Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36712 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Noviaji Joko Priono; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Erdy Techrisna, Marina Kartikawati
Abstrak: Musculoskeletal Symptoms (MSS) merupakan salah satu gangguan yang sangat umum terjadi dan menjadi masalah kesehatan para pekerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko individu, organisasi, lingkungan, fisik dan psikososial dengan MSS pada pekerja pabrik di Karawang, Indonesia. Metode: Desain study yang digunakan adalah cross sectional. Data dikumpulkan dari Januari- Juni 2019 melalui survey online pada 288 pekerja secara acak. Data dianalisis dengan menggunakan regresi logistik. Hasil: Prevalensi MSS pada leher, bahu, punggung atas dan punggung bawah lebih dari 60%. Jumlah rata-rata keluhan pada periode 7 hari terakhir adalah 4,3 keluhan dan periode 12 bulan terakhir adalah 4,8 keluhan dari total 9 bagian tubuh. Pekerja yang mengalami stress dapat meningkatkan risiko MSS pada leher 4,25 kali. Berat beban angkat >10kg meningkatkan risiko terjadinya MSS pada bahu sebesar 2,33 kali, punggung atas 3,25 kali, dan punggung bawah 3,52 kali. Kesimpulan: Kami menyimpulkan bahwa perlu ada perhatian khusus pada pekerja yang mengangkat beban berat dan juga manajemen stress karena kedua hal tersebut adalah faktor dominan yang dapat meningkatkan MSS
Read More
T-5715
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Kurniati; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Chandra Satrya, Rusbani Kurniawan, Priyo Djatmiko
Abstrak: PT X adalah perusahaan yang bergerak di bidang ground handling penerbangan, yang memiliki karyawan office yang cukup sibuk. Banyak karyawan office berpostur janggal yang ditemukan ketika survei awalan. Kondisi ini meningkatkan risiko keluhan subjektif Musculoskelatal Symptoms (MSS) pada karyawan office PT X. Selain itu, belum pernah dilakukan analisis mengenai keluhan muskuloskeletal. Pada penelitian ini menggunakan studi cross sectional, yang bertujuan untuk mengalisis faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif Musculoskelatal Symptoms (MSS). Analisis dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil pada penelitian ini, dari analisis univariat, diketahui bahwa keluhan MSS pada karyawan office PT X yang dirasakan dari 12 bulan terakhir hingga 7 hari terakhir sebanyak 55 orang (53,4 %), sedangkan yang diperoleh dengan analisis bivariat menunjukkan bahwa masa kerja, postur, stress, umur, dan jenis kelamin berhubungan dengan keluhan subjektif Musculoskelatal Symptoms (MSS). Sementara itu, dari analisis multivariat, variable yang dominan berhubungan dengan keluhan subjektif Musculoskelatal Symptoms (MSS) adalah postur, stress dan jenis kelamin
Read More
T-5585
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tanaya Angantari Paramitha; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Een Saputra Aprian
Abstrak: Skripsi ini berisi tentang hubungan faktor risiko manual material handling (MMH) dengan keluhan subjekif musculoskeletal symptoms (MSS) pada pekerja di Departemen Produksi Textile Chemical PT. X tahun 2020. Pada penelitian ini, observasi faktor risiko manual material handling (MMH) menggunakan kuesioner dan metode Quick Exposure Checklist (QEC). Selain itu, untuk mengetahui keluhan terhadap musculokeletal symptoms (MSS) peneliti menggunakan Nordic Body Map (NBM) Questionnaire. Desain studi merupakan studi cross sectional dengan pendekatan observasional. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat digunakan untuk memberikan gambaran dari masing-masing faktor risiko manual material handling. Sedangkan analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara faktor risiko individu (usia, masa kerja, indeks massa tubuh, kebiasaan olahraga, dan stress) dan faktor risiko pekerjaan (berat objek, durasi kerja, dan postur kerja) dengan keluhan musculoskeletal symptoms (MSS) yang dirasakan oleh pekerja di Departemen Produksi Textile Chemical PT. X Tahun 2020. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan keluhan musculoskeletal symptoms (MSS) yang dirasakan pekerja (p value = 0,040). Selain itu, terdapat hubungan antara stress kerja dengan keluhan musculoskeletal symptoms (MSS) yang dirasakan pekerja (p value = 0,044).

This thesis contains the relationship of risk factors for manual material handling (MMH) with complaints of subjective musculoskeletal symptoms (MSS) to workers in the Department of Textile Chemical Production of PT. X in 2020. In this study, observation of manual risk handling (MMH) risk factors is using questionnaires and the Quick Exposure Checklist (QEC) method. Besides, to find out complaints about musculoskeletal symptoms (MSS) researcher used the Nordic Body Map (NBM) Questionnaire. The study design is a cross-sectional study with an observational approach. The analysis used in this study is univariate and bivariate analysis. Univariate analysis is used to provide an overview of each risk factor for manual material handling. While bivariate analysis is used to see the relationship between individual risk factors (age, years of service, body mass index, exercise habits, and stress) and work risk factors (object weight, work duration, and work posture) with musculoskeletal symptoms (MSS) complaints that felt by workers in the Textile Chemical Production Department of PT. X in 2020. The results of this study found that there is a relationship between body mass index (BMI) with complaints of musculoskeletal symptoms (MSS) felt by workers (pvalue = 0.040). In addition, there is a relationship between work stress and musculoskeletal symptoms (MSS) complaints felt by workers (p-value = 0.044).
Read More
S-10284
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristin Indriyani; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri, Hendra, Sumaryanto, Muhammad Fertiaz
Abstrak: Penelitian ini melakukan investigasi terhadap faktor-faktor ergonomi yang berhubungan dengan Indoor Health and Comfort/IHC (dengan indikator keluhan gejala SBS dan kenyamanan kerja) dan keluhan MSS yang dialami oleh pegawai fungsional dan staf di Kantor X. Penelitian ini dilakukan di Kantor X dengan objek penelitian yaitu pegawai fungsional dan staf yang bekerja menggunakan komputer/laptop dan berada di ruangan staf bertipe cubicle (ruangan A, B, C, D, dan E). Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan, wawancara, pengukuran kualitas lingkungan kerja di dalam ruangan serta pengisian kuesioner kenyamanan kerja, keluhan gejala SBS dan keluhan MSS. 53,85% pegawai memiliki tingkat kenyamanan kerja tinggi dan 46,15% pegawai memiliki tingkat kenyamanan kerja rendah. 53,85% pegawai merasakan keluhan gejala SBS dengan keluhan paling banyak ditemui 33,85% mata lelah dan 33,85% lelah atau mengantuk. 78,57% pegawai mengalami keluhan MSS. Faktor-faktor ergonomi yang tidak sesuai dengan standar meliputi : dimensi kursi, dimensi meja, penggunaan perangkat komputer, postur kerja, dimensi ruangan, layout ruangan, warna ruangan, serta faktor lingkungan berupa kebisingan, pencahayaan, temperatur, kelembaban, karbondioksida, formaldehyde, dan VOCs. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara faktor level aktivitas dengan kenyamanan kerja; serta faktor konsentrasi VOCs dengan keluhan gejala SBS. Tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor-faktor ergonomi yang diteliti dengan keluhan MSS.

This study presents our investigations of ergonomic factors that related to Indoor Health and Comfort/IHC (with indicators Sick Building Syndrome (SBS) symptoms and work comfort) and Musculaskeletal Symptoms (MSS) suffered by functional and staff workers in Office X year 2017. Conducted in X Office in Indonesia, with the object study are functional and staff workers who work using computer or laptop in staff room which cubicle type (room A, B, C, D, and E). This study perform via walktrought observation, interview, measure indoor air quality/environment factors and fill indoor comfort quesionaire, SBS symptoms quesionaire and Nordic Body Map (NBM) quesionaire . 53,85% of workers have a high level of work comfort and 46,15% of workers have a low level of work comfort. 53,85% of workers suffered complaint of SBS symptoms with at most complaint of SBS symptoms be found are 33,85% tired or strained eyes and 33,85% fatigue or drowsiness. 78,57% of workers suffered MSS complaint. Ergonomic factors that not comform to standard include seat dimensions, table dimensions, computer used, work posture, room dimensions, room layout, room colors, and noise, lighting, temperature, humidity, carbon dioxide , formaldehyde, and VOCs. There is significant relationship between activity level factors and work comfort; VOCs concentration and complaint of SBS symptoms. There is no significant relationship between ergonomic factors are studied and MSS complaint.
Read More
T-5019
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wilda Prasetyo Utomo; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, irma Setiawati
S-8752
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indri Astuti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Mayarni
Abstrak: Pekerja forklift merupakan salah satu jenis pekerjaan yang memiliki risiko terkenamusculoskeletal disorders karena faktor individu, lingkungan, dan pekerjaan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pekerjaan forklift, faktor individu dan lingkungan yang berhubungan dengan musculoskeletal disorderspada pekerja forklift di PT X tahun 2013 dan melihat gambaran risiko pekerjaan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi potonglintang dengan kuesioner dan tools REBA.
Hasil penelitian menyatakan bahwalama kerja mempengaruhi keluhan subyektif musculoskeletal disorders dantingkat risiko ergonomi pekerja forklift termasuk ringan hingga sedang. Sarannya,perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian postur kerja pekerja forklift,pengaturan durasi kerja, sosialisasi terkait musculoskeletal disorders, gejala,faktor risiko, tindakan pencegahan, dan penanganan. Kata kunci : risiko, ergonomi, forklift, musculoskeletal disorders.
Read More
S-7784
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronel Raders Sitompul; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, L. Meily Kurniawidjaja, Samy Awaluddin, Agus Mulyana
Abstrak:
Tesis ini membahas gambaran keluhan musculoskeletal symptoms yang terjadi pada 41 pengemudi professional light vehicle toyota hiace di PT ACD Indonesia Riau selama tahun 2020 untuk mencari penyebab terjadinya keluhan musculoskeletal symptoms yang terjadi dengan menggunakan metode REBA serta NBM tools, penelitian ini juga mencari bagaimana cara mencegah dan mengatasi keluhan yang terjadi kepada pengemudinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif observasional deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menyarankan perusahaan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan resiko ergonomi mengemudi kepada seluruh pengemudinya untuk meningkatkan tingkat awareness mereka terkait dengan keluhan yang dialami serta cara mengatasi nya; kegiatan olahraga rutin sebelum memulai pekerjaan; pertukaran pola kerja; serta perbaikan persyaratan saat melakukan prakualifikasi tender/lelang alat transportasi khusus nya persyaratan untuk kursi pengemudi yang dapat di adjustable naik dan turun serta roda kemudi yang bisa berfungsi tilt steering dan telescopic.

Driving requires high concentration for quick and accurate coordination between eyes, hands, feet and brain; therefore, driving is a job with high risk to experience exhaustion and other health disorders. The aim of this research is to illustrate the effects Musculoskeletal Symptoms (MSS) on drivers, their specific factors, as well as environmental factors towards 41 light vehicles professional drivers in 2020. This research is also a measure of risk levels of posture with REBA method on light vehicle drivers of toyota hiace at PT ACD Indonesia. The research method used is descriptive, qualitative, and observational with quantitative approach which applied to team SMO transportation at PT ACD Indonesia, especially in district of Duri. With this method, the researcher wants to get images of muscles and bones complaints also to figure ergonomic risk level using REBA method. Employee data is analyzed based on age, driving experiences, IMT, workout habit, smoking habits, driving duration, period of employment, work posture, physical and non- physical factors. The results of this research is drivers within the age group of 24-34 years old and period of employment less than 10 years never experience injuries and musculoskeletal complaints. Work pattern 5:2 with driving durations of 3 hours or more work responsibilities show 100% respondents experience musculoskeletal complaints on some of their body parts such as necks, backs, and calves. Drivers who of heights of 161 to 170 cm experience some complaints on their necks. Meanwhile those who work out a minimum three times a week for a minimum of 30 minutes per day dominantly experience musculoskeletal complaints on necks, the bottom of their backs, buttocks/thighs and calves. Based on this study, it is concluded that driving demands with high concentration can cause muscles constraints on their body parts, this can be seen on 90.2% respondents who experience musculoskeletal complaints on their body parts, meanwhile 9.8% do not experience any complaints, with 51.2% experience complaints on necks, 51.2% on the bottom of the backs, 56.1% on buttocks/thighs and 61.0% on calves. whereas, the biggest ergonomic risk level using REBA method while driving is when one has to turn steering wheel and also the dominant posture.

Read More
T-6025
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zamaludin Imron; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Dedeh Hasanah
S-5151
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Indra Adithia; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Erdy Techrisna Satyadi, Marina Kartikawati
Abstrak: Kondisi pekerjaan yang tidak nyaman dapat menimbulkan stres pada pekerja sehingga mempengaruhi kesejahteraan pekerja dan meningkatkan gejala kecemasan dan depresi. Stres yang dialami oleh pekerja dipengaruhi oleh hubungan beberapa faktor seperti faktor psikososial, faktor pekerjaan, lingkungan kerja dan individu pekerja. Gangguan kesehatan terkait dengan stres diantaranya adalah penyakit hipertensi, penyakit kardiovaskular, penyakit maag, musculoskeletal symptoms. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang logistik pangan. Tingginya intensitas pekerjaan di PT. XYZ yang melebihi batas kemampuan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya dapat menimbulkan stres kerja. Stres kerja seringkali tidak menjadi perhatian dari pihak manajemen perusahaan karena pencapaian yang utama adalah target yang diusahakan oleh pekerja untuk memenuhi target perusahaan, sehingga dapat mengakibatkan bahaya yang serius bagi keselamatan dan kesehatan pekerja. Dalam penelitian ini, peneliti berupaya mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja di perusahaan logistik pangan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data langsung melalui survey dengan menggunakan kuisioner. Kuesioner yang telah melewati uji validasi dan reliabiliti digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja yaitu faktor psikososial (organisasi dan budaya kerja, hubungan interpersonal, kepemimpinan, pengembangan karir dan manajemen), faktor pekerjaan (desain kerja, waktu istirahat, beban kerja, kontrol pekerjaan dan bidang pekerjaan), faktor fisik lingkungan kerja dan faktor individu (umur, jenis kelamin, status perkawinan, masa kerja dan gaya hidup). Hasil penelitian dengan analisis statistik multivariat regresi linier ganda faktor yang paling dominan menunjukkan bahwa stres kerja berdasarkan indikator emosi yaitu Organisasi dan Budaya Kerja (p value = 0,004 & B = 0,24), stres kerja berdasarkan indikator fisik yaitu Lingkungan Kerja (p value = 0,01 & B = 0,19) dan stres kerja berdasarkan indikator perilaku yaitu Gaya Hidup Tidak Sehat (p value = 0,00 & B = 0,27).
Read More
T-5697
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anis Rohmana Malik; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Chandra Satrya, Chandra Prijanahadi, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan cedera dan gangguan yang mempengaruhi pergerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal. Salah satu penyebab dari keluhan MSDs adalah getaran (whole body vibration). Driver ojek online yang mempunyai aktivitas berkendara setiap hari mempunyai risiko untuk terpajan getaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pajanan getaran (whole body vibration) dan keluhan MSDs pada driver ojek online di Jakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah driver ojek online region Jakarta, dengan total sampel sebanyak 42 orang untuk menggambarkan keluhan MSDs dan 30 orang untuk menganalisis hubungan antara whole body vibration dengan keluhan MSDs. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map and vibration meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tersering yang mengalami keluhan MSDs pada pekerja driver ojek online adalah pinggang bawah (76,2%), pantat (78,6%), bahu kanan (47,6%), bahu kiri (47,6%), dan pergelangan tangan kanan (45,2%). Pada penelitian ini diketahui bahwa usia, IMT, masa kerja, durasi pajanan kerja, frekuensi kerja, dan whole body vibration belum cukup berpengaruh dalam menyebabkan keluhan MSDs.
Read More
T-5617
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive