Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25171 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sunarti; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Trini Sudiarti, Triyani Kresnawati, Kuspuji Dwitanto Rahardjo
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Sunarti Program Studi : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Pengaruh Edukasi Dan Konseling Gizi Intensif Terhadap Pengetahuan, Sikap,  Perilaku  Kepatuhan Diet Dan Status Gizi Pasien  Hemodialisis Pembimbing : Ir. Siti Arifah Pujonarti, MPH Keberhasilan terapi hemodialisis (HD) dapat terhambat dengan adanya malnutrisi atau Protein Energy Wasting (PEW) akibat asupan gizi kurang, abnormalitas metabolisme terutama asam amino, fungsi residual ginjal dan dosis dialisis.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi dan konseling gizi intensif terhadap pengetahuan, sikap, perilaku kepatuhan diet dan status gizi pasien HD. Lokasi penelitian untuk pengambilan data kelompok perlakuan di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih dan untuk kelompok kontrol di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.  Penelitian menggunakan randomized pretest – posttest control group design dengan sampel 77 pasien (38 orang pria (50.6%) dan 39 orang wanita (49.4%)), rata - rata usia 46.71 ± 9.40 tahun. Didapatkan peningkatan pengetahuan (p=0,0001) dan sikap (p = 0,0001) serta profil perilaku kepatuhan diet lebih baik (p = 0,0001).  Intervensi ini efektif meningkatkan asupan energi (p = 0,012) dan lemak (p =0,0001) serta selisih akhir asupan protein dan asupan karbohidrat lebih tinggi meskipun belum signifikan(p= 0,102 dan 0,091). Peningkatan IMT perlakuan lebih tinggi (0,25 + 0,27 vs 0,18 + 0,18 kg/m 2 ) meskipun tidak signifikan (p = 0,744 & 0,856). Rata – rata LLA cenderung tetap (Δ 0.00 + 0,13 cm, p = 1,000), sementara kelompok kontrol menurun (-0.24 + 0.01cm, p=0,789). Rata –rata trisep skinfold cenderung meningkat sementara kelompok kontrol cenderung menurun (Δ 0.44 + 0.11mm vs -0.24 + 0.02 mm, p= 0,737, 0,880). Terjadi peningkatan rata – rata persentase lemak total pada kedua kelompok, dan peningkatan pada kelompok kontrol lebih tinggi (0.79 + 1.93% vs 0.23 + 0.87%), meskipun belum signifikan(p=0.913 dan 0,766).  Rata – rata massa otot kedua kelompok menurun dan penurunan kelompok kontrol lebih tinggi (-0.36 + 0.30 kg dan -0.31 + 0.66 kg, p=0.894 dan 0,874).  Rata – rata persentase cairan tubuh total kelompok perlakuan menurun dan penurunan kelompok perlakuan lebih tinggi (-0.56 + 1.31% vs -0.52 + 4.39%) meskipun belum signifikan (p=0.813 dan 0,644). Status hidrasi pasien sangat fluktuatif dan memungkinkan pengaruh terhadap estimasi komposisi tubuh dalam penelitian ini. Edukasi dan konseling gizi intensif terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku diet, signifikan terhadap asupan energi dan lemak, profil asupan protein dan karbohidrat yang lebih baik meskipun belum bermakna, profil IMT, LLA dan trisep skinfold  serta massa otot dan persentase cairan yang lebih baik dibanding kelompok kontrol meskipun belum signifikan. Kata kunci: Pengetahuan, sikap, perilaku kepatuhan diet, asupan gizi, status gizi


ABSTRACT Name : Sunarti Study Program : Magister of Community Health Faculty Title                            : Effect of Education and  Intensive Nutrition Counseling on Hemodialysis Patient’s  Knowledge, Attitude, Dietary Compliance and Nutritional Status Counsellor : Ir. Siti Arifah Pujonarti, MPH The effectiveness of haemodialysis could inhibited  by dietary  nonadherence mainly due to lack of  protein and energy intake that caused Protein Energy Wasting (PEW). PEW also caused  by poor nutrient intake, abnormal nutrient metabolism (amino acids), renal residual function and dialysis dose. We studied impact of education and  intensive nutrition counseling on hemodialysis patient’s knowledge, attitude, dietary compliance and nutritional status.  The study was conducted at  Jakarta Islamic Hospital region of Cempaka Putih and Pondok Kopi. The study used random pretest - posttest control group design and of 77 patients, 38 were man (50.6%) and 39 were woman (49.4%), the mean of age was 46.71 ± 9.40 years old. There were increased knowledge (p = 0.0001), increased attitudes (p= 0.0001) and better diet compliance profile (p=0.0001). The intervention was significantly effective on increasing intake of energy (p=0.012), fat (p=0,0001), and higher difference in protein intake and carbohydrate intake but not significant (p=0,102 and 0,091). There was increase but not significant in BMI (0,25 + 0,27 vs 0,18 + 0,18 kg/m 2 , p = 0,744 and 0,856) and tricep skinfold (Δ 0.44 + 0.11mm vs -0.24 + 0.02 mm, p= 0,737 and 0,880).  There was no improvement in MUAC (Δ 0.00 + 0,13 cm, p = 1,000) but decrease in control group (-0.24 + 0.01cm, p=0,789) eventhough not significant. Despite these are not statistically significant, there were improvement on percentage total fat (0.23 + 0.87% + 0.79 + 1.93% vs p=0.913 and 0,766), declining on muscle mass (-0.31 + 0.66 kg -dan 0.36 + 0.30 kg, p=0.894 and 0,874) and declining on percentage body water (-0.56 + 1.31% vs -0.52 + 4.39%, p=0.813 dan 0,644).  The patient’s hydration status was highly fluctuate and allows an influence on body composition estimates in this study. Education and  intensive nutrition counselling was found to be effective in improving knowledge, attitudes, diet compliance behavior profile, significant improving energy and fat intake. In addition the intervention of this study provides a better profile of protein and carbohydrate intake, a better profile of BMI, MUAC, tricep skinfold, muscle mass, and percentage body water although not significant yet. Key words: knowledge, attitude, compliance, nutrient intake, nutritional status

Read More
T-5188
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Hudayani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni, Anwar Hassan, Triyani Kresnawan, Kurniawan Rachmadi
Abstrak: Hubungan gizi dengan HIV sangatlah erat, dimana pada kondisi ODHA telah terkena penyakit infeksi dan jatuh sakit maka kebutuhan gizi akan meningkat tetapi di sisi lain sering kali adanya kegagalan asupan yang adekuat sehingga penyakit infeksinya akan semakin buruk. Begitu seterus hubungannya apabila asupan gizi tidak adekuat. Masalah gizi pada ODHA dapat juga berupa kelebihan gizi yang berdampak pada penyakit degeneratif. Edukasi gizi merupakan langkah yang baik untuk membentuk perilaku, dimana ODHA diharapkan mengkonsumsi makanan dan minuman dengan gizi yang cukup dan aman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi dankonseling gizi terhadap pengetahuan, sikap, perilaku dan berat badan ODHA diUPT HIV RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental yang dilakukan kepada 54 pasien HIV/AIDS dengan menilai pengetahuan, sikap, perilaku dan pengukuran berat badan sebelum dan setelah diberikan intervensi. Uji statistik yang digunakan adalah uji beda meandan uji multivariat logistik linear. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan (p value 0,000) dan perilaku (p value 0,048) untuk kelompok perlakuan. Peningkatan berat badan rata-rata setelah intervensi adalah 0,6 kg (p value 0,170). Variabel yang paling dominan terhadap perilaku adalah dukungan keluarga/peer group (p value 0,012). Kata kunci : edukasi dan konseling gizi, pengetahuan, sikap, perilaku dan beratbadan
A closely relation between HIV and nutrition, where the condition of peopleliving with HIV/AIDS (PLWHA) has been exposed to infectious diseases andeasy to falling ill, nutritional needs will increase but on the other hand is often afailure of adequate intake so that the infection will get worse disease. So onwardsto do when nutritional intake is inadequate. Nutritional problems in PLWHA canalso be excess nutrients that have an impact on degenerative diseases. Nutritioneducation is a good step for shaping behavior, where PLWHA are expected toconsume foods and beverages with adequate nutrition and safe.This study aims to determine the effect of nutrition education and counseling onknowledge, attitudes, behaviors and body weight PLWHA.The design study is quasi experimental conducted to 54 patients with HIV / AIDSto assess the knowledge, attitude, behavior and body weight measurements beforeand after intervention. The results showed differences in knowledge (p value0.000) and behavior (p value 0.048) for the treatment group. The increase in theaverage weight gain was 0.6 kg after intervention (p value 0.170). The mostdominant variable is the behavior of family support / peer group (p value 0.012).Keywords: nutrition education and counseling, knowledge, attitudes, behavior andbody weight
Read More
T-4183
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fairuz Wardaty; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Asih Setiarini, Adhi Dharmawan Tato
S-6277
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Ardyna Octa Sari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Endang Laksminingsih Achadi, Ivon Kusumaningtias, Fajrinayanti
Abstrak: Status gizi kurus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus mendapatperhatian. Baduta merupakan kelompok rentan dimana kecepatan pertumbuhan danperkembangan otak sangat pesat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh intervensi susu dan edukasi Pedoman Gizi Seimbang Pangan Lokal (PGS-PL)terhadap status gizi baduta kurus. Penelitian ini merupakan penelitian studi analisis datasekunder dengan disain penelitian primer kuasi eksperimental. Kelompok 1 sebagaikontrol (n=31) diberikan edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), kelompok4 (n=25) diberikan susu dan edukasi PMBA dan kelompok 5 (n=30) diberikan edukasiPGS-PL selama 90 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan BB/PB yangsignifikan (p<0.05) antara sebelum dan sesudah pada kelompok 1 dan 4, kecualikelompok 5. Kelompok 4 mengalami perubahan status gizi lebih tinggi dibandingkandengan kelompok lainnya. Disarankan untuk mempertimbangkan susu formulapertumbuhan 1-3 tahun sebagai salah satu intervensi pada program PMT yang diberikanbagi anak dengan status gizi kurus.Kata kunci:Baduta, susu, edukasi PGS-PL, status gizi, gizi kurus.
Read More
T-5178
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hernaningtyas Indah Khoerunnisa; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Wahyu Kurnia Y. Putra, Adhi Dharmawan Tato
S-8710
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ito Leiliana Warnani Harahap; Pemb. Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Ahmad Syafiq, Hardinsyah, Een Nuraeni
T-3943
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Nurul Jannah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiarini, Adhi Dharmawan Tato
Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan,sikap, dan perilaku gizi seimbang pada pengguna Facebook Indonesia denganmedia teks, komik dan video. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimendengan teks sebagai kontrol. Penelitian ini dilakukan kepada 84 respondenterpilih. Kelompok teks berjumlah 25 orang, kelompok komik berjumlah 28orang, dan kelompok video berjumlah 31 orang. Pengambilan data dilakukansebanyak 3 kali selama 4 minggu yang terdiri dari 1 kali pre test dan 2 post test.Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hasil perubahan pada setiapkelompok adalah ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatanpengetahuan pada kelompok teks, peningkatan pengetahuan pada kelompokkomik, dan peningkatan pengetahuan dan sikap pada kelompok video (p<0,05).
Kata Kunci : Gizi Seimbang, Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Teks, Komik, Video.
Read More
S-9146
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristin Helena Ratnaningsih; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Adhi Darmawan Tato
S-9482
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dessy Anggun Utami; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Fathimah Sulistyowati Sigit, Trini Sudiarti
Abstrak:
Malnutrisi pada remaja masih menjadi masalah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan dan sikap gizi. Rendahnya pengetahuan dan sikap gizi pada remaja menunjukkan pentingnya media edukasi yang sesuai dengan karakteristik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan board game “4 Pilar Menuju Gizi Seimbang” serta menganalisis perbedaan perubahan skor pengetahuan dan sikap gizi antara edukasi menggunakan board game sebagai kelompok perlakuan dan leaflet sebagai kelompok pembanding. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pada siswa kelas 7 SMPN 2 Cibinong (n=68) yang dilaksanakan pada April–Mei 2026 di SMPN 2 Cibinong. Analisis dilakukan hingga analisis multivariat menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perubahan skor pengetahuan gizi antara edukasi menggunakan board game dan leaflet, dengan perubahan skor siswa yang diedukasi dengan board game 10,74 poin lebih tinggi dibandingkan leaflet (p=0,001). Namun, tidak terdapat perbedaan perubahan skor sikap gizi secara signifikan antara kelompok board game dan kelompok leaflet (p=0,151). Board game dan leaflet berhubungan dengan peningkatan skor pengetahuan gizi, tetapi belum cukup optimal untuk meningkatkan sikap gizi remaja. Board game “4 Pilar Menuju Gizi Seimbang” berpotensi menjadi alternatif media edukasi gizi di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan gizi pada remaja.

Adolescent malnutrition remains a public health problem influenced by various factors, including nutrition knowledge and attitudes. The low levels of nutrition knowledge and attitudes among adolescents highlight the impoortance of educational media that are suitable to their characteristics. This study aimed to develop the 4 Pilar Menuju Gizi Seimbang board game and to analyze differences in changes in nutrition knowledge and attitude scores between nutrition education through board game and leaflet. A quasi-experimental study involved 68 seventh-grade students from SMPN 2 Cibinong and was conducted from April to May 2026. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed a significant difference in changes in nutrition knowledge scores between the board game and leaflet group, with the board game group achieved average increase of 10.74 points higher than leaflet group (p=0,001). However, no significant difference was found in nutrition attitude scores between two groups (p=0,151). Both the board game and leaflet were associated with improved nutrition knowledge but were not sufficiently effective in improving adolescents’ nutrition attitudes. The “4 Pilar Menuju Gizi Seimbang” board game has the potential to serve as an alternative school-based nutrition education medium to improve adolescents’ nutrition knowledge.
Read More
S-12350
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutti Rainy Kharlinaningsih; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Endang Laksminigaih Achadi, Tiska Yumeida, Fajrinayanti
Abstrak: Pemberian makanan tambahan dan edukasi PMBA merupakan salah satu upaya untukmencegah dan menanggulangi stunting serta meningkatkan status gizi balita meskipuntidak selalu berhasil karena berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh berbagai intervensi terhadap perubahan status gzi PB/U padabaduta kurus usia 6-23 bulan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan designkuasi eksperimen di 5 Kecamatan terpilih di Kota Depok. Hasil penelitian didapatkanbahwa intervensi susu dan edukasi PMBA dan PGS-PL efektif meningkatkan nilai zscore PB/U. Disarankan untuk meningkatkan edukasi PMBA dan PGS-PL serta untukmeningkatkan konsumsi protein dan tidak membatasi konsumsi susu.Kata kunci:Baduta 6-23 bulan, PMT, Stunting.
Read More
T-5311
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive