Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36956 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Chyntia Olivia Maurine Jasirwan; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Prastuti Soewondo, Rino A. Gani, Roswin Rosnim Djaafar
Abstrak: Tesis ini merupakan suatu studi kasus di salah satu rumah sakit rujukan utama terkait penurunan volume endoskopi selama pandemi COVID-19. Perbandingan volume endoskopi sebelum dan selama pandemi menunjukkan sangat drastis terutama pada awal pandemis saat kebijakan belum memadai dan saat terdapat loncakan kasus akibat varian Delta. Faktor usia pasien, jenis kasus pasien, asal masuk perawatan, dan jenis tindakan tampak berbeda bermakna antara sebelum dan selama pandemi COVID-19. Sedangkan faktor jenis kelamin pasien hanya bermakna secara statistik pada satu periode tertentu. Faktor kasus harian COVID-19 di Jakarta tidak bermakna secara statistik. Perubahan alur pelayanan menyebabkan berbagai dampak lain dalam pelayanan endoskopi
Read More
B-2250
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ismail; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amal C. Sjaaf, Jusuf D. Rachmat
Abstrak: Abstrak

Dalam perkembangannya menuju sasaran, PJT-RSCM belum mampu mencapai target yang diinginkannya, BOR sebesar 85 % untuk 42 tempat tidur pada tahun 2009, dimana dengan jumlah kunjungan sekarang BOR PJT-RSCM hanya sebesar 36,5 % untuk 42 tempat tidur. Dalam rangka meningkatkan angka cakupan PJT-RSCM perlu kiranya dilakukan usaha pemasaran yang berbeda dan yang lebih sesuai untuk PJT-RSCM yang merupakan rumah sakit pemerintah. Hal yang menjadi fokus penelitian adalah salah satu dari strategi pemasaran yaitu bauran pemasaran ,sosial. Akan diteliti pula masalah-masalah internal PJT-RSCM yang menjadi kendala tidak tercapainya keinginan PJT-RSCM dalam mencapai targetnya. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan metode pengumpulan data dokumen, kuesioner terhadap responden dan wawancara terhadap informan. Lingkup penelitian adalah melakukan analisis situasi dan stakeholder PJT-RSCM dan menganalisis hasil kuesioner untuk mendapatkan produk, harga, tempat, promosi, kebijakan dan kerjasama bauran pemasaran sosial yang tepat untuk PJT-RSCM. Hasil penelitian berupa data-data yang memuat masalah-masalah yang ada di PJT-RSCM dan data-data bauran pemasaran sosial dari PJT-RSCM. Dari pembahasan berdasarkan analisis situasi dan stakeholder diperoleh data bahwa ada beberapa faktor di PJT yang memerlukan perhatian bersama dalam Universitas Indonesia memecahkan masalah-masalah tersebut. Masalah tersebut meliputi masalah ketenagaan, sarana dan prasarana, sumber dana, kebijakan, dukungan dari pihak korporat. Jenis pemasaran yang dapat dilakukan oleh suatu badan usaha nirlaba dan sebagai pusat rujukan penyakit jantung nasional adalah pemasaran sosial. Untuk mengatasi masalah tersebut maka upaya yang disarankan adalah usaha-usaha perbaikan pelayanan yang dapat dilakukan oleh PJT-RSCM sebagai sebuah unit dan usaha-usaha serta dukungan yang dapat dilakukan oleh RSCM sebagai korporat manajemen untuk membantu Unit PJT dalam mengatasi permasalahannya.


In a way to achieve the goal, PJT-RSCM has not be able to get the target which they desire as parameter is a BOR of 85% with 42 beds in year 2009, where with the number of patient visited to PJT, they can only get 36,5% of BOR with 42 beds. In the effort to increase the number of patient to come to PJT-RSCM, a different technique of marketing is needed which suitable for a nonprofit government hospital, built by Ministry of Health for prevention, promotion, and treatment of heart disease such as RSCM. A focus from the study is one of marketing strategy which is mix marketing, particularly social marketing mix that we are going to analyze PJT-RSCM internal issue which become an obstacle for PJT-RSCM to achieve their target. The study is held in Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta by collecting data document, respondents questioner, informant interview method. Scoop of study is to analyze the situation and stakeholder, and product, price, place, promotion, policy, partnership to get the right social marketing mix for PJT-RSCM. The result contain data of PJT-RSCM issues and PJT data's of its social marketing mix. From discussion we found base on situation analysis and stakeholder analysis through available data, there are few factors in PJT-RSCM need fully attention in solving those issues so PJT-RSCM can fulfill its duty to give Universitas Indonesia integrated cardiac health services. The human resource, financial issue, policy, lag of corporate support. The type of marketing mix which we suggest would be social marketing Mix because RSCM is a government nonprofit hospital and it's also suitable for PJT-RSCM as a national referal hospital. In solving those issues, PJT as a unit have to improve their health service performance and RSCM as a hospital have to help PJT in solving PJT's problems.

Read More
B-1389
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selly Gloria Lengkong; Pembimbing: Wiku Bakti B. Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wachyu Sulistiadi, Hendro Bakti Wibowo, Cornelia Jaqualina
Abstrak:
Pendahuluan: Pandemi COVID-19 menyebabkan tantangan tersendiri bagi Rumah Sakit (RS) Meilia yaitu tingginya angka pasien pulang Atas Permintaan Sendiri (APS) karena mencari second opinion ke RS lain sebesar 22%, rendahnya kepatuhan visit dokter spesialis < pukul 14.00 (50,56% dari target >80%), rendahnya kepatuhan asesmen medis rawat inap80%), dan tingginya turnover dokter spesialis yaitu 22%, serta belum adanya standar penilaian kinerja dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja terhadap kinerja dokter di instalasi rawat inap RS Meilia selama pandemic COVID-19 tahun 2021. Metode: desain penelitian cross sectional dengan metode kuantitatif. Penelitian berlokasi di RS Meilia pada bulan Juni-Juli 2022. Untuk variabel kepuasan kerja menggunakan instrumen kuesioner kepuasan kerja yang cara penilaiannya mengadaptasi kuesioner Job Satisfaction Survey, namun dengan indikator yang disesuaikan dengan pandemi COVID-19. Penilaian kinerja dokter dilakukan dengan menggunakan data sekunder rekam medis secara retrospektif menilai kinerja dokter di instalasi rawat inap pada tahun 2021, berdasarkan indikator waktu, efek, dan reaksi pada dokter umum yang bekerja di instalasi rawat inap RS Meilia dan dokter spesialis yang pernah menjadi Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP). Hasil penelitian: terdapat hubungan antara pendidikan terakhir (p-value = 0,02) dan status kepegawaian (p-value = 0,03) terhadap kepuasan kerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia, terdapat hubungan antara kepuasan kerja, keadaan lingkungan kerja, tuntutan pekerjaan, dan gaji terhadap kinerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia selama Pandemi COVID-19 (p=0,04; p=0,03; p=0,03; p=0,04; secara berurutan), sedangkan indikator kepuasan kerja yang lain dan variabel individu tidak berhubungan terhadap kinerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia. Kesimpulan: terdapat hubungan antara kepuasan kerja terhadap kinerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia Selama Pandemi COVID-19. Baik komite medis maupun manajemen rumah sakit diharapkan dapat membuat indikator kinerja yang baku sehingga ada evaluasi kinerja bagi dokter di RS Meilia. Dengan adanya evaluasi kinerja, pemberian gaji maupun jasa medis dapat sesuai dengan penilaian kinerjanya.

Introduction: The COVID-19 pandemic has caused its own challenges for the Meilia Hospital, namely the high number of patients going home on their own request (APS) to seek second opinion from another hospital of 22%, the low compliance of specialist doctor visits < 14.00 (50.56% of the target > 80%), low compliance with inpatient medical assessments 80%), and high turnover of specialists at 22%, and the absence of standards for assessing physician performance. This study aims to determine the relationship between job satisfaction and the performance of doctors in the inpatient installation of Meilia Hospital during the COVID-19 pandemic in 2021. Methods: cross sectional research design with quantitative methods. The research is located at Meilia Hospital in June-July 2022. For the job satisfaction variable, the job satisfaction questionnaire instrument is used, the assessment method is based on the Job Satisfaction Survey questionnaire, with indicators adapting COVID-19 situation. The doctor's performance assessment is carried out using secondary medical record data retrospectively assessing the performance of doctors in inpatient unit in 2021, based on performance indicators of time, effects, and reactions of general practitioners who work in inpatient installations at Meilia Hospital and specialist doctors who have been the Incharge Doctor. Results: there is a relationship between the latest education (p-value = 0.02) and employment status (p-value = 0.03) on the job satisfaction of doctors at the Inpatient Unit of Meilia Hospital, there is a relationship between job satisfaction, job resources, job demands, and salaries on the performance of doctors at the Meilia Hospital Inpatient Unit during the COVID-19 Pandemic (p=0.04; p=0.03; p=0.03; p=0.04; respectively), while the other indicators of job satisfaction and individual variables are not related to the performance of doctors in the Inpatient Unit of Meilia Hospital. Conclusion: there is a relationship between job satisfaction and the performance of doctors at the Meilia Hospital Inpatient Installation during the COVID-19 Pandemic. Both the medical committee and hospital management are expected to be able to make standard performance indicators so that there is a performance evaluation for doctors at Meilia Hospital. With the performance evaluation, the provision of salaries and medical services can be in accordance with the performance appraisal.
Read More
B-2332
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Made Asminingsih; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Puput Oktamianti, Fajar Manuaba, Ida Ayu S. Sri Krisna Dewi
Abstrak:
Pandemi covid-19 ini memberikan perubahan di berbagai aspek kehidupan, utamanya pada bidang kesehatan. Rumah sakit menjadi salah satu garda terdepan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pasien. Untuk memaksimalkan pelayanan, kinerja karyawan perlu diperhatikan dan dievaluasi utamanya pada saat masa pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kinerja karyawan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien pada masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Parama Sidhi yang dilakukan terhadap seluruh karyawan bidang pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional study, yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antara variabel bebas yaitu faktor yang berhubungan dengan organisasi (dukungan manajemen dan implementasi SIMRS), faktor yang berhubungan dengan pekerjaan (lingkungan kerja), faktor yang berhubungan dengan karyawan (kemampuan beradaptasi dan komitmen kerja), dan faktor yang berhubungan dengan pandemic covid-19 (ketakutan pada virus Covid-19) dengan variabel terikat yaitu variabel kinerja karyawan. Sampel penelitian adalah karyawan bidang pelayanan sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan kinerja karyawan pada masa pandemic covid-19 masih berkategori baik. Dari hasil uji bivariat, terdapat hubungan antara setiap variabel determinan kinerja terhadap kinerja. Dari pengujian hipotesis diperoleh adanya hubungan dan pengaruh signifikan oleh keempat faktor determinan terhadap kinerja karyawan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja adalah faktor yang berhubungan dengan karyawan yaitu kemampuan beradaptasi dan komitmen kerja. Variabel yang memiliki hubungan yang paling erat atau dominan adalah variabel komitmen. Faktor yang perlu viii Universitas Indonesia ditingkatkan dan menjadi catatan pimpinan untuk dilakukan perbaikan berdasarkan hasil analisis data adalah pada faktor yang berhubungan dengan organisasi terutama pada dukungan manajemen. Dari hasil penelitian ini, RSU. Parama Sidhi diharapkan dapat terbantu dalam meningkatkan kinerja utamanya dalam pelayanan kepada pasien. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Determinan Kinerja, Kinerja Karyawan, Cross Sectional Study

During the Covid-19 pandemic, an indicator of hospital services at the hospital. Parama Sidhi is below standard which correlates with the quality of employee performance. During this pandemic, the performance of service employees has never been evaluated. This study aims to determine the determinant factors of employee performances in providing health services to patients during the Covid-19 Pandemic at Parama Sidhi General Hospital which was carried out on all employees in the service sector, such as doctors, nurses, fields, cashiers, front office clerk, customer care officers, pharmacy officers, and care givers. The research used a quantitative approach with cross sectional study, which aims to study the relationship between independent variables and dependent variabel. The independent variables are factors related to organizations (management support and implementation of HIS), factors related to works (work environment), factors related to employees (adaptability and motivation), and factors related to the Covid-19 pandemic (fearness of the Covid-19 virus). The dependent variable is the employee performance variable. Ther research sample was 100 employess. The results of the study showed that employees’ performance during Covid-19 pandemic was in a good category. From the result of the bivariate test, there is a relationship between each independent variabel on work performance. From the hypothesis, it is obtained that there are significant influences by the four determinants of employee performance. The most dominant factors that influence performance are factors related to employees are adaptability and commitment. The variable that has the closest or dominant relationship is the variable of commitment. Factors that need to be improved and become management’s notes to make improvements based on the results of data x Universitas Indonesia analysis are factors related to the organization, especially management support. From the results of this study, RSU. Parama Sidhi is expected to be helped in improving employees’ work performance in serving patients. Keywords: Covid-19 Pandemic, Performance Determinants, Employee Performance, Cross Sectional
Read More
B-2588
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Kumalasari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ascobat Gani, Arief Wardoyo, Mohammad Baharudin
Abstrak:
Pandemi COVID-19 berdampak pada keberlangsungan suatu rumah sakit, salah satunya penurunan jumlah kunjungan pasien, terutama pasien rawat jalan. Hal ini terjadi karena adanya penerapan protokol kesehatan, pembatasan mobilitas, ketakutan masyarakat untuk berkunjung ke rumah sakit, dan kekhawatiran para petugas dan tenaga kesehatan di rumah sakit tertular COVID-19. Perubahan ini juga berdampak dalam pelaksanaan pemberian pelayanan rumah sakit kepada pasien. Seperti pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Simpangan Depok (RSSD) pada masa pandemi ini, mengalami perubahan pada pemberlakuan alur pelayanan, penerapan protokol kesehatan, juga adanya pembatasan jumlah dan jenis pelayanan yang berpotensi menyebabkan penularan COVID-19. Tujuan penelitian ini melakukan analisis optimalisasi kinerja pelayanan Rehabilitasi Medik di RSSD pada masa pandemi COVID-19, pada kasus Osteoarthritis (OA) lutut yang banyak ditemukan di poliklinik rawat jalan dan merupakan layanan unggulan di RSSD. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods (kualitatif dan kuantitatif) dengan disain penelitian kualitatif adalah studi kasus dengan sampelnya staf (tenaga kesehatan dan non kesehatan) yang berkaitan dengan pelayanan Poliklinik Rehabilitasi Medik dan pasien OA lutut, kemudian disain penelitian kuantitatif adalah potong lintang dengan sampelnya pasien OA lutut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pelayanan di RSSD, seperti kecukupan jumlah sumber daya manusia (SDM) saat awal dan puncak pandemi tidak mengalami permasalahan karena jumlah kunjungan pasien yang menurun, namun sejak awal tahun 2022 kunjungan pasien sudah mulai meningkat, sehingga kecukupan SDM perlu mendapatkan solusi. Kinerja pelayanan Poliklinik Rehabilitasi Medik selama pandemi COVID-19 tetap optimal, dilihat dari penilaian penentu kualitas pelayanan melalui efikasi, efisiensi, efektivitas, optimalitas, akseptabilitas, legitimasi dan ekuitas yang menurut persepsi pasien secara umum sudah baik. Namun, terakait sarana penunjang pada penilaian akseptabilitas menunjukkan penilaian yang masih kurang, yaitu pada kenyamanan ruang tunggu, kelengkapan fasilitas kamar mandi, dan fasilitas pendukung ketersediaan kantin bagi pasien dan keluarganya. Disarankan kepada pihak manajemen RSSD untuk mendukung perbaikan pelaksanaan pelayanan terutama pada beberapa permasalahan yang ada. Kemudian, meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dari seluruh staf di RSSD dan pemberian informasi secara rutin kepada pasien dan keluarganya juga sangat diperlukan dalam terlaksananya pelayanan yang optimal. Kata kunci: Optimalisasi, kinerja pelayanan, rumah sakit, osteoartritis lutut, COVID-19

The COVID-19 pandemic impacts the sustainability of a hospital, one of which is a decrease in the number of patient visits, especially outpatients. This happened because of the implementation of health protocols, restrictions on mobility, people's fear of visiting hospitals, and concerns of officers and health workers at hospitals contracting COVID- 19. This change also has an impact on the implementation of hospital service delivery to patients, such as the Medical Rehabilitation service at the Simpangan Depok Hospital (SDH) during this pandemic, experiencing changes in the implementation of the service flow, the application of health protocols, as well as restrictions on the number and types of services that have the potential to cause COVID-19 transmission. The purpose of this study is to analyze the optimization of the performance of Medical Rehabilitation services at the SDH during the COVID-19 pandemic, in cases of knee osteoarthritis (OA), which are often found in outpatient polyclinics and are the flagship service at SDH. This research is a mixed methods research (qualitative and quantitative) with a qualitative research design is a case study with the sample are staff (health workers and non-health) related to the services of the Medical Rehabilitation Polyclinic and knee OA patients. Then, the quantitative research design is cross-sectional with the sample being knee OA patients. The results of this study indicate that the service structure at SDH, such as the adequacy of the number of human resources (HR) at the beginning and peak of the pandemic did not experience problems because the number of patient visits decreased, but since the beginning of 2022 patient visits have begun to increase so that the adequacy of human resources needs to find a solution. The service performance of the Medical Rehabilitation Polyclinic during the COVID-19 pandemic remains optimal, as seen from the assessment of service quality determinants through efficacy, efficiency, effectiveness, optimality, acceptability, legitimacy, and equity according to patient perceptions are generally good. However, related to supporting facilities, the acceptability assessment shows that the assessment is still lacking, namely in the comfort of the waiting room, completeness of bathroom facilities, and supporting facilities for the availability of canteens for patients and their families. It is recommended to the SDH management to support the improvement of service implementation, especially on some of the existing problems. Then, increasing awareness and discipline of all staff in SDH, and providing information regularly to patients and their families are also very necessary in the implementation of optimal services. Key words: Optimization, service performance, hospital, knee osteoarthritis, COVID-19
Read More
B-2280
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alief Muthi`ah; Pembimbing: Peter Pattinama, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Torang P. Batubara
Abstrak:

Menurut survei kesehatan rumah tangga yang dilakukan pada 3 °/00 dari 213 jutajumlah penduduk di Indonesia saat ini, pertahurmya dilaporkan sebanyak 639.000 pasien pcnderita penyakit jantung koroner. Khusus di DKI Jaya dengan 12 juta penduduk, per tahunnya dilaporkan sebanyak 36.000 pasien jantung koroner. Bila 40% dari jumlah pcnderita penyakit jantung di DK1 Jakarta tersebut mcmerlukan terapi khusus, maka terdapat 10.000 pasien yang membutuhkan tindakan pengobatan baik dalam bentuk Percutanneous Trans Coronary Angioplasly ( P'I`CA ) atau operasi Coronary Artery Bypass Grajfng ( CABG ). Untuk memberikan pelayanan kcpada penderita jantung tersebut, RSCM sebagai Rumah Sakit Pemerintah terbesar dan mmah sakit rujukan nasional telah mcrcsmikan Unit Pclayanan Jantung Terpadu sebagai unit departemen baru yang khusus memberikan pelayanan kesehatan jantung dcngan tujuan untuk dapat memberikan pelayanan kcsehatan jantung bag semua lapisan masyarakat. Sesuai dengan visi dan misinya dalam memberikan pclayanan tersebut, maka diperlukan pengukuran atas kinerja PJ T dalam memberikan pelayanan kepada penderita jantung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengukuran kinerja stratejik Pelayanan Janumg Terpadu (PJT) Rumah Sakit Cipro Mangkusurno (RSCM) dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Metode _penelitian menggunakan analisis data sekunder atas kinerja PJT pada keempat perspektif BSC. Adapun hasil analisis tersebut adalah (1) PJT belum mcmiliki kelengkapan dalam keempat perspetif yang dapat diukur dengan menggunakan pendekatan BSC. Sehingga pengukuran yang disarnpaikan berdasarkan indikator yang ada pada pemyataan visi, misi dan nilai~nilai saja. Pada ketiga pernyataan tersebut belum pula didukxmg oleh dokumen pengukuran secara lengkap, seperti pada pendidikan, penelitian, rujukan dan kerjasama stratejik; (2) Kinerja PJT yang diukur pada keempat perspcktif didapatkan bahwa (a) pada perspektif keuangan PJT telah memiliki kinerja yang baik, karena tclah memiliki pertumbuhan pendapatan dan pencapaian target pendapatan yang direncanakan; (b) pada perspektif pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan masih berada pada kinerja yang cukup saja., sehingga PJT perlu melakukan perbaikan atas layanan yang disampaikan, terutama kualitas layanan yang terbaik dengan tarif yang terjangkau; (c) pada perspektif internal proses, yang diukur dengan BTO, AVLOS, TOI, BOR, dan GDR, didapatkan bahwa PJT memiliki kinerja yang cukup baik, namun pengukuran kinerja tersebut bukan menjadi pemyataan stratejik PJT yang dituangkan ke dalam visi, misi dan nilai; (d) pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, didapatkan tingkat kepuasan kerja karyawan yang masih berada pada sedang-sedang saja, sehingga PJT perlu melakukan perbaikan atas kesejahteraan dan fasilitas kerja dalam menunjang kepuasan kcrja. Atas dasar hasil tersebut, maka saran penelitian adalah: (1) PJT harus memperbaiki pemyataan stratejiknya, terutama pada visi dan misi, sehingga pencapaian visi dan misi dapat terukur prestasinya; (2) Pernyataan visi, misi dan nilai yang telah ada belum didukung atas indikator pencapaian kinerjanya, seperti: (a) Pemyataan rujukan, tidak didukung oleh adanya dokumen jumlah rujukan setiap bulannya; (b) Pemyataan menjadi pusat pendidikan, dan penelitian Iayanan kardiovaskuler, tidak didukung olch adanya dokumcn jumlah penelitian yang telah dilakukan setiap bulannya; (c) Kexjasama stratejik kcpada instansi Iain dalam kardiovaskuler, tidak didukung oleh adanya dokumen jumlah kerjasama stratejik yang lelah dilakukan


According to the result of survey about health conditions for household shown that 3% of 213 millions lndonesia?s population and about 639 thousands patients has coroner heart disease a year. DKI Jaya with 12 millions population has 36 thousands patients coroner heart disease. If 40% iiom those patients need special therapy, so 10.000 patients will need treatment in fomt of Percutanneous Tran Coronary Angioplasty (PTCA) or Coronary Artery Bypass Grafting surgery (CABG). in that case, for better service, RSCM which is the biggest government hospital and reference in nation had opened special division for coroner heart disease and will reach for all society. Due to point of view and mission, they need to take measure their PJT perfomiancc to give better services for heart disease patient. The purpose of this research to measure Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) perfomiance using Balance Scorecard (BSC). This analytic method used secondary PJT data on four BSC viewpoints. 'l`he results are: 1. PJT doesn?t have all four viewpoints in order to use BSC approach. Hence, this research was using only point of view, mission, and value. On that three statements do not have complete documentation, such as trained, researched, referenced, and strategic cooperation. 2. PJT performance was using four viewpoint perspective showed : a. PJT finance has growth on revenue that they already have planned. b. On patient perspective, satisfaction level is still under target. So, PJT needs to make enhancement but on low cost. c. On internal process perspective, using BTO,AvLOS,TOL,BOR,and GDR indicated PJT has good perfomiance, but PJT did not use the statement point of view, mission, and value. d. On learning and growing perspective had showed low employee satisfaction, so PJT has to make revision for employee welfare and work facility to reach higher employee satisfaction. From the research that I made, therefore my suggestions are: 1. PJT has to make statement revision on point of view, mission, in order to reach higher performance. 2. Point of view, mission and value statement do not have performance indicator, such as: a. There are not sufficient supported of monthly reference statement. b. There are not supported by documentation of research which is already done each month for training, and cardiovascular services. c. There are not supported by completed documentation and or cooperation with other firm.

Read More
B-1057
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helmi Agustian; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Supriyantoro, Dik Adi Nugraha
Abstrak: Disrupsi Pandemi Covid-19 mengharuskan manajemen rumah sakit untuk dapat mengukur kinerja pada aspek keuangan dan non keuangan agar mendapatkan hasil yang komprehensif.Mengetahui kinerja Rumah Sakit Izza sebelum dan saat Pandemi Covid-19Jenis penelitian ini adalah studi kasus pada RS Izza Sumber data didapat dari data Primer dan Sekunder. Data primer diperoleh dengan proses wawancara terhadap informan. Data sekunder didapat melalui telaah dokumen Peneliti Menemukan Bahwa terdapat Penurunan Kinerja bila dilihat dari empat perspektif. Pada perspektif keuangan terjadi peningkatan pengeluaran dari budget yang sudah ditentukan, pada perspektif kostumer terjadi penurunan pasien rawat inap, pada perspektif bisnis proses internal terjadi hambatan investasi yanng sudah direncanakan oleh manajemen rumah sakit, dan pada perspektif Pembelajaran dan pertumbuhan terjadi penurunan pencapaian target pelatihan oleh karyawan. Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak yang terhadap kinerja rumah sakit Izza
Read More
B-2259
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heka Widya Putri; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Ede Surya Darmawan, Nurhayati Pratiwi Irmasika, Antonius Tri Setyo Prabowo
Abstrak: Pandemi covid-19 di Indonesia memberikan banyak dampak terutama di layanan kesehatan, dengan semakin banyaknya kejadian kasus, hal ini membuat minat masyarakat untuk mendatangi tempat-tempat pelayanan kesehatan juga terlihat menurun dikarenakan adanya kekhawatiran terinfeksi oleh virus ini. Berkurangnya kunjungan pasien, tentunya secara linier akan memengaruhi aktivitas operasional rumah sakit. Dalam hal ini Rumah Sakit Ibu dan Anak Buah Hati Pamulang juga mengalami penurunan drastis jumlah kunjungan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan strategi pemasaran RSIA Buah Hati Pamulang. Desain penelitian non eksperimental, kuesioner terhadap 100 pasien RSIA Buah Hati Pamulang yang pernah berkunjung selama 3 tahun terakhir, wawancara mendalam dan FGD dengan stakeholder RS yaitu Direktur, Manager Layanan, Manager Umum SDM, Manager Keuangan, Asisten Manager dan Tim Marketing. Hasil penelitian ketakutan tertular virus corona adalah faktor utama penyebab berkurangnya kunjungan pasien selama pandemi, ada perubahan marketing mix terutama di produk, proses dan promosi. Untuk produk kedepan RSIA Buah Hati Pamulang sebagai safety hospital dengan menerapkan biosafety, proses pendaftaran dan pemeriksaan pasien yang diefektifkan, promosi dengan meningkatkan pemanfaatan social media. Untuk strategi pemasaran kedepan agresive yaitu ekpansi luas , frekuensi dan komunikasi yang intens dengan jejaring. Saran untuk implementasi, evaluasi dan control strategi pemasaran diprioritaskan
Read More
B-2213
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachmat Kamaluddin; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Helen Andriani, Eka Ginanjar, Hima Liliani
Abstrak:
Penyakit jantung iskemik dan stroke masih penyebab utama kematian di dunia dalam 15 tahun terakhir. Di Indonesia, penyakit kardiovaskuler meningkat seiring bertambahnya tahun.Penyakit kardiovaskuler juga berdampak kepada pembiayaan dimana berdasarkan data BPJS dari tahun 2014-2018 terus mengalami peningkatan baik dari jumlah kasus maupun biaya. Jumlah yang besar dalam kasus maka diikuti beban pembiayaan yang besar pula. Akibat dari defisit neraca keuangan tersebut, pembayaran klaim menjadi terhambat. Selain faktor defisit, faktor administrasi internal rumah sakit dan verifikasi BPJS juga menjadi penyebab klaim belum dibayarkan. penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan dan solusi pada berkas klaim JKN yang pending di pusat jantung terpadu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo periode bulan Juli - Desember 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian didapatkan permasalahan yaitu resume tidak lengkap, pegawai multitasking, sumber daya terbatas, kesalahan distribusi berkas klaim, sistem informasi yang belum bisa mengakomodir kebutuhan, dan faktor eksternal dari BPJS kesehatan. Solusi yang dapat dilakukan adalah Meningkatkan komitmen dan prioritas, Membangun unit khusus pengelolaan pelayanan JKN, Menyediakan dan meningkatkan kemampuan SDM yang profesional dan handal, Menyediakan sarana dan anggaran yang memadai, Menerapkan sistem yang sederhana dan tegas, Membuat sistem informasi yang real time, transparan dan terintegrasi, dan Meningkatkan adaptabilitas terhadap respon external

Ischemic heart disease and stroke are still the leading causes of death worldwide in the past 15 years. In Indonesia, cardiovascular disease increases with increasing years. Cardiovascular disease also has an impact on financing, which is based on BPJS data from 2014-2018 which continues to increase both in the number of cases and costs. A large amount in this case is followed by a large financing burden. As a result of this deficit in the balance sheet, payment of claims was hampered. In addition to the deficit factor, internal hospital administration factors and verification of the BPJS are also the cause of claims not being paid. This study aims to identify problems and solutions in the JKN claim file that is pending in the integrated heart center of Cipto Mangunkusumo Hospital for the period July - December 2019. The research design used is qualitative with a case study approach. The results showed that the problems were incomplete resume, multitasking employees, limited resources, error in the distribution of claim files, information systems that could not accommodate the needs, and external factors from BPJS Kesehatan. Solutions that can be done are increasing commitment and priority, building a special unit for the management of JKN services, providing and improving the capabilities of professional and reliable human resources, providing adequate facilities and budget, implementing a simple and firm system, creating a real time, transparent and integrated, and improves adaptability to external responses
Read More
B-2170
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Lestari; Pembimbing: Wahyu Sulistyadi; Penguji: Adang Bachtiar, Syifa Silviana, Hasri Dinirianti
Abstrak: Kemampuan rumah sakit untuk bertahan dan menjalankan fungsinya sebagai penyedia pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam menghadapi tantangan dan situasi pandemi Covid-19, kemampuan bertahan dalam kondisi ketidakpastian membuat rumah sakit harus membuat perencanaan kontingensi. Penelitian ini bertujuan merancang perencanaan kontingensi Rumah Sakit Grha Permata Ibu Depok dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan design kasus melalui wawancara mendalam, telaah dokumen observasi dan decision making group. Hasil gambaran umum kesiapsiagaan RS GPI dalam menghadapi era pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa secara umum rumah sakit memiliki tingkat kesiapsiagaan yang adekuat untuk berespon terhadap Covid-19. Komponen yang memiliki performa kurang baik adalah komponen komunikasi yang cepat dan keterlibatan masyarakat, Komponen Kesehatan kerja, kesehatan mental, dan dukungan psikososial; komponen kesinambungan layanan dukungan penting dan identifikasi dan diagnosis cepat. Rumah sakit belum memiliki program kesehatan mental karyawan yang komprehensif terutama bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19. Kesiapsiagaan dan respon rumah sakit terhadap pandemi tentunya harus dapat dipertahankan, ditingkatkan, dan dievaluasi sehingga disusunlah rencana kontingensi dalam menghadapi pandemi Covid-19 untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis operasionalnya. Rencana kontingensi ini terdiri dari pra pandemi Covid-19, pandemi Covid-19 terkendali dan pandemi Covid-19 tidak terkendali. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang perencanaan kontingensi secara lebih komprehensif.berdasarkan komponen kesiapsiagaan
The ability of hospitals to survive and carry out their functions as providers of health services to the community in facing the challenges and situations of the Covid-19 pandemic, the ability to survive in conditions of uncertainty makes hospitals have to make contingency plans. This study aims to design a contingency plan for the Grha Permata Ibu Depok Hospital in dealing with the Covid-19 Pandemic. This study uses a qualitative approach with case design through in-depth interviews, review of observation documents and DMG. The results of the general description of the preparedness of the GPI Hospital in the face of the Covid-19 pandemic era show that in general hospitals have an adequate level of preparedness to respond to Covid-19. Components that have poor performance are components of rapid communication and community involvement, components of occupational health, mental health, and psychosocial support; critical support service continuity components and rapid identification and diagnosis. The hospital does not yet have a comprehensive employee mental health program, especially for health workers dealing with Covid-19. Hospital preparedness and response to the pandemic must of course be maintained, improved, and evaluated so that a contingency plan is drawn up in the face of the Covid-19 pandemic to maintain the continuity of its operational business. This contingency plan consists of pre-covid-19 pandemic, controlled Covid-19 pandemic and uncontrolled Covid-19 pandemic. Further research is needed on more comprehensive contingency planning based on the components of preparedness
Read More
B-2240
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive