Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32013 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mila Fitriaty; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Muhammad Syafiq
Abstrak: Penyakit ginjal kronis adalah hilangnya fungsi ginjal secara progresif selama beberapa bulan atau tahun (Worldkidneyday 2020a).Peningkatan kasus baru penyakit ginjal kronis yang signifikan seiring dengan peningkatan jumlah pasien yang menjalani hemodialisa sebagai terapi penganti ginjal dalam upaya ketahanan hidup. Komorbid penyakit kardiovaskular adalah faktor risiko utama morbiditas dan mortalitas dengan penyakit ginjal kronis.Penelitian ini menggunakan rancangan cohort restrospective design.Lokasi penelitian ini dilaksanakan di RSUP Persahabatan,DKI Jakarta dan menggunakan data sekunder dari data sistem informasi RS pada tahun 2015 s.d 2019.Variabel yang berhubungan secara signifikan dengan ketahanan hidup pasien yang menjalani hemodialisa dengan komorbid penyakit kardiovaskular adalah variabel umur, komplikasi anemia, diabetes melitus dan Hipertensi. Variabel umur memiliki nilai pvalue sebesar 0,029 dengan HR sebesar 1,54 (95% CI OR 1,043-2,262).Variabel Anemia mempunyai nilai p-value sebesar 0,013 dengan HR sebesar 1,60 (95% CI 1,117-2,515.Variabel Diabetes Melius memiliki nilai p-value sebesar 0,000 dengan HR2,71 (95% CI 1,780-4,11). Variabel Hipertensi memiliki nilai p-value sebesar 0,004 dengan HR1,79 (95% CI 1,208-2,646). Kesimpulannya pasien yang menjalani hemodialisa dengan komorbid penyakit kardiovaskular memiliki risiko kematian sebesar 0.76 kali dibandingkan dengan pasien yang menjalani hemodialisa dengan komorbid bukan penyakit kardiovaskular. Pada penelitian ini validitas internal yang belum baik karena adanya bias seleksi dan bias informasi misklasifikasi non diferensial, sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan
Read More
T-6168
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Seno Aji; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Situasi pandemi COVID-19 membuka mata masyarakat akan pentingnya kesehatan, peningkatan demand akan produk-produk kesehatan mendorong industri logistik PT X yang berperan dalam distribusi barang untuk melakukan lembur kerja atas intensitas kerja yang tinggi, hal ini meningkatkan risiko terjadinya fatigue di tempat kerja yang dapat menurunkan fungsional tubuh dan berdampak baik pada kesehatan pekerja maupun risiko terjadinya error di tempat kerja, PT X juga belum memiliki sistem manajemen risiko fatigue khusus sehingga deteksi fatigue tidak dapat dilakukan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran keluhan dan faktor risiko fatigue pada pekerja logistik gudang PT X tahun 2022 yang bertempat di salah satu kawasan DKI Jakarta. Penelitian ini berdesain deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan metode studi cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner termasuk Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan triangulasi data dengan hasil wawancara di lapangan terhadap beberapa pekerja dan koordinator tiap tim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 pekerja (37,04%) mengalami keluhan fatigue ringan, mayoritas sebagian lainnya (62,96%) tidak mengalami keluhan fatigue dan tidak ditemukan pekerja dengan keluhan fatigue berat, serta untuk faktor risiko fatigue paling dominan yang ditemukan adalah pada faktor kuantitas tidur pekerja dengan mayoritas pekerja (83,33%) memiliki durasi tidur dibawah standar 7 jam
The COVID-19 pandemic situation has opened people's eyes to the importance of health, the increasing demand for health products has encouraged the logistics industry of PT X, which plays a role in the distribution of goods, to carry out overtime work to meet the high work intensity, this increases the risk of fatigue in the workplace which can reduce body function and have an impact on the health of workers and even the risk of errors in the workplace. Additionally, PT X lacks a fatigue risk management system, making it unable to do fatigue detection, thus this research aims to provide an overview of complaints and fatigue warehouse logistics workers at PT X year 2022, located in one of the DKI Jakarta region. Research design is a quantitative and qualitative with a cross-sectional study using questionnaire instruments, including the Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) which were then analyzed univariately and triangulated the data with the results of field interviews towards several workers and the coordinator of each team. The results showed that there were 20 workers (37.04%) experiencing light fatigue, the majority of the others (62.96%) did not experience any, and none with severe fatigue, as for the most dominant fatigue risk factor found is the workers' sleep quantity with the majority of workers (83.33%) having sleep duration below the standard of 7 hours minimum
Read More
S-11028
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saila Hadayna; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota,Khristin Ferrosnita
Abstrak:
Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang menyumbang kenaikan angka morbiditas, mortalitas, beban biaya kesehatan, dan masalah kesehatan lainnya. Menurut Riskesdas 2018, prevalensi PGK di Indonesia mencapai 0,38% dan mengalami peningkatan 0,2% dibandingkan tahun 2013. PGK juga merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia berdasarkan data Global Burden of Disease tahun 2019. Meningkatnya insiden penyakit ginjal kronis turut mempengaruhi peningkatan jumlah pasien yang menjalani hemodialisis sebagai terapi pengganti fungsi ginjal untuk bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RS Krakatau Medika tahun 2019-2021. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RS Krakatau Medika Tahun 2019-2021. Data pasien yang diambil meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga PGK, komorbid hipertensi, komorbid diabetes melitus, dan komorbid kardiovaskular. Analisis data menggunakan analisis survival dengan metode Kaplan-Meier dan Regresi Cox. Dari studi ini diketahui sebanyak 216 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan 84 pasien telah meninggal dan 132 pasien adalah sensor. Probabilitas ketahanan hidup satu, dua, dan tiga tahun pasien PGK yang menjalani hemodialisis sebesar 58%, 43%, dan 36%. Terdapat perbedaan yang signifikan pada ketahanan hidup pasien berdasarkan usia, komorbid hipertensi, dan komorbid diabetes melitus (log rank test, p<0,05). Hasil analisis regresi cox menunjukkan usia (HR=2,28, 95% CI 1,444—3,588, p<0,001) dan komorbid hipertensi (HR=0,40, 95% CI 0,245—0,668 p<0,001) mempengaruhi ketahanan hidup pasien. Usia dan komorbid hipertensi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan hidup pasien. Pasien PGK yang menjalani hemodialisis pada usia ≥ 55 tahun dan tidak terdapat komorbid hipertensi memiliki ketahanan hidup yang lebih rendah dibandingkan pasien dengan usia

Chronic kidney disease (CKD) is a global public health issue that contributes to rising morbidity, mortality, health costs, and other health issues. According to Riskedas 2018, the prevalence of CKD in Indonesia was 0.38% and increase by 0.2% compared to 2013. CKD is also the third leading cause of death in Indonesia based on Global Burden of Disease data 2019. The rising insidences of chronic kidney disease also affects the increasing number of patients undergoing hemodialysis as a replacement therapy for kidney function to survive. This study aims to identify the factors that affect the survival of patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Krakatau Medika Hospital in 2019-2021. The design of this study was a retrospective cohort using secondary data from the medical records of CKD patients undergoing hemodialysis at Krakatau Medika Hospital in 2019–2021. Age, gender, family history of CKD, comorbidities for hypertension, diabetes mellitus, and cardiovascular were among patient data collected. Data analysis used survival analysis with the Kaplan-Meier method and Cox regression. From this study, there were 216 samples met the inclusion and exclusion criteria with 84 patients had died and 132 patients were censored. The probability of one, two, and three-year survival of CKD patients undergoing hemodialysis were 58%, 43%, and 36%, respectively. There were significant differences in patient survival based on age, comorbid hypertension, and comorbid diabetes mellitus (log-rank test, p<0.05). The results of the Cox regression analysis showed that age (HR = 2.28, 95% CI: 1.444–3.588, p<0.001) and comorbid hypertension (HR = 0.40, 95% CI: 0.245–0.668, p<0.001) affected patient survival. The most significant factors affecting patient survival are age and comorbid hypertension. Patients with CKD undergoing hemodialysis at the age of ≥ 55 years old and no comorbid hypertension have lower survival rates than patients with age < 55 years old and comorbid hypertension. It is expected to increase the role of family and health workers in providing emotional support and monitoring of patients during hemodialysis care management especially in patients who are elderly, have comorbid hypertension, and comorbid diabetes melitus.
Read More
S-11191
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desilina; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Ratna Djuwita, Sandi Iljanto, Adnil Basha, Setyadi
Abstrak:

Latar belakang: Penyakit Jantung Koroner merupakan penyebab utama kematian. Sejak tahun 1993, Penyakit Jantung Koroner merupakan penyebab kematian utama pada masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang dapat menurunkan tingkat kematian PJK adalah faktor jaminan pembayaran asuransi kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh jaminan pembayaran asuransi kesehatan (ASKES dan ASKESKIN) terhadap ketahanan hidup pada penderita PJK yang dirawat di Cardivascular Care Unit (CVCU) Rumah Sakit M. Djamil Padang. Metodologi : Jenis penelitian dengan disain Kohort Retrospektif dengan survival analysis dengan menggunakan data sekunder yaitu catatan medis penderita PJK yang dirawat di CVCU Rumah Sakit M. Djamil Padang tahun 2007. Populasi penelitian adalah semua penderita PJK yang dirawat di CVCU Rumah Sakit M.Djamil Padang tahun 2007. Jumlah sampel penelitian adalah sebesar 398 orang penderita PJK. Hasil Penelitian : Ketahanan hidup penderita PJK dengan jaminan pembayaran asuransi kesehatan (ASKES dan ASKESKIN) lebih lama daripada penderita PJK dengan jaminan pembayaran pribadi. Setelah dikendalikan pengaruh variabel kovariat, maka didapatkan nilai HR = 0,75 ( 95% CI 0,42 ? 1,36 ) untuk penderita PJK dengan jaminan pembayaran ASKES dan nilai HR = 0,48 ( 95% CI 0,25 ? 0,91) untuk penderita PJK dengan jaminan pembayaran ASKESKIN. Kesimpulan dan Saran : Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan ketahanan hidup penderita PJK dengan jaminan pembayaran asuransi kesehatan dengan penderita PJK dengan jaminan pembayaran pribadi, dimana Ketahanan hidup penderita PJK dengan jaminan pembayaran asuransi kesehatan lebih lama daripada penderita PJK dengan jaminan pembayaran pribadi. Lebih lamanya ketahanan hidup penderita PJK dengan jaminan pembayaran asuransi kesehatan ASKESKIN daripada ASKES disebabkan adanya perbedaan obat standar yang dijamin oleh pihak asuransi. Untuk itu disarankan kepada pihak asuransi membuat kebijakan tentang persamaan jaminan pengobatan bagi peserta ASKES dan ASKESKIN. Bagi peserta asuransi agar dapat memanfaatkan jasa asuransi dengan melakukan kontrol kesehatan secara teratur.


Background : Coronary Heart Disease is a leading cause of death, and in Indonesia, it is a leading cause of death since 1993. Health insurance is one of the factors that can decrease the mortality rate due to this disease. This research was conducted to explore the effects of health insurance payment security (ASKES and ASKESKIN) on the survival of coronary heart disease client cared in Cardiovascular Care Unit (CVCU) of M.Djamil Hospital Padang. Methods : This research was retrospective cohort design with survival analysis using secondary data obtained from coronary heart disease client medical records in CVCU of M.Djamil Hospital Padang in 2007. Research population were all coronary heart disease clients cared in CVCU M.Djamil Hospital Padang in 2007, and 398 samples were obtained for this study. Results : Survival of coronary heart disease client with health insurance payment Security (ASKES and ASKESKIN) was longer than coronary heart disease client with out pocket payment. After controlled by covariate variable effect, the results revealed HR value were 0.75 (95% CI 0.42 ? 1.36) and 0.48 (95% CI 0.25 ? 0.91) for coronary heart disease client with ASKES insurance payment and for coronary heart disease client with ASKESKIN payment security respectively. Conclusion and Suggestion : It is concluded that Survival of coronary heart disease client with health insurance payment security was difference than coronary heart disease client with out pocket payment, however survival of coronary heart disease client with health insurance payment security was longer than coronary heart disease client with out pocket payment. The longer of the survival of coronary heart disease client with ASKESKIN insurance payment compared to ASKES is due to the difference of standard drugs that are guaranteed by insurance company, therefore it is recommended for insurance company to make policy about equality of treatment security for ASKES and ASKESKIN member. Insurance members are suggested to use the insurance service by performing regular health control.

Read More
T-2838
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amanda Cherkayani Sejati; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Yovsyah, Achmad Mulawarman
Abstrak: Efusi pleura ganas (EPG) sebagai bentuk perluasan dari keganasan sering munculpada penderita kanker paru, mempersulit penatalaksanaan kanker paru, danmembuat prognosis pasien memburuk dengan rerata angka ketahanan hidup 6bulan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik dan ketahanan hiduppasien kanker paru dengan EPG di RS Kanker Dharmais Jakarta tahun 2009-2013.Desain penelitian ini adalah kohort longitudinal dengan analisis univariat danketahanan hidup. Sampel penelitian ini adalah pasien kanker paru dengan EPG(stadium IIIB atau IV) dari metastasis kanker paru berdasarkan pemeriksaansitologi atau biopsi dan memiliki rekam medik lengkap. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rata-rata umur pasien adalah 58,73 tahun, berjenis kelaminlaki-laki, tidak merokok, dan status pekerjaan terbanyak adalah pensiunan.Mayoritas pasien mengeluhkan gangguan respirasi saat pertama berobat, memilikijenis sel kanker adenokarsinoma, sudah mencapai stadium IV, dan lokasi efusiberada di paru-paru kanan. Sekitar 68.5% pasien bertahan hidup 6 bulan setelahdiagnosis dan median survival adalah 12,5 bulan. Diharapkan ada KIE bagimasyarakat, terutama terkait kebiasaan merokok dan ditujukan untuk populasiberisiko, mengenai kanker paru untuk mengurangi jumlah pasien yang baruberobat setelah kanker mencapai stadium lanjut.Kata kunci: efusi pleura ganas, karakteristik, ketahanan hidup
Malignant pleural effusion (MPE) often appears in patients with lung cancer anddeteroriates prognosis of patients with mean survival rate of 6 months. This studyaims to look at the characteristics and survival of lung cancer patients with MPE(stage IIIB or IV) at Dharmais Cancer Hospital Jakarta in 2009-2013. Studydesign was longitudinal cohort with univariate and survival analysis. Sample waslung cancer patients with metastatic MPE based on cytology test or biopsy withcomplete medical record. Results showed average age of patients was 58.73; mostwere male, nonsmoker, and pensioner. Majority of patients had respiratorydisorder, adenocarcinoma cancer type, reached stage IV, and effusion in the rightlung. Approximately 68.5% of patients surviving 6 months after diagnosis andmedian survival were 12.5 months. IEC is needed for community; especiallypopulation with lung cancer risk, to help reducing number of new patients seekingtreatment after cancer reaches advanced stage.Keyword: malignant pleural effusion,characteristics, survival.
Read More
S-8488
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nancy Dian Anggraeni; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Yovsyah, Adria Rusli
Abstrak:

Penyakit HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Masalah yang berkembang adalah karena angka morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi, disebabkan antara lain karena keterlambatan mendapatkan pengobatan Anti Retroviral (ARV). Di Indonesia pengobatan ARV umumnya dimulai bila jumlah sel CD4 < 200 sel/mm 3 atau bila stadium klinis 3 atau 4. Informasi tentang pengaruh jumlah sel CD4 sebelum pengobatan ARV terhadap ketahanan hidup satu tahun pasien HIV/AIDS berdasarkan kelompok kategori 3 , 50- 3 dan > 200 sel/mm 3 , saat ini belum tersedia di Indonesia. Untuk mengetahuinya, maka dilakukan penelitian ini. Desain penelitian kohort retrospektif, dilakukan pengamatan terhadap kematian pada populasi dinamis selama satu tahun (366 hari), dari Januari 2005 hingga Januari 2010. Subjek penelitian 158 pasien HIV/AIDS berusia > 15 tahun, naïve dan mendapat regimen ARV lini pertama di RSPI Prof.DR.Sulianti Saroso pada tahun 2005-2010. Prosedur analisis ketahanan hidup menggunakan metode Kaplan-Meier (product limit), analisis bivariat dengan Log rank test (Mantel cox) dan analisis multivariat dengan cox regression / cox proportional hazard model. Penelitian ini mendapatkan probabilitas ketahanan hidup keseluruhan satu tahun pasien HIV/AIDS dengan pengobatan regimen ARV lini pertama adalah 0,86 (CI 95% 0,79-0,91). Incident rate kematian (Hazard rate) kelompok jumlah sel CD4 3 adalah 8/10.000 orang hari (29/100 orang tahun), kelompok jumlah sel CD4 50-3 adalah 3/10.000 orang hari (11/100 orang tahun) dan kelompok jumlah sel CD4 > 200 sel/mm 3 adalah 2/10.000 orang hari (7/100 orang tahun). Hazard Ratio(HR)-adjusted kelompok jumlah sel CD4 <50 sel/mm 3 terhadap kelompok jumlah sel CD4 > 200 sel/mm 3 adalah 3,4 (p= 0,058 ; CI 95% : 0,96-12,16), HR-adjusted kelompok jumlah sel CD4 50-3 terhadap kelompok jumlah CD4 > 200 sel/mm 3 adalah 1,7 (p= 0,48 ; CI 95% : 0,4-7.04). HR-adjusted pasien dengan TB 3,57 kali terhadap pasien tanpa TB (p=0,015 ; CI 95% : 1,27-9,99). Jumlah sel CD4 sebelum pengobatan ARV tidak mempunyai pengaruh secara statistik terhadap ketahanan hidup satu tahun pasien HIV/AIDS yang mendapat regimen ARV lini pertama. Namun penelitian mendapatkan penyakit Tuberkulosis (TB) mempunyai pengaruh secara statistik terhadap ketahanan hidup satu tahun pasien HIV/AIDS yang mendapat regimen ARV lini pertama. Kata kunci: HIV/AIDS, jumlah sel CD4, pengobatan ARV, ketahanan hidup satu tahun.


 

HIV/AIDS disease is one of public health concerns in Indonesia. The growing issues related to high morbidity and mortality rate. This is due to such as lately initiated of Antiretroviral (ARV) therapy. In Indonesia ARV therapy is begun when the CD4 cell counts dropped below 200 cell/mm 3 or if clinical stadium fall into 3 rd th or 4 . Nowadays in Indonesia, Information about the influenced of baseline CD4 cell count to one year survival among patient HIV/AIDS with first line ARV regimen therapy, base on strata 3 , 50- 3 and > 200 cell/mm 3 was not available, therefore this research will be conducted. Study design was retrospective cohort, with one year (366 days) duration of observation to death, in dynamic population from January 2005 to January 2010. The subjects of study were 158 HIV/AIDS patients, with inclusion criteria: > 15 years old, naïve, and were treated by first line ARV regimen at RSPI Prof.DR. Sulianti Saroso in year 2005-2010. The procedures of survival analysis used Kaplan-Meier method (product limit), and Log rank test (Mantel cox) for bivariate analysis and cox regression / cox proportional hazard model for multivariat analysis. The overall of one year survival probability in HIV/AIDS patients with first line ARV regimen therapy was 0,86 (CI 95% 0,79-0,91). Incident rate of death (Hazard rate) in CD4 3 group was 8/10.000 persons days (29/100 persons years), in CD4 50-3 group was 3/10.000 persons days (11/100 persons years) and in CD4 > 200 cell/mm 3 group was 2/10.000 persons days (7/100 persons years). The Hazard Ratio(HR)-adjusted CD4 <50 cell/mm 3 patients compared to CD4 > 200 cell/mm 3 patients was 3,4 (p= 0,058 ; CI 95% : 0,96-12,16), the HR-adjusted CD4 50-3 patients compared to CD4 > 200 cell/mm 3 patients was 1,7 (p= 0,479 ; CI 95% : 0,4-7.04). HR- adjusted tuberculosis patients was 3,57 time more risk to death than patients without tuberculosis (p=0,015 ; CI 95% : 1,27-9,99). This study found that the baseline CD4 cell counts have not significant statistical associated to one year survival of HIV/AIDS patients with first line ARV regimen therapy, after has controlled to other independent variables. But this study found that tuberculosis has significant statistical association to one year survival of HIV/AIDS patients who received first line ARV regimen therapy. Keywords: HIV/AIDS, CD4 cell counts, treatment ARV, one year survival.

Read More
T-3238
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chalida Zia Firdausi; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Mondasri Korib Sudaryo, Erlina Burhan
S-8593
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusni Rahma; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Susilarini, Ni Ketut
S-7375
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Rachmawati; Pembimbing: Asri C Adisasmita; Penguji: Helda; Telly Purnamasari
Abstrak:
Kasus Konfirmasi COVID-19 di Provinsi Riau merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatera. Salah satu upaya mengatasi pandemi COVID-19 adalah dengan cara pemberian vaksinasi yang bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 dan mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Status Vaksinasi Dengan Ketahanan Hidup Pasien Konfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Provinsi Riau Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian observasional analistik menggunakan metode kohort retrospektif dari 1212 sampel pasien yang dirawat di seluruh rumah sakit Provinsi Riau pada tahun 2022 dan dilaporkan pada aplikasi RS Online. Probabilitas Survival Kumulatif keseluruhan pasien COVID-19 yang dirawat di RS Provinsi Riau adalah 0,062 atau 6,2% dengan Median survival time keseluruhan 20 hari (IQR: 17-22). Pasien yang sudah mendapatkan vaksinasi memiliki efek protektif terhadap risiko kematian COVID-19, HR 0,751 (95% CI: 0,580-0,971), yang sudah vaksinasi lengkap HR 0,625 (95% CI: 0,463-0,845) dan terdapat penurunan risiko kematian yang selaras dengan jumlah dosis vaksin yang sudah didapatkan oleh pasien (dosis response) dimana pasien yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 memiliki nilai HR 1,138 (95% CI: 0,764-1,694), pasien yang sudah mendapatkan vaksin dosis 2 memiliki risiko atau efek protektif yang dapat menurunkan risiko kematian COVID-19 dengan HR 0,692 (95% CI: 0,504-0,949), dan pasien yang sudah mendapatkan vaksin dosis booster juga memiliki efek protektif dengan HR 0,336 (95% CI: 0,138-0,818) setelah dikontrol variabel usia, saturasi awal, riwayat komorbid, tempat perawatan dan penggunaan alat bantu pernafasan. Peningkatan cakupan vaksinasi lengkap sesuai dosis primer diperlukan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian COVID-19 meskipun pandemi telah dinyatakan berakhir. Meningkatkan koordinasi, kolaborasi dan kerja sama lintas sektor termasuk melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam program kesehatan masyarakat yang memiliki dampak luas termasuk kemungkinan menghadapi emerging disease berikutnya.

Confirmation cases of COVID-19 in Riau Province are the highest on the island of Sumatra. One of the efforts to overcome the COVID-19 pandemic is by administering vaccinations which aim to reduce transmission/contagion, reduce morbidity and mortality from COVID-19 and achieve herd immunity in the community (herd immunity). The aim of the study was to determine the relationship between vaccination status and survival of confirmed COVID-19 patients at the Riau Province Hospital in 2022. This study was an analytical observational study using a retrospective cohort method of 1212 samples of patients treated at all hospitals in Riau Province in 2022 and reported on the RS Online application. The overall cumulative survival probability of COVID-19 patients treated at Riau Province Hospital is 0.062 or 6.2% with an overall median survival time of 20 days (IQR: 17-22). Patients who have received vaccination have a protective effect on the risk of death from COVID-19, HR 0.751 (95% CI: 0.580-0.971), who have received complete vaccination HR 0.625 (95% CI: 0.463-0.845) and there is a reduced risk of death in line with the number of vaccine doses that have been obtained by patients (dose response) where patients who have received vaccine dose 1 have an HR value of 1.138 (95% CI: 0.764-1.694), patients who have received vaccine dose 2 have risks or protective effects that can reduce risk COVID-19 mortality with HR 0.692 (95% CI: 0.504-0.949), and patients who had received a booster dose of vaccine also had a protective effect with HR 0.336 (95% CI: 0.138-0.818) after controlling for age, initial saturation, history comorbidities, place of care and use of breathing apparatus.An increase in complete vaccination coverage according to the primary dose is needed to reduce the morbidity and mortality of COVID-19 even though the pandemic has been declared over. Improving coordination, collaboration and cooperation across sectors including involving religious leaders and community leaders in public health programs that have a broad impact including the possibility of dealing with the next emerging disease.
Read More
T-6795
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anette Yongki Wijaya; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observatif dengan data kuantitatif. Sumber data berasal dari data sekunder berupa rekam medik RSUP Persahabatan tahun 2020. Dengan desain studi kasus kontrol, 50 sampel dalam kelompok kasus dan 100 sampel dalam kelompok kontrol dianalisis menggunakan SPSS dengan uji chi square, OR untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel, dan p<0,05 sebagai batas kemaknaan.
Hasil: Usia ≤30 tahun (OR=0,30; p=0,019) dan kepatuhan minum obat (OR=6,64; p=0,000) memiliki hubungan statistik yang signifikan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Read More
S-10758
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive