Ditemukan 34723 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Beban kerja yang dilimpahkan kepada perawat untuk memasukkan data administrasi pasien ke dalam komputer mengambil sebagian waktu perhatian untuk pasien. Kemampuan perawat untuk memasukkan data ke dalam komputer berbeda - beda memberi dampak terhadap jumlah waktu yang berkurang kepada pasien. Kebijakan regulasi yang diambil pihak manajemen rumah sakit untuk menugaskan perawat melaksanakan aktivitas pemasukan data. Pemanfaatan komputer untuk pemasukan data yang harus tetap menjaga kerahasiaan pasien. Keluhan pada perawat yang mengatakan beban kerjanya terlalu tinggi karena harus melaksanakan tugas pemasukan data yang merupakan tugas administrasi. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap ibu RSIA Hermina Podomoro menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling dan kemudian hasil observasi dianalisis dan dilakukan wawancara kepada perawat. Pemasukan data mencapai 7,04% dan jenis tugas perawat di rumah sakit 39,87% dengan 2 orang perawat mengeluh pemasukan data dilakukan setelah jam kerja. Disarankan pemasukan data pasien yang dilakukan setelah melaksanakan secara penuh tugas perawat di rumah sakit. Diperlukan pengkajian kegiatan asisten dokter dan lain-lain yang dimungkinkan untuk disederhanakan. Kata Kunci: Beban Kerja, Pemasukan Data.
The workload is delegated to nurses to enter data into the computer patient administratiotook some time for patient care. The ability of nurses to enter data into computers of differeimpacts on the reduced amount of time to patients. Regulatory policy taken by the hospitamanagement to assign nurses perform data entry activity. Use of computers for data entry thamust keep patient confidentiality. Complaints to the nurse who said her workload is too hig because they have to perform data entry tasks that are administrative duties. The study was conducted in mother of wards using quantitative and qualitative approacheto observe the activities of nurses according to the method of work sampling then analyzed thresults of observations and interviews with nurses. The data entry reached 7.04% and the typof duties of nurses in hospitals 39.87% with 2 nurses complain of data entry is done aftbusiness hours. It is recommended that the patient data entry is done after fully carrying out theduties of nurses at the hospital. Assessment activities required physician assistants and othethat it is possible to be simplified. Keywords: Workload, Data Entry
Tesis ini membahas tingkat kepatuhan dokter dalam meresepkan obat formularium nasional di RS Multazam Medika tahun 2018. Pelayanan farmasi yang bermutu merupakan salah satu indikator untuk menilai kinerja rumah sakit dalam hal kendali mutu dan biaya. Pada lokasi tempat penelitian didapatkan gambaran peresepan obat pasien BPJS diluar formularium nasional sehingga mengakibatkan peningkatan biaya paket. Tingkat kepatuhan dokter dalam meresepkan obat formularium nasional di RS Multazam Medika tahun 2018 adalah 79,4%, dimana tingkat kepatuhan terendah terjadi di UGD (58,4%), dan poli syaraf (68,4%). Pada wawancara terdapat hubungan antara pengetahuan, informasi, sikap dan motivasi yang mempengaruhi faktor kepatuhan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini dengan metode kuantitatif untuk mengetahui persentase kepatuhan dokter dan metode kualitatif dengan wawancara mendalam. Kata Kunci: Farmasi, Formularium Nasional (Fornas), Kepatuhan Dokter, Peresepan Obat.
This thesis discusses the level of compliance of doctors in prescribing national formulary drugs at Multazam Medika Hospital in 2018. Quality pharmaceutical services are one of the indicators to assess hospital performance in terms of quality and cost control. At the location where the study was obtained, an overview of the prescription of drugs for BPJS patients outside the national formulary resulted in an increase in package costs. The level of compliance of doctors in prescribing national formulary drugs at Multazam Medika Hospital in 2018 was 79.4%, where the lowest level of adherence occurred in the ER (58.4%), and neuroscientists (68.4%). In the interview, there is a relationship between knowledge, information, attitudes and motivation which influence the compliance factor. The method used in this research is quantitative methods to determine the percentage of doctors' compliance and qualitative methods with in-depth interviews. Keywords: Pharmacy, National Formulary, Doctor's Compliance, Prescribing Medicines.
ABSTRAK Budaya keselamatan pasien baru mulai tumbuh di RSU Manuaba setelah dicanangkan dan dibentuknya Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit RSU Manuaba tahun 2009. Belum berjalan dengan baiknya sistem pelatihan yang ada terutama dalam konsep keselamatan pasien menggambarkan belum adanya upaya rumah sakit dalam meningkatkan mutu rumah sakit terutama mutu SDMnya. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui kesiapan perawat dalam menerapkan konsep keselamatan pasien di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan menggunakan desain operational research dengan pendekatan kualitatif jumlah sampel sebanyak 51 orang, yang merupakan jumlah total perawat RSU Manuaba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa untuk saat ini perawat belum siap untuk menerapkan konsep keselamatan pasien di rumah sakit, kebijakan keselamatan pasien dan SOP sudah ada tapi belum disosialisasikan dengan baik dan berkelanjutan. Ada perubahan nilai pengetahuan dan sikap perawat ketika diukur sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Anggaran mengenai pendidikan dan pelatihan keselamatan pasien belum ada. Pihak rumah perlu meningkatkan pendidikan dan pelatihan mengenai konsep keselamatan pasien agar terwujud budaya keselamatan pasien di lingkungan perawat RSU Manuaba. Kata Kunci : Keselamatan Pasien, Perawat, Pendidikan, Pelatihan.
Patient safety culture has just begun at Manuaba General Hospital after declerated and performed patient safety team at 2009. The Patient Safety concept had not worked out properly,the hospital had not strongly forced to improve quality of human resources. The study investigated the preparation of nurses in managing patient safety concept at Manuaba General Hospital. The study used research operational design with qualitative method, total sample were 51 nurses who worked at Manuaba General Hospital. The result showed nurses had not ready to implemantation patient safety concept, patient safety policy and standart operational procedure had established but not been good and continously sosialized. There was proggression of knowledge and attitude of nurses pre and post training.There was no budget for patient safety training. The manangement of Hospital need to increase education anda training of patient safety to create it concept as a culture in Manuaba General Hospital. Key words : Patient Safety, Nurse, Education, Training
Abstrak
Pengkajian resep merupakan kegiatan farmasi klinik yang meliputi pengkajian admininstratif, kesesuaian farmasetis, dan kesesuaian klinis untuk meminimalkan terjadinya kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan dari petugas farmasi dan menganalisa hubungan karakteristik individu, motivasi, kepemimpinan, imbalan dan suber daya terhadap kepatuhan dari petugas farmasi dalam melaksanakan pengkajian resep di Rumah Sakit Umum Ganesha Tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan kuisioner yang disebar ke seluruh petugas farmasi. Total jumlah sampel sebanyak 31 orang petugas farmasi. Hasil penelitian menyatakan lebih dari setengah petugas farmasi memiliki kepatuhan kurang terhadap pelaksanaan pengkajian resep. Variabel yang mempengaruhi kepatuhan petugas farmasi dalam melaksanakan pengkajian resep adalah masa kerja p=0,003, kepemimpinan p=0,017 dan imbalan p=0,001. Perlu dilakukan manajemen SDM yang baik, evaluasi pemberian imbalan dan membuat kebijakan terkait reward serta punishment yang adil bagi petugas farmasi. Selain itu, rutin dilaksanakannya pelatihan dan pengawasan untuk mengevaluasi hasil kerja dari petugas farmasi dalam melaksanakan pengkajian resep.Kata Kunci :Kepatuhan, pengkajian resep, petugas farmasi.
Prescription screening is a clinical pharmacy activity contain of an administrative screening, pharmaceutics compatibility and clinic compatibility to minimalize medication errors. The aims of this study is to understand compliance overview from the pharmacy officer and analyze the relationship of individual characteristic, motivation, leadership, reward and resources with compliance from pharmacy officer in order to do screening prescription at Ganesha General Hospital in 2018. The method of this study was a cross sectional quantitative study using questionnaire to 31 pharmacy officer as a sample. The result of the study showed that more than half of the pharmacy officer have less compliance to prescription screening activity. The variables that affected pharmacy officer compliance in doing prescription screening was working period p 0,003, leadership p 0,017 and reward p 0,001. An effective human resource management, reward evaluation, a fair reward and punishment policyfor pharmacy officer are needed. In addition, routine training and supervision are also important to evaluate the performance of pharmacy officer in doing prescription screening.Key Words Compliance, prescription screening, Pharmacy officer.
