Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31934 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Fajrina Alyani; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Raissa Rifkandini Darajah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku gizi seimbang pada mahasiswa Program Studi Gizi UI. Pada penelitian ini, perilaku gizi seimbang sebagai variabel dependen sedangkan pengetahuan gizi seimbang, status gizi, citra tubuh, pengaruh teman, tempat tinggal, dan uang saku sebagai variabel independen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2019 kepada 117 mahasiswa Program Studi Gizi UI yang diambil secara random semester dua hingga semester delapan. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner, wawancara dua kali 24-h food recall, dan pengukuran tinggi serta berat badan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28.2% responden menerapkan perilaku gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengaruh teman dengan perilaku gizi seimbang (pvalue: 0.001), variabel ini juga muncul sebagai faktor dominan terhadap perilaku gizi seimbang mahasiswa. Untuk meningkatkan perilaku mahasiswa disarankan bagi fakultas untuk menyediakan fasilitas seperti timbangan, dan alat olahraga yang aman, mudah diakses dan gratis bagi mahasiswa. Sebagai tambahan, untuk dinas kesehatan agar mempromosikan gizi seimbang menggunakan pendekatan peer educator
Kata kunci: Perilaku gizi seimbang, mahasiswa gizi, pengaruh teman faktor individu, faktor lingkungan

This study aims to determine factors associated with balanced nutrition behavior in nutrition student of Universitas Indonesia. On this study balanced nutrition behavior was the dependent variable while balanced nutrition knowledge, nutritional status, body image, peer influences, student resident, and pocket money were independent variable. This is a quantitative study with cross-sectional design. Data were collected in April-Mei 2019 from 117 nutrition student which randomly selected from first year until fourth year. Data were collected through self-administered questionnaires, twice 24-h food recall interviews, and measuring their height and weight. The results showed that 28.2% of the students had applied balanced nutrition behavior. The result indicated that there was a significant relationship between peer influences and balanced nutrition behavior (p-value: 0.001), as this variabel had emerged as a dominant factor as well. To enhance student balanced nutrition behavior, it is recommended for the faculty to provide facilities such as scales, dan safety sport equipment which can be accessed easily and free. It is also recommended for the health office to promote balanced nutrition using the peer educator approach.
Key words: Balanced nutrition behavior, nutrition student, peer influence, individual factor, and environmental factor
Read More
S-10163
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khansa Nur Fathya; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Pujianto, Lathifa Biati Suri
Abstrak: Penyimpanan obat bertujuan untuk memelihara mutu obat, menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab, mengendalikan persediaan, dan memudahkan pencarian serta pengawasan. Studi ini membahas mengenai manajemen penyimpanan obat di Unit Farmasi Klinik Satelit Universitas Indonesia Makara Depok tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran manajemen penyimpanan obat di klinik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa unsur input dan proses telah dijalankan dengan cukup baik, namun ditemukan beberapa ketidaksesuaian pengaturan penyimpanan obat berdasarkan ketentuan. Studi ini menyarankan untuk mengadakan pelatihan bagi SDM dan pengaturan penyimpanan obat perlu diperbaiki.
Read More
S-10088
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Matilda Sophia Chirstina; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Ede Surya Darmawan, Dias Minovanti
Abstrak: Waktu tunggu yang dibutuhkan dalam roses pemulangan pasien (discharge planning) pasien rawat inap dengan jaminan asuransi pribadi atau perusahaan di RS Hermina Daan Mogot belum memenuhi standar yang ditetapkan Kepmenkes No. 129 Tahun 2008 yang menyatakan bahwa proses pemulangan pasien mulai dari pasien diperbolehkan pulang oleh DPJP hingga pasien mendapatkan tagihan dari pihak administrasi rumah sakit adalah tidak lebih dari 2 jam. Data pencatatan waktu tunggu pasien pulang di unit rawat inap hingga menyelesaikan administrasi adalah 4 jam 45 menit. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil analisis dari aktivitas atau proses non value added dari perspektif pasien. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen, serta perhitungan waktu tunggu 13 pasien asuransi dan jaminan perusahaan dalam menyelesaikan proses pemulangan pasien. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu rata-rata lamanya proses pemualangan pasien asuransi dan jaminan perusahaan adalah 287,3 menit dengan aktivitas yang termasuk VA yaitu 31,3 menit (10,9%) dan aktivitas yang termasuk NVA yaitu menit 256,2 menit (89,3%). Proses paling lama yang dilalui pasien dengan aktivitas waste jenis waiting yaitu keluarga pasien menuggu diberi arahan untuk mengurus administrasi pulang di kamar rawat inap. Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengatasi permasalah tersebut yaitu melakukan standardize work, petugas administrasi melakukan keliling ke unit perawatan, menerapkan sistem UDD, mengajukan permohonan kepada pihak penunjang umum rumah sakit untuk menambahkan fasilitas, adanya list dari setiap asuransi dan perusahaan mengenai terapi apa yang dijamin, meningkatkan penggunaan SIMRS, menerapkan sistem Electronic Health Record (EHR), dan melakukan analisis kebutuhan SDM farmasi klinis.
Read More
S-10176
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Ramadhani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Istiati Suraningsih
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang manajemen risiko keselamatan dan kesehatankerja pada proses pembuatan gong di sektor informal Pabrik X tahun 2016.Desain penelitian ini adalah survei dengan pendekatan semi-kuantitatif,menggunakan tools Job Hazard Analysis (JHA) untuk mengidentifikasi bahaya,mengacu pada Standar Manajemen Risiko AS/NZS 4360:2004. Penilaian risikodilakukan dengan menganalisis nilai kosekuensi, pajanan serta peluang terjadinyadampak, kemudian dianalis dengan metode Fine pada AS/NZS 4360:2004. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa level risiko yang belum acceptable pada setiapproses pembuatan gong di Pabrik X, yaitu very high, priority 1, substansial danpriority 3. Telah dirumuskan rekomendasi pengedalian risiko yang bersifatengineering dan administratif.
Kata Kunci: AS/NZS 4360:2004, penilaian risiko, sektor informal.
The research was about occupational safety and health risk management of gongmanufacturing process at informal sector Factory X in 2016. The design of thatresearch was based on a survey with semi-quantitative approach, Job HazardAnalysis (JHA) was used to identify hazard referred to Risk ManagementStandard AS/NZS 4360:2004. The risk evaluation was conducted by analyze thequality of consequence, exposure and probability of the impacted, then it wasanalyzed by Fine method in AS/NZS 4360:2004. The result of this researchshowed level of risk was unacceptable, there were very high, priority 1,substantial and priority 3. Gong manufacturing was suggested to control the riskby engineering and administrative control.
Keywords: AS/NZS 4360:2004, risk evaluation, informal sector.
Read More
S-9147
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilania Regina Pasaribu; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Gina Febrianti
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai kegiatan penyusutan berkas rekam medis di RS Awal Bros Bekasi Tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penyusutan rekam medis dan kendala yang dihadapi staf rekam medis di RS Awal Bros Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa RS Awal Bros Bekasi telah dua kali melaksanakan penyusutan rekam medis dengan data pasien yang digunakan adalah dimulai dari tahun 2015 hingga Desember 2018. Penyusutan berkas rekam medis yang dimulai dari penilaian, pemilahan, pemindahan, pengalih media (scanning), penyimpanan dan pemusnahan berkas rekam medis. Kendala yang dialami staf rekam medis terdapat pada pelaksanaan proses pemilahan, proses pemindahan, pengalih media (scan), proses penyimpanan berkas tidak bernilai guna dan tidak ada kendala pada proses penilaian dan pemusnahan. Hasil peneltian menyarankan bagi rumah sakit untuk membuat Standar Prosedur Operasional (SPO) secara tertulis tentang sistematika penyusutan berkas rekam medis, melengkapi daftar pertelaan, jadwal retensi arsip, dan berita acara serta melaksanakannya sesuai peraturan yang telah ditetapkan.
Read More
S-10215
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Azhari Jannah; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Atik Nurwahyuni, Anis Sakinah Utami
Abstrak: Waktu transfer merupakan salah satu indikator kepuasaan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit. Waktu transfer pasien adalah waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan pasien dari satu ruangan ke ruang perawatan/ruang tindakan lain di dalam rumah sakit atau antar rumah sakit. Dalam kasus IGD, waktu transfer pasien adalah waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan pasien dari IGD ke Ruang Rawat Inap. Diketahui waktu transfer pasien IGD ke Ruang Rawat Inap di RS Hermina Ciputat masih melebihi Standar Pelayanan Mutu RS Hermina Ciputat Tahun 2018 dimana seharusnya waktu transfer pasien adalah ≤30 menit sejak keputusan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) sampai pasien tiba di Ruang Rawat Inap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab lama waktu transfer pasien IGD ke Ruang Rawat Inap di RS Hermina Ciputat sehingga dapat dirumuskan saran untuk meningkatkan mutu pelayanan IGD RS Hermina Ciputat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan motion study. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab lama waktu transfer pasien IGD ke Ruang Rawat Inap di RS Hermina Ciputat antara lain keterbatasan jumlah staf IGD, shifting staf IGD, keterbatasan jumlah bed Ruang Rawat Inap, access block, usia pasien, dan kegawatdaruratan pasien.
Read More
S-10071
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Ayu Muthi Mahanan; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dias Minovianti
Abstrak: Proses pelayanan pasien rawat jalan di poliklinik spesialis RS Hermina Daan Mogot masih belum optimal, ditunjukan dengan beberapa penyelenggaraan yang belum sesuai dengan peraturan, serta waktu tunggu pasien poli spesialis belum sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil analisis proses pelayanan pasien rawat jalan di poliklinik spesialis dengan metode lean six sigma. Jenis penelitian ini adalah operational research, dengan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian digambarkan dengan value stream mapping yang memperlihatkan lead time proses pelayanan pasien rawat jalan sebesar 149,66 menit dengan value added 17,87 menit (11,94%) dan non value added 141,54 menit (88,06%). Proses paling lama (bottleneck) yaitu kegiatan menunggu dipanggil masuk ke ruang poli. Waste paling besar yaitu waste waiting sebesar 91,84 menit atau 69,69% dari total waste yang ditemukan. Berdasarkan analisis fishbone diagram diketahui bahwa akar penyebab masalah yang paling banyak berasal dari kategori man. Berdasarkan analisis tersebut diberikan usulan berupa pembuatan standarisasi kerja, memaksimalkan ketepatan datang dokter, dan pemberian reward.
Read More
S-10172
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marsaulina Olivia Panjaitan; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Anhari Achadi, Dwiana Ocviyanti; Penguji: Atik Nurwahyuni, Mardiati Nadjib, Pujiyanto, Supriyantoro, Chairul Radjab Nasution
Abstrak:

Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional mendapatkan berbagai tantangan salah satunya adalah peningkatan utilisasi pelayanan kesehatan yang berakibat tingginya beban biaya pelayanan kesehatan. Tren persalinan dengan metode bedah caesar mengalami peningkatan setiap tahunnya.  Disertasi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan menyusun suatu usulan kebijakan untuk pengendalian utilisasi tindakan bedah caesar dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional. Jenis penelitian adalah analitik dengan mixed method melalui analisis data kuantitatif dan data kualitatif, analisis kebijakan menggunakan Eugene Bardach’s eightfold framework yang dimodifikasi oleh Collins. Penelitian kuantitif melalui analisis data rekam medis tahun 2019 pada pasien bedah caesar di tiga rumah sakit dengan aspek bisnis yang berbeda di Provinsi Jakarta. Penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proporsi persalinan caesar dibanding normal di RSSP Y 99,3% di RSSK Z 63,66%, dan di RSUD X 13,42%. Tidak terdapat perbedaan karakteristik sosial dan karakteristik medis pasien bedah caesar di ketiga rumah sakit. Tidak terdapat perbedaan upaya pengendalian utilisasi operasi bedah caesar di ketiga rumah sakit. Bekas SC 1x memiliki persentase tertinggi sebagai indikasi SC dengan persentase 41,67% di RSUD X, di RSSK Z 39,48% dan di RSSP Y 24,11%. Terdapat hubungan antara usia, adanya komplikasi dalam kehamilan, malposisi janin, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, dengan metode persalinan ibu secara caesar. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan belum terdapat metode/tools khusus untuk pengendalian utilisasi caesar. Berdasarkan analisis kebijakan menggunakan Bardach’s eightfold framework yang dimodifikasi oleh Collins terdapat skenario/alternatif kebijakan pengendalian utilisasi bedah caesar diantaranya penyusunan program promotive preventif yang melibatkan organisasi-organisasi profesi terkait (seperti: Kebidanan Kandungan, Penyakit Dalam, Gizi, Penyakit Jantung) dengan sasaran wanita usia subur yang merencanakan kehamilan dan ibu hamil, yang khususnya berfokus untuk meminimalisir adanya penyulit kehamilan seperti: Hipertensi, Diabetes mellitus, obesitas, penyakit jantung. Hal ini penting dalam upaya menekan penyulit kehamilan yang dapat berpotensi meningkatkan angka utiliasi bedah caesar.


The implementation of the National Health Insurance Program faces various challenges, one of which is the increase in the utilization of health services which results in high health service costs. The trend of childbirth by Caesarean section method has increased every year. This dissertation aims to analyze the policy and prepare a policy proposal for controlling the utilization of Caesarean section procedures in the implementation of the National Health Insurance program. The type of research is analytical with a mixed method through quantitative and qualitative data analysis, policy analysis using Eugene Bardach's eightfold framework modified by Collins. Quantitative research through analysis of medical record data in 2019 on caesarean section patients in three hospitals with different business aspects in Jakarta Province. Qualitative research was conducted through in-depth interviews with stakeholders. The results showed that the proportion of caesarean deliveries compared to normal in RSSP Y was 99.3% in RSSK Z 63.66%, and in RSUD X 13.42%. There were no differences in the social characteristics and medical characteristics of caesarean section patients in the three hospitals. There were no differences in efforts to control the utilization of caesarean section operations in the three hospitals. Former 1x CS has the highest percentage as an indication for CS with a percentage of 41.67% in RSUD X, in RSSK Z 39.48% and in RSSP Y 24.11%. There is a significant influence between age, complications in pregnancy, fetal malposition, hypertension, diabetes mellitus, heart disease, and the method of maternal delivery by caesarean section. The results of qualitative research indicate that there are no specific methods/tools for controlling caesarean section utilization. Based on policy analysis using Bardach's eightfold framework modified by Collins, there are scenarios/alternative policies for controlling caesarean section utilization including the preparation of promotive preventive programs involving related professional organizations (such as: Obstetrics and Gynecology, Internal Medicine, Nutrition, Heart Disease) targeting women of childbearing age who are planning pregnancy and pregnant women, which specifically focus on minimizing pregnancy complications such as: Hypertension, Diabetes mellitus, obesity, heart disease. This is important in an effort to reduce pregnancy complications that can potentially increase the rate of caesarean section utilization.

Read More
D-561
Depok : FKM UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rakhmat Soebekti; Promotor: Robiana Modjo; Kopromotor: Fatma Lestari; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Indri Hapsari Susilowati, Adang Bachtiar, Audist Indirasari Subekti, Danang Insita Putra, Lana Saria
Abstrak:
Pekerjaan memadamkan kebakaran adalah sebuah pekerjaan yang penuh resiko bahaya dan petugas pemadam kebakaran (damkar) memiliki resiko kecelakaan kerja yang rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan pekerja lainnya. Sebagai pekerja penting di bidang keselamatan, semua petugas damkar dituntut harus selalu fit dan sehat secara fisik dan mental ketika menjalankan tugasnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan faktor penentu fitness untuk bekerja petugas damkar dalam rangka pengembangan sebuah program evaluasi fitness bekerja, dan sekaligus untuk melakukan analisa atas hubungan nya dan prediksinya terhadap status fitness untuk bekerja. Target penelitian ini melibatkan seluruh petugas damkar tingkat operasional (n = 473) kota-kota industri perusahaan “X” di Qatar. Desain embedded mixed methods telah digunakan dalam penelitian ini, serta analisa deskriptif dan inferential (bivariat & multivariat/multiple linier regresi) juga telah digunakan untuk meng analisa faktor-faktor penentu dan gabungan nya terhadap status fitness untuk bekerja petugas damkar. Hasil penelitian ini mendukung adanya beberapa faktor penentu yang memiliki hubungan asosiasi secara statistik terhadap status fitness untuk bekerja (P Value < 0.001), dan gabungan faktor-faktor penentu juga dapat memberi lebih baik prediksi fitness bekerja petugas damkar. Disamping penelitian ini telah memberikan gambaran kuat hubungan dan prediksi yang lebih baik antara faktor penentu dan status fitness bekerja petugas damkar, studi ini juga mengusulkan sebuah program evaluasi baru yang didukung secara empiris.

Firefighting is a hazardous profession and firefighters suffer workplace injury at a higher rate than most other workers. As a safety critical job, all firefighters are required to always be fit and healthy physically and mentally while performing their task. The purpose of the research is to identify the determinant factors of firefighter’s fitness for duty, in order to develop an evaluation program of firefighter’s fitness for duty, and to analyse the association and the prediction on the status of fitness for duty. The research target encompassed the whole operational firefighters (n = 473) across Industrial Cities at Company “X” in Qatar. The embedded mixed methods design was used in this research and the descriptive as well as inferential (bivariate & multivariate/multiple linier regression) analysis were utilized to analyse the determinant factors, and its composite to the fitness for duty status. The research supported the determinant factors which have a significant association with fitness for duty status (P Value < 0.001), and the combined determinant factors can provide a better prediction of firefighter’s fitness for duty. Given a strong association and better prediction between the combined determinant factors and the status of fitness for duty, and this study has also suggested a new evaluation standard program throughout a research based.
 
Read More
D-547
Depok : FKM UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfi Munawir; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Masyitoh, Ade Erma Suprijatin
Abstrak: Proses pelayanan dan penerbitan sertifikat vaksinasi internasional di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta belum berjalan secara optimal. Hal tersebut ditunjukkan dengan terjadinya penumpukan pasien pada beberapa aktivitas tertentu serta lead time pelayanan yang terlalu bervariasi. Proses pelayanan dan penerbitan vaksinasi internasional dilakukan secara cepat mengingat jumlah kunjungan pasien vaksinasi dapat mencapai 400 kunjungan. Kegiatan tersebut dikerjakan secara monoton dan dilakukan berulang-ulang secara cepat akan berpotensi menimbulkan masalah dan mengancam keselamatan pasien apabila proses pelayanan bermasalah. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil analisis proses pelayanan dan penerbitan sertifikat vaksinasi internasional di KKP Kelas I Soekarno Hatta dengan pendekatan metode lean six sigma. Jenis penelitian ini adalah operational research, dengan desain penelitian kualitatif dan bantuan statistic dasar. Hasil penelitian digambarkan melalui value stream mapping yang memperlihatkan lead time proses pelayanan dan penerbitan sertifikat vaksinasi internasional selama 14 menit 56 detik dengan aktivitas VA sebesar 6 menit 22 detik (42,63%) dan aktivitas NVA sebesar 8 menit 34 detik (57,37%), proses paling lama terjadi pada langkah anamnesa dan pemeriksaan kesehatan karena menunggu panggilan dokter untuk melakukan anamnesa dan pemeriksaan kesehatan. Waste paling besar adalah waiting waste sebesar 8 menit 23 detik atau 97,85% dari total seluruh waste yang ditemukan. Berdasarkan analisis fishbone diagram ditemukan bahwa akar penyebab masalah paling banyak berasal dari kategori process. Usulan perbaikan yang diberikan berdasarkan penyebab masalah yang ditemukan berupa pembatas antar pasien pada meja anamnesa dan pemeriksaan kesehatan, komunikasi pasien geriatri, pembuatan standarisasi kerja, pembuatan visual management, membuat pelatihan dan motivasi, melakukan penelitian serupa saat peak season, menghitung beban kerja, serta menerapkan 5S.
Read More
S-9992
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive