Ditemukan 23595 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Novalino; Pembimbing: Wiku Bakti B. Adisasmito; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Iwan Dewanto, Shanti Wirdiawati
Abstrak:
Read More
Pendahuluan : Pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan gigi. Adanya kenyataan bahwa penularan covid -19 mudah terjadi di ruang praktek dokter gigi, sehingga pelayanan ini untuk sementara waktu sempat dihentikan. RSKGM FKG UI sebagai rumah sakit pendidikan yang berfungsi sebagai penyelenggara pelayanan dan pendidikan harus membuka layanannya kembali. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai kesiapan sumber daya yang ada pada RSGM (pendidikan) untuk dapat melakukan pelayanan kedokteran gigi yang aman pada era pandemi Covid-19. Metode : Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menganalisis hasil observasi di rumah sakit dan wawancara dengan informan terpilih. Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sumber daya yang ada di RSKGM FKG UI adalah SDM, fasilitas, peralatan dan teknologi, APD, obat dan bahan. SDM yang terbesar adalah peserta didik baik peserta didik program profesi dan spesialis. RSKGM FKG UI membuat ruang tekanan negatif yang rasional, serta mengatur pemakaian dental unit. Pembahasan : Sebuah rumah sakit khusus gigi dan mulut pendidikan harus siap membuka pelayanan kembali dengan melakukan modifikasi alur pelayanan, modifikasi ruang, penambahan peralatan dan teknologi, modifikasi jadwal SDM (peserta didik) agar tetap berfungsi sebagai tempat pendidikan dokter gigi dan dokter gigi spesialis. Kesimpulan : RSKGM FKG UI menjadi model contoh pendidikan kedokteran gigi, dan bagaimana dokter gigi berpraktek pada masa pandemi, serta sebagai sarana untuk menghasilkan dokter gigi yang berkompeten, dan juga pelayanan kedokteran gigi yang kondusif, aman dan disiplin sesuai dengan kondisi normal baru masa pandemi Covid-19.
Introduction : The COVID-19 pandemic has greatly affected dental health services. Due to the fact that it is easy to transmit COVID-19 in the dentist's office, this service has been temporarily suspended. RSKGM FKG UI as a teaching hospital that functions as a service and education provider must reopen its services. Objective: This study aims to obtain information about the readiness of existing resources at the RSGM (education) to be able to provide safe dental services during the Covid-19 pandemic era. Methods: This research is a qualitative descriptive with a case study approach, analyzing the results of observations in hospitals and interviews with selected informants. Results: From the results of the study, it was found that the available resources at RSKGM FKG UI are human resources, facilities, equipment and technology, PPE, drugs and materials. The largest human resources are students, both professional and specialist program students. RSKGM FKG UI creates a rational negative pressure room, and regulates the use of dental units. Discussion: A special dental and oral education hospital must be ready to reopen services by modifying the service flow, modifying space, adding equipment and technology, modifying the schedule of human resources (students) so that it continues to function as a place for dentistry and dental specialist education. Conclusion: RSKGM FKG UI is a model example of dental education, and how dentists practice during a pandemic, as well as a means to produce competent dentists, as well as dental services that are conducive, safe and disciplined in accordance with the new normal conditions during the Covid pandemic. -19.
B-2206
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni Made Asminingsih; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Puput Oktamianti, Fajar Manuaba, Ida Ayu S. Sri Krisna Dewi
Abstrak:
Read More
Pandemi covid-19 ini memberikan perubahan di berbagai aspek kehidupan, utamanya pada bidang kesehatan. Rumah sakit menjadi salah satu garda terdepan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pasien. Untuk memaksimalkan pelayanan, kinerja karyawan perlu diperhatikan dan dievaluasi utamanya pada saat masa pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kinerja karyawan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien pada masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Parama Sidhi yang dilakukan terhadap seluruh karyawan bidang pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional study, yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antara variabel bebas yaitu faktor yang berhubungan dengan organisasi (dukungan manajemen dan implementasi SIMRS), faktor yang berhubungan dengan pekerjaan (lingkungan kerja), faktor yang berhubungan dengan karyawan (kemampuan beradaptasi dan komitmen kerja), dan faktor yang berhubungan dengan pandemic covid-19 (ketakutan pada virus Covid-19) dengan variabel terikat yaitu variabel kinerja karyawan. Sampel penelitian adalah karyawan bidang pelayanan sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan kinerja karyawan pada masa pandemic covid-19 masih berkategori baik. Dari hasil uji bivariat, terdapat hubungan antara setiap variabel determinan kinerja terhadap kinerja. Dari pengujian hipotesis diperoleh adanya hubungan dan pengaruh signifikan oleh keempat faktor determinan terhadap kinerja karyawan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja adalah faktor yang berhubungan dengan karyawan yaitu kemampuan beradaptasi dan komitmen kerja. Variabel yang memiliki hubungan yang paling erat atau dominan adalah variabel komitmen. Faktor yang perlu viii Universitas Indonesia ditingkatkan dan menjadi catatan pimpinan untuk dilakukan perbaikan berdasarkan hasil analisis data adalah pada faktor yang berhubungan dengan organisasi terutama pada dukungan manajemen. Dari hasil penelitian ini, RSU. Parama Sidhi diharapkan dapat terbantu dalam meningkatkan kinerja utamanya dalam pelayanan kepada pasien. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Determinan Kinerja, Kinerja Karyawan, Cross Sectional Study
During the Covid-19 pandemic, an indicator of hospital services at the hospital. Parama Sidhi is below standard which correlates with the quality of employee performance. During this pandemic, the performance of service employees has never been evaluated. This study aims to determine the determinant factors of employee performances in providing health services to patients during the Covid-19 Pandemic at Parama Sidhi General Hospital which was carried out on all employees in the service sector, such as doctors, nurses, fields, cashiers, front office clerk, customer care officers, pharmacy officers, and care givers. The research used a quantitative approach with cross sectional study, which aims to study the relationship between independent variables and dependent variabel. The independent variables are factors related to organizations (management support and implementation of HIS), factors related to works (work environment), factors related to employees (adaptability and motivation), and factors related to the Covid-19 pandemic (fearness of the Covid-19 virus). The dependent variable is the employee performance variable. Ther research sample was 100 employess. The results of the study showed that employees’ performance during Covid-19 pandemic was in a good category. From the result of the bivariate test, there is a relationship between each independent variabel on work performance. From the hypothesis, it is obtained that there are significant influences by the four determinants of employee performance. The most dominant factors that influence performance are factors related to employees are adaptability and commitment. The variable that has the closest or dominant relationship is the variable of commitment. Factors that need to be improved and become management’s notes to make improvements based on the results of data x Universitas Indonesia analysis are factors related to the organization, especially management support. From the results of this study, RSU. Parama Sidhi is expected to be helped in improving employees’ work performance in serving patients. Keywords: Covid-19 Pandemic, Performance Determinants, Employee Performance, Cross Sectional
B-2588
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mohammad Zakir Chohan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Temmasonge Radi Paki, Titi Anggraeni
Abstrak:
Perawat mempunyai fungsi kolaborasi dalam pemberian asuhan keperawatan dan kemampuan dalam penerapan 6 tepat pemberian obat meliputi : tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat dokumentasi.Tujuan penelitian mengetahui perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat benar obat dan hubungan dengan karakteristik, pengetahuan, sikap,pemahaman etis&hukum serta humanisme dan kultur kompetensi yang mempengaruhi kinerja selama masa pandemic Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode cross sectional dengan total sampel 50 perawat di ruang Intensive Care RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. Analisis bivariat dengan Contiunity Corretion dan multivariat dengan regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antar humanisme dan kultur kompetensi dengan perilaku profesional dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p Value 0,000) sejumlah 74.2%, dan pemahaman etis dan hukum dengan perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p value 0,043) sejumlah 63,39%. Hasil multivariat variabel humanisme dan kultur kompetensi menjadi faktor dominan perilaku profesional perawat dalam 6 tepat pemberian obat. Perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat mendukung peningkatan pelayanan terhadap keselamatan pasien dalam pemberian obat yang aman. Perilaku professional perawat menjadi penilaian sangat mendasar dalam proses kredensi untuk seleksi karyawan.Upaya penerapan.prinsip ini dapat dilakukan dengan pendidikan keperawatan berkelanjutan dan meningkatkan supervisi.
Nurses have a collaborative function in providing nursing care and the ability to implement appropriate 6 drugs, including: the right patient, the right drug, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. the relationship with the characteristics, knowledge, attitudes, ethical & legal understanding as well as humanism and the culture of competence that affect performance during the Covid-19 pandemic. This study used a quantitative approach with cross sectional method with a total sample of 50 nurses in the Intensive Care Room at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Bivariate analysis with Contiunity Corretion and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between humanism and a culture of competence with professional behavior in the correct application of medication (p value 0.000) amounting to 74.2%, and ethical and legal understanding with professional behavior of nurses in the correct application of 6 drugs (p value 0.043). 63.39%. The multivariate results of humanism and competency culture variables are the dominant factors in the professional behavior of nurses in administering drugs. The professional behavior of nurses in the proper application of drug administration supports the improvement of services for patient safety in safe drug administration. The professional behavior of nurses is a very basic assessment in the credential process for employee selection. Efforts to implement this principle can be done by continuing nursing education and increasing supervision.
Read More
Nurses have a collaborative function in providing nursing care and the ability to implement appropriate 6 drugs, including: the right patient, the right drug, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. the relationship with the characteristics, knowledge, attitudes, ethical & legal understanding as well as humanism and the culture of competence that affect performance during the Covid-19 pandemic. This study used a quantitative approach with cross sectional method with a total sample of 50 nurses in the Intensive Care Room at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Bivariate analysis with Contiunity Corretion and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between humanism and a culture of competence with professional behavior in the correct application of medication (p value 0.000) amounting to 74.2%, and ethical and legal understanding with professional behavior of nurses in the correct application of 6 drugs (p value 0.043). 63.39%. The multivariate results of humanism and competency culture variables are the dominant factors in the professional behavior of nurses in administering drugs. The professional behavior of nurses in the proper application of drug administration supports the improvement of services for patient safety in safe drug administration. The professional behavior of nurses is a very basic assessment in the credential process for employee selection. Efforts to implement this principle can be done by continuing nursing education and increasing supervision.
B-2221
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rianti Merviane Erungan; Pembimbing: Wahyu Sulistyadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Adang Bachtiar, Akhmad Rusli Budi Ansyah, Dedeh Istiqomah
Abstrak:
Pandemi merupakan wabah suatu penyakit atau virus baru keseluruh dunia dan semua orang belum memiliki sistem kekebalan tubuh (immunity) terhadap virus tersebut sehingga menyebabkan banyak yang terkena dampak dan meninggal (WHO, 2010). Kurangnya kesiapan dan kesiapsiagaan dalam hal insiden manajemen sistem Rumah Sakit di Indonesia serta pengetahuan tenaga kesehatan yang berbeda-beda akan protokol Covid-19 dapat membawa risiko dan menjadi kendala bagi keselamatan pasien, tenaga medis, tenaga non-medis dan seluruh masyarakat Indonesia dalam upaya penanggulangan pandemi ini, untuk itu dibutuhkan analisa mengenai kesiapan Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid 19. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesiapan RS dalam menangani kedaruratan pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kesiapan RS pada periode sebelum pandemi Covid-19, sejak bulan Desember tahun 2019 sampai February tahun 2020 berada pada level yang tidak baik dengan nilai dibawah 10%, artinya belum dipersiapkan. Pada saat pandemi bulan Maret sampai Juni tahun 2020 secara keseluruhan berada dibawah 60%, artinya tingkat kesiapan RS berada pada tingkat yang cukup baik dan kepemimpinan tim gerak cepat Covid19 sudah cukup efektif dalam menangani pandemi Covid-19 sesuai dengan standard Hospital Readiness dari WH0 (2020), Kementerian Kesehatan RI (2020) dan Malcolm Baldrige, dan berkat kerjasama yang baik di internal rumah sakit antara Manajemen (Leadership), TGC, petugas kesehatan yang ada dan koordinasi yang baik di internal RS TNI AD serta eksternal rumah sakit, dengan pemerintah pusat dan daerah serta rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya, begitupun edukasi yang baik dari rumah sakit terhadap masyarakat sekitar, dan kepedulian masyarakat terhadap protokol Covid-19, sehingga menghasilkan suatu keberhasilan pada periode New Norm bulan Juli-Desember tahun 2020, dimana RS telah memiliki tingkat kesiapan yang sangat baik dan kepemimpinan tim gerak cepat Covid-19 sudah sangat efektif dalam menangani pandemi Covid-19 dengan nilai rata-rata diatas 90%, sehingga perlu dipertahankan dan di tingkatkan lagi. Berdasarkan data sekunder RS BWT pada Desember 2020, RS sudah menangani pasien Covid-19 sebanyak 302 orang sejak Maret-Desember tahun 2020 dengan CFR 4,4% dan tingkat kesembuhan sekitar 95%
Read More
B-2179
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dani Indrawan; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Helen Andriani, Etty Yulianty Permanasari, Ediansyah, Vitrie Winastri
Abstrak:
Read More
Berdasarkan laporan dari World Health Organisation (WHO), dampak pandemi COVID-19 dirasakan pada pelayanan kesehatan esensial di 90% negara. Hal ini terlihat pada kombinasi kondisi pelik dari menurunnya kunjungan akibat pembatasan kegiatan masyarakat, rantai distribusi alat kesehatan dan obat-obatan yang terhambat, sehingga kapasitas finansial fasilitas layanan kesehatan menurun. Tekanan yang terjadi mendorong rumah sakit beradaptasi dengan cepat serta memiliki strategi bertahan (resilience) dari berbagai guncangan yang dihadapi. Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (RS MMC) sebagai salah satu rujukan COVID-19 turut merasakan dampak perubahan terhadap sistem pengelolaan logistik farmasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola perencanaan sediaan farmasi, menentukan pola perencanaan farmasi yang paling tepat, serta melakukan penerapan strategi Sales & Operations Planning (S&OP) dalam upaya membangun ketahanan sediaan farmasi Rumah Sakit Metropolitan Medical Center. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus untuk melihat pengelolaan sediaan farmasi dengan menggunakan analisis deskriptif dari beberapa data sekunder yakni; data persediaan, data kunjungan pasien, serta data pendapatan dan pengeluaran rumah sakit selama masa pandemi COVID-19 pada periode Februari tahun 2020 - Desember tahun 2021 yang dikolaborasikan dengan wawancara mendalam. RS MMC melakukan berbagai upaya perbaikan pola perencanaan sediaan farmasi, mulai dari menggunakan metode konsumsi, pola morbiditas berdasarkan penyakit terbanyak, kombinasi pola konsumsi dan pola morbiditas, forecasting serta pendekatan S&OP. Hasil perhitungan tingkat Inventory Turnover (ITO) berada pada titik terendah di tahun 2020 yaitu sebesar 8,84% dan persentase ketersediaan di bulan Juni 2020 sebesar 51,80%. Pada titik ini terjadi kondisi yang tidak ideal sehingga manajemen didorong untuk merespon cepat serta adaptif terhadap pola perencanaan sediaan farmasi. Berdasarkan berbagai rangkaian metode yang digunakan RS MMC selama periode 2019-2021 serta data hasil wawancara mendalam, menunjukan bahwa pola perencanaan farmasi yang paling tepat di RS MMC ialah merujuk pada metode konsumsi yang dikombinasikan dengan pola morbiditas penyakit, hal tersebut dikarenakan dapat meningkatkan keakuratan manajemen perencanaan persediaan. Pengembangan dari metode konsumsi yang dikolaborasikan dengan pola morbiditas tersebut, dilakukan melalui penerapan forecast planning system menggunakan S&OP dan integrated demand supply yang sedang dibangun dalam sebuah sistem teknologi informasi rumah sakit yang diharapkan akan membuat pengambilan keputusan menjadi lebih mudah dan akurat. Dengan menggunakan pendekatan S&OP basis perencanaan kebutuhan logistik menjadi tidak hanya bergantung pada pemanfaatan data historis saja, baik yang terkait dengan pola konsumsi dan atau morbiditas saja. Pola pendekatan S&OP memodifikasi pola perencanaan kebutuhan sediaan sebelumnya yang merupakan gabungan pola konsumsi dan morbiditas. Pendekatan S&OP turut memperhatikan dinamika perkembangan kebutuhan terkini organisasi yang berkenaan dengan: adaptasi rencana strategi bisnis rumah sakit, ketersediaan finansial dan kegiatan operasional Rumah Sakit.
Based on a report from the World Health Organization (WHO), the impact of the COVID-19 pandemic was felt on essential health services in 90% of countries. This can be seen in the complicated combination of decreased visits due to restrictions on community activities, hampered distribution chain of medical devices and medicines, resulting in decreased financial capacity of health care facilities. The pressures that occur encourage hospitals to adapt quickly and have resilience strategies from the various shocks they face. The Metropolitan Medical Center Hospital (MMC Hospital) as one of the COVID-19 referrals also felt the impact of changes to the hospital pharmacy logistics management system. This study aims to evaluate the pattern of pharmaceutical preparation planning, determine the most appropriate pharmaceutical planning pattern, and implement the Sales & Operations Planning (S&OP) strategy in an effort to build the resilience of pharmaceutical preparations at Metropolitan Medical Center Hospital. This study uses a qualitative method in the form of a case study to see the management of pharmaceutical preparations using descriptive analysis of several secondary data, namely; inventory data, patient visit data, as well as hospital income and expenditure data during the COVID-19 pandemic in the period February 2020 - December 2021 in collaboration with in-depth interviews. MMC Hospital made various efforts to improve the planning pattern of pharmaceutical preparations, starting from using the consumption method, the pattern of morbidity based on the most disease, a combination of consumption patterns and morbidity patterns, forecasting and the S&OP approach. The results of the calculation of the Inventory Turnover (ITO) level are at their lowest point in 2020, which is 8.84% and the percentage of availability in June 2020 is 51.80%. At this point, conditions that are not ideal occur so that management is encouraged to respond quickly and be adaptive to the pattern of planning pharmaceutical preparations. Based on the various series of methods used by MMC Hospital during the 2019-2021 period as well as data from in-depth interviews, it shows that the most appropriate pharmaceutical planning pattern at MMC Hospital is referring to the consumption method combined with disease morbidity patterns, this is because it can improve the accuracy of planning management. supply. The development of the consumption method in collaboration with the morbidity pattern is carried out through the application of a forecast planning system using S&OP and integrated demand supply which is being built in a hospital information technology system which is expected to make decision making easier and more accurate. By using the S&OP approach, the basis for planning logistics needs is not only dependent on the use of historical data, both related to consumption patterns and or morbidity. The pattern of the S&OP approach modifies the previous pattern of planning requirements for preparations which is a combination of consumption patterns and morbidity. The S&OP approach also takes into account the dynamics of the latest development needs of the organization with regard to: adaptation of the hospital's business strategy plan, financial availability and hospital operational activities.
B-2300
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adi Sulistyanto; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Ede Surya Darmawan, Adin Nulkhasanah, Amal Chalik Sjaaf
Abstrak:
Read More
Transformasi sumber daya manusia kesehatan di Indonesia didorong oleh keterbatasan jumlah serta ketidakmerataan distribusi dokter umum dan spesialis. Sebagai respons, Kementerian Kesehatan mengembangkan Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit melalui Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (PPDS RSPPU). RSPON ditunjuk sebagai penyelenggara PPDS Neurologi dan diproyeksikan menyelenggarakan PPDS Bedah Saraf sehingga memerlukan perubahan organisasi yang menyeluruh, termasuk kesiapan anggotanya dalam menerima dan menjalankan sistem baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada Mei – Juni 2025 terhadap delapan informan internal dan dua eksternal RSPON yang terlibat dalam persiapan penyelenggaraan PPDS RSPPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPDS RSPPU Bedah Saraf sudah memenuhi Standar Nasional Pendidikan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 tahun 2025 serta memperoleh akreditasi dari Accreditation Council of Graduate Medical Education (ACGME). Komitmen perubahan anggota organisasi mengarah positif, dengan adanya komitmen afektif berupa keterikatan emosional dan kemauan terlibat, komitmen keberlanjutan melalui kesadaran potensi kerugian apabila tidak terlibat, serta komitmen normatif melalui pemahaman tanggung jawab peran baru. Efikasi perubahan cukup kuat ditunjukkan oleh didukung pemahaman tujuan dan kesiapan sumber daya. Faktor kontekstual dan valensi perubahan menunjukkan kecenderungan positif, sementara penilaian informasional belum sepenuhnya kuat akibat belum optimalnya pengelolaan beban kerja secara formal dan keterbatasan teknologi pendukung. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesiapan perubahan RSPON berada pada kondisi yang relatif mendukung, meskipun masih diperlukan penguatan sistem dan sumber daya tertentu. Secara umum, kesiapan perubahan RSPON tergolong kondusif menuju penyelenggaraan PPDS RSPPU Bedah Saraf, dengan rekomendasi peningkatan pada aspek informasi dan sistem teknologi organisasi.
The insuf icient number and unequal distribution of general practitioners and medical specialists drive the transformation of the health workforce in Indonesia. To adress this issue, the Ministry of Health has implemented a hospital-based Specialist Medical Education Program through Main Teaching Hospitals (PDS RSPU). The National Brain Center Hospital (RSPON) has been designated to host the Neurology Residency Program and is projected to establish a Neurosurgery Residency Program. This initiative requires comprehensive organizational transformation, including member readiness to adopt and implement the new system. This study employed a qualitative approach using an exploratory case study design. Primary data were collected through in-depth interviews conducted between May and June 2025 with eight internal and two external informants involved in preparing the Neurosurgery Residency Program. The results indicate that the Neurosurgery Residency Program has met the National Education Standards as stipulated in the Minister of Higher Education, Science, and Technology Regulation No. 39 of 2025 and has been accredited by the Accreditation Council of Graduate Medical Education (ACGME). Organizational change commitment showed a positive direction through af ective commitment (emotional attachment and willingness to engage), continuance commitment (awareness of potential loss if disengaged), and normative commitment (recognition of new role responsibilities). Change ef icacy was relatively strong, supported by clear program objectives and resource readiness. However, informational assessment remains suboptimal due to unstructured workload management and limited technological support. Overall, RSPON’s readiness for change is relatively conducive to implementing the RSPU Neurosurgery Program, with recommendations to strengthen informational systems and organizational technology.
B-2577
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dyani Kusumowardhani; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Mohammad Syahril, Titi Anggraeni Nasution
Abstrak:
Kondisi pandemi Covid-19 memaksa semua rumah sakit untuk bekerja keras agar dapat memberi layanan terbaik pada penyakit baru ini. Salah satunya adalah mencari cara pelayanan yang seefisien mungkin tanpa mengurangi mutu pelayanan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan Lean Management dapat menjadi cara bagi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso (RSPI SS) untuk mencapai efisiensi pelayanan di Instalasi Perawatan Intensif (ICU). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif observasional semi eksperimental dengan intervensi berupa perubahan alur pelayanan keperawatan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, Focus Group Discussion, dan wawancara mendalam. Dari penelitian didapatkan bahwa untuk menangani pasien Covid-19 di ICU RSPI SS, perbandingan perawat-pasien 1:1 masih sesuai. Prinsip dasar cara kerja yang terstandarisasi diterapkan dengan memodifikasi cara pembagian waktu melakukan pelayanan menjadi 2 grup dan pengaturan alur pelayanan keperawatan. Prinsip dasar lainnya yaitu Kaizen diterapkan dengan evaluasi dan penyempurnaan alur secara terus menerus. Berbagai metoda Lean, yaitu Visual Management, 5S, dan Kanban diterapkan di ICU RSPI SS, termasuk untuk pemantauan pasien serta penyiapan obat dan Alat Pelindung Diri. Keterbatasan area nurse station menjadi kendala kelancaran pekerjaan. Disarankan untuk memanfaatkan teknologi informasi semaksimal mungkin, mengkaji perubahan letak nurse station utama, serta menerapkan Lean Management di unit-unit pelayanan lainnya
Read More
B-2244
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mediani Retno Putri; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Anhari Achadi, Novalino, Andi Supriatna
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Persaingan bisnis di berbagai industri termasuk industri rumah sakit yang semakin ketat mengharuskan rumah sakit memberikan perhatian pada kompetisi. Pasien tidak hanya mencari harga yang kompetitif dan layanan yang baik saja, namun juga menginginkan experience yang mengesankan ketika berinteraksi dengan layanan yang diberikan. Selain itu rumah sakit sebagai penyedia pelayanann jasa juga tidak mungkin luput dari kegagalan pelayanan. Kegagalan pelayanan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan customer defection. Dalam menumbuhkan minat masyarakat menggunakan layanan di rumah sakit, menjaga eksistensi serta fungsinya sebagai wahana pendidikan FKG UI, dan bersaing di pasar industri kesehatan, RSKGM FKG UI perlu melakukan upaya meningkatkan loyalitas pasien lama dan menarik minat pasien baru dengan customer experience dan complaint handling yang baik agar pasien-pasien yang pernah berobat ke RSKGM FKG UI tetap memilih RSKGM FKG UI sebagai fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara customer experience dan complaint handling terhadap loyalitas pasien rawat jalan di RSKGM FKG UI Metode: Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner online oleh 115 orang pasien rumah sakit. Customer experience dinilai dari aspek sense, feel, think, act, dan relate. Complaint Handling dinilai dari aspek timeliness, facilitation, redress, apology, credibility, dan attentiveness. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat korelasi kuat antara customer experience terhadap loyalitas pasien di RSKGM FKG UI dengan aspek customer experience yang paling berhubungan dengan loyalitas adalah aspek act (tindakan) dan relate (hubungan). Sedangkan terdapat korelasi lemah antara complaint handling terhadap loyalitas pasien di RSKGM FKG UI. Kesimpulan: Peningkatan kualitas layanan, komunikasi yang baik, keterlibatan pasien, dan upaya untuk memahami kebutuhan pasien melalui pemahaman customer experience dan compaint handling dapat membantu membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan pasien, yang akan memperkuat loyalitas mereka terhadap rumah sakit. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk untuk meningkatkan customer experience dan complaint handling di rumah sakit melalui Customer Experience Management (CEM) dan Customer Relationship Management (CRM) yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Background: Business competition in various industries including the hospital industry is getting tougher requiring hospitals to pay attention to the competition. Patients are not only looking for competitive prices and good services, but also want a memorable experience when interacting with the services provided. In addition, hospitals as service providers are also unlikely to escape service failures. Service failures that are not immediately resolved can cause customer defection. In fostering public interest in using hospital services, maintaining its existence and function as a vehicle for FKG UI education, and competing in the health industry market, RSKGM FKG UI needs to make efforts to increase the loyalty of old patients and attract new patients with good customer experience and complaint handling so that patients who have been treated at RSKGM FKG UI continue to choose RSKGM FKG UI as a dental and oral health service facility. Objectives: This study aims to determine the relationship between customer experience and complaint handling on outpatient loyalty at RSKGM FKG UI Methods: The research is quantitative with a cross-sectional approach. Primary data was obtained from filling out an online questionnaire by 115 hospital patients. Customer experience is assessed from the aspects of sense, feel, think, act, and relate. Complaint Handling is assessed from the aspects of timeliness, facilitation, redress, apology, credibility, and attentiveness. Results: The results of the analysis show that there is a strong correlation between customer experience and patient loyalty at RSKGM FKG UI with aspects of customer experience that are most related to loyalty are aspects of act and relate. Meanwhile, there is a weak correlation between complaint handling and patient loyalty at RSKGM FKG UI. Conclusion: Improved service quality, good communication, patient engagement, and efforts to understand patient needs through understanding customer experience and complaint handling can help build strong and sustainable relationships with patients, which will strengthen their loyalty to the hospital. Therefore, strategies are needed to improve customer experience and complaint handling in hospitals through Customer Experience Management (CEM) and Customer Relationship Management (CRM) in accordance with patient needs.
B-2439
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hud; Pembimbing: Fadjrif H. Bustami
Abstrak:
Penelitian ini dilatar belakangi tidak terdapatnya standarisasi rumah sakit khusus pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang juga memiliki fungsi lain sebagai sarana pendidikan dokter gigi. Selain itu perencanaan pembangunan RSGM FKG UI selama ini masih bersifat tambal sulam, hal ini dikarenakan bangunan dan sarana yang ada saat ini pada awalnya dibangun tidak spesifik sebagai sebuah rumah sakit gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kondisi fisik bangunan dan sarana RSGM FKG UI memenuhi standar Departemen Kesehatan RI dan literatur yang benar dari persyaratan dan ketentuan guna dapat memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut serta pendidikan dokter gigi yang tepat. Jenis penelitian sdalah studi komparatif. Data dan informasi didapat melalui kuesioner, arsip mengenai kondisi fisik hangman dan sarana di RSGM FKG UI serta pengamatan lapangan sejak 15 Mei -- 17 Juni 2003. Pada penelitian ini diamati faktor - faktor yang mempengaruhi disain kondisi fisik bangunan dan sarana RSGM FKG Ul yaitu : 1. Ruang Layanan Medik 2. Sistem Mekanikal 3. Sistem Elektrikal 4. Pencahayaan Akhir penelitian telah menghasilkan sebuah analisa mengenai kondisi dan usulan mengenai pemecahan masalah fisik bangunan dan saran RSGM FKG UI, yang diharapkan dapat berguna bagi perencanaan dan pengembangan seianjutnya RSGM FKG UI.
The study of Physical Building and Infrastructure Condition for Dental and Mouth Hospital, Faculty of Dentistry, University of IndonesiaThis study have a background about there is no standardization for Dental and Mouth Hospital. This Hospital have function not for treatment only, but it has another function is for dentist education. In other side, the planning for RSGM FKG UI building well not organized, this situation because building and infrastructures have built not for Dental and Mouth Hospital. This study make analyzing condition of physical building and infrastructures for RSGM FKG UT, to fulfill standard who decided from Health Ministry of RI and literatures. This study is Comparative study. Information and data will be found with questioner, archives about physical building and infrastructures RSGM FKG UI condition. This study have observation since May 15 -. June 17 2003. This study have observed the factors. who had influence to physical building and infrastructure design : 1. Medical Room Services 2. Mechanical System 3. Electrical System 4. Lightning
Read More
The study of Physical Building and Infrastructure Condition for Dental and Mouth Hospital, Faculty of Dentistry, University of IndonesiaThis study have a background about there is no standardization for Dental and Mouth Hospital. This Hospital have function not for treatment only, but it has another function is for dentist education. In other side, the planning for RSGM FKG UI building well not organized, this situation because building and infrastructures have built not for Dental and Mouth Hospital.
The result in this study is an analysis and proposition about physical building and infrastructure condition at RSGM FKG UI, which can useful for next planning and improving.
B-761
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lovia Lova; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Prastuti Soewondo, Helen Andriani, Badriah; Maryati Nurbaya
Abstrak:
Read More
Pendahuluan : Dengan ditetapkannya Covid-19 sebagai kondisi kegawatdaruratan kesehatan dunia oleh WHO pada bulan Januari 2020, dan angka kematian yang terlihat lebih tinggi pada pasien dengan ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome), maka kebutuhan akan pelayanan unit intensif (ICU) sangat meningkat. Lonjakan pasien yang terjadi sangat cepat, mengharuskan rumah sakit beradaptasi dan segera mempersiapkan pelayanan khusus ICU Covid-19. Strategi manajemen keperawatan diperlukan untuk mengatasi kebutuhan tenaga keperawatan ICU yang ikut melonjak. Sementara jumlah tenaga keperawatan dengan kualifikasi ICU yang belum memadai kondisi pandemi Covid yang belum pernah dialami sebelumnya, menyebabkan tenaga keperawatan banyak yang menolak untuk melayani pasien Covid-19. Tujuan : Mengetahui bagaimana kesiapan dan hal apa saja yang dilakukan oleh manajemen keperawatan ICU Covid-19 RS Hasanah Graha Afiah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, sehingga pelayanan ICU Covid-19 dapat tetap berjalan dengan baik. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus dengan pendekatan dekriptif kualitatif, menganalisis hasil wawancara dengan informan terpilih. Hasil : Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, manajemen keperawatan ICU Covid- 19 bekerjasama dengan seluruh unit terkait terutama dengan komite Pengendalian dan Pencegahan Infeksi, melakukan perencanaan dari pemetaan ketenagaan merekrut tenaga perawat secara internal maupun external dan pemberian insentif dari internal maupun external. Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dari sistem manajemen keperawatan diatur berkesinambungan dengan tujuan untuk menyeimbangkan antara jumlah dan kualifikasi tenaga keperawatan Icu Covid-19 dengan beban kerja perawat dan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan mereka. Universitas Indonesia viii Kesimpulan : Berdasarkan seluruh tindakan yang sudah dilakukan dan penilaian dari daftar tilik kesiapan RS HGA dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini komponen Sumber Daya Manusia, Lonjakan Pasien, Komunikasi internal dan Pengendalian dan pencegahan Infeksi dapat dinyatakan bahwa manajemen keperawatan ICU Covid-19 RS HGA siap dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kata kunci : Kesiapan, Manajemen Keperawatan ICU Covid-19, pandemi Covid-19
Introduction : With the determination of Covid-19 as a world health emergency by WHO in January 2020, and the higher mortality rate in patients with ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome), the need for intensive unit (ICU) services has greatly increased. The surge in patients is happening very quickly, requiring hospitals to adapt and immediately prepare for the Covid-19 intensif care unit. A nursing management strategy is needed to address the increasing need for ICU nursing staff. Meanwhile, the number of nursing staff with ICU qualifications has not been adequate in the conditions of the Covid-19 pandemic, which has never been experienced before, causing many nursing staff to refuse to serve Covid-19 patients. Aim : knowing how to prepare and what kind of things were done by the nursing management of the Covid-19 ICU at Hasanah Graha Afiah Hospital in the face of the Covid-19 pandemic, so that the Covid-19 ICU service could continue to run well. Method : This study is a case study research design with a qualitative descriptive approach, analyzing the results of interviews with selected informants. Results: In dealing with the Covid-19 pandemic, the Covid-19 ICU nursing management collaborated with all related units, especially with the Infection Control and Prevention committee, carried out planning from mapping the workforce to recruit nurses internally and externally and providing incentives from internal and external. Planning, organizing, directing and controlling the nursing management system is regulated continuously with the aim of balancing the number and qualifications of the COVID-19 ICU nursing staff with the workload of nurses and still prioritizing their health and safety. Conclusion : Based on all the actions that have been taken and the assessment of the HGA Hospital readiness checklist in the face of the Covid-19 pandemic, the components of Human Resources, Patient Surges, Internal Communications and Infection Control and Universitas Indonesia x Prevention can be stated that the nursing management of the Covid-19 ICU HGA Hospital is ready to face Covid-19 pandemic. Keywords : readiness, covid-19 ICU Nursing management, covid-19 pandemic
B-2258
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
