Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32079 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Made Intan Kusuma Dewi, Ni Luh Putu Suaryani
BPK Vol.47, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2019
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vina Rahmalia; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Ahmad Syafiq, Syahrizal, Hendri Rusdian, Sesri
Abstrak:
Kanker serviks adalah masalah kesehatan utama pada perempuan, menyebabkan ratusan ribu kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA merupakan prioritas pemerintah Indonesia dalam mengendalikan penyakit ini. Namun, cakupan pemeriksaannya masih rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada WUS usia 30- 50 tahun di Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada 145 WUS. Sampel diambil dari 24 Jorong yang berada di Kecamatan IV Koto, dan menggunakan teknik cluster random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 29% WUS melakukan deteksi dini metode IVA. Penelitian ini membuktikan pengetahuan, sikap, motivasi, keterpaparan informasi, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Keterpaparan informasi merupakan variabel yang paling dominan, WUS yang yang terpapar informasi mengenai kanker serviks berpeluang 5,73 kali lebih besar untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA, dibandingan WUS yang tidak terpapar informasi, setelah di kontrol variabel pengetahuan, sikap, dan dukungan suami (OR ; 5,736, 95% CI, 2,156-15,256). Oleh karena itu, penting dilakukan upaya untuk meningkatkan akses dan penyampaian informasi kesehatan yang relevan dan akurat kepada masyarakat, terutama kepada WUS dalam program pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.

Cervical cancer is a major health issue for women, causing hundreds of thousands of deaths annually worldwide. Early detection of cervical cancer using the IVA method is a priority for the Indonesian government in controlling this disease. However, the coverage of this examination remains low. This study aims to identify the determinants of early detection behavior of cervical cancer using the IVA method among WUS aged 30-50 years at Puskesmas IV Koto, Agam Regency. This research uses a cross-sectional design, with data collected through interviews using questionnaires from 145 WUS. The sample was taken from 24 Jorong in IV Koto District using cluster random sampling. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that 29% of WUS performed early detection using the IVA method. The study found that knowledge, attitudes, motivation, information exposure, husband support, and health worker support were related to early detection behavior of cervical cancer using the IVA method. Information exposure was the most dominant variable; WUS exposed to information about cervical cancer were 5.73 times more likely to perform early detection using the IVA method compared to those who were not exposed, after controlling for knowledge, attitudes, and husband support variables (OR: 5.736, 95% CI, 2.156-15.256). Therefore, efforts to improve access to and dissemination of relevant and accurate health information to the community, especially to WUS, in cervical cancer prevention and early detection programs are essential.
Read More
T-6955
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maritza Samira; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Muhammad Sany Armansah
Abstrak: Deteksi dini menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Namun, capaian deteksi dini kanker serviks di kota besar seperti Jakarta masih terbilang rendah dan jauh dari target. Capaian deteksi dini kanker serviks di wilayah Puskesmas Kelurahan Duri Kepa pada pertengahan tahun 2024 yaitu 38,75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku wanita usia subur dalam deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Duri Kepa tahun 2024 berdasarkan teori Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sumber data penelitian yaitu data primer, menggunakan metode wawancara dengan alat bantu kuesioner. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2024 di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Duri Kepa. Sampel dalam penelitian merupakan wanita usia subur 15-49 tahun yang sudah menikah, berjumlah 160 orang yang diambil dengan teknik quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan wanita usia subur yang melakukan deteksi dini kanker serviks hanya 20,6%. Secara statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara usia (p value = 0,029), pendidikan (p value = 0,000), persepsi kerentanan (p value = 0,000), persepsi keseriusan (p value = 0,000), persepsi manfaat (p value = 0,000), persepsi hambatan (p value = 0,000), isyarat bertindak (p value = 0,000), dan efikasi diri (p value = 0,000) dengan perilaku wanita usia subur dalam deteksi dini kanker serviks. Disarankan agar puskesmas mendukung peran fungsi kader, memperkuat KIE kanker serviks, memperluas jangkauan penyebaran informasi dengan pemanfaatan media sosial dan media interaktif yang mudah diakses, dan menjalin kerja sama dengan tokoh yang dianggap berpengaruh oleh masyarakat.
Early detection is one of the important efforts to prevent cervical cancer. However, the achievement of early detection of cervical cancer in big cities like Jakarta is still low and far from the target. The achievement of early detection of cervical cancer in the Duri Kepa Village Health Center area in mid-2024 was 38.75%. This study aims to determine the determinants of behavior of women of childbearing age in early detection of cervical cancer in the working area of Puskesmas Duri Kepa Village in 2024 based on the Health Belief Model theory. This research uses a quantitative approach with a cross-sectional study design. The research data source is primary data, using the interview method with questionnaire tools. The research was conducted in July-August 2024 in the work area of the Puskesmas Duri Kepa Village. The sample in the study was married women of childbearing age 15-49 years, totaling 160 people with quota sampling technique. The results showed that women of childbearing age who performed early detection of cervical cancer were only 20.6%. Statistically there was a significant relationship between age (p value = 0.029), education (p value = 0.000), perceived vulnerability (p value = 0.000), perceived seriousness (p value = 0.000), perceived benefits (p value = 0.000), perceived barriers (p value = 0.000), cues to action (p value = 0.000), and self-efficacy (p value = 0.000) with the behavior of women of childbearing age in early detection of cervical cancer. The results suggest that the puskesmas should support the role of cadres, strengthen cervical cancer IEC, expand the reach of information dissemination by utilizing social media and interactive media that are easily accessible, and collaborate with figures who are considered influential by the community.
Read More
S-11798
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Arviliana; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Milla Herdayati, Helda, Yekti Widodo, Aries Hamzah
Abstrak: Tingkat kematian yang tinggi akibat kanker serviks secara global dapat dikurangi melalui pendekatan komprehensif yang mencakup pencegahan dan skrining yang efektif. Deteksi dini dengan metode IVA merupakan salah satu metode yang aman, tidak mahal, dan mudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada wanita di Indonesia. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan data sekunder dari Riset Penyakit Tidak Menular 2016 dengan metode penelitian potong lintang (cross sectional). Penelitian ini mencakup 34 provinsi kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sampel dari penelitian ini adalah wanita usia 25-64 tahun yang sudah berhubungan seksual di Indonesia dengan jumlah 4.092 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 25,6% responden yang melakukan deteksi dini kanker seviks dengan 74,4% belum pernah melakukan deteksi dini kanker seviks dengan metode IVA. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa usia, pengetahuan, jumlah anak yang dilahirkan, kepemilikan asuransi kesehatan, sumber informasi dari tenaga kesehatan, sumber informasi dari kader, sumber informasi dari keluarga/teman/tetangga dan keterpaparan media merupakan faktor dari perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada wanita di Indonesia. Diperlukannya peningkatan akses informasi, edukasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia.
High mortality rates from cervical cancer globally can be reduced through a comprehensive approach that includes effective prevention and screening. Early detection with IVA method is one method that is safe, inexpensive, and easy to do. This study aims to determine the determinants of early cervical cancer detection behavior by VIA method in women in Indonesia. This research is quantitative using secondary data from the 2016 Non-Communicable Disease Research with cross sectional research method. This study covers 34 regency/city provinces throughout Indonesia. The sample of this study is women aged 25-64 years who have had sex in Indonesia with a total of 4.092 respondent. The results showed that only 25.6% of respondents who did early detection of cervical cancer the rest 74.4% had never done early detection of cervical cancer by VIA method. The results of statistical analysis show that age, knowledge, number of children born, health insurance ownership, information sources from health workers, information sources from cadres, sources of information from family/friends/neighbors and media exposure are factors of early cervical cancer detection behavior using the method VIA in women in Indonesia. The need for increased access to information, education by utilizing technological advancements is one step in increasing the knowledge and awareness of the Indonesian people
Read More
T-5984
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melisa Yenti; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Ella N. Hadi, Evi Martha, Aries Hamzah, Fiena Fithriah
Abstrak: Kanker serviks merupakan penyakit kanker dengan pervalensi tertinggi kedua padaperempuan di Indonesia. Deteksi dini kanker serviks metode IVA merupakan programpreventif prioritas pemerintah Indonesia dalam pengendalian kanker serviks, namuncakupan pemeriksaannya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuideterminan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada WUS usia 30-50 tahun. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan melaluiwawancara menggunakan kuesioner kepada 180 WUS dan dianalisis menggunakan ujichi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 22,8% WUSmelakukan deteksi dini metode IVA. Penelitian ini membuktikan pengetahuan,keterpaparan informasi dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan perilakudeteksi dini kanker serviks metode IVA, sementara pendidikan, akses kepelayanankesehatan dan dukungan suami sebagai konfonding pada hubungan tersebut.Keterpaparan informasi merupakan faktor dominan, WUS yang terpapar informasimengenai kanker serviks berpeluang 13,8 kali lebih tinggi untuk melakukan deteksi dinikanker serviks metode IVA dibandingkan WUS yang tidak terpapar informasi setelahdikontrol pendidikan, akses kepelayanan skrining dan dukungan suami (p=0,013,OR:13, 869, 95% CI:1,723-111,650). Sedangkan pekerjaa dan asuransi kesehatan tidakberhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks metode IVA. Instansi terkaitperlu melakukan upaya intervensi komunikasi informasi dan edukasi berupa penyuluhandan penyebaran media promosi terkait kanker serviks dan tes IVA untuk meningkatkanjumlah WUS yang terpapar informasi
Kata kunci : kanker serviks, keterpaparan informasi, metode IVA
Cervical cancer is cancer with the highest prevalence in Indonesia women. Earlydetection of cervical cancer VIAmethod is the government's priority preventive programin controlling cervical cancer, but the coverage of the examination is still low. Thisstudy aimed to determine the determinants of the behavior of early detection of cervicalcancer with VIA method in women of childbearing age of 30 - 50 years. This study usedcross-sectional design, data was collected through interviews using questionnaires to180 samples and analyzed using chi-square test and multiple logistic regressiontest. The results showed 22.8% of childbearing age women perform early detection ofcervical cancer VIA method. These finding revealed that knowledge, informationexposure and support of health care related to early detection of cervicalcancer VIA method, while education, access to health care and husband support asconfounding. Information exposure is a dominant factor, childbearing age womenexposed to information about cervical cancer had 13.8 times chance to early detectionof cervical cancer VIA method than unexposed information after being controlled byeducation, screening service access and husbands support (p = 0,013, OR: 13, 869,95% CI: 1,723-111,650). Meanwhile, work and health insurance are not related to thebehavior of early detection of cervical cancer VIA method. Relevant institutions need tomake efforts communication, information and education in the form socialization anddissemination of promotion media related to cervical cancer and VIA test to increasethe number of childbearing age women exposed information.
Keywords: cervical cancer, information exposure, VIA method.
Read More
T-5335
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arry Yuswandi; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo
S-1140
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rathi Manjari Fauziah ... [et al.]
JInMA-Vol.61/No.11
Jakarta : IDI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Sulistiowati, Anna Maria Sirait
Bulitkes Vol.42, No.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikada Septi Arimurti; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Lily S. Sulistiawati, Eriati
Abstrak: Pendahuluan: Data menurut Kemenkes RI didapatkan cakupan hasil kegiatan program deteksi dini dari tahun 2007 sampai 2014 baru sekitar 904.099 perempuan (2,45%) yang telah melakukan deteksi dini kanker serviks. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada wanita di Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor. Metode: Analisis data sekunder dari Survei data studi kohor faktor risiko penyakit tidak menular tahun 2011 dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian yaitu semua wanita usia 25-65 tahun yang mengikuti survei sebanyak 1226 wanita. Analisis menggunakan regresi logistik. Hasil: wanita yang pernah melakukan deteksi dini kanker serviks di Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor hanya 6,3% saja dan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks. Wanita yang pengetahuannya baik tentang kanker serviks berpeluang 2,0 kali untuk melakukan deteksi dini dibandingkan dengan wanita yang pengetahuannya kurang baik (0R 2,0 , 95% CI: 1,2-3,3). Kesimpulan: wanita yang pengetahuannya baik menegenai kanker serviks lebih berpeluang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks setelah dikontrol dengan variabel confounding pendidikan. Kata kunci: kanker serviks, deteksi dini kanker serviks, pengetahuan Background: Data obtained by the ministry of health RI, there were only 904.099 women who had cervical cancer screening (2,45%) from year 2007-2014. Objective: This study aimed to analyze the relationship between knowledge with early detection of cervical cancer behavior on woman in Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor. Methods: An analysis of secondary data from data of kohor study of noncommunicable disease risk factors 2011 with cross sectional design study. A sample of 1226 women qualified into criteria were women aged 25-65 years who participate at the survey. Analysis using logistic regression. Results: The results showed only 6,3% of women in Kelurahan Kebon Kalapa Kota Bogor did screening for cervical cancer and there was a relationship between knowledge with early detection of cervical cancer behavior. Women with good knowledge of cervical cancer were 2,0 more likely to do cervical cancer screening (OR 2,0, 95% CI: 1,2-3,3). Conclusion: Women with good knowledge of cervical cancer were more likely to do cervical cancer screening after being controlled by education as a confounding variable. Keyword: Cervical Cancer, Early Detection of Cervical Cancer, Knowledge
Read More
T-4801
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Vandelina Wea; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Zarteti
Abstrak: Kanker serviks adalah satu jenis keganasan atau neoplasma yang lokasinya terletak didaerah serviks, daerah leher rahim atau mulut rahim, Di Indonesia kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setela kanker payudara. Salah satu cara untuk deteksi dini kanker serviks adalah dengan metode IVA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku WUS dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA dengan variabel independen umur, pendidikan, pekerjaan, Pengetahuan, Sikap, informasi ketersediaan sarana dan prasarana, keterpaparan informasi tentang kanker serviks, dukungan suami/keluarga, dan dukungan petugas kesehatanan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan data Primer yaitu melalui wawancara langsung dengan WUS di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan, lalu dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen berhubungan dengan perilaku WUS dalam deteksi dini kanker serviks kecuali variabel umur dengan (p value= 0,495OR= 1,490 CI 95%= 0,615-3,613). Uji regresi logistik menunjukkan bahwa , pendidikan, Pengetahuan, keterpaparan informasi tentang kanker serviks, dukungan suami/keluarga, dan dukungan petugas kesehatanan sebagai confounder setelah di lakuakan analisis multivariat. Kata kunci: Kanker Serviks, IVA, Deteksi Dini Cervical cancer is a type of malignancy or neoplasm located in the cervical area, the area of the cervix or cervix, In Indonesia cervical cancer is the second most cancer after breast cancer. One way to early detection of cervical cancer is by IVA method. This study aims to determine the factors associated with the behavior of WUS in early detection of cervical cancer with IVA method, with independent variables are age, education, occupation, knowledge, attitude, availability information of facilities and infrastructure, exposure information about cervical cancer, support of husband/family, and Support of health workers. This study uses cross-sectional study design. This research uses Primary data that is through direct interview with WUS in Pasar Minggu districts community Health centers, South Jakarta, then analyzed with univariate, bivariate and multivariate analysis. The results showed that all independent variables were associated with WUS behavior in early detection of cervical cancer except age variable with (p value= 0,495OR = 1,490 CI 95% = 0,615- 3,613). Logistic regression analysis showed that education, knowledge, exposure of information about cervical cancer, husband/family support, and support personnel as a confounder after multivariate analysis. Keywords : Cervical Cancer, IVA, Early detection
Read More
S-9352
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive