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kegemukan dan obesitas pada anak pra-sekolah dan anak sekolah usia 5-12 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 1.136 sampel yang diperoleh dari total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pada kelompok usia 5-9 tahun, terdapat perbedaan proporsi status gizi ibu, status gizi ayah, dan perilaku konsumsi makanan gorengan/berlemak terhadap kejadian kegemukan dan obesitas. Pada kelompok usia 10-12 tahun dan 5-12 tahun, terdapat perbedaan proporsi jenis kelamin, status gizi ibu, dan status gizi ayah terhadap kejadian kegemukan dan obesitas. Faktor dominan kegemukan dan obesitas pada kelompok usia 5-9 tahun adalah perilaku konsumsi makanan gorengan/berlemak (OR=1,490, 95% CI=1,039-2,135). Faktor dominan kegemukan dan obesitas pada kelompok usia 10-12 tahun dan 5-12 tahun adalah status gizi ayah (OR= 1,956, 95% CI=1,339-2,857 dan OR=1,674, 95% CI=1,301-2,155). Edukasi gizi seimbang perlu digalakkan kepada orang tua dan anak untuk pencegahan dan pengendalian obesitas anak usia 5-12 tahun.
Childhood obesity has become one of the most serious global public health challenges affecting every country in the world in the 21st century. In a period of 40 years, the number of school-age children and teenagers increased more than 10-fold. Obesity in children has various impacts on children's physical health, social and emotional well-being, self-confidence, academic achievement and quality of life. Obesity in children is related to various conditions such as cardiovascular disease, type 2 diabetes, hypercholesterolemia, acute heart disease, asthma, and others. Obesity in children also has an impact on social and emotional health. This study aims to determine the dominant factors of overweight and obesity in pre-school children and school children aged 5-12 years in DKI Jakarta Province. This research uses secondary data sourced from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas). The research design used was cross sectional with 1.136 samples obtained from total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Bivariate analysis shows that in the 5-9 year age group, there are differences in the proportion of mother’s nutritional status, father’s nutritional status, and fried/fatty food consumption behavior on the incidence of overweight and obesity. In the 10-12 year and 5-12 year age groups, there are differences in the proportion of gender, mother's nutritional status, and father's nutritional status in the incidence of overweight and obesity. The dominant factor of overweight and obesity in the 5-9 year age group is the behavior of consuming fried/fatty foods (OR=1,490, 95% CI=1,039-2,135). The dominant factor for overweight and obesity in the 10-12 year and 5-12 year age groups is the father's nutritional status (OR= 1,956, 95% CI=1,339-2,857 and OR=1,674, 95% CI=1,301-2,155). Education on balanced nutrition needs to be encouraged for parents and children to prevent and control obesity in children aged 5-12 years.
Read More
T-6943
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samsiyah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Salimar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum perilaku makan ibu serta faktor lainnya, yaitu interaksi saat makan, variasi makanan anak, riwayat ASI eksklusif dan riwayat BBLR, serta hubungannya dengan perilaku picky eating pada anak usia pra-sekolah di sekolah Islam Al-Azhar 10 dan EvFiA Land School, di Kota Serang tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 151 sampel dengan rentang usia antara 2-6 tahun. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei dengan instrumen penelitian berupa kuesioner dan catatan makanan anak.
 
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 35,1% siswa berperilaku picky eating. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat 38,4% ibu yang berperilaku picky eating. Uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan ada hubungan antara variabel perilaku makan ibu, interaksi saat makan dan variasi makanan anak dengan perilaku picky eating pada anak. Namun uji tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel ASI eksklusif dan riwayat BBLR dengan perilaku picky eating pada anak.
 
Penelitian ini menyarankan agar orang tua memberikan contoh perilaku makan yang baik kepada anak, meluangkan waktu makan bersama, menghindari perilaku memaksa atau merayu saat anak sulit makan, dan meningkatkan variasi makanan anak.
 

This research is aim to understand the description of mothers’ eating behavior and other factors, such as interaction during meals, children's food variety, history of exclusive breastfeeding and history of low birth weight, as well as the relation with picky eating behaviors of preschooler children at Al-Azhar 10 Islamic School and EvFiA Land School in Serang, 2013. This research was quantitative with cross-sectional design. The number of samples in this study was 151 with ages ranging between 2-6 years of age. This study was conducted on April-May use questionnaire and children food diary.
 
The results found that there were 35,1% of students with picky eating behavior. The study also found that there were 38,4% of mother with picky eating behavior. Statistical test using the chi square test showed that there was relation between maternal eating behavior variables, interaction during meals, variety of children’s food and picky eating behavior in children. However, the test showed that there was no association between history of exclusive breastfeeding and history of low birth weight variables with picky eating behavior in children.
 
This study suggests parents to provide a good example of eating behavior to the children, spare time to eat together, avoid forcing or seducing when a child is not eating properly, and increase children food variety.
Read More
S-8010
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah Farhanah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Andri Mursita
Abstrak: Anemia merupakan salah satu penyebab dari sebagian permasalahan gizi di seluruh dunia,terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menurut data Riskesdas,prevalensi kejadian anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar 11,7% pada tahun 2007dan meningkat menjadi 22,7% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putriusia 15-18 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional yangmenggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Sampel padapenelitian ini adalah seluruh remaja putri yang berusia 15-18 tahun. Jumlah sampelpenelitian sebanyak 1113 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensikejadian anemia pada remaja putri usia 15-18 tahun di Indonesia pada tahun 2018 sebesar28,4%. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara status gizidengan kejadian anemia (p=0,030). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikanantara konsumsi TTD, daerah tempat tinggal, paparan asap rokok, status pekerjaan ayah,pendidikan ibu, pendidikan remaja, dan jumlah anggota keluarga.Kata kunci:Anemia, Remaja Putri, Status Gizi.
Read More
S-10509
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Nursita Angesti; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Trisari Anggondowati
S-7910
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sheyla Nisya; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Andri Mursita
S-10526
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktia Pratiwi; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Asih Setiarini, Ida Ruslita
S-6200
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive