Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33910 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Najmi Tanziila; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Nia Dwi Handayani
Abstrak: Dari hasil rekap kasus di PT X, ditemukan 164 kasus terkait K3 dan dikerucutkan menjadi 110 kasus near miss, unsafe act, dan unsafe condition. Setiap kasus ini dikelompokan sesuai kesamaan risiko kemudian 10 kelompok near miss akan dinilai risikonya secara kualitatif dan semi kuantitatif. Temuan dari penilaian risiko kualitatif adalah terdapat 7 keterkaitan kasus near misses dengan unsafe act & unsafe condition sedangkan dari penilaian risiko semi kuantitatif dapat digambarkan 10 risk ranking kasus near misses. Dari penilaian basic risk level hingga recommended risk level ditemukan penurunan risiko yang selanjutnya digambarkan menggunakan penilaian efektivitas existing program (50% - 93%) dan recommended program (50% - 97,8%) Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa perlu terdapat perbaikan Aplikasi Near Miss, edukasi dan sosialisasi kasus terkait K3 untuk pekerja PT X, serta level risiko near miss dapat diturunkan dengan hasil rekomendasi pengendalian risiko.
Read More
S-11476
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eunike Atara Trisyani; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji: Abdul Kadir, Lorencius Kukuh Prabowo
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang analisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pekerja konstruksi di Proyek Y PT.X Tahun 2024. Kelelahan kerja (fatigue) adalah suatu kondisi dimana terjadi perasaan lelah dan penurunan fungsi mental dan fisik yang menyebabkan berkurangnya semangat kerja sehingga menurunkan efektivitas dan efisiensi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kauntitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah prurposive sampling. Analisi data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 48,9% responden mengalami kelelahan kerja. Terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan kerja dengan faktor risiko terkait pekerjaan seperti beban kerja, durasi kerja, durasi lembur, jenis pekerjaan dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan, seperti konsumsi minuman berkafein, konsumsi air mineral, kualitas tidur, kuantitas tidur, dan pekerjaan sampingan.

Work fatigue (fatigue) is a condition where there is a feeling of fatigue and a decrease in mental and physical function which causes a decrease in morale, thereby reducing work effectiveness and efficiency. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling technique used was purposive sampling. Data analysis in this study was carried out using two ways, namely chi square. The results of this study showed that 48.9% of respondents experienced job fatigue. There is a significant relationship between fatigue and work-related risk factors such as workload, work duration, overtime duration, type of work and non-work-related risk factors, such as caffeinated beverage consumption, mineral water consumption, sleep quality, sleep quantity, and side jobs.
Read More
S-11757
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Casey Puspa Avriliantoro; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Ike Pujiriani
S-8910
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Egnes Ekaranti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Harjulianti Hanny, Hernandas Chatib
Abstrak: Ada hubungan yang signifikan antara faktor individu yaitu usia dengan CVD, hiperkolesterol dan hipertensi; jenis kelamin dengan hiperkolesterol; dan riwayat penyakit keturunan dengan CVD, hiperkolesterol dan hipertensi. Penerapan sistem protesi radiasi di PTKMR secara umum telah berjalan dengan baik. Disarankan agar PTKMR BATAN mengadakan pemeriksaan dengan WBC secara berkala; pemeriksaan khusus terkait dampak kesehatan yang diduga terkait dengan pajanan radiasi; peningkatan sistem proteksi radiasi; dan mengadakan program promosi kesehatan terkait penyakit degeneratif
Read More
T-5571
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kurniawan Salim; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Paulus Gunawan, Bing Wantoro
Abstrak:

Salah satu kegiatan untuk meningkatkan kualitas keselamatan kerja adalah dengan kornunikasi. Tesis ini menelusuri faktor-faktor kelemahan komunikasi keselamatan keda yang membawa dampak pada persepsi pelaporan new-miss dan képatuhan proscdur keselamatan kerja. Lalu, menentukan faktor dominan yang meniadi penyebab kelemahan komunikasi keselamatan. Penelitian ini bcrlandaskan pada Iaporan gap analysis yang dilakukan di PT Alphamma tahun 2003 yang mana komunikasi sistem manajemen keselamatan kerja dikategorikan kurang. Lebih lanj ut, gap analysis menyoroti tcntang kekurangan lainnya seperti prosedur tertulis, identifikasi bahaya, inspeksi dan ketrampilan operator. Permasalahan lain adalah tidak tercapainya 6 laporan near-miss per bulan dan masih ditcmukan tindakan tidak aman dalam menjalankan pekerjaan. Fokus pcnelilian adalah pada pcrscpsi penerima pcsan atas pesan keselamatan yang disampaikan oleh pengirim. Ini mcrupakan penelitian deskriptif-analitik dengan pcndckatan cros section. Tcrdapat ll variabel independen yang diteliti memiliki dampak pada persepsi penerima pesan terhadap pelaporan near-miss dan kepatuhan prosedur keselamalan. Analisis univarial, bivarial dan multivariat dilakukan pada 114 kuesioner (56% dari total populasi) yang mana rcsponden berasal dari beragam lingkalan dan departemcn di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kclemahan dalam komunikasi keselamatan- Faktor frekuensi komunikasi dan perasaan lertekan (sig. = 0.000) berpengaruh besar sebagai hambatan pada pelaporan near-miss dan faktor dcfensif (sig. = 0.0l9) adalah faktor yang dominan berpengaruh pada tingkat kepatuhan prosedur keselamatan kerja. Temuan yang peming yailu bahwa kebanyakan responden masih memiliki tingkat kepercayaan yang baik pada pengirim pesan keselamatan. Penulis menyarankan pihak manajemen untuk lebih mengcdepankan kqmunikasi dua arah yang lebih efektif dan mcningkatkan frckwensi disertai pemilihan media komunikasi yang Iebih beragam untuk menjangkau semua Qapisan di dalam organisasi. Manajemen harus menunjukkan tindakan nyata yang mengarah pada perwujudan visi, misi dan program keselamatan kerja dengan inspeksi, pelatihan keselamatan kerja serta alokasi dana.


 

One instance to improve the quality of occupational safety was through communication. The thesis tracked down the safety communication weakness factors that created influences on the perception of near-miss reporting and the compliance to the Occupational safety procedures. In addition, it determined the dominant factors that had become the cause of safety communication weakness. The research was based on the gap analysis report which was performed in 2003 at PT Alpharma in which the communication of occupational safety management system was classified as deficient. Moreover, the gap analysis highlighted the other deficiencies such as written procedure, hazard identification, inspection and operator’s skill. The other problem was the target of 6 near~miss reports per month was not achieved and there were some findings of unsafe acts in performing the activities. Focus of the study was on the perception of the receivers about the safety messages sent out by the senders. This was a descriptive-analytical research with cross-sectional approach. There were ll independent variables analysed which had the impacts on receivers' perception towards near-miss reporting and compliance to safety procedures. The univariate, bivariate and multivariate analysis were carried out on I 14 questionnaires (56% of total population) where the respondents came from various levels and departments in the company. The results showed obvious weaknesses in safety communication. Factors such communication frequency and suppressing feeling of the receivers appeared to be significant barriers on near-miss reporting (sig. = 0.000) and defensive attitude gave big contribution (sig. * 0.0l9) to the safety procedure compliance level. An important finding was that most respondents had a high level of trust to the senders of safety messages. The author recommends the management to be more proactive in encouraging a more effective two-way communication and increase the communication frequency together with the varieties of communication media that can reach all layers in the organization. The management shall demonstrate the real implementation that aims tor the realization of occupational safety vision, missions and programs by inspections safety trainings and budget allocation.

Read More
T-2366
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggiri Herliani; Pembimbing: Hendra ; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Ira Siti Sarah
S-6319
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dodi Ardiansyah; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Suharnyoto, L. Meily Kurniawidjaja, Emy Rianti
Abstrak: Tujuh puluh persen dari seluruh penduduk Indonesia adalah pekerja. Produktivitas kerja serta kelangsungan hidup para pekerja sangat dipengaruhi oleh derajat kesehatan yang dimiliki oleh pekerja. Promosi kesehatan di tempat kerja merupakan salah satu dari bagian integral dari pelayanan kesehatan kerja dan merupakan unsur penting dalam pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan pekerja. Dari hasil laporan menunjukkan bahwa dengan adanya promosi kesehatan di tempat kerja berdampak pada kesehatan pekerja, pekerja yang sehat hanya sedikit sekali kehilangan hari kerja karena mengalami sakit.
 
 
Tujuan penelitian ini adalah diketahui gambaran faktor yang mempengaruhi absensi sakit dan prilaku Pekerja hidup pekerja terhadap kejadian absensi sakit di PT.X selama periode waktu Maret 2009-Maret 2010. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil yang didapatkan berdasarkan analisa bivariat yaitu variabel-variabel yang berhubungan dengan kejadian absensi karena sakit pada pekerja di PT. X selama periode waktu Maret 2009-Maret 2010 adalah usia (p = 0,030), jenis pekerjaan (p = 0,017), kebiasaan merokok (p = 0,014), pola tidur.
 

 
Seventy percent of the entire population in Indonesia is worker. Work productivity and the survival of the workers is strongly influenced by the degree of health which is owned by workers. Health promotion in the workplace is one of the integral part of occupational health services and is an important element in the maintenance and improvement of health status of workers. From the results of the report shows that with the existence of health promotion in the workplace affects the health of workers, health workers has very little loss of working days due to an illness.
 
 
The purpose of this study is to be seen the illustration Factors Related to sick absenteeism of worker at PT X during time period of March 2009-March 2010. This research is quantitative research with cross sectional design. Results obtained based on bivariate analysis are variables associated with the incidence of absenteeism due to illness of workers at the PT. X during the time period March 2009-March 2010 were age (p = 0.030), occupation (p = 0.017), smoking (p = 0.014), sleep pattern (p = 0.003). Researchers suggest to do health promotion in the workplace.
Read More
T-3205
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gina Relimba; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Ibnu Uzail Yamani
Abstrak:
Rumah sakit merupakan tempat kerja yang berisiko tinggi terhadap terjadinya kecelakaan kerja dibandingkan industri lainnya. Perawat IGD harus selalu siap sedia 24 jam untuk menangani kasus kegawatdaruratan yang dialami oleh berbagai pasien yang datang ke rumah sakit sehingga dengan tanggung jawab tersebut, sangat rentan bagi perawat IGD untuk mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini membahas faktor terkait kelelahan kerja pada perawat IGD Rumah Sakit X Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang telah dilakukan pada bulan Juli-Agustus pada seluruh perawat IGD Rumah Sakit X yaitu sebanyak 35 responden. Pengukuran kelelahan kerja perawat menggunakan pengukuran secara subjektif dengan kuesioner Subjective Self Rating Test yang dikembangkan oleh Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) Jepang yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat IGD Rumah Sakit X lebih banyak mengalami kelelahan kerja ringan (71,4%) dan faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu kebisingan (P-Value=0,027). Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya pengendalian terhadap pajanan bising bagi perawat IGD di Rumah Sakit X dan juga perlu adanya prosedur fatigue management untuk mencegah dan mengendalikan tingkat kelelahan kerja pada perawat IGD Rumah Sakit X.

Hospitals are workplaces that have a higher risk of work accidents compared to other industries. ER nurses must always be ready 24 hours to handle emergency cases experienced by various patients who come to the hospital so that with this responsibility, ER nurses are very vulnerable to experiencing work fatigue. This research discusses factors related to work fatigue in ER nurses at Hospital. Measurement of nurses' work fatigue uses subjective measurements with the Subjective Self Rating Test questionnaire developed by the Japanese Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) which has been translated into Indonesian. The results of the study showed that ER nurses at Hospital X experienced more mild work fatigue (71,4%) and the factor related to work fatigue was noise (P-Value=0,027). Based on this, it is necessary to carry out various efforts to control noise exposure for emergency room nurses.
Read More
S-11801
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nathania Andine Nariswari; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Mohammad Adiwirabrata
Abstrak:
Sektor konstruksi yang memiliki proses dan tahapan kerja yang kompleks membuat tempat kerjanya berisiko tinggi mengalami berbagai jenis kecelakaan kerja, tidak terkecuali cedera tangan dan jari. Cedera tangan dan jari, mulai dari luka sayat hingga cacat permanen pada tangan dan jari dapat mempengaruhi produktivitas bahkan dapat mengakhiri karir seseorang. PT X merupakan perusahaan sektor konstruksi dengan persentase cedera tangan dan jari yang mendominasi selama beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran risiko terkait cedera tangan pada sektor konstruksi, lebih tepatnya pada proses pemasangan dan pembongkaran aluminium formwork di Jobsite Y PT X. Penelitian menggunakan desain studi deskriptif dengan metode campuran, yaitu metode kualitatif dengan observasi lapangan dan konsultasi, serta metode semi kuantitatif untuk analisis risiko. Analisis risiko dilakukan secara mendalam mulai dari mengidentifikasi bahaya mekanik dan kejadian tak terduga, menganalisis tingkat kemungkinan, pajanan, dan konsekuensi, serta menghitung penurunan risiko dari upaya pengendalian yang telah dilakukan oleh PT X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko tertinggi terkait cedera tangan dan jari memiliki dampak tangan atau jari terputus, serta terendah dengan dampak cedera ringan akibat terkilir. Terdapat rata-rata penurunan risiko sebesar 37,53% dari upaya pengendalian yang telah dilakukan Jobsite Y PT X terkait cedera tangan dan jari.

The construction sector, which has complex work processes and stages, puts workplaces at high risk of experiencing various types of work accidents, including hand and finger injuries. Hand and finger injuries, ranging from cuts to permanent defects in the hands and fingers, can affect productivity and can even end a person's career. PT X is a construction sector company with a dominant percentage of hand and finger injuries over the last few years. This research aims to provide an overview of the risks related to hand injuries in the construction sector, more precisely in the process of installing and dismantling aluminum formwork at Jobsite Y PT X. The research uses a descriptive study design with mixed methods, namely qualitative methods with field observations and consultations, as well as semi-quantitative methods for risk analysis. Risk analysis is carried out in depth starting from identifying mechanical hazards and unexpected events, analyzing the level of probability, exposure and consequences, as well as calculating risk reduction from control efforts that have been carried out by PT X. The results of the study showed that the highest level of risk related to hand and finger injuries was due to a severed hand or finger, and the lowest was due to minor injuries due to sprains. There is an average risk reduction of 37.53% from the control efforts that have been carried out by Jobsite Y PT X regarding hand and finger injuries.
Read More
S-11669
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juni Trihardiyanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Anas Malik Abdillah, Nugrahanto Widagdo
Abstrak:
LNG (Liquified Natural Gas) memiliki risiko kebakaran dan ledakan yang besar. Kebutuhan LNG domestik yang meningkat memaksa beberapa alternatif baru dalam proses pengiriman LNG ke konsumen diseluruh Indonesia. Transportasi LNG di Indonesia perlahan sudah mulai beralih dari yang skala besar menjadi skala kecil dengan alternatif menggunakan ISO Tank, sehingga dapat menjangkau lokasi yang tidak memiliki fasilitas pelabuhan khusus LNG. PT. X adalah salah satu kilang LNG di Indonesia yang saat ini melayani pengiriman LNG dengan kargo ataupun ISO Tank. Tulisan ini bertujuan untuk menilai risiko kebakaran dan ledakan pada LNG ISO Tank 40 ft yang melakukan pengisian dan penyimpanan sementara di fasilitas yang dimiliki oleh PT. X. Metode penilaian potensi kebakaran dan ledakan pada LNG ISO Tank dilakukan secara kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode Dow’s Fire and Explosion Index 7 th Edition. Hasil analisis didapatkan nilai F&EI pada fasilitas yang ada di PT.X adalah sebesar 139.48 sehingga termasuk kategori tingkat bahaya heavy. Nilai kemungkinan kehilangan hari kerja akibat kebakaran dan ledakan adalah selama 41 hari. Nilai kerugian yang diterima akibat berhentinya bisnis karena kebakaran dan ledakan adalah sebesar $ 3.949.042,68

LNG (Liquified Natural Gas) has a high risk of fire and explosion. The increasing domestic demand for LNG has forced several new alternatives in the process of delivering LNG to consumers throughout Indonesia. LNG transportation in Indonesia is slowly starting to shift from large scale to small scale with the alternative of using ISO Tanks, so that it can reach locations that do not have special LNG port facilities. PT. X is one of the LNG refineries in Indonesia which currently serves LNG shipments by cargo or ISO Tanks. This paper aims to assess the risk of potential for fire and explosion in a 40 ft LNG ISO Tank that performs filling and temporary storage at facilities owned by PT. X. The fire and explosion potential assessment method for the LNG ISO Tank is carried out quantitatively using the Dow's Fire and Explosion Index 7th Edition method. The results of the analysis obtained that the F&EI value at the facilities at PT. X was 139.48 so that it was included in the category of severe hazard level. Maximum probable days outage due to accident fire and explosion is 41 days. Business interruption value due to fire and explosion index is $ 3.949.042,68
Read More
T-6701
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive