Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34745 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Leti Ratna Kusumawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Asep Hendradiana, Setioningsih Diponegoro
Abstrak:
Pengukuran kinerja rumah sakit dapat memberikan dasar yang kuat bagi penyelesaian masalah yang ada dan sangat dibutuhkan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Tesis ini menilai kinerja mutu organisasi rumah sakit menggunakan Malcolm Baldrige For Performance Excelence berdasarkan tujuh kriteria yaitu Leadership, Startegy Planning, Costumers Focus, Meassurement, analysis and Management Knowledge, Work Focus, Operation Focus dan Result. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengumpulkan informasi mengenai kinerja organisasi melalui wawancara mendalam, dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, dalam setiap kriteria juga dijabarkan peluang perbaikan yang dapat dilakukan oleh rumah sakit untuk meningkatkan kinerja mutu organisasi. Hasil analisis yang didapat menunjukkan hasil skor Ruang Radiologi RS Bhayangkara Pusat R. Said Sukanto Kramat Jati dengan skor total 247,9. berada pada posisi Early Development. Hal ini disebabkan karena ada beberapa hal di RS Bhayangkara R. Said Sukanto Kramat Jati dalam menerapkan Approach be-lum sistematik karena masih belum ada metode-metode khusus yang digunakan secara efektif yang sesuai dengan key factor. Deployment atas Approach (pen-dekatan) yang sudah digunakan di dalam organisasi hanya terbatas pada area ter-tentu saja belum dapat secara menyeluruh

Meassurement of hospital performance can provide a strong foundation for solving existing problems and is needed to improve the quality of care service. This thesis assesses the quality performance of hospital organization using Malcolm Baldrige For Performance Excellence based on seven criteria: Leadership, Strategy Planning, Costumers Focus, Meassurement, Analysis and Management Knowledge, Work Focus, Operation Focus and Result. This research is based on a qualitative research by collecting information about organizational performance through in-depth intervies and secondary data. Based on the results of the study, in each criteria also elaborated opportunities for improvement that can be done by the hospital to improve the quality performance of the organization. This research is a descriptive analytic research with qualitative approach which represent the condition of The Radiology Installation Of The R. Said Sukanto Kramat Jati Central Police Hospital based on Malcolm Baldrige Criteria. The result of the analysis showed that the score of 247,9 is in Early Development. With the result, in applying the Approach not yet systematic because there are still no special methods that are used effectively in accordance with the key fac-tor. Deployment of the Approach that has been used in the organization is only limited to certain areas but cannot be thoroughly explored.

Read More
T-5893
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Erysha Minarni; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wavyu Sulistiadi, Febiana
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai bentuk kebijakan Zero Complaint serta implementasinya di Rumah Sakit Bhayangkara Tk I R Said Sukanto yang ditinjau dari kondisi lingkungan rumah sakit, hubungan antar unit rumah sakit, sumber daya rumah sakit, serta karakteristik dan kapabilitas Unit Humsar Dumas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Hasil penelitian mengatakan bahwa dalam implementasi kebijakan Zero Complaint masih ada faktor yang belum mendukung terlaksananya implementasi kebijakan Zero Complaint. Faktor yang belum mendukung yaitu dari kondisi lingkungan rumah sakit, terdiri dari kendala sumber daya, sosio kultural, keterlibatan penerima program, dan infrastruktur, dari faktor sumber daya rumah sakit yaitu komitmen birokrasi, dan dari faktor karakteristik dan kapabilitas Unit Humsar Dumas yaitu keterampilan petugas, komunikasi dalam unit, kepemimpinan kepala unit, dan komitmen pelaksana. Meskipun demikian hasil implementasi kebijakan Zero Complaint sudah mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dan berhasil menciptakan perubahan yang lebih baik bagi rumah sakit baik secara internal dan eksternal.
 

This study is focusing on the Zero Complaint policy and its implementation in Bhayangkara Tk I R Said Sukanto Hospital. The study reviewed hospital environmental conditions, the relationships between unit in hospital, hospital resources, and characteristics and capabilities of Humsar Dumas Unit. This study is a descriptive qualitative research. The study revealed that there are several factors which are not supporting the implementation of Zero Complaint policy, which include human resources constraints, socio-cultural, the involvement of program beneficiaries from environmental condition factor, commitment of bureaucracy, personnel skills, communication within the unit, unit leadership, and executive commitment from characteristic and capabilities of Humsar Dumas Unit. Nevertheless the results of policy implementation Zero Complaint has reached a predefined goal and managed to create a better change for the hospital, both internally and externally.
Read More
S-7438
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Terry Yuliana R.P.; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Purnamawati
S-6389
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khairunnisa Callista Ardinigrum; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Popy Yuniar, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Satu Sehat sebagai platform integrasi data akan memiliki kemampuan interoperabilitas berbasis rekam medis elektronik (RME). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 mengintruksikan seluruh rumah sakit untuk dapat mengimplementasikan RME yang sesuai standar interoperabilitas yang dirilis pemerintah. Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto masih mempersiapkan RME yang terintegrasi baik dalam internal pelayanan maupun Satu Sehat. Penilaian kesiapan diperlukan untuk mengidentifikasi kendala dan optimalisasi implementasi RME. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan menganalisis kesiapan rumah sakit dalam mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam mendukung Satu Sehat meninjau aspek budaya organisasi, manajemen dan kepemimpinan, operasional, dan teknis. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitihan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah data sekunder, dan focus group discussion. Hasil penelitian ini menemukan bahwa secara keseluruhan rumah sakit siap dalam mengimplementasikan RME yang dapat terintegrasi dengan Satu Sehat dari keempat aspek tersebut serta telah terdafar pada Satu Sehat. Meski demikian, terdapat bebeapa hal yang dapat ditingkatkan dalam implementasi RME diantaranya, penyusunan dan pendokumentasian SPO dan alur kerja RME, penambahan tenaga IT dan rekam medis, sosialisasi KLPRM, pembaharuan buku pedoman RME, penyusunan blue print manajemen TI, mitigasi risiko downtime, serta penyusunan KPI yang mengevaluasi vendor.

Satu Sehat as a data integration platform will have interoperability capabilities based on electronic medical records (RME). Minister of Health Regulation No. 24 of 2022 instructs all hospitals to be able to implement RME that complies with interoperability standards released by the government. Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto Hospital is still preparing an integrated RME in both internal services and Satu Sehat. Readiness assessment is needed to identify obstacles and optimize EMR implementation. This study aimed to determine and analyze the hospital's readiness to implement Electronic Medical Records (EMR) in supporting Satu Sehat by reviewing aspects of organizational culture, management and leadership, operational, and technical. The research method used was qualitative research with data collection through in-depth interviews, observation, secondary data review, and focus group discussions. The results of this study found that overall the hospital is ready to implement RME that can be integrated with Satu Sehat from all four aspects and has been registered with Satu Sehat. However, there are several things that can be improved in the implementation of RME, including the preparation and documentation of SOP and RME workflows, the addition of IT and medical records personnel, socialization of KLPRM, updating the RME guidebook, preparing an IT management blue print, mitigating downtime risks, and preparing KPIs that evaluate vendors.
Read More
S-11538
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khansa Aidah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Wibowo Adik, Dede Setyadi
Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi alur proses pelayanan dengan menggunakan pendekatan lean six sigma dan memberikan usulan perbaikan di Instalasi Radiologi RS Hermina Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian operasional (operational research) dengan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif yang didapatkan dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Sasaran penelitian adalah pemeriksaan radiologi konvensional sebanyak 31 sampel. Hasil yang didapatkan dari pengukuran value stream mapping (VSM) adalah rata-rata lead time per pasien 2 jam 26 menit 42 detik pada shift pagi siang dan 12 jam 34 menit 53 detik pada shift malam. Bottleneck terletak pada siklus pengolahan ekspertise dikontribusi oleh sebagian besar waste of waiting, yaitu menunggu foto dibaca oleh dokter spesialis radiologi. Akar penyebab masalah adalah tidak adanya jam praktek dokter spesialis radiologi pada shift malam hari serta belum diterapkan standarisasi waktu tunggu pelayanan radiologi untuk semua jenis pasien. Usulan perbaikan yang diberikan adalah dilakukannya standardized work, visual management, dan just in time sehingga diestimasikan lead time dapat dikurangi sebesar 26,47% (1 jam 47 menit 52 detik) pada shift pagi dan siang, serta shift malam 49,35% (6 jam 22 menit 28 detik).
Read More
S-10092
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maulaya Istafa Tiwikrama Ambarwati; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Siti Sultoni
Abstrak: Latar belakang: Pertumbuhan jumlah rumah sakit menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Tantangan yang dihadapi rumah sakit baik milik pemerintah atau swasta adalah berkompetisi dengan melakukan perbaikan. Perbaikan dalam kinerja rumah sakit diperlukan agar dapat bertahan dan bersaing dengan kompetitor lainnya. Layanan rawat inap merupakan beban terbesar bagi program jaminan kesehatan sekaligus menjadi kontributor utama pendapatan rumah sakit. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil analisis kinerja rawat inap menggunakan metode Baldrige Excellence Framework di rumah sakit Universitas Indonesia tahun 2024. Metodologi penelitian: penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan persepsi penilaian kinerja dari sudut karyawan. Sampel penelitian diambil menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah 58 responden. Hasil penelitian: hasil penelitian ini menunjukkan kinerja kepemimpinan mendapatkan nilai 92,1 dari nilai maksimal 120, perencanaan strategis 64,1 dari nilai maksimal 85, fokus pelanggan 65,9 dari nilai maksimal 85, pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan 70,3 dari nilai maksimal 90, fokus tenaga kerja 60,1 dari nilai maksimal 85, operasional 63,6 dari nilai maksimal 85, dan hasil 328,7 dari nilai maksimal dari nilai maksimal 450.
Background: The number of hospitals has shown consistent growth each year. Both public and private hospitals face the challenge of competing by continuously improving their performance. Performance improvement is essential for hospitals to survive and stay competitive. Inpatient services are the largest financial burden for the national health insurance program while also serving as the primary revenue contributor for hospitals. Research Objective: This study aims to analyze the performance of inpatient services using the Baldrige Excellence Framework at Universitas Indonesia Hospital in 2024. Research Methodology: This study employs a cross-sectional design with a quantitative approach to gather performance evaluation perceptions from the employees’ perspective. The sample was selected using convenience sampling, resulting in 58 respondents. Research result: this research show that leadership performance received a score 92,1 out of a maximum score of 120, strategic planning scored 64.1 out of 85, customer focus scored 65.9 out of 85, measurement, analysis, and knowledge management scored 70.3 out of 90, workforce focus scored 60.1 out of 85, operations scored 63.6 out of 85, and results scored 328.7 out of a maximum of 450.
Read More
S-11809
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartika Wira Cahyaningtyas; Pembimbing: Pujianto; Penguji: Budi Hidayat, Febiana
S-7463
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Melati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Emilia Amir
Abstrak: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara variabel kepemimpinan dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 19,32%, ada hubungan antara variabel perencanaan strategis dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 10,35%, ada hubungan variabel fokus pada pelanggan/pasien dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 18,75%, ada hubungan antara manajemen pengukuran analisis dan pengetahuan dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 4,75%, ada hubungan antara fokus pada tim/staf dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati 36%, ada hubungan antara manajemen proses dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 13,33% Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati untuk selalu memperhatikan kebutuhan staf/tim terutama dalam peningkatan kompetensi staf/tim, serta kepada pihak Kementerian Kesehatan agar membuat kebijakan berupa penyusunan instrument monitoring dan evaluasi pasca akreditasi sebagai suatu alat untuk menilai rumah sakit yang telah terakreditasi sehingga diharapkan mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati yang terakreditasi dapat tetap dipertahankan bahkan semakin meningkat. Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Akreditasi Versi 2012, Kriteria Malcolm Baldrige.
Read More
T-4262
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winona Maritza Arianty; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adhika Putra Marsaban
Abstrak:
Latar belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) berperan penting sebagai garda terdepan dari rumah sakit sehingga harus terus mempertahankan mutu pelayanannya. Tingginya angka kunjungan IGD seringkali didominasi oleh pasien triase hijau. Hal ini menunjukkan bahwa pasien telah menjadi konsumen aktif yang terbentuk dari serangkaian faktor preferensi. Aspek preferensi perlu dianalisis untuk menentukan strategi yang tepat dalam memasarkan serta meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini menganalisis hubungan antara preferensi pasien dengan faktor-faktornya. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data yang terkumpul merupakan data primer dengan menyebarkan kuesioner. Hasil Penelitian: Pasien memiliki preferensi tinggi terhadap IGD RSPP. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor lingkungan fisik, lokasi, kualitas pelayanan, SDM, reputasi RS berhubungan signifikan dengan preferensi. Sementara itu, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor lokasi, kualitas pelayanan, dan asuransi kesehatan berhubungan signifikan dengan preferensi. Faktor yang berpengaruh paling kuat adalah kualitas pelayanan. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan mutu dengan memerhatikan preferensi pasien agar sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.

Background: The Emergency Department (ED) plays an important role as the front line of a hospital and must therefore maintain the quality of its services. The high number of ER visits is often dominated by green triage patients. This shows that patients have become active consumers shaped by a series of preference factors. Preference aspects need to be analyzed to determine the right strategy in marketing and improving service quality. Research Objective: This study analyzes the relationship between patient preferences and their factors. Research Methodology: This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The data collected is primary data obtained by distributing questionnaires. Research Results: Patients have a high preference for the RSPP ED. Bivariate analysis shows that physical environment, location, service quality, human resources, and hospital reputation are significantly related to preferences. Meanwhile, multivariate analysis shows that location, service quality, and health insurance are significantly related to preferences. The most influential factor is service quality. These findings emphasize the importance of improving quality by paying attention to patient preferences to meet their needs and expectations.
Read More
S-12175
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syanti Puspitasri; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Hadijah
Abstrak:

Peningkatan mutu dan keselmatan pasien merupakan dua hal yang tidak bisa dipisaahkan dan harus berkesinambungan. Upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. DR. dr. Mahar Mardjono digambarkan melalui capaian indicator pelayanan menurut Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang belum mencapai standar. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis waktu tunggu pelayanan obat jadi pasien JKN dan aktivitas risiko terjadinaya medication error dengan prinsip lean thinking dan swiss cheese model. Jenis penelitian ini adalah operational research dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui proses observasi dan telaah dokumen, sedangkan kuantitatif berdasarkan data waktu tunggu dari electronic health record dan waktu tunggu hasil observasi. Hasil penelitian menunjukan waktu tunggu adalah 1 jam 3 menit 11 detik, dengan waktu tunggu terlama adalah pada proses penerimaan resep (30 menit 42 detik). Kegiatan VA (79%) yaitu 13 menit 13 detik. Aktivitas NVA (21%) dengan waktu 49 menit 21 detik. Waste terbanyak adalah pada kegiatan waiting dengan presentasi waktu 92% dari waktu NVA. Bottleneck pada penelitian ini diambil dari proses waktu tunggu terlama dan hasil analisis swiss chesse model pada tahapan pengkajian dan pemeriksaan sediaan obat.Usulan perbaikan berdasarkan hasil analisis proses pengkajian dan pelayanan resep obat jadi ini adalah perlu adanya penyusunan regulasi pengkajian dan pelayanan obat sesuai standar pelayanan kefarmasian, telaah profil indicator waktu tunggu obat jadi sesuai SPM rumah sakit, perlu adanya analisis beban kerja, dan monitoring supervise kajian pelayanan resep obat. Usulan perbaikan digambarkan dalam future state map dengan mereduksi aktivitas NVA yang dapat secara langsung dihapuskan tanpa dilakukan intervensi. Kata kunci: lean thinking, , medication error, swiss chesse model waktu tunggu pelayanan


 

Quality improvement and patient safety are two things that cannot separated and must be continuous. Effort to improve quality and patient safety at Outpatient Pharmacy Pusat Otak Nasional Prof. DR.dr. Mahar Mardjono Hospital is described through the achievement of service indicators according to the hospital minimum service standards thet have not resched the standard. This study was conducted to analyze the waiting time for JKN patient medication services and risk activities of medication errors using principles of lean thinking and the swiss cheese model. This type of research is operational research with qualitative and quantitative approaches. Qualitative data is obtained through the process of observation and document review, while quantitative data is based on waiting time data from electronic health records and waiting time for observations. The result showed that the waiting time was 1 hour 3 minutes 11 seconds, with the longest waiting time was in the process of receiving the recipe (30 minutes 42 seconds). Value_added activity (79%) was 13 minutes 13 seconds, non value added activity (21%) for 49 minutes 21 second. Most of waste is in waiting activities with a presentation time of 92% of the time for non value added. The bottleneck in this study was taken from the longest waiting time process and the result of the swiss cheese model analysis at the assessment and examination stage of drug preparations. Reviewing the waiting time indicator profile for the finished medicine according to the SPM of the hospital. There is a need for workload analysis, and monitoring of the review of prescription services. Proposed improvements are described in a future state map by reducing non value added activity which can be directly eliminated without intervention. Key words: lean thinking, medication error, swiss chesse model, medication error, service waiting time

Read More
S-10896
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive