Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37477 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irfani Aisya Siregar; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Fajrinayanti, Trini Sudiarti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan kejadian underweight pada anak berusia 24-30 bulan berdasarkan faktor resikonya, seperti: asupan gizi, riwayat penyakit infeksi, riwayat BBLR, pola asuh, dan karakteristik keluarga di Kelurahan Jatinegara dan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur pada tahun 2019. Penelitian dilakukan dengan desain studi potong lintang dan menggunakan data sekunder yang diambil pada bulan Mei 2019 dengan jumlah responden sebanyak 221 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square untuk data kategorik dan uji mann whitney untuk data numerik tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 16,7% anak berusia 24-30 bulan mengalami underweight. Analisis bivariat dengan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian underweight dengan asupan energi, asupan protein, dan asupan vitamin A pada anak berusia 24-30 bulan di Kecamatan Cakung Jakarta Timur pada tahun 2019.
This study aims to determine the description and factors associated with the incidence of underweight in children aged 24-30 months based on risk factors, such as: nutritional intake, history of infectious diseases, history of low birth weight, feeding practices, and family characteristics in Jatinegara and Pulogebang Villages, Cakung Subdistrict, East Jakarta in 2019. The research was conducted with a cross-sectional design and used secondary data taken in May 2019 with a total of 221 respondents. Data analysis was performed using the chi square test for categorical data and the Mann Whitney test for non-normally distributed numerical data. The results showed that as many as 16.7% of children aged 24-30 months were underweight. Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the incidence of underweight and energy intake, protein intake, and vitamin A intake in children aged 24-30 months in Cakung District, East Jakarta in 2019.
Read More
S-11106
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denisa Indriana; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Anies Irawati
Abstrak: Prevalensi balita wasting di Jakarta Timur tahun 2017 merupakan prevalensi tertinggi kedua di DKI Jakarta yakni sebesar 11%. Prevalensi wasting di Jakarta Timur termasuk masalah kesehatan masyarakat yang serius. Wasting merupakan masalah kesehatan yang serius karna dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas balita. Usia 24-30 bulan merupakan usia yang rentan mengalami wasting karena sudah tidak mendapatkan ASI sehingga diperlukannya asupan gizi yang adekuat. Wasting memiliki beberapa faktor langsung dan tidak langsung sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan kejadian wasting pada anak usia 24-30 bulan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan sampel penelitian 221 anak usia 24-30 bulan. Hasil penelitian menunjukkan 14,9% anak usia 24-30 bulan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur tahun 2019 mengalami wasting. Terdapat hubungan positif antara asupan energi, asupan karbohidrat, asupan protein, asupan protein hewani, asupan lemak, frekuensi asupan susu, dan jumlah asupan susu dengan kejadian wasting. Risiko wasting lebih tinggi pada anak dengan asupan energi, karbohidrat, protein, protein hewani, dan lemak yang tidak adekuat serta frekuensi dan jumlah asupan susu yang kurang. Faktor dominan dari penelitian ini yakni asupan protein yang berarti asupan protein tidak adekuat mempunyai peluang 2,8 kali untuk menjadi wasting dibandingkan dengan anak dengan asupan protein adekuat setelah dikontrol oleh asupan energi, asupan asupan karbohidrat, asupan protein hewani, asupan lemak, riwayat ISPA, riwayat diare, usia minum susu, frekuensi asupan susu, jumlah asupan susu, IMD, dan pendidikan ibu. Maka dari itu diperlukannya asupan protein khususnya susu untuk mencegah kejadian wasting.
Read More
S-10093
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Rahmani Fitri; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Anies Irawati
S-10062
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resky Syam; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Triani Posma Rohana
S-10259
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitratur Rahmah Agustina; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Kusharisupeni Djokosujono, Salimar, Sugiatmi
Abstrak: Kekurangan gizi dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik, intelektual dan juga dianggap sebagai penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian underweight pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian payung Hibah PITTA B tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,3% anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang mengalami underweight, dan 6,1% di antaranya mengalami severly underweight. Dari 214 anak, 63,6% anak berusia 12-23 bulan, 50,5% laki-laki, 7% mengalami BBLR, 75,7% lahir dari ibu berpendidikan rendah, 47,7% memiliki ibu dengan pengetahuan kurang, 68,7% tidak memperoleh ASI eksklusif, 25,2% mengalami diare, 46,7 % mengalami defisit energi, dan 46,7% defisit protein. Hasil analisis chisquare menunjukkan bahwa tidak satupun variabel berhubungan dengan kejadian underweight. Namun, hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa usia anak (p value = 0,014), pendidikan ibu (p value =0,029) berhubungan signifikan dengan kejadian underweight. Adapun pengetahuan ibu (p value = 0,004) berhubungan terbalik dengan kejadian underweight. Pendidikan ibu merupakan faktor dominan kejadian underweight pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Babakan Madang tahun 2019 (OR= 3,259, 95% CI ; 1,132-9,382). Peneliti menyarankan Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak usia 6-23 bulan tentang gizi bayi dan balita, gejala dan dampak dari kekurangan gizi, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, beserta faktor-faktor lainnya yang dapat menyebabkan kekurangan gizi pada anak
Read More
T-6110
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nentia Erianti Sidik; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Irwan
Abstrak: Untuk mengetahui proporsi underweight, hubungan antara faktor-faktor tersebut serta faktor dominan kejadian underweight maka dilakukan penelitian dengan desain cross-sectional pada anak usia 25-30 bulan di Kecamatan Gambir dan Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Total sampel penelitian berjumlah 121 anak. Hasil penelitian menunjukkan persentase anak yang memiliki status gizi underweight sebesar 25.6%. Hasil analisis dengan uji chi-square menandakan ada perbedaan signifikan pada asupan energi (P-value = 0.027), asupan karbohidrat (P-value = 0.035), tingkat pendidikan ayah (P-value = 0.045), pendapatan keluarga (P-value = 0.004) terhadap underweight. Hasil analisis regresi logistik ganda menandakan asupan karbohidrat merupakan faktor dominan underweight (OR = 7.7).
Read More
S-10530
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tania Syntia Rahma Sari; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Damiana Veronika Djahari
Abstrak:
Underweight merupakan salah satu masalah gizi pada balita yang ditandai dengan nilai berat badan menurut umur (BB/U) kurang dari -2 standar deviasi berdasarkan Standar Pertumbuhan Anak WHO. Kondisi ini merefleksikan malnutrisi akut maupun kronis yang berdampak pada gangguan pertumbuhan, perkembangan kognitif, penurunan imunitas, hingga peningkatan risiko mortalitas pada balita. Provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat sebagai salah satu provinsi dengan prevalensi underweight tertinggi di Indonesia berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada balita usia 24-59 bulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder SSGI 2024. Sampel penelitian berjumlah 7.895 balita usia 24-59 bulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi underweight pada balita usia 24-59 bulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 35,8%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir, riwayat ISPA, usia ibu saat hamil, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga, pemberian PMT pemulihan, kepemilikan Buku KIA, sumber air minum layak, dan wilayah tempat tinggal dengan kejadian underweight (p < 0,05). Faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian underweight pada balita usia 24-59 bulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah PMT pemulihan (aOR: 3,186; 95% CI: 2,614-3,884).

Underweight is a nutritional problem among infants and toddlers characterized by a weight-for-age (WFA) score of less than -2 standard deviations based on the WHO Child Growth Standards. This condition reflects both acute and chronic malnutrition, which can lead to growth failure, impaired cognitive development, weakened immunity, and an increased risk of mortality among infants and toddlers. East Nusa Tenggara Province is recorded as one of the provinces with the highest prevalence of underweight in Indonesia based on the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI). This study aims to identify factors associated with the incidence of underweight in infants and toddlers aged 24–59 months in East Nusa Tenggara Province. This is a quantitative study with a cross-sectional design using secondary data from the 2024 SSGI. The study sample consisted of 7.895 infants aged 24–59 months in East Nusa Tenggara Province. Data analysis was performed using bivariate analysis with the chi-square test and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results of the study show that the prevalence of underweight among toddlers aged 24–59 months in East Nusa Tenggara Province is 35.8%. Bivariate analysis indicates a significant association between birth weight, history of acute respiratory infections (ARI), maternal age at conception, maternal education level, maternal employment status, household size, provision of recovery supplementary feeding (PMT), possession of a Maternal and Child Health (MCH) booklet, access to safe drinking water, and residential area with the occurrence of underweight (p < 0,05). The dominant factor associated with the prevalence of underweight among toddlers aged 24–59 months in East Nusa Tenggara Province is the provision of recovery supplementary feeding (aOR: 3.186; 95% CI: 2.614-3.884).
Read More
S-12343
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Djasmidar A.T.; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Abas Basuni Jahari, Asih Setiarini, Tanti Herawati, Ramchan Raoef
Abstrak:

Salah satu upaya agar memperoleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di masa datang dengan memperhatikan keadaan gizi balita umumnya dan anak usia 6-17 bulan khususnya. Kemiskinan erat hubungannya dengan keadaan gizi balita, karena keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar antara lain makanan. Umumnya anak yang hidup di dalam keluarga miskin menderita gangguan pertumbuhan dan kurang gizi, tetapi kenyataannya dalam keadaan sosial ekonomi miskin masih terdapat anak-anak dengan status gizi baik, sehingga timbul pertanyaan faktor-faktor apakah yang menyebabkan anak keluarga miskin mempunyai status gizi baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi baik anak usia 6-17 bulan pada keluarga miskin di Jakarta Utara, kabupaten Bogor dan kabupaten Lombok Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang (cross sectional) dengan jumlah sampel yang diolah 479 orang anak dari 540 orang anak yang ada pada studi penyimpangan positif masalah KEP di Jakarta Utara, kabupaten Bogor dan kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian melaporkan proporsi gizi baik pada anak usia 6-17 bulan di Jakarta Utara 64,7%,kabupaten Bogor 63,1%, kabupten Lombok Timur 59,3% dan secara keseluruhannya 62,4%. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang bermakna (p<0,05) asupan energi dan asupan protein dengan status gizi baik anak usia 6-1.7 bulan di Jakarta Utara, ada hubungan yang bermakna pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi baik anak usia 6-17 bulan di kabupaten Bogor, ada hubungan yang bermakna pola asuh anak dengan status gizi baik anak usia 6-17 bulan di kabupaten Lombok Timur dan ada hubungan yang bermakna pengetahuan ibu tentang gizi dan keadaan rumah dengan status gizi basi anak usia 6-17 bulan pada total di tiga lokasi penelitian. Hasil analisis multivariat regresi logistik ganda juga menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan status gizi baik anak usia 6-17 bulan adalah asupan protein di Jakarta Utara, pengetahuan ibu tentang gizi di kabupaten Bogor, pola asuh anak di kabupaten Lombok Timur dan keadaan rumah pada total di tiga lokasi penelitian. Dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proporsi gizi baik masih rendah dan adanya variasi faktor dominan yang berhubungan dengan status gizi baik anak usia 6-17 bulan di daerah miskin. Untuk itu Dinas Kesehatan kabupaten/kota dalam perencanaan perbaikan status gizi anak usia 6-17 bulan di daerah miskin tidak disamakan di semua lokasi tetapi dibedakan dengan melihat faktor dominan dimasing-masing lokasi dan perlunya perbaikan lingkungan perumahan yang disertai dengan penyuluhan perilaku hidup sehat. Untuk Puskemas perlu meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi melalui program promosi gizi seimbang di masyarakat.


 

Factors Related to Good Nutritional Status of Children Age 6-17 Months Old Among Poor Families in Northern Jakarta, Bogor District, and Eastern Lombok District in 1999. (Secondary Data Analysis)Among others, concern on under five nutritional status in general and children age 6-17 months old in particular is one important effort to improve the quality of human resource in the future. Poverty is closely related to the nutritional status of under five due to limitation to fulfill basic needs including food In general, children live within poor families suffered from growth retardation and under nutrition. However, within the poor socioeconomic environment, children with good nutritional status still can be found. This raises questions on what factors contribute to good nutritional status among poor families. The aim of this study is to investigate factors related to good nutritional status of children age 6-17 months old among poor families in Northern Jakarta, Bogor district, and Eastern Lombok district in 1999. Design of this study is cross sectional with number of sample of analysis 479 out of 540 children who were included in the positive deviance study on protein energy malnutrition in Northern Jakarta, Bogor district, and Eastern Lombok district. The study shows the proportion of children age 6-17 months old with good nutritional status are 64.7% in Northern Jakarta, 63.1% Bogor district, 59.3% in Eastern Lombok and the overall proportion is 62A%. The chi square test exhibits. significant association (p<0.45) between energy and protein intakes with good nutritional status among children age 6-17 months old in Northern Jakarta, significant association between mother's nutrition knowledge with good nutritional status among children age 6-17 months old in Bogor district, significant association between child care practices and good nutritional status among children age 6-17 months old in Eastern Lombok district, and significant association between mother's nutrition knowledge and house condition with good nutritional status among children age 6-17 months old. Multiple logistic regression analysis shows that the most dominant factors for good nutritional status among children age 6-17 months old are protein intake in Northern Jakarta, mother's nutrition knowledge in Bogor district, child care practices in Eastern Lombok district, and house condition for overall places. The study result concludes that the proportion of good nutritional status is still low and there is variation of dominant factors related to good nutritional status among children age 6-17 months old in poor areas. District Health Service have to consider the variation of determinant by making the planning of improvement of nutritional status not similar to the other districts. The planning has to be based on the real situation and the determinants which have been identified as main caused of nutritional status in each districts. There is a need to improve mother's nutrition knowledge through promotion of balance of nutrition and through promotion of nutrition in Posyandu as well as innovation of affordable nutrition balance.

Read More
T-1488
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Kurnianingtyas; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Armein Sjuhary Rowi
Abstrak: Underweight merupakan suatu keadaan dimana anak tidak mencapai berat badan idealyang mengakibatkan asupan makan tidak sesuai kebutuhan anak pada umurnya.Underweight memiliki resiko terbesar di negara berkembang terhadap beban penyakit.Berdasarkan data Riskesdas 2018 prevalensi underweight di Sumatera Utara sebesar19,7% yang tergolong tinggi dibandingkan prevalensi nasional.Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengankejadian underweight pada anak usia 24-59 bulan di Sumatera Utara berdasarkan dataIFLS 5 tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional denganmenggunakan data sekunder IFLS 2014 yang dilaksanakan dari bulan Maret hingga April2020. Jumlah sampel sebanyak 280 anak usia 24-59 bulan yang berlokasi di SumateraUtara.Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan kejadianunderweight pada anak usia 24-59 bulan di Sumatera Utara adalah jenis kelamin anak(0,502; 0,292-0,862), status gizi ibu (3,962; 0,965-14,165), dan pengeluaran rokok(1,800; 1,039-3,117)Kata kunci: Sumatera Utara; underweight; usia 24-59 bulan.
Read More
S-10523
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdullah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Salimar; Diah Mulyawati Utari
Abstrak: Berat badan kurang dapat didefinisikan sebagai berat badan yang rendah akibat konsumsi zat gizi yang tidak mencukupi kebutuhan dalam waktu tertentu. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel sebesar 356 sampel. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat. Variabel bebas yang diteliti dalam penelitian ini adalah penyakit infeksi, kebersihan lingkungan, pemberian ASI eksklusif, umur ibu, pemantauan pertumbuhan, penggunaan pelayanan kesehatan, jumlah anggota keluarga dan kebiasaan merokok dalam keluarga. Variabel terikat yang diteliti adalah berat badan kurang. Berdasarkan hasil analisis status gizi pada anak diperoleh anak yang memiliki status gizi berat badan kurang yaitu 25,5 persen (93 orang). Hasil uji statistik dengan uji chi-square diperoleh analisis variabel penyakit infeksi (p-value= 1,000), sanitasi lingkungan (p-value = 0,157), pemberian ASI eksklusif (p-value = 0,491), umur ibu (p-value= 1,000), jumlah balita di dalam satu keluarga (p-value= 0,396), jumlah anggota keluarga (p-value= 0,330), pemantauan pertumbuhan (p-value= 0,396), pemanfaatan fasilitas kesehatan (p-value= 0,815) dan kebiasaan merokok dalam keluarga diperoleh (p- value= 1,000) kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan berat badan kurang. Disarankan untuk meningkatkan kesadaran dalam upaya pencegahan masalah gizi anak, untuk memantau pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan serta penggunaan layanan kesehatan serta meningkatkan program penyuluhan dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dan pentingnya makanan yang beragam dan bergizi seimbang.
Underweight can be defined as low body weight due to consumption of nutrients that are not sufficient for a certain time. The purpose of the study was to determine the factors related to the nutritional status of children. This research is a quantitative research using a cross sectional research design, with a total sample of 356 samples. The analysis used univariate and bivariate. The independent variables studied in this study were infectious diseases, environmental hygiene, exclusive breastfeeding, maternal age, growth monitoring, use of health services, number of family members and smoking habits in the family. The dependent variable studied was underweight. Based on the results of the analysis of the nutritional status of children, it was found that children who had nutritional status were underweight, namely 25.5 percent (93 people). The results of statistical tests with chi-square test obtained analysis of infectious disease variables (p-value = 1,000), environmental sanitation (p-value = 0.157), exclusive breastfeeding (p-value = 0.491), maternal age (p-value = 1,000 ), number of children under five in one family (p-value = 0.396), number of family members (p-value = 0.330), growth monitoring (p-value = 0.396), utilization of health facilities (p-value = 0.815) and smoking habits in the family obtained (p-value = 1,000) the conclusion that there is no significant relationship with underweight. It is recommended to increase awareness in efforts to prevent child nutrition problems, to monitor children's growth regularly through weighing and the use of health services and to increase counseling and education programs on clean and healthy living behavior and the importance of a diverse and balanced diet.
Read More
S-10952
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive