Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32461 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syahri Choirrini; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Riyadh Firdaus
Abstrak: Kota Cilegon memiliki risiko tinggi terkena bencana sehingga rumah sakit di Kota Cilegon perlu memiliki kesiapsiagaan manajemen bencana rumah sakit agar dapat menimimalisir dampak bencana di kemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan manajemen bencana rumah sakit di Kota Cilegon menggunakan studi deskriptif observasional dan metode semi-kuantitatif. Data primer didapat dari wawancara mendalam staf ahli rumah sakit menggunakan pedoman wawancara modifikasi dari Safe Hospital Checklist. Data primer tersebut kemudian diolah melalui Ms Excel dan hasilnya berupa mean untuk setiap komponen pada manajemen bencana rumah sakit lalu diklasifikasikan ke dalam kategori A (0.66-0.1), B (0.36-0.65), atau C (0-0.35). Hasil dari penelitian ini kedua rumah sakit termasuk kategori A, yang menunjukkan bahwa manajemen bencana kedua rumah sakit telah siap dalam menghadapi bencana dengan masing-masing nilai, rumah sakit Z 0.67 dan rumah sakit X 0.85. Meskipun begitu, kedua rumah sakit tetap perlu melakukan usaha pencegahan dalam jangka panjang untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Kata kunci: HSI, manajemen bencana, rumah sakit, Kota Cilegon

Cilegon city has a high risk of disaster. Hospitals need to know whether they prepared or not, in order to minimize the impact of disaster in future. This descriptive observational study aimed to analyze preparedness of hospital disaster management at Cilegon city using semi-quantitative method. Primary data was collected by utilizing a Safe Hospital Checklist modified as an indepth interview manual to do the indepth interview for each hospital key person, then processing the data with Ms Excel which the results was mean (average) of every component in hospital disaster management, continue clasifying them into three category, A (0.66-0.1), B (0.36-0.65), or C (0-0.35). The results show both hospitals was A category, hospital Z got score 0.67 and hospital X got score 0.85, that means their disaster management prepared enough to face the disaster in future. However, they still need to maintain the long last preventing efforts to increase the disaster preparedness.
Key words: HSI, manajemen bencana, rumah sakit, Kota Cilegon
Read More
S-9754
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Asshafa Firdausi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Ali Syachrul Chairuman
S-10470
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saswita Kemala Dewi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Baiduri Widanarko, Surahman Hakim, Julianto Witjaksono
Abstrak: Latar Belakang: Negara Indonesia secara keseluruhan berada pada posisi rawan terjadinya bencana. Pada saat bencana semua fasilitas kesehatan berada pada garis depan penanganan korban kegawatdaruratan. Berdasarkan data yang dirangkum dari BNPB dari tahun 2009 s/d 2018 ditemukan jumlah angka kerusakan yang cukup siginifikan pada fasilitas kesehatan akibat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana.

Metode: Metode penelitian ini menggunakan Hospital Safety Index yang dikeluarkan oleh WHO dan PAHO adalah alat penilaian kesiapsiagaan rumah sakit. Lokasi penelitian di Rumah sakit X berada di Provinsi DKI Jakarta merupakan rumah sakit Tipe A dengan pelayanan terlengkap, selain sebagai tempat rujukan nasional juga sebagai rumah sakit pendidikan. Berdasarkan data dari BNPB, Provinsi DKI Jakarta termasuk daerah yang berisiko terkena bencana tingkat sedang.

Hasil : Berdasarkan 3 (tiga) kriteria penilaian Hospital Safety Index pada penelitian ini didapatkan hasil : nilai kesiapsiagaan struktural sebesar 0,86, nilai kesiapsiagaan non struktural sebesar 0,96, serta nilai kesiapsiagaan manajemen kegawat daruratan dan bencana sebesar 0,73.

Kesimpulan: Secara keseluruhan nilai kesiapsiagaan pada rumah sakit X sebesar 0,86, termasuk pada Tipe A yang berarti tingkat kesiapsiagaan rumah sakit X sudah siap dalam keadaan darurat dan bencana. Namun pada kesiapsiagaan manajemen kegawat daruratan dan bencana masih perlu perbaikan dan penyempurnaan
Read More
T-5708
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sony Maulana; Pembimbing: Fatma Lestari, Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Hendra Jaya, Cynthia Febriana Maharani
Abstrak:

6 ABSTRAK Nama : Sony Maulana; Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat; Judul : Kesiapsiagaan Emergency Response Team Kota Cilegon Terhadap : Bencana Industri Di Kawasan Industri Zona I; Pembimbing : Prof. Dra.Fatma Lestari, M.Si, PhD. Perkembangan Industri Kota Cilegon memberikan dampak kerawanan bencana teknologi yang tinggi, kerawanan tersebut terlihat dari banyaknya jumlah industri dengan pengelolaan bahan kimia sebagai bahan dasarnya, Luas  Kota Cilegon 17.550 Ha, dengan letak geografis pada posisi  5°52’24” - 6°04’07” Lintang Selatan dan 105°54’05” - 106°05’11” Bujur Timur, jumlah usaha / perusahaan yang ada di Kota Cilegon sebanyak 43.900 perusahaan (Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, 2016), dari sejumlah usaha /perusahaan tersebut Kota Cilegon membagi menjadi tiga Kawasan Industri,  yaitu: a. Zona Satu berada di Kecamatan Citangkil, Ciwandan,  Cilegon, Grogol; b. Zona Dua berada di Kecamatan Citangkil, Ciwandan, Grogol; c. Zona Tiga berada di Kecamatan Grogol dan Pulomerak. Sebagai salahsatu bentuk kesiapsiagaan bencana industri di Kota Cilegon maka dibentuklah Emergency Response Team dari lintas sektoral baik dari unsur TNI-Polri, Lembaga atau Non Lembaga Kementrian, OPD Pemerintah Kota Cilegon di bidang Bencana, Pihak Swasta terutama di tiga kawasan industri yang dikenal dengan Zona AMC (Anyer,  Merak,  Ciwandan ), kawasan dengan Risiko bencana industri terbesar adalah Zona I Kawasan Industri Kota Cilegon, sehingga Zona I membentuk Ciwandan Emergency Response Team sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap bencana industri, dan perlu program , sarana prasarana, jalur komando dalam membangun kesiapsiagaan yang tangguh sebagai kesiapsiagaan terhadap bencana industri. . Kata kunci: Bencana Industri, Kesiapsiagaan , Emergency Response Team Kota Cilegon

Read More
T-5231
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendrik Permana; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi, Tri Noviati, Ibnu Uzail Yamani
Abstrak: ABSTRAK Kejadian kebakaran rumah sakit masih merupakan salah satu bencana yang cukup tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kegagalan dalam merespon keadaan darurat kebakaran dapat menimbulkan kerugian yang besar bahkan kehilangan nyawa. Sumberdaya manusia yang ada, struktur organisasi, tingkat kompleksitas bangunan, karakteristik pasien, masing masing membawa potensi bahaya yang harus dikelola dengan baik. Sehingga diperlukan usaha secara berkelanjutan untuk memastikan semua karyawan RS, sarana dan prasarana serta manajemen dapat merespon keadaan darurat kebakaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapsiagaan dan manajemen kegawatdaruratan Rumah Sakit Umum Pasar Rebo terhadap bahaya kebakaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan melihat gambaran persepsi karyawan terhadap tanggap darurat, kemudian mengevalusi sistem proteksi kebakaran rumah sakit terhadap Peraturan Daerah DKI Jakarta, Peraturan Menteri dan NFPA, selanjutnya menilai indeks keselamatan RS menggunakan hospital safety indeks dari WHO tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada gedung B (8 lantai) dan gedung D (7 lantai + 1 Basement) di Rumah sakit Pasar Rebo Jakarta Timur. Hasil penelitian mengambarkan mayoritas responden (67,7%) mempunyai persepsi baik terhadap tanggap darurat kebakaran di Rumah Sakit Pasar Rebo. Kebijakan rumah sakit, komitmen manajemen dan pentingnya simulasi serta pelatihan kebakaran merupakan hal yang berhubungan secara signifikan untuk meningkatkan persepsi baik karyawan terhadap tanggap darurat kebakaran RS. Nilai sistem proteksi kebakaran gedung B sebesar 78,5% sesuai dengan standar, sedangkan gedung D 64,5% sesuai dengan standar. Komponen kritikal yang perlu ix Universitas Indonesia mendapatkan perhatian pihak rumah sakit agar meningkatkan pemenuhan standar yang ada adalah perbaikan instalasi pompa kebakaran pada gedung D, kompartemenisasi ruang pada gedung, Penghalang api dan asap pada gedung, Perlindungan bukaan vertikal, akses pemadam kebakaran ke lingkungan rumah sakit dan ruang pengendalian operasi. Hasil perhitungan indeks keselamatan Rumah Sakit Pasar Rebo secara keseluruhan berada pada nilai 0,70 (kategori A) artinya Rumah Sakit Pasar Rebo dapat melindungi manusia di dalamnya dan dinilai dapat tetap berfungsi dalam situasi bencana. Komponen yang perlu mendapatkan perhatian RSUD Pasar Rebo guna meningkatkan indeks keselamatan rumah sakit adalah perbaikan dalam elemen-elemen manajemen kegawatdaruratan dan bencana. Kata kunci: kesiapsiagaan; kebakaran; Rumah sakit. Hospital fire incident is still one of the high disaster in both domestic and abroad. Failure to respond to a fire emergency can result in large losses and even loss of life. Existing human resources, organizational structure, level of building complexity, patient characteristics, each carrying potential dangers that must be managed properly. It is therefore necessary to continuously make efforts to ensure that all hospital employees, facilities and infrastructure, and management can respond to a fire emergency situation well. This study aims to determine the description of preparedness and management of Pasar Rebo Hospital's against fire hazard. This research is a descriptive analysis study by looking at the employee's perception of the emergency response, then evaluating the hospital fire protection system to the DKI Jakarta Regulation, the Minister of Public Works and NFPA Regulation, then assessing the hospital safety index using WHO hospital safety index in 2015. This Research is done in Pasar Rebo Hospital of East Jakarta, covering building B (8 floor building) and building D (7 floor + 1 Basement building). The result of the research shows that the majority of respondents (67,7%) have good perception on fire emergency response in Pasar Rebo General Hospital. Hospital policies, management and simulation commitments and fire training are important to improve employee perceptions of hospital fire emergency response. Building fire protection system B 78.5% in accordance with the standard, while building D 64.5% in accordance with the standard. Critical components that need to get the hospital's attention to improve compliance with existing standards include repair of fire pump installations in Building D, compartmentalization of building space, Fire barriers and smoke on buildings, Vertical openings protection, fire-fighting access to hospital environment and control rooms operation. xi Universitas Indonesia The result of the hospital safety index calculation of Pasar Rebo Hospital as a whole is at a value of 0.70 (category A) meaning that Pasar Rebo hospital can protect people in it and be assessed to remain functioning in disaster situations. The components that need to get the attention of Pasar Rebo Hospital to improve the hospital safety index are improvements in emergency and disaster management elements. Keywords: preparedness; fire; hospital.
Read More
T-5198
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suparni; Promotor: Fatma Lestari; Kopromotor: Ede Surya Darmawan, Robiana Modjo; Penguji: Meily LK Widjaja, Doni Hikmat Ramdhan, Baiduri Widanarko, Julianto Witjaksono, Alfajri ismail
Abstrak: Indonesia sebagai negara yang memiliki risiko bencana dengan skala tinggi perlu menyiapkan fasilitas kesehatan yang memiliki tingkat kesiapsiagaan yang baik.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesiapsiagaan RS menghadapi bencana di provinsi Jawa Barat tahun 2017 - 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah semua RS pemerintah tipe A dan B di Provinsi Jawa Barat. Sampel RS penelitian sebanyak 15 RS. Penilaian kesiapsiagaan RS menghadapi bencana dilakukan dengan menggunakan instrumen Hospital Safety Index (HSI) edisi kedua yang dikeluarkan oleh WHO tahun 2015. Kesiapsiagaan RS menghadapi bencana berhubungan dengan faktor internal yaitu pengetahuan, pendidikan dan sikap serta faktor eksternal yaitu kebijakan, pendapatan perkapita dan keterlibatan komunitas. Penilaian faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kesiapsiagaan RS menghadapi bencana dilakukan dengan menggunakan analisis multilevel dengan menggunakan software pengolahan data. Hasil penilaian HSI dianalisis berdasarkan elemen struktural, nonstruktural, dan manajemen kegawatdaruratan dan bencana, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan instrumen HSI untuk mengukur kesiapsiagaan RS menghadapi bencana yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia valid dan reliabel untuk digunakan dalam penilaian. Penilaian kesiapsiagaan RS menghadapi bencana di Provinsi Jawa Barat, 14 RS (93%) berada pada level B, yaitu berisiko dalam menghadapi bencana, RS tidak dapat berfungsi dengan normal dan segera beroperasi pada saat terjadi bencana dan 1 RS (7%) dalam level A yaitu siap menghadapi bencana. Elemen penilaian yang perlu ditingkatkan di semua RS adalah elemen nonstruktural dan elemen manajemen. Faktor internal yang berhubungan dengan kesiapsiagaan RS menghadapi bencana adalah pengetahuan dan sikap. Faktor eksternal yang berhubungan dengan kesiapsiagaan RS menghadapi bencana adalah keterlibatan komunitas. Meningkatkan pengetahuan serta memiliki SDM yang kompeten dalam penanggulangan bencana merupakan implementasi dalam kesiapsiagan. Peraturan daerah diperlukan sebagai kebijakan pemerintah dalam melakukan pengurangan risiko bencana. Keterlibatan masyarakat menjadi penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan RS menghadapi bencana.
Read More
D-404
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avinia Ismiyati; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Berton Suar Panjaitan, Aminah
Abstrak: Kota Palu dan Gorontalo adalah ibu kota provinsi yang terletak di Pulau Sulawesi, Indonesia. Di tahun 2018, Kota Palu mengalami bencana, gempa, tsunami danfenomena likuifaksi yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia dan ratusan ribu orang harus mengungsi. Potensi bencana dan keadaan darurat ini juga berpotensi terhadap Kota Gorontalo yang secara geografis tidak berbeda dengan Kota Palu. Kejadian bencana alam tersebut memberikan dampak terhadap tenaga kerja dan perusahaan, termasuk industri perhotelan Tidak hanya bencana alam, keadaan darurat di industri perhotelan juga dapat terjadi akibat bencana nonalam maupun bencana sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapsiagaan keadaan darurat dan bencana khususnya di bidang perhotelan yang berada di Kota Palu dan Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diadopsi dari APEC tourism risk management dan tourism resilience index. Focus Group Discussions dan Wawancara juga dilakukan untuk mengeksplorasi implementasi manajemen keadaan darurat dan bencana di tempat kerja. Hasil analisis korespondensi berganda faktor kesiapsiagaan manajemen keadaan darurat dan bencana pada hotel di Kota Palu relatif lebih dekat dengan kategori variabel sedang dibandingkan dengan Kota Gorontalo yang relatif cenderung berada pada kategori rendah untuk di seluruh variabel penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, peran serta sektor private dan pemerintah sangat diperlukan untuk membangun sinergisitas program disaster risk reduction baik skala lokal maupun nasional.
Palu and Gorontalo cities are provincial capitals located on Sulawesi Island, Indonesia. In 2018, the city of Palu was hit by the earthquake, tsunami disaster and liquefaction which a phenomenon that caused thousands of people to lose the world and thousands of people had to be displaced. Potential disasters and emergencies also discussed Gorontalo City which is different from Palu City. Natural disasters have an impact on workers and companies, including the hospitality industry. Not only natural disasters, emergency situations in the hotel industry can also occur due to non-natural disasters or social disasters. This study aims to increase the level of emergency and disaster preparedness in the hotel sector in Palu and Gorontalo. The method used in this study is a questionnaire adopted from APEC tourism risk management and tourism resilience index. Focus Group Discussions and Interviews were also conducted to discuss the implementation of emergency and disaster management in the workplace. The results of the multiple correspondence analysis of emergency preparedness and disaster management factors in hotels in Palu are relatively closer to the medium rating, while the emergency and disaasters preparedness factors in Gorontalo were relatively on the low categories for research variables. Based on these results, the participation of the private sector (hospitality industry) and the government is needed to build synergy in disaster risk reduction programs both locally and nationally
Read More
T-5978
Depok : FKM UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nobella Arifannisa Firdausi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Neni Herlina
S-10280
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizqi Ulla Amalliah; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Chandra Satrya, Ridwan Zahdi Sjaaf, Devie FitriOctaviani
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas tentang kesiapsiagaan rumah sakit PKU Muhammadiyah Unit I Yogyakarta dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Penelitian kesiapsiagaan rumah sakit ini mengacu pada Hospital Safety Index yang disusun oleh Pan American Health Organization (PAHO). Penelitian ini dilakukan dengan pengisian cheklist, wawancara, dan observasi terhadap sarana dan fasilitas di rumah sakit. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah Safety Index RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit I dalah 0,63. Dengan demikian maka RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit I termasuk dalam klasifikasi B, dengan implementasi bahwa rumah sakit dapat bertahan dalam situasi bencana, tetapi masih berpotensi risiko mengalami kegagalan dalam menghadapi bencana.


This thesis discusses about hospital preparedness PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit I in the face of natural disasters earthquakes. Hospital preparedness research refers to the Hospital Safety Index compiled by the Pan American Health Organization (PAHO). The research was conducted by charging checklist, interviews, and observations of the equipment and facilities at the hospital. The study design is a qualitative descriptive study. The results showed that the number of PKU Muhammadiyah Hospital Safety Index Yogyakarta Unit I is 0.63. Thus, the RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit I is included in the classification of B, with implementations that hospitals can survive in a disaster, but it still has the potential risk of a failure in the face of disaster.

Read More
T-3887
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jurisman Nazara; Pembimbing: Meily L. Kurniawidjaja,; Lestari, Fatma; Penguji: Dadan Erwandi, Syahrul Efendi Panjaitan, W, Julianto
T-5513
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive