Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 24116 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Athiya Fadlina; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ahmad Syafiq, Abas Basumi Jahari
S-9747
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anna Ngatmira; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Ratu Ayu Dewi Sartika, Suharyati, Itje Aisah Ranida
Abstrak:

ABSTRAK

Sisa makanan merupakan salah satu indikator dalam pelayanan gizi khususnyapenyelenggaraan makanan. Dengan pelayanan makanan yang memuaskan selerapasien tanpa mengurangi nilai gizi merupakan terapi diet yang dibutuhkan dalampenyembuhan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen,dengan membagi sampel menjadi kelompok control dengan mendapatkanmakanan dengan standar porsi diet rumah sakit 2300 kkal dan kelompokperlakuan mendapat standar porsi diet sesuai kebutuhan 1700 kkal. Penelitian inidilakukan pada 34 responden, 17 kelompok control dan 17 kelompok perlakuan.Penelitian dilakukan pada pasien bedah perempuan dengan diet makanan biasa,usia 18-59 tahun, di ruang perawatan RSCM . Pengumpulan data sisa makanandengan system food weighing selama 4 hari. Analisis bivarian menggunakan uji bedadua mean T test independendandependen.Terdapat rata – rata sisa makanan padakelompok control sebanyak 206,37 gram dan kelompok perlakuan sebanyak 117.59 gramper orang per hari. Sisa makanan terbesar disumbangkan dari makanan pokok sebesar41,52% dan sayur sebanyak 24.15% pada kontrol dan 32.87% untuk makanan pokok dan21.81% untuk sayuran pada kelompok perlakuan dari total sisa makanan. Sisa makanankelompok kontrol sebanyak 17.65% masuk dalam katagori banyak (>20%)..Penelitianserupa dapat dilakukan pada kelompok pasien yang mendapatkan makanan lunak danpada kelompok pasien yang tidak berdiet khusus.

ABSTRACT

In nutritional services, waste plate becoming one particular indicator, especiallyin the food provisions for the patient. Food provisions that can satisfy patientstaste without compromising the nutritional value is a dietary therapy required inthe treatment of the patients itself. This is a quasi-experimental study, by dividingthe sample into the control group who received 2300 kcal standard dietaryhospital food portion and the treatment group who received standard dietservings as needed 1700 kcal. This study conducted on 34 respondents, both forthe control group as well as for the treatment group consists of 17 patients. Thestudy was conducted to female surgical patients with normal diet, age 18-59years, at Dr. CiptoMangunkusumo General Hospitals treatment room. The wasteplatedata collection performed by using the food weighing systems for 4 days.Two different mean independent and dependent T-test is used as the bivariateanalysis for this study. There is an average of the waste plate per person per dayas much as 206,37 grams in the control group and 117,59 grams in the treatmentgroup. The biggest waste plate comes from the staple foods and vegetables,respectively 41.52% and 24.15% in controls group and the treatment group was32.87% and 21.81% from the the total of leftover food. Waste plate in the controlgroup as much as 17.65% are included in a lot category (> 20%). Similar studiescan be performed on a group of patients who received bland foods and in thegroup of patients who did not having specific diet.

Read More
T-3998
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Veronica; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Trini Sudiarti, Ida Ruslita
Abstrak: Penelitian ini merupakan studi validasi dua metode recall untuk melihat apakahmetode pengisian kuesioner modifikasi DILQ lebih valid daripada wawancara padasiswa usia 9-11 tahun. Sebanyak 60 siswa kelas IV dan V SDIT Nurul Fikri Depokpada April 2016 diobservasi makan siang sekolah sebagai gold standard, kemudiandirecall pada siang esok hari dengan metode recall secara random. Hasil t-testmenunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara setiap tingkat validitas (Tingkatpenghilangan, Tingkat Intrusi, dan Total Kekeliruan) kedua metode. Namun, setiaptingkat validitas Metode Pengisian Kuesioner Modifikasi DILQ yaitu 20,24%,13,34%, dan 1,99 lebih rendah daripada Metode Wawancara yaitu 26,96%, 21,76%,dan 2,66.Kata Kunci:Modifikasi Day in the Life Questionnaire, Recall, Siswa, Validasi, Wawancara
This study is a validation study of two recall methods which aims to determine iscompleting the Modified Day in the Life Questionnaire more valid than interviewin schoolchildren aged 9 to 11 years. Sixty students fourth- to fifth- grade in SDITNurul Fikri Depok was observed eating school lunch as gold standard, then theyreported school lunch recall on next afternoon with randomized recall method.Although t-test result indicated that every validity rate (Omission Rates, IntrusionRates, Total Inaccuracy) did not differ significantly for the two methods, meanevery Validation Rate were lower for completing the Modified Day in the LifeQuestionnaire method (20,24%, 13,34%, and 1,99) than for interview method(29,96%, 21,76%, and 2,66).Keywords:Modified Day in the Life Questionnaire, Recall, Schoolchildren, Validation,Interview.
Read More
S-9036
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anindita Nazhifa; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Salimar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pola makan anak usia sekolah di SDN Pondok Cina 03 Depok dan perbedaan faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas pola makan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Kualitas pola makan diukur menggunakan modifikasi the Healthy Eating Index dengan rentang skor 0-100. Pengukuran asupan menggunakan 3x24 Hour Food Recall dan Status Gizi (IMT/U) dengan mengukur berat badan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtoice. Hasil penelitian menunjukkan lebih separoh responden (62.55%) memiliki kualitas pola makan kurang (skor HEI 51-80) dan 37.5% memiliki kualitas pola makan buruk (skor HEI <51). Rata-rata kualitas pola makan adalah 51.67±1.04. Terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan energi, karbohidrat, lemak, lemak jenuh, porsi makanan pokok, lauk hewani, sayur, buah dan susu antar kelompok kualitas pola makan. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada jenis kelamin, asupan protein, konsumsi nabati dan status gizi antar kelompok kualitas pola makan. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pola makan siswa SDN Pondok Cina berkualitas kurang. Kualitas pola makan dapat diperbaiki dengan meningkatkan konsumsi makanan pokok, lauk hewani, sayur, buah dan susu. Disarankan kepada pihak sekolah untuk mengedukasi, mengawasi dan menyediakan kantin sehat. Kepada pihak orang tua untuk menyediakan makanan dan minuman sehat guna membentuk kualitas pola makan yang sehat. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah; Kualias Pola Maka; Asupan; Porsi.
Read More
S-8716
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Shofia; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Kusharisupeni Djokosujono, Anies Irawati, Hera Nurlita
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Nur Shofia Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Studi Validasi Cut-Off Point Obesitas menurut IMT dan Lingkar Pinggang dengan Gold Standard Persentase Lemak Tubuh pada Usia 19-45 Tahun Di Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Tahun 2018 Pembimbing : Triyanti, SKM, M.Sc Obesitas merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit tidak menular. IMT (indeks massa tubuh) dan lingkar pinggang adalah indikator antropometri yang sering digunakan untuk mendefinisikan status obesitas. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa setiap populasi memerlukan cut-off point IMT dan lingkar pinggang yang berbeda untuk mengidentifikasi status obesitas. Studi ini bertujuan untuk menentukan cut-off point optimal dari IMT dan lingkar pinggang terhadap status obesitas pada pria dan wanita dewasa di Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Sebanyak 272 subjek usia 19-45 tahun (pria, n=116; wanita, n= 156) berpartisipasi dalam pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan persentase lemak tubuh. Persentase lemak tubuh diukur menggunakan BIA (bioelectrical impedance analysis) Omron HBF-212. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cut-off point IMT dan lingkar pinggang dari Kementerian Kesehatan Indonesia memiliki nilai sensitivitas yang rendah dalam mengidentifikasi status obesitas pada subjek penelitian. Cut-off point optimal IMT dan lingkar pinggang bagi pria dan wanita dalam penelitian ini berturut-turut adalah 24.60 kg/m 2 2 ; 24.05 kg/m ; 82.60 cm; dan 76.00 cm. IMT adalah indikator antropometri yang paling baik untuk menentukan status obesitas pada pria, sedangkan pada wanita adalah lingkar pinggang. Hasil penelitian ini sebaiknya digunakan sebagai evaluasi penentuan cut-off point obesitas menurut IMT dan lingkar pinggang bagi pria dan wanita dewasa di Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Kata kunci: Obesitas; IMT; lingkar pinggang; persentase lemak tubuh; cut-off point.


ABSTRACT Name : Nur Shofia Study Program : Master of Public Health Title : The Validation Study of Obesity Cut-off Point according to BMI and Waist Circumference with Body Fat Percentage Gold Standard in 19-45-year-old Adults in The Sharia and Law Faculty of Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2018 Counsellor : Triyanti, SKM, M.Sc Obesity is a risk factor for non-communicable diseases. BMI (body mass index) and waist circumference (WC) have been extensively used to define obese status. Several studies have raised that BMI and WC cut-off points may be different among various populations. The objective of this study was to determine optimal cut-off points for BMI and WC to identify obesity in men and women from Sharia and Law Faculty of Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. A total of 272 subjects aged 19-45 years (men, n=116; women, n=156) were assessed for weight, height, WC, and body fat percentage (BF%). BF% was determined using BIA (bioelectrical impedance analysis) Omron HBF-212. The existing BMI and waist circumference cut-off points from Ministry of Health of Indonesia showed low sensitivity to identify obesity in our subjects. The optimal cut-off points for BMI and WC for determination of obesity in men and women were 24.60 kg/m 2 2 ; 24.05 kg/m ; 82.60 cm; and 76.00 cm, respectively. In conclusion, BMI is the most predictive for men to define obese status, while WC is for women. These research findings should be used to evaluate new cut-off points for BMI and WC to define obesity optimally in men and women in Sharia and Law Faculty of Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Key words: Obesity; BMI; waist circumference; body fat percentage; cut-off point.

Read More
T-5176
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gadis Rizky Zakiyah; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Mury Kuswari
Abstrak: Alat ukur persen lemak tubuh yang akurat dinilai mahal dan memiliki rosedur yang sulit, sehingga dibutuhkan alternatif lain untuk menilai persen Lemak tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengukuran Antropometri yang paling akurat dalam mendeteksi kasus overweight dengan Menggunakan bia sebagai golden standard. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-mei 2017 pada remaja di sma al-azhar 3 jakarta usia 14-17 tahun dengan Jumlah sampel sebesar 107 laki-laki dan 71 perempuan. Desain studi yang Digunakan adalah cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan imt/u memiliki Nilai koefisien korelasi paling tinggi pada kedua jenis kelamin (r=0,88). Validitas Yang paling baik dalam mendeteksi kasus overweight juga ditunjukkan oleh Pengukuran imt/u pada kedua jenis kelamin, dengan cut-off points pada laki-laki Sebesar +0,77 sd (se:86,6%; sp:85,0%; npp:89%; npn: 81%; lr+:5,77; lr-:0,16). Pada perempuan memiliki cut-off points imt/u sebesar +0,09 sd (se:93,1%; sp:95,0%; npp:95%; npn:96%; lr+:13,80; lr-:0,05).
Kata kunci: Persen lemak tubuh, bia, overweight, remaja, imt/u

Accurate instruments to measure percent body fat are expensive and haved ifficult procedures, so another alternative to measure percent body fat are Needed. This study aims to obtain the most accurate anthropometric measurement in evaluating overweight with bia as a golden standard. This study was conducted in april-may 2017 and the respondents are adolescent in senior high school student of al-azhar 3 jakarta (14-17 years old) with a total number of respondents were 107 boys and 71 girls. This study is a cross sectional design. The results showed that bmi/age had the highest coefficient correlation value in both sexes (r=0,88). In addition, bmi/age also had the best validity in detecting overweight in both sexes, with a cut-off points +0,77 sd (se:86,6%; sp:85,0%; Ppv:89%; npv: 81%; lr+:5,77; lr-:0,16) in boys and +0,09 sd (se:93,1%; Sp:95,0%; ppv:95%; npv:96%; lr+:13,80; lr-:0,05) in girls.
Keywords: Percent body fat, bia, overweight, adolescent, bmi/age
Read More
S-9496
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wita Nurul Aini; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Santri Fikawati, Abas Basuni Jahari
Abstrak: Validitas dan reliabilitas semiquantitative FFQ dalam mengukur asupan kalsium masih banyak menjadi perdebatan karena tidak melakukan pengukuran kuantitatif secara langsung. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui validitas dan reliabilitas pengukuran asupan kalsium menggunakan semiqauntitative FFQ dengan golden standard food weighing. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional yang dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2018 pada 54 Mahasiswa Gizi Universitas Indonesia yang dipilih dengan simple ramdom sampling. Validitas semiquantitative FFQ dalam mengukur kalsium dibandingkan dengan food weighing yang dilakukan selama dua hari, dan reliabilitas ditentukan dengan membandingkan asupan kalsium dua kali pengukuran menggunakan semiquantitative FFQ. Median asupan kalsium mahasiswa gizi Universits Indonesia berdasarkan semiquantitative FFQ (median±SD) adalah 537±407,5 mg/hari. Sedangkan median asupan kalsium dari dua hari food weighing adalah 569±375,6 mg/hari. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan kalsium dari kedua metode (P>0,05). koefisien korelasi asupan kalsium kedua metode sebesar r=0,42 dengan korelasi yang signifikan (P=0,001). Analisis surrogate category menunjukan bahwa semiquantitative FFQ dapat membedakan asupan kalsium pada berbagai tingkat kuartil asupan (ANOVA, P80% mulai dari cutoff asupan 800mg/hari. Namun spesifisitas dan negative predictive value tetap <80% dari keempat cutoff yang digunakan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan kalsium semiquantitative FFQ pada dua kali pengukuran P(<0,05). Namun korelasi antar dua pengukuran cukup tinggi, yaitu r=0,74 dengan korelasi yang signifikan (P<0,05). Semiquantitative FFQ valid dan reliabel dalam mengukur asupan kalsium mahasiswa gizi Universitas Indonesia dengan karakteristik perempuan, usia dewasa muda dan ekonomi yang beragam. Metode ini baik untuk menemukan individu dengan asupan yang kurang untuk mendapatkan intervensi maupun mengevaluasi program intervensi.
Kata Kunci : asupan kalsium, food weighing, reliabilitas, semiquantitative FFQ, validitas.
Read More
S-9830
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atika Fajria; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Dyah Santi Puspitasari
Abstrak: pengukuran tekanan darah menggunakan mercury sphygmomanometer memiliki keterbatasan antara lain hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih serta harga alat yang cenderung mahal sehingga dibutuhkan pengukuran alternatif lainnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas pengukuran antropometri berupa imt, lingkar pinggang, dan rlpt terhadap tekanan darah. penelitian ini berlangsung pada bulan februari hingga juli 2017. desain yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel 89 laki-laki dan 77 perempuan yang diambil menggunakan teknik systematic random sampling pada pegawai ipsk lipi jakarta. uji korelasi dan roc dilakukan untuk mengetahui pengukuran terbaik sebagai alternatif pengukuran tekanan darah. hasil penelitian menunjukkan bahwa rlpt merupakan pengukuran dengan koefisien korelasi paling tinggi pada laki-laki dan lingkar pinggang pada perempuan. pada laki-laki nilai koefisien korelasi rlpt terhadap tekanan darah yang didapatkan adalah (r=0.378) untuk tekanan sistolik dan (r=0.452) untuk tekanan diastolik dengan cut-off point 0.57, sedangkan pada perempuan koefisien korelasi lingkar pinggang terhadap tekanan darah yang didapatkan adalah (r=0.467) untuk tekanan sistolik dan (r=0.335) untuk tekanan diastolik dengan cut-off point 86.6 cm. berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa rlpt pada laki-laki dan lingkar pinggang pada perempuan merupakan pengukuran alternatif terbaik untuk mendeteksi hipertensi pada dewasa. namun demikian, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memperkuat hasil validasi pengukuran antropometri terhadap tekanan darah dengan menggunakan ukuran antropometri lainnya, dan pada kategori usia yang berbeda.
kata kunci: hipertensi, tekanan darah, imt, lingkar pinggang, rlpt, roc, sensitivitas, spesifisitas, cut-off point.
Read More
S-9484
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eti Budiarti; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Kusdinar Achmad, Wahyu Kurnia, Agus Triwinarto, Mahmud Fauzi
T-4117
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyasuci; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Triyanti, Kusharisupeni, Abas Basuni Jahari, Agus Triwinarto
Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui ukuran pengganti yang memiliki validitas optimum dan mudah diaplikasikan untuk mendeteksi prehipertensi pada siswa/i kelas 10 dan 11 SMA Insan Cendekia Madani Tahun 2017. Design penelitian adalah cross sectional dengan total sampling. Penelitian menyimpulkan bahwa pada laki-laki, RLPP cut off 0,88 (sensitivitas 66,7%, spesifisitas 66,3% ) baik sebagai ukuran pengganti mendeteksi resiko prehipertensi sistolik, persen lemak BIA cut off 21,9% (sensitivitas 64,3%, spesifisitas 60,8%) cukup baik untuk prehipertensi diastolik, dan BIA cut off 21,9% (sensitivitas 63,6%, spesifisitas 62,2%) cukup baik untuk prehipertensi. Pada perempuan, RLPTB cut off 0,46 (sensitivitas 64,3%, spesifisitas 53,2%) cukup baik untuk mendeteksi resiko prehipertensi diastolik dan prehipertensi. Kata kunci: prehipertensi, antropometri, BIA, cut off, remaja This study aims to determine the validity of measurements that has optimum validity in detecting prehypertension. The study design was cross sectional with total sampling of 10th and 11th grade students SMA Insan Cendekia Madani Year 2017. This study concluded that in boys, waist to hip ratio (WHR) cut off 0.88 (sensitivity 66.7%, specificity 66.3%) is a good alternative measurement for detecting systolic prehypertension, while BIA fat percentage cut off 21.9% (sensitivity 64.3%, specificity 60.8%) is fair for diastolic prehypertension, BIA cut off 21.9% (sensitivity 63.6%, specificity 62.2%) is fair for prehypertension. In girls, waist to height ratio (WHtR) cut off 0.46 (64.3% sensitivity, specificity 53.2%) is fair for detecting diastolic prehypertension and prehypertension. Keywords: prehypertension, anthropometry, body fat percentage, cut off, adolescents
Read More
T-4902
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive