Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29285 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ika Febriyanti; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Septiara Putri, Marisa Aristiawati Hardigaloeh
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pemanfaatan pelayanan kesehatan maternal di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Pencarian studi dilakukan dengan menggunakan tiga basis data online yaitu PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest. Terdapat 17 studi yang terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing negara memiliki perbedaan dalam jumlah cakupan pemanfaatan pelayanan kesehatan dan jumlah AKI yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor lingkungan dan sosioekonomi.
Read More
S-10602
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Grace Amanda Maria Sitanggang; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Helen Andrian, Muhammad Ridha Akbar
Abstrak: Kelainan refraksi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terjadi secara global dan banyak terjadi di negara dengan penghasilan menengah kebawah. Kondisi ini termasuk ke dalam masalah kesehatan mata yang dapat dicegah dan ditangani dengan adanya pelayanan kesehatan yang komprehensif. Namun, faktor sosioekonomi menjadi salah satu kendala yang dialami oleh para penderita kelainan refraksi. Sehingga, integrasi pelayanan kelainan refraksi ke dalam pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat primer menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan model IPO. Pencarian studi yang relevan dilakukan dengan beberapa database, yaitu PubMed, Proquest, ScienceDirect, dan Wiley Online Library. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kelainan refraksi sudah terintegrasi sebagai suatu pelayanan di fasilitas kesehatan primer berbagai negara meskipun dengan beberapa keterbatasan, khususnya dari sisi ketersediaan tenaga kesehatan, peralatan kesehatan dan ketersediaan alat bantu optik. Upaya yang dilakukan berkaitan dengan task-shifting kepada tenaga kesehatan dan penggunaan kacamata siap pakai. Namun, untuk jaminan asuransi kesehatan, belum ditemukan adanya penjaminan untuk pelayanan kesehatan mata secara komprehensif, khususnya untuk biaya alat bantu kacamata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah belum adanya pelaksanaan pelayanan kelainan refraksi yang komprehensif di berbagai negara.
Kata kunci: Kelainan refraksi, pelayanan kesehatan tingkat primer, fasilitas kesehatan tingkat primer, literature review

Refractive error are public health problems that occur globally and in many middle to low-income countries. This condition is categorized as can be prevented and treated with comprehensive health services. However, the socioeconomic factor is one of the obstacles experienced by people with refractive error. Thus, integration of refractive error into services at primary health facilities is important. This study uses the literature review method with the IPO model. The search for relevant studies was carried out with several databases, namely PubMed, Proquest, ScienceDirect, and Wiley Online Library. The results of this study indicate that refractive error services delivery has been integrated into primary health facilities in various countries, although with some limitations, especially in terms of the availability of health workers, medical equipment, and the availability of optical aids. Efforts are made relating to task-shifting health workers and the use of ready-made glasses. However, for the health insurance coverage scheme, there has not yet been found a comprehensive guarantee for eye health services, especially for the cost of glasses. The conclusion of this research is the absence of comprehensive refraction services in various countries.
Key words: Refractive error, primary health care, primary health care facilities, literature review
Read More
S-10392
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noviana Lathifah; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Puput Oktamianti, Maria Hotnida
Abstrak:
Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia, namun pola pemanfaatan layanannya pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pemanfaatan pelayanan hipertensi kehamilan (proporsi rawat inap versus rawat jalan) di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) menggunakan pendekatan Teori Andersen. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional melalui analisis data sekunder sampel klaim BPJS Kesehatan tahun pelayanan 2024 dengan total 3.645 kasus. Analisis regresi logistik ganda digunakan untuk menguji pengaruh faktor predisposisi, pemungkin, dan kebutuhan terhadap pemanfaatan pelayanan hipertensi kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan proporsi intervensi rawat inap mendominasi sebesar 92,5%. Uji multivariat membuktikan bahwa faktor predisposisi (usia, status marital, domisili peserta) dan sebagian faktor pemungkin (segmentasi kepesertaan, kepemilikan FKRTL, dan domisili FKRTL) tidak berpengaruh signifikan (p>0,05). Pemanfaatan pelayanan hipertensi kehamilan untuk rawat inap dikendalikan oleh Tipe FKRTL (Tersier OR=3,21) dan faktor kebutuhan, yaitu diagnosis hipertensi kronis superimposed pre-eklampsia (OR=5,07) serta pre-eklampsia (OR=2,95). Penelitian ini menyimpulkan bahwa JKN telah berhasil menciptakan ekuitas (pemerataan) akses layanan tanpa adanya diskriminasi demografis, status sosial, maupun kesenjangan antar-regional wilayah. Tingginya angka rawat inap menunjukkan kepatuhan terhadap indikasi klinis kegawatdaruratan obstetri. Sebagai implikasi kebijakan, diperlukan transformasi pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berupa penguatan skrining deteksi dini secara agresif, serta peningkatan kapasitas layanan intensif di Rumah Sakit Sekunder (Tipe C dan D) guna mengurai penumpukan rujukan darurat di fasilitas tersier.

Hypertension in pregnancy remains one of the leading causes of maternal morbidity and mortality in Indonesia. However, patterns of healthcare utilization under the National Health Insurance (JKN) scheme for this condition remain underexplored. This study aimed to analyze the determinants of healthcare utilization for hypertensive disorders in pregnancy specifically the proportion of inpatient versus outpatient care at Advanced Referral Health Facilities (FKRTL) using Andersen's Behavioral Model of Health Services Use. A cross-sectional design was employed through secondary data analysis of the 2024 BPJS Kesehatan claims sample, comprising 3,645 cases. Multiple logistic regression analysis was conducted to examine the influence of predisposing, enabling, and need factors on utilization of pregnancy hypertension services. The results revealed that the proportion of inpatient care was predominantly high at 92.6%. Multivariate analysis demonstrated that predisposing factors (age, marital status, and participant domicile) and certain enabling factors (membership segmentation, FKRTL ownership, and regional FKRTL domicile) had no statistically significant effect (p > 0.05). Utilization of pregnancy hypertension services on hospitalization decisions was primarily driven by the type of FKRTL (Tertiary; OR = 3,21) and need factors, particularly the diagnosis of chronic hypertension with superimposed pre-eclampsia (OR = 5,07) and pre-eclampsia (OR = 2,95). This study concludes that the JKN scheme has successfully achieved equity in healthcare access, eliminating demographic, socioeconomic, and regional disparities. The high hospitalization rate purely reflects adherence to clinical indications for obstetric emergencies rather than service overutilization. As a policy implication, service transformation at Primary Healthcare Facilities (FKTP) is recommended through aggressive early detection screening, alongside intensive care capacity building at secondary hospitals (Types C and D) to reduce the burden of emergency referrals on tertiary facilities.
Read More
S-12360
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kiki Ikromatul Afifah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Harry Nurdiansyah
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai Hubungan Penilaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Klinik Pratama) Terhadap Kasus Rujukan.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang didapatkan dari hasil penilaian BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama yang akan bekerjasama serta data peserta JKN yang dimiliki. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara nilai penilaian fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia dengan kasus rujukan yang terjadi di BPJS Kesehatan KCU Tangerang.
Kata kunci:kasus rujukan, Penilaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Tangerang

This research explains about the relationship between assessment of the primary health care facilities with referral cases. This is a quantitative research with crosssectional study design. Data that are used in this research are secondary data from assessment report of the primary health care facilities that will cooperate with BPJS Kesehatan and data of JKN participants. Analysis result shows that there are significant relation between the score of facility healthcare and score of human resources with referral cases that happen in BPJS Kesehatan KCU Tangerang.
Keywords : referral cases, Assessment of Primary Health Care Facilities, Tangerang
Read More
S-9552
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizani Alia Davina; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Sabarinah, Wan Aisyiyah Baros
Abstrak:
Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan salah satu penyakit katastropik dengan beban pembiayaan yang terus meningkat dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hemodialisis sebagai terapi pengganti ginjal menjadi layanan dengan utilisasi dan biaya yang tinggi sehingga diperlukan informasi mengenai tren pemanfaatannya sebagai dasar perencanaan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren utilisasi pelayanan hemodialisis pada peserta JKN tahun 2020–2023 berdasarkan jumlah kunjungan, karakteristik peserta, dan karakteristik fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). Penelitian menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2020–2023. Sampel penelitian adalah peserta JKN dengan diagnosis Penyakit Ginjal Kronis (ICD-10 N18) yang menjalani tindakan hemodialisis (ICD-9-CM 39.95). Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi utilisasi layanan dan karakteristik peserta, serta analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk menilai perubahan distribusi karakteristik antar tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah peserta hemodialisis meningkat dari 1.122 peserta pada tahun 2020 menjadi 1.515 peserta pada tahun 2023, sedangkan jumlah kunjungan meningkat dari 8.823 menjadi 10.855 kunjungan atau sekitar 23,0% selama periode penelitian. Peserta hemodialisis didominasi oleh laki-laki, kelompok usia dewasa (18–59 tahun), peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), penduduk Regional I (Pulau Jawa), pengguna rumah sakit swasta, serta peserta kelas rawat III. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat perubahan distribusi yang bermakna pada segmentasi kepesertaan, wilayah tempat tinggal, tipe FKRTL, kepemilikan FKRTL, dan kelas rawat (p<0,05), sedangkan jenis kelamin dan kelompok usia tidak menunjukkan perubahan yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa utilisasi pelayanan hemodialisis pada peserta JKN menunjukkan kecenderungan meningkat selama periode 2020–2023. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini PGK, pemerataan akses layanan hemodialisis, serta perencanaan kapasitas fasilitas kesehatan dan pembiayaan JKN untuk mendukung keberlanjutan pelayanan penyakit katastropik.

Chronic Kidney Disease (CKD) is one of the catastrophic diseases that imposes a substantial financial burden on Indonesia's National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN). Hemodialysis, as the most commonly used kidney replacement therapy, requires continuous treatment and contributes significantly to healthcare utilization and expenditure. Therefore, understanding utilization trends is essential to support healthcare planning and resource allocation. This study aimed to analyze trends in hemodialysis service utilization among JKN beneficiaries from 2020 to 2023 based on service volume, participant characteristics, and characteristics of Advanced Referral Healthcare Facilities (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut/FKRTL). This descriptive study employed a repeated cross-sectional approach using secondary data from the BPJS Kesehatan Sample Data for the period 2020–2023. The study population consisted of JKN beneficiaries diagnosed with Chronic Kidney Disease (ICD-10 N18) who received hemodialysis procedures (ICD-9-CM 39.95). Data were analyzed using descriptive statistics to describe utilization patterns and participant characteristics, while the chi-square test was performed to examine differences in participant and healthcare facility characteristics across the study period. The results showed that the number of hemodialysis patients increased from 1,122 in 2020 to 1,515 in 2023, while the total number of hemodialysis visits increased from 8,823 to 10,855 visits, representing a 23.0% increase over the study period. Hemodialysis utilization was predominantly observed among male participants, adults aged 18–59 years, Non-Wage Earner (PBPU) beneficiaries, residents of Java, patients receiving care at private hospitals, and those utilizing Class III inpatient services. Significant changes were observed in participant segmentation, province of residence, healthcare facility type, ownership, and inpatient class (p<0.05), whereas sex and age group distributions remained relatively stable throughout the study period. In conclusion, hemodialysis service utilization among JKN beneficiaries showed an increasing trend between 2020 and 2023. These findings highlight the need to strengthen CKD prevention and early detection strategies, improve equitable access to hemodialysis services, and optimize healthcare capacity and JKN financing to ensure the sustainability of catastrophic disease services in Indonesia.
Read More
S-12312
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syally Nadya Octavia; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vivy Friyatni
S-9746
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Wayan Surka; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji:Pujiyanto, Anwar Hasan, Sumiatun, Farida Djufri
Abstrak:

Persaingan dalam perumahsakitan dewasa ini, menuntut rumah sakit untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu indikator untuk mengukur mutu pelayanan keperawatan adalah kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dan fasilitas keperawatan, melihat bagaimana hubungan antara kepuasan pasien dengan karakteristik pasien, variabel yang paling berpengaruh pada kepuasan pasien terhadap pelayanan dan fasilitas keperawatan serta mengetahui area pelayanan dan fasilitas keperawatan yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Kabupaten Belitung. Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner oleh pasien. Penilaian kepuasan pasien merupakan salah satu cara untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan pelayanan yang diberikan rumah sakit dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan / keperawatan di rumah sakit. Anallsis statistik yang digunakan adalah analisis univariat untuk melihat gambaran deskriptif analisis bivariat untuk melihat bagaimana hubungan antara karakteristik pasien dan kepuasan pasien serta analisis multivariat untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh pada kepuasan pasien terhadap pelayanan dan fasilitas keperawatan. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan, bahwa sebagian besar responden pasien tidak puas dengan pelayanan dan fasilitas keperawatan yang diberikan rumah sakit, sehingga perlu adanya upaya perbaikan. Dengan upaya ini diharapkan mutu pelayanan dan fasilitas keperawatan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Belitung akan meningkat dan memuaskan pasien (pelanggan) rumah sakit.


 

Patient Satisfaction of the Nursing Care and Facility in the Inpatient Ward at the District Hospital of Belitung Year 2001Nowadays, the competition among hospitals made them to increase the service quality. One of indicators to measure the quality of nursing care is the patient satisfaction. This study intends to find the description of patient satisfaction level of nursing care and facility to know the association between patient satisfaction and characteristic of patient, the variables that most related to the patient satisfaction on nursing care and facility, and the aspects of nursing care and facility in which needs to be increased its quality. This study was conducted in the inpatient ward at the District Hospital of Belitung. Primary data was gained from filling in questionnaire done by the patient. The assessment of patient satisfaction is one of the methods to know the weakness or lack of hospital service in term of improving the quality in health/nursing care in the hospital. Statistical analysis that used was univariate analysis to find the general description of variables; meanwhile bivariate analysis was to find the association between patient characteristics and patient satisfaction, and multivariate analysis was used to find which variables that most associated with the patient satisfaction of nursing care and facility. In general, this study revealed that most of respondents were not satisfied with the nursing care and facility in the hospital, so that quality improvement is required with such attempts. And hopefully the patient satisfaction will increase as well as will satisfy the hospital's patient (customer).

Read More
T-1455
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Intan Purnamasari; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Amal C. Sjaaf, Pujiyanto, Asep Zaki Mulyatno
Abstrak: Keterlambatan pembayaran klaim BPJS berdampak pada peningkatan beban biaya yang tinggi bagi rumah sakit yang akan mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Tesis ini membahas tentang dampak keterlambatan pembayaran klaim jaminan kesehatan nasional (JKN) terhadap cashflow dan mutu pelayanan pasien JKN di Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode Cross Sectional pada Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka. Hasil penelitian menunjukkan penyebab terjadinya keterlambatan pembayaran klaim JKN di rumah sakit umum daerah majalengka karena adanya proses administrasi yang kurang lengkap, dan semakin banyak terjadinya perubahan syarat yang tidak pasti dan tidak sesuai dengan prosedur pengajuan klaim yang berdampak terhadap cashflow dan mutu pelayanan pasien, juga diperlukan penambahan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan diperuntukkan membantu prosedur pembayaran klaim. Upaya yang dilakukan rumah sakit dalam mengatasi keterlambatan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan dengan melakukan pinjaman dari bank daerah (Bank BJB) dan pihak rumah sakit bekerjasama dengan Koperasi Karyawan dibidang farmasi untuk pemenuhan obatobatan yang diperlukan untuk kegiatan oprasional di rumah sakit. Selain itu perlu ada penelitian lebih lanjut terkait penyesuaian dampak keterlambatan pembayaran klaim
Read More
T-6075
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akhmad Shobirin; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Hediyana Yusuf, Hasan Sadeli
Abstrak:

Keterlambatan pembayaran klaim Askeskin yang terjadi pada awal tahun 2007, telah memberikan dampak negatif terhadap cash flow Rumah Sakit Umum Daerah dan pelayanan bagi masyarakat miskin. Keterlambatan pembayaran klaim Askeskin terjadi selama 2 (dua) bulan, klaim yang seharusnya dibayar pada bulan Januari 2007 baru dibayarkan pada bulan Maret 2007. Penyebab keterlambatan pembayaran klaim Askeskin adalah karena adanya proses administrasi kesepakatan kerjasama I MoU (Memmy of Understanding) antara Departemen Kesehatan dengan PT Askes (Persero) di tingkat pusat dan juga proses administrasi kesepakatan ketjasama I MoU (Memory of Understanding) antara PT Askes (Persero) Cabang Cirebon dengan RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Keterlambatan pembayaran klaim Askeskin tersebut sangat berpengaruh terhadap cash flow RSUD Gunung Jati Kota Cirebon sehingga RSUD Gunung Jati Kota Cirebon terpaksa mcnunda pembayaran kewajiban kepada pegawai dan pemasok serta mernangkas biaya pemeliharaan gedung I sarana dan prasarana. Upaya-upaya tersebut tentunya sangat berdampak terhadap kinerja pegawai dan ketersediaan supplies yang mempengaruhi pelayanan pasien peserta Askeskin di RSUD Gunung Jati kota Cirebon. Siapkan dana yang cukup untuk mendanai pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, misalnya dengan mengalokasikan pendanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang bersumber dari pajak produk yang bersifat destruktif seperti, rokok, minuman keras (alkohol) dan makanan cepat saji. Setelah tersedia dana yang cukup, buat aturan yang memuat sangsi bagi para pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin jika terjadi keterlambatan pembayaran klaim Askeskin.

Read More
T-2724
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yanwir Kamal; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi
Abstrak:
Aspek pembiayaan merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terlebih setelah terjadi krisis ekonomi tahun 1997 yang sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarkat, maka perlu adanya cara pengelolaan sumber dana yang ada dalam masyarakat. Asuransi kesehatan merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi resiko sakit dan ketidakpastian peristiwa sakit, yaitu suatu instrumen sosial yang menggabungkan resiko individu mejadi resiko kelompok. Pada tahun 1968 Pemerintah membentuk suatu sistem jaminan pemeliharaan pelayanan kesehatan/asuransi yang pesertanya adalah Pegawai Negeri Sipil/Pensiun dan anggota keluarganya, yang preminya diambil dari potongan gaji pokok setiap bulannya. Askes merupakan asuransi sosial yang bersifat wajib yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara, yaitu PT_ (Persero) Askes Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kepuasan pasien peserta Askes terhadap kebijakan Askes pada pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjut (rujukan) di RSUD Pekanbaru. Rendahnya kualitas atau mutu pelayanan kesehatan yang diterima dikarenakan kecilnya premi asuransi kesehatan PNS/Pensiun yang diterima PT. (Persero) Askes Indonesia, selama ini banyak kebijakan Askes yang menimbulkan rasa tidak puas dari pasien peserta Askes Wajib. Pengukuran kepuasan pasien ini dihubungkan dengan faktor-faktor karakteristik dari pasien peserta Askes yaitu : umur, jenis kelamin, status responden, pendidikan, golongan/pangkat, kali kunjungan/dirawat, status/jenis peserta, masa kerja sebagai PNS dan pengetahuan dan pengalaman sebagai peserta Askes, dengan jumlah sampel atau responden sebanyak 100 orang melalui penelitian diskriptif analitik yang dilakukan dengan dengan pendekatan cross- sectional secara kuantitatif, melalui survei kepuasan pasien. Kepuasan pasien diperoleh dari tingkat kesesuaian/nilai puas yang merupakan ratio persepsi/pengalaman dengan harapan terhadap kebijakan Askes pada pelayanan rawat inap tingkat lanjut di RSUD Pekanbaru. Analisa data dilakukan dengan uji statistik, dari uji statistik hanya 1 (satu) dari variabel independen yang secara bermakna berhubungan dengan kepuasan terhadap kebijakan Askes yaitu pengetahuan dan pengalaman responden sebagai peserta Askes. Analisa terhadap dimensi kebijakan Askes dengan self scale survey menggunakan Diagram Kartesius. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi pasien peserta Askes yang puas terhadap kebijakan Askes pada pelayanan rawat inap tingkat lanjut (rujukan) sebesar 51% dan yang tidak puas 49%, dengan cut of point nilai mean (77,68) karena dari uji normalitas data, distribusi variabel kepuasan berbentuk kurva normal, artinya jumlah peserta yang tidak puas berada < nilai mean, sedangkan yang puas berada > 77,68 (nilai mean), karena pada pelayanan kesehatan nilai kepuasan sulit untuk mencapai 100% (service excellent). Dari analisis melalui diagram Kartesius diperoleh total rerata harapan responden 4,29% dan total rerata persepsilpengalaman yang diterima 3,27%, dengan tingkat kesesuaian 77,68%. Pada kuadran A ada beberapa faktor-faktor menjadi perhatian dan prioritas utama dalam penanganannya yang menjadi kelemahan dalam pelayanan. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien peserta Askes Wajib pada pelayanan rawat inap tingkat lanjut (rujukan) masih rendah, untuk itu peneliti menyarankan agar pihak manajemen Askes selalu mengadakan evaluasi terhadap kebijakan Askes, meningkatkan informasi/komunikasi dengan terus mengadakan sosialisasi kepada peserta Askes.

Patients Satisfaction Analysis of Askes Health Insurance Compulsory Members Towards the Askes Further Treatment Policies in Pekanbaru District Hospital in 2003Financing aspect is an important component in the health service system, even more after the economical crisis in 1997 which especially influences the public prosperity level and purchasing capability, thus there is a need for the method to mobilization of existing public fund sources. Health insurance is one of the alternatives to excel over health risks and illness uncertainty, in which a social instruments that combines individual risk to group risk. In 1968, the government had established an assurance for health service maintenance system/insurance that the members are Governmental Officers/Pensions and their family members, in which the premises are taken from their salaries cut every month. Askes is a compulsory social insurance which is carried out by the State Business Board, PT. (Persero) Askes Indonesia. This study is undertaken to acquire a description of the patients' satisfaction of Askes health insurance compulsory members towards the Askes Further Treatment Policies in Pekanbaru District Hospital in 2003. The low quality or health service which is obtained is caused by the small Governmental Officers/Pensions health insurance premises which are acquired by Pt (Persero) Askes Indonesia.. So far, there were many Askes policies which create dissatisfactions from the Compulsory Askes members. The measurement for the patients satisfactions is related the characteristic factors from the Askes member patients which are: age, sex, respondents status, education, position, treatments, members status/type, job period as Government Officers, and knowledge and experiences as the members of Askes. The whole samples are 100 respondents through an analytical descriptive which is carried out using cross sectional approach quantitatively, using patients' satisfactions survey. The patients' satisfaction is acquired from the accordance level/satisfied value which is the perception/experience ratio with the expectation towards the Further Treatment Policies in Pekanbaru District Hospital. The data analysis is carried out through statistical test, from the statistical test there was only 1 (one) out of the independents variables which is significantly relates to the patients' satisfaction towards the Askes policies that is the respondents' knowledge and experiences as the Askes members. Analysis towards the Askes policies dimensions with self scale survey using Cartesians Diagram. The result of this study shows that the Askes member patients who are satisfied towards the Askes further treatment policies is 51% and those who are dissatisfied are 49%, with mean value cut of point (77,68) because from the data normality test the satisfaction variables distribution is in the form of normal curve, meaning that the number of satisfied members < mean value; while the dissatisfied is ? 77,68 (mean value), because in the health service the satisfaction value is hard to attain 100% service excellent From the analysis through Cartesians Diagram is acquired the total median respondents expectations of 4,29% and the total perceptions/experiences median which is acquired is 3,27%, with the accordance level 77,68%. On the A quadrant, there were some factors which has become the attention and main priority in the process which becomes the weakness in the services. The conclusion from the study result shows that the level of patients' satisfaction of compulsory Askes members towards the Askes further treatment services are still low, thus the researcher suggest that the Askes management to always carry out evaluations towards their policies, improve information/communications through continuous socialization to Askes members.
Read More
T-1801
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive