Ditemukan 42810 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Febrilia Dwi Lestari; Pembimbing: Helda, Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Felly Philipus Senewe, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab terjadinya penyakit tidak menular lainnya seperti penyakit jantung, stroke dan banyak penyakit lain yang menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia. Hipertensi pada wanita harus mendapatkan perhatian yang serius karena mengalami peningkatan dari waktu ke waktu dan dapat menimbulkan komplikasi yang lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor dominan kejadian hipertensi pada wanita di daerah rural dan urban di Indonesia tahun 2014. Penelitian ini menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey (IFLS 5 tahun 2014) dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 6.503 orang yang terdiri dari 3.675 wanita di daerah rural dan 2.828 wanita di daerah urban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 3.675 wanita di di daerah rural terdapat 17,63% orang menderita hipertensi dan dari 2.828 wanita di daerah urban terdapat 18,14% orang menderita hipertensi. Setelah dilakukan analisis multivariat untuk melihat faktor dominan hipertensi pada wanita di daerah rural dan urban didapatkan bahwa umur sebagai faktor dominan di kedua daerah tersebut dengan masing- masing di daerah rural dengan PR= 3,16 (95%CI, 2,651-3,790) dan di daerah urban dengan PR= 3,41 (95%CI, 2,800-4,166).
Read More
T-5648
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andi Nur Hikmah; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Masdalina Pane, Sylviana Andinisari
Abstrak:
Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk morbiditas dan mortalitas. Estimasi angka prevalensi pada tahun 2010, bahwa hipertensi di seluruh dunia adalah sebanyak 1,39 miliar orang, dan mewakili 31% dari populasi dewasa. Proporsi hipertensi pada wanita meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Salah satu faktor risiko hipertensi adalah obesitas. Prevalensi hipertensi dan obesitas pada wanita di Indonesia tahun 2013 sekitar 28,8% dan 32,9%. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi pada wanita usia 18 tahun atau lebih di Indonesia tahun 2014. Desain penelitian studi cross sectional dengan menggunakan data Indonesian Family Life Survey 5 Tahun 2014. Hasil penelitian menemukan bahwa wanita usia 18 tahun atau lebih dengan obesitas berisiko terjadinya hipertensi sebesar 1,243 kali setelah dikontrol oleh variabel umur dan pendidikan dibandingkan wanita usia 18 tahun atau lebih yang tidak mengalami obesitas dengan umur dan pendidikan yang sama. Bisa dikatakan bahwa wanita dengan obesitas berisiko 55,4% terjadinya hipertensi setelah dikontrol oleh umur dan pendidikan. Pada instansi kesehatan dan tenaga kesehatan harus rutin melakukan skrining kesehatan (sweeping) dengan penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala pada peserta didik, khususnya pada wanita sebaiknya lebih sering dan aktif mengikuti dan mendengarkan kegiatan-kegiatan penyuluhan kesehatan serta dapat menerapkan apa yang telah disampaikan oleh petugas kesehatan tersebut.
Kata kunci: Obesitas, hipertensi, prevalensi
Hypertension is a major risk factor for morbidity and mortality. Estimated prevalence rates in 2010, that worldwide hypertension is 1.39 billion people, and represents 31% of the adult population. The proportion of hypertension in women increases with age. One of the risk factors of hypertension is obesity. The prevalence of hypertension and obesity in women in Indonesia in 2013 was 28.8% and 32.9%. The purpose of this study to know the relationship of obesity with the incidence of hypertension in women among above 18 years in Indonesia in 2014. Cross-sectional study design study using Indonesian Family Life Survey data 5 Year 2014. The results found that women among above 18 years with obesity at risk the occurrence of hypertension of 1,243 times after controlled by age and education variables compared to women among above 18 years who are not obese with the same age and education. It could be said that women with obesity risk 55.4% of the occurrence of hypertension after controlled by age and education. In health institutions and health workers should routinely perform health screening (sweeping) with health screening and periodic checks on learners, especially in women should be more frequent and actively follow and listen to health education activities and can apply what has been submitted by health workers.
Key words: Obesity, hypertension, prevalence
Read More
Kata kunci: Obesitas, hipertensi, prevalensi
Hypertension is a major risk factor for morbidity and mortality. Estimated prevalence rates in 2010, that worldwide hypertension is 1.39 billion people, and represents 31% of the adult population. The proportion of hypertension in women increases with age. One of the risk factors of hypertension is obesity. The prevalence of hypertension and obesity in women in Indonesia in 2013 was 28.8% and 32.9%. The purpose of this study to know the relationship of obesity with the incidence of hypertension in women among above 18 years in Indonesia in 2014. Cross-sectional study design study using Indonesian Family Life Survey data 5 Year 2014. The results found that women among above 18 years with obesity at risk the occurrence of hypertension of 1,243 times after controlled by age and education variables compared to women among above 18 years who are not obese with the same age and education. It could be said that women with obesity risk 55.4% of the occurrence of hypertension after controlled by age and education. In health institutions and health workers should routinely perform health screening (sweeping) with health screening and periodic checks on learners, especially in women should be more frequent and actively follow and listen to health education activities and can apply what has been submitted by health workers.
Key words: Obesity, hypertension, prevalence
T-5149
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indriya Wardhani; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo, Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Suhardini
Abstrak:
Tuberkulosis merupakan salah satu dari 9 penyebab kematian di dunia pada tahun 2015. Sebanyak 62% kasus tuberkulosis di dunia pada tahun 2017 berada di Wilayah SEAR (South-East Asia Region). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan tuberkulosis pada usia ≥ 15 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil Indonesia Family Life Survey (IFLS) 5 tahun 2014 dan memakai desain penelitian studi longitudinal. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebesar 31.916 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis multivariat yang digunakan adalah Cox Regression. Insiden tuberkulosis pada usia ≥ 15 tahun di Indonesia tahun 2014 sebesar 1% (327 orang) responden. Hasil Multivariat yaitu: Usia ≥ 65 tahun (RR= 3,86; 95% CI 2,46- 6,06), pendidikan (RR=0,76; 95% CI 0,60-0,98), malnutrisi (RR=1,30; 95% CI 1,02- 1,62), merokok (RR= 0,62; 95% CI 0,46-0,82), lantai rumah (RR= 0,26; 95% CI 0,06- 1,04), bahan bakar memasak (RR= 0,54; 95% CI 0,36-0,79), dan kontak serumah dengan penderita (RR= 69,68; 95% CI 34,07-142,49). Faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap tuberkulosis pada usia ≥ 15 tahun dan lebih akurat yaitu usia baik hubungan langsung (bivariate) maupun hubungan dengan tuberkulosis setelah dikontrol dengan variabel lainnya (multivariate) (RR= 3,86; 95% CI 2,46-6,06 untuk responden yang berusia ≥ 65 tahun)
Read More
T-5684
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sakurta Harapen Ginting; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Cut Putri Arianie
Abstrak:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan banyak disandang masyarakat. Data dari World Health Organization (WHO), diperkirakan pada tahun 2025 setiap tahunnya 9,4 juta orang akan meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada penduduk Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis lanjut Indonesian Family Life Survey 5 / SAKERTI 2014. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan uji bivariat. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan (p-value < 0,05) antara kejadian hipertensi dengan usia, wilayah tinggal, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, merokok, obesitas, dan depresi. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan hipertensi dapat melalui kerjasama lintas sektor, seperti penguatan UKBM (Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) yang memadai di area urban serta rural untuk menjaga pola hidup sehat. Kegiatan difokuskan kepada upaya surveilans berbasis masyarakat, meningkatkan screening/deteksi dini dengan menjangkau masyarakat melalui pemanfaatan kader dan tokoh-tokoh masyarakat. Kata kunci: Hipertensi, IFLS 5, SAKERTI 2014, Cross-Sectional. Hypertension is one of the most common cardiovascular diseases. World Health Organization (WHO) estimated that in 2025 every year 9.4 million people will die from hypertension and its complications. This study aims to determine factors are associated with the incidence of hypertension in the Indonesian population. This research is a further analysis of the 2014 Indonesian Family Life Survey (IFLS 5 / SAKERTI 2014). The research methodology used in this study was cross-sectional with a bivariate test. Statistically, there is a significant relationship (p-value <0.05) between the incidence of hypertension and age, area of residence, level of education, physical activity, smoking, obesity, and depression. Efforts made to control hypertension can be through crosssectoral collaboration, such as strengthening adequate UKBM (Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) in urban and rural areas to maintain a healthy lifestyle. The activity focused on community-based surveillance efforts, improving screening / early detection by reaching out to the community through the use of cadres and community leaders. Keywords: Hypertension, IFLS 5, SAKERTI 2014, Cross-Sectional.
Read More
S-10422
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eka Hardianti Arafah; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Helda, Masdalina Pane, Sylviana Andinisari
Abstrak:
Prevalensi kanker payudara di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,05% dan merupakan prevalensi penyakit kanker tertinggi kedua setelah kanker serviks. Salah satu faktor risiko kanker payudara adalah obesitas. Prevalensi obesitas pada perempuan berdasarkan Riskesdas 2007-2013 secara signifikan mengalami peningkatan (13,9%, 15,5%, dan 32,9%). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kejadian kanker payudara pada wanita di Indonesia. Berdasarkan analisis IFLS (Indonesian Family Life Survey) 5 yang dilakukan pada Tahun 2014 diperoleh data tentang kanker payudara, obesitas dan faktor lainnya di 13 Provinsi. Desain studi yaitu cross sectional dan menggunakan analisis data Regresi Logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi wanita obesitas yang menderita kanker payudara di 13 Provinsi di Indonesia sebesar 0,3%. Analisis Regresi Logistik menunjukkan bahwa Wanita obesitas memiliki efek protektif sebesar 0,5 kali terhadap penyakit kanker payudara setelah dikontrol oleh variabel usia (POR= 0,4999; 95% CI 0,275-0,906). Kesimpulan penelitian ini adalah obesitas berhubungan secara statistik merupakan efek proteksi terhadap kanker payudara pada wanita di 13 Provinsi di Indonesia Tahun 2014 setelah dikontrol oleh variabel usia. Meskipun demikian, proporsi obesitas dan kanker payudara di Indonesia cenderung meningkat, oleh sebab itu diperlukan pengawasan yang ketat terhadap program pencegahan penyakit tidak menular di Indonesia.
Kata Kunci : Obesitas, Kanker Payudara, Wanita
The prevalence of breast cancer in Indonesia in 2013 amounted to 0.05% and is the second highest prevalence of cancer after cervical cancer. One of the risk factors for breast cancer is obesity. The prevalence of obesity in women based on Riskesdas 2007- 2013 significantly increased (13.9%, 15.5%, and 32.9%). The purpose of this study is to know the relationship of obesity with incidence of breast cancer in women in Indonesia. Based on analysis of IFLS (Indonesian Family Life Survey) 5 conducted in the Year 2014 obtained data about breast cancer, obesity and other factors in 13 Provinces. The study design is cross sectional and using Logistic Regression data analysis. The results showed that the proportion of obese women with breast cancer in 13 provinces in Indonesia was 0.3%. Logistic Regression Analysis showed that obese women had a protective effect of 0.5 times against breast cancer after being controlled by age variables (POR = 0.4999; 95% CI 0.275-0.906). The conclusions of this study were obesity statistically related to the protective effect on breast cancer in women in 13 provinces in Indonesia 2014 after being controlled by age. Nevertheless, the proportion of obesity and breast cancer in Indonesia tends to increase, therefore we need to control of non-communicable disease prevention program in Indonesia.
Keywords: Obesity, Breast Cancer, Women
Read More
Kata Kunci : Obesitas, Kanker Payudara, Wanita
The prevalence of breast cancer in Indonesia in 2013 amounted to 0.05% and is the second highest prevalence of cancer after cervical cancer. One of the risk factors for breast cancer is obesity. The prevalence of obesity in women based on Riskesdas 2007- 2013 significantly increased (13.9%, 15.5%, and 32.9%). The purpose of this study is to know the relationship of obesity with incidence of breast cancer in women in Indonesia. Based on analysis of IFLS (Indonesian Family Life Survey) 5 conducted in the Year 2014 obtained data about breast cancer, obesity and other factors in 13 Provinces. The study design is cross sectional and using Logistic Regression data analysis. The results showed that the proportion of obese women with breast cancer in 13 provinces in Indonesia was 0.3%. Logistic Regression Analysis showed that obese women had a protective effect of 0.5 times against breast cancer after being controlled by age variables (POR = 0.4999; 95% CI 0.275-0.906). The conclusions of this study were obesity statistically related to the protective effect on breast cancer in women in 13 provinces in Indonesia 2014 after being controlled by age. Nevertheless, the proportion of obesity and breast cancer in Indonesia tends to increase, therefore we need to control of non-communicable disease prevention program in Indonesia.
Keywords: Obesity, Breast Cancer, Women
T-5159
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irma Nuryanti; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Merry Natalia Panjaitan
Abstrak:
Diabetes Mellitus (DM) termasuk penyakit tidak menular kronis yang menjadi penyebab kematian utama pada penduduk wanita berumur 45-54 tahun. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko kejadian DM berdasarkandiagnosis dan gejala pada wanita dewasa di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder riskesdas 2007 dengan desain cross sectional. Sampel adalah wanita dewasa berumur ≥ 18 tahun yang tidak hamil, diukur tekanan darah, dan memiliki data yang lengkap (tidak missing). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi DM berdasarkan diagnosis dan gejala pada wanita dewasa Indonesia sebesar 1,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna (nilai p < 0,05) antara umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status perkawinan, aktifitas fisik,merokok, gangguan mental emosional, indeks massa tubuh, obesitas sentral, danhipertensi dengan kejadian DM pada wanita dewasa. Untuk itu perlu dilakukan suatu upaya pencegahan dan deteksi dini (skrining) terhadap faktor risiko dan skrining guladarah sedini mungkin. Kata Kunci : faktor risiko, diabetes mellitus, wanita dewasa, Indonesia, Riskesdas
Diabetes Mellitus (DM) is a chronic non-communicable diseases that become amajor cause of death in the population of women aged 45-54 years. This study aimsto determine the prevalence and risk factors of the occurance of diabetes mellitusbased on diagnosis and symptoms in adult women in Indonesia. This study used asecondary data Riskesdas 2007 with a cross-sectional design. Samples were adultwomen aged ≥ 18 years who are not pregnant, blood preasure was measured, and hasthe complete data. Results showed the prevalence of diabetes is based on thediagnosis and symptoms in adult women is 1.6%. The results of the bivariate analysisshowed there was a significant association (p value < 0,05) between age, educationlevel, employment status, marital status, physical activity, smoking, mentalemotional disorder, body mass index, central obesity, and hypertension with diabetesoccurance in adult women. Therefore, it is necessary to take prevention and earlydetection (screening) of the risk factors and blood sugar screening as early aspossible.Keywords: risk factors, diabetes mellitus, adult women, Indonesia, Riskesdas
Read More
Diabetes Mellitus (DM) is a chronic non-communicable diseases that become amajor cause of death in the population of women aged 45-54 years. This study aimsto determine the prevalence and risk factors of the occurance of diabetes mellitusbased on diagnosis and symptoms in adult women in Indonesia. This study used asecondary data Riskesdas 2007 with a cross-sectional design. Samples were adultwomen aged ≥ 18 years who are not pregnant, blood preasure was measured, and hasthe complete data. Results showed the prevalence of diabetes is based on thediagnosis and symptoms in adult women is 1.6%. The results of the bivariate analysisshowed there was a significant association (p value < 0,05) between age, educationlevel, employment status, marital status, physical activity, smoking, mentalemotional disorder, body mass index, central obesity, and hypertension with diabetesoccurance in adult women. Therefore, it is necessary to take prevention and earlydetection (screening) of the risk factors and blood sugar screening as early aspossible.Keywords: risk factors, diabetes mellitus, adult women, Indonesia, Riskesdas
S-8314
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggun Pratiwi; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Cut Putri Arianie
Abstrak:
Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama karena berkontribusi pada angka kesakitan dan kematian dunia. Prevalensi hipertensi terus meningkat dan lebih banyak ditemukan pada kelompok wanita. Obesitas merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi. Masa menopause pada wanita diduga ikut berkontribusi terhadap kejadian hipertensi namun pengaruhnya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi derajat 1 baik pada wanita premenopause dan postmenopause di Indonesia. Sebanyak 8.047 responden wanita yang berumur 18-57 tahun diteliti. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan sumber data dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 Tahun 2014.
Hasil analisis multivariat dengan modifikasi cox regression menunjukkan bahwa risiko wanita obesitas untuk menderita hipertensi derajat 1 sebesar 1,80 kali (95% CI 1,57-2,06) dibandingkan wanita yang tidak obesitas. Pada wanita premenopause, obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi derajat 1 sebesar 1,67 kali (95% CI 1,43-1,94). Risiko yang lebih besar tampak pada kelompok wanita postmenopause dengan besar risiko obesitas terhadap kejadian hipertensi derajat 1 sebesar 2,32 kali (95% CI 1,69-3,19). Perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui program GERMAS dan pemaksimalan peran posbindu PTM. Masyarakat khususnya wanita perlu menerapkan pola hidup sehat dengan perilaku CERDIK sejak usia dini.
Read More
Hasil analisis multivariat dengan modifikasi cox regression menunjukkan bahwa risiko wanita obesitas untuk menderita hipertensi derajat 1 sebesar 1,80 kali (95% CI 1,57-2,06) dibandingkan wanita yang tidak obesitas. Pada wanita premenopause, obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi derajat 1 sebesar 1,67 kali (95% CI 1,43-1,94). Risiko yang lebih besar tampak pada kelompok wanita postmenopause dengan besar risiko obesitas terhadap kejadian hipertensi derajat 1 sebesar 2,32 kali (95% CI 1,69-3,19). Perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui program GERMAS dan pemaksimalan peran posbindu PTM. Masyarakat khususnya wanita perlu menerapkan pola hidup sehat dengan perilaku CERDIK sejak usia dini.
T-5682
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Utri Triana; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Soewarta Kosen
Abstrak:
Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang terusmeningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi PGK dan faktor-faktoryang berhubungan dengan kejadian PGK di Indonesia. Data yang dianalisis adalah dataIndonesian Family Life Survey (IFLS) 5 dan dianalisis untuk menghitung prevalenceratio (PR) dengan batas kepercayaan 95%. PGK didefinisikan berdasarkan diagnosistenaga kesehatan.
Read More
S-10303
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Intan Juliana Omposunggu; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Yovsyah, Trihono, Toni Wandra
T-3254
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Czeresna Heriawan Soejono; Pembimbing: Yovsyah
Abstrak:
Read More
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi hipertensi sistolik terisolasi (HST) pada populasi berusia 40 tahun ke atas di Indonesia serta faktor-faktor risiko yang ada. Metode : Desain penelitian adalah potong lintang; subyek diperoleh dari pasien yang berobat ke dokter dan keluarga atau pengantar mereka. Dokter terpilih secara acak dari 11 kotamadya dan 11 kabupaten yang terpilih secara acak (systematic random sampling assignment) dari lima pulau besar Indonesia dan satu kepulauan Maluku. Nilai pengukuran tekanan darah menggunakan nilai baku dari 3NC VII tahun 2003. Hasil : Subyek yang terkumpul adalah 4436 orang dan HST terdapat pada 316 subyek. Faktor yang berpengaruh terhadap HST adalah umur (OR 1,06 ; 95%CI 1,06 - 1,07), riwayat DM (OR 1,44 ; 95%CI 1,04 - 2,02) , dan riwayat gagal ginjal (OR 1,71 ; 95%CI 0,99 - 2,94). Pada subyek yang merokok, rerata lama merokok yang menderita HST adalah 28,78±14,45 bulan sedangkan yang tidak menderita HST adalah 22,33±11,80 bulan (p = 0,003). Kesimpulan : Prevalensi HST adalah 7,12%. Terdapat hubungan antara umur, riwayat DM dan gagal ginjal dengan HST. Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara merokok, riwayat keluarga dengan hipertensi dan indeks massa tubuh dengan HST. Pada subyek yang merokok, ternyata lama merokok berbubungan dengan kejadian HST. Daftar pustaka: 37 (1994-2003).
Isolated Systolic Hypertension in Indonesia, Prevalence and Risk FactorsObjective of this study was to examine the prevalence of isolated systolic hypertension (ISH) amongst Indonesia people at the age of 40 years and over with its associated risk factors. Methods: Cross sectional study; subjects were collected from persons who visited their doctors or their families. Doctors participated in this study were randomly assigned from 11 cities and 11 district area at five big islands and archipelago also in a systematic random sampling assignment. Measurement of blood pressure were using the standard procedure stated in INC VII (2003). Results: Of the 4436 subjects, 316 persons met the criteria of ISH. Factors associated with ISH were age (OR 1.06 ; 95%CI 1.06 - 1.07), history of DM (OR 1.44 ; 95%CI 1.04 - 2.02) , and history of renal failure (OR 1.71 ; 95%CI 0.99 - 2.94). Amongst subjects who were smoking, mean duration of smoking in ISH persons was 28.78±14.45 months while in non-ISH persons was 22,33±11,80 months ( p = 0.003). Conclusion: The prevalence of ISH was 7.12%. Age, history of DM and history of renal failure were associated with ISH. There were no association between smoking, family history of hypertension and body mass index with ISH in this study. Amongst smoking subjects, the duration of smoking was associated with ISH. References: 37 (1994-2003)
T-1796
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
