Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39895 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Karina Friadita; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ahmad Syafiq, Evi Martha, Nenden Solihatul Zannah, Susmiati
Abstrak:
Literasi gizi telah didefinisikan sebagai kapasitas untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi gizi dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan gizi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi gizi fungsional pada mahasiswa program sarjana Angkatan 2018 Universitas Andalas di Sumatera Barat serta faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Studi Literasi Kesehatan 2019 dengan sampel penelitian mahasiswa angkatan 2018 dari 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Pengukuran literasi gizi fungsional pada mahasiswa ini menggunakan alat instrumen yakni The Newest Vital Sign (NVS). Hasil Penelitian ini menunjukkan rata-rata skor tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa sebesar 2,65 yakni termasuk kurang memadai. Terdapat hubungan yang signifkan antara suku, bidang keilmuan dan kepemilikan asuransi dengan tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa. Diperlukan program edukasi untuk meningkatkan pemahaman literasi gizi fungsional pada mahasiswa seperti seminar tahunan atau diskusi publik bersama professional

Nutritional literacy has been defined as the capacity to acquire, process and understand information and the skills needed to make appropriate nutritional decisions. This study aims to determine the level of functional nutrition literacy in students Batch 2018 Andalas University undergraduate program in West Sumatra and the factors related to it. This study used secondary data from the 2019 Health Literacy Study with a sample of 2018 batch students from 15 faculties at Andalas University (n=363). The instrument that been used in this research is The Newest Vital Sign (NVS). The results of this study show that the average score for thefungctional nutrition literacy level of students is 2.65 out of a scale of 4, limited literacy. There is a significant relationship between ethnicity, academic background and insurance ownership with the level of student nutritional literacy. Educational programs are needed to increase understanding of nutritional literacy in students such as annual seminars or public discussions with professionals
Read More
T-6645
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jusephina; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Fatmah, Marudut
Abstrak: Literasi gizi adalah tingkatan dimana seseorang memiliki kapasitas untuk menperoleh, memproses, dan memahami informasi dasar seputar gizi. Literasi gizi dapat memengaruhi pembentukan pola makan pada usia remaja dan dewasa muda. Skripsi ini meneliti tingkat literasi gizi pada mahasiswa untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengannya, antara lain jenis kelamin, rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan, dan tingkat uang saku. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional kepada 373 mahasiswa sarjana Universitas Indonesia angkatan 2017 dengan menggunakan instrumen kuesioner yang terdiri dari tiga domain literasi fungsional, interaktif, dan kritikal. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 47.2% responden memiliki literasi gizi tidak adekuat. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan dengan tingkat literasi gizi total (p = 0.000, OR = 4.6). Rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan juga berhubungan bermakna dengan literasi gizi fungsional (p = 0.000, OR = 2.9), dengan literasi gizi interaktif (p = 0.002, OR = 2.5), dan dengan literasi gizi kritikal (p = 0.001, OR = 2.7). Kata kunci: Jenis Kelamin, Literasi gizi, Mahasiswa sarjana tahun pertama, Rumpun ilmu kesehatan dan non kesehatan, Uang saku. Nutrition literacy is defined as the degree to which individual has the capacity to obtain, process, and understand about basic nutrition information. Nutrition literacy can affect the formation of different diet in adolescents and young adults. This thesis examines the level of nutrition literacy among first-year undergraduate students to know about the factors associated with it, including gender, clusters of health and non-health science, and allowance. This study used cross-sectional design to 373 first-year undergraduate students in University of Indonesia by using the questionnaire instrument consisting of three domains: functional, interactive, and critical. Data were analyzed by chi-square test. The result showed that 47,2% of respondents had inadequate nutrition literacy. The result of bivariate analysis showed that there is a significant correlation between health science and non health science cluster with the total nutrition literacy rate (p = 0.000, OR = 4.6). Health science and non health science cluster were also significantly associated with the functional nutrition literacy (p = 0.000, OR = 2.9), interactive nutrition literacy (p = 0.002, OR = 2.5), and critical nutrition literacy (p = 0.001, OR = 2.7). Key words: Allowance, First-year undergraduate students, Gender, Health science and non health science cluster, Nutrition Literacy
Read More
S-9748
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Nur Hanifah; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Sandra Fikawati, Nidhita Priscillia Muharrani
Abstrak: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motif pemilihan makanan pada mahasiswa S1 Univeristas Indonesia tahun angkatan 2018 selama pandemi COVID-19. Total responden pada penelitian ini yaitu 305 mahasiswa/I S1 Universitas Indonesia tahun angkatan 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif utama pemilihan makanan pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia tahun angkatan 2018 selama pandemi COVID-19 adalah harga (m = 3,44), suasana hati (m = 3,31), dan daya taraik sensoris (m = 3,14).
Read More
S-10594
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gissela Nurfitriani; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Asih Setiarini, Iip Syaiful
S-6795
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amal, Arifa; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Trini Sudiarti, Eti Rohati
Abstrak: Prevalensi status gizi lebih dan obesitas secara nasional mengalami kenaikan yangsignifikan dari tahun 2013 ke 2018 menurut data Riset Kesehatan Dasar RepublikIndonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah meningkatnya tren konsumsi tinggikalori namun rendah zat gizi. Literasi pangan diketahui memiliki potensi untukmengubah tren konsumsi tersebut menjadi pola makan yang sehat. Literasi pangandidefinisikan sebagai gabungan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku seseorangterkait pangan untuk dapat memenuhi kebutuhan gizinya dalam situasi yang dinamis.Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tingkat literasi pangan total, fungsional,interaktif, dan kritikal dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada mahasiswasarjana reguler Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia tahun 2019. Penelitiandilakukan menggunakan kuesioner online secara cross-sectional dengan tingkat responsebesar 84,5% (n=197). Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis bivariatmenunjukkan adanya perbedaan proporsi literasi pangan interaktif berdasarkan angkatan(p=0,044; OR: 2,056) dan tingkat ketahanan pangan (p=0,024; OR: 0,471), sertaperbedaan proporsi literasi pangan kritikal berdasarkan angkatan (p=0,002; OR: 3,593).Untuk meningkatkan literasi pangan mahasiswa serta menyediakan lingkungan yangpositif untuk implementasinya, Fakultas Ilmu Keperawatan dapat melakukan intervensiberupa pengayaan materi edukasi gizi pada mata kuliah serta menerapkan regulasi dikantin fakultas untuk menyertakan label informasi gizi pada menu makanan yang dijual.Kata kunci:Mahasiswa, literasi pangan, literasi pangan fungsional, literasi pangan interaktif, literasipangan kritikal.
Read More
S-10235
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathimatuzzahra Shafira; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Trini Sudiarti, Evi Fatimah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku gizi seimbang pada mahasiswa Program Studi Gizi UI. Pada penelitian ini, perilaku gizi seimbang sebagai variabel dependen sedangkan pengetahuan gizi seimbang, status gizi, citra tubuh, pengaruh teman, tempat tinggal, dan uang saku sebagai variabel independen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2019 kepada 117 mahasiswa Program Studi Gizi UI yang diambil secara random semester dua hingga semester delapan. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner, wawancara dua kali 24-h food recall, dan pengukuran tinggi serta berat badan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28.2% responden menerapkan perilaku gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengaruh teman dengan perilaku gizi seimbang (pvalue: 0.001), variabel ini juga muncul sebagai faktor dominan terhadap perilaku gizi seimbang mahasiswa. Untuk meningkatkan perilaku mahasiswa disarankan bagi fakultas untuk menyediakan fasilitas seperti timbangan, dan alat olahraga yang aman, mudah diakses dan gratis bagi mahasiswa. Sebagai tambahan, untuk dinas kesehatan agar mempromosikan gizi seimbang menggunakan pendekatan peer educator
Kata kunci: Perilaku gizi seimbang, mahasiswa gizi, pengaruh teman faktor individu, faktor lingkungan

This study aims to determine factors associated with balanced nutrition behavior in nutrition student of Universitas Indonesia. On this study balanced nutrition behavior was the dependent variable while balanced nutrition knowledge, nutritional status, body image, peer influences, student resident, and pocket money were independent variable. This is a quantitative study with cross-sectional design. Data were collected in April-Mei 2019 from 117 nutrition student which randomly selected from first year until fourth year. Data were collected through self-administered questionnaires, twice 24-h food recall interviews, and measuring their height and weight. The results showed that 28.2% of the students had applied balanced nutrition behavior. The result indicated that there was a significant relationship between peer influences and balanced nutrition behavior (p-value: 0.001), as this variabel had emerged as a dominant factor as well. To enhance student balanced nutrition behavior, it is recommended for the faculty to provide facilities such as scales, dan safety sport equipment which can be accessed easily and free. It is also recommended for the health office to promote balanced nutrition using the peer educator approach.
Key words: Balanced nutrition behavior, nutrition student, peer influence, individual factor, and environmental factor
Read More
S-9981
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Romauli Sihombing; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Ahmad Syafiq, Nindhita Priscillia Muharrani
Abstrak:
Emotional eating merupakan kecenderungan mengkonsumsi makanan secara belebih sebagai respon terhadap emosi negatif. Emotional eating dapat menyebabkan obesitas, eating disorder, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara stres, jenis kelamin, premenstrual syndrome (PMS), aktivitas fisik, citra tubuh, harga diri, kualitas tidur, penggunaan media sosial, tempat tinggal, dan culture shock dengan perilaku emotional eating pada mahasiswa UI angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2023 melaui kuesioner online, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan chi-square dan uji t-independent. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 19% responden mengalami emotional eating. Terdapat hubungan yang signifikan antara emotional eating dengan stres (p-value = 0,003), dan terdapat perbedaan rata-rata skor citra tubuh yang signifikan pada kelompok dengan dan tanpa emotional eating (p-value = 0,005). Pada penelitian ini, terdapat 7 variabel yang berhubungan signifikan dan 3 varibel yang tidak berhubungan signifikan dengan perilaku emotional eating. Harapannya mahasiswa UI maupun kelompok usia dewasa muda mampu memperhatikan jenis stressor yang dialami dan mencari coping stres yang sesuai dengan karakteristik masing-masing individu.

Emotional eating is the tendency to overeat in response to negative emotions. Emotional eating can lead to obesity, eating disorders, diabetes mellitus, and cardiovascular disease. This study aims to look at the relationship between stress, gender, premenstrual syndrome (PMS), physical activity, body image, self-esteem, sleep quality, social media use, residence, and culture shock with emotional eating behavior in UI student batch 2022. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. Data collection was carried out in June 2023 through an online questionnaire, with purposive sampling technique. Data analysis was performed using chi-square and independent t-test. The results of this study showed that 19% of respondents experienced emotional eating. There is a significant relationship between emotional eating and stress (p-value = 0.003), and there is a significant difference in average body image scores in groups with and without emotional eating (p-value = 0.005). In this study, there are 7 variables that are significantly related and 3 variables that are not significantly related to emotional eating behavior. It is hoped that UI students and young adults will be able to pay attention to the types of stressors experienced and find stress coping that suits the characteristics of each individual.
Read More
S-11395
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessy Fitriani; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ahmad Syafiq, Defriman Djafri, Kamal Kasra
Abstrak:
Literasi kesehatan adalah kemampuan individu untuk memperoleh, memahami dan memanfaatkan informasi kesehatan dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi kesehatan mahasiswa program sarjana reguler di Universitas Andalas dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian yang menggunakan data sekunder dari Studi Literasi Kesehatan 2019 ini berfokus pada sampel mahasiswa angkatan 2018 dari 15 fakultas di Universitas Andalas (n=363). Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan instrumen European Health Literacy Survey Question 16 (HLS-EU-Q16) yang telah diadaptasi ke dalam konteks dan Bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata skor tingkat literasi kesehatan sebesar 2,90 (SD=0,49) dari skala 4. Terdapat hubungan yang bermakna antara akses informasi kesehatan, identitas suku, dan akses pelayanan kesehatan dengan tingkat literasi kesehatan. Diperlukan intervensi untuk meningkatkan literasi kesehatan terutama pada mahasiswa non kesehatan melalui melalui sharing informasi media sosial, intervensi yang bersifat edukatif dalam meningkatkan kemampuan literasi kesehatan.

Factors associated with health literacy among first year students of Universitas Andalas in West Sumatra Health literacy is the capacity to obtain, process, and understand basic health information services needed to improve and maintain health; however, study around health literacy is limited among Indonesian population, including among those with higher educational status. This research aimed to assess factors associated with health literacy among first year students of Universitas Andalas. Data came from the Indonesian Health Literacy Study 2019, focusing on samples of first year students from 15 faculties of the Universitas Andalas (n=363). Health literacy was measured using the European Health Literacy Survey Question 16 (HLS-EU-Q16), tat had been adapted into Indonesian context. Among all respondents, the average score of health literacy was 2,90 (SD=0,49). Factors associated with health literacy were access to health information, ethnic identity, and access to health services. Required for increasing individual health through social media for sharing information, educative intervention in improving health literacy skill.

Read More
T-5835
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Giovanni Nabila; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Nurul Dina Rahmawati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan nilai estimasi VO2max pada mahasiswa Gizi Universitas Indonesia 2019. Desain studi penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang yang dilakukan pada 138 mahasiswa perempuan selama bulan April-Mei 2019. Metode yang digunakan untuk mengukur nilai estimasi VO2max adalah Queens College Step Test. Variabel yang diteliti adalah aktivitas fisik, indeks massa tubuh, persen lemak tubuh, kualitas tidur, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat, asupan zat besi, dan asupan vitamin c. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, indeks massa tubuh dan persen lemak tubuh dengan kebugaran Kata kunci: Kebugaran, Queens College Step Test, Mahasiswa
Read More
S-10017
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Habibah Fitriyani Yusman; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Fadila Wirawan
Abstrak:
Literasi gizi merupakan kemampuan dalam memperoleh, memproses, memahami, dan mengaplikasikan informasi gizi serta mengakses layanan kesehatan yang diperlukan agar dapat membuat keputusan gizi yang tepat. Tingkat literasi gizi yang rendah pada remaja dapat membentuk pola makan buruk yang akan berlangsung hingga dewasa dan berdampak buruk pada risiko kejadian penyakit kronis terkait gizi. Usia remaja seringkali mengarah pada perkembangan pola makan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat literasi gizi pada siswa/i di SMP Negeri 102 Jakarta tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan ialah cross sectional dengan sampel sebanyak 130 siswa/i kelas 7 dan 8 di SMP Negeri 102 Jakarta menggunakan metode quota sampling. Instrumen yang digunakan adalah hasil adaptasi dan modifikasi dari NLit (Nutrition Literacy Assessment Instrument) dan NLAA (Nutrition Literacy Assessment of Adolescent). Pengambilan data dilakukan bulan Juli 2023 dengan menyebarkan kuesioner dan mengukur antropometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,4% responden memiliki tingkat literasi gizi yang rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ayah (p=0,032; OR=2,322; 95% CI 1,067 – 5,054), peran keluarga (p=0,001; OR=3,704; 95% CI 1,780 – 7,708), peran teman sebaya (p=0,006; OR=2,692; 95% CI 1,320 – 5,491), dan penggunaan media (p=0,000; OR=3,869; 95% CI 1,789 – 8,367) dengan tingkat literasi gizi.

Nutrition literacy is the ability to obtain, process, understand and apply nutrition information and access the necessary health services to make appropriate decisions. Low levels of nutritional literacy in adolescents can form poor dietary patterns that will last into adulthood and adversely affect the risk of developing nutrition-related chronic diseases. Adolescence often leads to the development of poor eating patterns. This study aims to determine the description and factors associated with the level of nutritional literacy in students at SMP Negeri 102 Jakarta in 2023. The research design used was cross sectional with a sample of 130 students in grades 7 and 8 at SMP Negeri 102 Jakarta using the quota sampling method. The instrument used is the result of adaptation and modification of the NLit (Nutrition Literacy Assessment Instrument) and NLAA (Nutrition Literacy Assessment of Adolescent). Data collection was carried out in July 2023 by distributing questionnaires and measuring anthropometry. The results showed that 55.4% of respondents had a low level of nutritional literacy. There was a significant association between father's education level (p=0.032; OR=2.322; 95% CI 1.067 - 5.054), family role (p=0.001; OR=3.704; 95% CI 1.780 - 7.708), peer role (p=0.006; OR=2.692; 95% CI 1.320 - 5.491), and media use (p=0.000; OR=3.869; 95% CI 1.789 - 8.367) with nutritional literacy level.
Read More
S-11436
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive