Ditemukan 35958 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Jihan Sausan Salsabila; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Yovsyah, Tristiyenny Pubianturi
Abstrak:
Hipertensi merupakan penyebab utama gagal jantung, gagal ginjal, dan stroke. Kejadianhipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti usia, riwayat keluarga, statusgizi, kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan faktor risiko terhadap hipertensi pada pekerja di PT. X. Penelitianini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional dan dilakukandengan observasi data sekunder hasil medical check up pekerja tahun 2019. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kejadian hipertensi di PT. X tahun 2019sebesar 20,4%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antarafaktor risiko usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi pada keluarga, indeks massa tubuh,dan konsumsi rokok dengan kejadian hipertensi. Proporsi pekerja di PT. X tahun 2019yang lebih banyak menderita hipertensi ada pada kelompok usia 46-60 tahun sebesar60%, berjenis kelamin laki-laki sebesar 22,6%, memiliki riwayat hipertensi keluargasebesar 40%, memiliki indeks massa tubuh obesitas sebesar 62,5%, dan mengonsumsirokok sebesar 51,1%. Hasil penelitian menyarankan bagi PT. X untuk melakukanpengendalian hipertensi pekerja dengan melakukan kontrol rutin tekanan darah sertapromosi kesehatan modifikasi gaya hidup sehat bagi pekerja obesitas dan merokok.Kata kunci:Hipertensi, pekerja, indeks massa tubuh, merokok.
Read More
S-10362
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Evelyn; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Muhammad Yuliansya Idul Adha
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang analisis hubungan faktor risiko pekerjaan dan nonpekerjaan terhadap kelelahan pekerja konstruksi di suatu proyek bangunan tingkat tinggidi wilayah Jakarta. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan di sektorkonstruksi salah satunya kelelahan. Kelelahan dapat dipengaruhi oleh faktor risikopekerjaan maupun non pekerjaan. Analisis hubungan antara faktor risiko dengankelelahan yang terjadi menjadi penting sebagai baseline data dalam upaya mengurangikecelakaan di sektor konstruksi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desainpotong lintang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yangsignifikan antara faktor risiko pekerjaan: lama kerja, faktor psikososial (effort, Reward,dukungan sosial, kepuasan kerja, stress kerja) dan faktor non pekerjaan (kuantitas dankualitas tidur) terhadap terjadinya kelelahan pekerja konstruksi Proyek X.
Kata kunci:Kelelahan, konstruksi, faktor risiko pekerjaan, faktor risiko non pekerjaan
This thesis discusses the analysis of work related dan non work related risk factorstowards fatigue of construction workers in a high-rise building project in the Jakarta.Many factors that cause accidents in the construction sector, one of them is fatigue canbe affected by work and non-job risk factors. Analysis of the relationship between riskfactors and fatigue that occurs becomes important as a baseline of data in an effort toreduce accidents in the construction sector. This research is a quantitative research withcross sectional design. The results of this study indicate that there is a significantrelationship between occupational risk factors: duration of work, psychosocial factors(effort, Reward, social support, job satisfaction, work stress) and non-work factors(quantity and quality of sleep) to the fatigue of Project X construction workers.
Key words:Fatigue, construction, work related risk factor, non work related risk factor.
Read More
Kata kunci:Kelelahan, konstruksi, faktor risiko pekerjaan, faktor risiko non pekerjaan
This thesis discusses the analysis of work related dan non work related risk factorstowards fatigue of construction workers in a high-rise building project in the Jakarta.Many factors that cause accidents in the construction sector, one of them is fatigue canbe affected by work and non-job risk factors. Analysis of the relationship between riskfactors and fatigue that occurs becomes important as a baseline of data in an effort toreduce accidents in the construction sector. This research is a quantitative research withcross sectional design. The results of this study indicate that there is a significantrelationship between occupational risk factors: duration of work, psychosocial factors(effort, Reward, social support, job satisfaction, work stress) and non-work factors(quantity and quality of sleep) to the fatigue of Project X construction workers.
Key words:Fatigue, construction, work related risk factor, non work related risk factor.
S-10146
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Emanda Utami; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Devi Partina Wardani
Abstrak:
Penyakit tidak menular merupakan penyebab tertinggi kematian di dunia. Banyak dari penduduk dunia juga kehilangan produktivitasnya akibat penyakit tidak menular. Salah satu yang menyumbang angka tertinggi untuk kesakitan dan kematian adalah penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus. Faktor risiko utama dari penyakit-penyakit tersebut adalah sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko sindrom metabolik pada pekerja kantor pusat PT. X. Faktor risiko yang diteliti antara lain adalah aktivitas fisik, perilaku merokok, riwayat sakit orangtua dan asupan makan. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling berkontribusi atas perkembangan sindrom metabolik adalah faktor genetik, disusul dengan asupan makan, perilaku merokok dan aktivitas fisik. Dengan begitu, saran yang dapat disampaikan terkait hasil penelitian tersebut adalah dengan melakukan skrining terhadap seluruh pekerja terkait riwayat penyakit orangtua dan melakukan edukasi bagi pekerja yang rentan mengalami sindrom metabolik. Kata Kunci : Sindrom metabolik, aktivitas fisik, perilaku merokok, riwayat sakit, asupan makan Non-communicable diseases are the highest cause of death in the world. Many of the world's population also lost productivity due to non-communicable diseases. One of the highest contributors to illness and death is cardiovascular disease and diabetes mellitus. The main risk factor for these diseases is metabolic syndrome. This study aims to analyze the risk factors for metabolic syndrome in PT. X. Risk factors studied include physical activity, smoking behavior, parental illness, and food intake. This study uses a cross-sectional study design. The results of this study indicate that the factors that most contribute to the development of metabolic syndrome are genetic factors, followed by food intake, smoking behavior, and physical activity. That way, suggestions that can be delivered related to the results of the study are by screening all workers related to a history of parental illness and educating workers who are prone to experiencing the metabolic syndrome. Key Words : Metabolic syndrome, physical activity, smoking behavior, history of illness, food intake
Read More
S-10205
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Raras Sekar Karyaningtyas; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Tiara Amelia, Rias Nur Wulandari
Abstrak:
Read More
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sangat signifikan terjadi terutama di kalangan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada karyawan PT Hutama Karya (Persero) Divisi Sipil Umum tahun 2024. Penelitian ini bersifat survey analitik dengan menggunakan metode cross sectional, dilaksanakan pada bulan Desember 2024 dengan sampel karyawan sebanyak 140 orang. Pengumpulan data menggunakan self administered questionnaire dengan google form meliputi variabel dependen yaitu perilaku pencegahan hipertensi dan variabel independen dari penelitian ini yaitu faktor predisposisi (usia, jenis kelamin, pendidikan, riwayat hipertensi keluarga, pengetahuan hipertensi), faktor pemungkin (pemanfaatan fasilitas kesehatan perusahaan) dan faktor penguat (dukungan keluarga). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan faktor predisposis, faktor pemungkin dan faktor penguat terhadap perilaku pencegahan hipertensi pada karyawan PT Hutama Karya (Persero) Divisi Sipil Umum dengan nilai p-value >0,05. Perilaku pencegahan hipertensi pada karyawan dengan hasil sebanyak 120 orang responden (85,7%) cenderung kurang dalam berperilaku pencegahan hipertensi. Perlunya Pengembangkan strategi promosi kesehatan yang berkesinambungan dengan pemanfaatan teknologi serta membentuk komunitas kesehatan untuk saling mendukung dan bertukar informasi menjadi hal penting untuk meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi di kalangan pekerja.
Hypertension is a very significant global health problem that occurs especially among workers. This study aims to determine the factors associated with hypertension prevention behavior in employees of PT Hutama Karya (Persero) General Civil Division in 2024. This study is an analytical survey using a cross sectional method, conducted in December 2024 with a sample of 140 employees. Data collection using a self-administered questionnaire with google form includes the dependent variable, namely hypertension prevention behavior and the independent variables of this study, namely predisposing factors (age, gender, education, family history of hypertension, knowledge of hypertension), enabling factors (utilization of company health facilities) and reinforcing factors (family support). The results of this study indicate that there is no relationship between predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors on hypertension prevention behavior in employees of PT Hutama Karya (Persero) General Civil Division with a p-value> 0.05. Hypertension prevention behavior in employees with the results of 120 respondents (85.7%) tended to be lacking in hypertension prevention behavior. The study highlights the need for continuous health promotion strategies utilizing technology and the formation of health communities to foster mutual support and information exchange. These measures are essential for improving hypertension prevention behaviors among employees.
S-11818
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Segarnis Dhiasy Bidari; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Yoslien Sopamena, Arum Wiratri
Abstrak:
Read More
Latar belakang : Penyakit jantung koroner menyumbang sekitar 32% kematian global dan salah satu faktor resikonya adalah hiperkolesterolemia yang kini tidak lagi identik dengan usia lanjut namun sudah bergeser ke usia lebih muda termasuk usia produktif. Berdasarkan hasil analisis kesehatan pegawai dilokasi penelitian pada tahun 2025 sebanyak 39% pegawai mengalami tren kenaikan kadar kolesterol dan kolesterol tetap tinggi serta 44% lainnya mengalami tren kadar kolesterol fluktuatif dengan kecenderungan meningkat. Salah satu perilaku yang berkontribusi terhadap hipeekolesterolemia adalah perilaku konsumsi makanan tinggi lemak. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku konsumsi makanan tinggi lemak meliputi faktor predisposing, enabling, dan reinforcing sesuai kerangka model Lawrence Green pada pekerja di UPT Kementerian X di Provinsi Jawa Barat, Indonesia Tahun 2026. Metode : Penelitian kuantitatif crosssectional dilakukan terhadap seluruh pekerja menggunakan kuesioner, dengan jumlah responden yang berhasil terkumpul sebanyak 120 orang. Hasil : Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang terbukti signifikan berhubungan dengan perilaku konsumsi makanan tinggi lemak adalah kebiasaan makan (p=0,032; OR=2,673; 95%CI=1,071–6,668), ketersediaan makanan tinggi lemak (p=0,021; OR=2,976; 95%CI=1,166–7,598), keterbatasan waktu (p=0,027; OR=2,409; 95%CI=1,097–5,292), dan pengaruh rekan kerja (p=0,002; OR=3,681; 95%CI=1,558–8,698). Kesimpulan : Perilaku konsumsi makanan tinggi lemak pada pekerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang menunjukkan bahwa perilaku makan pekerja bukan semata-mata tanggung jawab individu saja, namun juga dipengaruhi oleh lingkungan dan sosial yang ada di tempat kerja. Oleh karena itu, upaya perbaikan perilaku konsumsi makan sehat perlu dilakukan secara komprehensif melalui sinergi dan kolaborasi antar pekerja maupun instansi tempat kerja agar tercipta budaya makan sehat yang dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Background: Coronary heart disease accounts of approximately 32% of global deaths, and hypercholesterolemia is one of its major risk factors. Currenly, no longer limited to older adults but has increasingly affect younger including of working age population.Based on employee health screening data in 2025, 39% of workers presistenly high and increasing cholesterol level, while 44% showed fluctuating cholesterol levels with upward trend. One of behaviors that contributes to hypercholesterolemia is the consumption of high-fat food. Objective: This study aimed to identify the determinans of consumtion of food high in fat including predisposing, enabling, and reinforcing factors base on Lawrence Green Model among worker at Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian X in West Jawa Province, Indonesia in 2026. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted among all workers using a self administered questionnaire. Data were successfully collected from 120 respondents. Results: The study found that several factors were significantly associated with the consumtion of food high in fat, such as eating habits (p = 0.032; OR = 2.673; 95% CI = 1.071–6.668), availability of high-fat foods (p = 0.021; OR = 2.976; 95% CI = 1.166–7.598), time constraints (p = 0.027; OR = 2.409; 95% CI = 1.097–5.292), and coworker influence (p = 0.002; OR = 3.681; 95% CI = 1.558–8.698). Conclusion: The consumption of foods high in fat among workers is influenced by multiple determinant, indicating that workers eating behavior are not individual responsibility but are also shaped by workplace environmental and social factors. Therefore, effort to promote healtier eating behaviors should adopt comprehensive approach through collaboration between workers and the workplace institution to establish a sustainable healthy weating culture.
S-12299
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diah Tama Novianti; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Joko Sugiharto
Abstrak:
Pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat menjadi bekal remaja dalam berperilaku sehat dan bertanggung jawab, namun tidak semua remaja memperoleh informasi yang cukup dan benar tentang kesehatan reproduksi, salah satunya mengenai kebersihan genitalia. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku kebersihan genitalia santriwati Pondok Pesantren X Jakarta tahun 2019. Penelitian ini menggunakan disain studi crosssectional dengan menggunakan data primer pada 80 santriwati di Pondok Pesantren X Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa 65% santriwati memiliki perilaku kurang baik dalam kebersihan genitalia Berdasarkan analisis bivariat, diketahui faktor yang mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku kebersihan genitalia adalah usia (p=0,033), pengetahuan (p=0,006), keterpaparan informasi (p=0,001), dan dukungan keluarga (p=0,004).
Kata kunci: kebersihan genitalia, perilaku, perilaku kebersihan genitalia, Pondok Pesantren, remaja, santriwati, pengetahuan, keterpaparan informasi, dukungan keluarga.
Adolescents knowledge about reproductive health can be a provision for adolescents in behaving healthily and responsibly, but not all adolescents have sufficient and accurate information about reproductive health, one of which is about genital hygiene. This thesis aims to determine the factors associated with genital hygiene behavior of female students at X Boarding School Jakarta in 2019. This study used a cross-sectional study design using primary data on 80 female students at X Boarding School Jakarta. The results show that 65% of female students have poor behavior in genital hygiene. Based on bivariate analysis, the factors that have a significant relationship with genital hygiene behavior are age (p = 0.033), knowledge (p= 0.006), information exposure (p= 0.001) and family support (p= 0.004).
Keyword: Genital hygiene, behavior, genital hygiene behavior, boarding school, adolecents, female student, knowledge, information exposure, family support
Read More
Kata kunci: kebersihan genitalia, perilaku, perilaku kebersihan genitalia, Pondok Pesantren, remaja, santriwati, pengetahuan, keterpaparan informasi, dukungan keluarga.
Adolescents knowledge about reproductive health can be a provision for adolescents in behaving healthily and responsibly, but not all adolescents have sufficient and accurate information about reproductive health, one of which is about genital hygiene. This thesis aims to determine the factors associated with genital hygiene behavior of female students at X Boarding School Jakarta in 2019. This study used a cross-sectional study design using primary data on 80 female students at X Boarding School Jakarta. The results show that 65% of female students have poor behavior in genital hygiene. Based on bivariate analysis, the factors that have a significant relationship with genital hygiene behavior are age (p = 0.033), knowledge (p= 0.006), information exposure (p= 0.001) and family support (p= 0.004).
Keyword: Genital hygiene, behavior, genital hygiene behavior, boarding school, adolecents, female student, knowledge, information exposure, family support
S-10353
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hilmy Bravianto Kartono; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Dadun
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh dinamika secara mendalam mengenai burnout pada karyawan-karyawan PT. X di masa pandemi COVID-19, termasuk mengenai deskripsi, akibat, serta cara coping dari para karyawan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dan pemberian instrumen.
Read More
S-10834
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurul Aliyah; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Syahrizal, Anita Rahmiwati, Yudhi Setiawan
Abstrak:
Read More
Masalah ketidakpatuhan dalam pengobatan sering dijumpai pada penyakit yang memerlukan penanganan jangka panjang, seperti hipertensi. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan hipertensi sering kali menjadi penyebab utama berbagai kecacatan. Alasan utama yang mendasari ketidakpatuhan minum obat pada pasien hipertensi tersebut ialah kurangnya pengetahuan pasien akan pentingnya minum obat hipertensi secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi penderita hipertensi di Puskesmas Boom baru Kota Palembang berdasarkan teori Lawrence Green. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 102 sampel. Jumlah sampel dihitung dengan rumus Lemeshow dan sampel diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan 74 responden (72,5%) patuh dalam minum obat antihipertensi. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi meliputi pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi, adalah pengetahuan dengan nilai OR = 8,040 (95% CI: 2,151 - 30,050). Perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan, sikap, motivasi dengan menyediakan media informasi melalui media sosial seperti membuat grup whatsapp sebagai media komunikasi secara daring antara penderita hipertensi dan tenaga kesehatan di Puskesmas Boom baru dan sebagai media penyebaran informasi sebagai upaya peningkatan pengetahuan. Edukasi diperlukan dengan menitikberatkan pada pengetahuan mengenai hipertensi dan tatalaksananya. Juga perlu dilakukan langkah pendekatan dengan keluarga sebagai upaya untuk menjalin kerjasama antara tenaga kesehatan dan keluarga dalam memberikan dukungan bagi penderita hipertensi.
The problem of non-adherence medication is often encountered in diseases that require long-term management, such as hypertension. Non-adherence among hypertension medication is often become as main cause of various disabilities. The main reason underlying of the non-adherence medication among hypertension patients are the lack of patients knowledges of the importance of taking hypertension medication regularly. This study aims to determine the factors associated with adherence to taking antihypertension medication among hypertension patients who regularly seek treatment at the Boom Baru Public Health Centre, Palembang City based on Lawrence Green's theory. This study used a cross sectional design with 102 samples. The number of samples was calculated using the Lemeshow and the samples were taken by purposive sampling according to the inclusion and exclusion criterias. Datas were collected by interview using a questionnaire which was analysed univariately, bivariately and multivariately. The results showed that 74 respondents (72.5%) were compliant in taking antihypertension medication. Factors associated with adherence on taking antihypertension medication includes knowledge, attitude, self-motivation, family support and health worker support. The most dominant factor associated with adherence to taking antihypertension drug is knowledge with OR = 8,040 (95% CI: 2,151 - 30,050). Efforts need to be made to improve knowledge, attitudes, motivation by providing information media through social media such as creating a WhatsApp group as an online communication medium between hypertension patients and health workers at Puskesmas Boom Baru and as a medium for disseminating information as an effort to increase knowledge. Education is needed with an emphasis on knowledge about hypertension and its management. It is also necessary to take steps to approach families as an effort to establish cooperation between health workers and families in providing support for people with hypertension.
T-6954
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shabrina Khairani; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Zakianis, Dura Vendela
S-9997
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Salwa Refianisa; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Widayanti
Abstrak:
Read More
Hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap tingginya angka kematian dini secara global, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara faktor gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tugu, Kota Depok, pada tahun 2024. Metode yang digunakan adalah studi potong lintang (cross-sectional) dengan memanfaatkan data sekunder dari hasil skrining penyakit tidak menular. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 responden, yang berusia 15 hingga 64 tahun. Faktor-faktor yang dianalisis mencakup konsumsi garam, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, obesitas, serta merokok. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik Chi-square sebagai alat uji hubungan antar variabel. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 54 responden (56,8%) teridentifikasi menderita hipertensi, sedangkan 41 responden (43,2%) tidak mengalami hipertensi. Ditemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi garam dengan kejadian hipertensi (p=0,005; OR=11,4; 95% CI: 1,42–91,9), serta antara obesitas dan hipertensi (p=0,021; OR=2,69; 95% CI: 1,1–6,2). Berdasarkan temuan ini, sangat penting bagi pihak Puskesmas untuk melakukan upaya promotif dan preventif, melalui pemberian edukasi serta pengubahan pola hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat.
Hypertension is one type of non-communicable disease that contributes greatly to the high rate of premature mortality globally, including in Indonesia. This study aims to examine the relationship between lifestyle factors and the incidence of hypertension in the productive age group in the working area of UPTD Puskesmas Tugu, Depok City, in 2024. The method used was a cross-sectional study utilizing secondary data from non-communicable disease screening results. The sample size in this study was 95 respondents, aged 15 to 64 years. The factors analyzed included salt consumption, fruit and vegetable consumption, physical activity, obesity, and smoking. This study was analyzed using univariate and bivariate analysis, with the Chi-square statistical test as a means of testing the relationship between variables. The results showed that 54 respondents (56.8%) were identified as having hypertension, while 41 respondents (43.2%) did not have hypertension. There was a significant association between salt consumption and hypertension (p=0.005; OR=11.4; 95% CI: 1.42-91.9), as well as between obesity and hypertension (p=0.021; OR=2.69; 95% CI: 1.1-6.2). Based on these findings, the Puskesmas need to make promotive and preventive efforts, through providing education and changing people's lifestyles towards a healthier direction.
S-11939
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
