Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32826 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Handi Wirawan; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Ari Purwohandoyo, Slamet Tjahjono
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi biaya satuan layanan rawat jalan Diabetes Melitus Tipe II agar Manajemen Rumah Sakit dapat menentukan upaya efisiensi kedepannya dalam rangka menutup kesenjangan antara tarif Rumah Sakit dengan tarif INA CBG's. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi serta telaah dokumen terkait penelitian. Informan dalam penelitian adalah Kepala Bagian Keuangan, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Kepala Unit Rawat Jalan serta Petugas Bagian Farmasi. Total biaya Rajal DM sebesar Rp 369.573.586,- Hasil perhitungan menunjukkan bahwa besar unit cost untuk Rajal DM Tipe II adalah sebesar Rp 251.069,- dimana tarif INA CBGs untuk Rajal DM Tipe II hanya sebesar Rp 192.100,- yang berarti terdapat kesenjangan sebesar Rp 58.969,- . Efisiensi untuk menekan biaya tidak tetap dan mengurangi variasi pemberian obat serta pemeriksaan laboratorium Diabetes Melitus Tipe II dengan membuat clinical pathway Diabetes Melitus Tipe II. Untuk mengurangi beban biaya tetap, tindakan efisiensi yang dapat dilakukan adalah menaikkan angka kunjungan pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan menyediakan dokter spesialis tetap untuk penyakit dalam agar pelayanan untuk pasien dapat maksimal serta kunjungan dapat meningkat
Read More
B-2122
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anindita Santoso; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Ari Purwohandoyo, Slamet Tjahjono
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui posisi biaya satuan rumah sakit untuk tindakan sectio caesarea agar pihak manajemen dapat melakukan berbagai upaya efisiensi kedepan untuk menutup kesenjangan antara tarif Rumah Sakit dengan tarif INA CBGs. Dengan metode kualitatif yang mengolah data sekunder pasien BPJS Kesehatan melalui telaah dokumen dan wawancara mendalam serta menggunakan pendekatan Activity Based Costing, analisis biaya dilakukan pada 161 tindakan sectio caesarea dengan komposisi 53 pasien kelas 1, 69 pasien kelas 2 dan 39 pasien kelas 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya Total Tindakan sectio caesarea sebesar Rp 1.400.670.750,- dimana biaya satuan untuk tindakan sectio caesarea kelas 1 yaitu sebesar Rp 8.803.752,- dengan kesenjangan sebesar Rp 1.873.631,- dengan tarif INA CBGs, untuk kelas 2 sebesar Rp 8.513.739,- dengan kesenjangan Rp 2.376.873,- jika dibandingkan dengan tarif INA CBGs dan untuk kelas 3 sebesar Rp 8.887.792,- dengan kesenjangan sebesar Rp 3.796.854,- dengan tarif INA CBGs . Efisiensi yang dapat dilakukan dalam penelitian ini yaitu mengurangi tingginya variasi obat dan bahan medis habis pakai dengan pembuatan clinical pathway sectio caesarea. Untuk mengurangi besaran biaya dan biaya satuan untuk tindakan sectio caesarea efisiensi yang dapat dilakukan adalah dengan menaikkan jumlah kunjungan pasien ke Rumah Sakit Harapan Keluarga.
Read More
B-2124
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayunda Shinta Nurarliah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Ede Surya Darmawan, Vetty Yulianty Permanasari, Sapto Harry Kriswanto, Sri Diana Ginting Suka
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek penerapan restriksi obat otomatis melalui Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) terhadap efisiensi biaya obat pada pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Jantung Jakarta. Penelitian ini mengkaji dampak penerapan sistem restriksi terhadap biaya obat yang dikeluarkan oleh rumah sakit dan kualitas pelayanan yang diterima oleh pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restriksi obat otomatis menghasilkan penghematan signifikan, dengan penurunan biaya total resep obat sebesar 35%. Selain itu, jumlah resep yang tidak sesuai dengan Formularium Nasional (FORNAS) juga mengalami penurunan drastis. Penerapan sistem ini tidak hanya berhasil mengurangi biaya tetapi juga memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga, dengan jumlah resep yang sesuai FORNAS tetap tinggi. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pengurangan biaya termasuk pemilihan obat yang lebih selektif, pengelolaan stok yang lebih efisien, dan penggunaan teknologi SIMRS. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengelolaan obat yang lebih efisien di rumah sakit serta memberikan wawasan bagi rumah sakit lain dalam mengimplementasikan sistem serupa.

This study aims to evaluate the impact of implementing automatic medication restrictions through the Hospital Information Management System (SIMRS) on the drug cost efficiency for BPJS Health patients at Jakarta Heart Hospital. The research examines the effects of the restriction system on the hospital's drug expenses and the quality of care provided to patients. The results show that the implementation of the automatic medication restriction system significantly reduced the total medication costs by 35%. Additionally, the number of prescriptions not in accordance with the National Formularium (FORNAS) decreased drastically. This system not only succeeded in reducing costs but also ensured that the quality of care remained high, with the number of prescriptions compliant with FORNAS still high. Contributing factors to cost reduction include more selective drug selection, more efficient stock management, and the use of SIMRS technology. This study contributes to improving the more efficient management of medication in hospitals and provides insights for other hospitals in implementing similar systems.
Read More
B-2567
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutiyarsih; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Peter A. W. Pattinama, Noor Sardono, Amila Megraini
Abstrak:

Patient satisfaction is one of indicators to measure efficacy of hospital service and giving feedback for the side of management, because service satisfaction will give positive effect of hospital promotion. Background of this research is the existence of trend increasing customer complain both indirect and direct (suggestion box) which are collected by marketing department during 2005 until one semester of 2007 and the existence of trend lowering amount of outpatient where their medical costs is given by company based on data which is collected by medical record department during 2005 until 2007 and also lowering amount of new outpatient during 2006 until 2007 at Coroner and Venous Hospital of Harapan Kita (RSJPD). Purpose of this research is finding te-exploiting enthusiasm of outpatient unit by patient which is evaluated of satisfaction factor at the place of patient acceptance, satisfaction at the place of patient Service, satisfaction at the place of cashier and service cost factor.

Read More
B-1103
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helena Turnip; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Ascobat Gani, Ida Bagus Nyoman Banjar, Harfia Mudahar
Abstrak:
Latar Belakang: Rumah Sakit berfungsi melakukan upaya kesehatan dasar, kesehatan rujukan serta kesehatan penunjang yang dituntut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, peralatan dan teknologi. Analisis biaya dalam hal ini, dapat digunakan untuk perhitungan perencanaan anggaran, pengendalian biaya serta subsidi. Tujuan: Untuk mengetahui biaya satuan tindakan Rehabilitasi Medik serta upaya efisiensi dalam menutup kesenjangan tarif Rumah Sakit dengan tarif INA CBGs. Metode: Analisis biaya dilakukan pada 23776 tindakan antara lain: High Laser 5666, Dry Needling 708, Injeksi Intraartikular 3142, MWD 6313, TENS 3845, US 185, Traksi 34, Parrafin 362, Inhalasi 137, berbagai jenis latihan (Fisioterapi Dewasa 147, Fisioterapi Anak 516, Terapi Wicara Dewasa 398, Terapi Wicara Anak 1477, Okupasi Terapi Dewasa 709, Okupasi Terapi Anak 137). Hasil: Total biaya tindakan sebesar Rp 13.122.053.719,-. Kesenjangan paket biaya satuan dengan tarif INA CBGs untuk paket 2 modalitas (TENS-MWD) sebesar Rp (337.339), paket Latihan Fisioterapi Anak sebesar Rp (344.196), paket modalitas dan latihan (TENS ? OT dewasa) sebesar Rp (536.293), paket High Laser sebesar Rp (554.803), paket Injeksi Intraartikular sebesar Rp (889.211). Kesimpulan: Adanya kesenjangan biaya satuan dengan tarif Rumah Sakit serta tarif INA CBG?s dapat menjadi bahan evaluasi bagi Rumah Sakit untuk melakukan efisiensi.

Background: The function of the hospital is to carry out basic health efforts, referral health and supporting health which are required to be able to improve the quality of human resources, equipment and technology. Cost analysis in this case can be used to calculate budget planning, cost control and subsidies. Objective: To determine unit costs for Medical Rehabilitation and efficiency efforts in closing the gap of hospital rates and INA CBGs rates. Methods: Cost analysis was performed on 23776 procedures including: High Laser 5666, Dry Needling 708, Intraarticular Injection 3142, MWD 6313, TENS 3845, US 185, Traction 34, Paraffin 362, Inhalation 137, various types of exercise (Adult Physiotherapy 147, Children Physiotherapy 516, Adult Speech Therapy 398, Children Speech Therapy 1477, Adult Occupational Therapy 709, Children Occupational Therapy 137). Result: The total cost is IDR 13,122,053,719.-. The difference between the unit cost package and the INA-CBGs rate for the 2 modality package (TENS-MWD) is IDR (337,339), the Children's Physiotherapy Training package is IDR (344.196), High Laser for IDR (554,803), Intraarticular Injection package for IDR (889,211). Conclusion: There is a gap in the unit cost with Hospital rates and INA-CBG's rates can be used as evaluation material for Hospitals to carry out efficiency.
Read More
B-2313
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fahrul Rahman; pEMBIMBINBG: Sandi Iljanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Pujiyanto, Amila Megraini, Emi Lidia Arlini
Abstrak: Mulai 1 januari 2014 diberlakukannya JKN di rumah sakit maka terjadi perubahan sistem pembayaran dari pembayaran secara retrospektif (fee for service) menjadi sistem pembayaran prospektif (INA-CBG‟s).Direncananakn pada 2019 Indonesia seluruh penduduk Indonesia terdaftar di BPJS (Universal Heath Coverage).Sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah RSUD Banyuasin mempunyai peranan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas namun tetap memperhatikan efisiensi karena makin berkurangnya subsidi pemerintah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan mengidentifikasi faktor-faktor penentu inefisiensi layanan Diabetes Melitus Komplikasi sehingga bisa dijadikan pedoman pengendalian biaya dalam melayani pasien.Jenis penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan menggunakan data primer (pengamatan dan wawancara) dan data sekunder berupa data dari RSUD Banyuasin tahun 2015.Analisis biaya menggunakan pendekatan Activity Based Costing (ABC).Metode ABC untuk mengalokasikan biaya dengan mengidentifikasi pemicu biaya (cost driver) penyebab terjadinya biaya layanan Diabetes Melitus Komplikasi.Hasil penelitian menunjukkan komponen obat pada pelayanan Diabetes Melitus Komplikasi merupakan faktor penentu inefisiensi. Usaha yang dapat dilakukan oleh rumah sakit untuk mengatasi inefisiensi dengan pembuatan Panduan Praktek Klinik, Revisi Formularium RS, Klinisi secara konsisten menggunakan obat e-cataloq Kata kunci: Analisis biaya, metode ABC, inefisiensi Since JKN was offiacially administered in general hospital on January 1st, 2014, there has been changing in hospital administration payment from the restrospective system (free for services) to the prospective system (INA-CBG‟s). It is planned in 2019 that all the people in Indonesia is registered in BPJS (Universal Heath Coverage) as one of the facilities for public healt services provided by Banyuasin general hospital (RSUD Banyuasin) which ains to provide qualified services, yet still considering effiencies due to the lach of the government subsidies. This study aimed to analyze the cost and identify determinant factor in handling Diabetes Melitus with complications, so that it can be a reference to handle the cost in taking care of patients with Diabetes Melitus. This study applied descriptif analysis which using primary data (observation and interview) and secondary data from Banyuasin general hospital (RSUD Banyuasin) in 2015 meanwhile. The cost analysis was appliyng Activity Based Costing (ABC) method. The ABC method was applied to allocated the cost by identifying the cost driver which was the major cause for cost for financing services for Diabetes Melitus with complication. The result of this study showed that medical component was the determinant factor of the inefficiencies for Diabetes Melitus with complication services. There are many efforts that can be done by the hospital to overcome the ineficiencies, for instance, making quidance for clinical practies, making revision for hospital formulation, and using e-cataloq medicine consistently Keywords : the cost analysis, ABC method, ineficiency
Read More
B-1872
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adeline Tjahjanto; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Anhari Achadi, Suprijanto Rijadi, Wawat Setiamiharja
Abstrak: Waktu tunggu yang lama di rawat jalan akan menghambat pelayanan, dan akanberdampak pada antrian yang menumpuk, serta mengakibatkan pelayanan menjaditidak efisien. Penelitian dengan metode kualitatif ini mengobservasi waktu yangdigunakan oleh pasien selama berada di Rumah Sakit dan bertujuan untukmeningkatkan efisiensi pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Sumber WarasCiwaringin dengan metode lean.Hasil penelitian menunjukkan, 90% waktu pelayanan merupakan kegiatan nonvalue added dan hanya 10% yang merupakan kegiatan value added. Usulanperbaikan dengan metode lean, yang dilakukan secara simulatif, menghasilkanperbaikan pada proses pelayanan rawat jalan dengan menurunkan kegiatan nonvalue added menjadi 70,59% dan meningkatkan kegiatan value added menjadi 29,41%.
Kata kunci: waktu tunggu, metode lean, kegiatan value added, kegiatan non valueadded.
Long waiting times in the outpatient care would hamper the service, have an impacton queues and will end up with an inefficient service. This qualitative research,using the lean method, observed the time spent by the outpatients while in hospitalwith the aim to improve the efficiency of outpatient services at the Sumber WarasHospital Ciwaringin with lean method.The results showed that 90% of the service time is non-value added activities andonly 10% is counted as value added activities. Simulation is applied and has leadto improvement in the process of outpatient services by decreasing the non valueadded activities to 70,59% and increasing the value added activities to 29,41%
Keywords: waiting time, lean methods, activities of value added, non-value addedactivities.
Read More
B-1755
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atty Supraba; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Kurnia Sari, Atik Nurwahyuni, Ermilda Sriwastuti, Abdi Setia Putra
B-1641
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Nurhayati; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, WFP Kaunang, Yudianto Budi Saroyo
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa hubungan penerapan operasi sesar metode ERACS (Enhanced Recovery After Sectio Surgery) dengan efisiensi biaya dan mutu layanan di RS Hermina Galaxy tahun 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa dengan menggunakan metode ERACS pada pasien tindakan operasi bedah sesar didapatkan efektivitas biaya dengan mutu layanan yang baik. Mutu layanan yang dinilai pada penelitian ini adalah mobilisasi yang lebih cepat, lama hari rawat yang lebih singkat, dan infeksi daerah operasi tidak ditemukan. Disarankan pada RS Hermina Galaxy untuk menggunakan metode ERACS pada pasien tindakan operasi bedah sesar agar mutu layanan meningkat dan menyebabkan pasien menjadi lebih nyaman pasca operasi SC dan biaya layanan menjadi lebih rendah daripada SC metode konvensional.

This study aims to analyze the relationship between the implementation of the ERACS (Enhanced Recovery After Sectio Surgery) method and the cost efficiency and quality of service at Hermina Galaxy Hospital in 2022. The research design used was a retrospective cohort with a quantitative and qualitative approach. The conclusion in this study is that by using the ERACS method in patients with cesarean section surgery, cost effectiveness with good service quality is obtained. The quality of service assessed in this study was faster mobilization, shorter length of stay, and no surgical site infections were found. It is recommended for Hermina Galaxy Hospital to use the ERACS method for cesarean section patients so that the quality of service increases and causes patients to be more comfortable after SC surgery and service costs are lower than conventional SC methods.
Read More
B-2346
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ummu Hani; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Adang Bachtiar, Mardiati Nadjib, Budi Hartoni. M Taha Albaar
Abstrak:
Besaran biaya satuan tindakan Bedah Sesar merupakan komponen penting bagi manajemen sebagai salah satu upaya efisiensi strategis ke depan, terutama dalam upaya keberlangsungan rumah sakit Prima yang melayani 90% pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Secara geografis, rumah sakit ini merupakan salah satu andalan untuk layanan persalinan di pulau Ternate yang menampung rujukan dari beberapa pulau kecil di sekitarnya. Hal ini menyebabkan tingkat Bedah Sesar relatif tinggi, yaitu 55% dari total tindakan persalinan. Rendahnya tarif JKN menjadi pemicu bagi manajemen untuk mengetahui komponen biaya rinci atas tindakan Bedah Sesar, agar upaya efisiensi dan strategi keberlangsungan usaha dapat terus ditingkatkan. Penelitian melalui pendekatan kualitatif, mengolah data sekunder pasien Bedah Sesar dengan wawancara dan melihat laporan keuangan rumah sakit. Analisis biaya dilakukan berdasarkan aktivitas pada seluruh tindakan Bedah Sesar pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total tindakan Bedah Sesar sebesar Rp 6.659.302,- Kesenjangan paket biaya satuan Bedah Sesar dengan tarif INA CBGs kelas 3 sebesar Rp (1.723.102), kelas 2 sebesar Rp (859.302), dan kelas 1 sebesar Rp (59.302). Tindakan efisiensi yang telah dilakukan oleh RS Prima adalah dengan mengurangi lama rawat, serta penyediaan BMHP dengan harga lebih rendah. Disarankan juga untuk melakukan ekspansi layanan dengan menjalin kerjasama dengan layananan primer agar angka rujukan ke rumah sakit dapat terkendali.

The unit cost of Cesarean Section (C-section) is a crucial factor in the strategic management of hospitals, particularly for Rumah Sakit Prima where 90% of patients are Jaminan Kesehatan Nasional’s participants. Geographically, Rumah Sakit Prima serves as a pivotal healthcare facility for delivery and labor services not only for Ternate Island, but also as a referral center for nearby islands. Consequently, the hospital experienced a relatively high C-section rate, accounting for 55% of total deliveries. The existing challenge is in the discrepancy between the low tariff provided by JKN for C-section and the actual costs incurred. To address this issue and support operational efficiency, the hospital’s management seeks to understand the detailed cost component of C-sections. A qualitative research approach was employed, utilizing caesarean section patients’ secondary data, conducting staff interviews, and analyzing hospital’s financial statements. An in-depth analysis was peformed for all C-section procedures performed in 2022. The findings revealed that the total cost for C-section in 2022 is Rp 6.659.302,-, significantly surpassing reimbursement rates provided by JKN. The difference in tariff per class from INA-CBGs and the actual costs has led to financial defisits of Rp 1.723.102 for 3rd class, Rp 859.302 for 2nd class, and Rp 59.302 for 1st class procedures. Many efficiency measures, such as reducing the length of stay, using consumables with lower price, etc have been done. Expansion of C-section services, potentially through collaboration with local midwives and front line healthcare providers, can help minimize hospital references and minimize the strain on hospital resources.
Read More
B-2395
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive