Ditemukan 40171 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Mauliate Duarta Christiani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Ede Surya Darmawan, Rita Damayanti, Nunik Kusumawardani, Sakri Sab'atmaja
Abstrak:
Epidemi tembakau adalah salah satu ancaman besar kesehatan masyarakat yang dihadapi dunia, Selain merokok, asap rokok orang lain juga berbahaya bagi kesehatan. Dilaporkan bahwa tiga dari lima orang pelajar usia 13- 15 tahun terpapar asap rokok orang lain di rumah dan tempat-tempat umum. Prevalensi merokok pada penduduk umur 10-18 mengalami peningkatan dari 7,2% pada tahun 2013 menjadi 9,1% pada tahun 2018. Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki peraturan tentang Kawasan Dilarang Merokok. Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) disekolah bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, mencegah siswa untuk mulai merokok dan menurunkan angka perokok. Penelitian dilakukan untuk menggali informasi apakah terdapat kesesuaian antara pelaksanaan dengan kebijakan KTR di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik WM, Observasi dan telaah dokumen. Kesimpulan didapatkan bahwa SMPK 5 Penabur dan SMPN 255 inkonsisten dalam implementasi kebijakan KTR dalam promosi kesehatan di sekolah dan merekomendasikan mendorong disposisi yang mendukung implementasi kebijakan KTR, Pembentukan struktur birokrasi, Mengalokasikan sumber daya sesuai yang dibutuhkan dan Meningkatkan komunikasi yang efektif
Read More
T-5468
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ana Mukhlishoh; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Anwar Hassan, Yudi Rachmanto
Abstrak:
Skripsi ini membahas detail pengembangan Kawasan Tanpa Rokok di SMK IPTEK berdasarkan tiga komponen KTR yang ada yaitu Kebijakan KTR, Tenaga KTR dan Media KTR. Penelitian ini menggunakan mixed method, yaitu penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder dengan studi intervensi dan kualitatif untuk pendalaman dari penelitian kuantitatif dengan desain analisis isi. Hasilpenelitiankuantitatifdidapatkanbahwa persentase tiap komponen KTR menjadi kategori baik setelah adanya Duta KTR, diantaranya Kebijakan KTR 96,1 %, Tenaga KTR 85,1 % dan Media KTR 94,7 %. Berdasarkan hasil uji wilcoxon test seluruh komponen KTRmengalami peningkatan yang signifikan dengan p value = 0,001. Adapun faktor yang memudahkan adalah dukungan guru dan sekolah untuk melakukan pembentukan Duta KTR dan yang menjadi hambatan adalah kepercayaan diri Duta KTR untuk mengingatkan temannya serta belum adanya monitoring evaluasi catatan pengawasan KTR oleh Duta KTR. Kata kunci: Merokok, Komponen KTR, Duta KTR This study discussed about the development details of Non-Smoking Area in IPTEK Vocational High School based on the three existing Non-Smoking Area components such as Non-Smoking Area Policy, Team, and Media. This study used mixed method, a quantitative research using secondary data with intervention and qualitative study for deepening of quantitative research with content analysis design. The result of quantitative research showed that the percentage of each Non-Smoking Area component had become good category after the existing of Non-Smoking Area Ambassadors, such as Non-Smoking Area policy (96,1%), Non-Smoking Area team (85,1%), and Non-Smoking Area media (94,7%). Based on the result of wilcoxon test, Non-Smoking Area components experienced a significant improvement with p value = 0.001. The factor which facilitated this study was teachers and other school staff support in forming Non-Smoking Area Ambassadors. In addition, the obstacles of this study were confidence of Non-Smoking Area Ambassadors for reminding their friends and none of Non-Smoking Area monitoring evaluation records by Non- Smoking Area Ambassadors. Keywords: Smoking, Non-Smoking Area Components, Non-Smoking Area Ambassadors
Read More
S-9553
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ihyani Nurdiena Marliamara; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Bambang Wispriyono, Dien Anshari, Risky Kusuma Hartono, Faika Rachmawati
Abstrak:
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan sopir angkutan umum terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Terminal Kota Depok tahun 2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Responden penelitian adalah 94 sopir angkutan umum yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup karakteristik individu serta sikap dan perilaku merokok. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sopir angkutan umum (79.8 %) tidak patuh terhadap peraturan KTR, sementara sisanya (20.2%) patuh. Faktor predisposisi memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan para sopir angkutan umum (p- value < 0,05). Begitu pula dengan faktor pemungkin. Faktor Penguat yaitu harga rokok tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan.
This study aims to analyze the factors associated with the compliance of public transport drivers with the Smoke-Free Area (SFA) regulations at the Depok City Terminal in 2024. The research employs a descriptive method with a quantitative approach and a cross-sectional design. The respondents of the study consist of 94 public transport drivers selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire that covered individual characteristics as well as smoking attitudes and behaviors. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed that the majority of public transport drivers (79.8%) did not comply with the SFA regulations, while the remaining 20.2% were compliant. Predisposing factors were found to have a significant relationship with the compliance of public transport drivers (p-value < 0.05). Similarly, enabling factors were also significantly related. However, reinforcing factors, such as the price of cigarettes, did not have a significant relationship with compliance.
T-7197
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hazrina Fadiah Insani; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Wahyu Septiono, Eddy Riris Anita Tarihoran, Dewi Yuliana Lestari
Abstrak:
Read More
Kawasan tanpa rokok merupakan upaya perlindungan untuk masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok. Kampung Cigaten Desa Cihuni Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang berupaya mendirikan kawasan tanpa rokok di sebuah kampung yang cukup padat penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelaksanaan peraturan kawasan tanpa rokok di Kampung Cigaten dengan menggunakan Teori Implementasi kebijakan George C.Edward. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian Rapid Assesment Procedure. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion, pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus-November Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor komunikasi dalam pelaksanaan kebijakan kawasan tanpa rokok di kampung Cigaten belum berjalan dengan baik, selanjutnya sumber daya yang dimiliki dalam pelaksanaan kawasan tanpa rokok di kampung Cigaten yaitu sumber daya manusia dan sarana prasarana kawasan tanpa rokok juga belum terpenuhi kualifikasi dan kelengkapannya, Sikap positif mayoritas ditunjukan oleh para informan terhadap berlakunya kawasan tanpa rokok di kampung Cigaten hanya saja masih banyak informan yang sama sekali tidak mengetahui maksud dan tujuan dari kawasan tanpa rokok. Surat keputusan dan standar operasional pelaksanaan kawasan tanpa rokok di kampung Cigaten sudah tersedia namun belum pernah disosialisasikan termasuk kejelasan gambaran kerja para pengelola kawasan tanpa rokok. Untuk itu pemerintah kabupaten Tangerang perlu memperkuat peraturan kawasan tanpa rokok dengan melakukan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi pada tempat-tempat yang di tetapkan sebagai kawasan tapa rokok dan dapat membuat petunjuk teknis terhadap pelaksanaan kawasan tanpa rokok di kabupaten Tangerang.
Smoke-free areas are an effort to protect the community from the risk of health problems caused by environmental pollution from cigarette smoke. The village of Cigaten, Cihuni village, Pagedangan district, Tangerang regency is trying to set up a smoke-free area in a village that is quite densely populated. The purpose of this research is to determine the implementation of the smoke-free regulations in the village of Cigaten, using George C. Edward's theory of policy implementation. This research will use a qualitative approach with a research design of a rapid assessment procedure. Data will be collected through in-depth interviews and focus group discussions. Data collection will take place from August to November 2023. The results of the research show that the communication factor in the implementation of the no-smoking area policy in Cigaten village has not gone well, and the resources in the implementation of the no-smoking area in Cigaten village, namely human resources and infrastructure in the no-smoking area, also do not have the qualifications and completeness. The majority of informants had a positive attitude towards the implementation of the no-smoking area in Cigaten Village. However, there were still many informants who did not know the aims and objectives of the no-smoking area at all. The decree and operational standards for the implementation of smoke-free areas in Cigaten village are available, but have never been socialised, including a clear description of the work of smoke-free area managers. Therefore, the Tangerang district government can provide technical instructions for the implementation of smoke-free areas in Tangerang district by strengthening the regulations on smoke-free areas through publicity, monitoring and evaluation of places designated as smoke-free areas.
T-7008
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gusni Apon; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Gladys Thenny Selintung, Tasripin
T-5318
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Farandi Agesti Ramadhan; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Evi Martha, Ridhwan Fauzi, Sylvia Prisca Delima
Abstrak:
Read More
Dunia sedang mengalami pergeseran penggunaan rokok konvensional menjadi rokok elektronik. Indonesia sendiri belum ada penurunan pengguna rokok konvensional, tetapi dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan pengguna rokok elektronik. Hal ini terjadi karena masif aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh industri rokok elektronik dalam beberapa tahun terakhir. Promosi yang dilakukan oleh industri rokok elektronik ini dilakukan oleh berbagai media, tetapi yang masif dilakukan adalah melalui internet dan media sosial. Promosi melalui media sosial cukup efektif dilakuka karena adanya interaksi yang dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan pada kelompok umumrGenerasi Z di DKI Jakarta berusia 17-26 Tahun merupakan pengguna rokok elektronik dan pengguna ganda rokok yang pernah terpapar promosi rokok elektronik di media sosial. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa promosi rokok elektronik di media sosial mempengaruhi norma subyektif, sikap, niat dan penggunaan rokok elektronik pada generasi di DKI Jakarta. Penyebab pengaruh ini dikarenakan masifnya promosi rokok elektronik dan pengemasan promosi rokok elektronik di media sosial yang menarik dan mudah diterima oleh generasi Z.
The world is experiencing a shift in the use of conventional cigarettes to electronic cigarettes. Indonesia itself has not seen a decrease in conventional cigarette users, but in recent years there has been an increase in electronic cigarette users. This happened because of the massive marketing activities carried out by the electronic cigarette industry in recent years. The promotion carried out by the electronic cigarette industry is carried out by various media, but what is massively done is through the internet and social media. Promotion through social media is quite effective because of the interaction carried out. This research is qualitative research with a case study approach. Data collection was carried out on the general group of Generation Z in DKI Jakarta aged 17-26 years old are electronic cigarette users and dual cigarette users who have been exposed to electronic cigarette promotions on social media. The results showed that the promotion of electronic cigarettes on social media influenced subjective norms, attitudes, intentions and use of electronic cigarettes in generations in DKI Jakarta. The cause of this influence is due to the massive promotion of electronic cigarettes and the packaging of electronic cigarette promotions on social media that are attractive and easily accepted by generation Z.
T-6900
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Marti Rahayu Diah Kusumawati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Triyanti, Evi Martha, Andi Sari Bunga Untung, Fiena Fithriah
Abstrak:
Konsumsi buah dan sayur pada siswa masih belum memenuhi rekomendasi yangdianjurkan. Kurangnya konsumsi buah dan sayur mengakibatkan peningkatan risikopenyakit tidak menular dan menyebabkan kematian. Kelompok usia sekolah menengahatas merupakan kelompok usia remaja yang berada dalam masa yang tepat untukpertumbuhan dan perkembangannya dalam menanamkan kebiasaaan makan yang sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan konsumsi buah dan sayur padasiswa SMA Negeri di Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sebanyak 326 siswa dari 4SMA Negeri berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwasikap, preferensi, dan ketersediaan buah dan sayur di rumah merupakan determinan darikonsumsi buah dan sayur dengan faktor dominan yang ditemukan adalah preferensi(OR=7,87; CI=1,8-34,1). Peningkatan pemahaman akan manfaat dan pentingnyakecukupan konsumsi buah dan sayur bagi kesehatan serta upaya pemberdayaanmasyarakat sekolah dapat membentuk persepsi yang baik bahwa buah dan sayur adalahmakanan sehat dengan rasa yang enak dan dapat dikonsumsi dalam berbagai jenispengolahan yang menarik.Kata kunci: Konsumsi buah dan sayur, remaja, siswa.
Consumption of fruits and vegetables in students still not meet the recommendedrecommendations. Lack of fruit and vegetable consumption leads to an increased risk ofnon-communicable diseases and causing death. The high school age group is a group ofteenagers who are in the right age for their growth and development in instilling healthyeating habits. This study aims to determine the determinants of fruit and vegetableconsumption in high school students in East Jakarta Jatinegara Subdistrict. This researchis a quantitative research with cross-sectional study design. A total of 326 students from4 public senior high school participated in this study. The results showed that theattitudes, preferences, and availability of fruits and vegetables at home were thedeterminants of fruit and vegetable consumption with the dominant factor found inpreference (OR = 7,87, CI = 1,8-34,1). Increased understanding of the benefits andimportance of the adequacy of fruit and vegetable consumption for health and efforts toempower the school community can form a good perception that fruits and vegetablesare healthy foods with good taste and can be consumed in various types of attractiveprocessing.Keywords: Consumption of fruit and vegetables, adolescents, students.
Read More
Consumption of fruits and vegetables in students still not meet the recommendedrecommendations. Lack of fruit and vegetable consumption leads to an increased risk ofnon-communicable diseases and causing death. The high school age group is a group ofteenagers who are in the right age for their growth and development in instilling healthyeating habits. This study aims to determine the determinants of fruit and vegetableconsumption in high school students in East Jakarta Jatinegara Subdistrict. This researchis a quantitative research with cross-sectional study design. A total of 326 students from4 public senior high school participated in this study. The results showed that theattitudes, preferences, and availability of fruits and vegetables at home were thedeterminants of fruit and vegetable consumption with the dominant factor found inpreference (OR = 7,87, CI = 1,8-34,1). Increased understanding of the benefits andimportance of the adequacy of fruit and vegetable consumption for health and efforts toempower the school community can form a good perception that fruits and vegetablesare healthy foods with good taste and can be consumed in various types of attractiveprocessing.Keywords: Consumption of fruit and vegetables, adolescents, students.
T-5313
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alya Tri Alvitasari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Cucu Sumintardi ; Yosef Sasmita
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Pendidikan kesehatan bagi remaja merupakan suatu proses edukatif yang terstruktur dan sistematis, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mereka dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. TikTok merupakan platform media sosial yang mengalami pertumbuhan pesat dengan basis pengguna yang luas, khususnya di kalangan generasi muda. Platform ini menawarkan format video pendek yang kreatif dan menarik, menjadikannya sarana potensial untuk menjangkau khalayak luas dalam upaya promosi kesehatan. Tujuan: tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media promosi kesehatan melalui aplikasi tiktok dan penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa SMPN pada program generasi emas bebas anemia dan zero new stunting (Gemaz) di lokus stunting UPTD Puskesmas Cisaat Kabupaten Sukabumi. Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian experimental dengan desain Quasi-eksperimen dengan rancangan Nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 243 remaja putri. Total keseluruhan sampel minimal yang diambil untuk 2 kelompok dalam penelitian ini adalah 152 responden dengan masing masing kelompok sebesar 76 responden. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Wilcoxon dan Uji Manova. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian promosi Kesehatan melalui aplikasi TikTok dan penyuluhan diketahui hasil uji Wilcoxon memiliki nilai sig. 0,001 < 0,05. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikasi antara pengetahuan, sikap, dan perilaku Siswa SMP. Pada perbandingan kedua metode intervensi anatara TikTok dan Penyuluhan, TikTok lebih efektif meningkatkan pengetahuan, pada Sikap dan perilaku lebih tinggi dengan intervensi penyuluhan secara persentase meskipun perbedaannya tidak cukup besar untuk mencapai signifikansi statistik. Saran: Untuk meningkatkan pengetahuan intervensi promosi kesehatan dapat memanfaatkan media sosial, dan untuk meningkatkan sikap dan perilaku dapat menggunakan penyuluhan offline.Intervensi dapat mengkombinasikan media edukasi mengunakan media sosial dengan penyuluhan offline sebagai sarana mengedukasi masyarakat tentang kesehatan terutama edukasi tentang anemia pada siswa SMP.
Background: Health education for adolescents is a structured and systematic educational process, aimed at improving their knowledge, attitudes and skills in maintaining the health of themselves and their environment. TikTok is a social media platform that is experiencing rapid growth with a wide user base, especially among the younger generation. The platform offers creative and engaging short video formats, making it a potential means of reaching a wide audience in health promotion efforts. Objective: The general objective of this research is to determine the effect of health promotion media through the TikTok application and counseling on changes in knowledge, attitudes and behavior of junior high school students in the anemia-free and zero new stunting (Gemaz) golden generation program at the UPTD stunting locus of the Cisaat Health Center, Sukabumi Regency. Method: The research design used in this research is experimental research with a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The population in this study was 243 young women. The total minimum sample taken for the 2 groups in this study was 152 respondents with 76 respondents in each group. This research sample was taken using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using the Wilcoxon test and Manova test. Results: Based on the results of research on health promotion through the TikTok application and counseling, it is known that the Wilcoxon test results have a sig value. 0.001 < 0.05. This means that there is a significant influence between the knowledge, attitudes and behavior of junior high school students. In a comparison of the two intervention methods between TikTok and Extension, TikTok was more effective in increasing knowledge, Attitudes and behavior were higher than the extension intervention in percentage terms although the difference was not large enough to reach statistical significance.Suggestion: To increase knowledge, health promotion interventions can use social media, and to improve attitudes and behavior, you can use offline counseling. Interventions can combine educational media using social media with offline counseling as a means of educating the public about health, especially education about anemia in junior high school students.
T-7075
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jessica Apulina Ginting; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Ririn Arminsih Wulandari, Saksono Liliek Susanto, Monica Hutabarat
Abstrak:
Read More
Penyakit gigi dan mulut yang dialami oleh anak usia dini disebabkan oleh banyak faktor, namun kondisi kesehatan gigi dan mulut ini dapat dicegah serta diobati pada tahap awal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi ibu dalam melakukan upaya pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak usia dini berdasarkan Health Belief Models. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman pertanyaan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2022-Januari 2023 pada 16 informan meliputi 6 informan utama dan 2 informan dari Sekolah X, 6 informan utama dan 2 informan kunci dari PAUD Y. Hasil Penelitian menunjukkan perilaku pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan ibu kepada anaknya adalah menyikat gigi, mengurangi makanan dan minuman manis, dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh persepsi kerentanan dan persepsi bahaya/kesakitan terhadap penyakit gigi dan mulut, persepsi manfaat dan hambatan untuk melakukan perilaku tersebut, memiliki kemampuan melakukan perilaku tersebut, dan adanya isyarat untuk melakukannya yang berasal dari kesadaran diri, pengalaman terkena penyakit gigi, dukungan orang sekitar, dan program sekolah. Untuk itu, perlu dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku ibu dalam mengupayakan pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak.
Oral diseases experienced by young children are caused by many factors, but these oral health conditions can be prevented and treated at an early stage. The purpose of this study was to analyze parent's perceptions in carrying out preventive actions for young children's oral health issues based on the Health Belief Models. This study used a qualitative approach with a case study design. Data collection was carried out by in-depth interviews using question guidelines carried out in December 2022-January 2023 on 16 informants including 6 main informants and 2 informants from School X, 6 main informants and 2 key informants from PAUD Y. The results showed that the preventive behavior of oral health issues carried out by parents to their children was brushing teeth, reducing sugary foods and drinks, and regular checks to the dentist. These behaviors are influenced by perceptions of susceptibility and perceptions of severity to oral and dental disease, perceptions of benefits and barriers to performing these behaviors, having the self-efficacy to perform these behaviors, and the presence of cues to action which come from self-awareness, experience of dental disease, support from surrounding people, and school’s programs. For this reason, it is necessary to improve parental behavior in seeking to prevent children's oral health issues.
T-6799
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Novia Nuraini; Pembimbing: Hadi Pratomo, Ella Nurlela Hadi; Penguji: Djuwita, Ratna; Noviati, Tri
Abstrak:
ABSTRAK Keuntungan Perawatan Metode Kanguru (PMK) adalah menurunkan kejadian hipotermia dan mempersingkat masa rawat di Rumah Sakit. Pelatihan menurut Kirkpatrick adalah upaya meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku dan mengembangkan keterampilan. Tujuan: Menilai evaluasi 1 tahun pasca pelatihan PMK pada peserta petugas kesehatan terlatih RSUD Pasar Rebo di wilayah Jakarta Timur pada tahun 2018. Metode: Mixed Method,Penelitian Kualitatif di dukung oleh penelitian kuantitatif pada 12 informan petugas kesehatan di Ruang Nicu, Perina, Delima yang sudah pernah mengikuti pelatihan PMK pada satu tahun yang lalu. Wawancara Mendalam, diskusi kelompok untuk mengetahui keterampilan petugas dan pengetahuan PMK setelah dilakukan pelatihan didukung oleh observasi keterampilan secara cek list dan pengisian kuesioner yang sama pada saat satu yang lalu. Hasil penelitian: dari hasil wawancara dan diskusi kelompok petugas melakukan keterampilan PMK langsung menggunakan bayi ke ibunya, tidak didukung oleh sarana dan prasana PMK ini didukung oleh data kuantitatif tidak ada perbedaan yang bermakna keterampilan PMK p =0,504 petugas kesehatan setelah satu tahun pasca mendapat pelatihan PMK. Pada saat observasi sebelum dilakukan test ada 4 petugas yang buku dan pernyataannya tidak pernah membaca lagi setelah pelatihan, hasil pengetahuan petugas mengalami penurunan hanya satu petugas yang tetap dari nilai post test satu tahun yang lalu dan dilakukan kembali dengan soal yang sama. Kesimpulan: penelitian ini menilai evaluasi pelatihan PMK yang diselenggarakan satu tahun yang lalu dan yang menjadi keterbatasan dengan responden yang sedikit kemungkinan hasilnya tidak relevan. Kata kunci: PMK, Pelatihan,Nuraini, RSUD, Evaluasi Advantages of kangaroo mother care (KMC) is to reduce the incidence of hipotermia and shorten hospital stay. Training according to Kirkpatrick is an effort to improve knowledge, change behavior and develop skills. Aim : Assess the evaluation of 1 year post-KMC training on trained health care personnel in Pasar Rebo General Hospital in East Jakarta in 2018. Method: Mixed Method Qualitative research was supported by quantitative research on 12 health worker informants in Nicu, Perinatologi, Delima Room who had attended KMC training one year ago. In-depth interviews, group discussions to find out the skill of FMU officers and knowledge after training were supported by skill observation on check list and filling out the same questionnaire on the previous one. Results: the results of interviews and discussions of groups of officers performing KMC skills directly using infants to their mothers, not supported by facilities and infrastructure KMC is supported by quantitative data there is no significant difference in KMC skills p = 0,504 health workers after one year after receiving KMC training . At the time of observation prior to the test there were 4 officers whose books and statements never read again after the training, the officer's knowledge result decreased only one officer who remained from the post test score one year ago and re-done with the same problem. Conclusions: This study evaluates the evaluation of KMC training held a year ago and which is limited to the few respondents likely to be irrelevant. Key words: KMC, Training,Nuraini,Hospital, Evaluation
Read More
T-5347
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
