Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34411 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurani Purnama Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Mardiati Nadjib, Rosita, Prima Yunika D. Ruswati
Abstrak: Tesis ini membahas tentang faktor-faktor yang memengaruhi kebelangsungan program rujuk balik (PRB) BPJS Kesehatan di RSUD Kota Kendari Tahun 2021. PRB adalah salah satu layanan dari BPJS Kesehatan yang menangani pasien-pasien dengan penyakit kronis. Sejak tahun 2019 RSUD Kota Kendari menyelenggarakan layanan PRB namun dalam studi pendahuluan yang dilakukan oleh penulis, didapatkan bahwa PRB di RSUD Kota Kendari terkendala oleh beberapa hal, yakni pengetahuan beberapa petugas rumah sakit mengenai program ini tidak begitu baik, adanya peserta yang tidak mau dirujuk kembali ke rumah sakit meski kondisi kesehatannya tidak bisa tertangani di FKTP, adanya peserta yang enggan dikembalikan ke FKTP, dan adanya peserta yang telah dikembalikan ke FKTP tidak lagi rutin mengambil obat ke FKTP atau ke apotek yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor pendukung PRB di RSUD Kota Kendari adalah pelaksana program rujuk balik berkomitmen menjalankan PRB, DPJP melaksanakan PRB, komunikasi yang baik antar pelaksana PRB, dan pelaksana PRB mengetahui adanya formularium nasional. Faktor penghambat PRB di RSUD Kota Kendari adalah tidak ditemukan adanya kebijakan terkait PRB, tidak adanya SPO sebagai dasar pelaksanaan PRB, kurangnya sosialisasi, monitoring, dan evaluasi PRB di rumah sakit, rangkap tugas PIC PRB, belum adanya pelatihan terkait PRB, tidak ada insentif terakit PRB, dan tidak tersedianya pojok PRB
Read More
B-2285
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Made Dahlia; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Sandi Iljanto, Mieke Savitri, Dewi Lestarini, Nusati Ikawahju
B-1978
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Assifa Swasti Anindita; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Lely N. Setiawan, M. Dian Luthfy Lubis
Abstrak: Latar belakang: Program Rujuk Balik merupakan program pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta dengan penyakit kronis yang sudah stabil namun masih membutuhkan pengobatan jangka panjang. Evaluasi BPJS Kesehatan tahun 2018 menunjukkan bahwa RSU Hasanah Graha Afiah (HGA) memiliki 3511 pasien potensial PRB yang harus dikembalikan ke FKTP namun sampai dengan tahun 2020 RSU Hasanah Graha Afiah masih belum berhasil memenuhi target tersebut. Berdasarkan data 10 diagnosa terbanyak kunjungan instalasi rawat jalan RSU HGA tahun 2020, Chronic Heart Failure (CHF) menduduki peringkat no 1 dengan jumlah kunjungan 9667 kunjungan dan hanya 35 pasien CHF yang mengikuti PRB. Hasil kredensial RSU HGA tahun 2020 menunjukkan bahwa skor pencapaian PRB 100 % hanya 4.6 % sehingga terancam untuk tidak dapat melanjutkan kerja sama Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kasus kontrol dan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner, formulir data klinis dan pedoman wawancara. Analisis dilakukan dengan melihat karakteristik, data klinis, pengetahuan, tingkat kepatuhan minum obat masing- masing kelompok dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja PRB serta pandangan informan tentang PRB Hasil dan Kesimpulan:Kesehatan yang belum paham mengenai PRB, tidak tersedianya obat-obatan di apotik rekanan, pelayanan di FKTP yang belum optimal dan tingkat kepercayaan peserta BPJS Kesehatan yang rendah terhadap FKTP menyebabkan PRB tidak berjalan dengan baik. Saran: Sosialisasi alur dan manfaat PRB bagi peserta BPJS Kesehatan, peningkatan pengetahuan DPJP mengenai kriteria stabil, peningkatan kualitas pelayanan di FKTPdan peningkatan kualitas pelayanan farmasi di apotik rekanan terutama ketersediaan obat- obatan bagi peserta PRB diharapkan dapat mengoptimalkan PRB
Read More
B-2237
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andrea Indra Sari; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianti, Atik Nurwahyuni, Purnawan Junadi, Diah Suryani Sulismawarti
Abstrak: Merupakan studi kuantitatif dengan metode potong lintang. Variabel bebas adalah umur pasien, jenis kelamin, faktor herediter atau keturunan, keikutsertaan dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), tekanan darah sistolik,tekanan darah diastolik, komplikasi penyakit, perilaku selalu membawa obat ke manapun pergi, perilaku selalu minum obat, perilaku jika sehat maka tetap minum obat, perilaku jika terjadi keadaan buruk karena obat maka tetap minum obat, perilaku mengetahui manfaat obat, dan perilaku selalu menebus obat. Variabel tergantung adalah keberhasilan Program Rujuk Balik. Analisis data menggunakan program SPSS versi 23 Program Rujuk Balik di RS St.Carolus belum optimal. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan program ini dari perspektif pasien adalah komplikasi penyakit, tekanan darah sistolik dan perilaku selalu menebus obat. Perlu usaha preventif promotif, kuratif dan rehabilitatif yang dilakukan oleh rumah sakit untuk meningkatkan keberhasilan program ini. Selain itu rumah sakit juga perlu melakukan pengelolaan data dan pembuatan program perangkat lunak atau aplikasi komputer yang dapat membantu dokter spesialis dalam menganalisa keadaan pasien.
Read More
B-2084
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riza Srie Ambari; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Vetty Yulianty Permanasari, Budiman Widjaja
Abstrak: ABSTRAK Rujuk Balik merupakan program BPJS yang bertujuan untuk mengendalikan serta mengelola penyakit-penyakit kronis termasuk Diabetes Melitus dan Hipertensi. pengobatan terhadap pasien penyakit kronis tersebut diberikan seumur hidup sehingga hal ini tentu saja dapat mengakibatkan adanya peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Sesuai dengan Permenkes No. 28 tahun 2014 BPJS menerapkan prinsip kendali mutu dan kendali biaya dengan cara memberikan pelayanan secara berjenjang, efektif dan efisien. Salah satu program yang mewakili konsep tersebut adalah Program Rujuk Balik (PRB). Dengan adanya Program Rujuk Bali diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, kualitas pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya. Program rujuk balik seharusnya memudahkan pelayanan promotif preventif terhadap penyakit Diabetes Mellitus dan Hipertensi. Namun, pada pelaksanaannya, program Rujuk Balik di Rumah Sakit IMC Bintaro masih jauh dibawah target capaian Nasional. Hal ini akan berdampak kepada penumpukan pasien poli internist dan juga menjadi resiko atas kekosongan persediaan obat di rumah sakit. Dalam menganalisis implementasi pelaksanaan program rujuk balik diabetes mellitus dan hipertensi dilakukan dengan menggunakan teori kebijakan Van Horn Van Meter serta Edward III dengan variable : Standard dan Tujuan Kebijakan; Sumber Daya; Komunikasi antar Organisasi; Karateristik Agen Pelaksana; Disposisi Implementor ; Lingkungan Social Ekonomi dan Politik. Hasil penelitian menunjukan adanya kekosongan obat di FKTP, tidak adanya link pendataan secara system diantara Rumah Sakit dan FKTP, sosialisasi serta koordinasi yang kurang diantara BPJS, Rumah Sakit dan FKTP menjadi hambatan dalam pelaksanaan program rujuk balik diabetes mellitus dan hipertensi di Rumah Sakit IMC, Bintaro Kata Kunci : Kebijakan, Rujuk Balik, Diabetes Mellitus, Hipertensi ABSTRACT Back-Refferal is a BPJS program that aims to control and manage chronic diseases including Diabetes Mellitus and Hypertension. The treatment of patients with chronic diseases is given for long term periods and lead to an increase the cost of health services. In accordance with Permenkes No. 28 of 2014 BPJS applies the principles of quality control and cost control by providing services in stages, effective and efficient. One program that represents the concept is Back Referral Program (BRP). With the existence of the Back-Referral Progra is expected to improve accessibility, quality of health services and cost efficiency. The referral program should facilitate preventive promotive services for Diabetes Mellitus and Hypertension. However, the implementation of Back-Referral Program in IMC Bintaro Hospital was still far below the National achievement target. This will have an impact on the accumulation of patients in internist station and also be a risk for drugs availabilities supplies in hospitals. In analyzing the implementation of the program of back-refferal program diabetes mellitus and hypertension was carried out using the policy theory of Van Horn Van Meter and Edward III with variables: standard and policy objectives; resource; Communication between organizations; Characteristics of implementing agents; Implementor Disposition; Socio-economic and political environment. The results showed that there was a drug shortage in the FKTP, there was no system data link between the Hospital and FKTP, lack of socialization and coordination among BPJS, hospitals and FKTP as obstacles in implementing back-refferal program diabetes mellitus and hypertension in IMC Hospital, Bintaro Keywords: Policy, Feedback, Diabetes Mellitus, Hypertension
Read More
B-2053
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Alwainy; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Dumilah Ayuningtyas, Mardiati Nadjib, Fariz Mohamad Sidiq
Abstrak:
Latar Belakang. Pelayanan obat kronis pada pasien Program Rujuk Balik (PRB) dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dibiayai melalui mekanisme klaim Non INA-CBGs untuk pemenuhan terapi selama 23 hari. Posisi finansial adalah selisih biaya dengan pendapatan dalam hal ini yaitu besaran biaya pokok perolehan obat yang dikeluarkan rumah sakit dengan nilai klaim obat kronis yang diterima. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan defisit ataupun surplus yang berdampak pada keberlanjutan pembiayaan pelayanan, namun bukti empiris mengenai besarnya posisi finansial serta faktor-faktor yang berhubungan masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi finansial klaim obat kronis Non INA-CBGs serta faktor-faktor yang berhubungan pada pasien Program Rujuk Balik di RSU Menteng Mitra Afia. Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder periode November 2024 hingga Mei 2026. Unit analisis terdiri atas 170 episode pelayanan obat kronis pada pasien PRB. Posisi finansial dihitung berdasarkan selisih antara biaya pokok perolehan obat dan nilai klaim obat kronis. Analisis dilakukan menggunakan uji bivariat, regresi linear multivariat, serta analisis deskriptif terhadap distribusi defisit berdasarkan kelompok diagnosis dan obat dengan selisih biaya terbesar. Hasil. Sebanyak 70,6% episode pelayanan berada pada kondisi defisit. Kelompok hipertensi memberikan kontribusi defisit kumulatif terbesar, sedangkan penyakit paru dan kelompok diagnosis lainnya memiliki rata-rata defisit per episode yang lebih tinggi. Analisis bivariat dan multivariat menunjukkan bahwa diagnosis PRB (p=0,005; p=0,002) dan jenis obat (p=0,006; p=0,013) berhubungan dengan posisi finansial. Telaah lebih lanjut menunjukkan bahwa insulin analog dan inhaler kombinasi merupakan kelompok obat dengan kontribusi defisit terbesar akibat tingginya selisih antara harga pokok perolehan dan nilai klaim yang diterima rumah sakit. Kesimpulan. Pelayanan obat kronis Non INA-CBGs pada pasien PRB di RSU Menteng Mitra Afia masih didominasi oleh kondisi defisit. Posisi finansial dipengaruhi oleh karakteristik diagnosis dan jenis obat, sementara besarnya defisit juga dipengaruhi oleh kesenjangan antara harga pokok perolehan obat dan tarif penggantian yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan perlunya penguatan strategi pengelolaan farmasi, pengadaan obat berbasis data, serta evaluasi kebijakan pembiayaan obat kronis untuk mendukung keberlanjutan pelayanan dalam sistem JKN.

Background. Chronic medication services for patients enrolled in the BPJS Kesehatan Back-Referral Program (Program Rujuk Balik/PRB) are reimbursed through the Non INA-CBG claims scheme, which covers a 23-day medication supply. The financial position reflects the difference between total revenue and total cost, represented in this study by the difference between the hospital's drug acquisition cost and the reimbursement received for chronic medication claims. This financing mechanism may result in either a financial surplus or deficit, potentially affecting the sustainability of hospital pharmaceutical services. However, empirical evidence regarding the financial position of chronic medication claims and the factors associated with it remains limited. Objective. To analyze the financial position of Non INA-CBG chronic medication claims and identify factors associated with the financial position among patients enrolled in the BPJS Kesehatan Back-Referral Program at Menteng Mitra Afia General Hospital. Methods. A quantitative cross-sectional study was conducted using secondary data collected from November 2024 to May 2026. The unit of analysis consisted of 170 chronic medication service episodes among PRB patients. Financial position was calculated as the difference between drug acquisition cost and reimbursement received for chronic medication claims. Data were analyzed using bivariate analysis, multiple linear regression, and descriptive analysis to evaluate the distribution of financial deficits across PRB diagnostic groups and medications with the largest cost-reimbursement gaps. Results. Of the 170 service episodes analyzed, 70.6% resulted in a financial deficit. Hypertension contributed the largest cumulative deficit because of its high service volume, whereas pulmonary diseases and other diagnostic groups showed higher average deficits per service episode. Both bivariate and multivariable analyses demonstrated that PRB diagnosis (p=0.005; p=0.002) and medication type (p=0.006; p=0.013) were significantly associated with financial position. Further analysis revealed that insulin analogs and combination inhalers accounted for the largest financial deficits due to substantial gaps between drug acquisition costs and reimbursement rates.Conclusion. Non INA-CBG chronic medication services for PRB patients at Menteng Mitra Afia General Hospital were predominantly characterized by financial deficits. Financial position was associated with diagnostic category and medication type, while the magnitude of the deficit was also influenced by the discrepancy between drug acquisition costs and reimbursement rates. These findings highlight the need to strengthen pharmaceutical management strategies, implement data-driven procurement practices, and periodically evaluate chronic medication reimbursement policies to support the sustainability of healthcare financing within Indonesia's National Health Insurance system. Keywords: Back-Referral Program (PRB), chronic medication services, Non INA-CBG claims, financial position, drug acquisition cost, National Health Insurance
Read More
B-2626
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Qosimah Batubara; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Ede Surya Darmawan, Dumilah Ayuningtyas, Jusuf Kristianto, Chairulsjah Sjahruddin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dapat digunakan sebagai masukan optimalisasi pelayan program rujuk balik di instalasi rawat jalan RS Mitra Medika Batanghari. Metode penelitian. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan metode case study. Informan dari 22 orang pasien hipertensi yang telah dirujuk balik dan 6 orang petugas RS Mitra Medika Batanghari, sumber data dari wawancara mendalam, observasi telah dokumen. Hasil. Sebagian besar pasien hipertensi yang telah dirujuk balik tidak patuh mengunjungi FKTP. Pengetahuan pasien terhadap PRB kurang. Akses menuju fasyankes mudah. Penghambat tidak optimalnya pelayanan PRB adalah kurangnya sosialisasi monitoring dan evaluasi kebijakan PRB di lingkungan rumah sakit, tidak ada SOP terkait PRB, PIC PRB bertugas melayani PRB dan non PRB, tidak ada pelatihan terkait PRB, Pojok PRB tidak tersedia, tidak ada insentif petugas pelaksana PRB, pasien tidak patuh terhadap instruksi DPJP, tidak ada SRB rekomendasi dokter dan lembar resep khusus PRB, SRB tidak diisi lengkap, edukasi pasien singkat. Faktor pendukung pelayanan PRB yaitu petugas pelaksana berkomitmen aktif terhadap PRB, DPJP patuh merujuk balik pasien PRB, komunikasi dan koordinasi antar petugas pelaksana PRB baik, petugas pelaksanan mengetahui formularium nasional obat PRB. Kesimpulan. Program rujuk balik di instalasi rawat jalan RS Mitra Medika Batanghari belum terimplementasi dengan baik karena tidak ada panduan yang jelas terkait PRB dan masih ada pasien hipertensi yang telah direkomendasikan untuk dirujuk balik tidak melanjutkan hingga terdaftar sebagai pasien PRB. Saran. Pelayanan PRB akan terimplementasi dengan baik apabila rumah sakit memiliki panduan pelayanan PRB yang jelas yang mengatur seluruh kegiatan yang berhubungan dengan PRB serta dilakukannya monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut terkait PRB diharapkan dapat meneliti secara holistik dengan melibatkan seluruh stakeholder.
Read More
B-2133
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Wibowo; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Masyitoh, Oktavia Dwi Handayani, Fify Mulyani
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Budi Wibowo Program Studi :  Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul Tesis                  : Analisis Faktor-Faktor Penentu Efektifitas Implementasi Program Rujuk Balik Pasien Diabetes Mellitus Stabil Di Rumah Sakit Umum Daerah Johar Baru Tahun 2017 Peningkatan Prevalensi Penderita Diabetes Mellitus di era Jaminan Kesehatan Nasional, akan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan. Implementasi Program Rujuk Balik yang melibatkan banyak instansi menjadi sangat penting dalam memberikan efisiensi bagi pembiayaan maupun pasien. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan program rujuk balik pasien diabetes mellitus stabil di Rumah Sakit Umum Daerah Johar Baru Tahun 2017 melalui teori Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan disain studi melalui content analisis dan metode triangulasi dan pendekatan kuantitatif dengan disain studi kasus. Data primer didapat melalui wawancara mendalam, kuesioner, observasi, dan telaah dokumen. Untuk data sekunder dari dokumen dan literatur. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Program Rujuk Balik di Rumah Sakit Umum Daerah Johar Baru belum berjalan efektif. Peranan kolaborasi antara pembuat dengan pelaksana kebijakan harus semakin baik sehingga implementasi Program Rujuk Balik akan berjalan dengan optimal. Kata Kunci : Program Rujuk Balik, Diabetes Mellitus , Implementasi Kebijakan


ABSTRACT Name : Budi Wibowo Study Program : Hospital Administration Study Theme of Thesis         : Analysis of Determinant Factors of Implementation Effectiveness Re-reference of Stabil Diabetes Mellitus Patients at Johar Baru Hospital in 2017 The effect of increasing prevalence of  Diabetes Mellitus in Universal Health Coverage era will increase the cost of finance. Implementation of Rereference Program involve many institution that make important for giving finance and patient’s service more efficient. Objective of this reseach is to find the effectiveness of Re-reference policy of Stabil Diabetes Mellitus at Johar Baru Hospital  in 2017 according to Van Meter and Van Horn theory. This reseach is using quantitative and qualitative approach with study design by analysis content and triangulation method. Primary data is procured from deepening inteview, quesioner, observation and documents. Secondary data procured from documents and literatures. From result of this reseach showed that Re-reference Program is less optimum at Johar Baru Hospital. Collaboration between the policy maker and the implemeters of Re-reference Program need to be better, so there implementation of Re-reference Program will be optimum. Keywords : Re-reference Program, Diabetes Mellitus , Policy Implementation

Read More
B-1863
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Narizma Nova; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmitro; Penguji: Adang Bachtiar, Ede Surya Darmawan, Dezi Syukrawati, Yeni Yuliani
Abstrak:
Pada Tahun 2020, tercatat hampir 300.000 tenaga kesehatan yang terinfeksi dan meninggal dunia akibat Covid 19 di seluruh dunia. Tenaga kesehatan berada pada tingkat risiko tinggi terpapar Covid-19 padahal mereka memegang peran penting dalam penanganan kasus Covid-19 dan rumah Sakit sebagai tempat bekerja para tenaga kesehatan harus membuat lingkungan kerja yang nyaman dan aman bagi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat berjumlah 95 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor resiko yang mempunyai perbedaan resiko terhadap paparan infeksi pada tenaga kesehatan adalah alat pelindung diri ( OR : 3,4; p value 0.008; α : 0.05 ) dan kontrol infeksi ( OR : 3,6 ; p value 0.006; α : 0.05 ), sedangkan faktor yang paling berpengaruh adalah kontrol infeksi dengan nilai OR=2,645 ( 95% CI:1,049 – 6,666 ). Perlunya kerjasama dari berbagai pihak seperti Otoritas Kesehatan yang berwenang yaitu Dinas Kesehatan dan manajemen Rumah Sakit untuk membuat sistem dan kebijakan khusus untuk lebih fokus kepada eliminasi sumber penularan yang ada di masyarakat dalam mengendalikan transmisi infeksi Covid-19. Kata kunci: tenaga kesehatan, faktor resiko, rumah sakit, Covid 19

In 2020, nearly 300,000 health workers were infected and died due to Covid 19 in worldwide. Health workers are at a high risk of being exposed to Covid-19 even though they play an important role in handling Covid-19 cases and hospitals as a place to work for health workers must create a comfortable and safe work environment for them. This study aims to analyze the risk factors of health workers at the Chasbullah Abdulmadjid Regional General Hospital, Bekasi City. The research design used was cross sectional. The samples taken in this study were health workers consisting of doctors and nurses totaling 95 respondents. The results showed that the risk factors that had different risks for exposure to infection in health workers were personal protective equipment (OR: 3.4; p value 0.008; : 0.05) and infection control (OR: 3.6; p value 0.006; ). : 0.05), while the most influential factor was infection control with OR=2.645 (95% CI: 1.049 – 6.666). The need for cooperation from various parties such as the competent Health Authority, which is the Health Service and Hospital management to create special systems and policies to focus more on eliminating sources of transmission in the community in controlling the transmission of Covid-19 infection. Keywords : healthcare workers, risk factors, hospital, Covid 19
Read More
B-2219
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irma Yudi Febrianti; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Anhari Achadi, Amila Megraini, indah Rosana Djadiredja
Abstrak: Atas rekomendasi dokter spesialis pelayanan Rujuk Balik ke puskesmas dianjurkan bagi pasien di RS yang menderita penyakit kronis termasuk diabetes melitius. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kesediaan pasien diabetes mellitus Tipe 2 peserta JKN di RSU Jagakarsa untuk dirujuk balik ke FKTP. Desain potong lintang dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam digunakan dalam studi ini.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pasien terhadap dokter layanan primer, persepsi pasien mengenai ketersediaan obat di fasilitas kesehatan primer, jarak tempuh terhadap fasilitas kesehatan primer dan dukungan keluarga dan teman berhubungan dengan kesediaan pasien untuk dirujuk balik. Disarankan untuk mengembangkan SOP rujuk balik di RS dan mengembangkan pojok rujuk balik. Kata Kunci: rujuk balik, peserta Jaminan Kesehatan Nasional, Dibetes Melitus Tipe 2 Back referral service to primary care is provided for JKN patients including diabetes mellitus type 2 patients as recommended by the internal medicine specialist. This study aim is to analyse the factors that related to willingness of the patients to be referred to primary care after receiving care at the hospital in Jagakarsa Hospital. This study is using quantitative method with cross sectional design, followed by qualitative method with in-depth interview. The study revealed that trust to the primary health care physician, perception on medicine availability in primary health care facility, accessiibility and support from family and friend affect patient willingness to agree with back referral service. The study suggested to develop standard procedure for back referral and initiate back referral corner in hospital Key word: Back referral, National Health Insurance members, Diabetes Mellitus Type 2
Read More
B-1900
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive