Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39523 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rr. Asri Wahyuningsih; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Fetrina Lestari
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran fatigue dan hubungannya dengan faktor risiko terkait pekerjaan dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan di PT X. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode kuantitatif dan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan kepada 373 operator dump truck yang tersebar di 8 site project di PT X pada Februari – Agustus 2022. Variabel dependen penelitian ini adalah faktor risiko terkait pekerjaan (masa kerja dan beban kerja) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (umur dan tingkat pendidikan). Data yang dipergunakan di dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui pengisian kuesioner Multidimentional Fatigue Inventory 20 (MFI-20) secara daring (online). Hasil menunjukan bahwa 67,3% responden mengalami fatigue. Keluhan fatigue cenderung dialami oleh operato dump truck yang memiliki masa kerja ≥ 10 tahun, beban kerja mengoperasikan 1 jenis dump truck, berumur ≥ 30 tahun, dan tingkat pendidikan SMA/SMK.

This study aims to seek fatigue image and its correlation with work-related risk factors and non-work-related risk factors in PT X. This study uses a cross-sectional study design with quantitative methods and descriptive analysis. This study was conducted with 373 dump truck operators spread across eight site projects in PT X in February – August 2022 as subjects. The study's dependent variables were work-related risk factors (work and workload) and non-work-related risk factors (age and education level). The data used in this study are secondary data obtained by filling out the Multidimensional Fatigue Inventory 20 (MFI-20) questionnaire online. Results showed that 67,3% of respondents experienced fatigue. Fatigue complaints tend to be experienced by dump truck operators with a working period of ≥ 10 years, a workload of operating 1 type of dump truck, an age of ≥ 30 years, and an educational level of SMA/SMK.
Read More
S-11212
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anaka Irsa Santoso; Pembimbing: Fitri Kurniasari; Penguji: Laila Fitria, Raden Al Iman
Abstrak:
Kelelahan kerja (fatigue) merupakan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan dan kinerja operator alat berat di sektor pertambangan. Operator dump truck (DT) dan high dump truck (HD) bekerja dengan tuntutan fisik dan mental yang tinggi serta terpapar kondisi lingkungan kerja kabin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor karakteristik individu dan lingkungan kerja kabin terhadap kejadian fatigue pada operator DT dan HD shift pagi di area tambang PT X, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan jumlah responden sebanyak 40 operator. Faktor karakteristik individu yang diteliti meliputi usia, masa kerja, durasi tidur, dan status hidrasi, sedangkan faktor lingkungan kerja kabin meliputi suhu, kelembapan, dan heat index. Tingkat kelelahan kerja diukur menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test (SSRT) dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta analisis Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelelahan kerja berada pada kategori rendah hingga sedang dengan rata-rata skor 43,6. Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara faktor karakteristik individu maupun lingkungan kerja kabin dengan kelelahan kerja (p > 0,05). Namun, durasi tidur (OR = 4,200) dan status hidrasi (OR = 1,320) menunjukkan kecenderungan risiko kelelahan kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui pemeliharaan kebijakan fit to work dan penyediaan air minum di dalam kabin alat berat.

Work-related fatigue is a condition that can affect the safety and performance of heavy equipment operators in the mining sector. Dump truck (DT) and high dump truck (HD) operators perform tasks that require high physical and mental demands and are exposed to cabin working environment conditions. This study aimed to analyze the effect of individual characteristics and cabin working environment factors on fatigue among DT and HD operators during the morning shift at PT X mining area, North Kalimantan. This study employed a cross-sectional design involving 40 operators. Individual characteristics included age, length of employment, sleep duration, and hydration status, while cabin working environment factors consisted of temperature, humidity, and heat index. Fatigue level was measured using the Subjective Self Rating Test (SSRT) developed by the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test, supported by Odds Ratio analysis. The results showed that fatigue levels among operators were classified as low to moderate, with a mean fatigue score of 43.6. No statistically significant association was found between individual characteristics or cabin working environment factors and fatigue (p > 0.05). However, sleep duration (OR = 4.200) and hydration status (OR = 1.320) showed a tendency toward increased fatigue risk. Therefore, maintaining the fit-to-work policy related to sleep duration and providing drinking water inside the cabin are recommended as preventive measures.
Read More
S-12206
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aziz Rofi`i; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Lutfi Muzaqi, Sri Lestari
Abstrak: Pengemudi dump truck merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berisiko mengalami kelelahan karena adanya faktor terkait pekerjaan dan tidak terkait pekerjaan yang dapat mempengaruhi pengemudi. Pada HSE Monthly Report pada bulan Desember 2021 didapatkan bahwa angka lagging indicator untuk night work lebih tinggi dari day work. Dari sudut pandang ini, penelitian dilakukan untuk melihat gambaran kelelahan dan melakukan analisis faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi dump truck shift malam dengan sistem double shift. Penelitian dengan desain studi cross sectional dilakukan pada 130 pengemudi dump truck PT X. Faktor terkait pekerjaan yang dilakukan penelitian adalah waktu kerja, kondisi pencahayaan, getaran kabin, dan beban kerja, sedangkan faktor tidak terkait pekerjaan yang dilakukan penelitian adalah durasi tidur, kualitas tidur, umur, pekerjaan sampingan, indeks massa tubuh, aktifitas fisik, konsumsi minuman berenergi tinggi gula dan dukungan keluarga. Uji chisquare dilakukan untuk menganalisis keeratan hubungan antara variabel dependen dan independent sedangkan uji regresi logistik berganda digunakan untuk mengetahui variabel yang paling dominan berhubungan dengan variabel terikat. Prevalensi kelelahan pada pengemudi dump truck adalah sebesar 37,7% dan 62,3% tidak mengalami kelelahan. Dari empat faktor risiko terkait pekerjaan yang diteliti, pencahayaan, getaran dan beban kerja memiliki hubungan secara statistik dengan kelelahan. Sedangkan dari delapan faktor risiko tidak terkait pekerjaan yang diteliti, waktu tidur, kualitas tidur, usia, pekerjaan sampingan, aktifitas fisik, dan dukungan keluarga memiliki hubungan secara statistik dengan kelelahan. Pada hasil akhir multivariat didapatkan jika beban kerja dan pencahayaan memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan p-value < 0,05. Untuk mengurangi kelelahan pada pengemudi dump truck PT X Jobsite TB maka disarankan melakukan pengukuran kelelahan secara rutin sesuai dengan faktor risiko kelelahan yang dominan yaitu beban kerja, dan pencahayaan.
Read More
T-6421
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Husairi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Baiduri Widanarko, Muhammad Novie Anshari
Abstrak: Operator haul truck merupakan salah satu pekerjaan yang berisiko tinggi untuk mengalami kelelahan kerja (fatigue) disebabkan oleh penerapan shift kerja, gangguan kuantitas dan kualitas tidur, serta pengaruh berbagai faktor lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara shift kerja, kuantitas dan kualitas tidur, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan fatigue pada operator haul truck. Desain studi cross-sectional digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuisioner Fastigue Assessment Scale (FAS), pengukuran tingkat stress menggunakan alat cocorometer, serta pengukuran kuantitas dan kualitas tidur menggunakan alat fitbit di antara 196 responden laki-laki yang bekerja sebagai operator haul truck. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kuantitas tidur (OR = 3,222, p = 0,028) dan kualitas tidur (OR = 2,800, p = 0,025) dengan kelelahan, sedangkan shift kerja tidak memiliki hubungan yang signifukan dengan kelelahan. Faktor risiko lain yang juga memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan pada operator haul truck di PT X adalah beban mental (OR = 2,296, p = 0,027), lingkungan kerja (OR = 2,400, p = 0,014), monotoni pekerjaan (OR = 3,371, p = 0,002), usia (OR = 2,708, p = 0,005), dan sleep hygiene (OR = 3,840, p = 0,001).
Kata Kunci: Kelelahan; Fatigue Assessment Scale (FAS); Shift Kerja; Tidur; Fitbit

Operator haul truck Haul truck operator is one of the high-risk occupations in experiencing fatigue caused by the implementation of shift work, sleep quantity and quality disturbance, other related factors. The objective of this study was to analyze the relationship between shift work, quantity and quality of sleep, and other factors associated with fatigue on the haul truck operator. A cross-sectional study was conducted in this study using questionnaires of Fatigue Assessment Scale (FAS), measurement of stress using cocorometer, and measurement of sleep quantity and quality using fitbit among 196 male respondents who work as haul truck operator. The result of this study shown there is a significant correlation between the quantity of sleep (OR = 3,222, p = 0,028) and fatigue, also between the quality of sleep (OR = 2,800, p = 0.025) and fatigue. However, shift work has no significant correlation with fatigue. Other factors, including mental workload (OR = 2,296, p = 0,027), work environment (OR = 2,400, p = 0,014), monotonous work (OR = 3,371, p = 0,002), age (OR = 2,708, p = 0,005), and sleep hygiene (OR = 3,840, p = 0,001) also have significant correlation with operator fatigue in PT X.
Keywords: Fatigue; Fatigue Assessment Scale (FAS); Shift Work, Sleep; Fitbit; Haul truck operator
Read More
S-9883
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stevan Deby Anbiya Muhammad Sunarno; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan, Baiduri Widanarko, Mila Tejamaya; Penguji: Muhammad Novie Anshari, Priyo Djatmiko
Abstrak: Penelitian dan kajian mengenai sleep deprivation selama ini baru dilihat berdasarkanpernyataan dari responden penelitian, korban maupun saksi mata yang sifatnya sangatsubjektif. Tingginya angka kecelakaan yang muncul akibat dari sleep deprivation dansulitnya mencari data yang objektif mengenai kuantitas dan kualitas tidur yangsebenarnya dialami oleh pekerja, khususnya pekerja shift operator hauling truck masihmenjadi masalah yang besar, khususnya di bidang keilmuan K3. Penelitian ini merupakancross sectional study. Variabel dari penelitian ini adalah kuantitas tidur, kualitas tidur,salivary alpha amylase, tekanan darah, denyut nadi, kadar oksigen dalam darah,temperatur tubuh, karakteristik individu, sleep hygiene dan beban kerja. Penelitiandilakukan selama 1 bulan di perusahaan tambang di Indonesia. Secara umum, rata-ratadurasi tidur versi Fitbit pada operator hauling truck dengan pola 2 shift adalah sebesar149 menit atau 2 jam 29 menit sedangkan pada pola 3 shift adalah sebesar 182 menit atau3 jam 8 menit. Kualitas tidur versi Fitbit pada operator hauling truck dengan pola 2 shiftadalah sebesar 13% pada REM, 38% pada light sleep dan 12.7% pada deep sleep.Sedangkan pada pola 3 shift adalah sebesar 14.2% pada REM, 44.7% pada light sleep dan13.1% pada deep sleep.
Kata kunci:Kuantitas Tidur, Kualitas Tidur, Sleep Deprivation, Accident
The study of sleep deprivation has only recently been seen based on statements fromresearch respondents, victims and eyewitnesses who are very subjective. The highnumber of accidents arising from sleep deprivation and the difficulty of finding objectivedata on the actual quantity and quality of sleep experienced by workers, especially shiftoperator hauling truck workers is still a big problem, especially in the field of OHS science.This is a cross sectional study. The variables of this study are quantity of sleep, qualityof sleep, salivary alpha amylase, blood pressure, heart rate, blood oxygen levels, bodytemperature, sleep hygiene, individual characteristics and workload. Research conductedfor 1 month in mining company in Indonesia. The average sleep duration of Fitbit onhauling truck operator with 2 shift pattern is 149 minutes or 2 hours 29 minutes while in3 shift pattern is 182 minutes or 3 hours 8 minutes. Quality of sleep on hauling truckoperator with 2 shift pattern is 13% in REM, 38% in light sleep and 12.7% in deep sleep.While the pattern of 3 shifts is 14.2% in REM, 44.7% in light sleep and 13.1% in deepsleep.
Key words:Quantity of Sleep, Quality of Sleep, Sleep Deprivation, Accident.
Read More
T-5455
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Irianto; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Rosli Nurmansyah
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk analisa pengaruh beban kerja terhadap kelelahan pada operator "heavy dump truck" HD 785-5 di PT. Pamapersada Nusantara district X tahun 2007, dan merupakan studi yng bersifat kualitatif dengan variabel data bersifat kualitatif dan kuantitatif, yang kemudian dikuantitatifkan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah operator truck produksi dengan kategori untuk unit HD 785-5 PT. Pamapersada Nusantara distict X dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak 60 orang. Analisis data menggunakan analisis statistik yaitu analisis univariat, dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji signifikansi (Chi-square) dan dilanjutkan dengan uji korelasi (nilai r). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas operator HD 785-5 (37 orang/61.7%) mengalami tingkat kelelahan ringan. Berdasarkan uji signifikansi (chi-square) dan Uji korelasi (nilai r) yang dilakukan terhadap empat variabel independen, diketahui bahwa faktor yang terdapat signitikan pada operator heavy dump truck PT. Pamapersada district X adalah faktor Iama mengemudi yang merupakan faktor eksternal. Lama mengemudi terbukti mempengaruhi kelelahan operator heavy dump truck PT. Pamapersada Nusantara distict X, sehingga untuk mengurangi terjadinya kelelahan diperlukan adanya sharing informast atau pengalaman antara operator senior dan adanya srecthing untuk para operator apabila untuk meregangkan kekakuan otot dan perlunya pengaturan istirahat yang tepat untuk menghindari terjadinya kelelahan Iebih lanjut. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan rekomendasi dan masukan kepada PT. Pamapersada Nusantara district X untuk pembuatan program guna mengurangi angka kecelakaan pada kecelakaan yang diduga dikarenakan oleh kelelahan pada umumnya dan khususnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya kelelahan.


This research is going to ind the influence of workload to the fatigue of Operator Heavy Dump Truck HD 785-5 at PT. Pamapersada Nusantara district X, and constitute of qualitative study with qualitative and quantitative data variable, then made it quantitative with cross-sectional approach. The Population in this research are all of the operator PT. Pamapersada Nusantara district X that operated HD 785-5 with quantity 60 respondens. Data analysis using statistic analysis i.e univariate analysis, follow up by bivariate analysis with chi-square and PPM (Pearson's Product Moment). The Result of the research show that the majority of operator Heavy Dump Truck HD 785-5 (37 persons / 61,7%) was in mild category. Based on chi-square and PPM test that had done to four independence variables, the result that related and associated of workload influence the fatigue of operator Heavy Dump Truck HD 785-5 is Driving Duration, it's one of research external factors. Driving duration was proven be influence of operator Heavy dump truck fatigue's at PT. Pamapersada Nusantara district X. To eliminate fatigue is necessary to share information and experience from senior to junior, and next is the stretching movement to the operator with intend to relax muscle from stiffness and the last one is rest time management in certain shift which indicated and predicted that necessary to take in action in case to avoid further act of fatigue. Researcher hopefully that this research could contribute and give proper recommendation to PT. Pamapesada Nusantara District X, for developing fatigue management program to eliminate incident rate (In General) and to conduct fatigue awareness through safety program planning (ln Specific), which indicated and predicted because of Fatigue.

Read More
T-2519
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safira Hazzrah Medinah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Mohammad Zayyin
Abstrak:
Kelelahan atau fatigue pada pekerja tambang memiliki dampak yang besar terhadap tingkat absenteisme, penurunan produktivitas, biaya kesehatan, dan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan kelelahan pada pekerja di PT X serta menganalisis faktor-faktor yang berhubungan. Faktor risiko yang diteliti yaitu faktor terkait pekerjaan (beban kerja, masa kerja, waktu istirahat, area kerja, shift kerja, dan stres kerja) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, kualitas dan kuantitas tidur, kebiasaan merokok, commuting time, pekerjaan sampingan, konsumsi kafein, status pernikahan, status gizi, dan olah raga). Untuk mengukur kelelahan menggunakan kuesioner Occupational Fatigue Exhaustion Recovery Scale (OFER), mengukur stres kerja menggunakan kuesioner Survei Diagnosis Stres (SDS), mengukur kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), mengukur beban kerja mental menggunakan NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ), mengukur karakteristik responden menggunakan The Self-administered Questionnaire, dan untuk mengukur beban kerja fisik menggunakan alat Fingertip Pulse Oximeter. Penelitian ini dilakukan kepada 156 pekerja tambang di PT X dengan menggunakna desain penelitian cross-sectional. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja, waktu istirahat, usia, dan beban kerja mental dengan kelelahan. Oleh karena itu, perlu dilakukannya pengembangan program pencegahan dan pengendalian kelelahan (fatigue management) di tempat kerja dan melihat hubungan faktor terkait pekerjaan yang lebih dominan terhadap kelelahan dibandingkan faktor tidak terkait pekerjaan.

Fatigue in mining workers has a huge impact on absenteeism rates, decreased productivity, medical costs, and accidents. This study aims to describe the level of fatigue in workers at PT. X and analyze the associated risk factors. The risk factors studied included work-related factors (workload, period of work, rest time, mining area, work shifts, and work stres) and non-work related factors (age, sleep quality and sleep quantity, smoking status, commuting time, side work, caffeine consumption, marital status, body mass indeks, and exercise). To measure fatigue, the Occupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER) questionnaire was used, Survey Diagnostic Stress (SDS) was used to measure job stress, the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was used to measure sleep quality, NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ) was used to measure mental workload, the Self-administered Questionnaire was used to measure respondent characteristics, and Fingertip Pulse Oximeter was used to measure physical workload. This research was conducted on 156 mining workers at PT. X by using a cross-sectional research design. Descriptive and inferential logistic regression was used to analyze the data. The results showed that there was a significant association between period of work, rest time, age, and mental workload. Therefore, it is necessary to develop a fatigue management program in the workplace and refers to see the result that the relationship between work related factors and fatigue is more dominant than non-work related factors.
Read More
S-11713
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martha Dina Apriliana; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Didik Triwibowo
Abstrak: Kecelakaan yang berkaitan dengan lalu lintas dan insiden yang berkaitan dengan kendaraan menjadi penyebab utama kecelakaan di area pertambangan. Salah satu penyebabnya adalah kelelahan pada operator truk tambang. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan gambaran kelelahan subjektif dan menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan subjektif pada operator kendaraan tambang batu bara di area mining dan hauling PT Adaro Indonesia. Faktor-faktor risiko yang diteliti meliputi faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, status gizi (IMT), lingkar leher, keluhan kesehatan, kuantitas tidur, dan kualitas tidur) dan faktor risiko terkait pekerjaan (area kerja, masa kerja, shift kerja, commuting time, dan lingkungan kerja terutama temperatur, kebisingan, getaran, dan pencahayaan). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kuesioner yang disebarkan secara dalam jaringan (daring), yang meliputi kuesioner karakteristik individu dan pekerjaan, Fatigue Assessment Scale (FAS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji chi-square serta uji regresi logistik ganda model prediksi. Besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 436 operator, namun data yang berhasil dianalisis adalah sebanyak 440 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 130 operator (29,5%) mengalami kelelahan subjektif. Hasil analisis statistik inferensial menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko tidak terkait pekerjaan, yaitu status gizi (IMT gemuk dan obesitas), keluhan kesehatan, dan kualitas tidur terhadap kelelahan subjektif pada operator. Hasil analisis statistik inferensial juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko terkait pekerjaan, yaitu masa kerja, temperatur, kebisingan, getaran, dan pencahayaan, terhadap kelelahan subjektif pada operator. Sementara itu, hasil analisis inferensial menggunakan uji regresi logistik ganda model prediksi menunjukkan bahwa kualitas tidur merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kelelahan subjektif pada operator.
Accidents related to traffic and incidents related to vehicles are the main causes of accidents in mining areas. One of the causes is fatigue on mining truck operators. This study was conducted to describe subjective fatigue and analyze risk factors related to subjective fatigue in coal mining vehicle operators in mining and hauling area of PT Adaro Indonesia. The risk factors studied included non-work-related risk factors (age, nutritional status (BMI), neck circumference, health complaints, sleep quantity, and sleep quality) and work-related risk factors (work area, length of work, shift work, commuting time, and work environment, especially temperature, noise, vibration, and lighting). The study was conducted from February to July 2022. The data used in this study came from a questionnaire distributed online, which included a questionnaire on individual and job characteristics, the Fatigue Assessment Scale (FAS), and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed using descriptive analysis and inferential analysis with chi-square test and multiple logistic regression test for prediction models. The minimum sample size in this study was 436 operators, but the data that were successfully analyzed were 440 respondents. The results showed that as many as 130 operators (29.5%) experienced subjective fatigue. The results of inferential statistical analysis using the chi-square test showed that there was a significant relationship between risk factors not related to work, namely nutritional status (fat and obesity BMI), health complaints, and sleep quality on subjective fatigue in operators. The results of inferential statistical analysis also show that there is a significant relationship between work-related risk factors, namely working period, temperature, noise, vibration, and lighting, and subjective fatigue on operators. Meanwhile, the results of inferential analysis using multiple logistic regression test predictive models indicate that sleep quality is the most dominant variable associated with subjective fatigue in operators.
Read More
S-11040
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rhandi Mulia; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari, Yuni Kusminanti, Syahrul Effendi
Abstrak: Berdasarkan hasil kajian literatur, aktivitas hauling, loading, dan dumping merupakan aktivitas berisiko tinggi di pertambangan (Kecojevic dan Radomsky, 2004; MSHA, 2018). Pada tahun 2015 sampai 2018, di PT. XYZ telah terjadi beberapa kecelakaan pada aktivitas tersebut, sehingga menyebabkan fataliti. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian risiko mendalam terkait tiga kegiatan tersebut di PT. XYZ. Kajian risiko dilakukan dengan metode failure modes and effects analysis (FMEA). Ditemukan 71 mode kegagalan potensial di PT. XYZ, terdiri dari 7 temuan tahap persiapan, 18 temuan proses pemuatan, 35 temuan proses pengangkutan, dan 11 temuan proses pembongkaran. Dari 71 mode kegagalan, 25% mode kegagalannya memiliki tingkat risiko sangat tinggi, seperti kerusakan ban dumptruck akibat batu tajam, kegagalan fungsi rem, ban bocor saat berjalan, unit loader menabrak batu besar ketika manuver, unit loader terkena pentalan batu dan mengenai kabin ketika pengisian, ban unit loader mengalami sayatan besar akibat ceceran batu tajam, unit dumptruck terperosok di permukaan labil, kendaraan ringan terjatuh saat berjalan di tebing. Oleh karena itu, perlu dilakuan peningkatan perawatan pada unit alat berat, lingkungan kerja aman, dan peningkatan kompetensi operator.
Kata kunci: Failure modes and effects analysis (FMEA), Risiko keselamatan, Tingkat risiko, Loading, Hauling, Dumping.

Loading, hauling, and dumping activities are high risk acitivities in mining, based on the literatur review (Kecojevic dan Radomsky, 2004; MSHA, 2018). During the period of 2015 to 2018, there were several accidents related to loading, hauling, and dumping activities that causing fatalities at PT. XYZ. Therefore, detail risk assessment need to be performed of these three activities at PT. XYZ. The failure modes and effects analysis (FMEA) method was used in this study. 71 potential failure modes were identified , consist of 7 failure modes at preparation step, 18 failure modes at loading process, 35 failure modes at the hauling process, and 11 failure modes at the dumping process. About 25% of the 71 potential failure modes were very high risk level. They were dumptruck tire failure due to scattered sharp stones, brake failure while operating dumptruck, tire damage while operating, loader unit crahsed with big stones while maneuvering, loader cabin hit by hanging stones while loading, scratched tire of the loader unit due to scattered sharp stones, the dumptruck caught in the labile surface, and light vehicle fell down from benches. As recommendation, it is important to strengthen maintenance of heavy equipment, improve safe environment, and increase operator competence.
Key words: Failure modes and effects analysis (FMEA), Safety risks, Risk level, Loading, Hauling, Dumping.
Read More
T-5491
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susan Heyka Maharani B; Pembimbing: Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Adenan
S-7814
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive