Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23832 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siti Ulfah; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Zulfa, Yessi
Abstrak:
Dispute klaim COVID-19 menjadi salah satu permasalahan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi . Klaim dispute terjadi ketika terdapat ketidak sepakatan dalam proses verifikasi BPJS Kesehatan terhadap berkas klaim rumah sakit. Klaim dispute akan berdampak terhadap penundaan pembayaran klaim COVID-19 sehingga mempengaruhi arus kas rumah sakit, dan juga proses penyelesaian klaim dispute juga membutuhkan waktu lama. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa penyebab terjadinya klaim dispute COVID-19 ditinjau dari faktor input, proses, output, mengidentifikasi dampak klaim dispute dan strategi bertahan rumah sakit dalam menyikapi masalah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi pada bulan Juni-Juli 2021. Menggunakan data sekunder Berita Acara Hasil Verifikasi klaim COVID-19 bulan pelayanan April 2020 hingga Mei 2021. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan wawancara mendalam dengan informan terpilih. Dari hasil penelitian, pada output terdapat klaim dispute di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina 115 kasus sebesar Rp. 3.087.614.900 (23%). Klaim pending 62 kasus sebesar Rp. 891.426.800 (6%) . Dan ini menimbulkan dampak hingga mempengaruhi 54,7% jika dilihat dari sisi operasional rumah sakit rata-rata sebulan. Didapatkan penyebab klaim dispute dan pending terbanyak adalah penegakan diagnosa (suspek, komorbid dan koinsiden) tidak sesuai kriteria sebesar 33%, kriteria rawat inap tidak sesuai ketentuan 21%, pemeriksaan penunjang tidak sesuai kriteria 18%, kesalahan pengentrian dan upload berkas 17% dan tatalaksana tidak sesuai ketentuan 11%. Jika ditelaah lebih lanjut permasalahan terbesar adalah berasal dari faktor internal rumah sakit, penyebab dispute dan pending klaim COVID-19 ini adalah dari input terkait SDM dan kebijakan, sedangkan dari proses pengentrian dan upload berkas. Dalam menyikapi klaim dispute dibutuhkan strategi bertahan rumah sakit diantaranya adalah incresing revenue (meningkatkan pendapatan) dengan tetap mempertahankan pelayanan pasien COVID-19 yang sesuai ketentuan yang berlaku, sembari tetap memberikan pelayanan non COVID-19, cutting cost (memangkas pembiayaan) dengan mengevaluasi pembiayaan pelayanan COVID-19 saat ini

COVID-19 dispute claims is one of the problems at Islamic Hospital Ibnu Sina Bukittinggi. Dispute claims occur when there is disagreement in the BPJS Kesehatan verification process on hospital claim files. Dispute claims will have an impact on delays in payment of COVID-19 claims, which will affect the hospital's cash flow, and the settlement of disputed claims will also take longer. This study aims to determine the impact of the dispute, analyze the causes of the dispute claim in terms of input, process, output factors and the hospital's survival strategy in addressing this problem. This research uses a qualitative approach with a case study method. The study was carried out at Islamic Hospital Ibnu Sina Bukittinggi in June-July 2021. Using secondary data from the Verification Results for COVID-19 service months from April 2020 to May 2021. Then proceed with conducting in-depth interviews with selected informants. From the output data, there are claims of dispute at Islamic Hospital Ibnu Sina Bukittinggi with 115 cases of Rp. 3,087,614,900 (23%). Claims pending 62 cases of Rp. 891,426,800 (6%). And this has an impact that affects 54.7% when viewed from the side of hospital operations on average a month. From the results of the study, it was found that the causes of the most disputed and pending claims were diagnosis enforcement (suspect, comorbid and coincidental) that did not meet the criteria by 33%, the criteria for hospitalization did not comply with the provisions of 21%, supporting examinations did not meet the criteria 18%, entry errors and file uploads 17 % and the treatment is not in accordance with the provisions of 11%. If we examine further, the biggest problem is that it comes from internal hospital factors, the cause of the dispute and pending COVID-19 claims is from input related to human resources and policies, while from the process of entering and uploading files. In responding to dispute claims, hospital survival strategies are needed, including incresing revenue while maintaining COVID-19 patient services in accordance with applicable regulations, while still providing non-COVID-19 services, cutting costs by evaluating service financing. COVID-19 currently and making hospital PPK and CP related to COVID-19 services, Improving Cash Flow by evaluating the risk of claim disputes and strengthening the dispute claim settlement team so that all claims can become eligible claims from the Ministry of Health
Read More
B-2225
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Slamet Widodo; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Adang Bachtiar, Ascobat Gani, Gita Ika Irsatika, Khosiatun Azmi
Abstrak:
Pelayanan pada pasien covid 19 di rumah sakit membutuhkan biaya perawatan yang tinggi sehingga perlu adanya pengeloalaan yang baik dan pemantauan dari awal perawatan hingga pasien tersebut pulang. Agar kepastian klaim pasien tersebut layak untuk diterima atau tidak dispute, dibutuhkan adanya manajemen pengendalian klaim dan pengendalian biaya perawatan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Manajemen pengendalian Klaim dispute dan biaya Perawatan Pasien Covid 19 dilihat dari faktor Input, Proses dan Output yang ada di Rumah sakit Prima Medika Pemalang. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui telaah dokumen, observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan pada input :kurangnya SDM di Ruang Isolasi, kebijakan/ SOP yang sering berubah dan berlaku surut, keterlambatan pencairan biaya yang telah dianggarkan, sarana dan prasarana yang kurang memadai, Faktor Proses : fungsi kontrol yang masih belum berjalan dengan baik, output yang dihasilkan : pengendalian biaya pelayanan baik namun masih terdapat klaim dispute dengan penyebabnya adalah hasil swab yang tidak terlampir, resume medis yang tidak lengkap, upload berkas tidak lengkap, input berkas tidak sesuai, berkas identitas pasien tidak lengkap. Saran dibutuhkan peningkatan pengetahuan SDM yang terlibat pada kegiatan klaim covid-19 tentang persyaratan klaim covid-19 di rumah sakit prima medika untuk mengurangi jumlah klaim dispute, perlu adanya seorang person in contact (PIC) yang bertanggung jawab klaim covid-19 ,pemenuhan sarana dan prasarana, jumlah SDM dan waktu penagihan klaim lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan agar dapat meminalisir klaim dispute. Kata kunci : Biaya Perawatan, Covid-19, Manajemen Klaim Dispute

Services for COVID-19 patients in hospitals require high treatment costs, so there needs to be good management and monitoring from the beginning of treatment until the patient goes home. In order to ensure that the patient's claim is eligible to be accepted or not to be disputed, it is necessary to have claims control management and treatment cost control. The purpose of this study was to analyze the application of management to control dispute claims and the cost of treating Covid 19 patients in terms of input, process and output factors at Prima Medika Hospital, Pemalang. This research was conducted qualitatively through document review, observation and in-depth interviews. The results showed the inputs: lack of human resources in the Isolation Room, policies / SOPs that often change and apply retroactively, delays in disbursing budgeted costs, inadequate facilities and infrastructure, Process Factors: control functions that are still not running well, outputs that are not working properly. Resulted: service cost control is good but there are still claims of dispute with the causes being swab results that are not attached, incomplete medical resume, incomplete file upload, incorrect file input, incomplete patient identity file. Suggestions are needed to increase the knowledge of human resources involved in Covid-19 claim activities regarding the requirements for Covid-19 claims at the Prima Medika Hospital to reduce the number of disputed claims, there is a need for a person in contact (PIC) who is responsible for Covid-19 claims, fulfillment of facilities and infrastructure, number of human resources and claim collection time earlier than the predetermined schedule in order to minimize dispute claims. Keywords: Dispute Claim Management, Treatment Costs, Covid-19
Read More
B-2252
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Juniarti Azis; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Anhari Achadi, Atik Nurwahyuni, Dience Meidiana, Yenny Nariswari Harumansyah
Abstrak: Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak bagi Negara Indonesia dari sisi keuangan, sehingga pemerintah Indonesia harus memikirkan strategi pembiayaan pelayanan pasien COVID-19. Rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan COVID-19 dapat mengajukan klaim kepada Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan penggantian biaya perawatan pasien. Dalam pelaksanaannya terdapat kendala yang dialami rumah sakit pada saat mengajukan klaim, yaitu jumlah dispute klaim yang tinggi. Dispute klaim merupakan klaim yang setelah dilakukan verifikasi oleh BPJS Kesehatan terdapat ketidaksesuaian antara RS dan BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis gambaran penyebab dispute klaim COVID-19 ditinjau dari faktor input, proses, dan output di RSUD Matraman. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di unit casemix RSUD Matraman pada bulan September-Desember 2020. RSUD Matraman adalah rumah sakit pemerintah yang berstatus BLUD yang membiayai sendiri operasional rumah sakitnya, sehingga jika pembayaran klaim ini tertunda maka cashflow rumah sakit akan terganggu. RSUD Matraman telah mengajukan klaim COVID-19 bulan pelayanan Maret-Agustus 2020 sebanyak 157 berkas. Jumlah klaim yang terdispute sebanyak 94 berkas (60%) lebih banyak dibandingkan jumlah klaim yang lolos verifikasi sebanyak 63 berkas (40 %). Hasil penelusuran didapatkan bahwa penyebab dispute klaim yang terjadi di RSUD Matraman disebabkan karena hasil swab yang tidak terlampir, resume medis yang tidak tepat dan juga tidak lengkap. RSUD Matraman segera menyelesaikan kasus dispute klaim yang terjadi supaya pembayaran klaim segera cair sehingga cashflow rumah sakit tidak terganggu.
The COVID-19 pandemic has a financial impact on the State of Indonesia, so the Indonesian government must think about a strategy for financing COVID-19 patient services. Hospitals that provide COVID-19 services can submit claims to the Ministry of Health to get reimbursement for patient care costs. In its implementation, there are obstacles experienced by hospitals when submitting claims, namely the high number of dispute claims. Dispute claims are claims that after verification by BPJS Kesehatan there is a mismatch between the Hospital and BPJS Kesehatan. This study aims to determine and analyze the description of the causes of the COVID-19 claim dispute in terms of input, process, and output factors at Matraman Hospital. This research is an observational study with a qualitative approach. The research was conducted at the casemix unit of the Matraman Hospital in September-December 2020. RSUD Matraman is a government hospital with a BLUD status that self-finances the operation of the hospital, so if this claim payment is delayed, the hospital cash flow will be disrupted. The Matraman Regional Hospital has submitted 157 COVID-19 claims for the month of service from March-August 2020. The number of claims that were dispatched was 94 files (60%), more than the number of claims that passed verification of 63 files (40%). The results showed that the cause of the dispute claim that occurred at the Matraman Regional Hospital was due to the results of the swab which was not attached, the medical resume was incorrect and also not complete. Matraman Regional Hospital immediately resolves the dispute claim case so that the claim payment is immediately disbursed so that the hospital cash flow is not disturbed
Read More
B-2163
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erwin Baskoro; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Yuli Prapanca Catur, Ihsan Ramdhani
Abstrak: Aspek penting organisasi untuk meningkatkan etos kerja dan produktifitaskerja yaitu dengan memberikan motivasi karyawan dan upaya dalam memotivasikaryawannya dengan memberikan imbalan berupa insentif. Motivasi kerja muslimadalah mencari ridho Allah SWT dan bernilai ibadah. Penelitian bertujuanmengetahui hubungan antara pemberian insentif dan bekerja untuk ibadah denganmotivasi kerja karyawan di Poliklinik dan Rumah Bersalin Ibnu Sina Balikpapan.Penelitian dilakukan pada Januari 2015 menggunakan instrumenkuesioner. Analisis dilakukan pendekatan kuantitatif dengan desain studi crosssectional. Sampel penelitian ini 95 orang dari 95 total populasi. Hasil penelitianmenunjukan sebanyak 75,8% responden memiliki motivasi kerja rendah, sertavariabel paling dominan dengan motivasi kerja adalah variabel hubungankomunikasi dengan atasan.Disarankan Poliklinik dan Rumah Bersalin memiliki kebijakanterjaminnya komunikasi yang baik dengan atasan seperti mengadakan forumpertemuan formal dan informal secara rutin dengan karyawan danmengoptimalkan forum keagamaan untuk meningkatkan komunikasi yang baikdengan atasan.Kata Kunci:Motivasi Kerja, Insentif, Bekerja untuk Ibadah
An important aspect of the organization to improve the work ethos andproductivity by giving employees the motivation and effort in motivatingemployees by providing compensation in the form of incentives. Work motivationMuslims are seeking the blessing of Allah and worth worship. The research aimsto determine the relationship between incentives and work to worship withemployee motivation at the Polyclinic and Maternity Hospital Ibnu SinaBalikpapan.The study was conducted in January 2015 using a questionnaire. Analyses wereperformed quantitative approach with cross sectional study design. This researchsample 95 of 95 total population. The results showed as much as 75.8% ofrespondents have a low work motivation, as well as the most dominant variablewith work motivation is variable communication with superiors.Suggested Polyclinic and Maternity Hospital has a policy of ensuring goodcommunication with the boss as a forum for formal and informal meetingsregularly with employees and optimize the religious forum to improvecommunication with superiors.Keywords:Work Motivation, Incentives, Working for Worship
Read More
B-1695
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Al Hasanah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Maria Ulpah, Saptono Raharjo, Jaenuri
Abstrak:
Rumah sakit swasta di Indonesia yang beroperasi dalam ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menghadapi kerentanan likuiditas yang bersifat struktural akibat ketergantungan pendapatan pada satu pembayar dominan, yaitu BPJS Kesehatan, dengan siklus pencairan klaim yang panjang dan tidak pasti. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi dan pola risiko likuiditas, mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk kerentanan likuiditas, serta mengevaluasi ketahanan likuiditas melalui stress testing pada RS Islam Bogor (RSIB), sebuah rumah sakit swasta Islam tipe C dengan ketergantungan BPJS sebesar 83,8%. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed methods dengan kerangka ISO 31000:2018 sebagai proses utama dan COSO ERM 2017 sebagai landasan governance, mengintegrasikan analisis data keuangan historis Januari–Desember 2025, wawancara mendalam terhadap sembilan informan, dan stress testing berbasis proyeksi RKAT 2026 dengan tiga skenario tekanan. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan rata-rata Days Cash on Hand (DCOH) sebesar 22,18 hari, di bawah target manajemen 30 hari, dengan Cash Conversion Cycle (CCC) rata-rata 24,8 hari dan liquidity gap negatif rata-rata 13,9 hari. Identifikasi risiko menghasilkan 22 risiko likuiditas (16 ekstrem, 5 tinggi, 1 sedang). Risiko-risiko ini saling terkait dalam satu siklus tekanan berulang: pending rate BPJS yang tinggi (rerata 11,3%, puncak 23,7% pada Oktober 2025) memicu penundaan pembayaran pemasok farmasi, lock supply, hingga eskalasi risiko klinis pada layanan hemodialisa. Empat faktor kritis menjelaskan kerentanan ini: lock-in struktural pada ekosistem UHC, absensi SOP formal yang berimbas pada divergensi persepsi hierarki pembayaran antar level manajemen, kapasitas Supply Chain Financing yang belum termanfaatkan, dan ketergantungan pada penyangga finansial informal yang rapuh secara tata kelola. Stress testing menunjukkan RSIB cukup tahan terhadap tekanan klaim semata (Skenario 1: DCOH rata-rata 37,4 hari), mengalami tekanan hampir sepanjang tahun pada kondisi yang dinilai informan kunci paling mungkin terjadi (Skenario 2: DCOH rata-rata 23,1 hari dengan sepuluh bulan di bawah target), dan menjadi kritis ketika tekanan klaim serta penurunan volume terjadi pada tingkat ekstrem secara bersamaan (Skenario 3: 11 dari 12 bulan di bawah target 30 hari, sembilan di antaranya menembus zona kritis 15 hari). Analisis sensitivitas mengonfirmasi bahwa volume layanan merupakan pendorong kerentanan paling dominan (3,6 kali lebih sensitif dari pending rate), disusul oleh struktur biaya tetap (2,7 kali lebih sensitif) dengan Fixed Cost Ratio sebesar 49,6%. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa akar permasalahan likuiditas RSIB adalah mismatch pembiayaan piutang BPJS yang sebenarnya dapat diprediksi namun pencairannya terlambat, bukan kekurangan kas semata. Atas dasar ini, penelitian merekomendasikan strategi mitigasi berlapis: formalisasi risk appetite, aktivasi Supply Chain Financing sebagai mekanisme pre-emptive, optimasi Clinical Documentation Improvement, dan penyusunan rencana kontingensi pendanaan yang terstruktur.

Private hospitals in Indonesia operating within the National Health Insurance (JKN) ecosystem face structural liquidity vulnerability due to revenue dependence on a single dominant payer, BPJS Kesehatan, combined with a long and uncertain claim disbursement cycle. This study aims to analyze the condition and pattern of liquidity risk, identify the factors shaping liquidity vulnerability, and evaluate liquidity resilience through stress testing at RS Islam Bogor (RSIB), a private Islamic type C hospital with an 83.8 percent BPJS revenue dependency. The study uses an explanatory sequential mixed methods design, with the ISO 31000:2018 framework as the main process and COSO ERM 2017 as the governance foundation, integrating historical financial data analysis for January to December 2025, in-depth interviews with nine informants, and stress testing based on 2026 annual budget (RKAT) projections across three pressure scenarios. Quantitative analysis shows an average Days Cash on Hand (DCOH) of 22.18 days, below the 30-day management target, with an average Cash Conversion Cycle (CCC) of 24.8 days and a negative liquidity gap averaging 13.9 days. Risk identification produced 22 liquidity risks, consisting of 16 extreme, 5 high, and 1 moderate. These risks are interconnected in a recurring pressure cycle, triggered by high BPJS pending rates, with a mean of 11.4 percent and a peak of 23.7 percent in October 2025, which then lead to delayed payments to pharmaceutical suppliers, supply lock, and escalating clinical risk in services such as hemodialysis. Four critical factors explain this vulnerability, namely structural lock-in within the UHC ecosystem, the absence of formal SOPs accompanied by divergent perceptions of payment hierarchy across management levels, unutilized Supply Chain Financing capacity, and reliance on informal financial buffers that are fragile from a governance standpoint. Stress testing shows that RSIB is reasonably resilient to claim pressure alone, with Scenario 1 producing an average DCOH of 37.4 days, comes under pressure for most of the year under the condition that key informants considered most likely to occur, with Scenario 2 producing an average DCOH of 23.1 days and ten months below the 30-day target, and becomes critical when claim pressure and volume decline occur together at an extreme level, with Scenario 3 showing 11 of 12 months falling below the 30-day target and nine of those months dropping into the 15-day critical zone. Sensitivity analysis confirms that service volume is the most dominant driver of vulnerability, 3.6 times more sensitive than pending rate, followed by fixed cost structure, 2.7 times more sensitive, after medical service fees were reclassified as variable costs, resulting in a Fixed Cost Ratio of 49.6 percent. The main finding of this study shows that the root of RSIB's liquidity problem is a financing mismatch for BPJS receivables that are predictable but disbursed late, rather than a cash shortage on its own. Based on this, the study recommends a layered mitigation strategy that includes formalizing risk appetite, activating Supply Chain Financing as a pre-emptive mechanism, optimizing Clinical Documentation Improvement, and developing a structured contingency funding plan.
Read More
B-2609
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heka Widya Putri; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Ede Surya Darmawan, Nurhayati Pratiwi Irmasika, Antonius Tri Setyo Prabowo
Abstrak: Pandemi covid-19 di Indonesia memberikan banyak dampak terutama di layanan kesehatan, dengan semakin banyaknya kejadian kasus, hal ini membuat minat masyarakat untuk mendatangi tempat-tempat pelayanan kesehatan juga terlihat menurun dikarenakan adanya kekhawatiran terinfeksi oleh virus ini. Berkurangnya kunjungan pasien, tentunya secara linier akan memengaruhi aktivitas operasional rumah sakit. Dalam hal ini Rumah Sakit Ibu dan Anak Buah Hati Pamulang juga mengalami penurunan drastis jumlah kunjungan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan strategi pemasaran RSIA Buah Hati Pamulang. Desain penelitian non eksperimental, kuesioner terhadap 100 pasien RSIA Buah Hati Pamulang yang pernah berkunjung selama 3 tahun terakhir, wawancara mendalam dan FGD dengan stakeholder RS yaitu Direktur, Manager Layanan, Manager Umum SDM, Manager Keuangan, Asisten Manager dan Tim Marketing. Hasil penelitian ketakutan tertular virus corona adalah faktor utama penyebab berkurangnya kunjungan pasien selama pandemi, ada perubahan marketing mix terutama di produk, proses dan promosi. Untuk produk kedepan RSIA Buah Hati Pamulang sebagai safety hospital dengan menerapkan biosafety, proses pendaftaran dan pemeriksaan pasien yang diefektifkan, promosi dengan meningkatkan pemanfaatan social media. Untuk strategi pemasaran kedepan agresive yaitu ekpansi luas , frekuensi dan komunikasi yang intens dengan jejaring. Saran untuk implementasi, evaluasi dan control strategi pemasaran diprioritaskan
Read More
B-2213
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Aisyah Ismail; Pembimbing : Adan Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Kurnia Sari, Masyhudi Ali Munawar, Budi Setiawan
Abstrak: Kinerja rumah sakit menggambarkan upaya peningkatan mutu pelayanan.Penelitian ini mengkaji dampak setelah setahun implementasi Sertifikasi RumahSakit Syariah terhadap kinerja rumah sakit di RSI Sultan Agung Semarang.Desain penelitian yang digunakan adalah metode campuran kuantitatif dankualitatif, menggunakan indikator dari Performance Assessment Tools for QualityImprovements in Hospitals (PATH). Data setelah setahun implementasidibandingkan dengan data sebelum implementasi. Hasil penelitian mendapatiadanya peningkatan dalam 10 dari 14 indikator yang diteliti, semuanya terkaitaspek efisiensi, perhatian terhadap karyawan dan fokus terhadap pasien. Kinerjarumah sakit ditingkatkan dengan cara membentuk budaya kerja mutu di kalangankaryawan rumah sakit melalui penerapan nilai-nilai syariah yang terkandung didalamnya.Kata kunci:Sertifikasi Rumah Sakit Syariah, kinerja rumah sakit, peningkatan mutupelayanan
Thesis Title : The Impact of Implementation of Shariah Hospital Certificationon Hospital Performance in Rumah Sakit Islam Sultan AgungHospital performance represents quality improvement efforts in servicedelivery. This paper studies the impact of Shariah Hospital Certification onhospital performance in RSI Sultan Agung after one year of implementation.Mixed method of quantitative and qualitative techniques are used, using indicatorsfrom Performance Assessment Tools for Quality Improvements in Hospitals(PATH). Data obtained after one year of implementation are compared to the databefore the implementation. Findings from the research reveals significantimprovements in 10 out of 14 indicators. Positive impacts are observed inindicators related to efficiency, employee focus and patient centeredness. Hospitalperformance are improved by means of establishing quality work culture amongemployees through implementation of shariah values.Keywords:Shariah Hospital Certification, hospital performance, service qualityimprovement.
Read More
B-1823
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Andriani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Kemal Imran, Endang Adriyani
Abstrak: Pengelolaan obat adalah salah satu aspek manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam usaha pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukitinggi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pengelolaan dan pengendalian yang dilakukan selama ini belum berjalan dengan baik terlihat dari masih tingginya angka kekosongan obat pada tahun 2017 yaitu 7,6% dari 421 jenis obat setiap bulannya dan jumlah obat kadaluwarsa yaitu sebesar 10,45% yang seharusnya 0%. Perencanaan dengan memprioritaskan pembelian kelompok VA, EA dan NA perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekosongan obat. Untuk mencegah tingginya jumlah obat kadaluwarsa adalah dengan penghitungan jumlah obat yang dipesan berdasarkan penghitungan ROP dan Safety Stock. Kelompok VA merupakan kelompok dengan prioritas utama dalam pengadaan terdiri dari 10 macam obat dengan NS 500cc infus sebagai obat terpenting dalam kelompok. NS 500 cc infus membutuhkan Safety Stock 23.400 sebesar dengan nilai ROP 34.860.
Kata Kunci : Penglolaan, pengendalian, farmasi, obat

Drug management is one important aspect of hospital management. This study is aiming at analysing drug management in pharmacy unit National Stroke Hospital Bukittinggi. This case study was using qualitative approach. The study revealed that drug management and monitoring controlling were not well performed. A high percentage of drug stock out in 2017 was found 7,6% out of 421 drugs item each month, while number of expired drugs was high, reaching 10,45% compared to 0% as target.. Planning to prioritize purchasing of drugs using VA, EA and NA drug need to implement in order to prevent stock out. To avoid expired drug, hospital need to purchased based on ROP and Safety Stock. VA group is the highest priority that include 10 drug item where NS 500 cc infusion fluid is the top one in the group. NS 500 cc infusion fluid would need Safety Stock as much as 23.400 number as Safety Stock and ROP 34.860.
Keywords : Management, control, pharmacy, drug
Read More
B-2036
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prima Zola; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Prastuti Soewondo, Pujiyanto, Bambang Wibowo, Maria Margaretha KTSM
Abstrak:

Latar belakang: Rumah Sakit Petukangan merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang sangat bergantung pada pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan, dengan proporsi pasien JKN mencapai lebih dari 90% sepanjang tahun 2024. Ketergantungan ini menjadikan kelancaran proses klaim sebagai faktor krusial dalam menjaga stabilitas keuangan rumah sakit, khususnya dalam pengelolaan arus kas operasional.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak klaim pending BPJS Kesehatan terhadap arus kas Rumah Sakit Petukangan, melalui pendekatan perbandingan antara laporan arus kas berbasis akrual dan berbasis kas.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa dokumen Berita Acara Hasil Verifikasi (BAHV) klaim BPJS dan laporan keuangan arus kas Rumah Sakit Petukangan selama periode Januari hingga Desember 2024. Analisis dilakukan dengan menyusun arus kas berdasarkan metode akrual dan kas, menghitung selisih antara keduanya, serta mengamati tren klaim pending dan indikator likuiditas seperti cash ratio, operating cash flow, days cash on hand (DCOH), dan operating margin.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan klaim pending dari Rp14 juta pada Januari menjadi Rp430 juta pada Desember 2024. Selisih antara arus kas berbasis akrual dan kas terus meningkat, menandakan tingginya piutang klaim yang belum dibayarkan. Hal ini berdampak langsung terhadap kondisi keuangan rumah sakit, ditunjukkan oleh operating cash flow yang negatif di sebagian besar bulan, cash ratio yang berada di bawah angka ideal (1,0), dan DCOH yang sempat menyentuh titik kritis 22 hari pada April. Operating margin juga menunjukkan dominasi nilai negatif, mencerminkan tekanan arus kas akibat belum terealisasinya pendapatan secara tunai.
Kesimpulan: Klaim pending BPJS Kesehatan memiliki dampak signifikan terhadap arus kas dan likuiditas jangka pendek Rumah Sakit Petukangan. Diperlukan strategi percepatan pencairan klaim dan diversifikasi pendapatan untuk memperkuat ketahanan keuangan rumah sakit.


Background: Petukangan Hospital is a healthcare facility that heavily depends on claim reimbursements from the Indonesian National Health Insurance program (BPJS Kesehatan), with more than 90% of its patients in 2024 being JKN participants. This high dependency makes the smooth processing and payment of claims a crucial factor in maintaining the hospital’s financial stability, particularly its operational cash flow. Objective: This study aims to analyze the impact of pending BPJS claims on the cash flow of Petukangan Hospital by comparing accrual-based and cash-based cash flow reports. Methods: A quantitative approach was used, utilizing secondary data from verified claim reports (BAHV) and monthly cash flow statements of the hospital from January to December 2024. The analysis involved constructing both accrual and cash basis cash flow statements, calculating the differences between them, and examining trends in pending claims along with key liquidity indicators such as cash ratio, operating cash flow, days cash on hand (DCOH), and operating margin. Results: The findings show a significant increase in pending claims, from Rp14 million in January to Rp430 million in December 2024. The growing gap between accrual and cash-based revenues reflects a high volume of unpaid claims, which directly affects hospital liquidity. Most months recorded negative operating cash flow, with the cash ratio falling below the ideal threshold (1.0), and DCOH reaching a critical low of 22 days in April. Operating margins were also predominantly negative, indicating operational strain due to unrealized cash income. Conclusion: Pending BPJS claims have a significant negative impact on the cash flow and short-term liquidity of Petukangan Hospital. Strategic efforts to accelerate claim reimbursements and diversify revenue sources are urgently needed to improve financial resilience.

Read More
B-2558
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Mustika Rahmadini; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Aditya Pratama Saanin, Amila Megraini
Abstrak:
Peningkatan persaingan layanan kesehatan di era digital mendorong rumah sakit untuk mengadopsi strategi pemasaran yang lebih adaptif dan efektif. Rumah Sakit Islam Aysha, sebagai rumah sakit umum tipe C yang baru berdiri di wilayah Cibinong, memerlukan strategi pemasaran digital yang tepat untuk meningkatkan visibilitas, daya saing, dan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran digital berbasis bauran pemasaran (7P) yang dapat diterapkan di RS Islam Aysha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, kuesioner bauran pemasaran, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Islam Aysha memiliki kekuatan pada aspek sumber daya manusia, lokasi strategis, dan layanan Islami, namun masih perlu penguatan di bidang promosi digital, pengelolaan website, dan edukasi kesehatan masyarakat. Berdasarkan analisis SWOT, matriks IFE-EFE, IE, serta TOWS, disusun strategi agresif yang berfokus pada penetrasi pasar digital, promosi tematik berbasis media sosial, optimalisasi website layanan, serta penguatan citra rumah sakit Islami. Strategi bauran pemasaran digital yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, loyalitas pasien, serta memperkuat posisi RS Islam Aysha di tengah persaingan layanan kesehatan.

The increasing competition in healthcare services in the digital era has driven hospitals to adopt more adaptive and effective marketing strategies. Rumah Sakit Islam Aysha, as a newly established type C general hospital in the Cibinong area, requires an appropriate digital marketing strategy to enhance its visibility, competitiveness, and patient loyalty. This study aims to formulate a digital marketing strategy based on the marketing mix (7P) approach applicable to Rumah Sakit Islam Aysha. The research employed a descriptive qualitative method through in-depth interviews, marketing mix questionnaires, and document reviews. The findings revealed that Rumah Sakit Islam Aysha has strengths in human resources, strategic location, and Islamic-based healthcare services but requires improvement in digital promotion, website management, and community health education. Based on SWOT analysis, IFE-EFE, IE, and TOWS matrices, an aggressive strategy was developed focusing on digital market penetration, thematic campaigns through social media, optimization of service websites, and strengthening the hospital’s Islamic brand image. The integrated digital marketing mix strategy is expected to improve public trust, increase patient loyalty, and strengthen the competitive position of Rumah Sakit Islam Aysha within the healthcare service industry.

Read More
B-2531
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive