Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27584 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Annisaa; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Nur Ani
Abstrak: Kelelahan merupakan kontributor utama dalam 60-70% insiden yang disebabkan olehkesalahan manusia di sektor pertambangan. Kelelahan dapat membahayakan kesehatandan keselamatan di tempat kerja dan merupakan dampak yang sering terjadi akibat daristres dan shift kerja. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahuipengaruh stres kerja terhadap kelelahan pada operator tambang batubara. Penelitian inijuga menganalisis pengaruh karakter individu (usia, Indeks Massa Tubuh, kualitas tidur,kuantitas tidur dan tempat tinggal) dan faktor pekerjaan (durasi shift) terhadapkelelahan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode systematic literaturereview dengan memasukkan 10 literatur terkait topik penelitian untuk dianalisis. Hasilanalisis menunjukkan bahwa stres merupakan faktor dengan kontribusi tebesar yaitu33,6% pada kejadian kelelahan. Kelelahan juga berkaitan dengan usia, kualitas tidur,kuantitas tidur, tempat tinggal dan durasi shift. Namun, penelitian ini belum bisamembuktikan pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap kelelahan. Kesimpulanyang didapatkan dari penelitian ini adalah stres memiliki potensi untuk meningkatkankelelahan pada pada operator tambang batubara.
Read More
S-10283
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raisha Humaira; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Nur Ani
Abstrak: Operator tambang batubara merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki risiko tinggiuntuk mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pada operator tambang batubara denganmenggunakan metode tinjauan literatur sistematis. Faktor yang diteliti yaitu shift kerja,durasi kerja, dan beban kerja dengan covariat faktor individu (usia, kualitas tidur,kuantitas tidur, dan irama sirkadian) dan faktor pekerjaan &lingkungan kerja (waktuistirahat, waktu kerja, dan masa kerja). Desain penelitian ini merupakan penelitianeksploratori dengan metode deskriptif melalui tinjauan literatur sistematis terhadapliteratur yang sesuai dengan kriteria penilaian. Tinjauan literatur sistematis ini dilakukandengan tahapan identifikasi, ekstraksi, sintetis, dan intrepetasi data yang diperoleh dari11 literatur terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara shiftkerja, durasi kerja, dan beban kerja terhadap kelelahan pada operator tambang batubara.
Coal Mining Operator is one of the high-risk occupations in experiencing fatigue. Thisstudy aim to determine factors associated with fatigue on coal mining operators througha systematic literature review method. Factors studied were shift work, work duration,and workload with covariate of individual factors (age, sleep quantity, sleep quality, andcircadian rhythm) and factors of work & work environment (rest periods, work hours,and work period). This research is an exploratory study with a descriptive methodthrough a systematic literature review of the literature in according to the researchcriteria. This systematic literature review is conducted through the identification,extraction, synthesis, and interpretation of data obtained from 11 selected literature. Theresukt showed that there was an influence between shift work, work duration, andworkload on fatigue in coal mining operators.
Read More
S-10291
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sisca Sri Utari; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Nur Ani
Abstrak: Kelelahan merupakan salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan. Salah satu jenis pekerjaan yang memiliki potensi tinggi untuk mengalami kelelahan adalah operator tambang batubara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan jenis kendaraan terhadap tingkat kelelahan pada operator tambang batubara. Variabel yang dianalisis adalah kelelahan, jenis kendaraan, umur, kuantitas tidur, shift kerja, dan masa kerja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode systematic literature review dengan melakukan full text review pada 10 literatur. Hasil dari penelitian ini diketahui skor tingkat kelelahan operator tambang sebesar 45-56 atau 28% - 59,3%. Operator dump truck hauling cenderung mengalami kelelahan berat dibandingkan dengan operator dump truck area loading dan dumping, serta operator lainnya. Selain itu, dari keseluruhan variabel yaitu jenis kendaraan, kuantitas tidur, dan shift kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat kelelahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis kendaraan yang digunakan operator memiliki pengaruh terhadap tingkat kelelahan pada operator tambang batubara.

Fatigue is one of the causes of the high accident rate. One type of work that has a high potential to experience fatigue is a coal mine operator. This study aims to explain the different types of vehicles on the level of fatigue in coal mine operators. The variables analyzed were fatigue, vehicle type, age, sleep quantity, work shift, and work period. This research was conducted using a systematic literature review method by conducting a full text review of 10 literatures. The results of this study note the mine operator fatigue level score of 45-56 or 28% - 59.3%. Hauling dump truck operators tend to experience severe fatigue compared to dump truck operators of loading and dumping areas, as well as other operators. In addition, the overall variables, namely the type of vehicle, sleep quantity, and work shift have a significant relationship to the level of fatigue. The conclusion from this study is the type of vehicle used by the operator has an influence on the level of fatigue in the coal mine operator.
Read More
S-10474
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mahannie Tamimah Sihombing; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Ali Syachrul Chairuman
Abstrak: Modernisasi industri menyebabkan sistem otomatisasi menjadi hal yang semakin umumterjadi. Sistem kerja shiftwork juga dilakukan agar aktivitas produksi atau layanan vitaltidak berhenti, seperti pada pertambangan dan rumah sakit. Sistem ini membutuhkanmanusia agar selalu berada dalam kondisi alertness tinggi yang membutuhkan kondisiprima. Akan tetapi, sistem ini menyebabkan peningkatan pada rasa lelah, stres dan kantukyang menurunkan alertness yang berpengaruh buruk pada keselamatan dan kesehatan.Aromaterapi merupakan salah satu metode menggunakan minyak esensial untukmenimbulkan respon psikologis dan fisiologis yang mudah digunakan dan memilikipotensi yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberianaromaterapi terhadap tingkat alertness pada orang dewasa dengan menggunakan metodetinjuan literatur sistematis dari tahun 2000-2020. Pencarian dilakukan menggunakan 7database yang menghasilkan 16 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi yangditentukan. Hasil penelitian mengenai pengaruh pemberian aromaterapi terhadap waktureaksi dan proses kognitif adalah sebagai berikut: peppermint merupakan jenis tumbuhanaromaterapi yang diusulkan paling efektif dalam mempengaruhi tingkat alertness secarapositif; diikuti oleh lavender, rosmari, petitgrain, cinnamon dan I. helenium.
Industrial modernization requires automatisation system to be implemented morecommonly. Shiftwork system is also done to ensure that production activity in industryor vital services, such as hospital, do not stop. These systems requires workers to alwaysbe alert which needs to be supported by optimum body function. Even so, these systemsincreases fatigue, stress, and drowsiness, lowering alertness and increases the risk ofincident and accident which are detrimental to health and safety. Aromatherapy is amethod using essential oils to evoke physiological and psychological reaction which iseasy to use and has high potential. This study aims to find the effect of aromatherapy onalertness in adults using systematic literature review based on article from 2000-2020.Database searches are conducted using 7 database which resulted in 16 articles whichfulfilled the inclusion criteria. The results of the study are as follow: peppermint issuggested to be the most effective type of aromatherapy to positively affect alertness orvigilance; followed by lavender, petitgrain, cinnamon, and I. helenium.
Read More
S-10463
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astuti; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Elsye As Safira
S-10456
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirza Dwi Irianti; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Ike Pujiriani
Abstrak:
Gangguan fungsi paru merupakan kumpulan penyakit paru-paru yang masih menjadi permasalahan di tempat kerja. Salah satu tempat kerja dengan risiko tersebut adalah tambang batubara. Debu batubara yang merupakan objek bisnis dapat menjadi faktor risiko terjadinya gangguan fungsi paru. Tidak semua pekerja tambang batubara yang terpajan debu batubara akan mengalami penyakit gangguan fungsi paru. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor risiko individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi literatur berkaitan dengan hubungan faktor risiko individu yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit gangguan fungsi paru pada pekerja tambang batubara di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi tinjauan literatur sistematis sederhana dengan menggunakan artikel jurnal yang dipublikasikan antara tahun 2012 hingga tahun 2021. Didapatkan 6 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara umur, perilaku merokok, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap kejadian gangguan fungsi paru pada pekerja tambang batubara. Status gizi tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, tetapi dapat menjadi faktor risiko kejadian penyakit

Lung function disorders are a collection of lung diseases that workplaces have to face as health problems. Coal mining is one of the workplaces where lung diseases can occur. Coal dust is a risk factor for lung function disorders due to dust exposure. Not all coal mine workers who are exposed to coal dust suffer from lung function disorders. This condition is influenced by several factors, one of which is individual risk factors. This study aims to identify literature related to the association between individual risk factors that can influence the occurrence of lung function disorders in coal mine workers in Indonesia. This research used a simple systematic literature review methodology using journal articles published between 2012 and 2021. Six articles were found to meet the research inclusion criteria. The results of this study show that there is a significant association between age, smoking behavior, and the use of personal protective equipment (PPE) and the incidence of lung function disorders in coal mine workers. Nutritional status does not have a significant association, but it can be a risk factor for disease to develop.
Read More
S-11530
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Irianto; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Rosli Nurmansyah
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk analisa pengaruh beban kerja terhadap kelelahan pada operator "heavy dump truck" HD 785-5 di PT. Pamapersada Nusantara district X tahun 2007, dan merupakan studi yng bersifat kualitatif dengan variabel data bersifat kualitatif dan kuantitatif, yang kemudian dikuantitatifkan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah operator truck produksi dengan kategori untuk unit HD 785-5 PT. Pamapersada Nusantara distict X dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak 60 orang. Analisis data menggunakan analisis statistik yaitu analisis univariat, dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji signifikansi (Chi-square) dan dilanjutkan dengan uji korelasi (nilai r). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas operator HD 785-5 (37 orang/61.7%) mengalami tingkat kelelahan ringan. Berdasarkan uji signifikansi (chi-square) dan Uji korelasi (nilai r) yang dilakukan terhadap empat variabel independen, diketahui bahwa faktor yang terdapat signitikan pada operator heavy dump truck PT. Pamapersada district X adalah faktor Iama mengemudi yang merupakan faktor eksternal. Lama mengemudi terbukti mempengaruhi kelelahan operator heavy dump truck PT. Pamapersada Nusantara distict X, sehingga untuk mengurangi terjadinya kelelahan diperlukan adanya sharing informast atau pengalaman antara operator senior dan adanya srecthing untuk para operator apabila untuk meregangkan kekakuan otot dan perlunya pengaturan istirahat yang tepat untuk menghindari terjadinya kelelahan Iebih lanjut. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan rekomendasi dan masukan kepada PT. Pamapersada Nusantara district X untuk pembuatan program guna mengurangi angka kecelakaan pada kecelakaan yang diduga dikarenakan oleh kelelahan pada umumnya dan khususnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya kelelahan.


This research is going to ind the influence of workload to the fatigue of Operator Heavy Dump Truck HD 785-5 at PT. Pamapersada Nusantara district X, and constitute of qualitative study with qualitative and quantitative data variable, then made it quantitative with cross-sectional approach. The Population in this research are all of the operator PT. Pamapersada Nusantara district X that operated HD 785-5 with quantity 60 respondens. Data analysis using statistic analysis i.e univariate analysis, follow up by bivariate analysis with chi-square and PPM (Pearson's Product Moment). The Result of the research show that the majority of operator Heavy Dump Truck HD 785-5 (37 persons / 61,7%) was in mild category. Based on chi-square and PPM test that had done to four independence variables, the result that related and associated of workload influence the fatigue of operator Heavy Dump Truck HD 785-5 is Driving Duration, it's one of research external factors. Driving duration was proven be influence of operator Heavy dump truck fatigue's at PT. Pamapersada Nusantara district X. To eliminate fatigue is necessary to share information and experience from senior to junior, and next is the stretching movement to the operator with intend to relax muscle from stiffness and the last one is rest time management in certain shift which indicated and predicted that necessary to take in action in case to avoid further act of fatigue. Researcher hopefully that this research could contribute and give proper recommendation to PT. Pamapesada Nusantara District X, for developing fatigue management program to eliminate incident rate (In General) and to conduct fatigue awareness through safety program planning (ln Specific), which indicated and predicted because of Fatigue.

Read More
T-2519
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agra Mohamad Khaliwa; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Muthia Ashifa
S-10452
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Nurjannah; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Renauld Koswiranagara, Wahida Amalina
Abstrak:
Industri manufaktur sering mengalami kelelahan fisik, yang merupakan masalah keselamatan dan kesehatan kerja yang paling umum. Ini terutama berlaku untuk pekerjaan yang melibatkan paparan panas, aktivitas repetitif, dan beban kerja yang tinggi. Iklim kerja panas, beban kerja, dan stres kerja dapat memengaruhi kondisi tersebut. Selain itu, diduga bahwa gender memengaruhi bagaimana karyawan bertindak terhadap pekerjaan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana iklim kerja panas, beban kerja, dan stres kerja berdampak pada kelelahan fisik operator pembuatan plastik di PT YP. Pengaruh iklim kerja panas juga digunakan sebagai variabel moderator. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan 372 operator pembuatan, dan teknik sampel acak stratifikasi disproportionate digunakan untuk memilih 200 responden. Iklim kerja panas diukur dengan metode Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), beban kerja diukur dengan NASA-TLX, dan stres kerja dan kelelahan fisik diukur dengan kuesioner. Metode Partial Least Square (PLS) digunakan untuk melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami iklim kerja yang panas, dengan tingkat beban kerja dan stres yang sedang hingga tinggi, di atas Nilai Ambang Batas (NAB). Sebagai hasil dari analisis, iklim kerja yang panas, beban kerja, dan stres di tempat kerja memengaruhi kelelahan fisik. Selain itu, telah ditunjukkan bahwa jenis kelamin mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan tingkat kelelahan fisik operator pembuatan. Studi ini menemukan bahwa paparan panas, tuntutan kerja yang tinggi, dan tekanan psikologis adalah faktor yang menyebabkan pekerja lebih lelah secara fisik. Oleh karena itu, penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja harus mempertimbangkan gender ketika mengendalikan lingkungan kerja, mengatur beban kerja, dan mengelola stres kerja.

The manufacturing industry often experiences physical fatigue, which is the most common occupational safety and health problem. This is especially true for jobs involving heat exposure, repetitive activities, and high workloads. Hot work climates, workloads, and job stress can influence these conditions. Furthermore, it is suspected that gender influences how employees perceive their work. The purpose of this study was to examine how hot work climates, workloads, and job stress impact physical fatigue among plastic manufacturing operators at PT YP. The influence of hot work climates was also used as a moderating variable. A quantitative method with a cross-sectional design was used in this study. This study involved 372 manufacturing operators, and a disproportionate stratified random sampling technique was used to select 200 respondents. Hot work climates were measured using the Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) method, workload was measured using NASA-TLX, and job stress and physical fatigue were measured using a questionnaire. The Partial Least Squares (PLS) method was used to conduct data analysis. The results showed that most participants experienced hot work climates, with moderate to high levels of workload and stress, above the Threshold Limit Value (TLV). As a result of the analysis, hot working conditions, workload, and workplace stress all influence physical fatigue. Furthermore, gender was shown to influence the relationship between the independent variables and the level of physical fatigue of manufacturing operators. This study found that heat exposure, high work demands, and psychological stress were factors that caused workers to be more physically fatigued. Therefore, the implementation of occupational safety and health programs should consider gender when controlling the work environment, organizing workloads, and managing work stress.
Read More
T-7677
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Novasari Mei Astuti; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Ade Kurdiman, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak:

Data Kementerian ESDM mencatat 93 kecelakaan di area pertambangan pada tahun 2021, dengan 36 kecelakaan ringan dan 57 kecelakaan berat, merenggut 11 korban jiwa. Tahun 2019 menjadi tahun terburuk dengan 133 kecelakaan (27 ringan, 106 berat) dan 24 korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kelelahan kerja setelah dikontrol oleh variabel confounding pada operator alat berat industri pertambangan PT.X Site A 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penerapan rancangan cross-sectional. Studi ini melibatkan 213 pekerja yang diminta untuk mengisi kuisioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji multivariat analisis faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,3% pekerja mengalami kelelahan kerja pada tingkat berat, sedangkan 50,7% responden mengalami kelelahan kerja pada tingkat ringan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kelelahan kerja (p value=0,011). Pekerja yang memiliki kualitas tidur buruk berisiko 2,38 kali untuk mengalami kelelahan kerja berat dibandingkan pekerja yang memiliki kualitas tidur baik setelah dikontrol oleh variabel masa kerja, waktu perjalanan, lingkungan tidur, dan faktor psikososial (overcommitment) (aOR=2,38 95% CI 1,22 – 4,65). Kata kunci: kelelahan kerja, kualitas tidur, operator alat berat, pertambangan


Data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) recorded 93 accidents in mining areas in 2021, with 36 minor accidents and 57 serious accidents, claiming 11 lives. The year 2019 was the worst year with 133 accidents (27 minor, 106 serious) and 24 fatalities. This research aims to determine the relationship between sleep quality and work fatigue after controlling for confounding variables in heavy equipment operators in the mining industry of PT.X Site A 2024. The method used in this research is the application of a cross-sectional design. This study involved 213 workers who were asked to fill out questionnaires. Data analysis was performed using multivariate risk analysis. The results of the study showed that 49.3% of workers experienced severe work fatigue, while 50.7% of respondents experienced mild work fatigue. The results of the study showed that there is a relationship between sleep quality and work fatigue (p value = 0.011). Workers with poor sleep quality were 2.38 times more likely to experience severe work fatigue compared to workers with good sleep quality after controlling for work experience, travel time, sleep environment, and psychosocial factors (overcommitment) (aOR = 2.38 95% CI 1.22 – 4.65).   Keywords : work fatigue, sleep quality, heavy equipment operators

Read More
T-7066
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive