Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33072 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zurayya Fadila; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Toha Muhaimin, Rahmadewi, Chandra Rudyanto
Abstrak: Angka kematian bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan dan sebagai informasi penting tentang kesehatan ibu dan bayi. AKB Indonesia pada tahun 2017 sebesar 24 kematian bayi per 1000 kelahiran hidup masih tinggi, jika dibandingkan dengan negara-negara yang berada di Asia dan memiliki sosial ekonomi yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia seperti Sri Lanka, Filipina dan Vietnam. Permasalahan kematian bayi juga tidak dapat dilepaskan dari ketahanan hidup bayi, karena AKB merupakan cerminan dari lamanya bayi bertahan sejak dilahirkan. Berat badan bayi saat dilahirkan merupakan salah satu faktor penting yang erat kaitannya dengan kematian bayi. Terdapat beberapa variabel yang berhubungan dengan kematian bayi, diantaranya faktor maternal, faktor sosial ekonomi, faktor kontaminasi lingkungan, dan upaya pengendalian penyakit individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berat badan lahir rendah terhadap ketahanan hidup bayi di Indonesia. Desain studi dalam penelitian ini adalah kohort retrospektif dan jumlah total sampel penelitian ini adalah 13.488. Bagi Ibu yang memiliki bayi agar memperhatikan pemberian nutrisi yang cukup dan memberikan makanan bergizi seimbang kepada anak, salah satunya degan pemberian ASI eksklusif
Read More
T-5507
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dilla Syamola; Pembimbing: Atik Nurwahyuni, Budi Hidayat; Penguji: Trini Sudiarti, Brian Sriprahastuti, Tiska Yumeida
Abstrak: Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan lahir 1500 sampai kurang dari 2500 gram. Terdapat berbagai faktor bayi lahir dengan BBLR, salah satunya yaitu ketahanan pangan rumah tangga. Salah satu program pemerintah untuk tercapainya ketahanan pangan adalah program dari Kementerian Sosial yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Raskin. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan bayi BBLR menggunakan data Survei Sosial Ekonomi dan Nasional (Susenas 2015, 2016, 2017 dan Sub Sampel PKH 2017). Program Keluarga Harapan merupakan program pemerintah yang dapat dihubungkan dengan kejadian BBLR sebagai variabel social support dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional yang dilaksanakan pada November 2018 - April 2019. Jumlah sampel sebanyak 22.426 responden pada tahun 2015, 22.822 pada tahun 2016 dan 7.393 pada tahun 2017. Sedangkan pada sub sampel PKH sebanyak 378 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan ketahanan pangan rumah tangga dan bayi BBLR pada tahun 2015, 2016 dan 2017 dengan nilai p= 0,0001, p= 0,0001 dan p=0,003. Namun, pada sub Sampel PKH tidak ada hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan nilai p=0,572. Oleh karena itu pemerintah terkait, Kementerian Sosial dan Kementerian Pertanian diharapkan dapat memaksimal tercapainya ketahanan pangan bagi masyarakat agar risiko bayi lahir dengan BBLR dapat diminimalisir.
Read More
T-5683
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suciati Lubis; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Besral, Kustini
S-7771
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Seli Pibriani Hendra Yani; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Aziz, Anhari Achadi
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Kompensasi dan Pengembangan Karir Terhadap Turnover Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUP Fatmawati Tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kompensasi dan Pengembangan Karir Terhadap Turnover Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUP fatmawati Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan data diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner menggunakan skala linkert. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat rawat inap RSUP Fatmawati Tahun 2017. Sampel yang digunakan sebanyak 82 perawat dengan metode pengambilan sampel simple random sampling. Analisis data yang digunakan Uji Validitas Kuisioner, Uji Reabilitas Kuisioner, Uji korelasi, dan Uji Regresi Linier sederhana dengan dengan menggunakan SPSS 20,0 for windows. Hasil penelitian didapatkan bahwa Kompesasi berpengaruh negatif, kuat, dan signifikan, sebesar 82% terhadap turnover perawat dan pengembangan karir berpengaruh negatif dan lemah, terhadap turnover perawat di Instalasi Rawat Inap RSUP Fatmawati sekitar 18%.
Kata kunci : Kompensasi, Pengembangan Karir, Turnover

This study discusses the Influence of Compensation and Career Development on Turnover Nurse in Inpatient Installation RSUP Fatmawati Year 2017. The purpose of this study is to determine the Effect of Compensation and Career Development on Turnover Nurse in Inpatient Installation RSUP fatmawati Year 2017. This research is a quantitative research with cross sectional approach and data obtained from interviews and questionnaires using linkert scale. The population of this research is all nurses of Inpatient Hospital of Fatmawati Year 2017. The sample used is 82 nurses with simple random sampling method. Data analysis used Test Questionnaire Validity, Test Questionnaire Reaction, Correlation Test, and Linear Regression Test simple by using SPSS 20,0 for windows. The result of the research shows that Compensation has negative, strong, and significant effect, 82% toward nurse turnover and career development have negative and weak effect on nurse turnover at RSUP Fatmawati hospital about 18%.
Keywords : Compensation, Career Development, Turnover
Read More
S-9627
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfa Isnianto; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Indra Maryunif
Abstrak:

ABSTRAK Ada empat kriteria dasar dalam mengukur laporan keuangan yaitu laporan realisasi anggaran, laporan neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Pembahasan mengenai laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting dalam laporan keuangan, karena kondisi keuangan dianggap paling penting untuk menentukan perencanaan dan investasi jangka pendek dan jangka panjang. Analisa laporan keuangan di RS Bhayangkara Tk.I. R. Said Sukanto Jakarta sangat diperlukan karena untuk memperoleh gambaran kinerja keuangan sesuai dengan Badan Layanan Umum. Akuntansi dan laporan keuangan BLU diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), sesuai dengan jenis layanannya. Dalam hal tidak terdapat standar akuntansi keuangan, BLU dapat menerapkan standar akuntansi industri yang spesifik setelah mendapat persetujuan dari menteri keuangan. Dalam rangka pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan dan kegiatan pelayanannya BLU menyusun dan menyajikan laporan keuangan dan laporan kinerja. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dilakukan analisa dampak Badan Layanan Umum terhadap kinerja di RS Bhayangkara Tk.I. R. Said Sukanto. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dalam hal yang khusus penelitian ini dapat dinyatakan sebagai penelitian tetapi dalam hal lain juga dapat dinyatakan sebagai evaluasi, berarti hal ini merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standard an program yang telah ditetapkan. Evaluasi sebagai penelitian akan menjelaskan suatu fenomena. Penelitian ini merupakan hasil dari analisa terhadap laporan keuangan badan layanan umum RS Bhayangkara TK.I. R Said Sukanto, analisa dilakukan secara deskriptif sehingga laporan penelitian ini akan membahas tentang Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan tahun 2010 sampai dengan 2011. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kurang baiknya laporan keuangan seperti laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan di RS Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto. Sehingga dalam meningkatkan kinerja keuangan harus membuat sistem keuangan (billing system), penambahan sumber daya manusia yang berlatar belakang pendidikan  akuntansi dan peningkatan pada fungsi pengawan internal rumah sakit sehingga memperbaiki dalam proses pendapatan rumah sakit, rekapitulasi dan membuat laporan keuangan agar lebih akuntabilitas, manajemen dan transparansi. Kata kunci:  Laporan Keuangan, Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, Catatan atas Laporan Keuangan.


 ABSTRACT There are four basic criteria in measuring financial report namely report budget realization report 's report cash flow and the record on financial report. Discussion on report budget realization ' s report cash flow and the record on financial report is very important in the financial report, because the financial condition considered the most important to determine planning and short-term investments and long term. Analysis of the financial report in  hospital Bhayangkara Tk. I. R. Said Sukanto  in jakarta is particularly necessary because to acquire a sense of financial performance in accordance with a public service body. Accounting and financial report blu held in accordance with the accounting standard financial , conforming to a type its service. In the event that there is no finance, the accounting standard accounting standard of public service can apply specific industrial after having obtained approval from the minister of finance. In order of responsibility for financial management and activities of its service public service arrange and present the financial statements and reports performance. To reach the goal should be done analysis the impact of a public service body on the performance in the hospital Bhayangkara Tk. I. R. Said Sukanto. This research is a research evaluation in terms of the special research this can be expressed as the research but in other respects also can be expressed as a means of evaluation, it is part of the decision making process to compare an event, activities and products with standards and programs that have been set. Evaluation as research will shed light on a phenomenon. This research is the result of analysis of financial statements public service agency hospital Bhayangkara Tk. I. R Said Sukanto, the analysis done in a descriptive so that this research report will discuss about the realization of the Budget Report, balance sheet, cash flow statement and notes to the financial statements in 2010 to 2011. This research result indicates the less good news financial report as report budget realization ' s report cash flow and the record on financial report at hospital Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto. So in improving financial performance should make financial systems (billing system) so as to improve the process of hospital revenues, and create financial statement recap for more accountability, transparency and management. Key words:  Financial Report, Report the realization of the budget, Balance sheet, Cash flow, Notes to financial statemen

Read More
B-1460
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dika Asmawati; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Masyitoh, Novita Dwi Istanti, Deni Purnama
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan implementasi green hospital terhadap perilaku atau kebiasaan hemat energi para pegawai di lingkungan rumah sakit dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Sampel penelitian terdiri dari 150 pegawai di lingkungan kerja. Data statistik dianalisis menggunakan model Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan green hospital memiliki pengaruh signifikan terhadap faktor-faktor pendukung perilaku, yaitu sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku. Namun, pengujian juga menunjukkan bahwa norma subyektif tidak memiliki korelasi yang positif dengan kebiasaan hemat energi pegawai. Dalam pengolahan data, pengujian efek mediasi faktor-faktor tersebut (sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku) sebagai mediator antara kebijakan implementasi green hospital menunjukkan bahwa sikap dan kontrol perilaku menjadi mediator yang signifikan, sedangkan norma subyektif tidak menjadi mediator yang signifikan dalam meningkatkan niat penghematan energi. Kesimpulan, melihat niat penghematan energi sebagai mediator, dapat dilihat bahwa niat menjadi mediator yang signifikan antara sikap, kontrol perilaku, dan norma subyektif terhadap kebiasaan atau perilaku hemat energi di lingkungan rumah sakit.

This research aims to analyze the relationship between the implementation of green hospital policy and energy-saving behaviors of employees in the environment of Hospital, using the Theory of Planned Behavior (TPB) as the theoretical framework. The study's sample consists of 150 permanent employees and the statistical data are analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) technique. The results of the analysis indicate that the implementation of the green hospital policy significantly influences the supportive factors of behavior, namely attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. However, the tests also reveal that subjective norms do not positively correlate with the energy-saving behaviors of employees at the Hospital. Furthermore, the mediation analysis shows that attitudes and perceived behavioral control act as significant mediators between the green hospital policy and the intention to save energy, while subjective norms do not significantly mediate the relationship. Moreover, considering the intention to save energy as a mediator, it is observed that the intention significantly mediates the effects of attitudes, perceived behavioral control, and subjective norms on energy-saving behaviors in the hospital setting.
Read More
B-2385
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Larasati; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Saida Simanjuntak
Abstrak:

Standar asuhan keperawatan sangat penting bagi profesi keperawatan karena standar mencerminkan kualitas pelayanan kperawatan melalui penetapan kritena spesifik yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kualitas pelayanan telah dicapai. Tidak terkecuali bagi Unit ICU di Rumah Sakit Mutu pelayanan yang dilakukan oleh perawat di ICU dipengaruhi oleh keadaan-keadaan seperti keadaan lingkungan pekerjaannya, penghargaan yang didapatkan, atau bahkan sanksi bila terjadi kesalahan, dan beban kerja. (Depkes, 2004). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan kerja, pengharpaan dan sanksi terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan di ICU. Penelitian ini dilakukan karena belum adanya kesesuaian lingkungan keyja, penghargaan dan sanksi yang diterima oleh perawat schingga mempengaruhi pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan di ICU di 18 Rumah Sakit dan 9 PPK. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perawat ICU yang melaksanakan Asuhan Keperawatan Perawat dengan baik sebanyak 56,9% sedangkan yang menyatakan tidak baik sebesar 43,1% Sebanyak 67,1% perawat ICU menyatakan bahwa lingkungan kerja di [CU adalah baik, sedangkan sebanyak 32,9% menyatakan lingkungan kerja di ICU tidak baik. Dari 246 responden, 63.4% menyatakan bahwa sistem penghargaan yang diterima adalah baik, sisanya 36,6% menyatakan tidak baik. Terdapat 74.8% perawat ICU yang menyatakan bahwa sistem sanksi yang diberikan RS nya adalah baik, sisanya 25,2% yang menystakan tidak baik. Sebanyak 38,2% perawat ICU menyatakan bahwa kondisi pekerjaan (beban kerja) yang dipikul tidak sesuai dengan kemampuan kerja sedangkan 61,8 % sisanya menyatakan beban kerja yang dipikui sudah sesuai. Dari hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara lingkungan kerja, penghargaan, sanksi dan beban kerja dengan pelaksanaan asuhan keperawatan di ICU. Adapun faktor yang paling mempengaruhi pelaksanaan asuhan keperawatan adalah lingkungan kerja. Bagi manajemen rumah sakit diharapkan dapat meninjau kembali kebijakan terkait tentang lingkungan kerja yang sudah diterapkan pada saat penelitian berlangsung, sistem penghargaan, dan sanksi yang berlaku yang berbasis kompetensi sesuai dengan prinsip keadilan, sehingga ada perbedaan dengan perawat yang bekerja dengan baik dengan perawat yang bekerja kurang baik, membuat pedoman penilatan kerja terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan, menerapkan manajemen partisipatif dan terbuka yaitu melibatkan perawat pelaksanan dalam mengambi! keputusan serta menginformasikan basil yang dicapai, memberikan peringatan secara tertulis dan lisan bila perawat melanggar peraturan. Bagi perawat ICU, melatui hasi! penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat diantaranya adalah sebagai bahan pertimbangan bagi perawat yang bekerja dengan baik untuk diberikan kesempatan diberikan pendidikan dan petatihan yang berkelanjutan, serta diberikan penghargaan berupa promosi jabatan yang lebih tinggi, bukan berdasarkan lama kerja dan senoritas akan tetapi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, sebaliknya perawat yang belum bekerja dengan bak, hasil ini dapat merangsang motivasi untuk bekerja lebih giat dan profesional.


A nursing standard is very important to the nursing profession as the standard reflects on the quality of nursing service, by determining specific criteria which can be used to determine the current level of service quality. That does not exclude the ICU Units in hospitals. The quality of service performed by the ICU nursing staff is affected by factors such as work environment, the gained appreciation or even Punishment if there are mistakes, as well as work load. (Ministry of Health, 2004) This research was carried out to explore the effects of work environment, reward and punishment on the nursing outcome at the ICU. This research was carried out as there were no equal work environment, reward and punishment that were accepted by the nurses, hence affecting the nursing outcome given in ICUs in 18 hospitals and 9 PPK. The results showed that 56.9% of the ICU Nurse performed a good Nursing Outcome, whereas 43.1% performed a bad one. Around 67.1% of ICU nurses stated that the work environment was good, while 32.9% said that it was not. Out of 246 respondents, 63.4% stated that they received good appreciation, while the remaining 36.6% stated otherwise. About 74.7% ICU nurses satd that the hospital’s sanction system was good, while the remaining 25.2% said otherwise. Around 38.2% of the ICU nurses said that the work load was not in line with their work capacity, whereas 61.8% said that the work load was appropriate. From bivariate analysis, a correlation was found between work load, reward and punishment and the nursing outcome at the ICU. The most affecting factor in nursing outcome is work environment. The hospital management is expected to re-evaluate their current policy on work environment during the research pertod, and the current reward and punishment should be based on competency and faimess, so there’s a difference between a nurse who is working well and one that is not, making a work evaluation guideline for nursing outcome, implementing a participative and open management, that included the nurses in decision making as weil as informing them of the achieved results, giving written and oral warnings tf a nurse violated the rule. For ICU nurses, through this research, it is hoped that their work efficiency increases. It should be fully considered, that a nurse who has been working optimally would be given a chance for further education and continued traming, as well as given appreciation such as a promotion, not based on employment time seniority but according to competency. On the other hand, a nurse that has not done well, these results should promote motivation to work better and more professionally.

Read More
B-1094
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Bagus Nyoman Maharjana; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Helen Adnriani, Sutoto, R.A. Tuty Kuswardhani
Abstrak:
Latar belakang: Pelayanan kefarmasian di rumah sakit telah diatur dengan terbitnya Permenkes nomor 72 tahun 2016. Akreditasi sebagai pengakuan mutu pelayanan di rumah sakit menuangkan pedoman pelayanan kefarmasian pada bab Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO) yang terdiri dari 7 standar dan 80 elemen penilaian. SNARS sebagai pedoman akreditasi yang diterbitkan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), lembaga independen yang ditetapkan Menteri Kesehatan, untuk menilai implementasi pelayanan sesuai standar. Belum diketahui kesesuaian dan tantangan pelayanan kefarmasian di RS terhadap SNARS termasuk faktor-faktor pendukung dan penghambat pada pemenuhan standar akreditasi. Metode: Mix-methods. Cross sectional menggunakan data sekunder dari basis data KARS. Sampel adalah total populasi, diujikan berdasarkan variabel jenis, kepemilikan, kelas dan propinsi rumah sakit terhadap nilai rata-rata PKPO. Kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap surveior KARS dan asesi RS. Hasil dan Pembahasan: Didapatkan 1.725 RS dengan nilai rata-rata skor akhir PKPO adalah 79,16. Terdapat perbedaan yang signifikan pada kepemilikan (Pemerintah, Swasta) (p=0,001), kelas (A, B, C, D) (p<0,001), dan Propinsi (p<0,001). Berdasarkan standar PKPO, rata-rata nilai tertinggi pada standar penyimpanan untuk jenis (RSU dan RSK), kepemilikan (pemerintah dan swasta), pada kelas (B,C,D), dan propinsi, sedangkan standar peresepan dan penyalinan pada rumah sakit kelas A. Rata-rata nilai terendah pada standar monitoring untuk semua variabel. Kesimpulan: Standar penyimpanan menjadi kekuatan pelayanan kefarmasian rumah sakit di Indonesia terhadap kesesuaian SNARS. Standar monitoring menjadi tantangan terhadap kesesuaian SNARS pada jenis (RSU dan RSK), kepemilikan (pemerintah dan swasta), kelas (A,B,C,D), dan propinsi rumah sakit di Indonesia

Background: Pharmaceutical services in hospitals have been regulated by the issuance of Minister of Health regulation number 72 in 2016. Accreditation as an acknowledgment of service quality in hospitals standard for pharmaceutical and medication services in the PKPO chapter which consists of 7 standards and 80 assessment elements. SNARS as an accreditation guideline issued by the Indonesian Commission on Accreditation of Hospital (KARS), an independent agency approved by the Minister of Health, to assess the implementation of services according to standards. Not yet known the suitability and challenges of pharmaceutical and medication services in hospitals toward SNARS including supporting factors and obstacles in meeting the accreditation standards. Methods: Mix-methods. Cross sectional uses secondary data from the KARS database. The sample is the total population, tested based on variable type, ownership, class and hospital province towards mean value of PKPO. Qualitative with in-depth interviews with KARS surveyors and hospital assistants. Results & Discussion: 1.725 hospital were obtained with a mean PKPO final score of 79.16. There are significant differences in ownership (Government, Private) (p = 0.001), class (A, B, C, D) (p < 0,001), and Province (p < 0,001). Based on the focus area, the highest mean values are in storage standards for types (General and Specialist), ownership (government and private), in classes (B, C, D), and provinces, while prescribing and copying standards in class A hospitals. The lowest mean value in the monitoring standard for all variables. Conclusions: Storage standards become the strength of hospital pharmacy services in Indonesia to the compliance of SNARS. Monitoring standard be a challenge to SNARS compliance in types (General and Specialist), ownership (government and private), class (A, B, C, D), and provincial hospitals in Indonesia.

Read More
B-2147
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Aniza Winanda; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Helen Andriani, Wachyu Sulistiadi, Tirsa Persila Awairaro, Sutopo Patria Jati
Abstrak:
Budaya organisasi dapat menjadi jembatan untuk mencapai tujuan organisasi pelayanan kesehatan namun juga sebaliknya dapat menjadi pemicu terjadinya hambatan dalam menunjang keselamatan pasien. Budaya organisasi dan budaya keselamatan pasien menjadi landasan untuk dilakukannya perubahan, terutama dalam hal peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Untuk menciptakan budaya organisasi yang positif, salah satu faktor esensial yang harus dimiliki rumah sakit adalah sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendukung tujuan organisasi. Penelitian ini ditujukan untuk memahami bagaimana kepribadian individu sebagai staf di rumah sakit memengaruhi pembentukan budaya organisasi dan penerapan budaya keselamatan pasien di RSUD Scholoo Keyen. 131 tenaga medis fungsional dan struktural menjadi responden dalam penelitian kuantitatif. Selanjutnya dilakukan wawancara mendalam terhadap 9 informan dan diskusi kelompok terfokus bersama 3 perwakilan manajemen rumah sakit. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa banyak staf yang cenderung mengalami sikap permusuhan, kurang mampu bertanggung jawab dalam pekerjaan, dan memiliki kapasitas menyelesaikan masalah yang rendah. Penilaian terhadap budaya organisasi menunjukkan bahwa nilai-nilai organisasi di tingkat makro masih dinilai rendah. Selain itu, 84.7% staf menilai penerapan budaya keselamatan pasien di rumah sakit masih negatif dan belum efektif. Staf menilai bahwa manajemen rumah sakit masih perlu melakukan perbaikan dari aspek kepemimpinan, kerja sama tim, pengenalan stres, dan pengembangan potensi staf.

Organizational culture (OC) serves as a bridge to achieve a health service organization’s purpose, but on the contrary, a negative OC can impede patient safety. Organizational culture and patient safety culture (PSC) aims to improve the quality of services in hospitals. To create a positive OC & PSC, one of the essential factors is human resources (HR) that organizational goals. This research aims to understand how individual staff personalities influence the formation of OC and the implementation of PSC at Scholoo Keyen Regional Hospital. medical personnel were included in the quantitative research. Qualitative research was then conducted through in-depth interviews with 9 informants and a focused group discussion with 3 hospital management representatives. The results of this research found that a substantial portion of staff had hostile attitudes, are less able to take responsibility at work, and have a low capacity to solve issues. Assessment of OC shows that organizational values at the macro level are still considered low. In addition, 84.7% of staff assessed that the implementation of PSC in the hospital was negative and not effective. Staff reported that hospital management needs to improve in terms of leadership, teamwork, stress recognition, and developing staff potential.
Read More
B-2492
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Bagus Anggaraditya; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Mieke Savitri, Luzi Adriyanti, Ni Nyoman Tri Darmayanti
Abstrak: Latar belakang: Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali adalah satu-satunya rumah sakit di Provinsi Bali yang memberikan pelayanan kesehatan jiwa. Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali adalah rumah sakit milik pemerintah Provinsi Bali yang terletak di kabupaten Bangli. Rumah sakit ini melayani pasien dengan kategori pasien umum, pasien Askes PNS, BPJS Kesehatan, Pasien Jamsostek, Pasien JKBM. Prosedur pengajuan klaim BPJS di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali mengalami masalah tidak lengkapnya berkas klaim pasien rawat inap sehingga hal ini merupakan masalah yang berpengaruh terhadap pendapatan rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengkajian berbagai faktor permasalahan dalam kelemahan sistem klaim BPJS Kesehatan terhadap pasien rawat inap yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran yakni kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif akan melakukan telaah berkas secara retrosepktif untuk menilai ketiga aspek yang berperan dalam penolakan berkas klaim yaitu kelengkapan berkas, ketepatan resume medis, dan kelengkapan resume medis. Analisis data dilakukan melalui estimasi rasio odds. Data kualitatif didapat melalui deep interview terhadap narasumber yang relevan terkait dengan pengajuan berkas klaim BPJS. Hasil: Penelitian ini menemukan berkas klaim tidak lengkap memiliki risiko 25 kali untuk mengalami klaim pending, resume medis yang tidak lengkap memiliki risiko 36 kali lebih besar untuk mengalami klaim pending, dan resume medis yang tidak tepat memiliki risiko 19 kali untuk mengalami klaim pending. Melalui analisis kualitatif didapatkan adanya bukti pendukung bahwa kelengkapan berkas merupakan hal yang sering terlewatkan dalam proses pengecekan sehingga menyebabkan penyerahan berkas klaim yang tidak lengkap dan berujung pada penolakan klaim dan membutuhkan revisi. Simpulan: Kelengkapan berkas klaim, ketepatan resume medis, kelengkapan resume medis sangat menentukan keberhasilan suatu klaim BPJS Kesehatan. Kata kunci: berkas klaim, BPJS, kelengkapan berkas Background: Mental Hospital of Bali Province is the only hospital in Bali Province that provides mental health services. Mental Hospital of Bali Province is a hospital owned by the government of Bali Province located in Bangli district. This hospital caters to patients with categories of general patients, Askes, BPJS Health, Patients Jamsostek, Patients JKBM. BPJS claims filing procedure at Bali Province Mental Hospital has problems with incomplete claims file of inpatient so that this is a problem affecting hospital income. Objective: This study aims to assess various problem faktors in BPJS Health claims system weaknesses to inpatients undergoing treatment at Mental Hospital of Bali Province, Method: This study used a mixed method that is quantitative and qualitative model. Quantitative data will retrospectively review the three aspects that play a role in the denial of claims files, the completeness of the files, the precision of medical resumes, and the completeness of medical resumes. Data analysis was done through estimation of odds ratio. Qualitative data is obtained through deep interviews with relevant sources related to the filing of BPJS claims file. Results: The study found that incomplete files had a 25 times fold risk for pending claims, an incomplete medical resume has 36 times greater risk for pending claims, and inappropriate medical resumes 19 times the risk for pending claims. Through qualitative analysis, there is evidence to support that the completeness of the file is often overlooked in the checking process, causing the submission of incomplete claims file and resulting in the rejection of claims and requiring revisions. Conclusion: Completeness of the claim file, the accuracy of medical resume, the completeness of medical resume are the three most decisive faktors to the success of a BPJS Health claim. Keywords: claim file, BPJS, file completeness
Read More
B-1985
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive