Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25745 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dani Indrawan; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Helen Andriani, Etty Yulianty Permanasari, Ediansyah, Vitrie Winastri
Abstrak:
Berdasarkan laporan dari World Health Organisation (WHO), dampak pandemi COVID-19 dirasakan pada pelayanan kesehatan esensial di 90% negara. Hal ini terlihat pada kombinasi kondisi pelik dari menurunnya kunjungan akibat pembatasan kegiatan masyarakat, rantai distribusi alat kesehatan dan obat-obatan yang terhambat, sehingga kapasitas finansial fasilitas layanan kesehatan menurun. Tekanan yang terjadi mendorong rumah sakit beradaptasi dengan cepat serta memiliki strategi bertahan (resilience) dari berbagai guncangan yang dihadapi. Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (RS MMC) sebagai salah satu rujukan COVID-19 turut merasakan dampak perubahan terhadap sistem pengelolaan logistik farmasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola perencanaan sediaan farmasi, menentukan pola perencanaan farmasi yang paling tepat, serta melakukan penerapan strategi Sales & Operations Planning (S&OP) dalam upaya membangun ketahanan sediaan farmasi Rumah Sakit Metropolitan Medical Center. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus untuk melihat pengelolaan sediaan farmasi dengan menggunakan analisis deskriptif dari beberapa data sekunder yakni; data persediaan, data kunjungan pasien, serta data pendapatan dan pengeluaran rumah sakit selama masa pandemi COVID-19 pada periode Februari tahun 2020 - Desember tahun 2021 yang dikolaborasikan dengan wawancara mendalam. RS MMC melakukan berbagai upaya perbaikan pola perencanaan sediaan farmasi, mulai dari menggunakan metode konsumsi, pola morbiditas berdasarkan penyakit terbanyak, kombinasi pola konsumsi dan pola morbiditas, forecasting serta pendekatan S&OP. Hasil perhitungan tingkat Inventory Turnover (ITO) berada pada titik terendah di tahun 2020 yaitu sebesar 8,84% dan persentase ketersediaan di bulan Juni 2020 sebesar 51,80%. Pada titik ini terjadi kondisi yang tidak ideal sehingga manajemen didorong untuk merespon cepat serta adaptif terhadap pola perencanaan sediaan farmasi. Berdasarkan berbagai rangkaian metode yang digunakan RS MMC selama periode 2019-2021 serta data hasil wawancara mendalam, menunjukan bahwa pola perencanaan farmasi yang paling tepat di RS MMC ialah merujuk pada metode konsumsi yang dikombinasikan dengan pola morbiditas penyakit, hal tersebut dikarenakan dapat meningkatkan keakuratan manajemen perencanaan persediaan. Pengembangan dari metode konsumsi yang dikolaborasikan dengan pola morbiditas tersebut, dilakukan melalui penerapan forecast planning system menggunakan S&OP dan integrated demand supply yang sedang dibangun dalam sebuah sistem teknologi informasi rumah sakit yang diharapkan akan membuat pengambilan keputusan menjadi lebih mudah dan akurat. Dengan menggunakan pendekatan S&OP basis perencanaan kebutuhan logistik menjadi tidak hanya bergantung pada pemanfaatan data historis saja, baik yang terkait dengan pola konsumsi dan atau morbiditas saja. Pola pendekatan S&OP memodifikasi pola perencanaan kebutuhan sediaan sebelumnya yang merupakan gabungan pola konsumsi dan morbiditas. Pendekatan S&OP turut memperhatikan dinamika perkembangan kebutuhan terkini organisasi yang berkenaan dengan: adaptasi rencana strategi bisnis rumah sakit, ketersediaan finansial dan kegiatan operasional Rumah Sakit.

Based on a report from the World Health Organization (WHO), the impact of the COVID-19 pandemic was felt on essential health services in 90% of countries. This can be seen in the complicated combination of decreased visits due to restrictions on community activities, hampered distribution chain of medical devices and medicines, resulting in decreased financial capacity of health care facilities. The pressures that occur encourage hospitals to adapt quickly and have resilience strategies from the various shocks they face. The Metropolitan Medical Center Hospital (MMC Hospital) as one of the COVID-19 referrals also felt the impact of changes to the hospital pharmacy logistics management system. This study aims to evaluate the pattern of pharmaceutical preparation planning, determine the most appropriate pharmaceutical planning pattern, and implement the Sales & Operations Planning (S&OP) strategy in an effort to build the resilience of pharmaceutical preparations at Metropolitan Medical Center Hospital. This study uses a qualitative method in the form of a case study to see the management of pharmaceutical preparations using descriptive analysis of several secondary data, namely; inventory data, patient visit data, as well as hospital income and expenditure data during the COVID-19 pandemic in the period February 2020 - December 2021 in collaboration with in-depth interviews. MMC Hospital made various efforts to improve the planning pattern of pharmaceutical preparations, starting from using the consumption method, the pattern of morbidity based on the most disease, a combination of consumption patterns and morbidity patterns, forecasting and the S&OP approach. The results of the calculation of the Inventory Turnover (ITO) level are at their lowest point in 2020, which is 8.84% and the percentage of availability in June 2020 is 51.80%. At this point, conditions that are not ideal occur so that management is encouraged to respond quickly and be adaptive to the pattern of planning pharmaceutical preparations. Based on the various series of methods used by MMC Hospital during the 2019-2021 period as well as data from in-depth interviews, it shows that the most appropriate pharmaceutical planning pattern at MMC Hospital is referring to the consumption method combined with disease morbidity patterns, this is because it can improve the accuracy of planning management. supply. The development of the consumption method in collaboration with the morbidity pattern is carried out through the application of a forecast planning system using S&OP and integrated demand supply which is being built in a hospital information technology system which is expected to make decision making easier and more accurate. By using the S&OP approach, the basis for planning logistics needs is not only dependent on the use of historical data, both related to consumption patterns and or morbidity. The pattern of the S&OP approach modifies the previous pattern of planning requirements for preparations which is a combination of consumption patterns and morbidity. The S&OP approach also takes into account the dynamics of the latest development needs of the organization with regard to: adaptation of the hospital's business strategy plan, financial availability and hospital operational activities.
Read More
B-2300
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kharisma Ersha Mufti; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Wahyu Sulistiadi, Roswin Rosnim Djaafar, Eka Ginanjar
Abstrak: Latar Belakang: Tingginya risiko dan angka penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan sejak awal pandemi merupakan masalah yang serius, tanpa jumlah tenaga kesehatan yang cukup memadai, pelayanan terhadap pasien tidak akan maksimal. Penelitian di berbagai negara di dunia menunjukkan tingginya penyebaran kasus COVID19 diantara tenaga kesehatan diakibatkan tidak terdapatnya kebijakan yang pasti untuk melindungi karyawan. Oleh karena itu instansi yang memiliki karyawan haruslah memiliki dasar dan paduan bagaimana penangangan COVID-19 di tempat kerja, khususnya di Rumah Sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan yang berisiko sangan tinggi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada karyawan di RS MMC pada masa pandemi COVID-19 pada periode Maret 2020 hingga Maret 2022. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dan data subjek yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari rekam medis. Hasil Penelitian: Dari total 697 subjek, 622 diantaranya yang memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi kasus COVID-19 pada karyawan RS MMC adalah sebesar 66,7%. Mayoritas subjek berusia 18-44 tahun dengan rata-rata usia 37 tahun, jenis kelamin perempuan mendominasi dengan 76,8% dan sebagian besar 86,2% memiliki komorbid penyerta COVID-19. Seluruh karyawan telah patuh pada kebijakan penggunaan APD dan telah melaksanakan tracing serta 77,3% telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dan flu secara lengkap, sementara itu program isoman yang digagas SDM RS MMC juga merangkul mayoritas karyawan yang terkonfirmasi positif COVID-19. Tidak terdapat hasil bermakna pada analisis statistik antara kebijakan SDM RS MMC dan efektivitas kebijakan yang dinilai dari lama cuti dan pencapaian target perbagian, namun 65,6% karyawan telah ternilai secara efektif berdasarkan kedua hal tersebut, dengan 73% angka cuti yang sesuai kebijakan dan 90,2% pencapaian target. Pada karyawan yang telah divaksinasi lengkap, mengikuti program isolasi mandiri, menggunakan APD sesuai aturan dan terdata kontak tracing, mayoritas telah secara efektif dinilai. Kesimpulan: Kebijakan yang dibuat oleh SDM RS MMC dalam penanganan COVID19 pada karyawan dapat memelihara efektivitas dan efektifsi kerja karyawan dan dapat membantu memberikan perlindungan karyawan pada masa pandemi COVID-19
Read More
B-2493
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Zakir Chohan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Temmasonge Radi Paki, Titi Anggraeni
Abstrak: Perawat mempunyai fungsi kolaborasi dalam pemberian asuhan keperawatan dan kemampuan dalam penerapan 6 tepat pemberian obat meliputi : tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat dokumentasi.Tujuan penelitian mengetahui perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat benar obat dan hubungan dengan karakteristik, pengetahuan, sikap,pemahaman etis&hukum serta humanisme dan kultur kompetensi yang mempengaruhi kinerja selama masa pandemic Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode cross sectional dengan total sampel 50 perawat di ruang Intensive Care RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. Analisis bivariat dengan Contiunity Corretion dan multivariat dengan regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antar humanisme dan kultur kompetensi dengan perilaku profesional dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p Value 0,000) sejumlah 74.2%, dan pemahaman etis dan hukum dengan perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p value 0,043) sejumlah 63,39%. Hasil multivariat variabel humanisme dan kultur kompetensi menjadi faktor dominan perilaku profesional perawat dalam 6 tepat pemberian obat. Perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat mendukung peningkatan pelayanan terhadap keselamatan pasien dalam pemberian obat yang aman. Perilaku professional perawat menjadi penilaian sangat mendasar dalam proses kredensi untuk seleksi karyawan.Upaya penerapan.prinsip ini dapat dilakukan dengan pendidikan keperawatan berkelanjutan dan meningkatkan supervisi.
Nurses have a collaborative function in providing nursing care and the ability to implement appropriate 6 drugs, including: the right patient, the right drug, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. the relationship with the characteristics, knowledge, attitudes, ethical & legal understanding as well as humanism and the culture of competence that affect performance during the Covid-19 pandemic. This study used a quantitative approach with cross sectional method with a total sample of 50 nurses in the Intensive Care Room at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Bivariate analysis with Contiunity Corretion and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between humanism and a culture of competence with professional behavior in the correct application of medication (p value 0.000) amounting to 74.2%, and ethical and legal understanding with professional behavior of nurses in the correct application of 6 drugs (p value 0.043). 63.39%. The multivariate results of humanism and competency culture variables are the dominant factors in the professional behavior of nurses in administering drugs. The professional behavior of nurses in the proper application of drug administration supports the improvement of services for patient safety in safe drug administration. The professional behavior of nurses is a very basic assessment in the credential process for employee selection. Efforts to implement this principle can be done by continuing nursing education and increasing supervision.
Read More
B-2221
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novalino; Pembimbing: Wiku Bakti B. Adisasmito; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Iwan Dewanto, Shanti Wirdiawati
Abstrak: Pendahuluan : Pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan gigi. Adanya kenyataan bahwa penularan covid -19 mudah terjadi di ruang praktek dokter gigi, sehingga pelayanan ini untuk sementara waktu sempat dihentikan. RSKGM FKG UI sebagai rumah sakit pendidikan yang berfungsi sebagai penyelenggara pelayanan dan pendidikan harus membuka layanannya kembali. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai kesiapan sumber daya yang ada pada RSGM (pendidikan) untuk dapat melakukan pelayanan kedokteran gigi yang aman pada era pandemi Covid-19. Metode : Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menganalisis hasil observasi di rumah sakit dan wawancara dengan informan terpilih. Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sumber daya yang ada di RSKGM FKG UI adalah SDM, fasilitas, peralatan dan teknologi, APD, obat dan bahan. SDM yang terbesar adalah peserta didik baik peserta didik program profesi dan spesialis. RSKGM FKG UI membuat ruang tekanan negatif yang rasional, serta mengatur pemakaian dental unit. Pembahasan : Sebuah rumah sakit khusus gigi dan mulut pendidikan harus siap membuka pelayanan kembali dengan melakukan modifikasi alur pelayanan, modifikasi ruang, penambahan peralatan dan teknologi, modifikasi jadwal SDM (peserta didik) agar tetap berfungsi sebagai tempat pendidikan dokter gigi dan dokter gigi spesialis. Kesimpulan : RSKGM FKG UI menjadi model contoh pendidikan kedokteran gigi, dan bagaimana dokter gigi berpraktek pada masa pandemi, serta sebagai sarana untuk menghasilkan dokter gigi yang berkompeten, dan juga pelayanan kedokteran gigi yang kondusif, aman dan disiplin sesuai dengan kondisi normal baru masa pandemi Covid-19.
Introduction : The COVID-19 pandemic has greatly affected dental health services. Due to the fact that it is easy to transmit COVID-19 in the dentist's office, this service has been temporarily suspended. RSKGM FKG UI as a teaching hospital that functions as a service and education provider must reopen its services. Objective: This study aims to obtain information about the readiness of existing resources at the RSGM (education) to be able to provide safe dental services during the Covid-19 pandemic era. Methods: This research is a qualitative descriptive with a case study approach, analyzing the results of observations in hospitals and interviews with selected informants. Results: From the results of the study, it was found that the available resources at RSKGM FKG UI are human resources, facilities, equipment and technology, PPE, drugs and materials. The largest human resources are students, both professional and specialist program students. RSKGM FKG UI creates a rational negative pressure room, and regulates the use of dental units. Discussion: A special dental and oral education hospital must be ready to reopen services by modifying the service flow, modifying space, adding equipment and technology, modifying the schedule of human resources (students) so that it continues to function as a place for dentistry and dental specialist education. Conclusion: RSKGM FKG UI is a model example of dental education, and how dentists practice during a pandemic, as well as a means to produce competent dentists, as well as dental services that are conducive, safe and disciplined in accordance with the new normal conditions during the Covid pandemic. -19.
Read More
B-2206
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sylva Dinie Alinda; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Wahyu Sulistiadi, Ade Nirmala Chandra, Anasthasia Lumantik
B-1507
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risnaldi; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Budi Hartono, Indra Maryunif
Abstrak:

Pemberian Bantuan Kesehatan Pensiun (BKP) adalah salah satu program YKKBI, yang bentuknya merupakan self insurance dimana seluruh risiko keuangan ditanggung oleh YKKBI.Biaya BKP terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2010 sekitar Rp 169 milyar, dimana hampir 60 % nya digunakan untuk biaya rawat Inap di Rumah Sakit dan biaya obat di Apotek Langganan. Sejak tahun 2000 kenaikan Biaya BKP melebihi angka rata rata pertumbuhan pendapatan YKKBI yang merupakan sumber pendanaannya . Bidakara Medical Center (BiMC) merupakan embrio pendirian rumah sakit milik YKKBI, dengan model hospitality business (terpadu dengan hotel dan perkantoran Bidakara). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun analisis kelayakan pengembangan klinik Bidakara Medical Center dalam rangka pendirian rumah sakit di Jakarta Selatan tahun 2011. Setelah dilakukan penilaian dengan menggunakan TOWS matrik ,dimana dilihat pengaruh variabel eksternal dan internal didapat hasil posisi BiMC berada di Future Kuadran . Sedangkan dengan menggunakan IE matrik , dimana dinilai masing masing factor sukses kritisnya didapat hasil posisi BiMC berada di kuadran II. Dari matching dua matrik ini didapat kesimpulan Klinik BiMC layak untuk berkembang menjadi Rumah Sakit.


 

Bantuan Kesehatan Pensiun is one of YKKBI programs, which is a.self-insurance that all financial risks undertaken by YKKBI. Bantuan Kesehatan Pensiun (BKP) cost was increasingly every year. In 2010, BKP cost reached about 169 billions IDR, and almost 60% was used to pay hospitalization and pharmacy fee. Since 2000, BKP cost was beyond YKKBI growth income rate as its funding source. Bidakara Medical Center (BiMC) is an embryo of YKKBI hospital with hospitality business model which is integrated with office and hotel of Bidakara. The aim of this research is to analysis feasibility of developing BiMC to be a hospital in South Jakarta year 2011. Through TOWS matrix analysis, the effects of internal and external variables were assessed and the result was BiMC position is in the Future Quadrant. Through IE matrix, every critical success factors were evaluated and resulted in an outcome that BiMC is in the Quadrant II. Finally, by matching these two kinds of matrix, the conclusion is that BiMC can be developed into a hospital.

Read More
B-1344
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endah Lestari; Pembimbing: Wahyu Sulistyadi; Penguji: Adang Bachtiar, Syifa Silviana, Hasri Dinirianti
Abstrak: Kemampuan rumah sakit untuk bertahan dan menjalankan fungsinya sebagai penyedia pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam menghadapi tantangan dan situasi pandemi Covid-19, kemampuan bertahan dalam kondisi ketidakpastian membuat rumah sakit harus membuat perencanaan kontingensi. Penelitian ini bertujuan merancang perencanaan kontingensi Rumah Sakit Grha Permata Ibu Depok dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan design kasus melalui wawancara mendalam, telaah dokumen observasi dan decision making group. Hasil gambaran umum kesiapsiagaan RS GPI dalam menghadapi era pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa secara umum rumah sakit memiliki tingkat kesiapsiagaan yang adekuat untuk berespon terhadap Covid-19. Komponen yang memiliki performa kurang baik adalah komponen komunikasi yang cepat dan keterlibatan masyarakat, Komponen Kesehatan kerja, kesehatan mental, dan dukungan psikososial; komponen kesinambungan layanan dukungan penting dan identifikasi dan diagnosis cepat. Rumah sakit belum memiliki program kesehatan mental karyawan yang komprehensif terutama bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19. Kesiapsiagaan dan respon rumah sakit terhadap pandemi tentunya harus dapat dipertahankan, ditingkatkan, dan dievaluasi sehingga disusunlah rencana kontingensi dalam menghadapi pandemi Covid-19 untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis operasionalnya. Rencana kontingensi ini terdiri dari pra pandemi Covid-19, pandemi Covid-19 terkendali dan pandemi Covid-19 tidak terkendali. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang perencanaan kontingensi secara lebih komprehensif.berdasarkan komponen kesiapsiagaan
The ability of hospitals to survive and carry out their functions as providers of health services to the community in facing the challenges and situations of the Covid-19 pandemic, the ability to survive in conditions of uncertainty makes hospitals have to make contingency plans. This study aims to design a contingency plan for the Grha Permata Ibu Depok Hospital in dealing with the Covid-19 Pandemic. This study uses a qualitative approach with case design through in-depth interviews, review of observation documents and DMG. The results of the general description of the preparedness of the GPI Hospital in the face of the Covid-19 pandemic era show that in general hospitals have an adequate level of preparedness to respond to Covid-19. Components that have poor performance are components of rapid communication and community involvement, components of occupational health, mental health, and psychosocial support; critical support service continuity components and rapid identification and diagnosis. The hospital does not yet have a comprehensive employee mental health program, especially for health workers dealing with Covid-19. Hospital preparedness and response to the pandemic must of course be maintained, improved, and evaluated so that a contingency plan is drawn up in the face of the Covid-19 pandemic to maintain the continuity of its operational business. This contingency plan consists of pre-covid-19 pandemic, controlled Covid-19 pandemic and uncontrolled Covid-19 pandemic. Further research is needed on more comprehensive contingency planning based on the components of preparedness
Read More
B-2240
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmadi; Pemb. Adang Bachtiar Kantaatmadja; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, R. Suhasbagyo
B-1105
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyani Kusumowardhani; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Mohammad Syahril, Titi Anggraeni Nasution
Abstrak: Kondisi pandemi Covid-19 memaksa semua rumah sakit untuk bekerja keras agar dapat memberi layanan terbaik pada penyakit baru ini. Salah satunya adalah mencari cara pelayanan yang seefisien mungkin tanpa mengurangi mutu pelayanan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan Lean Management dapat menjadi cara bagi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso (RSPI SS) untuk mencapai efisiensi pelayanan di Instalasi Perawatan Intensif (ICU). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif observasional semi eksperimental dengan intervensi berupa perubahan alur pelayanan keperawatan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, Focus Group Discussion, dan wawancara mendalam. Dari penelitian didapatkan bahwa untuk menangani pasien Covid-19 di ICU RSPI SS, perbandingan perawat-pasien 1:1 masih sesuai. Prinsip dasar cara kerja yang terstandarisasi diterapkan dengan memodifikasi cara pembagian waktu melakukan pelayanan menjadi 2 grup dan pengaturan alur pelayanan keperawatan. Prinsip dasar lainnya yaitu Kaizen diterapkan dengan evaluasi dan penyempurnaan alur secara terus menerus. Berbagai metoda Lean, yaitu Visual Management, 5S, dan Kanban diterapkan di ICU RSPI SS, termasuk untuk pemantauan pasien serta penyiapan obat dan Alat Pelindung Diri. Keterbatasan area nurse station menjadi kendala kelancaran pekerjaan. Disarankan untuk memanfaatkan teknologi informasi semaksimal mungkin, mengkaji perubahan letak nurse station utama, serta menerapkan Lean Management di unit-unit pelayanan lainnya
Read More
B-2244
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patriot Haryo Trenggono; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Yedi Suyadi, Tinon Resphati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap manajemen rumah sakit dalam upaya menanggulangi hasil rating Google Customer Review di Rumah Sakit Karisma Cimareme. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan mengacu pada konsep SERVQUAL dan teori Donabedian. Fokus penelitian terletak pada dimensi-dimensi SERVQUAL, yaitu tangible, empati, responsif, keandalan, dan jaminan, serta hasil upaya peningkatan rating melalui pembuatan Standar Prosedur Operasional (SPO). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap pelayanan rumah sakit, wawancara mendalam dengan staf rumah sakit, dan analisis ulasan Google Customer Review. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi rating dan ulasan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai tantangan yang dihadapi oleh manajemen rumah sakit dalam menghadapi ulasan Google Customer Review serta rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mengelola ulasan yang ada. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan reputasi dan kepuasan pasien di Rumah Sakit Karisma Cimareme serta memberikan panduan bagi rumah sakit lain dalam menghadapi tantangan serupa.
This study aims to evaluate the hospital management's efforts in addressing the ratings received on Google Customer Review at Karisma Cimareme Hospital. The research method employed is observation, referring to the SERVQUAL concept and Donabedian theory. The focus of the study lies in the dimensions of SERVQUAL, namely tangibles, empathy, responsiveness, reliability, and assurance, as well as the outcomes of improvement efforts through the development of Standard Operating Procedures (SOPs). Data collection involves direct observation of hospital services, in-depth interviews with hospital staff, and analysis of Google Customer Review comments. Thematic analysis is conducted to identify key factors influencing ratings and reviews. The research findings are expected to provide an in-depth understanding of the challenges faced by hospital management in handling Google Customer Review feedback, along with recommendations for enhancing service quality and managing existing reviews. This research is intended to contribute to improving the reputation and patient satisfaction at Karisma Cimareme Hospital, as well as serving as a guideline for other hospitals facing similar challenges.
Read More
B-2400
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive