Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35394 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Lauda Azmi; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Alfiasari
Abstrak: Penelitian ini menggunakan desain studi eksploratif dengan pendekatan kualitatif dan dengan teknik pengambilan data secara Focus Group Discussion (FGD) dan Wawancara Mendalam (WM). Hasil pada penelitian ini menunjukkan persepsi sebagian besar informan dalam melihat bentuk dan penggunaan menstrual cup dianggap berisiko dan memberikan rasa ngilu, nyeri, perih dan luka pada organ intim. Sikap mahasiswi yang belum menikah tidak jauh berbeda dengan mahasiswi yang sudah menikah dan memiliki riwayat melahirkan.
Read More
S-10820
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pad Yadipa Nasrul Khatab; Pembimbing: Sudarti Kresno, Rina Artining Anggorodi; Penguji: Nasrin Kodim, Felly Philipus Senewe, Riris Nainggolan
Abstrak: Hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan virus Hepatitis B, menduduki peringkat kedua di dunia sebagai agent penyebab kanker pada manusia setelah tembakau sedang di Indonesia peringkat ketiga terbesar di dunia dengan prevalensi 2,50%-36,17%. Angka cakupan imunisasi Hepatitis B 0-7 hari di Propinsi Sumatera Barat tahun 2005 adalah 42,2%, di Kabupaten Padang Pariaman 23,86% dan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Alung mencapai 1,07% dari 80% target Nasional.
Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi mendalam tentang perilaku ibu dan faktor yang menunjang dan menghambat dalam pemberian imunisasi Hepatitis 13 pada bayi 0-7 hari di Puskesmas Lubuk Alung. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap informan kunci (seorang Kasie P2M, seorang Wasor Imunisasi, seorang Kepala Puskesmas, seorang Juru Imunisasi, tiga bidan, tiga kader posyandu dan dua dukun bersalin) dan informan (enam ibu yang bayinya diimunisasi Hepatitis B pada umur 0-7 hari, enam ibu yang bayinya diimunisasi Hepatitis B di atas tujuh hari dan tujuh ibu yang bayinya belum diimunisasi Hepatitis B).
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik (umur dan paritas), pengalaman masa lalu, tempat persalinan, penolong persalinan, media infomasi dan dukungan keluargalmasyarakat sangat mempengaruhi perilaku ibu terhadap pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari. Selain itu pengetahuan semua informan ibu masih kurang tentang imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari. llmumnya intorman hersikap positif terhadap pemberian imunisasi. Adanya kepercayaan masyarakat setempat kalau bayi yang berumur dibawah umur 40 hari tidak botch dibawa keluar rumah karena dipercaya bayi bisa terkena Palasik. Pengalaman imunisasi ibu, persepsi terhadap jarak tempat pelayanan imunisasi dan biaya imunisasi tidak mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari.
Dari hasil penelitian disarankan perlunya pembinaan terhadap bidan balk yang ada di puskesmas maupun di desa serta koordinasi dengan 113I, 1DAI dan POGI yang berperan sebagai orang yang kontak pertama terhadap bayi barn lahir, meningkatkan sosialisasi pentingnya melaksanakan KNI, meningkatkan advokasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dan Pemda untuk memperoleh dukungan politis, bantuan teknis dalam pencarian dana yang mendukung kelangsungan program imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari, melaksanakan pelatihan imunisasi Hepatitis B kepada petugas kesehatan dan penyebarluasan informasi tentang imunisasi Hepatitis B pada bayi 0-7 hari dengan meningkatkan wawasan dan pengetahuan semua pihak terutama masyarakat melalui televisi dan poster.

Hepatitis B is a liver inflammatory disease that caused by Hepatitis B virus, which sat in world second rank as agent that cause cancer on human after tobacco, while Indonesia sat as world third rank with prevalence 2,50% - 36,17%. Range number of Hepatitis B immunization 0-7 days in West Sumatra Province year 2005 is 42,2%, in Padang Pariaman Regency 23,86% and in Lubuk Alung Puskesmas working area reach 1,07% from 80% National target.
Research objective is getting circumstantial information toward mother behavior and factor that supporting and pursuing in giving Hepatitis B immunization to 0-7 days baby in Lubuk Aiung Puskesmas. This research is Qualitative research using circumstantial interview toward key informants (a P2M Kasie, a Immunization Wasor, a Puskesmas Chief, a Immunization Worker, three midwife, three posyandu cadre and two give birth shaman) and informants (six mother with baby that Hepatitis B immunized in 0-7 day's, six mother with 0-7 day's baby that not yet Hepatitis B immunized).
Research result shows characteristic (age and parity), past experience, give birth place, give birth helper, information media and public/family support that was very influencing mother behavior toward giving Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby.
Commonly, informant act positively toward giving immunization. The existence of local public believe that baby under 40 days age should not brought out from home because believed that the baby could got Palasik. Mother immunization experience, perception toward immunization service distance, and immunization cost not affecting mother behavior in giving Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby.
From research result, suggest improvement toward midwife whether in Puskesmas and in village and coordination with IBI, IDAI, and POGI that role as first person do contact with newborn baby, to improve the importance of socialization KN1 conducted, improving advocate from Health Agency of Padang Pariaman Regency and Pemda to get political support, technical support in searching fund that support Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby occurrence, do Hepatitis B immunization training to health officer and spreading information toward Hepatitis B immunization to 0-7 day's baby by improving perception and knowledge of all people thorough television and poster.
Read More
T-2271
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awalokita Mayangsari; Pembimbing: Hasan Anwar; Penguji: Soekidjo Notoatmodjo, Baby Jim Aditya
S-6199
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktrina Gustanela; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Dian Ayubi, Kemal Nazaruddin Siregar, Tutwuri Handayani, Hendra Gunawan
Abstrak:
Pada 11 Maret 2020 World Health Organization mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi. Upaya pengendalian COVID-19 dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi agar mendapat perlindungan optimal. Pandemi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada pelaku usaha mikro. Menurut skala usahanya penurunan penjualan pada usaha mikro sebesar 43,3%. Percepatan vaksinasi pada pelaku usaha bertujuan untuk percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi. Teori Health Belief Model (HBM) bertujuan mengajarkan informasi tentang risiko dan perilaku untuk meminimalkan risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vaksinasi COVID-19 pada pelaku usaha mikro di Kota Padang. Metode pada penelitian ini dengan desain Cross Sectional. Sasaran pada penelitian ini adalah pelaku usaha mikro di Kota Padang dengan sampel 190 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan KoboToolbox secara daring dan luring. Hasil penelitian menunjukkan 56,8% melakukan vaksinasi COVID-19 dua dosis. Pengetahuan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan berhubungan dengan perilaku vaksinasi COVID-19. Persepsi manfaat merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku vaksinasi COVID-19. Berdasarkan teori HBM pengetahuan akan membawa perubahan, pengetahuan tentang COVID-19 dan vaksin COVID-19 akan menentukan tindakan terhadap pelaksaaan Vaksinasi COVID-19. Tingginya persepsi manfaat dibandingkan persepsi hambatan terhadap vaksinasi COVID-19 dapat memengaruhi seseorang untuk melakukan vaksinasi COVID-19.

On March 11, 2020, the World Health Organization declared COVID-19 as a pandemic. Efforts to control COVID-19 can be carried out by implementing health protocols and vaccinations to get optimal protection. The pandemic does not only have an impact on health, but also on micro-enterprises. According to the scale of business, the sales decline for micro businesses were 43.3%. Acceleration of vaccination for business actors aim to accelerate health and economic recovery. The Health Belief Model (HBM) theory aims to teach information about risks and behaviors to minimize these risks. This study aims to identify factors related to COVID-19 vaccination behavior in micro-enterprises in Padang City. The method in this research was a cross sectional design. The target of this research wàs micro business actors in Padang City with a sample of 190 respondents. Data was collected using a questionnaire with KoboToolbox online and offline. The results showed 56,8% took two doses of COVID-19 vaccination. Knowledge, perceived benefits, and perceived barriers are related to COVID-19 vaccination behavior. Perceived benefits is the most dominant factor related to the behavior of COVID-19 vaccination. Based on the HBM theory, knowledge will bring about change, knowledge of COVID-19 and the COVID-19 vaccine will determine the actions that will be taken to carry out COVID-19 vaccinations. The high perceived benefits compared to perceived barriers toward COVID-19 vaccination can influence someone to get COVID-19 vaccination.
Read More
T-6573
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yayu Mukaromah; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Evi Martha, Rita Damayanti, Dhefi Ratnawati, Aline Ardhiani Diah
Abstrak:
Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan anak-anak di sekolah. Masyarakat termasuk insitusi pendidikan harus mengambil tindakan untuk mencegah penularan lebih jauh, mengurangi dampak wabah ini dan mendukung langkah-langkah untuk mengendalikan COVID-19. Salah satu program pencegahan COVID-19 yang telah dilakukan sepanjang 2020-2021 adalah “School of Five” yang merupakan sebuah pendekatan komunikasi perubahan perilaku kebersihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kemampuan diri siswa sekolah dasar untuk mempraktikkan cuci tangan pakai sabun dan kebersihan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain Studi Kasus tentang evaluasi Program “School of Five” dalam Usaha Kesehatan Sekolah untuk pencegahan COVID-19 di Sekolah Dasar Cigugur Tengah Kota Cimahi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan efektivitas program “School of Five” dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk pencegahan COVID-19 di Sekolah Dasar Kota Cimahi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada 7 informan terdiri dari pelaksana program di SDN Cigugur Tengah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan SNV Indonesia serta melalui diskusi kelompok kepada 18 siswa SDN Cigugur Tengah. Kerangka konsep menggunakan Logic Model dengan temuan bahwa dari sisi input, kepemimpinan guru UKS dan peran fasilitator lokal, dukungan anggaran dari mitra dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) serta kelengkapan media KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) telah mendukung keberhasilan pelaksanaan program School of Five di SDN Cigugur Tengah. Dari sisi aktivitas program, kegiatan pelatihan guru, pelatihan dokter kecil dan pelaksanaan sesi-sesi School of Five sudah dilakukan sesuai dengan tujuan dan dokumen perencanaan program. Dari sisi output program, 4 guru mendapatkan kapasitas tentang pencegahan COVID-19 dan dapat melaksanakan sesi-sesi School of Five kepada 289 siswa SDN Cigugur Tengah yang dibantu oleh 6 orang dokter kecil. Dari sisi oucome program, terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap positif siswa terkait pencegahan COVID-19, tetapi motivasi menurun karena siswa merasa bosan. Perubahan perilaku terjadi pada saat program masih berlangsung, akan tetapi menjadi tidak rutin dilakukan setelah program selesai karena tidak ada penguatan melalui diary kebersihan yang dipantau oleh guru dan orangtua.

The COVID-19 pandemic has affected all aspects of life including children's education in schools. The public including educational institutions must take action to prevent further transmission, reduce the impact of this outbreak and support measures to control COVID-19. One of the COVID-19 prevention programs that have been carried out throughout 2020-2021 is the "School of Five" which is a communication approach for changing hygiene behavior that aims to increase the knowledge, motivation, and self-efficacy of elementary school students to practice hand washing with soap and hygiene. environment. This research is a Qualitative Research with a case study design regarding the evaluation of the "School of Five" Program in School Health Efforts for the prevention of COVID-19 at the Cigugur Tengah Elementary School, Cimahi City. This study aims to evaluate the implementation and effectiveness of the “School of Five” program in School Health Efforts (UKS) for the prevention of COVID-19 in Cimahi City Elementary Schools. Data was collected through interviews with 7 informants consisting of program implementers at SDN Cigugur Tengah, Education Office, Health Office and SNV Indonesia as well as through group discussions with 18 students at SDN Cigugur Tengah. The conceptual framework used the Logic Model with the findings that from the input side, UKS teacher leadership and the role of local facilitators, budget support from partners and BOS (School Operational Assistance) and the completeness of IEC (Information, Education, Communication) material have supported the successful implementation of the School of Five program. In terms of program activities, teacher training activities, training for little doctors and the implementation of School of Five sessions have been carried out in accordance with the objectives and program planning documents. In terms of program output, 4 teachers gain capacity on COVID-19 prevention and can conduct School of Five sessions for 289 students at SDN Cigugur Tengah with support from 6 little doctors. In terms of program outcomes, there was an increase in students' knowledge and positive attitudes regarding COVID-19 prevention, but motivation decreased because of student bored to have COVID-19 preventive measeures. Behavior changes occur while the program is still in progress, but become not routinely carried out after the program is finished because there is no reinforcement using diary through supervision from teacher and parents.
Read More
T-6443
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Rahmawati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Zoya Amirin
Abstrak: Kekerasan dalam pacaran merupakan kasus yang sering terjadi, namun masih belum begitu mendapat sorotan sehingga masih terabaikan oleh korban dan pelakunya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengalaman kekerasan dalam pacaran pada mahasiswi Rumpun Ilmu Kesehatan UI tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini mengambil 240 responden yang dipilih menggunakan metode quota sampling, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner online melalui Google Formulir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88.3% mahasiswi pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Berdasarkan analisis bivariat, ada hubungan antara pengalaman kekerasan dalam keluarga dengan pengalaman kekerasan dalam pacaran pada responden dengan status sedang pacaran.
Read More
S-10194
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferry Febriansyah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Modastri Korib Sudaryo, Iwan Ariawan, Heru Suparno, Nujannah
Abstrak: Perkembangan jumlah kasus infeksi HIV pada kelompok berisiko Lelaki SeksLelaki (LSL) di Kota Bogor semakin mengkhawatirkan setiap tahunnya. Perilakuseksual berisiko pada LSL dipengaruhi oleh berbagai faktor. Model KepercayaanKesehatan sebagai konsep dalam berbagai penelitian kesehatan, telah banyakdilakukan termasuk penelitian tentang perilaku penggunaan kondom sebagaiupaya pencegahan HIV. Meskipun hasilnya sangat beragam, namun nampaksejumlah bukti tentang hubungan yang signifikan antara persepsi berisiko,manfaat dan hambatan serta self efficacy terhadap penggunaan kondom. Tujuanpenelitian untuk mengetahui faktor penentu terbesar perilaku penggunaan kondomdengan konstruksi Model Kepercayaan Kesehatan dibandingkan dengan faktoryang lainnya. Desain studi cross-sectional dengan pengumpulan datamenggunakan teknik respondent driven sampling. Item kuesioner terdiri atas 41pertanyaan berdasarkan konstruksi Model Kepercayaan Kesehatan yang diperolehdari 133 responden. Hasil penelitian uji regresi logistik ganda menunjukanpersepsi berisiko tertular HIV memiliki hubungan dengan perilaku penggunaankondom dibandingkan dengan faktor yang lainnya. Kesimpulan. persepsi berisikotertular HIV memiliki pengaruh yang paling besar terhadap penggunaan kondom,maka program intervensi pencegahan HIV di kalangan lelaki seks lelaki perluditekankan kepada perubahan persepsi diantaranya dapat dilakukan dengankomunikasi interpersonal (peer group discussion).Kata kunci: Model Kepercayaan Kesehatan, Kondom, Lelaki Seks Lelaki, HIV.
The number cases of HIV infection in risk groups Men Who have Sex with Men(MSM) in Bogor increasingly concerned each year. Sexual risk behavior in MSMis influenced by various factors. Health Belief Model as a concept in healthresearch has done many research on behavior including use of condoms as an HIVprevention efforts. Although results have varied, support for significantrelationship between perception risk of HIV, benefits and barriers and selfefficacy of condoms use are apparent. The aim of study is to find determiningfactor of condom use behavior with Health Belief Model construction comparedwith other factors. Cross-sectional method with collecting data using respondentdriven sampling technique. Item questionnaire consisting 41 questions based onthe construction of Health Belief Model obtained from 133 respondents. Theresults of multiple logistic regressions found significant only perception risk ofHIV than other factors. Conclusion. Perception risk of HIV is the biggestdetermines factor of condoms use, therefore interventions program of HIVprevention among MSM should be emphasized to change perception risk of HIVsuggested with interpersonal communication (peer group discussion).Key words: Health Belief Model, Condom, Men who have Sex with Men (MSM),HIV.
Read More
T-4648
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Moch Wachyu R. A.; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Tiara Amelia, Nadirah
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Skripsi ini membahas tentang kelayakan whatsapp sebagai media penyuluhan pesan kesehatan pada remaja berdasarkan studi kasus yang ada di SMP Negeri 5 Depok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan Focus Group Discussion FGD. Hal yang diteliti antara lain pesan kesehatan, media sosial whatsapp , kredibilitas sumber, format penyampaian, intensitas penyampaian informasi keseahtan, dan intensitas penggunaan whatsapp. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai kelayakan whatsapp sebagai media penyuluhan pesan kesehatan pada remaja. Hasil penelitian ini menilai bahwa whatsapp layak sebagai media penyampaian penyuluhan pesan kesehatan pada remaja dilihat dari pesan kesehatan yang disampaikan, media sosial whatsapp yang digunakan, kredibilitas sumber yang didapatkan oleh remaja sebagai penyampai pesan kesehatan melalui whatsapp, format penyampaian yang sederhana, singkat, jelas, menggunakan gambar dan video di dalam whatsapp, intensitas penyampaian informasi kesehatan dengan tema-tema sederhana yang dapat diaplikasikan langsung dan intensitas penggunaan whatsapp yang dainggap mudah dan sering dilakukan oleh remaja.
 

 
ABSTRACT
 
 
This thesis discuss about the feasibility of whatsapp as a media of health message counseling on teenagers based on case study at 5th state junior high school. This research is cualitative research which uses Focus Group Discussion FGD. There are many object of research such as health message, social media whatsapp, source credibility, format delivery, intensity of format health message, and intensity used of whatsapp. The purpose of this study is to assess the feasibility of whatsapp as a media of health message counseling on teenagers. The results of this study assessed that whatsapp deserves to be a media for delivering health messages to teenagers viewed by delivering health message, the used of social media whatsapp, sources credibility obtained by teenagers as a sender of health through whatsapp, format delivery are simple, clear, use image and video in whatsapp, intensity of delivering health information with frequency delivery of simple themes that can be applied directly and the intensity of whatsapp which consideres easly and mostly used by teenagers.
Read More
S-9733
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widdefrita; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Agustin Kusumayati, Mondastri Korib Sudaryo, Dedi Kuswenda, Eka Rusdianto Gunardi
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku penggunaan kontrasepsi pasca persalinan, dengan desain kasus kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pasca persalinan diwilayah kerja Puskesmas Air Dingin Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat tahun 2011 adalah otonomi memutuskan fertilitas dn KB, konseling, dan akses sarana pelayanan KB. Faktor paling dominan mempengaruhi perilaku penggunaan kontrasepsi pasca persalinan adalah otonomi responden. Disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ANC dan nifas dengan memberikan KIE dan konseling tentang fertilitas pasca persalinan, kontrasepsi untuk ibu menyusui dan Metode Amenore Laktasi (LAM). Serta meningkatkan dukungan suami dengan melibatkan suami dalam kunjungan ANC dan nifas. Kata kunci: Kontrasepsi pasca persalinan, KB, otonomi dan konseling


 This study aim was to assess the behavioral determinants contracepted use postpartum, using case-control design. The results showed that factors associated with postpartum contraceptive use in was the autonomy to decide both fertility and family planning, counseling, and access to means of family planning services. The most dominant factor influencing the behavior of postpartum contraceptive use was the autonomy of the respondent. To increase the use of postpartum behavior it was suggested to improve the quality of ante natal and postnatal care by providing IEC and counseling on postpartum fertility, contraception for breastfeeding mothers including Lactation Amenorrhea Method (LAM). In addtion it is implementive improve husband support by enganging in ANC and postpartum visits. Key words: Postpartum contraception, family planning, autonomy and counseling

Read More
T-3396
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Ratnasari; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Bambang Wispriyono, Putri Bungsu, Muhti Okayani, Priharika Septyowati
Abstrak: Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga disebut silent killer, sementara tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai komplikasi bahkan kematian. Kepatuhan pengobatan hipertensi adalah sangat penting karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan tapi dapat dikendalikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi (studi pada karyawan dengan hipertensi di Instansi Y Tahun 2019). Metode penelitian menggunakan pendekatan mix-methode dengan desain cross sectional dan uji chi square dengan nilai α=0,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan terkait dengan kepatuhan pengobatan hipertensi adalah Pengetahuan dengan p = 0,08 dan OR = 9. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan dengan Jenis Kelamin (p = 1), Usia (p = 0,63) dan Tingkat Pendidikan (p = 0,93). Pada penelitian ini disusun pula rekomendasi promosi kesehatan guna peningkatan kepatuhan pengobatan hipertensi
Read More
T-5727
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive