Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29914 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gina Agniya Meilani; Pembimbing: Evi Smartha; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Mutmainah Indriyati
Abstrak: Seiring meningkatnya populasi lansia baik di dunia maupun di Indonesia maka kebutuhan akses ke pelayanan kesehatan dasar seperti posyandu lansia perlu diupayakan. Kota Depok termasuk salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang mengalami kenaikan jumlah lansia, serta wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas merupakan salah satu wilayah di Kota Depok yang memiliki jumlah posyandu lansia aktif terbanyak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kegiatan posyandu lansia saat pandemi Covid-19 dilihat dari segi input, process, hingga output-nya. Informan pada penelitian ini adalah kepala puskesmas, penanggung jawab posyandu lansia, petugas posyandu lansia serta lansia di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Depok. Pemilihan informan penelitian secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pada komponen input, yaitu rusaknya alat kesehatan, serta perubahan kebijakan pada komponen proses, yaitu kegiatan posyandu lansia dihentikan sementara selama pandemi dan beralih menjadi kunjungan lansia terbatas oleh kader. Sehingga output posyandu lansia tidak tercapainya cakupan lansia yang mendapat skrining kesehatan dan akibatnya lansia tidak mendapatkan pelayanan dasar yang sudah menjadi haknya. Oleh sebab itu, disarankan kepada pemegang program untuk memperbaiki sistem dan kebijkan kegiatan posyandu lansia untuk mencapai target sasaran dan terwujudnya lansia sejahtera.
The increase in the elder population in the world and Indonesia made access to elderly posyandu needed to be pursued. Depok is one area in West Java Province that has an increasing number of elderly people, meanwhile, the working area of the Pancoran Mas Health Center is one of the areas in Depok that has the highest number of active elderly posyandu. This research is qualitative aiming to dig information about elderly posyandu activity during the Covid-19 pandemic in terms of input, process, and output. Informants in this study were the head of the public health center, the person in charge of elderly posyandu, her staff, and the elderly there. Informants were selected purposively. The results showed the change in input components, like medical device damage, also policy changes like suspending the elderly posyandu activities temporarily during the pandemic and switching to limited elderly visits by cadres in the process. Thus the elderly posyandu output does not reach its goal for receiver health screening and resulting the elderly do not get their rights for basic services. Therefore, parties involved are suggested to improve the system and policies for elderly posyandu activities to achieve the targets and realization of prosperous elderly.
Read More
S-10964
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrie Wulandari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Umi Zakiati
Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang menular dan disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat menyerang organ tubuh namun seringkali bakteri TB menyerang paru-paru manusia. Kota Depok menjadi salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang mengalami kenaikan angka kasus TB dalam empat tahun terakhir. Jumlah kasus TB Paru terbanyak yang dilaporkan berasal dari Puskesmas Pancoran Mas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai perilaku minum obat pada pasien TB Paru saat Pandemi COVID-19. Informan pada penelitian ini adalah pasien TB, pihak keluarga pasien TB, kader TB, satgas COVID-19, dan penanggung jawab program TB. Pemilihan informan penelitian secara purposive sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat berperan dalam perilaku minum obat pada pasien TB. Pada faktor predisposisi, terdapat pengetahuan yang rendah dan sikap positif. Sedangkan pada faktor pemungkin, efek samping minum obat tidak membuat perubahan dalam perilaku minum obat, akses pelayanan perlu diperhatikan. Kemudian pada faktor pendorong, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan menjadi penguat dalam perilaku minum obat. Oleh sebab itu, disarankan kepada Puskesmas Pancoran Mas untuk melakukan penyuluhan tentang TB kepada seluruh masyarakat serta mengoptimalkan peran kader selama masa pengobatan TB.
Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. These bacteria can attack the body's organs, but TB bacteria often attack the human lungs. Depok City is one of the cities in West Java Province which has experienced an increase in the number of TB cases in the last four years. The highest number of reported cases of pulmonary TB came from the Pancoran Mas Health Center. This study is a qualitative study that aims to dig deeper information about drug-taking behavior in pulmonary TB patients during the COVID-19 pandemic. Informants in this study were TB patients, the family of TB patients, TB cadres, the COVID-19 task force, and the person in charge of the TB program. The selection of research informants purposively according to the inclusion and exclusion criteria. The results showed that predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors played a role in drug-taking behavior in TB patients. On predisposing factors, there is low knowledge and positive attitude. While the enabling factors, side effects of taking medication do not make changes in drug taking behavior, access to services needs to be considered. Then on the driving factors, family support and the role of health workers become reinforcements in drug-taking behavior. Therefore, it is recommended to the Pancoran Mas Health Center to provide counseling about TB to the entire community and optimize the role of cadres during the TB treatment period.
Read More
S-10970
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winarti; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella N. Hadi, Lely Nurlaely
S-6439
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rainy Alus Fienila; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Lely Nurlaely
S-6881
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Komalasari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Lely Nurlaely
S-6918
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eristida Natalia Kusuma Andayani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Sarjono
S-6306
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsha Nur Alfaiza; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Fajriatun Nur Isnaeni
Abstrak: TBC masih merupakan masalah kesehatan dunia, bahkan Indonesia. Pemerintah telah menerapkan program DOTS untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC, namun angka tersebut masih belum mencapai target. Selama pandemi Covid-19, program DOTS tetap diselenggarakan dengan adanya penyesuaian pengelolaan input dan process. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui gambaran pelaksanaan program DOTS selama pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Depok Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam kepada informan utama, yakni Penanggung Jawab Program DOTS, Dokter Penanggung Jawab Program DOTS, Ketua Kader dan PMO, sedangkan informan pendukung, yakni Pasien TBC. Peneliti mengambil data secara daring melalui Zoom Meeting. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan program DOTS di tengah pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, diantaranya wajib memakai masker dua rangkap dan mencuci tangan pakai sabun. Sumber daya PMO dan petugas puskesmas yang berdedikasi memiliki peran penting dalam upaya penyembuhan pasien TBC. Selain itu, ketersediaan anggaran, sarana, dan prasarana yang cukup dapat menunjang keberlangsungan program agar efektif. Kegiatan utama yang masih rutin diadakan yakni pengobatan TBC melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis yang tidak pernah kurang. Terdapat beberapa kendala dalam program DOTS, antara lain jumlah sumber daya kader kesehatan yang sedikit, kurang tersedianya Tes Cepat Molekuler, dan kurang mendukungnya ruangan pasien TBC. Beberapa kegiatan utama di Puskesmas selama pandemi mengalami penurunan jumlah kegiatan, diantaranya investigasi kontak, skrining, penyuluhan, serta pelatihan. Selain itu terdapat beberapa masalah di pelaksanaan program DOTS yang terjadi selama pandemi Covid-19, yaitu masyarakat yang cenderung individualis, kurang terbuka, dan memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga petugas puskesmas dan kader kesehatan seringkali kesulitan dalam melakukan pemantauan terkait dengan investigasi kontak dan pengobatan pasien TBC. Dampaknya, cakupan pengobatan TBC tidak mencapai target, yakni sebesar 71,87% berdasarkan Renstra Puskesmas Depok Jaya Tahun 2021 2026. Hasil penelitian menyarankan untuk Puskesmas dapat memberikan pelatihan kepada kader kesehatan terkait dengan penyikapan investigasi kontak dan edukasi penyakit TBC yang baik kepada masyarakat disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19, memberikan pelatihan kepada PMO terkait memotivasi pasien TBC dalam minum obat secara teratur dan pemeriksaan cek dahak secara rutin, serta perlu melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung terkait kebutuhan program DOTS.
Read More
S-10960
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuravianti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Lely Nurlaely
S-6348
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Enggar Setia Prameswari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Ulil Endah Maulida
Abstrak:
Anemia pada kehamilan di Indonesia termasuk ke dalam tingkat keparahan anemia pada suatu populasi yang berat sehingga perlu diperhatikan karena prevalensinya mengalami peningkatan yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil dan factor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel sebanyak 90 ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kejadian anemia di Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Tahun 2023 sebesar 27,8% serta factor-faktor yang menyebabkan anemia pada kehamilan meliputi tingkat pendidikan (PR = 1,52; 95% CI: 1,01-2,28), usia (PR = 1,57; 95% CI: 1,28-10,44), frekuensi konsumsi bahan makanan pendorong absorbs Fe (PR = 1,50; 95% CI: 1,09-2,06), asupan vitamin C (PR = 1,56; 95% CI: 1,17-2,08), dan asupan zat besi (PR = 1,33; 95% CI: 1,04-1,70). Dalam mencegah dan mengendalikan anemia pada kehamilan, diharapkan dinas kesehatan dapat meningkatkan kerja sama dengan berbagai lintas sekotr salah satunya peningkatan Program Suscatin.

Anemia in pregnancy in Indonesia is included in the severity of anemia in a heavy population so it needs to be considered because its prevalence has increased considerably. This study aims to determine the prevalence of anemia in pregnant women and factors that affect the incidence of anemia in pregnant women at the Pancoran Mas Health Center in Depok City in 2023. This study used a cross-sectional study design with a sample of 90 pregnant women who visited ANC at the Pancoran Mas Health Center in Depok City in 2023. This study used a cross-sectional study design with a sample of 90 pregnant women who visited ANC at the Pancoran Mas Health Center in Depok City in 2023. The results of this study show that the prevalence of anemia in the Pancoran Mas Health Center in Depok City in 2023 is 27.8% and the factors that cause anemia in pregnancy include education level (PR = 1,52; 95% CI: 1,01-2,28), age (PR = 1,57; 95% CI: 1,28-10,44), frequency of consumption of foods driving Fe absorbs (PR = 1,50; 95% CI: 1,09-2,06), vitamin C intake (PR = 1,56; 95% CI: 1,17-2,08), and iron intake (PR = 1,33; 95% CI: 1,04-1,70). In preventing and controlling anemia in pregnancy, it is hoped that the health office can increase cooperation with various cross-sections, one of which is the improvement of the Suscatin Program.
Read More
S-11502
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmalia Ermi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal N. Siregar, Toha Mohaimin, Rahmadewi, Eti Rohati
Abstrak: Wanita yang menghadapi menopause termasuk dalam kelompok risiko karena pada kelompok ini terjadi perubahan yang drastis secara fisik, psikis, dan sosial budaya. Usia menopause antara seorang wanita dan wanita lainnya tidaklah sama dan bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menopause pada usia lebih dini akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, atherosclerosis, stroke, dan osteoporosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia menarche, paritas, usia melahirkan terakhir, riwayat pemakaian kontrasepsi, riwayat pekerjaan, status gizi, dan riwayat merokok dengan usia menopause pada ibu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Cimanggis Depok tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu lansia (≥ 60 tahun) yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Cimanggis Depok. Sampel dalam penelitian berjumlah 113 ibu lansia diambil dengan cara cluster sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan responden dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Data diolah menggunakan komputer dan analisa data dilakukan menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara riwayat merokok dengan dengan usia menopause p value 0,001, OR = 6,80 (95% CI, 2,18- 21,21). Disarankan agar menghindari rokok dan asap rokok, terutama perokok aktif, karena kandungan yang ada dalam rokok bisa mempercepat terjadinya menopause. Terjadinya menopause pada usia yang lebih dini akan lebih berisiko terjadinya gangguan kesehatan pada wanita.
Kata kunci: Usia Menopause, Riwayat Merokok

Woman who face menopause are included in the risk group because in this group there is a drastic change in physical, psychological, and socio-cultural. The age of menopause between a woman and another woman is not the same and depends on the factors that influence it. Menopause at an earlier age will increase the risk of cardiovascular disease, atherosclerosis, stroke, and osteoporosis. The purpose of this study is discusses the relationship between age of menarche, parity, last childbirth, history of contraception use, job history, nutritional status and history of smoking with age of menopause in elderly mother in Cimanggis Community Health Center Depok 2018. This study use survey method with cross sectional approach. The study was conducted in May 2018. The population in this study were all elderly mothers (≥ 60 years) in Cimanggis Community Health Center Depok. The sample in this study amounted to 113 elderly mothers taken by cluster sampling. Data were collected through direct interviews with respondents using questionnaires and observations. Data is processed using computer and data analysis is done using multiple logistic regression. The result showed that there was a significant correlation between smoking history with age of menopause p value 0,001, OR = 6,80 (95% CI, 2,18-21,21). It is recommended to avoid smoking and cigarette smoke, especially active smokers, because the content in cigarettes can accelerate the occurrence of menopause. The occurrence of menopause at an earlier age will be more at risk of health problems in women.
Key Words: Age of Menopause, Smoking History
Read More
T-5405
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive