Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30526 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aan Anjarwati; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Najib, Effendy Slamet, Robi Adios
Abstrak:
ABSTRAK Prevalensi penyakit Gagal Ginjal Kronik cenderung makin tinggi sejak 3 tahun terakhir ini (sejak tahun 2015). Sehingga mereka harus menjalani hemodialisis (cuci darah). Adapun komplikasi saat hemodialisis yaitu demam, menggigil, hipotensi, dan keram. Faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi saat hemodialisis pada pelayanan mulai dari faktor pasien terdiri dari durasi HD, akses HD, lama menjalani HD, komorbiditas pasien). Selain itu juga ada peran dari sisi manajemen yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang pencucian dialiser ulang dan kebijakan direktur. Faktor pasien dan manajemen penting dalam kualitas pelayanan hemodialisis rawat jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method. Tahapan yang dilakukan pertama adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melanjutkan dengan wawancara mendalam dari hasil penelitian. Hasil analisis bivariat, didapatkan bahwa durasi hemodialisis berhubungan signifikan secara statistik dengan komplikasi hemodialisis (p 0.005). Hasil analisis multivariat, diperoleh durasi hemodialisis 4 jam 30 menit berisiko menyebabkan komplikasi sebesar 2.76 (IK 95% 0.9-8.47) kali dan akses AVF-Shunt berpengaruh paling tingi menyebabkan komplikasi sebesar 3.32 (IK 95% 0.76-14.57) kali. Dari hasil wawancara mendalam dengan informan, bahwa kurangnya implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pencucian dialiser ulang meningkatkan risiko komplikasi. Triangulasi sumber data didapatkan bahwa RS. Anna belum menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan baik dibandingkan RS. Anna Medika dalam pengukuran volume primming atau Total Cell Volume (TCV) dan tidak dilakukan penandaan dialiser setelah dicuci ulang. Adanya data pencantuman volume priming pada dialiser ulang merupakan bentuk penjaminan mutu layanan unit hemodialisis RS. Dan hal ini bisa menjadi kebijakan direktur terkait penggunaan dialiser ulang. Kejadian komplikasi saat hemodialisis di Rumah Sakit dapat diatasi dengan memperhatikan aspek keselamatan pasien yaitu melakukan Standar Operasional Prosedur dengan baik dan menjamin mutu layanan hemodialisis dengan cara membuat kebijakan penggunaan dialiser ulang.

ABSTRACT Prevalence of Chronic Kidney Failure tends to be higher since the last 3 years (since 2015). So they have to undergo hemodialysis (dialysis). The complications of hemodialysis are fever, chills, hypotension, and cramps. Factors that influence complications during hemodialysis in services are from patient factors consist of duration, access, length of time hemodialysis, patient comorbidity. In addition, there is also a role from the management side, namely the Standard Operating Procedure (SOP) reuse dialyzer and director policies. Patient and management factors are important in the quality of outpatient hemodialysis services. The research method used is the mix method. The first step is quantitative research with a cross-sectional approach and continues with in-depth interviews from the results of the study. The results of the bivariate analysis showed that the duration of hemodialysis was statistically significant with complications of hemodialysis (p 0.005). The results of multivariate analysis, obtained the duration of 4 hours 30 minutes hemodialysis at risk of causing complications of 2.76 (95% CI 0.9-8.47) times and the highest effect of AVF-Shunt access caused complications of 3.32 (95% CI 0.76-14.57) times. From the results of in-depth interviews with informants, that the lack of implementation of the Standard Operational Procedure (SOP) for repeated dialysis washing increases the risk of complications. Triangulation of data sources was found that Anna hospital has not run the Standard Operating Procedure (SOP) well compared to Anna Medika hospital in measuring primming volume or Total Cell Volume (TCV) and dialysis marking is not done after repeated washing. The data of inclusion priming volume on repeated dialiser is a form of hemodialysis unit service quality assurance. And this could be the director's policy regarding the use of repeated dialiser. The occurrence of complications during hemodialysis at the hospital can be overcome by paying attention to the aspects of patient safety, namely performing the Standard Operating Procedure properly and ensuring the quality of hemodialysis services by making a policy of using dialiser again.
Read More
B-2087
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rona Mora; Pembimbing: Hafizzurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, P.Lanjar Sugiyanto, Ika Sofrina
Abstrak:

ABSTRAK Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakankebijakan yang telah dituangkan dan ditetapan oleh direktur. Kebijakan-kebijakan tersebut meliputi seluruh aspek kegiatan Rumah Sakit, baik aspek administratif maupun aspek pelayanan kepada masyarakat. Kebijakan tersebut mempunyai fungsi dan tujuan sebagai pedoman pelaksanaan sehari-hari bagi seluruh staf Rumah Sakit dan pihak manajemen dalam menjalankan organisasi Rumah Sakit, sehingga diharapkan seluruh proses administrasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara optimal. Penelitian kebijakan dalam hal ini sangat jarang dilakukan, pemahaman tentang analisis kebijakan tidak serta merta berkenaan dengan analisis untuk merumuskan suatu kebijakan, namun dapat juga berupa analisis tentang kebijakan. Untuk mengatasi keluhan pelanggan tentang kinerja pelayanan rawat jalan, maka sangat penting untuk dilakukan suatu analisa tentang isi, proses, hasil dan lingkungan kebijakan yang selama ini dijalankan di RS Sentra Medika Cibinong. Informan pada penelitian ini adalah para segenap jajaran manajemen meliputi jajaran dan  staf pelaksana, maupun para pemberi layanan, antara lain dokter spesialis dan perawat. Desain penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat interpretatif, dan semua data yang disajikan dengan berbagai matriks. Dari hasil penelitian terlihat bahwa kebijakan yang saat ini dijalankan di RS Sentra Medika Cibinong belumlah berjalan secara optimal, dan harus mengalami perubahan di berbagai sistem, terutama pada sistem informasi manajemen rumah sakit dan sarana serta prasarana yang mendukungnya, serta perlu disusunnya dan dirumuskannya suatu kebijakan baru yang terpadu untuk memperbaiki kualitas pelayanan di Instalasi Rawat Jalan. Diharapkan draft rekomendasi yang diberikan peneliti ini dapat menjadi masukan bagi pimpinan RS dalam membakukan suatu kebijakan pelayanan baru, untuk meningkatkan kualitas pelayanan Instalasi Rawat Jalan. Kata Kunci : Isi kebijakan, Proses kebijakan, Kinerja Kebijakan, Rekomendasi Kebijakan. 


 ABSTRACT Hospital as an institution of medical services has to carried out the job as a function based on the rule which has been declared and as on policy which is implemented on that place. The policies which has been implemented, including all the program, such as administrative or services program, has a function to give the best services to the people. The policy research has an important understanding to made some kind of analysis, such as analysis of (including policy contents, policy process, policy output, and policy recommendation), and analysis for. This research has some people to give the information about the services s all the management staff, incuding the front liner and all the physician. This research design is a qualitative method, with the variant interpretative, and all the data, describening by a matrix. The results from this research give some recommendation for the top management, which is can be implemented if there applicable, for example to improve the information system in the hospital. Keywords  : policy contents, policy process, policy output, policy recommendation

Read More
B-1410
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novrita Ilmiyanti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Slamet Effendy, Budi Hartono
Abstrak: Penundaan pada proses pemulangan pasien berkaitan dengan ketersediaan jumlahtempat tidur pada pasien yang akan masuk dirawat inap. Hal ini mengakibatkanpelayanan menjadi tidak efisien. Metode Lean merupakan suatu metode yangdiharapkan dapat meningkatkan efisiensi pada proses pemulangan pasien rawatinap. Penelitian kualitatif dengan menggunakan prinsip Lean thinking untukmenggambarkan alur proses pemulangan pasien, menghitung Lead time dan CycleTime, dan menganalisis waste yang terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan wakturata-rata yang diperlukan untuk pasien metode pembayaran BPJS sebesar 153,5menit, Cash sebesar 127 menit , dan asuransi sebesar 264 menit. Total persentasenon value added activity pada proses pemulangan pasien dengan metodepembayaran BPJS sebesar 76,4%, cash sebesar 72,4%, dan asuransi sebesar84,1%.

Usulan perbaikan dengan metode Lean dapat menurunka persentase nonvalue added activity menjadi sebesar 56,6% untuk pasien BPJS, 46,6% untukpasien cash, dan 56,8% untuk pasien asuransi.

Kata kunci: pemulangan pasien; Lean; Value Added; Non value added; waste

Delays in the process of discharge related to the availability of the number of bedsfor patients who are going to be hospitalized. This resulted inefficiency ofservices. Lean method is a method that is expected to improve efficiency in theprocess of discharge process. A qualitative study using the principles of leanthinking to describe the process of discharge flow, calculate the lead time andcycle time, and analyze the waste that occurs.

The results show the average timerequired for patient used BPJS payment method is 153.5 minutes, cash is 127minutes, and insurance is 264 minutes. The total percentage of non-value addedactivity in the process of discharge process with BPJS payment method is 76.4%,cash is 72.4%, and insurance is 84.1%.

Suggestions for improvements with leanmethods can reduce the percentage of non-value added activity by 56.6% forBPJS patients, 46.6% for cash patients, and 56.8% for insured patients.

Keywords: discharge process; lean; value added; non-value added; waste
Read More
B-1777
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risdawaty Rizar; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Sumijatun, Mieke Savitri, Untung Sugiharto
B-1019
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dima Lintya Siti Karima Zahra; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Purnawan Junadi, Amal Chalik Sjaaf, Slamet Effendy, Nitya Pandusarani
B-1774
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Qosimah Batubara; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Ede Surya Darmawan, Dumilah Ayuningtyas, Jusuf Kristianto, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dapat digunakan sebagai masukan optimalisasi pelayan program rujuk balik di instalasi rawat jalan RS Mitra Medika Batanghari. Metode penelitian. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan metode case study. Informan dari 22 orang pasien hipertensi yang telah dirujuk balik dan 6 orang petugas RS Mitra Medika Batanghari, sumber data dari wawancara mendalam, observasi telah dokumen. Hasil. Sebagian besar pasien hipertensi yang telah dirujuk balik tidak patuh mengunjungi FKTP. Pengetahuan pasien terhadap PRB kurang. Akses menuju fasyankes mudah. Penghambat tidak optimalnya pelayanan PRB adalah kurangnya sosialisasi monitoring dan evaluasi kebijakan PRB di lingkungan rumah sakit, tidak ada SOP terkait PRB, PIC PRB bertugas melayani PRB dan non PRB, tidak ada pelatihan terkait PRB, Pojok PRB tidak tersedia, tidak ada insentif petugas pelaksana PRB, pasien tidak patuh terhadap instruksi DPJP, tidak ada SRB rekomendasi dokter dan lembar resep khusus PRB, SRB tidak diisi lengkap, edukasi pasien singkat. Faktor pendukung pelayanan PRB yaitu petugas pelaksana berkomitmen aktif terhadap PRB, DPJP patuh merujuk balik pasien PRB, komunikasi dan koordinasi antar petugas pelaksana PRB baik, petugas pelaksanan mengetahui formularium nasional obat PRB. Kesimpulan. Program rujuk balik di instalasi rawat jalan RS Mitra Medika Batanghari belum terimplementasi dengan baik karena tidak ada panduan yang jelas terkait PRB dan masih ada pasien hipertensi yang telah direkomendasikan untuk dirujuk balik tidak melanjutkan hingga terdaftar sebagai pasien PRB. Saran. Pelayanan PRB akan terimplementasi dengan baik apabila rumah sakit memiliki panduan pelayanan PRB yang jelas yang mengatur seluruh kegiatan yang berhubungan dengan PRB serta dilakukannya monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut terkait PRB diharapkan dapat meneliti secara holistik dengan melibatkan seluruh stakeholder.
Read More
B-2133
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Nuryatin; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Pujiyanto, Alim A. Irsal,
Abstrak: Sejak tahun 2011, pemerintah telah menjamin layanan pengobatan bagi penderitathalassemia. Pengobatan suportif yang didukung oleh BPJS berupa transfusi darahdan obat khusus (kelasi besi) namun rumah sakit belum memiliki informasi akuratmengenai biaya riil. Penelitian yang dilakukan di RS Anna Medika Bekasi inimenggunakan metode ABC (Activity Based Costing) di mana aktivitas diperolehdari sampel 20 pasien thalassemia dewasa dengan rawat inap serta 20 pasienthalassemia anak-anak dengan rawat inap. Hasil studi menunjukkan bahwa biayasatuan pelayanan pasien thalassemia dewasa dengan rawat inap adalah Rp.8.559.433 dan Rp. 6.411.485 pasien thalassemia anak-anak dengan rawat inap perepisode. Pemicu biaya adalah biaya operasional (61%) dan tingkat pemulihanbiaya (cost recovery rate) adalah 108%.Kata kunci: Biaya, pemulihan biaya (cost recovery rate), thalassemia, ActivityBased Costing (ABC)
Since 2011, the government covered all treatment for thalassemia patients. BPJSprovide a supportive treatment including blood transfusion and chelating ironmedicine, but the hospital donot have accurate informationa on the real cost. Thisresearch done in Anna Medika Hospital was using Activity Based Costingapproach, activity on inpatient care of the patients was captured from sampled of20 adults and 20 children patients treated at the hospital. The study revealed thatunit cost per episode was Rp. 8.559.433 for adult thalassemia patient and Rp.6.411.485 for the thalassemia children patient with inpatient care. Cost driver wasoperational cost (60%). Cost recovery rate was 108%.Keywords: Cost, Cost Recovery Rate, Thalassemia, Activity Based Costing(ABC)
Read More
B-1802
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Cinderasuci; Pembimbing; Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Wirda Saleh, Indah Rosana
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan memperbaiki angka Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) di ruang rawat biasa Instalasi Rawat Inap RS Anna Medika dengan metode Six Sigma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang ditunjang dengan metode kuantitatif.

Hasil penelitian menyarankan pengembangan yang paling tepat adalah pengawasan langsung kepada petugas kesehatan dan penempatan sabun disertai label peringatan di tiap wastafel kamar perawatan, disertai upaya untuk meminimalisir biaya pelatihan berkala, evaluasi hasil pengembangan, modifikasi komponen biaya, dan pemberdayaan seluruh petugas untuk mendukung program tersebut.


This research aims to improve adverse event rate in regular care on inpatient service of Anna Medika Hospital using Six Sigma method. Qualitative approach with quantitative method support is used in this research.

The results suggest hospital to improve adverse event rate by observing of health workers hand higiene and procedures, and providing liquid soap with warning sign hand washing sink in every patient's room.

Read More
B-1370
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Firdaus; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Ede Surya Darmawan, Helen Andriani, Dwi Noerjoedianto, Muhammad Syukri
Abstrak: Praktik cuci tangan merupakan faktor kunci dalam menurunkan dan mencegah infeksi terkait pelayanan kesehatan. Masih rendahnya praktik cuci tangan di kalangan petugas kesehatan menyebabkan angka infeksi di rumah sakit masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen yang menjadi penyebab masih rendahnya praktik cuci tangan enam langkah melalui pendekatan elemen strategi implementasi multimodal WHO di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Medika Batanghari. Dengan pendekatan kualitatif, Hasil penelitian menunjukkan praktik cuci tangan enam langkah baik (89,6%) dan ketersediaan handrub berbahan dasar alkohol merupakan faktor yang paling dominan berkontribusi terhadap pelaksanaan praktik cuci tangan enam langkah.
Read More
T-5798
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lidya Pusparia Manurung; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Purnawan Junadi, Dumilah Ayuningtyas, Ait Nirwanawati
Abstrak: Instalasi Farmasi merupakan salah satu terminal pelayanan kesehatan, jalur perbekalan farmasi yang berhadapan langsung dengan masyarakat, dan merupakan bagian dari revenue centre. Latar belakang penelitian ini adalah proporsi kunjungan instalasi farmasi dengan resep obat yang rendah, yaitu kurang dari 50%, serta keluhan pasien akan pelayanan instalasi farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih rinci tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan instalasi farmasi dikaitkan dengan minat pasien menebus kembali resep obat di instalasi farmasi RSUD Budhi Asih.
 
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif, desain penelitian ini adalah survey cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada 100 orang responden. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat yaitu membandingkan skor harapan dan kenyataan, kemudian diaplikasikan kedalam diagram kartesius, analisis bivariat dengan chi kuadrat, dan analisis multivariat dengan regresi logistic.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat kepuasan dengan minat kembali menebus resep obat di instalasi farmasi RSUD Budhi Asih. Responden yang menyatakan puas sebanyak 15% responden, sedangkan responden yang menyatakan tidak puas akan pelayanan instalasi farmasi ada sebanyak 85% responden. Frekuensi responden yang berminat menebus kembali resep obat sebanyak 37% responden, sedangkan responden yang tidak berminat sebanyak 63% responden. Variabel yang dominan mempengaruhi minat menebus kembali resep obat yaitu usia, dan dimensi reliability.
 

Pharmacy is one of terminal health care, pharmaceutical supply lines dealing directly with the community, and is part of a revenue center. The background of this study is the proportion of visits with prescription drug pharmacy low, at less than 50%, and complaints of patients will service pharmacy. This study aimed to find out more detailed level of patient satisfaction of outpatient pharmacy services related to the interests of patients redemption pharmacy prescription drugs at Budhi Asih Hospital.
 
This study is descriptive and analytical with a quantitative approach, this study design was cross sectional survey. Data collected through questionnaires to 100 respondents. Data analysis was performed by univariate analysis that compared the scores of hope and reality, then applied into Cartesian diagrams, bivariate analysis using chi square, and multivariate analysis with logistic regression.
 
Results showed that there was a correlation between satisfaction with the interest to re-purchase a prescription drug in the pharmacy department Budhi Asih Hospital. Respondents who said they were satisfied as much as 15% of respondents, while respondents who expressed dissatisfaction pharmacy service will be there as much as 85% respondents. Frequency of respondents who are interested to re-purchase prescription drugs as many as 37% of respondents, while respondents who are not interested as much as 63% respondents. Dominant variables that influence the intention to re-purchase prescription drugs are the age, and the dimension of reliability.
Read More
B-1220
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive