Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34723 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ronaningtyas Maharani; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Mieke Savitri, Lies Nugrohowati, W.F.P. Kaunang
B-2007
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochammad Perbowo; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Mulyo Harsono
S-6209
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muchtar; Pembimbing : Adik Wibowo; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Sumijatun; Luzi Adriyanti
Abstrak: Komunikasi terapeutik yang efektif dan efisien antara perawat dan pasien adalah salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan tingkat kepuasan. Tingkat kepuasan pasien merupakan salah satu hal yang mempengaruhi mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara komunikasi terapeutik terhadap tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Koja. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan desain korelasi yang melibatkan 100 pasien yang dipilih secara random sampling. Data dianalisis dengan korelasi pearson, uji T independen dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien. Tahapan komunikasi terapeutik yang paling berhubungan dengan kepuasan pasien adalah tahap kerja. Saran dari hasil penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik dengan melakukan pelatihan komunikasi terapeutik untuk meningkatkan kepuasan pasien.
Read More
B-2092
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chrismatovanie Gloria; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Anhari Achadi, Risma Yulius, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak:
Rekam medis merupakan unsur yang wajib dipenuhi didalam sebuah rumah sakit, dengan sistem manajemen rekam medis yang baik secara otomatis akan meningkatkan mutu pelayanan baik bagi pasien maupun bagi rumah sakit. Tesis ini membahas tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam pengembalian berkas rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei tahun 2021. Dimana terdapat 3 faktor yaitu faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross sectional. Data berupa data sekunder yang didapat dari rekam medis dan data primer dari kuesioner yang melibatkan seluruh populasi perawat yang bertugas di ruang rawat inap dari Januari hingga Februari 2021. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara umur, masa kerja, status kepegawaian dan pengetahuan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi rumah sakit dengan karakteristik yang sama khususnya manajemen Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei dalam kepatuhan pengembalian rekam medis pasien di rawat inap.

Medical records are an element that must be fulfilled in a hospital with a good medical record management system that will automatically improve the quality of service for both patients and hospitals. This thesis discusses what factors influence nurse compliance in returning inpatient medical record files at the Kalawa Atei Mental Hospital in 2021. Where there are 3 factors, namely individual factors, pshycology factors and organization factors. This research uses quantitative research with cross sectional method. Data in the form of secondary data obtained from medical records and primary data from questionnaires involving the entire population of nurses who served in inpatient rooms from January to February 2021. The results showed a significant relationship between age, years of service, employment status and knowledge. It is hoped that this research can be input for hospitals with the same characteristics, especially the management of the Kalawa Atei Mental Hospital in compliance with returning medical records of inpatients
Read More
B-2235
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jemmi R Bulkhaftab; Pembimbing: Ascobat Gani, Irma Suryani; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas
Abstrak:

Beban kerja yang dilimpahkan kepada perawat untuk memasukkan data administrasi pasien ke dalam komputer mengambil sebagian waktu perhatian untuk pasien. Kemampuan perawat untuk memasukkan data ke dalam komputer berbeda - beda memberi dampak terhadap jumlah waktu yang berkurang kepada pasien. Kebijakan regulasi yang diambil pihak manajemen rumah sakit untuk menugaskan perawat melaksanakan aktivitas pemasukan data. Pemanfaatan komputer untuk pemasukan data yang harus tetap menjaga kerahasiaan pasien. Keluhan pada perawat yang mengatakan beban kerjanya terlalu tinggi karena harus melaksanakan tugas pemasukan data yang merupakan tugas administrasi. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap ibu RSIA Hermina Podomoro menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling dan kemudian hasil observasi dianalisis dan dilakukan wawancara kepada perawat. Pemasukan data mencapai 7,04% dan jenis tugas perawat di rumah sakit 39,87% dengan 2 orang perawat mengeluh pemasukan data dilakukan setelah jam kerja. Disarankan pemasukan data pasien yang dilakukan setelah melaksanakan secara penuh tugas perawat di rumah sakit. Diperlukan pengkajian kegiatan asisten dokter dan lain-lain yang dimungkinkan untuk disederhanakan. Kata Kunci: Beban Kerja, Pemasukan Data.


 The workload is delegated to nurses to enter data into the computer patient administratiotook some time for patient care. The ability of nurses to enter data into computers of differeimpacts on the reduced amount of time to patients. Regulatory policy taken by the hospitamanagement to assign nurses perform data entry activity. Use of computers for data entry thamust keep patient confidentiality. Complaints to the nurse who said her workload is too hig because they have to perform data entry tasks that are administrative duties. The study was conducted in mother of wards using quantitative and qualitative approacheto observe the activities of nurses according to the method of work sampling then analyzed thresults of observations and interviews with nurses. The data entry reached 7.04% and the typof duties of nurses in hospitals 39.87% with 2 nurses complain of data entry is done aftbusiness hours. It is recommended that the patient data entry is done after fully carrying out theduties of nurses at the hospital. Assessment activities required physician assistants and othethat it is possible to be simplified. Keywords: Workload, Data Entry

Read More
B-1448
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cokorda Gde Bagus Darma Putra; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Purnawan Junadi, Syaifuddin Zuhri
Abstrak:
Komunikasi, khususnya komunikasi interprofesional antara dokter dengan perawat memainkan peranan penting dalarn keselarnatan pasien di rumah saldt. Banyak kejadian fatal dan tidak diinginkan merupakan akibat dari komunikasi yang tidak efektif antar pemberi layanan kesehatan. Joint Commission on the Accreditation af Healthcare Organizations (JCAHO) menyatakan perbaikan komunikasi antar profesi dalarn pelayanan kesehatan sebagai salah satu tujuan program keselamatan pasien. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa disamping aspek-aspek komunikasi yang umum diterima seperti keterbukaan, saling pengertian, ketepatan waktu, dan keakuratan informasi, maka model mental bersama dapat merdngkatkan efektifitas komunikasi. Sikap, pengetahuan, lingkungan, dinatnika interaksi, dan keterampilan individu dalam suatu tim dihipotesiskan mempengaruhi model mental bersama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan (beserta derajat lmbungan) antara model mental bersarna (tennasuk faktor-faktor yang mempengarahinya) dengan komunikasi efektif pada dokter dan perawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan koantitatif dengan analisis jalur menggunnkan model persamaan terstruktur (structural equation modeling/SEM).

Communication. especially interprofessional communication between physician and nurse, plays an important role in patient safety at hospital, Many adverse and sentinel events were the result of ineffective communication between health care providers. Joint Commission on the Accreditation of Healthcare Organizations (JCAHO) adressed improvements of communication between professions in health care as one of their goals in patient safety. According to recent researches. besides traditional aspects of effective communication, such as openness, mutual underntanding, timely, and information accuracy; shared mental model could improve communication toward effectiveness, There has been hypothetized that attitude, knowledge, environment, interaction dynamics) and skills amongst team members could influence shared mentall. The aim of this research is to find the relationship along with its degree between shared mental model (including factorn that influence it) and effective communication in physicians and nurses interactions. This research used quantitative approach with path analysis using strnctutal equation modeling (SEM) method toward 188 respondents.
Read More
B-1298
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evie Ni'matunnisa; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Septiara Putri, Titi Anggraini Nasution, Avicena M. Iqbal
Abstrak:

Tesis ini membahas tingkat kepatuhan dokter dalam meresepkan obat formularium nasional di RS Multazam Medika tahun 2018. Pelayanan farmasi yang bermutu merupakan salah satu indikator untuk menilai kinerja rumah sakit dalam hal kendali mutu dan biaya. Pada lokasi tempat penelitian didapatkan gambaran peresepan obat pasien BPJS diluar formularium nasional sehingga mengakibatkan peningkatan biaya paket. Tingkat kepatuhan dokter dalam meresepkan obat formularium nasional di RS Multazam Medika tahun 2018 adalah 79,4%, dimana tingkat kepatuhan terendah terjadi di UGD (58,4%), dan poli syaraf (68,4%). Pada wawancara terdapat hubungan antara pengetahuan, informasi, sikap dan motivasi yang mempengaruhi faktor kepatuhan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini dengan metode kuantitatif untuk mengetahui persentase kepatuhan dokter dan metode kualitatif dengan wawancara mendalam. Kata Kunci: Farmasi, Formularium Nasional (Fornas), Kepatuhan Dokter, Peresepan Obat.


This thesis discusses the level of compliance of doctors in prescribing national formulary drugs at Multazam Medika Hospital in 2018. Quality pharmaceutical services are one of the indicators to assess hospital performance in terms of quality and cost control. At the location where the study was obtained, an overview of the prescription of drugs for BPJS patients outside the national formulary resulted in an increase in package costs. The level of compliance of doctors in prescribing national formulary drugs at Multazam Medika Hospital in 2018 was 79.4%, where the lowest level of adherence occurred in the ER (58.4%), and neuroscientists (68.4%). In the interview, there is a relationship between knowledge, information, attitudes and motivation which influence the compliance factor. The method used in this research is quantitative methods to determine the percentage of doctors' compliance and qualitative methods with in-depth interviews. Keywords: Pharmacy, National Formulary, Doctor's Compliance, Prescribing Medicines.

Read More
B-2585
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dandy Maslow Panungkunan; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Mardiati Nadjib, Sumijatun
B-1424
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Bagus Surya Putra Munuaba; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Yuli Prapancha Satar, Budi Hartono
Abstrak:

ABSTRAK Budaya  keselamatan  pasien  baru  mulai  tumbuh  di  RSU  Manuaba  setelah dicanangkan  dan  dibentuknya  Tim  Keselamatan  Pasien  Rumah  Sakit  RSU Manuaba tahun 2009. Belum berjalan dengan baiknya sistem pelatihan yang ada  terutama  dalam  konsep  keselamatan  pasien  menggambarkan  belum adanya upaya rumah sakit dalam meningkatkan mutu rumah sakit terutama mutu SDMnya. Oleh karena itu peneliti  ingin  mengetahui  kesiapan perawat dalam menerapkan konsep keselamatan pasien di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan menggunakan desain  operational  research dengan pendekatan kualitatif  jumlah sampel sebanyak 51 orang, yang merupakan jumlah total perawat RSU Manuaba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa untuk saat ini perawat belum siap untuk menerapkan konsep keselamatan pasien di rumah sakit, kebijakan keselamatan pasien dan SOP sudah ada tapi belum disosialisasikan dengan baik dan berkelanjutan. Ada perubahan nilai pengetahuan dan sikap perawat ketika diukur sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Anggaran mengenai pendidikan dan pelatihan  keselamatan pasien belum ada. Pihak rumah perlu meningkatkan pendidikan dan pelatihan mengenai konsep keselamatan pasien agar terwujud budaya keselamatan pasien di lingkungan perawat RSU Manuaba. Kata Kunci :  Keselamatan Pasien, Perawat, Pendidikan, Pelatihan.


 Patient safety culture has just begun at Manuaba General Hospital after declerated and performed patient safety  team at 2009. The Patient Safety concept had not worked out properly,the hospital had not strongly forced to improve quality of human resources. The  study investigated the preparation of nurses in managing patient safety concept at Manuaba General Hospital. The study used research operational design with qualitative method, total sample were 51 nurses who worked at Manuaba General Hospital. The result showed nurses had not ready to implemantation patient safety  concept, patient safety policy and standart operational procedure had established but not been good and continously sosialized. There was proggression of knowledge and attitude of nurses pre and post training.There was no budget for patient safety training. The manangement of Hospital need to increase education anda training of patient safety to create it concept as a culture in Manuaba General Hospital. Key words : Patient Safety, Nurse, Education, Training

Read More
B-1454
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nyoman Dima Fajar Prawesti; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Mieke Savitri, Chandra Purnama H., I Wayan Budiana
Abstrak:

Abstrak

Pengkajian resep merupakan kegiatan farmasi klinik yang meliputi pengkajian admininstratif, kesesuaian farmasetis, dan kesesuaian klinis untuk meminimalkan terjadinya kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan dari petugas farmasi dan menganalisa hubungan karakteristik individu, motivasi, kepemimpinan, imbalan dan suber daya terhadap kepatuhan dari petugas farmasi dalam melaksanakan pengkajian resep di Rumah Sakit Umum Ganesha Tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan kuisioner yang disebar ke seluruh petugas farmasi. Total jumlah sampel sebanyak 31 orang petugas farmasi. Hasil penelitian menyatakan lebih dari setengah petugas farmasi memiliki kepatuhan kurang terhadap pelaksanaan pengkajian resep. Variabel yang mempengaruhi kepatuhan petugas farmasi dalam melaksanakan pengkajian resep adalah masa kerja p=0,003, kepemimpinan p=0,017 dan imbalan p=0,001. Perlu dilakukan manajemen SDM yang baik, evaluasi pemberian imbalan dan membuat kebijakan terkait reward serta punishment yang adil bagi petugas farmasi. Selain itu, rutin dilaksanakannya pelatihan dan pengawasan untuk mengevaluasi hasil kerja dari petugas farmasi dalam melaksanakan pengkajian resep.Kata Kunci :Kepatuhan, pengkajian resep, petugas farmasi.


Prescription screening is a clinical pharmacy activity contain of an administrative screening, pharmaceutics compatibility and clinic compatibility to minimalize medication errors. The aims of this study is to understand compliance overview from the pharmacy officer and analyze the relationship of individual characteristic, motivation, leadership, reward and resources with compliance from pharmacy officer in order to do screening prescription at Ganesha General Hospital in 2018. The method of this study was a cross sectional quantitative study using questionnaire to 31 pharmacy officer as a sample. The result of the study showed that more than half of the pharmacy officer have less compliance to prescription screening activity. The variables that affected pharmacy officer compliance in doing prescription screening was working period p 0,003, leadership p 0,017 and reward p 0,001. An effective human resource management, reward evaluation, a fair reward and punishment policyfor pharmacy officer are needed. In addition, routine training and supervision are also important to evaluate the performance of pharmacy officer in doing prescription screening.Key Words Compliance, prescription screening, Pharmacy officer.

Read More
B-2029
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive