Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35261 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cyntia Kusuma Dewi; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dadan Erwandi, Evi Ratmayana
S-9828
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rindy Agustina; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Anwar Hassan, Ernawati
Abstrak: Salah satu infeksi yang harus dideteksi selama kehamilan adalah infeksi HIV pada ibu karena berpotensi tertular pada bayi yang akan dilahirkannya yaitu sekitar 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap ibu hamil terhadap Provider Initiated Test and Counseling (PITC) di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2017. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah metode simple random sampling sehingga didapat sampel sebanyak 70 orang. Dari hasil analisis multivariat pada penelitian ini didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap ibu hamil terhadap PITC adalah keterpaparan informasi melalui media cetak (p=0,002), keterpaparan informasi melalui media elektronik (p=0,008), keaktifan dalam kegiatan keagamaan (p=0,021) dan dukungan keluarga (p=0,038).
Kata kunci : Sikap, Ibu Hamil, Provider Initiated Test and Counseling, PITC, HIV, Tes HIV

One of the infections that should be detected during pregnancy is HIV infection in pregnant women, because of the potential for infected at birth to the baby about 30%. This study aimed to determine the attitude of pregnant women to Provider Initiated Test and Counseling (PITC) at Pasar Rebo Distric Health Center in 2017. This research type is quantitative with cross sectional design. In this research the sampling technique used is simple random sampling method so that get the sample counted 70 people. From the result of multivariate analysis in this research, the factors that influence the attitude of pregnant mother to PITC are the exposure of information through print media (p=0,002), the exposure of information through electronic media (p=0,008), the activity in religious activity (p=0,021) and family support (p=0,038).
Keywords: Attitude, Pregnant Women, Provider Initiated Test and Counseling, PITC, HIV, HIV Test
Read More
S-9343
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Myta Triendah Astuti; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Sarining Rahajoe
S-6432
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yanti Maranata Samosir; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Indra Murty Surbakti, Yani Haryani S
Abstrak:
Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada masa pasca persalinan merupakan strategi efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dan menurunkan risiko kesehatan ibu dan bayi. Namun, cakupan penggunaan MKJP di UPTD Puskesmas Ratu Jaya masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KBPP MKJP) pada ibu nifas di UPTD Puskesmas Ratu Jaya Kecamatan Cipayung Kota Depok Tahun 2025.  Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan sampel ibu yang memiliki bayi usia kurang dari 12 bulan. Data dianalisis menggunakan regresi Cox untuk memperoleh Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan MKJP sebesar 14,1%. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan KBPP MKJP adalah paritas (PR=2,439; 95%CI:1,315–4,524), pekerjaan (PR=2,197; 95%CI:1,106–4,362), sikap (PR=2,033; 95%CI:1,014–4,075), dan kepesertaan JKN (PR=0,517; 95%CI:0,278–0,959). Paritas merupakan faktor yang paling dominan.  Disimpulkan bahwa penggunaan KBPP MKJP masih rendah dan dipengaruhi oleh faktor predisposisi serta faktor pemungkin. Penguatan konseling dan edukasi KB pasca persalinan perlu ditingkatkan untuk mendorong penggunaan MKJP. Kata kunci: KB pasca persalinan, MKJP, ibu nifas, paritas, JKN.

The use of Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (LARCs) during the postpartum period is an effective strategy to prevent unintended pregnancies and reduce maternal and infant health risks. However, the coverage of postpartum LARC use at Ratu Jaya Primary Health Center remains low. This study aimed to analyze factors associated with the use of Postpartum Family Planning Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (PPFP-LARCs) among postpartum women at Ratu Jaya Primary Health Center, Cipayung District, Depok City, in 2025. This study employed a cross-sectional design involving mothers with infants aged less than 12 months. Data were analyzed using Cox regression to estimate the Prevalence Ratio (PR). The results showed that the proportion of LARC use was 14.1%. Factors associated with PPFP-LARC utilization were parity (PR = 2.439; 95% CI: 1.315–4.524), employment status (PR = 2.197; 95% CI: 1.106–4.362), attitude toward LARCs (PR = 2.033; 95% CI: 1.014–4.075), and National Health Insurance (JKN) membership (PR = 0.517; 95% CI: 0.278–0.959). Parity was identified as the most dominant factor associated with PPFP-LARC use. In conclusion, postpartum LARC utilization remains low and is influenced by predisposing and enabling factors. Strengthening postpartum family planning counseling and education is recommended to increase the uptake of LARCs. Keywords: postpartum family planning, long-acting reversible contraceptive methods (LARCs), postpartum women, parity, National Health Insurance (JKN).
Read More
T-7702
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heny Fitrianty; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella Nurlella Hadi, Yusro
S-6457
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Handayani; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Tri Yunis Miko, Rita Nirmaya Dewi
S-6648
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Pebrianti; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dadan Erwandi, Hadi Pratomo, Hervita Diatri, Indra Supradewi
Abstrak: Tesis ini membahas kecemasan ibu hamil dengan riwayat keguguran di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk. Ibu hamil dengan riwayat keguguran sebelumnya memiliki tingkat kecemasan dalam kehamilan lebih tinggi daripada ibu hamil tanpa riwayat keguguran. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil dengan riwayat keguguran. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2020. Tempat penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Kota Jakarta Barat. Analisis bivariat menggunakan uji Kai Kuadrat sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan ibu hamil dengan riwayat keguguran yang mengalami kecemasan sebesar 65,4%. Analisis multivariat menunjukkan variabel yang berhubungan bermakna terhadap kecemasan ibu hamil dengan riwayat keguguran adalah variabel interval kehamilan, dukungan sosial, dan usia kehamilan (p-value <0,05). Hasil analisis didapatkan OR tertinggi pada variabel interval kehamilan yaitu 5,9 (95% CI 2,119-16,447), artinya ibu yang memiliki interval kehamilan pendek (<6 bulan) berisiko mengalami kecemasan hampir 6 kali lebih tinggi dibandingkan ibu yang memiliki interval kehamilan panjang (≥6 bulan). Variabel paling dominan yang berhubungan pada kecemasan ibu hamil dengan riwayat keguguran adalah interval kehamilan
This thesis discusses the anxiety of pregnant women with a history of miscarriage at the Puskesmas Kebon Jeruk District. Pregnant women with a history of previous miscarriage have higher levels of anxiety during pregnancy than women without a history of miscarriage. The research objective was to determine the factors associated with anxiety of pregnant women with a history of miscarriage. The research design used a quantitative approach with a cross-sectional method. Data collection was carried out in June-August 2020. The research site was in the work area of Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, West Jakarta City. The bivariate analysis used a Chi-Squared test while multivariate analysis used logistic regression.The results showed that 65.4% of pregnant women with a history of miscarriage experienced anxiety. Multivariate analysis showed that the variables significantly related to the anxiety of pregnant women with a history of miscarriage were pregnancy interval, social support, and gestational age (p-value <0.05). The results of the analysis obtained the highest OR on the pregnancy interval variable, namely 5.9 (95% CI 2.119-16.447), meaning that mothers who have a short pregnancy interval (<6 months) were at risk of experiencing anxiety almost 6 times higher than mothers who have long pregnancy intervals ( ≥6 months). The most dominant variable related to the anxiety of pregnant women with a history of miscarriage was the pregnancy interval
Read More
T-6041
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitaria Sari; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Putri Bungsu, Ibu NS Dami
Abstrak: Kontrasepsi IUD pasca plasenta merupakan salah satu metode dalam menurunkan unmeet need KB untuk mengendalikan kejadian kehamilan tidak diinginkan serta kematian ibu dan bayi. Di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, capaian penggunaan kontrasepsi pasca plasenta belum mencapai target dan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pasca plasenta pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Jatinegara Tahun 2017. Dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2017 menggunakan design potong lintang. Populasi adalah seluruh ibu bersalin usia 15-49 tahun yang sudah kawin dan melahirkan pada bulan November 2016 sampai April 2017 serta berdomisili di wilayah Kecamatan Jatinegara sebanyak 333 orang, jumlah sampel 122 orang yang diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan pedoman kuesioner, analisis bivariat dengan uji Kai kuadrat. Hasil penelitian diperoleh 36,9% responden menggunakan kontrasepsi pasca plasenta. Faktor predisposisi yang berhubungan signifikan adalah pengetahuan (nilai p < 0,005), sikap (nilai p < 0,005), jumlah anak (nilai p 0,018). Faktor penguat yang berhubungan signifikan adalah konseling (nilai p = 0,005). Saran untuk Puskesmas adalah meningkatkan upaya promosi kesehatan KB, melakukan penyuluhan dalam kegiatan masyarakat, meningkatkan pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat, melengkapi informasi konseling KB, membuat Klinik khusus konseling KB dan KIA.
Kata kunci: Ibu bersalin; Kontrasepsi; Pasca Plasenta

Intra Uterine Device of post placenta contraceptive is one method in lowering unmeet need contraceptive to control the incidence of unwanted pregnancy and the death of the mother and the baby. In Jatinegara Subdistrict health centers the achievement of placental contraceptive has not yet reached the target and decreased from the previous year. This research aims to know the factors that relate to the use of post placental contraception on maternal maternity clinics in the region of subdistrict Jatinegara in 2017. Implemented in May-June 2017 using cross sectional design. The population was the entire birthing mothers ages 15-49 years already married and gave birth in November 2016 until April 2017 also domiciled in subdistrict Jatinegara as much as 333 people, the number of samples of 122 people taken in simple random sampling. Data collected through structured interviews with the guidelines of the questionnaire, the bivariat analysis using chi square test. Research results gained 36.9% of respondents using contraception post placental. Predisposing factors are significant related knowledge (p value < 0.005), attitude (p value < 0.005), number of children (p value = 0.018). Reinforcing factor is significant related counseling (p value = 0.005). Advice to Clinics is improve health promotion of Family Planning, do health education in the community activities, increasing the empowerment and collaboration with the community, complete the counseling information of Family Planning, making special counseling Clinic of Family Planning and Maternal & Neonatal care.
Keywords: Maternal mother; Contraception; Post - Placental
Read More
S-9429
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Sakinah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyon, Rizki Noviana Purnama
Abstrak: Belum diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pasca persalinan di Puskesmas kecamatan Jagakarsa membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang factor apa saja yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pasca persalinan di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Faktor-faktor yang akan diteliti adalah: faktor predisposisi (pengetahuan ibu tentang kontrasepsi dan layanan KB, sikap ibu terhadap kontrasepsi, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anak hidup, umur anak terkecil, niat reproduksi dan otonomi terhadap fertilitas dan KB), faktor pemungkin (keterjangkauan terhadap layanan KB) dan faktor penguat (dukungan suami dan konseling KB).   Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol yang dilakukan pada bulan Mei – Juni 2013. Dalam penelitian ini populasi kasus adalah semua wanita yang berusia 15-49 tahun, mempunyai anak terkecil dengan usia 0-42 hari dan menggunakan kontrasepsi. Sedangkan populasi control adalah semua wanita yang berusia 15-49 tahun, mempunyai anak tterkecil dengan usia 0-42 hari dan belum menggunakan kontrasepsi. Jumlah sampel yang didapat dari rumus uji beda dua proporsi adalah 49 responden untuk kelompok kasus dan 49 responden untuk kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan sistematik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengajkan pertanyaan yang ada pada kuesioner.
 

The unknown factors affecting postpartum contraceptive use in sub-district health centers Jagakarsa makes the writer interested in conducting research on the factors that influence the use of postpartum contraception in Jagakarsa district health center. The factors that will be examined are: predisposing factors (maternal knowledge about contraception and family planning services, maternal attitudes toward contraception, maternal age, maternal education, maternal occupation, number of living children, the youngest child age, reproductive intentions and autonomy on fertility and family planning) , enabling factors (affordability of family planning services) and reinforcing factors (husband support and counseling KB). This research is quantitative research design of case-control study conducted in May-June 2013. In the case of this study population was all women aged 15-49 years, had the smallest child to the age of 0-42 days and using contraception. While population control is all women aged 15-49, have children ages 0-42 tterkecil the day and not using contraception. Number of samples obtained from two different test formula proportions were 49 respondents for the case group and 49 respondents to the control group. Sampling was done by systematic random sampling. Data collected by mengajkan question on the questionnaire.
Read More
S-7944
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yayan Suheryan; Pembimbing: H.E. Kusdinar Achmad, Kusharisupeni; Penguji: Sandra Fikawati, Dewi Permaesih, Ella Nurlelawati
Abstrak:

Inisiasi pemberian ASI dini dalam l jam setelah bayi lahir merupakan kebutuhan dasar bayi untuk kelangsungan hidup dan dapat meningkatkan kesehatan ibu serta menentukan lamanya pcmberian ASI. Prevalensi inisiasi pembcrian ASI dini 1 jam di DKI Jakarta masih rendah yaitu hanya 40,4%, propinsi tetangganya Banten yaitu 53,3% dan negara maju seperti Amerika Serikat dan Belanda yang sudah mencapai lebih dad 75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengelahui inisiasi pemberian ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Pasar Minggu Jakarta Selatan tahlm 2005 dan faktor-faktor yang diduga berhubungan. Rancangan penelitian menggunakan lnetoda poiong lintang (cross-sectional) dcngan pcngumpulan data primer di wilayah kerja Puskesmas Pasar Minggu dan dilaksanakan pada tanggal 20 April sampai dengan tanggal I0 Mei 2006 pada 136 responden. Sampel yang dipilih memenuhi kritéria berada di wilayah kerja dan tercatat di Puskesmas Pasar Minggu, usia hamil antara 20 -35 tahun, penolong persalinan tenaga kesehatan tapi bukan dokter snesialis, persalinan normal dengan berat badan lahir lebih dari 2500 gram, dan dengan kelafmiran anak kedua atau lebih. Kriteria yang tidak termasuk dalam sampél adalah ibu dengan persalinan oleh Doktcr Spesialis, dan persalinan dengan berat bayi kurang dari 2500 gram. Hasil penelitian menyimpulkan inisiasi pemberian ASI dini relatif masih rendah 49,3%. Scmentai-a, satu-satunya faktor yang berhubungan dengan inisiasi pemberian ASI dini adalah riwayat mcnyusui dini dengan lama menyusui lebih 6 bulan pada bayi scbelumnya (OR = 2,8). Masih rendahnya proporsi inisiasi pemberian ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Pasar Minggu disarankan agar pertugas kesehalan khususnya bidan lebih memusatkan program pcnanggulangan agar ibu-ibu dapat memberikan inisiasi ASI dini pada kchamilan pertama dalam benluk kegiatan antenatal termasuk kegiatan promosi dan konseling yang memadai.


Breastfeeding initiation within the tirst hour alter delivery is the baby?s basic need for survival and can improve the health of mothers as well as determine the length of breastfeeding duration. Prevalence of breastfeeding initiation within the first hour in Jakarta Province is still low (40,4%), much lower than Banten Province (53,3%) and developed Countries (United States and The Netherland) which have achieved more than 75%. This study is aimed to know the immediate breasrfeeding initiation of the data at the Public Health Centre Pasar Minggu South of Jakarta in 2005 and the related factors. The design for this study is ?cross-sectional? with the primary data collection of 136 respondents on April 20"' until May lO"?, 2006 in the workarea of Public Health Centre Pasar Minggu. The criteria of the respondents selection is depended on their existence and records in the Public Health Centre of Pasar Minggu, pregnancy age between 20 - 35 years old, birth delivery assisted by health professional but not by medical specialist, normal delivery with birth Weight of more than 2500 gram, and with two children or more. The results of this study conclude that immediate breastfeeding initiation within the first hour is relatively low (49,3%), while factor which are significantly related to the immediate breastfeeding initiation is immediate breastfeeding history (0R=2,8). In relation with the proportion of immediate breasfeeding initiation in the area of Public Health Center Pasar Minggu South of Jakarta, the following points are suggested or advised by the Public Health Centre officers especially to midwife is to perform antenatal care as well as appropiate counseling about the immediate act of breastfeeding by mothers on the their first pregnancy.

Read More
T-2274
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive