Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32313 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Arum Ambarsari; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Zayanah, Linda Lidya
Abstrak: Penggunaan ARV yang semakin meluas sebagai pengobatan pada pasien HIV memberikan harapanhidup yang lebih baik bagi ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhi kesintasan hidup pasien HIV/AIDS yang mengakses ARV di Puskesmas Jakarta Barattahun 2015-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospekstif menggunakan data rekam medispasien HIV. Sampel penelitian adalah pasien HIV yang mengakses ARV di Puskesmas Jakarta Baratpada tahun 2015-2017, yaitu sebanyak 480 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan probabilitaskesintasan pasien HIV selama 1, 2 dan 3 tahun pengamatan sebesar 95,2%, 91,7% dan 78,3% denganinsidens rate sebesar 4 per 1000 orang-bulan. Hasil analisis dengan regresi cox menunjukkan bahwapasien dengan koinfeksi TB lebih cepat 2,62 kali untuk meninggal dibandingkan pasien tanpakoinfeksi TB (HR = 2,621; 95%CI: 1,027-6,407, nilai P = 0,035). Untuk pasien HIV dengan tingkatadherensi minum ARV < 95% lebih cepat 9,29 kali untuk meninggal dibandingkan pasien dengantingkat adherensi ≥ 95% (HR= 9,298; 95%CI: 4,653-18,660, nilai P = 0,000).Kata kunci:HIV, ARV, Kesintasan
Widely use of ARV as treatment in people living with HIV has giving better life expectancy. Weconducted a retrospective cohort study to analyze 3 years survival time and associated factors among480 patients with HIV/AIDS who received ARV in 8 Public Health Center at West Jakarta. KaplanMeier and Cox Proportion hazard regression were used to calculate the survival time and itsassociated factors, respectively. The cumulative survival rates of those receiving ARV in 1,2 and 3years were 95,2%, 91,7% and 78,3%. Multivariate Cox Regression analysis showed that patients withTB-coinfection were at a higher risk of death from AIDS-related diseases (HR = 2,621; 95%CI:1,027-6,407, nilai P = 0,035) than patients without TB-coinfection. Patients with ARV adherence<95% were at a higher risk of death from AIDS-related diseases (HR = 9,298; 95%CI: 4,633-18,660,nilai P = 0,000) than patients with adherence ≥95%.Key words:HIV, ARV, survival.
Read More
T-5171
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauziyah Hasani; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Soroy Lardo, Mulia Sugiarti
Abstrak: Terapi Antiretroviral (ARV) merupakan revolusi dalam pengobatan pasien HIV/AIDS. Beberapa faktor prognosis yang diketahui mempengaruhi kesintasan hidup pasien terapi ARV adalah umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, stadium klinis, status fungsional, kadar CD4 awal, cara penularan HIV, infeksi oportunistik, jenis ARV yang digunakan, dan kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor prognosis yang mempengaruhi kesintasan hidup pasien terapi ARV di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta tahun 2007-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif menggunakan data rekam medis pasien terapi ARV di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sampel penelitian adalah pasien terapi ARV berusia dewasa yang naïve ARV di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada tahun 2007-2017 sebanyak 812 pasien. Penelitian ini menemukan probabilitas kesintasan pasien terapi ARV selama 11 tahun pengamatan adalah sebesar 66,5%. Hasil analisis dengan Extended Cox menunjukkan bahwa faktor prognosis yang paling signifikan mempengaruhi kesintasan pasien terapi ARV adalah infeksi oportunistik, dimana pasien yang mempunyai infeksi oportunistik memiliki risiko kematian 9,5 kali dibandingkan yang tidak memiliki infeksi oportunistik.
Read More
T-5615
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lily Banonah Rivai; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Ratna Djuwita, Indang Trihandini, Janto G. Lingga, Dyah Erty Mustikawati
T-3032
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Amalia; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Syahrizal Syarif; Penguji: Syahruddin, Elisna; Punto Dewo
Abstrak: ABSTRAK Kanker paru merupakan kanker yang paling sering didiagnosis dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Prognosisnya masih buruk karena di tahap awal tidak ada gejala yang merujuk pada kanker paru sehingga sebagian besar didiagnosis pada stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesintasan pasien kanker paru. Penelitian kohort retrospektifdilakukan di RSUP Persahabatan menggunakan data rekam medis pasien kanker paru yang didiagnosis pada periode 2014-2016 dengan 228 pasien eligibel. Terdapat sepuluh faktor yang dianalisisyaitu usia, jenis kelamin, status merokok, status gizi, komorbiditas, performance status, sumber pembiayaan, stadium klinis, jenis histologi dan jenis terapi. Pada analisis Kaplan Meier diperoleh survival ratesatu, dua dan tiga tahun adalah 50%, 425dan 38% dengan median 12 bulan (95% CI 6,31-17,69). Hasil analisis cox proportional hazards menunjukkan bahwa pada kesintasan 1 tahun stadium IV memiliki risiko 2,46 kali lebih besar untuk terjadi kematian (95%CI: 1,25-4,87; P=0,010). Pada kesintasan 2 tahun, stadium IV memiliki risiko 2,58 kali (95%CI: 1,35-4,93; P=0,004)dan performance status (PS) >2 memiliki risiko 1,85 kali lebih besar untuk terjadi kematian (95%CI: 1,21-2,83; P=0,005). Pada kesintasan 3 tahun, stadium IV memiliki risiko 2,26 kali lebih besar untuk terjadi kematian (95%CI: 1,24-4,11; P=0,008) dan pada interaksi stadium IV dengan PS >2 memiliki risiko 4,07 kali untuk terjadi kematian. Disimpulkan stadium klinis dan performance statusmerupakan faktor prediktor kesintasan pasien kanker paru. Kata Kunci : kesintasan, kanker paru, faktor prediktor Lung cancer is the most commonly diagnosed cancer and the leading cause of cancer deaths. The prognosis is still poor because in the early stages there are no symptoms that refer to lung cancer so that most are diagnosed at an advanced stage. The objective of this studywas to determine the factors affecting survival of lung cancer. The retrospective cohort study was conducted in Persahabatan Hospital using medical record data of lung cancer patients diagnosed in the period 2014-2016 with 228 eligible patients. There were ten factors analyzed: age, sex, smoking status, nutritional status, comorbidity, performance status, funding source, stage, histology type and therapy. In Kaplan Meier analysis showed that one-, two- and three years survival rate were 50%, 42 and 38% with median 12 months (95% CI 6.31-17,69). The results of cox proportional hazards analysis showed that in the 1st year of survival, stage IV had 2.46 times higher risk for death (95% CI: 1.25-4,87; P = 0.010). At 2 years survival, stage IV and performance status (PS) >2 had a risk of 2.58 (95% CI: 1.35-4.93; P = 0.004) and 1.85 times greater risk for death ( 95% CI: 1.21-2,83; P = 0.005). At 3-year survival, stage IV had a 2.26 times greater risk of death (95% CI: 1.24-4.11, P = 0.008) and in interaction betweenstage IV with PS> 2 had a risk of 4.07 times for death. Stage and performance status are a predictor factors of lung cancer survival. Key words:survival rate, lung cancer, predictor factors
Read More
T-5135
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leni Jayanti; Pembimbing: Bambang Sutrisna, Yovsyah; Penguji: Tannov Romalo Siregar, Punto Dewo
Abstrak: Stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Rumah Sakit di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesintasanhidup pasien stroke yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot SoebrotoJakarta tahun 2014-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospekstif menggunakandata rekam medis pasien stroke. Sampel penelitian adalah pasien yang mengalamiserangan stroke dan dirawat pertama kalinya di RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2014-2017, yaitu sebanyak 410 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan probabilitaskesintasan pasien stroke selama 4 tahun pengamatan sebesar 53,5%. Hasil analisis denganregresi cox menunjukkan bahwa pasien yang berusia ≥ 59 tahun lebih cepat 1,56 kaliuntuk meninggal dibandingkan pasien yang berusia Stroke is the first cause of death in the hospitals in Indonesia. The objective of this studywas to determined the factors influencing survival rate of stroke among patients admittedto Gatot Soebroto Army Central Hospital year 2014 to 2017. The study design isretrospective cohort using the medical record data of stroke patients. The subjects of thestudy were patients suffered acute stroke and first admitted to Gatot Soebroto ArmyCentral Hospital year 2014-2017, i.e. 410 patients. The results of this study showed thatthe survival probability of stroke for four years observation was 53,5%. The coxregression analysis showed that patients aged ≥ 59 years old risk to die 1,56 times highercompared with patients aged < 59 years, patients with low socioeconomic status risk todie 2,73 times higher compare with high socioeconomic status, the second-ever strokepatients risk to die 2,34 times higher compare with the first-ever stroke patients, the strokepatients more than the second risk to die 6,52 times higher compared with the first-everstroke patients, patients with total dependency risk to die 4,6 times higher compared withpatients with mild dependency, patients with diabetes mellitus risk to die 2,48 timescompare with patients were not diabetes, patients with heart disease risk to die 2,28 timescompare with patients were not heart disease, patients smoked risk to die 2,09 timescompare with patients no smoked.Key words:Stroke, survival rate.
Read More
T-5433
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andika; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Tri Yunis Miko Wahyono, Adria Rusli
T-4630
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marlina Meilani Simbolon; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Adria Rusli, Endang Lukitosari
T-4138
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Ully Athalia Sihombing; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Helda, Helwiah Umniyati, Irfan Maulana
Abstrak:
Kesintasan pasien HIV/AIDS sangat dipengaruhi oleh waktu inisiasi terapi antiretroviral (ART) setelah diagnosis ditegakkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara periode inisiasi ART dengan kesintasan pasien HIV/AIDS selama tiga tahun di Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif berbasis data sekunder dari Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) Kabupaten Bekasi terhadap pasien yang didiagnosis HIV/AIDS pada periode 2017–2022. Sebanyak 1.554 pasien memenuhi kriteria inklusi. Analisis Kaplan-Meier digunakan untuk menggambarkan probabilitas kesintasan, sementara analisis regresi Cox time-dependent digunakan untuk mengetahui pengaruh waktu inisiasi ART terhadap risiko kematian, dengan mengontrol variabel sosiodemografi, klinis, pengobatan, dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesintasan tertinggi ditemukan pada kelompok pasien yang memulai ART dalam

The survival of HIV/AIDS patients is strongly influenced by the timing of antiretroviral therapy (ART) initiation following diagnosis. This study aimed to analyze the relationship between the ART initiation period and three-year survival among HIV/AIDS patients in Bekasi District. A retrospective cohort design was used, based on secondary data from the HIV/AIDS Information System (SIHA) of Bekasi District, involving patients diagnosed with HIV/AIDS during the 2017–2022 period. A total of 1,554 patients met the inclusion criteria. Kaplan-Meier analysis was employed to estimate survival probability, while time-dependent Cox regression analysis was used to assess the effect of ART initiation timing on the risk of death, controlling for sociodemographic, clinical, treatment-related, and behavioral variables. The results showed that the highest survival was observed among patients who initiated ART within
Read More
T-7397
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nida Amalina; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Helda, Woro Riyadina, Em Yunir
Abstrak: Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit kronik ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat kurangnya produksi insulin, insulin yang tidak dapat bekerja dengan optimal, atau faktor keduanya. Prevalensi diabetes di DKI Jakarta sebesar 3,4% dan mengalami peningkatan sebesar 0,9% dalam lima tahun terakhir. Tingginya prevalensi diabetes melitus di DKI Jakarta memperlihatkan bahwa diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang harus dikendalikan. Target pengendalian diabetes melitus adalah dengan mencapai kontrol glikemik yang baik dengan tujuan mencegah terjadinya komplikasi dan penyebab kematian Kesimpulan:Aktifitas fisik, kepatuhan berobat dan trigliserida adalah faktor yang paling berperan dalam kontrol glikemik.
Read More
T-6164
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soitawati; pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, IBN Banjar, Nurjanah
Abstrak:
Penyalahgunaan narkoba merupakan masaiah nasional bahkan mendunia. Hal ini ditandai dengan meningkatnya studi tentang penyalahgunaan narkoba, Berbagai studi didapatkan adanya peningkatan penyalahgunaan narkoba hiata BNN (2007) sekitar l,5% penduduk Indonesia teijerat narkoba dirnana narkoba suntik merupakan cara penggunaan narkoba kedua terbanyak, sedangkan DKI Jakarta merupakan daerah paling rawan clibandingkan provinsi lainnya. Masalah terkait dengan narkoba suntik adalah masalah kesehatan temmasuk kematian dan keoelakaan, rnasalah sosial dan huklun. Masalah kesehatan pada pengguna narkoba suntik (penasun) yaitu pcnularan penyakit HIV/AIDS yang didapatkan 50-60% positif pada penasun, hepatitis B sckitar 25-35%, sedangkan hepatitis C sekitar 70-95% positif pada penasun. Strategi utama dalam penanggulangan narkoba yaitu Supplcga reduction, Demand Reduction dan Harm Reduction dimana PTRM mcrupakan salah satu upaya untuk mengurangi dampak btuuk akibat penggunaan narkoba suntik. Angka drop out di puskesmas satelit PTRM rata~rata menunjukkan > 45% (indicator < 45%). Hal ini menjadi masalah karena penasun yang putus akan kembali menggunakan narkoba suntik dan meningkatkan kerentanan terhadap HIV/AIDS dan hepatids, selain itu kebErhasiian PTRM akan menurun karena prosedur dan dosis obat dimulai lagi dari awal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi putus berobat pasien penasim di klinik PTRM Puskesmas Kec Jatinegara dan Puskesmas Kee Gambit tahun 2007-2008, dengan tujuan khusus mengetahui dan mendapatkan model yang sesuai untuk menggambarkan hubungan faktor predisposisi (umur, sex, pendidikan, pekerjaan, marital, sikap dan pengetahuan), faktor pendukung (dukungan keluarga/teman dan aksesibilitas) serta faktor kebutuhan pelayanan kesehatan (gejala putus obat) dengan putus berobat. Ruang Iingkup studi ini adalah studi observasi dengan disain kasus kontrol, data kasus dan kontrol berdasarkan data registrasi pasien sedangkan data pajanan didapatkan dengan wawancara menggimakan kuesioner. Metodologi studi ini merupakan studi retrospektif dengan disain kasus konirol. Popuiasi studi adalah pasien penasun yang berobat di ldinik PTRM Puskesmas Kec Jatinegara dan Puskesmas Kee Gambir tahun 2007-2008, sedangkan sampel adalah populasi studi yang terpilih dengan memperlirnbankan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sampel kasus 156 dan kontrol 156 (ratio 1:l), pengambilan sampel bcrdasarkan proporsi kasus di kedua lokasi. Kasus adalah pasien yang putus berobat (tidak minum metadon minimal 7 hari berturut-turul) sedangkan kontrol adalah pasien yang teratur berobat, baik kasus maupun kontrol diambil secara acak sederhana. Analisis data dilakukan secara multivariate dengan mulriple Iogislic regression. Hasil penelirjan ini didapatkan variabel jenis kelamin (p 0.003 dan OR 13.184, CI 95% l.491- 6.800), pengetahuan (p 0.027 dan OR l.729, CI 95% 1.064-2.812), dukungan keluarga/teman (p 0.000 OR 2.704, CI 95% 1.664 -4396) dan aksesibilitas (aksesibilitas rendah p 0.007 OR 3.656, CI 95% 1.790-7.468 dan aksesibilitas sedang (p 0.000 OR 2293, CI 95% 1,258 - 4.l77). Studi ini rnemberikan rekomendasi yaitu meningkatkan lcualitas dan kuantitas sarana pclayanan kesehatan yang menyelenggarakan PTRM, memberikan penyuluhan tentang PTRM pada masyarakat dan mengingatkan untuk senantiasa memberi dukungan pada pasien PTRM terutarna pada laki-Iaki, saran penelitian lebih Ianjut adalah meneliti survival time dan faktor lain yang bclum dileliti pada studi.

Drugs abuse had been a national concerned problem further more it had been global concerned recently. There are many researches about drugs abuse concluded that drug users increased about five times. According to National Narkotics Organization (BNN), in 20071 there are l,5% population in Indonesia was a drug users that intravenous/injecting was the second most ways among dru users. In addition. DKI Jakarta is the highest risk province regard to drug users among provinces in Indonesia. Drugs abuse can lead many problems that consist of health problems including deaths and accidents, socials dan laws. Health problems among IDUs such as spread of HIV/AIDS that about 50-60% positive& hepatitis B about 25-35% positively and hepatitis C that positivebf among IDUs about 70-95%, The main strategies for controlling drugs abuse are Supply reduction, Demand reduction and Harm reduction which Methadone Maintenance Therapy (MJT) Programme was one of ejorts to reduce harm of drugs abuse. There are drop out rate in Satelite Primary Health Centre > 45% that indicators for assessing successfully .MMT Programme such as drop out rate < 45%. Regard to that, susceptible of IDUs was increasing because of back to using drug injecting in addition that caused failure in MMT Programme. susceptible of ID Us was increasing because of back to using drug injecting in addition that caused failure in MMT programme. This study aimed to understand factors related to MMT drop out among IDUs in Jatinegara Primary Health Centre West Jakarta and Gambir Primary Health Centre, Central Jakarta in 2007-2008, particularly predisposing factors (age, gender, education, marital, working status, knowledge, and attitude), enabling factors (familv/companions support and accessibility) as well as needsjllctor (withdrawl symptoms). This study design is case control with 156 cases and 156 controls (l:1). Cases were patients on MMT that dqined not drink methadone for 7 days consecutivelyg controls were patients on MMT that regular drink methadone daily in the same period All of both selected by siniple random sampling. Data were analyzed in multivariate ways by multiple logistic regession. This study result shows that gender (p 0.003 OR 3. 184, CI 95% ].49l- 6. 800). knowledge (p 0. 027 OR l. 729, C1 95% 1.064-2.812), familieshzeers group support Q 0.000 OR 2. 704, CI 95% 1.664 -4.396) and accesibiliqy (low accesibility 0.007 ()R 3. 656, CI 95% 1.790-1468 and moderate accesibility p 0.000 OR 2.293, CI 95% 1.258 - 4.1 77) are related to MMT drop out among ID Us in Jatinegara Primary Health Centre West Jakarta and Gambir Primary Health Centre, Central Jakarta in 2007-2008. This study recommended to government to increase MMT programme in other primary health services including quantity and quality of services, to announce information and education regard to MMT to public, to warn jbr supporting patients in MMT particularly supporting be conducted for males. In addition, other research to be conducted by survival time and other factors that related to MMT.
Read More
T-3059
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive