Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39183 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suci Ratu Masyeni; Pembimbing: Rita Damayanti, Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Meiwita P. Budiharsana, Maria Gayatri, Dian Kristiani Irawaty
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang hubungan kualitas informed choice dari tenaga kesehatan dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Indonesia tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Untuk metode kuantitatif peneliti menggunakan data sekunder yaitu data SDKI tahun 2017 dan penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Sampel penelitian ini adalah wanita usia subur usia 15-49 tahun dan menggunakan kontrasepsi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh (60,9%) wanita umur 15-49 tahun hanya mendapatkan satu informasi KB (informed choice). Hasil analisis multivariabel menunjukkan adanya hubungan informed choice dari tenaga kesehatan dengan pemilihan MKJP setelah dikontrol variabel umur, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, daerah tempat tinggal, pengetahuan tentang KB, jumlah anak dan kunjungan petugas KB. Direkomendasikan kepada BKKBN untuk meningkatkan promosi KB dengan lebih menarik, kreatif dan persuasif serta memberikan pelatihan softskill dalam rangka meningkatkan kualitas PLKB dalam mengubah sikap WUS terhadap pemakaian kontrasepsi

This thesis discusses the relationship between the choice of information quality of health workers with the selection of long-term contraceptive methods (MKJP) in Indonesia in 2017. This study was conducted using quantitative and qualitative methods. For quantitative research methods using secondary data that is IDHS data (2017) and qualitative research conducted with in-depth interviews. The sample of this research is WUS aged 15-49 years and using modern contraception. The results showed that MKJP users who got choice information with poor quality amounted to 46.2%. The results of multivariable analysis showed that there was a relationship between the choice of information from health workers and the selection of the MKJP after being controlled for age, education, occupation, economic status, area of residence, knowledge of family planning, number of children and family planning staff visits. It is recommended that the BKKBN increase family planning promotion more attractively, creatively and persuasively and provide soft skills training to improve the quality of PLKB in changing WUS attitudes towards contraceptive use.

Read More
T-5953
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nita Adhani Pasundani; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Helda, Sudarto, Fabiola Tazrina Tazir, Indah Nugraheni Mardhika
Abstrak: Pertambahan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat akan mendatangkan berbagai permasalahan dikemudian hari, selain itu angka kematian ibu (AKI) masih tinggi yang diakibatkan salah satunya oleh terlalu dekat jarak kelahiran sehinga perlu dilakukan pengendalian atau pengontrolan pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana..Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-fakor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi pada pengguna metode kontrasepsi jangka panjang non permanen di Indonesia analisis SDKI tahun 2017. Desain yang digunakan dalam peneltian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian sebesar 8.238, sampel yang diambil berdasarkan total sampling data yang termasuk kriteria inklusi dan eklusi penelitian. Analisis bivariate dan multivariate menggunakan regresi logistic. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 58,4% menggunakan implan, 41,6% menggunakan IUD. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi pada penggunaan MKJP non permanen adalah faktor umur, pendidikan,status ekonomi, wilayah tempat tinggal, dan jumlah anak. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan secara statistik adalah faktor status bekerja, diskusi KB dengan suami, kunjungan petugas lapangan, dan informasi media masa
Read More
T-5785
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfiah Rahma; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Sabarinah, Maria Gayatri ; Dini Dachlia
Abstrak:
Indonesia terus mengalami perkembangan yang dinamis. Indonesia merupakan negara ke 4 penduduk terbanyak di dunia yaitu 275 juta jiwa. Keluarga Berencana adalah upaya pengendalian jumlah anak yang dilahirkan, jarak dan umur lahir yang ideal. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode yang dinilai paling efektif mencegah kehamilan. Angka penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 13,4%. Provinsi Banten memiliki tingkat kesertaan MKJP terendah sebesar 7,4% diikuti oleh provinsi Aceh 7,7%. Beberapa provinsi juga mengalami penurunan penggunaan MKJP, seperti provinsi riau pada tahun 2017 8,3% sedangkan tahun 2012 sebesar 8,5%, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2017 18,6% pada tahun 2012 21,1%. Media informasi kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran akan suatu penyebab atau topik dengan menyebarkan data dan informasi yang relevan kepada khalayak luas. Penggunaan internet di rumah mencapai 78,18% pada tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan akses media informasi dengan penggunaan metode kontraseosi jangka panjangpada wanita usia subur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel wanita usia subur berstatus kawin dan menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang yang terpilih menjadi responden dalam SDKI tahun 2017 serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 18.263 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara akses media informasi dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (p value <0,001). Wanita usia subur yang akses media informasi sebanyak 3.188 responden (25,5%) memiliki kemungkinan untuk menggunakan MKJP 1,2 kali (95% CI: 1,1-1,8) lebih tinggi dibandingkan dengan wanita usia subur yang tidak akses media informasi.

Indonesia continues to experience dynamic development. Indonesia is the 4th most populous country in the world, namely 275 million people. Family planning is an effort to control the number of children born, spacing and ideal birth ages. The Long Term Contraceptive Method (MKJP) is the method that is considered the most effective in preventing pregnancy. The rate of use of long-term contraceptive methods (MKJP) in Indonesia in 2017 was 13.4%. Banten province has the lowest MKJP participation rate at 7.4% followed by Aceh province at 7.7%. Several provinces also experienced a decrease in the use of MKJP, such as Riau Province in 2017 8.3% while in 2012 it was 8.5%, Yogyakarta Special Region Province in 2017 18.6% and in 2012 21.1%. Health information media is to increase awareness of a cause or topic by disseminating relevant data and information to a wide audience. Internet use at home reached 78.18% in 2020. The aim of this research was to determine the relationship between access to information media and the use of long-term contraception methods among women of childbearing age in Indonesia. This study used a cross-sectional design with a sample of women of reproductive age who were married and used long-term contraceptive methods who were selected as respondents in the 2017 IDHS and met the inclusion and exclusion criteria of 18,263 respondents. The research results show that there is a relationship between access to information media and the use of long-term contraceptive methods (p value <0.001). Women of childbearing age who had access to information media as many as 3,188 respondents (25.5%) were 1.2 times more likely to use MKJP (95% CI: 1.1-1.8) compared to women of childbearing age who did not have access to information media.
Read More
T-7131
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nenda Wulandari Nurzakiah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Dadan Erwandi, Rahmadewi, Jusuf Kristianto
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan pemeriksaan kesehatan masa nifas dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang dikontrol dengan variabel kovariat yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, daerah tempat tinggal, jumlah anak ideal, pengambilan keputusan dan keterpaparan informasi pada wanita usia subur di Indonesia dengan menganalisis data sekunder SDKI tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan hasil analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian yaitu sebagian besar responden menggunakan KB jenis Non-MKJP yaitu sebesar 78,0%; responden paling banyak melakukan pemeriksaan kesehatan masa nifas pada periode late postpartum; terdapat perbedaan risiko dari variabel usia, keputusan penggunaan KB, status pekerjaan, tingkat pendidikan dan keterpaparan informasi dengan penggunaan jenis KB; tidak terdapat perbedaan risiko dari variabel status ekonomi dan jumlah anak ideal dengan penggunaan jenis KB; pemeriksaan kesehatan masa nifas tidak mempunyai pengaruh terhadap penggunaan jenis KB (nilai-p >0,05). Peningkatan konseling kontrasepsi secara individu sejak awal perlu dilakukan terutama pada masa perencanaan kehamilan hingga masa nifas agar meningkatnya penggunaan MKJP khususnya KB pascasalin sehingga berkurangnya unmetneed dan angka kejadian kehamilan tidak diinginkan
Read More
T-6431
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diny Nahrudiani; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Evi Martha, Popy Yuniar, Eriati
Abstrak:
Metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu metode kontrasepsi yang di tujukan untuk mengatur kelahiran dan menekan laju pertambahan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan tidak menggunakan kontrasepsi dan hubungannya dengan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada wanita usia subur (WUS) di Indonesia. Studi ini menggunakan data sekunder SDKI 2017 dan dianalisis dengan univariat, bivariat, dan multivariate korelasi logistik ganda untuk mengeksplorasi karakteristik umur, pendidikan dan tempat tinggal responden. Alasan tidak menggunakan kontrasepsi dari jarak, biaya dan larangan suami dalam kaitannya dengan penggunaan MKJP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karestistik responden: Sebagian besar WUS yang berusia ≥ 30 tahun (67,7%), memiliki pendidikan rendah (59,1%), dan tinggal di kota (50,9%). Alasan jarak mayoritas WUS (80,2%) tidak memiliki masalah dalam jarak akses terhadap layanan kontrsepsi, tidak ada masalah dalam hal pembiayaan MKJP 99,5%, dan 97,3% tidak mendapat larangan dari suami dalam penggunaan MKJP/. Analisis model regresi logistik ganda mengungkapkan bahwa perilaku penggunaan MKJP dipengaruhi oleh umur, pendidikan, tempat tinggal, jarak, biaya dan larangan suami. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang alasan tidak menggunakan kontrasepsi dan hubungannya dengan perilaku penggunaan MKJP pada WUS di Indonesia, yang dapat membantu dalam pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan penggunaan MKJP di kalangan wanita usia subur di Indonesia.

The long-term contraceptive method is one of the contraceptive methods that is intended to regulate births and reduce the rate of population growth. This study aims to identify the reasons for not using contraception and its relationship with the use of Long-Term Contraceptive Methods (MKJP) in women of childbearing age (WUS) in Indonesia. This study used SDKI 2017 secondary data and was analyzed with univariate, bivariate, and multivariate multiple logistic correlations to determine the explore the characteristics of the respondents' age, education and place of residence. The reasons for not using contraception are distance, cost and prohibition of husbands in relation to the use of MKJP. The results showed that the respondents were charismatic: Most WUS were ≥ 30 years old (67.7%), had low education (59.1%), and lived in the city (50.9%). Distance reason: The majority of WUS (80.2%) have no problems in access distance to the contract service no problems in terms of MKJP financing is 99.5%, and 97.3% do not get a ban from the husband in using MKJP/. The analysis of the multiple logistic regression model revealed that the behavior of using MKJP was influenced by age, education, place of residence, distance, cost and husband prohibition. This study provides in-depth insights into the reasons for not using contraceptives and their relationship with the behavior of using MKJP in WUS in Indonesia, which can help in the development of more effective interventions for to increase the use of MKJP among women of childbearing age in Indonesia.
Read More
T-7061
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reni Nirmasari; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi
Abstrak:
Kontrasepsi MKJP memiliki efektivitas dan efisiensi yang tinggi terhadap pencegahan kehamilan. Tingkat putus pakai MKJP yang rendah dapat mencegah dari kehamilan yang tidak diinginkan.. Di Indonesia, cakupan MKJP masih rendah yaitu 14% dibandingkan non MKJP 44%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan penggunaan MKJP pada wanita PUS (15-49 tahun) di Indonesia berdasarkan Data SDKI tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari hasil survei demografi kesehatan Indonesia tahun 2017. Sampel yang digunakan merupakan total sampel berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang berjumlah 11.545 responden. Analisis data SDKI 2017 dilakukan pada bulan Desember 2022. Hasil analisis antara veriabel independen dengan dependen diuji secara chi square. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa wanita yang berumur >30 tahun memiliki kecenderungan untuk menggunakan MKJP 1,41 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita PUS berumur2 orang memiliki kecenderungan 1,34 kali lebih tinggi dibandingkan yang memiliki anak

MKJP contraception has high effectiveness and efficiency in preventing pregnancy. A low MKJP dropout rate can prevent unwanted pregnancies. The purpose of this study was to determine the factors that influence the use of MKJP in women of childbearing age (15-49 years) in Indonesia based on the 2017 IDHS data. This study used a quantitative method with a cross-sectional design using secondary data from the results of a health demographic survey. Indonesia in 2017. The sample used is a total sample based on inclusion and exclusion criteria, totaling 11,545 respondents. The 2017 IDHS data analysis was carried out in December 2022. The results of the analysis between the independent and dependent variables were tested by chi-square. Based on the results of the analysis, it was found that women aged >30 years tended to use MKJP 1.41 times higher than women of PUS aged
Read More
S-11209
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septiyani Wijayanti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Narila Mutia Nasir
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pemilihan metode kontrasepsi pada ibu bekerja terhadap pemilihan metode kontrasepsi pada ibu bekerja di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas X. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah non probability sampling dan teknik yang digunakan adalah consecutive sampling. Waktu pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2020. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji chi-square.
Read More
S-10588
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khairunisa Cikal Adilah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Yovsyah, Dewi Safitri
Abstrak:
Latar belakang: Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu strategi penting dalam upaya pencegahan kehamilan berisiko. Wanita usia subur pascapersalinan sectio caesarea merupakan kelompok yang memerlukan pengaturan jarak kehamilan yang optimal, namun pemanfaatan MKJP pada kelompok ini masih belum optimal di Indonesia dan berkaitan dengan perbedaan faktor sosiodemografi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi yang bersalin Sectio Caesarea dengan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, menggunakan data sekunder dari data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Hasil: Proporsi penggunaan MKJP pada wanita usia subur yang melahirkan melalui sectio caesarea sebesar 51,3%. Hasil uji bivariat menunjukan terdapat hubungan signifikan (p<0,001) pada usia reproduksi berisiko (OR=2,45; 95% CI: 2,27–2,65), tingkat pendidikan (OR=0,59; 95% CI: 0,53–0,65), pekerjaan (OR=1,39; 95% CI: 1,29–1,49), paritas (OR=2,60; 95% CI: 2,37–2,85), tempat tinggal (OR=0,83; 95% CI: 0,77–0,89), kepemilikan jaminan kesehatan (OR=0,75; 95% CI: 0,67–0,84) dengan penggunaan MKJP. Kesimpulan: Faktor sosiodemografi wanita usia 15-49 tahun yang bersalinan sectio caesarea berhubungan signifikan secara statistik dengan penggunaan MKJP di Indonesia, di mana wanita usia subur yang melahirkan melalui Sectio Caesarea memiliki peluang lebih besar untuk menggunakan MKJP.

Background: The use of long-term contraception methods is an important strategy in preventing risky pregnancies. Women of childbearing age who have undergone cesarean section are a group that requires optimal spacing between pregnancies, but the use of long-term contraception methods in this group is still not optimal in Indonesia and is related to differences in sociodemographic factors. Objective: To determine the relationship between sociodemographic factors of women who gave birth via cesarean section and the use of long-acting contraceptive methods in Indonesia. Methods: This study is a quantitative cross-sectional study using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). Results: The proportion of LCM use among women of reproductive age who gave birth via cesarean section was 51.3%. Bivariate analysis showed a significant association (p<0.001) with reproductive age at risk (OR=2.45; 95% CI: 2.27–2.65), education level (OR=0.59; 95% CI: 0.53–0.65), occupation (OR=1.39; 95% CI: 1.29–1.49), parity (OR=2.60; 95% CI: 2.37–2.85), place of residence (OR=0.83; 95% CI: 0.77–0.89), and health insurance coverage (OR=0.75; 95% CI: 0.67–0.84) with the use of long-term contraceptive methods. Conclusion: Sociodemographic factors of women aged 15-49 years who gave birth by cesarean section were statistically significantly associated with the use of long-acting reversible contraception in Indonesia, where women of childbearing age who gave birth by cesarean section were more likely to use long-acting contraceptive methods.
Read More
S-12178
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deasy Apriyanah; Pembimbing: Besral; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi, Muslimat
Abstrak: Latar Belakang: MKJP merupakan salah satu indikator kinerja utama pada rencana strategis BKKBN dalam meningkatkan kepesertaan keluarga dalam keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, namun demikian capaiannya masih rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan penggunaan MKJP pada Wanita Usia yang Tidak Menginginkan Anak Lagi di Pulau Kalimantan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional, menggunakan data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Sampel penelitian berjumlah 1034 responden. Analisis data menggunakan uji statistik regresi logistik. Hasil: Hasil analisis didapatkan persentase penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi di pulau Kalimantan adalah sebesar 12,9%. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan PT (p=0,01, OR=3,04), status ekonomi atas (p=0,024, OR = 1,9), dan sumber pelayanan KB (p=<0,001, OR = 3,88) dengan penggunaan MKJP. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia, pekerjaan, tempat tinggal, pengetahuan, paritas, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, pengambilan keputusan berKB dan keterpaparan informasi dengan dengan penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi. Hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang dominan berhubungan dengan penggunaan MKJP adalah sumber pelayanan KB. WUS dengan sumber pelayanan KB sebelumnya di sektor pemerintah berpeluang 6,07 kali untuk penggunaan MKJP dibandingkan WUS dengan sumber pelayanan KB di sektor swasta/lainnya setelah dikontrol oleh variabel pendidikan, status ekonomi, sumber pelayanan KB dan keperpaparan informasi KB (pv=<0,001 OR=6,07 95% CI 3,371 -9,886). Kesimpulan: Pemerintah perlu meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan Rumah sakit / klinik/ bidan swasta dalam memberikan pelayanan MKJP. Kata Kunci: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, Wanita Usia Subur, Survey Demografi Kesehatan Indonesia, Tidak Menginginkan Anak Lagi, Kalimantan.
Background: MKJP is one of the main performance indicators in the BKKBN strategic plan in increasing family participation in family planning and reproductive health, however, the results are still low. Purpose: The aim of this study was to analyze the determinants of the use of MKJP in Women of the Age Who Do Not Want More Children on the Island of Borneo. Method: This type of research is a quantitative study with a cross-sectional research design, using secondary data from the 2017 Indonesian Health Demographic Survey (IDHS). The study sample consisted of 1034 respondents. Data analysis used logistic regression statistical test. Results: The results of the analysis showed that the percentage of the use of MKJP for WUS who did not want any more children on the island of Kalimantan was 12.9%. The results of the bivariate test showed that there was a relationship between PT education (p=0.01, OR=3.04), upper economic status (p=0.024, OR = 1.9), and sources of family planning services (p=<0.001, OR = 3.88) with the use of MKJP. While there is no relationship between age, occupation, place of residence, knowledge, parity, husband's support, support from health workers, family planning decision-making and information exposure with the use of MKJP in WUS who do not want more children. The results of the multivariate analysis showed that the dominant variable related to the use of MKJP was the source of family planning services. WUS with previous sources of family planning services in the government sector had a 6.07 times chance of using MKJP compared to WUS with family planning service sources in the private/other sectors after controlling for the variables of education, economic status, sources of family planning services and exposure to family planning information (pv=
Read More
T-6834
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayuning Aulia; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Evi Martha, Fabiola Tazrina Tazir, Narila Mutia Nasir
Abstrak: Metode kontrasepsi jangka panjang diharapkan dapat menurunkan fertilitas di Indonesia serta menurunkan angka kematian ibu yang masih cukup tinggi. Oleh karena itu, pemerintah membuat Renstra 2015-2019 dan menargetkan capaian persentase peserta KB aktif MKJP tahun 2017 menurut yaitu 21,7%. (BKKBN,2015). Pemakaian kontrasepsi di Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas Kalimantan Barat tahun 2017 masih didominasi oleh pengguna non MKJP yaitu sebesar 94,46 sementara pengguna MKJP hanya 5,44%. Tujuan penulisan ini untuk menganalisis hambatan keikutsertaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menerangkan umur dan dukungan suami tidak ada hubungan dengan keikutsertaaan menggunakan Metode kontrasepsi jangka panjang sedangkan Pendidikan (pvalue=0,039, CI=1,279-30,396, OR=6,234), pengetahuan (p value=0,007, CI= 1,578-13,449, OR=4,577), jumlah anak (p value=0,024, CI=1,263-10,853, OR=3,702), Ketepaparan informasi (pvalue= 0,028, CI=1,226-10,533, OR=3,593), dan Ketersediaan alat kontrasepsi (p value=0,049, CI= 1,090-14,067, OR=3,916) mempengaruhi keikutsertaan menggunakan MKJP. Saran penelitian yaitu untuk BKKBN dapat melakukan pengadaan PLKB yang dalam hal ini sebagai perpanjangan tangan dari BKKBN untuk menyampaikan informasi tentang kontrasepsi dimasyarakat. Dapat melakukan pelatihan untuk PLKB dalam menyempaikan informasi tentang Kontrasepsi agar dapat diterima oleh masyarakat. Untuk PLKB memberikan informasi kepada pasangan usia subur tentang efek samping alat kontrasepsi, cara mengatasi efek samping, waktu dan jadwal KB, dan Cara menggunakan/ pemasangan alat/cara KB. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui acara/kegiatan dimasyarakat. Untuk Penelitian Selanjutnya melakukan penelitian secara kualitatif tentang keikutsertaan MKJP agar bisa mengetahui lebih mendalam tentang alasan ketidakikutsertaan MKJP. Variabelnya dapat ditambah dengan efek samping kontrasepsi yang digunakan, jumlah anak yang diinginkan, kompetensi bidan dalam pemasangan MKJP dan lain sebagainya
Read More
T-5512
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive