Risma Mulia; Promotor: Budi Utomo; Ko Promotor: Wendy Hartanto; Penguji: Sabarinah, Agustin Kusumayati, Kemal Nazasruddin Siregar, Omas Bulan Samosir, Augustina Situmorang, Sudibyo Alimoeso
Abstrak:
Kelahiran risiko tinggi menjadi ancaman sekaligus penyumbang terbesar kematian ibu dan anak
di negara berkembang termasuk Indonesia. Data global, 810 perempuan hamil dan melahirkan
meninggal tiap harinya di negara berkembang. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran
kelahiran risiko tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran risiko tinggi di
Indonesia. Studi ini menggunakan data SDKI 2017 dengan pendekatan cross-sectional. Subyek
penelitian adalah semua kelahiran terakhir dalam lima tahun sebelum survei sebesar 14.257
kelahiran. Variabel independen adalah faktor individu (pendidikan ibu dan status pekerjaan
ibu), faktor suami/pasangan (diskusi tentang KB dengan suami/pasangan), faktor rumah tangga
(status sosial ekonomi dan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga),
faktor lingkungan (tempat tinggal dan wilayah), faktor demografi (umur melahirkan terakhir
dan paritas), dan faktor program/layanan kesehatan dan KB (metode KB yang digunakan
sebelum kehamilan terakhir dan akses informasi KB dari TV, radio, majalah/koran dan
internet). Variabel dependen yaitu kelahiran terlalu muda (<20 tahun), kelahiran terlalu tua
(>=35 tahun), kelahiran terlalu dekat jaraknya (<24 bulan), kelahiran terlalu banyak (4+), dan
kehamilan tidak diinginkan. Analisis data menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian
menunjukkan proporsi kelahiran terlalu muda 8,2%, kelahiran terlalu tua 18,6%, kelahiran
terlalu dekat 5,3%, kelahiran terlalu banyak 11,4%, kehamilan tidak diinginkan sebesar 8,2%
dan 11,3% kelahiran berisiko (4T dan KTD). Analisis multivariat diperoleh faktor paling
dominan pengaruhnya terhadap kelahiran terlalu muda adalah riwayat KB (OR=4,6; 95%
CI=3,9-5,5). Sementara itu, akses informasi KB dari internet (OR=2,9; 95% CI=2,6-3,4)
sebagai faktor paling berpengaruh terhadap kelahiran terlalu tua. Hasil analisis diperoleh ANC
1-3 (OR=2,1; 95% CI=1,6-2,7) dan tidak ANC (OR:2,4: 95% CI:1,7-3,2) adalah faktor paling
dominan pengaruhnya pada kelahiran terlalu dekat. Faktor yang paling berpengaruh terhadap
kelahiran terlalu banyak adalah wilayah luar Jawa-Bali I (OR: 2,1: 95% CI: 1,8-2,4) dan luar
Jawa-Bali II (OR: 3,0: 95% CI: 2,6-3,6) Paritas 4+ (OR: 72: 95% CI: 43-121) merupakan faktor
yang paling dominan mempengaruhi kehamilan tidak diinginkan. Faktor yang paling dominan
pengaruhnya terhadap kelahiran berisiko (4T dan KTD) adalah akses informasi KB dari
internet (OR:2,8: 95% CI: 2,3-3,3). Program intervensi dengan meningkatkan pelayanan KB
berkualitas dan akses metode alat/cara KB modern yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia
untuk mencegah kelahiran risiko tinggi. Meningkatkan penyebarluasan informasi KB melalui
TV dan internet dan mendorong pemeriksaan ANC berkualitas bagi ibu hamil.
Read More