Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23878 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ina Agustina Eka Suswanti; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Grace Mediana Purnami
Abstrak: ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas profil kesehatan Kabupaten Bandung berdasarkan kerangka Health Metrics Networks (WHO, 2012) yang terdiri dari faktor masukan (sumber daya informasi, indikator kesehatan kunci, serta sumber data) dan faktor proses (manajemen data, produk informasi, serta diseminasi dan penggunaan informasi). Faktor keluaran seperti usia informasi, akurasi, relevan, tingkat kejelasan, kelengkapan, dan penyajian informasi menggunakan teori faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas informasi Kamali Whitely, 2015. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam kepada staf dan pimpinan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung sebagai penyedia (pembuat), dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sebagai pengguna (pengguna), serta puskesmas, Bappeda, Diskominfo, RSUD, dan pihak swasta sebagai pengguna akhir (pengguna akhir). Selain itu, penelitian ini menggunakan telaah dokumen dan observasi yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas profil kesehatan Kabupaten Bandung. Hasil penelitian yang menggunakan penilaian HMN (WHO, 2008), menunjukkan untuk gambaran faktor masukan dan proses dapat disimpulkan bahwa faktor masukan profil kesehatan seperti masih lemahnya sumber daya terkait peraturan perundang-undangan dalam penyusunan profil kesehatan dan peraturan kebijakan dalam koordinasi berupa pertemuan dan pemantauan. Sedangkan menurut aspek sumber daya manusia, dana, dan sumber data sudah terpenuhi. Mengenai gambaran faktor proses, walaupun belum memiliki gudang penyimpanan data, tetapi dalam manajemen data sudah terintegrasi dan mudah digunakan bagi penggunanya melalui web resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Sedangkan gambaran produk informasi berupa profil kesehatan tidak tepat waktu dalam pelaporannya, sehingga berdampak pada komponen diseminasi dan penggunaan informasi yang ada di profil kesehatan yang tidak dapat digunakan sebagai proses alokasi sumber daya dalam penganggaran pembangunan tahunan yang terpadu, walaupun sudah terpenuhinya semua komponen faktor keluaran seperti usia informasi, akurasi, relevan, tingkat kejelasan, kelengkapan, dan penyajian informasi. Kata kunci: Pofil Kesehatan, Kualitas Profil Kesehatan, Kerangka HMN WHO ABSTRACT This study discusses the factors that influence the quality of the health profile of Bandung Regency based on the framework of Health Metrics Networks (WHO, 2012) which consists of input factors (information resources, key health indicators, and data sources) and process factors (data management, products information, and dissemination and use of information). Output factors such as age of information, accuracy, relevance, level of clarity, completeness, and presentation of information using the theory of factors that influence the quality of information Kamali Whitely, 2015. The design of this study uses qualitative methods, by conducting in-depth interviews with staff and leaders of the Health Office Bandung Regency as a penyedia (maker), and the West Java Provincial Health Office as a pengguna (pengguna), as well as a health center, Bappeda, Diskominfo, RSUD, and the private sector as an pengguna akhir (pengguna akhir). In addition, this study uses document review and observations relating to the factors that influence the quality of health profile in Bandung Regency. The results of the study using the HMN assessment (WHO, 2008), showed that for input and process factors it can be concluded that health profile input factors such as still weak resources related to legislation in preparing health profiles and policy regulations in coordination in the form of meetings and monitoring. Whereas according to aspects of human resources, funds, and data sources have been fulfilled. Regarding the description of process factors, even though they do not yet have a data storage warehouse, the data management has been integrated and is easy to use for its penggunas through the official website of the Bandung District Health Office. While the description of information products in the form of health profiles is not timely in its reporting, so that it has an impact on the dissemination and use of information in the health profile which cannot be used as a resource allocation process in integrated annual development budgeting. Although all components of the output factors have been fulfilled, such as age of information, accuracy, relevance, level of clarity, completeness, and presentation of information. Keywords: Pofil Kesehatan, Quality Health Profile, WHO HMN Framework
Read More
S-9934
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Wisnu Handini; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Martya Rahmaniati Makful,Heru Indra Cahya
S-6592
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisya Amalia Putri; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguij: Besral, Zakiah
Abstrak:
Kualitas data SPM KIA yang baik diperlukan untuk dapat digunakan sebagai dasar perencanaan. Salah satu model penilaian data yang telah dikembangkan adalah model Penilaian Kualitas Data Rutin (PKDR), yang merupakan adaptasi model WHO yang diadopsi oleh Pusdatin. Hingga saat ini belum pernah dilakukan penelitian pada Kota Depok. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menilai data SPM Kesehatan Ibu, khususnya indikator K4 dan Linakes, di Kota Depok. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan indikator kelengkapan, ketepatan waktu, konsistensi internal, dan konsistensi eksternal, akurasi serta faktor-faktor organisasi yang mempengaruhinya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kelengkapan data di Kota Depok tergolong baik, ketepatan waktu belum dapat dianalisis secara optimal, konsistensi internal relatif baik meski terdapat beberapa puskesmas yang tidak konsisten, serta konsistensi eksternal bagus, terakhir ketidakakuratan ditemukan di salah satu puskesmas di Kota Depok. Selain itu, penelitian ini juga menemukan masalah-masalah organisasi seputar pengumpulan data yang berpotensi mempengaruhi kualitas data.


Data of good quality on Minimum Service Standard of Maternal and Child Health (MSS MCH) is required to be utilized as a basis for planning. One of the data assessment models that has been developed is the Routine Data Quality Assessment (RDQA) model, which is an adaptation of the WHO model adopted by Pusdatin. No research has been conducted in Depok City until recently. Therefore, this study aimed to assess SPM data on maternal health, specifically indicators such as the K4 and Linakes, in Depok City. The assessment was conducted by considering the indicators of completeness, timeliness, internal consistency, external consistency, and accuracy as well as the organizational factors that influence them. The results showed that data completeness in Depok City was good, timeliness could not be optimally analyzed, internal consistency was relatively good although there was some inconsistent data in some puskesmas, external consistency was good, and lastly, inaccuracy was found in one of the health centers in Depok City.. In addition, this study also found organizational issues surrounding data collection that could potentially affect data quality.
Read More
S-12086
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Okti Anggraeni; Pembimbing: Tris, Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Suhardini
Abstrak: Guna mendukung upaya pemerintah dalam pencatatan secara terintegrasi tentunya diperlukan sebuah informasi yang memadai mengenai kasus TBC, seperti informasi sebaran kasus dan faktor determinan yang mempegaruhinya. Dengan adanya informasi sebaran kasus dan faktor determinan berbasis ruang dan waktu tentunya akan memudahkan pemerintah dan petugas kesehatan petugas kesehatan dalam melakukan pengambilan keputusan dan perencanaan program kesehatan berdasarkan informasi daerah rawan kasus dan berpotensi terjadinya kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kasus TBC secara spasial dan variable-variabel yang mempengaruhinya di Kabupaten Cilacap sehingga dapat diketahui daerah yang berisiko terhadap TBC. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional (potong lintang) dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta analisis Regresi linier. Berdasarkan analisis regresi linier hubungan rumah sehat, PHBS, tenaga kesehatan dan kemiskinan terhadap kasus TBC tidak signifikan sedangkan berdasarkan analisis spasial beberapa wilayah yang berisiko tinggi terhadap TBC prioritas I adalah Kecamatan Kawunganten, Sedangkan wilayah lainnya tergolong prioritas II menyebar di Kabupaten Cilacap. Kecamatan Sampang, Kecamatan Maos, Kecamatan Adipala, Kecamatan Cilacap Utara, Kecamatan Cilacap Selatan dan Kecamatan Kampung Laut masuk dalam prioritas III.
Read More
S-10153
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Ruminsyah; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Lina Widyastuti
Abstrak: Semakin meningkatnya jumlah penduduk dan tingginya angka kematian ibu, maka program Keluarga Berencana hadir untuk peningkatan kesehatan ibu dan penekanan laju pertumbuhan penduduk. Keberhasilan dari program KB tidak lepas dari peran pencatatan dan pelaporan setiap pelayanan Keluarga Berencana di Indonesia. Kualitas data yang dihasilkan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program Keluarga Berencana di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas data pelayanan keluarga berencana di Kota Depok tahun 2019 menggunkan metode Routine Data Quality Assassment (RDQA) yang dikembangkan oleh WHO. Sampel penelitian ini adalah DPAPMK Kota Depok dan PLKB Kecamatan di Kota Depok. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, telaah dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan dan konsistensi data pelayanan KB di Kota Depok sudah baik. Namun, ditemukan kekurangan pada beberapa aspek seperti penilaian sistem monitoring dan evalusi, dimana dimensi struktur, fungsi dan kapasitas monitoring evaluasi serta pengolahan dan analisis data masih kurang baik. Kesimpulan, secara umum kualitas data pelayanan KB di Kota Depok sudah baik. Namun perlu adanya peningkatan pada beberapa dimensi seperti pada pada ketepatan waktu dan sistem monitoring evaluasi khususnya pada dimensi struktur, fungsi dan kapasitas monitoring evaluasi. Kata Kunci : Akurat; Kelengkapan data; Keluarga Berencana; Kualitas data.
Read More
S-10041
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanny Setyani; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Milla Herdayanti, Yuni Susiana Nur
S-6893
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anjanida Priyantika Dewi; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tris Eryando, Abdul Gani Hasan
Abstrak:

Pengembangan teknologi saat ini menjadikan telehealth turut berkontribusi pada inovasi pelatihan, edukasi, pendampingan, dan kolaborasi jarak jauh bagi tenaga kesehatan, salah satunya berupa teknologi telementoring. Telementoring (pendampingan jarak jauh) sudah banyak digunakan sebagai sarana pendampingan antara mentor dan mentee, yang berhasil mengatasi kendala geografis, keterbatasan waktu, tenaga, serta dapat meminimalisir biaya perjalanan (travelling). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan telementoring Puskesmas di Kabupaten Bogor untuk kemudian dikembangkan sebuah prototipe sistem telementoring sebagai wujud sebuah inovasi pendampingan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas dan mengatasi masalah keterbatasan SDM Kesehatan di Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam pengembangan prototipe telementoring adalah User Centered Design (UCD) yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Hasil penelitian diketahui bahwa Puskesmas Kabupaten Bogor dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor membutuhkan telementoring sebagai sebuah tools pendampingan untuk meningkatkan interaksi, motivasi, edukasi, dan penguatan institusi Puskesmas, terutama pada Puskesmas yang memiliki jumlah tenaga kesehatan terbatas dan memiliki [encapaian program yang lemah. Dari hasil analisis kebutuhan juga diperoleh adanya peluang pengembangan fitur telementoring untuk mendukung penguatan Puskesmas. Berdasarkan hal tersebut, disusun suatu rancangan fitur telementoring berbasis web berbasis pada pengguna untuk Puskesmas di Kabupaten Bogor. Kata Kunci : telehealth. rancangan, prototipe, telementoring, Puskesmas, UCD.


 

Current technology development makes telehealth contribute to the innovation of training, education, mentoring, and long-distance collaboration for for health workers, telementong is kind of telehealth technology. Telementoring has been widely used as a mentoring facility between mentor and mentee, which is successfully overcome geographical constraints, limited time, energy, and so can minimize travel cost. This research aims to analyze the need of development of telementoring system for Puskesmas in Bogor Regency, then develop a prototype of telementoring system as a kind of innovation assistance between Bogor District Health Office and Puskesmas. Telementoring is expected to toovercome the limitations of health human resources in Bogor Regency and geographical constraints. The method used in the development of a telementoring prototype is User Centered Design (UCD), that focuses on user needs. The result of the research shows that Puskesmas in Bogor Regency and Bogor District Health Office require telementoring as an advisory tool to improve interaction, motivation, education for strengthening of Puskesmas institutionm especially for Puskesmas which have limited number of health personnel and have weak program attainment. From the result of requirement analysis also obtained the existence of opportunity for development telementoring system to support the strengthening Puskesmas. Based on this, a web based telementoring system based on user designed for Puskesmas in Bogor District was developed. Keywords : telehealth, design, prototype, telementoring, Puskesmas, UCD.

Read More
S-10256
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Machjati; Pembimbing: Toha Muhaimin
T-744
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hery Novriansyah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Artha Prabawa, Donald Sibarani
Abstrak: Rekam medis merupakan sumber informasi kesehatan yang memerlukan manajemen data yang baik, informasi merupakan hal yang penting dalam penentuan kebijakan atau pengambilan keputusan. Pengelolaan rekam medisrawat jalan di UPT Puskesmas Kecamatan Cileungsi masih manual yang mengakibatkan banyak keterbatasan dan permasalahan. Permasalahan ini mengakibatkan ketidak mampuan mengolah data menjadi informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat. Tujuan penelitian adalah membuat rancangan sistem informasi rekam medis elektronik rawat jalan yang dapat memudahkan pengolahan data untuk dibuat menjadi informasi yang dibutuhkan. Pengembangan sistem informasi menggunakan metode Incremental dan Iterative,pengumpulan data dengan cara observasi, telaah dokumen dan wawancara.Penelitian ini menghasilkan desain logis sistem informasi rekam medis elektronikrawat jalan sesuai kebutuhan pengguna yang dapat menghasilkan informasi secaracepat dan akurat. Kecepatan arus informasi di puskesmas sangat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan dan menjalankan fungsi perencanaan,monitoring dan evaluasi. Sistem informasi ini dapat di implementasikan dengan beberapa kondisi yang dapat menunjang terselenggaranya sistem dengan baik,yaitu tersedianya perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhansistem informasi yang dikembangkan secara bertahap, pelatihan petugas serta dukungan manajemen berupa dana, kebijakan dan prosedur. Kata kunci: Elektronik; Informasi; Puskesmas; Rekam Medis; Sistem
Medical record is a source of health information management that requires gooddata, information is crucial in the determination of policy or decision making.Outpatient medical record management in UPT Puskesmas Kecamatan Cileungsimanuals still lead to many limitations and problems. This problem resulted in theinability of the processing of data into information you need quickly andaccurately. The purpose of the research is to make the design of electronicmedical record information system outpatient which can facilitate the processingof data to be made into the needed information. Information systems developmentusing Iterative, Incremental method and data collection by means of observation,review of documents and interviews. This research resulted in the logical designof the information system of the electronic medical record outpatient, accordingthe needs of users who are able to generate information quickly and accurately.Speed of information flow in primary health care help management in decisionmaking and running the functions of planning, monitoring and evaluation. Thisinformation system can be implemented with some conditions that can supportthis system properly, namely the availability of hardware and software accordingto the needs of information systems developed gradually, officer training andmanagement support in the form of funds, policies and procedures.Keywords: Electronic; Information; Medical Record; Primary Health Care;Systems.
Read More
S-8443
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusi Fitriyanti; Pembimbing: Besral; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Deasy Martini
S-9456
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive