Ditemukan 38952 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Asriyanti Bandaso; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Hanny Susilo; Sophia
Abstrak:
Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan. Selain membawa dampak positif, rumah sakit juga membawa dampak negatif yaitu adanya limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit, yang jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pada Maret 2020 terjadi bencana non-alam pandemi Covid-19 di Indonesia yang menyebabkan produksi limbah medis padat di rumah sakit meningkat secara signifikan sehingga membutuhkan juga peningkatan kapasitas pengelolaannya dari segi kuantitas dan kualitasnya. Rumkital Dr. Mintohardjo sebagai salah satu rumah sakit rujukan covid-19 telah melaksanakan pengelolaan limbah meski dirasa belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) padat melalui pendekatan sistem di Rumkital Dr. Mintohardjo. Jenis penelitian ini adalah observasional, yaitu menggambarkan sistem pengelolaan limbah B3 padat mulai dari input, proses, dan output untuk mengetahui permasalahan yang ada dalam sistem pengelolaan limbah B3 padat di Rumkital Dr. Mintohardjo. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari telaah dokumen yang ada. Masalah yang ada pada tahap input adalah kurangnya petugas di bagian kesehatan lingkungan sedangkan pada tahap proses masalahnya berada pada prosedur pelaksanaan pengelolaan limbah B3 padat yang masih belum optimal (belum sesuai dengan standar yang ditetapkan)dan kapasitas mesin incinerator yang tidak sebanding dengan jumlah timbulan limbah B3 padat. Pada tahap output, diharapkan seluruh timbulan timbulan limbah B3 padat dapat terkelola dengan baik. Oleh karena terdapat masalah dalam pengelolaan limbah B3 padat sehingga perlu adanya peningkatan manajemen pengelolaan limbah B3 padat dan adanya evaluasi pengelolaan secara reguler agar tercipta lingkungan rumah sakit yang sehat
Hospital is a health facility that organizes health service activities. Apart from having a positive impact, hospitals also have a negative impact, namely the presence of waste generated from hospital activities, which if not handled properly will have an impact on public health and the environment. In March 2020 there was a non-natural disaster from the Covid-19 pandemic in Indonesia which caused the production of solid medical waste in hospitals to increase significantly, thus requiring an increase in its management capacity in terms of quantity and quality. Dr. Rumkital Mintohardjo as one of the covid19 referral hospitals has implemented waste management even though it is not optimal. This study aims to analyze the management of solid hazardous and toxic (B3) waste through a systems approach at Dr. Rumkital. Mintohardjo. This type of research is observational, which describes the B3 solid waste management system starting from the input, process, and output to find out the problems that exist in the hazardous solid waste management system at Dr. Rumkital. Mintohardjo. The types of data used are primary data and secondary data. Primary data were obtained from in-depth interviews and direct observations, while secondary data were obtained from reviewing existing documents. The problem at the input stage is the lack of officers in the environmental health department, while at the process stage the problem lies in the implementation procedure for B3 solid waste management which is still not optimal (not in accordance with the established standards) and the capacity of the incinerator machine which is not proportional to the amount of B3 waste generation. solid. At the output stage, it is expected that all solid hazardous waste generation will be managed properly. Because there are problems in the management of B3 solid waste, it is necessary to improve the management of B3 solid waste and regular management evaluations in order to create a healthy hospital environment
Read More
Hospital is a health facility that organizes health service activities. Apart from having a positive impact, hospitals also have a negative impact, namely the presence of waste generated from hospital activities, which if not handled properly will have an impact on public health and the environment. In March 2020 there was a non-natural disaster from the Covid-19 pandemic in Indonesia which caused the production of solid medical waste in hospitals to increase significantly, thus requiring an increase in its management capacity in terms of quantity and quality. Dr. Rumkital Mintohardjo as one of the covid19 referral hospitals has implemented waste management even though it is not optimal. This study aims to analyze the management of solid hazardous and toxic (B3) waste through a systems approach at Dr. Rumkital. Mintohardjo. This type of research is observational, which describes the B3 solid waste management system starting from the input, process, and output to find out the problems that exist in the hazardous solid waste management system at Dr. Rumkital. Mintohardjo. The types of data used are primary data and secondary data. Primary data were obtained from in-depth interviews and direct observations, while secondary data were obtained from reviewing existing documents. The problem at the input stage is the lack of officers in the environmental health department, while at the process stage the problem lies in the implementation procedure for B3 solid waste management which is still not optimal (not in accordance with the established standards) and the capacity of the incinerator machine which is not proportional to the amount of B3 waste generation. solid. At the output stage, it is expected that all solid hazardous waste generation will be managed properly. Because there are problems in the management of B3 solid waste, it is necessary to improve the management of B3 solid waste and regular management evaluations in order to create a healthy hospital environment
B-2190
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Retna Komara; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Riamin Sitorus
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kebijakanpengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) pasca akreditasi JCI di RSUPNdr.Cipto Mangunkusumo Jakarta Tahun 2014. Fokus penelitian ini adalahimplementasi kebijakan pengelolaan B3 dan faktor-faktor yang mempengaruhinyayaitu komunikasi, sumber daya,disposisi dan stuktur birokrasi. Permasalahan yangdiangkat dalam penelitian ini adalah berdasarkan data dari laporan rondemanajemen dimana banyak temuan-temuan pengelolaan B3 di lapangan pascaakreditasi JCI yang tidak sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah ditetapkandalam kebijakan pengelolaan B3 dan juga dilihat dari data Unit K3RS dimanaterjadi beberapa insiden yang dilaporkan terkait dengan pengelolaan B3 pascaakreditasi JCI. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi tak berstruktur dan telaah dokumen. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisadata dalam penelitian ini menggunakan analisis isi (content analysis).Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan B3 pasca akreditasi JCI di RSUPN dr.Cipto Mangunkusumo belum berjalan dengan baik. Pada faktor komunikasi: Transmisi yang kurang maksimal,ketidakjelasan kebijakan dimana secara isi yang belum lengkap danpenyampaiannya ke lapangan belum optimal serta pelaksanaan kebijakan yangbelum konsisten. Selanjutnya, pada faktor sumber daya: SDM, fasilitas dananggaran masih belum memadai. Pada faktor disposisi implementor yang jugabelum baik, para pelaksana kebijakan secara umum kurang cukup kuat memiliki komitmen untuk mendukung pelaksanaan kebijakan pengelolaan B3 ini. Terakhirfaktor struktur birokrasi: Mekanisme pelaksanaan, koordinasi dan monitoringyang belum berjalan efektif.
Kata Kunci: FMS JCI , Implemetasi, Kebijakan, Pengelolaan B3.
Read More
Kata Kunci: FMS JCI , Implemetasi, Kebijakan, Pengelolaan B3.
S-8510
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mohammad Zakir Chohan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Temmasonge Radi Paki, Titi Anggraeni
Abstrak:
Perawat mempunyai fungsi kolaborasi dalam pemberian asuhan keperawatan dan kemampuan dalam penerapan 6 tepat pemberian obat meliputi : tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat dokumentasi.Tujuan penelitian mengetahui perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat benar obat dan hubungan dengan karakteristik, pengetahuan, sikap,pemahaman etis&hukum serta humanisme dan kultur kompetensi yang mempengaruhi kinerja selama masa pandemic Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode cross sectional dengan total sampel 50 perawat di ruang Intensive Care RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. Analisis bivariat dengan Contiunity Corretion dan multivariat dengan regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antar humanisme dan kultur kompetensi dengan perilaku profesional dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p Value 0,000) sejumlah 74.2%, dan pemahaman etis dan hukum dengan perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p value 0,043) sejumlah 63,39%. Hasil multivariat variabel humanisme dan kultur kompetensi menjadi faktor dominan perilaku profesional perawat dalam 6 tepat pemberian obat. Perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat mendukung peningkatan pelayanan terhadap keselamatan pasien dalam pemberian obat yang aman. Perilaku professional perawat menjadi penilaian sangat mendasar dalam proses kredensi untuk seleksi karyawan.Upaya penerapan.prinsip ini dapat dilakukan dengan pendidikan keperawatan berkelanjutan dan meningkatkan supervisi.
Nurses have a collaborative function in providing nursing care and the ability to implement appropriate 6 drugs, including: the right patient, the right drug, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. the relationship with the characteristics, knowledge, attitudes, ethical & legal understanding as well as humanism and the culture of competence that affect performance during the Covid-19 pandemic. This study used a quantitative approach with cross sectional method with a total sample of 50 nurses in the Intensive Care Room at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Bivariate analysis with Contiunity Corretion and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between humanism and a culture of competence with professional behavior in the correct application of medication (p value 0.000) amounting to 74.2%, and ethical and legal understanding with professional behavior of nurses in the correct application of 6 drugs (p value 0.043). 63.39%. The multivariate results of humanism and competency culture variables are the dominant factors in the professional behavior of nurses in administering drugs. The professional behavior of nurses in the proper application of drug administration supports the improvement of services for patient safety in safe drug administration. The professional behavior of nurses is a very basic assessment in the credential process for employee selection. Efforts to implement this principle can be done by continuing nursing education and increasing supervision.
Read More
Nurses have a collaborative function in providing nursing care and the ability to implement appropriate 6 drugs, including: the right patient, the right drug, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. the relationship with the characteristics, knowledge, attitudes, ethical & legal understanding as well as humanism and the culture of competence that affect performance during the Covid-19 pandemic. This study used a quantitative approach with cross sectional method with a total sample of 50 nurses in the Intensive Care Room at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Bivariate analysis with Contiunity Corretion and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between humanism and a culture of competence with professional behavior in the correct application of medication (p value 0.000) amounting to 74.2%, and ethical and legal understanding with professional behavior of nurses in the correct application of 6 drugs (p value 0.043). 63.39%. The multivariate results of humanism and competency culture variables are the dominant factors in the professional behavior of nurses in administering drugs. The professional behavior of nurses in the proper application of drug administration supports the improvement of services for patient safety in safe drug administration. The professional behavior of nurses is a very basic assessment in the credential process for employee selection. Efforts to implement this principle can be done by continuing nursing education and increasing supervision.
B-2221
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Triyanti Permatasari; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Sophia, Muji Wilestanto
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Di masa pandemi COVID-19 saat ini pemakaian alat pelindung diri merupakan cara terbaik untuk meminimalkan resiko terinfeksi. Meskipun manfaatnya telah terbukti, kepatuhan penggunaan APD masih menemui kendala. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepatuhan perawat dalam memakai APD di ruang rawat inap COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang dengan instrumen penelitian berupa kuesioner dan formulir observasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 109 perawat yang bertugas di ruangan P. Selayar, P. Pagai, P. Tarempa, P. Sangeang, P. Numfor, P. Sibatik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui link Google Form dan formulir ceklis observasi yang berpedoman pada SPO yang berlaku. Analisis bivariat menggunakan uji T-independen dan uji korelasi . Untuk analisis multivariat variabel penelitian yang berupa ordinal dan interval akan diuji menggunakan Regresi Linear Multivariabel . Hasil dan Kesimpulan: Kepatuhan perawat dalam memakai APD masih perlu ditingkatkan pada kegiatan hand-hygiene. Pengetahuan baik dan sikap yang positif ditunjukkan oleh sebagian besar perawat di ruang rawat inap COVID-19. Saran: Meningkatkan pemahaman perawat mengenai pentingnya melakukan HH diantara kegiatan saat melepas APD. Meningkatkan pelatihan/sosialisasi melalui media digital seperti pembuatan video pengajaran . Menjamin ketersediaan APD untuk semua ukuran. Mengoptimalkan peran IPCLN di ruangan
Background: During the current COVID-19 pandemic, the use of personal protective equipment is the best way to minimize infection risk. Although the benefits have been proven, compliance with the use of PPE still encounters obstacles. The aims of this study is to determine the compliance of nurses in wearing PPE in the COVID-19 inpatient room. Method: This research is a quantitative research with a cross-sectional design with research instruments are questionnaires and observation forms. There are109 nurse where selected based on the total sample who served in P. Selayar, P. Pagai, P. Tarempa, P. Sangeang, P. Numfor, P. Sibatik wards. Data were collected using a questionnaire share via a Google Form link and observation checklist form that is guided by the applicable SOP. Bivariate analysis used Independent T-test and Correlation test. Multivariate analysis of research variables in the form of ordinal and interval tested using Multivariable Linear Regression. by the Data analysis using Linear Regression test. Results and Conclusions: Nurses' compliance in wearing PPE needs to be improved in hand-hygiene activities. Good knowledge and positive attitudes are shown by most of the nurses in the COVID-19 inpatient room. Recomendation: Raise nurses' awareness of HH performance between activities when doffing PPE. Develop training/socialization through digital media such as making teaching videos. Provide availability of PPE for all size. Optimizing the role of IPCLN in the ward.
B-2210
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sophia; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Mardiati Nadjib, Kurnia Sari, Hevi Widi Hastuti, Svetlana S. Paruntu
Abstrak:
ABSTRAK Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai peta jalan (roadmap) menuju jaminan kesehatan semesta / Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2019, seluruh penduduk menjadi peserta Jaminan Kesehatan. Untuk itu Rumkital Dr. Mintohardjo harus selalu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu karena jumlah pasien BPJS Kesehatan yang di rawat inap semakin meningkat setiap tahunnya. Analisis biaya merupakan tindakan strategis yang sangat perlu dilakukan karena saat ini rumah sakit telah menjadi suatu lembaga sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya satuan tindakan bedah appendiktomi di kamar operasi Rumkital Dr. Mintohardjo tahun 2017 dengan menghitung biaya langsung dan tidak langsung. Penelitian ini merupakan operational research yang bersifat deskriptif, melakukan analisis biaya satuan tindakan appendiktomi di kamar operasi tahun 2017. Metode analisis yang digunakan adalah metode distribusi sederhana. Hasil penelitian yaitu biaya investasi tindakan appendiktomi sebesar Rp 26.280.456,- atau 5,2% dari biaya total tindakan appendiktomi. Biaya operasional merupakan biaya yang paling besar dibandingkan dengan biaya investasi dan biaya pemeliharaan yaitu sebesar Rp 420.142.348,- atau 83,7% dari biaya total tindakan appendiktomi dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 1.992.830,- atau 0,4%, Alokasi biaya unit penunjang untuk tindakan appendiktomi sebesar Rp 52.313.904,- atau 10,4% dan alokasi biaya tidak langsung lainnya sebesar Rp 1.430.090,- atau 0,3%. Total biaya tindakan appendiktomi sebesar Rp 502.159.628,- Biaya satuan aktual tindakan appendiktomi sebesar Rp 3.025.058,-. Cost Recovery Rate (CRR) sebesar 109,07%. Perhitungan biaya satuan merupakan strategi awal dari setiap perhitungan tarif pelayanan. Kata Kunci : Biaya satuan, tindakan bedah appendiktomi. metode distribusi sederhana ABSTRACT National Health Insurance (JKN) participation in accordance with the roadmap to universal health insurance / Universal Health Coverage (UHC) in 2019, all residents become participants of Health Insurance. For that Rumkital Dr. Mintohardjo must always provide quality health services because the number of BPJS Health patients hospitalized increases every year. Cost analysis is a strategic action that is very necessary because at this time the hospital has become a socio-economic institution. This study aims to analyze the unit cost of appendectomy surgery in operating room Dr. Mintohardjo Navy Hospital in 2017 by calculating direct and indirect costs. This research is a descriptive operational research, analyzes the unit cost of appendectomy in the operating room in 2017. The analytical method used is a simple distribution method. The results of the study are the investment costs of appendectomy is Rp. 26,280,456, or 5.2% of the total cost of appendectomy. Operational costs are the biggest costs compared to investment costs and maintenance costs, which amounted to Rp 420,142,348, or 83.7% of the total cost of appendectomy and maintenance costs is Rp 1,992,830, - or 0.4%, cost allocation supporting units for appendectomy is Rp. 52,313,904, - or 10.4% and allocation of other indirect costs amounting to Rp 1,430,090, - or 0.3%. The total cost of appendectomy is Rp. 502,159,628, - the actual unit cost of appendectomy is Rp. 3,025,058. Cost Recovery Rate (CRR) which amount to 109,07%. Unit cost calculation is the initial strategy of each service tariff calculation. Keywords : Unit cost, appendectomy surgery, simple distribution method
Read More
B-2055
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dyani Kusumowardhani; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Mohammad Syahril, Titi Anggraeni Nasution
Abstrak:
Kondisi pandemi Covid-19 memaksa semua rumah sakit untuk bekerja keras agar dapat memberi layanan terbaik pada penyakit baru ini. Salah satunya adalah mencari cara pelayanan yang seefisien mungkin tanpa mengurangi mutu pelayanan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan Lean Management dapat menjadi cara bagi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso (RSPI SS) untuk mencapai efisiensi pelayanan di Instalasi Perawatan Intensif (ICU). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif observasional semi eksperimental dengan intervensi berupa perubahan alur pelayanan keperawatan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, Focus Group Discussion, dan wawancara mendalam. Dari penelitian didapatkan bahwa untuk menangani pasien Covid-19 di ICU RSPI SS, perbandingan perawat-pasien 1:1 masih sesuai. Prinsip dasar cara kerja yang terstandarisasi diterapkan dengan memodifikasi cara pembagian waktu melakukan pelayanan menjadi 2 grup dan pengaturan alur pelayanan keperawatan. Prinsip dasar lainnya yaitu Kaizen diterapkan dengan evaluasi dan penyempurnaan alur secara terus menerus. Berbagai metoda Lean, yaitu Visual Management, 5S, dan Kanban diterapkan di ICU RSPI SS, termasuk untuk pemantauan pasien serta penyiapan obat dan Alat Pelindung Diri. Keterbatasan area nurse station menjadi kendala kelancaran pekerjaan. Disarankan untuk memanfaatkan teknologi informasi semaksimal mungkin, mengkaji perubahan letak nurse station utama, serta menerapkan Lean Management di unit-unit pelayanan lainnya
Read More
B-2244
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kartika Qonita Putri; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Ede Surya Darmawan, Vetty Yulianty Permanasari, Devi Novianti Santoso, Iing Ichsan Hanafi
Abstrak:
Read More
Peningkatan penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19 berkontribusi terhadap peningkatan timbulan limbah medis rumah sakit. RSUD Doris Sylvanus merupakan RS Rujukan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah yang menangani baik pasien COVID-19 dan non COVID-19. Dalam rangka memenuhi standar kesehatan lingkungan rumah sakit yang tertuang pada Peraturan Menteri Kesehatan No.7 tahun 2019, rumah sakit perlu mengupayakan pengelolaan limbah medis rumah sakit yang benar karena rumah sakit memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar yang cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketaatan RSUD Doris Sylvanus dalam melakukan pengelolaan limbah medis APD selama pandemi COVID-19 tahun 2021 sesuai peraturan perundang-undangan.Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui telaah dokumen, observasi langsung, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan limbah medis meningkat sesuai dengan tren kasus COVID-19 dan sejalan dengan BOR rumah sakit. Estimasi proporsi limbah APD mencapai 22% di area COVID-19 dan 23% di area non COVID-19. Pengelolaan limbah medis APD mengikuti alur limbah medis secara umum karena pada akhirnya limbah APD akan dikelola layaknya limbah medis. Secara keseluruhan, pengelolaan limbah medis yang dilakukan RSDS telah taat terhadap Peraturan Menteri Kesehatan No.7 tahun 2019. Komponen yang masih tidak taat meliputi faktor SDM, kebijakan tertulis pimpinan rumah sakit, pelaporan berita acara penyerahan, jalur pengangkutan belum menggunakan jalur khusus dan warna kemasan. Hasil penelitian merekomendasikan pembuatan program seperti penimbangan limbah medis dan APD di ruangan, pelatihan SDM yang berkelanjutan, pembuatan kebijakan dan SPO, program evaluasi dan penelitian lanjutan terkait laju timbulan limbah medis, efisiensi penggunaan APD, dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketaatan pengelolaan limbah medis di rumah sakit.
The increased use of personal protective equipment (PPE) by health care workers during the COVID-19 pandemic has contributed to an increase in the medical waste generation. Doris Sylvanus General Hospital is a COVID-19 Referral Hospital in Central Kalimantan that provides care for both COVID-19 and non-COVID-19 patients. RSUD Doris Sylvanus is a COVID-19 Referral Hospital in Central Kalimantan Province that treats both COVID-19 and non-COVID-19 patients. In order to meet the environmental health standards in health care facilities as stipulated in the Minister of Health Regulation No. 7 of 2019, hospitals need to put attention on hospital medical waste management because of its huge impact on the surrounding environment. This study aimed to analyze the compliance of Doris Sylvanus General Hospital in managing PPE medical waste during COVID-19 pandemic in accordance with statutory regulations. This research was conducted qualitatively with a case study approach through document review, direct observation, and in-depth interviews. The results showed that medical waste generation increased in accordance with the trend of COVID-19 cases and in line with hospital Bed Occupancy Rate. The proportion of PPE waste showed 22% in the COVID-19 area and 23% in the non-COVID-19 area. The management of PPE medical waste follows the flow of medical waste because PPE waste will be handled like medical waste in the end. Overall, the medical waste management carried out by the RSDS has complied with the Minister of Health Regulation No. 7 of 2019. The components that are still disobedient include human resources factors, hospital policies, report of medical and PPE waste generation, transportation routes and waste bags colour. The results of the study recommend the creation of programs such as weighing medical waste and PPE in the room, continuous HR training, internal policy making and SOPs, evaluation programs and further research related to the rate of medical waste generation, the efficiency of the use of PPE, and factors that affect compliance with medical waste management in hospitals.
B-2331
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hanny Susilo Wardani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Sandi Iljanto, : Purnawan Junadi, Muji Rahayu, Rahayu Susilowati
Abstrak:
Tesis ini membahas penyusunan rencana strategis pengembangan pusat sterilisasi di Rumkital Dr.Mintohardjo, yang dapat dijadikan pedoman dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan pusat sterilisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil data sekunder dan data primer dengan cara wawancara mendalam dan melakukan Consensus Decision Making Group untuk merumuskan rencana strategis dengan memakai analisa SWOT. Pada tahap matching ,hasil analisis matriks IE didapatkan posisi pusat sterilisasi terdapat pada sel II yaitu grow and build, sedang pada analisis matriks TOWS terdapat pada quadrant future. Pada tahap decision, dengan menggunakan matriks QSPM didapatkan product development menjadi prioritas utama dalam strategi yang ditawarkan. Hasil penelitian menyarankan rencana strategis ini dapat digunakan sebagai panduan dalam pengembangan pusat sterilisasi di Rumkital Dr.Mintohardjo. Kata kunci : perencanaan, pengembangan, pusat sterilisasi, Rumkital Dr.Mintohardjo This study focuses on strategic planning for the development of a sterilization center in Rumkital Dr.Mintohardjo, which can be used as a guidance in planning and implementing the development of sterilization center. This research is a qualitative research by taking secondary data and primary data by doing in depth interview and doing Consensus Decision Making Group to formulate strategic planning by using SWOT analysis. In matching stage, IE matrix analysis obtained position of sterilization center in in cell II that grow and build,while in TOWS matrix in quadrant future. In the decision stage, using QSPM matrix product development is a top priority in the strategy offered. The results of this reseach suggest that strategic planning can be used as a guidance in the development of a sterilization center in Rumkital Dr.Mintohardjo. Keywords: planning, development, sterilization center, Rumkital dr.Mintohardjo
Read More
B-1948
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Goklian Paraduan Haposan; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Sri Diana Ginting Suka, Deriani Simatupang
Abstrak:
Instalasi Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu unit Revenue Center di rumah sakit. Banyaknya bagian terkait unit tersebut dalam proses kegiatannya, baik secara internal maupun eksternal rumah sakit, membuat manajemen rumah sakit sebaiknya memikirkan sistem pengelolaan yang tepat dan terintegrasi pada siklus manajemennya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa implementasi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di IFRS Provita Jayapura pada tahun 2020 berdasarkan Permenkes No. 72 Tahun 2016, adalah terimplementasi sebagian dengan rata-rata capaian skoringnya adalah 73%. Hal yang paling baik terimplementasi adalah proses pada kegiatan penyimpanan dan sarana prasarana yang dimiliki oleh IFRS Provita. Sedangkan yang tidak terimplementasi adalah proses perencanaan baik perencanaan anggaran ataupun perencanaan kebutuhan obat tahunan. Hasil penelitian menyarankan bahwa manajemen sebaiknya segera membuat regulasi tentang perencanaan anggaran dan kebutuhan obat tahunan yang terintegrasi dengan pihak-pihak terkait dan dapat dievaluasi pelaksanaannya pada tahun berjalan saat operasional rumah sakit berjalan
Hospital Pharmacy Installation is one of the units in the hospital which is often categorized as a Revenue Center unit. The large number of related parts, both internal and external to the hospital, in the process of activities at the Hospital Pharmacy Installation, makes management better think about a good and integrated management system in the management cycle. This research is a qualitative research with analytical descriptive design. The results of this study show that the implementation of the management of pharmaceutical preparations, medical devices and medical consumables at IFRS Provita Jayapura based on Permenkes No. 72 of 2016 is partially implemented with an average score of 72%. The best thing to implement is the process of storage activities and infrastructure owned by IFRS Provita, while what is not implemented is the planning process, either budget planning or annual drug demand planning. The results of this study suggest that management should immediately make regulations regarding budget planning and annual drug needs that are integrated with related parties and can be evaluated for their implementation in the current year when hospital operations are running.
Read More
Hospital Pharmacy Installation is one of the units in the hospital which is often categorized as a Revenue Center unit. The large number of related parts, both internal and external to the hospital, in the process of activities at the Hospital Pharmacy Installation, makes management better think about a good and integrated management system in the management cycle. This research is a qualitative research with analytical descriptive design. The results of this study show that the implementation of the management of pharmaceutical preparations, medical devices and medical consumables at IFRS Provita Jayapura based on Permenkes No. 72 of 2016 is partially implemented with an average score of 72%. The best thing to implement is the process of storage activities and infrastructure owned by IFRS Provita, while what is not implemented is the planning process, either budget planning or annual drug demand planning. The results of this study suggest that management should immediately make regulations regarding budget planning and annual drug needs that are integrated with related parties and can be evaluated for their implementation in the current year when hospital operations are running.
B-2236
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni Made Asminingsih; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Puput Oktamianti, Fajar Manuaba, Ida Ayu S. Sri Krisna Dewi
Abstrak:
Read More
Pandemi covid-19 ini memberikan perubahan di berbagai aspek kehidupan, utamanya pada bidang kesehatan. Rumah sakit menjadi salah satu garda terdepan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pasien. Untuk memaksimalkan pelayanan, kinerja karyawan perlu diperhatikan dan dievaluasi utamanya pada saat masa pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kinerja karyawan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien pada masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Parama Sidhi yang dilakukan terhadap seluruh karyawan bidang pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional study, yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antara variabel bebas yaitu faktor yang berhubungan dengan organisasi (dukungan manajemen dan implementasi SIMRS), faktor yang berhubungan dengan pekerjaan (lingkungan kerja), faktor yang berhubungan dengan karyawan (kemampuan beradaptasi dan komitmen kerja), dan faktor yang berhubungan dengan pandemic covid-19 (ketakutan pada virus Covid-19) dengan variabel terikat yaitu variabel kinerja karyawan. Sampel penelitian adalah karyawan bidang pelayanan sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan kinerja karyawan pada masa pandemic covid-19 masih berkategori baik. Dari hasil uji bivariat, terdapat hubungan antara setiap variabel determinan kinerja terhadap kinerja. Dari pengujian hipotesis diperoleh adanya hubungan dan pengaruh signifikan oleh keempat faktor determinan terhadap kinerja karyawan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja adalah faktor yang berhubungan dengan karyawan yaitu kemampuan beradaptasi dan komitmen kerja. Variabel yang memiliki hubungan yang paling erat atau dominan adalah variabel komitmen. Faktor yang perlu viii Universitas Indonesia ditingkatkan dan menjadi catatan pimpinan untuk dilakukan perbaikan berdasarkan hasil analisis data adalah pada faktor yang berhubungan dengan organisasi terutama pada dukungan manajemen. Dari hasil penelitian ini, RSU. Parama Sidhi diharapkan dapat terbantu dalam meningkatkan kinerja utamanya dalam pelayanan kepada pasien. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Determinan Kinerja, Kinerja Karyawan, Cross Sectional Study
During the Covid-19 pandemic, an indicator of hospital services at the hospital. Parama Sidhi is below standard which correlates with the quality of employee performance. During this pandemic, the performance of service employees has never been evaluated. This study aims to determine the determinant factors of employee performances in providing health services to patients during the Covid-19 Pandemic at Parama Sidhi General Hospital which was carried out on all employees in the service sector, such as doctors, nurses, fields, cashiers, front office clerk, customer care officers, pharmacy officers, and care givers. The research used a quantitative approach with cross sectional study, which aims to study the relationship between independent variables and dependent variabel. The independent variables are factors related to organizations (management support and implementation of HIS), factors related to works (work environment), factors related to employees (adaptability and motivation), and factors related to the Covid-19 pandemic (fearness of the Covid-19 virus). The dependent variable is the employee performance variable. Ther research sample was 100 employess. The results of the study showed that employees’ performance during Covid-19 pandemic was in a good category. From the result of the bivariate test, there is a relationship between each independent variabel on work performance. From the hypothesis, it is obtained that there are significant influences by the four determinants of employee performance. The most dominant factors that influence performance are factors related to employees are adaptability and commitment. The variable that has the closest or dominant relationship is the variable of commitment. Factors that need to be improved and become management’s notes to make improvements based on the results of data x Universitas Indonesia analysis are factors related to the organization, especially management support. From the results of this study, RSU. Parama Sidhi is expected to be helped in improving employees’ work performance in serving patients. Keywords: Covid-19 Pandemic, Performance Determinants, Employee Performance, Cross Sectional
B-2588
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
