Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33615 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indira Puspita Prihartono; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Puput Oktaviani, Vetty Yulianty Permanasari, Diah Anggraini, Mira Puspitasari
Abstrak: Latar belakang: Perawat memiliki peran krusial dalam keselamatan pasien dan proses pemberian obat di rumah sakit. Di RSUD Tebet kesalahan medikasi merupakan jenis insiden keselamatan pasien yang paling banyak dilaporkan, yaitu 52,5% dari total insiden keselamatan yang dilaporkan dari tahun 2016 hingga September 2018, namun dari pelaporan tersebut, sangat sedikit (9,25%) yang dilaporkan oleh perawat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berperan dalam pelaporan kesalahan pemberian obat pada perawat di RSUD Tebet. Metode: Metode yang digunakan adalah mixmethod kuantitatif yan diikuti oleh kualitatif dengan menggunakan kuesioner, fokus grup diskusi dan wawancara mendalam. Hasil: Tidak ditemukannya faktor yang bermakna secara statistik terhadap pelaporan kesalahan pemberian obat pada perawat. Faktor yang paling berperan dan menghambat pelaporan adalah respon administratif dan konsekuensi akibat pelaporan. Faktor yang ditemukan mendukung pelaporan kesalahanan pemberian obat adalah dukungan atasan, pemahaman dan kesadaran diri akan pentingnya pelaporan, dan tidak adanya budaya menyalahkan. Kesimpulan: Pelaporan kesalahan pemberian obat di RSUD Tebet masih rendah. Pelaporan insiden dapat ditingkatkan dengan membangun budaya keselamatan yang tidak menyalahkan individu. Penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki terjadinya kesalahan pemberian obat selain kesalahan pemberian obat yang dilaporkan.
Read More
B-2085
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wina Maria Madyani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Budiman Widjaja, Astrid Saraswaty Dewi
Abstrak: ABSTRAK Tesis ini menganalisis dan membahas berbagai faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya stres kerja perawat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain crossectional. Hasil penelitian ini berhasil mengidentifikasi variabel yang berpengaruh terhadap stres kerja perawat. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan stres kerja meliputi jumlah beban kerja, variasi beban kerja, jenis kelamin & dukungan sosial (p<0,05). Variabel yang masuk dalam model multivariate adalah jenis kelamin, usia, masa kerja, rendahnya kesempatan kerja, jumlah beban kerja, variasi beban kerja, penilaian diri dan dukungan sosial. Model regresi yang digunakan dapat lolos dari uji asumsi klasik dan mampu mengidentifikasi faktor yang dominan mempengaruhi stres kerja perawat yaitu jenis kelamin dan rendahnya kesempatan kerja. Kata kunci: Stres kerja perawat, analisis faktor ABSTRACT This thesis analyzes and discusses various factors that can influence the occurrence of stressful work on nurses. This research is quantitative research with crossectional design. The results of this study managed to identify variables that influence the stress of nurses' work. The results of bivariate analysis showed variables related to work stress including the number of workloads, variations in workload, gender & social support (p < α 0.05). The variables included in the multivariate model were gender, age, years of service, low employment opportunities, number of workloads, variations in workload, self-assessment and social support. The regression model used can pass the classical assumption test and is able to identify the dominant factors that influence nurse work stress, namely gender and low employment opportunities. Keywords: Nurse work stress, factor analysis
Read More
B-2052
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rochimiah; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Sandi Iljanto, Henny Hanna, Surya Fitri
B-1620
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Zakir Chohan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Temmasonge Radi Paki, Titi Anggraeni
Abstrak: Perawat mempunyai fungsi kolaborasi dalam pemberian asuhan keperawatan dan kemampuan dalam penerapan 6 tepat pemberian obat meliputi : tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat dokumentasi.Tujuan penelitian mengetahui perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat benar obat dan hubungan dengan karakteristik, pengetahuan, sikap,pemahaman etis&hukum serta humanisme dan kultur kompetensi yang mempengaruhi kinerja selama masa pandemic Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode cross sectional dengan total sampel 50 perawat di ruang Intensive Care RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. Analisis bivariat dengan Contiunity Corretion dan multivariat dengan regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antar humanisme dan kultur kompetensi dengan perilaku profesional dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p Value 0,000) sejumlah 74.2%, dan pemahaman etis dan hukum dengan perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p value 0,043) sejumlah 63,39%. Hasil multivariat variabel humanisme dan kultur kompetensi menjadi faktor dominan perilaku profesional perawat dalam 6 tepat pemberian obat. Perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat mendukung peningkatan pelayanan terhadap keselamatan pasien dalam pemberian obat yang aman. Perilaku professional perawat menjadi penilaian sangat mendasar dalam proses kredensi untuk seleksi karyawan.Upaya penerapan.prinsip ini dapat dilakukan dengan pendidikan keperawatan berkelanjutan dan meningkatkan supervisi.
Nurses have a collaborative function in providing nursing care and the ability to implement appropriate 6 drugs, including: the right patient, the right drug, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. the relationship with the characteristics, knowledge, attitudes, ethical & legal understanding as well as humanism and the culture of competence that affect performance during the Covid-19 pandemic. This study used a quantitative approach with cross sectional method with a total sample of 50 nurses in the Intensive Care Room at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Bivariate analysis with Contiunity Corretion and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between humanism and a culture of competence with professional behavior in the correct application of medication (p value 0.000) amounting to 74.2%, and ethical and legal understanding with professional behavior of nurses in the correct application of 6 drugs (p value 0.043). 63.39%. The multivariate results of humanism and competency culture variables are the dominant factors in the professional behavior of nurses in administering drugs. The professional behavior of nurses in the proper application of drug administration supports the improvement of services for patient safety in safe drug administration. The professional behavior of nurses is a very basic assessment in the credential process for employee selection. Efforts to implement this principle can be done by continuing nursing education and increasing supervision.
Read More
B-2221
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Romi Beginta; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Sumijatun, Arda Yunita Subardi
Abstrak:

Pelaporan kesalahan pelayanan merupakan usaha untuk memperbaiki sistem pelayanan dalam mencapai pelayanan yang aman. RSUD Kab Bekasi dalam mengembangkan program keselamatan pasien sejak tahun 2009, yang terlihat dari laporan tahunan program keselamatan pasien, terdapat indikasi perlunya peningkatan kesadaran setiap personil dalam melaporkan kesalahan pelayanan, termasuk perawat pelaksana di unit rawat inap rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi perawat pelaksana dalam melaporkan kesalahan pelayanan serta mencari hubungannya dengan budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, dan kerja tim. Penelitian dirancang dengan disain cross sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2011.Responden merupakan keseluruhan perawat pelaksana di unit rawat inap RSUD Kab. Bekasi dan didapatkan 77 kuesioner yang dapat dianalisa. Data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan multivariat dengan menggunakan metode component based structural equation modeling dengan aplikasi komputer SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, kerja tim dan persepsi pelaporan kesalahan pelayanan oleh perawat dalam penilaian sedang. Didapatkan pula adanya pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, dan kerja tim terhadap persepsi pelaporan kesalahan pelayanan oleh perawat. Total pengaruh sebesar 89%. Persamaan linier yang didapat dari penelitian ini adalah persepsi pelaporan kesalahan = 0,12.budaya keselamatan pasien + 0,30.kepemimpinan transaksional ? 0,22.kepemimpinan transformasional + 0,37.kerja tim + 0,26. Dari penelitian ini dapat disimpulkan perlunya peningkatan faktor-faktor yang terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pelaporan dapat menjadi dasar usaha perbaikan. Terdapat pula faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini yang mempengaruhi perawat dalam melaporkan kesalahan pelayanan yang masih perlu digali agar pelaporan kesalahan pelayanan di masa depan dapat meningkat.


Reporting errors is an attempt to improve the system in achieving a safe service. From a report in 2010 in RSUD Kab. Bekasi seen that the number of cases or incidents reported has increased, but still needs to improve awareness of any personnel, including nurse in inpatient units. The aim of this study is to measure the nurse?s perception in the reporting of sevice delivery errors and to find a relationship between the behavior to other factors: patient safety culture, leadership style, and team work. This study was using cross-sectional design by questionnaire as a measuring tool. Data was collected in November 2011 from the entire nurse at the inpatient unit of the hospital as respondens. There are 77 questionnaires that can be analyzed. The data obtained were analyzed using multivariate methods by component-based structural equation modeling with computer applications SmartPLS. The results of this study suggest patient safety culture, leadership style, teamwork and the perception of service delivery error reporting by nurses are in intermediate conditions. It was found that there are relationship obtained either directly or indirectly from patient safety culture, leadership style, and teamwork to service delivery error reporting by nurses. This research model can explain the real state of 89%. Linier equation from this model is reporting perception = 0,12.patient safety culture + 0,30.transactional leader ? 0,22.transformational leader + 0,37.team work+ 0,26. From this study it can be concluded that factors that are proven to provide positive influence of this research can be the basis of improvement efforts. In addition, there are other factors that are not included in this study that should be considered that better reporting of medical errors.

Read More
B-1379
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lediana Tampubolon; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mieke Savitri, Anny Tri Dewo, Tri Dewo Asmoro
Abstrak: Latar Belakang:Selama proses pengobatan berlangsung dapat terjadi kesalahan yang mungkin disebabkanoleh tenaga kesehatan maupun pasien itu sendiri. Kesalahan medikasi adalah kejadianpemberian obat yang dapat menimbulkan cedera kepada pasien yang seharusnya dapatdicegah selama dalam kontrol tenaga kesehatan, dan pasien itu sendiri. Salah satu peranpenting perawat di layanan kesehatan yaitu memperhatikan prinsip tujuh benar obat saatmemberikan obat kepada pasien. Dari data insiden keselamatan pasien di rumah sakit Xtahun 2015 - 2017 tercatat ada 35 kasus insiden keselamatan pasien yang 14 kasusdiantaranya adalah kasus kesalahan pemberian obat di rawat inap. Hal ini tidak sesuaidengan standar yang diatur oleh Kemenkes RI tahun 2008 yang menyatakan bahwa insidendi rumah sakit seharusnya zero accident.Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa faktor faktor yang mempengaruhi penerapanprinsip keselamatan pasien oleh perawat dalam proses pemberian obat di bangsal rawatinap rumah sakit XMetode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data primer diperolehmelalui wawancara mendalam dengan 10 orang informan dan observasi. Data yangterkumpul dianalisa untuk mengetahui penyebab kesalahan dan kemungkinanperbaikannya.Hasil Penelitian: Dari penelitian terlihat bahwa faktor yang memicu terjadinya kesalahanpemberian obat di ruang rawat inap rumah sakit X berasal dari kondisi laten yaitukurangnya jumlah staff keperawatan, turnover yang tinggi dan tidak tersedianya SPO 7benar pemberian obat. Faktor lingkungan tempat kerja yang kurang memadai, adanyapekerjaan tambahan perawat, kurangnya supervisi dari pimpinan , panduan yang kurangjelas serta tidak adanya farmasi klinik merupakan faktor kontributor yang dapatmempengaruhi terjadinya insiden keselamatan pasien dimana salah satunya adalah kejadianmedication error di unit rawat inap rumah sakit X saat ini.Kesimpulan: Faktor faktor yang mempengaruhi penerapan prinsip keselamatan pasiendalam pemberian obat di rawat inap rumah sakit X antara lain adalah faktor leadership,kurangnya jumlah SDM pelayan kesehatan , tingginya turnover perawat, faktor lingkungantempat kerja yang kurang kondusif, tidak tersedianya SPO pemberian obat dengan prinsip 7benar, sosialisasi yang tidak dilakukan secara konsisten dan kontinyu serta tidakberjalannya program diklat atau pelatihan.Kata kunci: Keselamatan Pasien, medication error, pemberian obat, perawat.
Read More
B-2012
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Uli Silalahi; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Puput Oktamianti, Anhari Achadi, A. Yani Suryana, Srinowo Retno
B-2009
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Anggraini; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Mieke Savitiri, Dumilah Ayuningtyas, Nina Rosyiana
Abstrak:

Tuntutan masyarakat terhadap layanan yang, berkualitas di unit pelayanai kesehatan makin tinggi. Ini ditandai dengan meningkatnya angka gugatan hukum deri konsuimen kesehatan. Perinasalahan ini antara lain disebabkan terlalu banyak jenis obat, jenis pemeriksaan, prosedur, serta jumlah pasien dan stal rumah sakit yang cukup besar. Semua itu berpotensi terjadinya kesalahan medis. Salah satu kesalahan medis yang sering terjadi adalah kesalahan pemberian obat oleh perawat. Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam memberikan obut kepada pasien, perawat harus melaksanakan Prinsip Enam Tepat (six rights), Enam tepat int meliputi tepat pasien (right client), tepat obat (right drug), tepat dosis (right dose), tepat waktu (right fine), tepat rute (right route} dan tepat dokumentasi (right documentation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengerai faktor-faktor yang berhubungan ketepatan pemberian obat oleh perawat di ruang rawat inap #or intensive care Rumah Sakit M.H Thamrin Internastonal Salemba tahun 2009. Penelitian ini merupakaw penel‘tian deskriptif analitik menggunakan desain potous lintang (cross sectional) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengisian kucsioner terhadap 60 pelawal seria wawancara mendalam terhadap 9 informan. Dari hasil penelisan ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat penerapan prinsip "enam tepat" dalam pembertan obat oleh perawat di Rumah Sakit M. H. Thamrin, Jakarta tergolons kategori tepat sebesar 40 %. Sebagian besar ketidaktepatan pemberian oba: adalah jenis tidak tepat waktu (52,7 %), tidak tepat dokumentasi (38,8 %), tidak tepat dosis (5,5 %), tidak tepat cara pemberian (2,7 %). Hasil penetitian menunjukkan ada hubungan yan bermakna antara umnur, pengetahuan dan beban kerja dengan pelaksanaan Prinsip “Enam Tepat™ pemberian obat. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan Prinsip “Enam Tepat” pemberian obat adalah pengetahuan. Penyebab terjadinya ketidaktepatan nemberian obat adalah: kurangnya pengetahuan mengenai obat, tidak mengecek hasil hitungan dosis dengan p>2rawat lain, tidak memangil nama pasien, kurangnya kesadaran dalam menusis dokumentasi pemberian obat yang lengkap, kurangnya supervisi tentang pemberian obat oleh divisi keperawatan di RS M.H Thamrin Internasional Salemba dan keterbatasan tenaga perawat. Hasil penelitian menunjukkan perlunya komitmen Direksi RS MEI Thamnn Internasional Salemba terhadap pentingnya kelepatan pembzrian obat oleh perawat dalam bentuk dukungan nyata beripa menyedial:an alokasi angga-an dengan prioritas program peningkatan pengetahuan perawat secara terus-menerus dan berkesinambungan melalui seminar, kegiatan pelatihan dan penyampaian informasi.


 

Demand people about quality service in medical unit more increasingly. It is marked by increasing law claims from medical consuments, The reasen of this problem is 1oo much the kinds of medicine, examination, procedure, amount of patient and hospital staff, All of them can cause mecical errors. One of medical errors that often happened is errors of giving medicme by nurse. To prevent happened errors of giving medicine to patient, nurse should do Six Right Principles. Six Raght Principles including right patient, right drug, right dose, right time, right route and right documentation. The purpose of the research ts io get a reliable descripaon of factors related to accuracy of giving medicine by lone stay ward nurses of M.H. Thamrin International Salemba Hospital in 2099. In Addition, This research is analytical description research us2 of cross sectional design with quantitative and qualitative approaches. Collecting deta has been done by observing and filling im questionnaire to GO nurses and then depth uerview with 9 nurses. From the result of this research can be concluded that the performance of six right principles in giving medicine by nurse at M.H. Thamrin hospital Jakarta include accuracy cateyory is at least 40% respondents. The mos: of unaccuracy of giving medicine is wrong time (52,7 %), wrong documentation (38,8 %), wrong dose (5,5 %), and wrong route (2,7 %). The result of research showed thai there is a significant correlation between age, knowledge and work load with, perfoming of six right principles in giving medicine. the doniinant factor related to perfoming of six right principles in giving medicine is knowledge. The reasons of unaccuracy of giving medicine is: lack of medicine knowledge, uot recheck dose with another nurse, not call patient name, lack of awareness in writing documentation of giving medicire completely and limited nurses Results of this research showea the need of commitment from the R.S M.H Tharirin International Salemba Municipalit. management that the importance of accuracy giving medicine by providing a budget allocation to priority program for Increasing knowledge of nurses continuosly through seminar, training and the delivery of up to date information, while knowledge sustained a good behavior, increase supervision about attitude group in six right principal of giving medicine and add amount of long Stay ward nurses

Read More
B-1201
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elfry Syahril; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Ede Surya Darmawan, Helen Andriani, Dwi Noerjoedianto, Muhammad Syukri
Abstrak: Formularium obat adalah pedoman penggunaan obat secara rasional yang diresepkan kepada pasien, namun faktanya masih terdapat penulisan resep obat yang tidak sesuai dengan standar formularium dalam resep yang dituliskan oleh tenaga medis kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan tenaga medis dalam penulisan resep berdasarkan standar obat formularium nasional di Rumah Sakit Umum Daerah KH. Daud Arif Kuala Tungkal. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional study). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga medis (dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis) RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal sebanyak 23 orang. Sampel digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan dokter menuliskan resep sesuai dengan formularium dengan nilai p=0,006. Tidak ada hubungan sikap (p=0,070), keyakinan (0,159), dan ketersediaan obat (0,487) dengan kepatuhan tenaga medis dalam menuliskan resep sesuai formulasi nasional. Kepada kepala RSUD KH.Kuala Tungkal agar melakukan upaya meningkatkan pengetahuan dengan melakukan seminar formularium sesuai resep nasional secara berkala, melakukan advokasi kepada Pemda agar membuat aturan terkait penulisan resep tersebut.
Read More
B-2121
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tetyana Madjid; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Purnawan Junadi, Wahyu Sulistiadi, Safaruddin
B-1930
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive