Ditemukan 33778 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Wowor, Yuliana Helena Elisabeth; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Mieke Savitri, Jusuf Kristianto, Roestri Nurwulan
Abstrak:
Latar belakang: Praktik peresepan yang baik merupakan bagian penting dari penggunaan obat yang rasional. Persentase resep dengan injeksi merupakan salah satu indikator penggunaan obat WHO. Persentase resep dengan injeksi di RS St. Carolus pada tahun 2016 mencapai 56%. Hasil ini lebih tinggi dari yang direkomendasikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan peresepan obat injeksi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penggunaan obat injeksi dan pengendalian penggunaannya, serta penerapan kebijakan tentang obat injeksi di Unit Rawat Inap RS St. Carolus. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan metode cross-sectional dan studi kualitatif deskriptif. Penggalian informasi lebih lanjut dilakukan dengan melakukan penelitian kualitatif untuk melengkapi penelitian kuantitatif. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan peresepan injeksi secara statistik adalah diagnosis serta panduan praktik klinis (PPK) dan clinical pathway (CP). Kebijakan Pelayanan Farmasi RS St. Carolus tidak membahas secara khusus mengenai pengendalian obat injeksi. Sosialisasi kebijakan ini pun belum optimal, begitu pula dengan sosialisasi PPK dan CP. Tenaga apoteker klinis yang ada belum mencukupi kebutuhan. Peran Panitia Farmasi dan Terapi di RSSC saat ini lebih kepada sistem formularium. Kesimpulan: Persentase pasien rawat inap RS St. Carolus periode Januari- Maret 2019 yang diresepkan obat dengan sediaan injeksi sebesar 85.7%. Kebijakan penggunaan obat injeksi yang ada saat ini tercantum dalam Kebijakan Pelayanan Farmasi, dimana didalamnya hanya terdapat prosedur peresepan. Tidak ada kebijakan khusus penggunaan obat injeksi. Prosedur pengendalian obat yang tertuang dalam kebijakan atau pedoman belum dimiliki oleh RS St. Carolus. Oleh karena itu diperlukan kombinasi intervensi dalam bentuk kebijakan dan edukasi untuk mengendalikan penggunaan obat injeksi di Unit Rawat Inap RS. St. Carolus.
Read More
B-2083
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bustanul Aswat; Pembimbing: Hendrik Manarang Taurany; Penguji: Mieke Savitri, Sandi Iljanto, Sumijatun
B-1238
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wulan Kinanthi Bekti; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Inas Susanti, Achmad Oktorudy
Abstrak:
Latar belakang penelitian ini adalah kenaikan tren kunjungan pasien JKN dirumah sakit Dewi Sri baik rawat jalan ataupun rawat inap. Kendali mutu dan kendalibiaya sangat diperlukan untuk menjamin agar pelayanan kesehatan pada peserta JKNsesuai dengan standar mutu yang ditetapkan dan diselenggarakan dengan efisien.Pilihan obat yang termasuk dalam pembayaran InaCBGs akan menjadi komponenpenting, sehingga review terhadap penggunaan obat sangat diperlukan dalam rangkameningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya obat.Penelitian ini menggunakan studi crosssectional dengan metode kuantitatif,untuk melihat gambaran rata-rata jumlah item obat per resep, persentase peresepanobat generik, peresepan antibiotik, peresepan obat fornas, dan jumlah biaya obatterhadap faktor jenis kelamin pasien, usia pasien, jenis kelamin dokter, umur dokterdan jaminan kesehatan sesuai dengan data sekunder yang didapat melalui data rekammedis dan resep di farmasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan yangsignifikan jumlah item obat per resep, persentase oobat generik, persentase obatantibiotik, persentase obat fornas, dan biaya obat diantara ketiga jenis jaminankesehatan tersebut. Faktor yang paling berpengaruh terhadap persentase antibiotik dirawat jalan dan jumlah item obat per resep pada rawat jalan dan rawat inap adalahjenis kelamin dokter. Faktor yang paling berpengaruh pada persentase antibiotik dirawat inap, dan persentase generik, persentase fornas, dan biaya obat pada rawatjalan dan rawat inap adalah jaminan kesehatan. Sehingga perlu adanya kebijakanpenggunaan obat generik, penggunaan obat fornas, dan jumlah item obat per resep ≤2 jenis obat di lingkungan rumah sakit.Kata Kunci : Jumlah item obat per resep, persentase generik, persentase antibiotik,persentase obat fornas, biaya obat.
Read More
B-1781
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rr. Nurmalia Safitri; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Atik Nurwahyuni, Siti Nur Arafah
S-7545
Depok : FKMUI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rima Febrianti; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Amroussy DT. Marsis
B-970
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Natasya Austenita Pribadi; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Heri Kurnianto, Nanang Sugiarto
Abstrak:
Read More
Mengacu pada peraturan yang mengatakan bahwa waktu pemulangan pasien rawat inap tidak lebih dari 2 jam, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu pemulangan pasien rawat inap, pemborosan pada masing-masing faktor yang berhubungan, serta strategi yang dapat dilakukan manajemen Rumah Sakit Pusat Pertamina sebagai upaya penanggulangan masalah. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data secara observasi maupun wawancara dengan pihak terkait seperti DPJP, perawat, petugas farmasi, dan petugas administrasi. Proses pemulangan pasien rawat inap jaminan asuransi di Rumah Sakit Pusat Pertamina masih dilakukan secara semi manual dan belum terintegrasi. Waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap jaminan asuransi di RS Pusat Pertamina masih lebih dari 2 jam, dikarenakan oleh beberapa faktor penyebab dengan skor Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah proses persetujuan obat pulang oleh pihak asuransi. Oleh karena itu, diperlukan adanya digitalisasi berupa E-Medical Record yang terintegrasi antar unit di RSPP, sehingga proses input layanan dapat dilakukan secara realtime untuk mempersingkat proses pemulangan seperti pengumpulan berkas pemulangan, waktu persiapan obat, dan verifikasi berkas.
Referring to the regulations which state that the time for hospitalization of inpatients is less than 2 hours, a study was conducted which aimed to determine the factors related to the time of discharge of inpatients, the waste of each related factors, and the strategies that can be implemented by Pertamina Central Hospital management as an effort to overcome the problems. This research is descriptive qualitative, collecting data by observation and interviews with related parties such as doctors in charge, nurses, pharmacist, and administrative officers. The process of returning inpatients with insurance guarantees at the Pertamina Central Hospital is still carried out semi-manually and has not been integrated. The waiting time for insurance inpatient at Pertamina Central Hospital is still more than 2 hours, due to several causal factors with the highest Risk Priority Number (RPN) score, is the process of approval for discharge medication by the insurer. Therefore, digitalization is necessary in the form of an integrated E-Medical Record among units at RSPP, so that the service input process can be carried out in real time to shorten the return process such as collecting discharge files, drug preparation time, and documents verification.
B-2397
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iphigenia Margaretha Ganap; Pembimbing: Amila Megraini
B-755
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suharty Muhammad; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Santoso Soemidjo
B-1633
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuniar Sukmawati; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Pujiyanto, Diah Setia Utami, Riza Sarasvita
B-1601
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Firdaus; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Ede Surya Darmawan, Helen Andriani, Dwi Noerjoedianto, Muhammad Syukri
Abstrak:
Praktik cuci tangan merupakan faktor kunci dalam menurunkan dan mencegah infeksi terkait pelayanan kesehatan. Masih rendahnya praktik cuci tangan di kalangan petugas kesehatan menyebabkan angka infeksi di rumah sakit masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen yang menjadi penyebab masih rendahnya praktik cuci tangan enam langkah melalui pendekatan elemen strategi implementasi multimodal WHO di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Medika Batanghari. Dengan pendekatan kualitatif, Hasil penelitian menunjukkan praktik cuci tangan enam langkah baik (89,6%) dan ketersediaan handrub berbahan dasar alkohol merupakan faktor yang paling dominan berkontribusi terhadap pelaksanaan praktik cuci tangan enam langkah.
Read More
T-5798
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
