Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30552 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rizky Anggito; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Doni Hikmat Ramdhan, Warid Nurdiansyah, Wien Goerindro
Abstrak: Kata kunci: Manajemen risiko, pengendalian kritikal, metode bowtiePenerapan manajemen risiko di banyak perusahaan tambang belum banyakmenititikberatkan kepada efektivitas pengendalian melainkan terbatas kepada biaya serta ada atautidaknya kecelakaan. Perubahan pola pikir manajemen risiko keselamatan dari reaktif menjadiproaktif dapat dilakukan dengan menggunakan manajemen pengendalian risiko kritikal. Persepsiakan risiko yang berbeda-beda, terutama pada penentuan pengendalian, dapat diselaraskan denganproses manajemen pengendalian yang terstruktur sehingga efektivitas pengendalian dapat dinilaisecara lebih obyektif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kefektifan pengendalian kritikal yangditerapkan oleh PT X serta peran penerapan proses pengelolaan pengendalian kritikal dalampencapaian peningkatan kinerja keselamatan perusahaan. Metodologi yang digunakan untukmencapai tujuan ini adalah dengan metode kualitatif di mana data yang digunakan adalah dataprimer berupa data wawancara dan focus group discussion dengan manajemen PT X dan staff yangbekerja dalam waktu tertentu serta data sekunder berupa data penerapan proses pengelolaanpengendalian dan data statistik kecelakaan kerja PT X.Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pengendalian risiko kritikal berperanpenting dalam peningkatan kinerja keselamatan perusahaan. Perusahaan diharapkan dapatmeningkatkan penerapan manajemen risiko dengan memberikan secara berkelanjutan pelatihankepada karyawan dan mitra kerja tentang proses pengendalian kritikal, menetapkan tujuan, sasarandan program secara spesifik mengacu kepada hasil penilaian keefektifan pengendalian danmenyusun sistem audit yang bertujuan khusus untuk meninjau dan menetapkan standar,mengidentifikasi isu-isu dan peluang yang ada pada proses pengendalian kritikal dan meningkatkankinerja positif komponen-komponen yang terdapat dalam sistem manajemen keselamatanperusahaan.
Read More
T-5215
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulthan Aliyafiansyah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Dani Wirahandoko
Abstrak:
Kelelahan kerja (fatigue) merupakan permasalahan serius di industri pertambangan yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan dan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pekerja operator dan mekanik di Site A PT X tahun 2026. Sebanyak 338 responden berpartisipasi, terdiri dari 242 operator dan 96 mekanik. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Occupational Fatigue Exhaustion Recovery Scale (OFER-15). Faktor risiko terkait pekerjaan meliputi beban kerja (NASA-TLX), stres kerja (PSS-10), serta karakteristik individu seperti durasi kerja, masa kerja, dan shift kerja. Faktor risiko tidak terkait pekerjaan meliputi usia, status gizi, kualitas tidur (PSQI), kuantitas tidur, waktu perjalanan, konsumsi kafein, aktivitas fisik (IPAQ), dan perilaku merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas operator berada pada kategori tidak lelah baik pada kelelahan kronis (76,03%) maupun kelelahan akut (61,98%), dengan pemulihan antar shift yang cukup (81,81%). Pada mekanik, sebagian besar juga berada pada kategori tidak lelah untuk kelelahan kronis (62,5%) dan kelelahan akut (56,25%), namun mayoritas mekanik (60,6%) mengalami pemulihan antar shift yang kurang. Dari faktor risiko terkait pekerjaan, hanya stres kerja yang berhubungan signifikan dengan kelelahan akut pada operator (p = 0,043; OR = 0,57). Dari faktor tidak terkait pekerjaan, kualitas tidur berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis pada operator (p = 0,014; OR = 2,24) dan mekanik (p < 0,05; OR = 8,11), serta dengan pemulihan kelelahan pada operator (p < 0,05; OR = 2,74). Kuantitas tidur berhubungan signifikan dengan pemulihan kelelahan pada operator (p < 0,05; OR = 2,80). Usia berhubungan signifikan dengan kelelahan akut pada operator (p = 0,006; OR = 0,46), sedangkan konsumsi kafein berhubungan signifikan dengan pemulihan kelelahan pada mekanik (p = 0,042; OR = 0,33). Dengan ini, perusahaan disarankan untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas tidur pekerja melalui pelatihan sleep hygiene, memvalidasi sistem pemantauan kelelahan yang ada (Parrot/DMS) dengan uji kewaspadaan kognitif, menyesuaikan menu katering pada jam kritis shift malam, memberikan variasi minuman saat sidak fatigue, menambah kapasitas hunian di dalam area IUP, serta menyediakan fasilitas olahraga mandiri di area mess untuk mendorong perilaku hidup aktif.

The Occupational fatigue is a serious issue in the mining industry that can reduce productivity and increase the risk of workplace accidents. This study aimed to analyze fatigue levels and associated risk factors among operators and mechanics at Site A PT X in 2026. A total of 338 respondents participated in this study, consisting of 242 operators and 96 mechanics. Fatigue levels were measured using the Occupational Fatigue Exhaustion Recovery Scale (OFER-15). Work-related risk factors included workload (NASA-TLX), work stress (PSS-10), and individual characteristics such as work duration, years of service, and shift work. Non-work-related risk factors included age, nutritional status, sleep quality (PSQI), sleep duration, commuting time, caffeine consumption, physical activity (IPAQ), and smoking behavior. The results showed that the majority of operators were classified as non-fatigued in both chronic fatigue (76.03%) and acute fatigue (61.98%), with adequate inter-shift recovery (81.81%). Among mechanics, most were also classified as non-fatigued for chronic fatigue (62.5%) and acute fatigue (56.25%); however, the majority of mechanics (60.6%) experienced insufficient inter-shift recovery. Among work-related risk factors, only work stress showed a significant association with acute fatigue in operators (p = 0.043; OR = 0.57). Among non-work-related factors, sleep quality was significantly associated with chronic fatigue in both operators (p = 0.014; OR = 2.24) and mechanics (p < 0.05; OR = 8.11), as well as with fatigue recovery in operators (p < 0.05; OR = 2.74). Sleep duration was significantly associated with fatigue recovery in operators (p < 0.05; OR = 2.80). Age was significantly associated with acute fatigue in operators (p = 0.006; OR = 0.46), while caffeine consumption was significantly associated with fatigue recovery in mechanics (p = 0.042; OR = 0.33). Based on these findings, the company is recommended to optimize workers' sleep quality and quantity through sleep hygiene training, validate the existing fatigue monitoring system (Parrot/DMS) with pre-shift cognitive alertness testing, adjust catering menus during critical nightshift hours, diversify beverages provided during fatigue inspections, expand on-site accommodation within the mining concession area, and provide recreational sports facilities in the worker dormitory area to encourage an active lifestyle.
Read More
S-12456
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusnu Hariyanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Rusdi Husin, Agni Syah
Abstrak:
Aktivitas penambangan merupakan salah satu industri dengan risiko kecelakaan yang tinggi yang dapat menyebabkan cedera serius atau kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehandalan pengendalian kritikal dalam operasi penambangan dan pemurnian nikel PT X dari tahun 2019 hingga 2023, dengan fokus pada lima aktivitas berisiko tinggi: bekerja di ketinggian, operasi kendaraan ringan, operasi alat berat, prosedur lockout/tagout (LOTO), dan pengangkatan dan penunjang beban. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini juga menggunakan analisis Bow Tie untuk mengevaluasi kehandalan pengendalian kritikal, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kehandalan pengendalian. Data sekunder berupa laporan insiden periode 2019-2023 yang digunakan untuk mengukur tingkat kehandalan pengendalian kritikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata implementasi pengendalian kritikal sebesar 70%, rata-rata efektivitasnya sebesar 58% dengan kehandalan sebesar 48%. Temuan menunjukkan variasi dalam kehandalan pengendalian, dengan faktor-faktor seperti pelatihan yang tidak memadai, pemeliharaan yang buruk, kondisi lingkungan, dan kesalahan manusia mempengaruhi kehandalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, meskipun PT X telah melakukan upaya signifikan, masih ada kesenjangan dalam kehandalan yang perlu diperbaiki, dengan meningkatkan program pelatihan, memperbaiki protokol pemeliharaan, dan sistem pemantauan yang kuat. Rekomendasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja keselamatan dan memastikan penerapan pengendalian kritikal yang konsisten, memberikan wawasan berharga bagi PT X dan perusahaan pertambangan lainnya.

Mining activities are among the industries with high accident risks that can lead to serious injury or death. This research aims to analyze the reliability of critical controls in the mining and nickel refining operations of PT X from 2019 to 2023, focusing on five high-risk activities: working at heights, light vehicle operations, heavy equipment operations, lockout/tagout (LOTO) procedures, and lifting and supporting loads. The research employs descriptive analytical methods with qualitative and quantitative approaches, including Bow Tie analysis to evaluate the reliability of critical controls and identify factors contributing to their reliability. Secondary data in the form of incident reports from 2019-2023 are used to measure the reliability of critical controls. The research results show that the average implementation of critical controls is 70%, with an average effectiveness of 58% and reliability of 48%. The findings indicate variations in control reliability, influenced by factors such as inadequate training, poor maintenance, environmental conditions, and human error. The study concludes that despite significant efforts by PT X, gaps in reliability still need to be addressed by enhancing training programs, improving maintenance protocols, and establishing robust monitoring systems. These recommendations aim to improve safety performance and ensure consistent implementation of critical controls, providing valuable insights for PT X and other mining companies.
Read More
T-7000
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juniatia Widiasari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Fajar Seno Jati, Errik Yusnadi Saleh
Abstrak: Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia di Indonesia dan dunia yaitu pada aspek kesehatan, perekonomian, pendidikan, sosial, dan psikologis. Pandemi COVID-19 juga mempengaruhi industri minyak dan gas (migas) dengan dampak kesehatan pada pekerja dan dampak pada kegiatan operasionalnya. Keberlangsungan industri migas memiliki peran penting sebagai penyedia energi untuk penggerak perekonomian. Luasnya dampak dari pandemi COVID-19 serta dengan diterapkannya adaptasi kebiasaan baru membutuhkan pencegahan dan pengendalian yang baik pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri migas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 di perusahaan migas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mengukur implementasi dari pencegahan dan pengendalian COVID19 di perusahaan migas PT.X secara kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan daftar periksa yang dikembangkan dari ISO 45005:2020 mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan tindakan yang dijabarkan dalam 11 klausul persyaratan. Implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 di PT. X sudah berjalan dengan baik dengan tingkat pemenuhan sebesar 82%. Nilai tertinggi didapatkan oleh klausul komunikasi dimana PT. X sudah memenuhi aspek komunikasi yang dipersyaratkan dalam daftar periksa. Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan oleh PT. X guna meningkatkan kinerja pengendalian COVID-19 di tempat kerja antara lain melakukan identifikasi dan penilaian apakah tempat dan situasi di rumah pekerja memungkinkan untuk bekerja dengan efektif
COVID-19 pandemic has affected all aspects of human life in Indonesia and the world, including health, economy, education, social and psychological aspects. COVID-19 pandemic has also affected the oil and gas industry with health impacts on workers and impacts on their operational activities. The sustainability of the oil and gas industry has an important role as a provider of energy to drive the economy. The extent of the impact of the COVID-19 pandemic and the implementation of adaptation to new habits require good prevention and control for companies operating in the oil and gas industry. This study aims to analyze the implementation of prevention and control of COVID-19 in an oil and gas company. This study uses a descriptive method to measure the implementation of the prevention and control of COVID-19 in the oil and gas company PT.X quantitatively. Data collection was carried out using a check list developed from ISO 45005:2020 covering aspects of planning, implementation, monitoring and action in 11 clauses of requirements. Implementation of prevention and control of COVID19 at PT. X has been running well with a compliance rate of 82%. The highest value is obtained by the communication clause where PT. X has met the communication aspects required in the checklist. There are things that can be done by PT. X in order to improve the control of COVID19 in the workplace, among others, knowing and assessing whether the place and situation in the workers' homes support them to work effectively
Read More
T-6176
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Nurhafizhah; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Mila Tejamaya, Muthia Ashifa
Abstrak: Kebutuhan energi batu bara yang masih menempati urutan ke-2 di dunia dengan karakterisiknya yang dikenal tinggi resiko menjadikan bahasan mengenai kesehatan pekerja tambang batu bara penting untuk didiskusikan. Salah satu risiko yang terdapat dalam kegiatan pertambangan batu bara adalah buruknya kualitas udara dalam ruangan (KUDR) akibat banyaknya bahaya dalam udara pertambangan batu bara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengukuran kualitas udara dalam ruangan kantor PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif yang berasal dari data sekunder. Variabel yang diukur adalah NO2, SO2, CO2, CO, Pb, PM10, suhu, kelembapan, dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat masalah KUDR yakni pada kebisingan, suhu dan kelembapan yang melewati persyaratan. Manajemen KUDR yang sudah dilakukan oleh PT X masih dapat dikembangkan menjadi manajemen KUDR yang lebih sistematis dan komprehensif. Kata kunci: Tambang batu bara, kualitas udara dalam ruangan, parameter kimia, parameter fisik Coal still ranks the second largest source of total global energy demand. Complemented with high risk nature of coal mining activity make the topic about health of coal workers important to discuss. One of the risks exist in coal mining activities is the poor indoor air quality (IAQ) due to high concetration of airborne pollutant in coal mining air. This study aims to evaluate the results of air quality measurements in the office of PT X. This research used descriptive approach with quantitative data derived from secondary data. The measured variables are NO2, SO2, CO2, CO, Pb, PM10, temperature, humidity, and noise. The results showed that there was IAQ problem, namely noise, temperature and humidity which exceed the recommendations. IAQ management that has been carried out by PT X can still be developed into a more systematic and comprehensive IAQ management. Key words: Coal mining, office air quality, chemical parameter, physical parameter
Read More
S-10476
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eben Ezer S.A Sirait; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: M. Suharnyoto; T. Saut P Siahaan
T-2105
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naim Fathoni; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastitia, Fauzi Jatmiko, Mulyadi Alwi
Abstrak:
Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga diperlukan upaya pengendalian risiko yang efektif untuk meningkatkan kinerja keselamatan. Salah satu program yang diterapkan oleh PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur adalah Safety Friendly Program, yang terdiri atas kegiatan observasi keselamatan, inspeksi keselamatan, dan manajemen menyapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Safety Friendly Program terhadap penurunan nilai Accident Frequency Rate (AFR) sebagai indikator kinerja keselamatan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain time series comparative. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan pelaksanaan Safety Friendly Program dan data statistik kecelakaan kerja periode Kuartal III Tahun 2025 hingga Kuartal I Tahun 2026. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan perangkat lunak statistik. Uji normalitas dilakukan menggunakan metode Shapiro-Wilk sebelum pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Safety Friendly Program dilaksanakan secara konsisten selama periode penelitian. Aktivitas observasi, inspeksi, dan manajemen menyapa menunjukkan keterlibatan aktif manajemen dan pekerja dalam upaya peningkatan keselamatan kerja. Pada periode yang sama, nilai AFR menunjukkan tren penurunan dari 10,57 pada Kuartal III Tahun 2025 menjadi 8,02 pada Kuartal IV Tahun 2025 dan 3,07 pada Kuartal I Tahun 2026. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan Safety Friendly Program berkontribusi terhadap penurunan frekuensi kecelakaan kerja selama periode intervensi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Safety Friendly Program efektif sebagai upaya preventif dalam meningkatkan kinerja keselamatan dan menurunkan nilai Accident Frequency Rate (AFR) pada PT X Kontraktor Tambang Batubara di Kalimantan Timur. Program ini dapat dijadikan strategi berkelanjutan dalam memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan partisipasi pekerja, dan mendukung pencapaian target zero accident.

The mining industry is recognized as a high-risk sector with significant  occupational accident potential, requiring effective risk control measures to  improve safety performance. One of the initiatives implemented by PT X, a coal  mining contractor in East Kalimantan, is the Safety Friendly Program, which  consists of safety observations, safety inspections, and management engagement  activities (management walk-around). This study aims to analyze the effectiveness  of the Safety Friendly Program in reducing the Accident Frequency Rate (AFR) as  an indicator of organizational safety performance. This study employed a quantitative approach using a comparative time-series  design. Secondary data were collected from Safety Friendly Program  implementation reports and occupational accident statistics covering the period  from the third quarter of 2025 to the first quarter of 2026. Data analysis was  conducted using univariate, bivariate, and multivariate statistical methods. A  Shapiro-Wilk normality test was performed prior to hypothesis testing. The results indicate that the Safety Friendly Program was implemented  consistently throughout the study period. Safety observation activities,  inspections, and management engagement demonstrated active participation from  both management and workers in promoting workplace safety. During the same  period, the AFR showed a declining trend, decreasing from 10.57 in the third  quarter of 2025 to 8.02 in the fourth quarter of 2025 and further to 3.07 in the  first quarter of 2026. These finding indicates that the implementation of the Safety  Friendly Program contributed to a reduction in the frequency of work-related  accidents during the intervention period. The study concludes that the Safety Friendly Program is an effective preventive  strategy for improving safety performance and reducing the Accident Frequency  Rate (AFR) at PT X. The program can serve as a sustainable approach to  strengthening safety culture, increasing worker participation, and supporting the  achievement of a zero-accident objective.
Read More
T-7671
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alwahono; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Baiduri, Gilbert Markus Nisahpih, Rudi Maulana
Abstrak:

ABSTRAK Industri pertambangan batubara merupakan salah satu industri besar yang banyak menghasilkan devisa bagi Negara dan salah satu jenis industri yang memiliki resiko kecelakaan yang tinggi.  Kecelakaan yang terjadi banyak menimbulkan kerugian baik pada manusia maupun harta benda. Kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor yang meliputi perilaku tidak aman (unsafe act) maupun kondisi yang tidak aman (unsafe condition), unsafe act memberikan kontribusi terbesar sebagai penyebab langsung dari terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek human error dan karatristiknya terhadap kecelakaan trailer yang terjadi di PT Adaro Indonesia Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) dengan pendekatan kuantitatif dengan tujuan memberikan gambaran masalah human error pada kecelakaan trailer yang terjadi selama tahun 2007 di PT Adaro Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan kecelakaan trailer selama tahun 2007. Data yang diperoleh dimasukan dalam dummy table dan analisis dilakukan secara univariat. Untuk melihat mengapa dan bagaimana human error muncul maka dilakukan analisa konten (content analysis). Hasil penelitian adalah terhadap seluruh data kecelakaan trailer selama tahun 2007 yang terjadi di PT Adaro Indonesia diperoleh bahwa unsafe act sebesar 81 % dan unsafe condition sebesar 19 %. Unsafe act terdiri dari human error 97.1 % dan Violations sebesar 20.6 %. Terhadap kasus human error di peroleh bahwa Skill based error 76.5%, Rule based error 14.7 % dan Knowledge based error 44.2 %. Dari masing-masing jenis error selanjutnya dibagi berdasarkan karatristiknya dan diperoleh hasil sebagai berikut;  Skill based error  terdiri dari  poor technique (38.2 %), kemudian diikuti oleh mis-ordering (29.4 %), mistiming (20.6 %), intrusion (8.8 %), dan ommision following interuption (5.9 %); untuk rule based error terdiri dari Misapplication of good rule sebesar 11.8 % dan Application of Bad rule sebesar 2.9 %. Dan untuk knowledge based error terdiri dari workspace limitations dan out of sight / out of mind (11.8 %) kemudian berturut – turut problems with causality and complexity dan   confirmation bias masing-masing (8.8 %),  overconvidence (5.9%) dan selectivity (2.9 %). Jika dilakukan analisis berdasarkan perusahaan kontraktor yang ada di PT Adaro Indonesia maka diperoleh hasil sebagai berikut : skill based error terjadi berturut – turut pada PAMA (29 %), SIS (24 %), RA (15 %), dan BUMA (12 %). Untuk rule based error paling banyak terjadi pada PAMA (5.9 %) dan BUMA, SIS dan  RA masing - masing 2.9 %. Untuk jenis knowledge based error paling banyak terjadi pada PAMA (24 %), SIS (8.8 %), RA (5.9 %), dan BUMA (5.9 %). Dari keseluruhan hasil penelitian tersebut maka human error yang paling dominan adalah skill based error, kemudian knowledge based error. Program error prevention sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kasus human error secara berulang. Daftar bacaan: 25 (1980- 2007)


ABSTRACT Coal mining industry is one of big industries that produce yielding foreign exchange for a country. And, it also has high risk of having an accident. An accident that happened can create big loss to humans or properties of a company. The accidents that happened were caused by many factors, such as unsafe act, and unsafe condition. Unsafe act gives the biggest contribution on the cause of an accident. The purpose of the research is to know the aspects of human error and their characteristics of trailer accidents that happened at PT. Adaro Indonesia in South Kalimantan. This research uses case study design with quantitative approach. The purpose of using this approach is to give a bigger picture on human error issue that causes trailer accidents which happened in 2007 at PT. Adaro Indonesia. The data that is used for this research is secondary data that contains reports of trailer accidents in 2007. The data that has been collected is inputted in a dummy table. After that, the data is analyzed unvariat. In order to see why and how human error occurs, then I use content analysis. According to this research that uses data of trailer accidents that happened in 2007 at PT. Adaro Indonesia, the causes of trailer accidents are unsafe act (81%), and unsafe condition (19%).  Unsafe act consists of human error (97.1%) and Violations (20.6 %). In human error cases, we can see characteristics, Skill based error 76.5%, Rule based error (14.7%), and Knowledge based error (44.2%). We can divide these errors based on their characteristics. They are: Skill based error consists of poor technique (38.2 %), mis-ordering (29.4 %), mistiming (20.6 %), intrusion (8.8 %), and ommision following interuption (5.9 %). Rule based error consists of Misapplication of good rule (11.8%), and Application of Bad rule (2.9%). And, knowledge based error consists of workspace limitations dan out of sight / out of mind (11.8 %), problems with causality and complexity (8.8%) and confirmationbias (8.8 %),  overconvidence (5.9%),  and selectivity (2.9 %). If we do analysis to contractor companies at PT. Adaro Indonesia, we cansee: skill based error occurs at PAMA (29 %), SIS (24 %), RA (15 %), and BUMA(12 %); rule based error occurs at PAMA (5.9 %), BUMA (2.9%), SIS (2.9%), andRA (2.9%); knowledge based error occurs at PAMA (24 %), SIS (8.8 %), RA (5.9 %), and BUMA (5.9 %). According to the result of the research, the most dominant characteristic ofhuman error is skill based error. And, it is followed by knowledge based error. Error prevention program is needed to prevent accidents that are caused by human error. References : 25 (1980- 2007)

Read More
T-2800
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alles Sandra Tardeli; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Widura Imam Mustopo, Mersi Abadi
Abstrak:
keselamatan dan kesehatan kerja (K3), yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau pemurnian, pengangkutan dan pencucian serta pascatambang, yang pada umumnya dilaksanakan di area yang terpencil (remote area), oleh karena itu kegiatan pertambangan sangat rentan terhadap risiko K3 terutama kecelakaan tambang. Tujuan penelitian ini melakukan kajian analisis gap Human Factors dengan metode HFACS dan Interaksi antar faktor yang berkontribusi terhadap kejadian Kecelakaan Tambang Berakibat Fatal pada tahun 2022. Metode Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) dikembangkan oleh Wiegmann dan Shapell pada tahun 2003 yang didasarkan pada model swiss cheese, pada penelitian ini akan secara lebih mendalam mengungkap bahwa faktor kontribusi manusia yang tidak muncul secara tiba-tiba atau akibat pelanggaran individual pekerja namun ada kontribusi dari kegagalan pengelolaan organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain case study terhadap laporan Berita Acara hasil investigasi Kecelakaan Tambang berakibat 8 perusahaan pertambangan mineral dan batubara pada tahun selama periode bulan Januari sampai dengan Desember 2022. Hasil dari penelitian ini terdapat 43 penyebab dari sisi human factors, dengan distribusi terdiri atas skill-based error sebesar 2%, decision error sebesar 14%, perceptual error 2%, exceptional violation 0%, lingkungan fisik 5%, lingkungan teknis 9%, kondisi operator 7%, keterbatasan fisik/mental 0%, kegagalan pengelolaan pekerja 7%, kesiapan personil 2%, supervisi yang tidak memadai 16%, operasi yang tidak sesuai rencana 5%, gagal memperbaiki masalah 0%, pelanggaran kepemimpinan 2% dan proses organisasi sebesar 9%.

Mining activities are a capital-intensive and occupational safety and health (K3) risk-intensive industry, which includes the stages of general investigation, exploration, feasibility studies, construction, mining, processing and/or refining, transportation and washing and post-mining activities, which are generally carried out in remote areas, therefore mining activities are very vulnerable to K3 risks, especially mining accidents. The aim of this research is to study the Human Factors gap analysis using the HFACS method and the interactions between factors that contribute to fatal mining accidents in 2022. The Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) method was developed by Wiegmann and Shapell in 2003 which is based on the model swiss cheese, this research will reveal in more depth that the human contribution factor does not appear suddenly or as a result of individual workers' violations but there is a contribution from failure in organizational management. This research uses a qualitative method with a case study design on the Minutes of Mining Accident Investigation Reports affecting 8 mineral and coal mining companies in the period January to December 2022. The results of this research are 43 causes from the human factors side, with a distribution consisting of on skill-based error of 2%, decision error of 14%, perceptual error of 2%, exceptional violation 0%, physical environment 5%, technical environment 9%, operator condition 7%, physical/mental limitations 0%, worker management failure 7%, personnel readiness 2%, inadequate supervision 16%, operations not according to plan 5%, failure to fix problems 0%, leadership violations 2% and organizational processes 9%.
Read More
T-6916
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Sudiyanto; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Wisnu Susetyo
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko kesehatan pekerja akibat pajananTSP, PM10, PM2,5, Cd, Si, As, dan Pb yang dilakukan pada pengukuran outdoor,indoor, dan respirable personal lokasi pelabuhan dan membandingkannya dengannon pelabuhan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil karakteristik risiko (RQ) debu outdoor TSP dan PM10 kurang dari 1, sementara PM2,5 lokasi Hopper 4 lebih dari 1. Untuk RQ debu indoor PM2,5 pada lokasi Hopper 6 dan barging lebih dari 1, sedangkan non pelabuhan RQ kurang dari 1.Untuk RQ personal respirable pada lokasi Hopper 6 dan genset lebih dari 1,sementara non pelabuhan kurang dari 1. Untuk unsur non karsinogenik Cd, Asdan Pb RQ kurang dari 1, sementara unsur karsinogenik As dan Cd nilai ECRkurang dari E-4 dan Silica nilai ECR lebih dari E-4.Kata kunci : TSP, PM10, PM2,5, Cd, Si, As, dan Pb, karsinogenik, nonkarsinogenik, analisis risiko, karakteristik risiko
The purpose of this study is to analyze the occupational health risks of workersexposed to TSP, PM10, PM2, 5, Cd, Si, As, and Pb that were carried out onmeasurements in outdoor, indoor, and personal respirable port location andcompare it to the non-port. This research is a descriptive analytic cross-sectionalresearch design. Based on this research, the results are risk characteristics (RQ)outdoor TSP and PM10 dust is less than 1, while PM2,5 located at Hopper 4 ismore than 1. For indoor dust RQ PM2,5 located at Hopper 6 and barging morethan 1, while on the non-port RQ is less than 1. For personal respirable RQ locatedat Hopper 6 and genset are more than 1, while in the non port is less than 1. Fornon-carcinogenic elements Cd, As and Pb RQ are less than 1, while thecarcinogenic element As and Cd, value of ECR is less than E-4 and for Silica valueof ECR is more than E-4.Key Word:TSP, PM10, PM2,5, Cd, Si, As, dan Pb, carcinogenic, non- carsinogenic, riskanalysis, risk characterization
Read More
S-7629
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive