Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32808 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Adila Naura Iftinan Sugiharto; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Trulyana Tantiyani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan perbedaan proporsi kecenderungan PMM berdasarkan faktor risikonya seperti literasi gizi, self-esteem, citra tubuh, pengaruh social networking sites (SNS), tingkat stres, uang saku, dan jenis kelamin pada siswa-siswi SMAN 5 Malang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan 134 responden. Pengambilan data penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 dan didapatkan dari pengisian kuesioner secara daring.
Read More
S-10549
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arifa Rachma; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Efi Fatimah
Abstrak: Kalsium merupakan zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan khususnya pada remaja. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi asupan kalsium berdasarkan kebiasaan konsumsi susu, kebiasaan sarapan, konsumsi soft drink, literasi gizi, pengetahuan mengenai kalsium, pendidikan ayah, pendidikan ibu, penghasilan orang tua/wali serta jenis kelamin. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan total sampel 142 siswa SMAN 34 Jakarta selama bulan April 2019. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan asupan kalsium diukur melalui SQ-FFQ. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 67.6% siswa memiliki asupan kalsium kurang dengan rata-rata 808.1±454 mg. Analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan proporsi asupan kalsium yang signifikan berdasarkan konsumsi susu (p=0.000, OR=6.05), konsumsi soft drink (p=0.013, OR=0.18), dan literasi gizi kritikal (p=0.049, OR=3.05).
Kata kunci: Asupan Kalsium, Remaja, Literasi Gizi.
Read More
S-10076
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sesilia Agata; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ahmad Syafiq, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Perilaku makan menyimpang adalah kondisi perilaku yang ditandai dengan gangguan parah dan terus-menerus dalam perilaku makan serta pikiran dan emosi. Pandemi COVID-19 telah berdampak pada kesehatan, ekonomi, keuangan, dan sosial yang signifikan serta telah berimplikasi pada peningkatan jumlah individu yang mengalami perilaku makan menyimpang (PMM). Mahasiswa psikologi dapat memiliki tingkat tekanan psikologis atau masalah kesehatan mental yang lebih tinggi karena tuntutan program dan paparan materi yang didapatkan sehingga dapat berdampak pada perilaku makan menyimpang. Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia juga termasuk dalam kategori remaja dan dewasa muda yang lebih rentan mengalami perilaku makan menyimpang. Penelitian mengukur perbedaan kecenderungan perilaku makan menyimpang saat dan setelah pandemi COVID-19 berdasarkan faktor aktivitas fisik, stres, media sosial, pengetahuan gizi, citra tubuh, tempat tinggal, status tinggal, dan uang saku. Penelitian dilakukan secara daring pada bulan Maret-Juni 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan digunakan metode purposive sampling untuk memperoleh 110 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami perubahan kecenderungan Perilaku Makan Menyimpang pada saat pandemi (36,4%) jika dibandingkan dengan setelah pandemi (33,6%). Selain itu, tidak ada juga perubahan yang signifikan pada aspek aktivitas fisik, stres, pengaruh media, dan citra tubuh pada saat dan setelah pandemi COVID. Meskipun begitu, hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada uang saku saat dan setelah pandemi COVID-19. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat perbedaan proporsi kecenderungan perilaku makan menyimpang saat pandemi berdasarkan stres (p-value=0,001), pengaruh media (p-value=0,001), dan citra tubuh (p-value=0,001). Sedangkan, terdapat perbedaan proporsi kecenderungan perilaku makan menyimpang setelah pandemi berdasarkan stres (p-value=0,001), pengaruh media (p-value=0,001), citra tubuh (p-value=0,001), dan uang saku (p-value=0,026).

Eating Disorder is a condition characterized by severe and persistent disturbances in eating behavior, as well as thoughts and emotions. The COVID-19 pandemic has had significant impacts on health, economy, finance, and social aspects, and has resulted in an increase in the number of individuals experiencing Eating Disorder. Psychology students may have higher levels of psychological stress or mental health issues due to the demands of their program and exposure to course materials, which can affect Eating Disorder. Female students in the Faculty of Psychology at the University of Indonesia are also included in the category of adolescents and young adults who are more vulnerable to experiencing eating disorder. This study aims to measure the differences in the tendency of eating disorder during and after the COVID-19 pandemic based on factors such as physical activity, stress, social media, nutritional knowledge, body image, place of residence, living status, and pocket money. The study was conducted online from March to June 2023. The research design used was a cross-sectional study design, and purposive sampling method was used to obtain 110 respondents. The results of this study showed that the majority of respondents did not experience a change in the tendency of eating disorder during the pandemic (36.4%) compared to after the pandemic (33.6%). Furthermore, there were no significant changes in terms of physical activity, stress, media influence, and body image during and after the COVID-19 pandemic. However, the Wilcoxon test results showed a significant difference in pocket money during and after the COVID-19 pandemic. The chi-square test results indicated differences in the proportions of deviant eating behavior tendencies during the pandemic based on stress (p-value=0.001), media influence (p-value=0.001), and body image (p-value=0.001). Meanwhile, there were differences in the proportions of deviant eating behavior tendencies after the pandemic based on stress (p-value=0.001), media influence (p-value=0.001), body image (p-value=0.001), and pocket money (p-value=0.026).
Read More
S-11452
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maydiva Al`caesar Basty Putri Qadr; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Amilia Sari Ghani
Abstrak: Literasi pangan dan gizi adalah kemampuan individu dalam memperoleh, memproses,dan memahami informasi pangan dan gizi yang dibutuhkan, sehingga mampu mengambilkeputusan yang tepat. Pada remaja, tanpa tingkat literasi pangan dan gizi yang cukup,dapat terbentuk perilaku makan yang tidak sehat dan berlanjut hingga masa dewasa.Penelitian secara lokal maupun internasional, menunjukan masih rendahnya tingkatliterasi pangan dan gizi pada remaja. Literasi pangan dan gizi dapat dipengaruhi olehbanyak faktor, seperti jenis kelamin, uang saku, tingkat pendidikan ayah dan ibu, peranguru, penggunaan media, dan lainnya. Untuk mengetahui perbedaan proporsi literasipangan dan gizi berdasarkan faktor-faktor tersebut, dilakukan penelitian denganpendekatan kuantitatif pada 218 siswa/i SMK-SMAK Bogor yang menggunakan desainstudi cross-sectional dan metode quota sampling. Hasil penelitian menunjukan mayoritassiswa/i memiliki tingkat literasi pangan dan gizi yang baik (52,8%). Setelah melakukananalisis statistik menggunakan uji chi-square, ditemukan bahwa terdapat perbedaanproporsi yang bermakna pada literasi pangan dan gizi siswa/i berdasarkan jenis kelamin(p-value = 0,046), peran guru (p-value = < 0,001), dan penggunaan media (p-value = <0,001).Kata kunci:Bogor, Faktor-faktor, Literasi gizi, Literasi pangan, Remaja.
Read More
S-10517
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risma Furi Nurnafiah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Rahmawati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan sarapan dan faktor lainnyayang berhubungan dengan gizi lebih pada siswa-siswi di SMAN 39 Jakarta. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian inimenggunakan data penelitian sekunder yang dilakukan di SMAN 39 Jakarta pada tahun2019 dengan jumlah sampel sebanyak 130 responden. Pada penelitian ini, gizi lebihsebagai variabel dependen sedangkan kebiasaan sarapan, asupan energi, karbohidrat,protein, lemak, aktivitas fisik, dan jenis kelamin sebagai variabel independen. Data yangdigunakan berupa hasil pengisian kuesioner, wawancara 24h-food recall, pengukuranberat badan dan tinggi badan yang dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitianmenunjukkan sebanyak 26,9% siswa mengalami gizi lebih. Hasil analisis bivariatmenunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan, asupanprotein, asupan lemak dan jenis kelamin dengan gizi lebih namun terdapat kecenderungansebanyak 31% tidak selalu sarapan, 29% asupan protein lebih, 27% asupan lemak lebihdan 29,4% berjenis kelamin laki-laki mengalami gizi lebih. Untuk mencegah maupunmenangani siswa-siswi yang mengalami gizi lebih disarankan bagi sekolah dan DinasKesehatan mengembangkan program edukasi mengenai gizi seimbang.
Kata kunci:Gizi Lebih, Kebiasaan Sarapan, Remaja, Siswa SMA.
Read More
S-10522
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusti Indah Lestari; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
S-9720
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delicia Salsabila; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Perilaku makan menyimpang adalah setiap gangguan yang ditandai oleh gangguan patologis sikap dan perilaku yang berkaitan dengan makanan. Telah diketahui bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai perubahan pada aktivitas harian dan gaya hidup yang dapat meningkatkan masalah berat dan bentuk tubuh serta berdampak negatif pada pola makan, pola tidur dan aktivitas fisik yang kemudian berdampak pada meningkatnya risiko dan gejala PMM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proporsi faktor individu dan lingkungan terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi FKM UI tahun 2023 saat dan setelah pandemi. Penelitian dilakukan secara daring selama bulan Mei-Juli 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan metode purposive sampling digunakan untuk memperoleh 128 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik saat pandemi (p1) mauipun setelah pandemi (p2), terdapat perbedaan proporsi citra tubuh (p1=p2<0,001), riwayat diet (p1=p2<0,001), pengaruh keluarga (p1=p2<0,001), pengaruh teman (p1<0,001; p2=0,024), dan pengaruh media (p1<0,001; p2=0,012) terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi FKM UI tahun 2023.

Eating disorder is any disorder characterized by pathological disturbances of attitudes and behavior related to food. It is known that the COVID-19 pandemic has caused various changes to daily activities and lifestyle which may increase weight and body shape problems and have a negative impact on diet, sleep patterns and physical activity which then have an impact on increasing the risk and symptoms of EDs. This study aims to measure proportion differences of individual and environmental factors towards eating disorder tendencies of female college students of FKM UI in 2023 during and after the pandemic. This research was conducted online from May to July 2023. The research design used was a cross-sectional study design and purposive sampling method was used to obtain 128 respondents. The results of this study show that both during the pandemic (p1) and after the pandemic (p2), there were differences in the proportion of body image (p1=p2<0.001), dietary history (p1=p2<0.001), family influence (p1=p2<0.001), peer influence (p1<0.001; p2=0.024), and media influence (p1<0.001; p2=0.012) towards eating disorder tendencies in FKM UI students.
Read More
S-11458
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leonika Aryani; Pembimbing: Engkys Kusdinar Achmad; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Iip Syaiful
Abstrak: Prevalensi overweight pada remaja semakin meningkat setiap tahunnya baik dinegara maju maupun di negara berkembang termasuk Indonesia dan telah menjadimasalah kesehatan yang serius. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian menggunakandesain studi cross-sectional mengenai perbedaan asupan (energi, protein, lemak,karbohidrat, dan serat), kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, durasi tidur, danpengetahuan gizi pada kejadian overweight siswa-siswi SMAK 2 PENABUR Jakartasebelum dan setelah dikontrol oleh jenis kelamin. Uji statistik yang digunakan yaituChi Square yang melibatkan 121 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwasebanyak 33,1% remaja mengalami overweight. Variabel yang memiliki perbedaanproporsi bermakna (P value ≤0,05) pada kejadian overweight sebelum dan setelahdikontrol oleh jenis kelamin antara lain asupan (energi, protein, lemak, dankarbohidrat), kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, dan durasi tidur (OR. Oleh sebab itu,sangat diperlukan berbagai usaha baik dari pihak sekolah maupun pihak orang tua untuk lebih memperhatikan status gizi remaja salah satunya dengan mengadakan penimbangan berat badan secara rutin (minimal sekali dalam sebulan) .Kata kunci : Aktivitas fisik, asupan, kebiasaan sarapan, overweight, remaja.
Read More
S-8461
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Risky Auliani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Rahmawati
S-10521
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dellaneira; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Yuni Zahraini
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan frekuensi konsumsi fast food pada siswa-siswi SMAN 35 Jakarta. Pada penelitian ini, frekuensi konsumsi fast food sebagai variabel dependen dan variabel independennya adalah Online Food Ordering, jenis kelamin, pengetahuan gizi dan fast food, preferensi fast food, uang jajan, perilaku emotional eating, pengaruh peer group dan pengaruh media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2020 kepada 164 siswa-siswi kelas 10 dan 11 SMAN 35 Jakarta yang dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara daring (online). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 73,8% responden memiliki tingkat konsumsi fast food yang tinggi yaitu mengonsumsi fast food > 3 kali per minggu. Hasil juga menunjukkan bahwa kebiasaan Online Food Ordering, pengetahuan gizi dan fast food, perilaku emotional eating, pengaruh peer group dan pengaruh media sosial berhubungan dengan konsumsi fast food pada remaja. Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan gizi dan fast food sebagai faktor dominan yang berhubungan dengan konsumsi fast food pada remaja. Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah untuk bekerja sama dengan Puskesmas atau Suku Dinas Kesehatan untuk dapat memberikan program edukasi kepada siswa terkait perilaku makan yang sehat dan sesuai dengan pedoman gizi seimbang
Kata kunci: Fast Food, Remaja, Siswa SMA, Pengetahuan Gizi

This study aims to determine the factors associated with the frequency of consumption of fast food among students of SMAN 35 Jakarta. The dependent variable in this study is the frequency of fast food consumption and the independent variables are Online Food Ordering, gender, knowledge of nutrition and fast food, fast food preferences, pocket money, emotional eating behavior, peer group influence and the social media influence. This is a quantitative study with cross-sectional design. This study conducted in April 2020 at SMAN 35 Jakarta with a total of 164 respondents who selected with stratified random sampling method. Data were collected through filling out questionnaires online. The data obtained were then analyzed by univariate, bivariate analysis using chi-square, and multivariate analysis using multiple logistic regression tests. The results show that as many as 73,8% of the respondents had a high level of fast food consumption ie consuming fast food > 3 times per week. The results also showed that Online Food Ordering habits, knowledge of nutrition and fast food, emotional eating behavior, peer group influence and social media influence were related to adolescent fast food consumption. Multivariate analysis shows knowledge of nutrition and fast food as the dominant factors related to fast food consumption in adolescents. This study suggest the school to collaborate with Public Heath Center or Health Service Office to increase education to students regarding healthy eating behavior and in accordance with the guidelines for balanced nutrition.
Keywords: Fast Food, Adolescents, High School Student, Nutrition Knowled
Read More
S-10507
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive