Ditemukan 36947 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Gabriella Reyna Ardisa Gunawan; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak:
Read More
Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan global yang dapat menimbulkan beban mortalitas dan morbiditas yang substansial. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah pasien PGK tertinggi di Indonesia, dengan prevalensi yang lebih tinggi dari nasional, yaitu 0,48%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit ginjal kronis pada penduduk usia ≥35 tahun di Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan desain studi cross-sectional menggunakan data sekunder dari Riskesdas 2018. Sampel penelitian ini adalah seluruh penduduk usia ≥35 tahun di Provinsi Jawa Barat. Terdapat sebanyak 32.044 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian penyakit ginjal kronis pada penduduk usia ≥35 tahun di Provinsi Jawa Barat adalah 0,6%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit ginjal kronis adalah usia ≥60 tahun (nilai p=0,001; POR=1,662; 95% CI: 1,23-2,25), jenis kelamin laki-laki (nilai p=0,013; POR=1,431; 95% CI: 1,08-1,89), diabetes (nilai p=0,000; POR=3,770; 95% CI: 2,39-5,96), penyakit jantung (nilai p=0,000; POR=2,725; 95% CI: 1,60-4,63), dan aktivitas fisik (nilai p=0,015; POR=1,521; 95% CI: 1,08-2,14).
Chronic kidney disease is a global health problem that can cause a substantial burden of mortality and morbidity. The 2018 Riskesdas results show that West Java Province is one of the provinces with the highest number of CKD patients in Indonesia, with a higher prevalence than the national one, which is 0.48%. This study aims to determine the factors associated with the incidence of chronic kidney disease in people ages ≥35 years in West Java Province. The research was conducted using a cross-sectional study design using secondary data from the 2018 Riskesdas. The sample for this study was all residents ages ≥35 years in West Java Province. There were 32.044 samples that met the inclusion and exclusion criteria of the study. The results showed that the prevalence of chronic kidney disease in people ages ≥35 years in West Java Province was 0.6%. Factors associated with the incidence of chronic kidney disease were age ≥60 years (p-value=0.001; POR=1.662; 95% CI: 1.23-2.25), male gender (p-value=0.013; POR =1.431; 95% CI: 1.08-1.89), diabetes (p-value=0.000; POR=3.770; 95% CI: 2.39-5.96), heart disease (p-value=0.000; POR=2.725; 95% CI: 1.60-4.63), and physical activity (p-value=0.015; POR=1.521; 95% CI: 1.08-2.14).
S-11248
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sheila Stefani; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Yoan Hotnida Naomi Hutabarat
Abstrak:
Read More
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah darurat kesehatan global, termasuk di negara Indonesia. Indonesia menduduki peringkat ke-5 di dunia dengan jumlah penyintas DM terbanyak, yakni mencapai 19,5 juta penduduk dewasa (IDF, 2021). Berdasarkan laporan Riskesdas 2018, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang mengalami lonjakan angka prevalensi dari tahun 2013 ke 2018, yakni dari 1,3% menjadi 1,7%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian diabetes mellitus pada penduduk usia ≥ 35 tahun di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2018 dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia (p = 0,001), pekerjaan (p = 0,002), konsumsi makanan manis (p = 0,001), konsumsi minuman manis (p = 0,001), aktivitas fisik (p = 0,001), obesitas (p = 0,001), obesitas sentral (p = 0,001), hipertensi (p = 0,001), dan perilaku merokok (p = 0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian DM. Diperlukan peran pemerintah untuk menggencarkan promosi kesehatan terkait pentingnya deteksi dini dan menerapkan pola hidup sehat kepada masyarakat, serta memfasilitasi masyarakat dalam mewujudkannya.
Diabetes mellitus (DM) is a non-communicable disease which is still a global health emergency problem, including in Indonesia. Indonesia is ranked 5th in the world with the highest number of DM survivors, reaching 19.5 million adults (IDF, 2021). Based on the 2018 Riskesdas report, West Java Province is one of the provinces that experienced an increase in prevalence from 2013 to 2018, from 1.3% to 1.7%. The purpose of this study was to identify risk factors for diabetes mellitus in people aged ≥ 35 years in West Java Province. This study uses secondary data from Riskesdas 2018 with a cross-sectional study design. The results of this study indicate that age (p = 0.001), occupation (p = 0.002), consumption of sweet foods (p = 0.001), consumption of sweet drinks (p = 0.001), physical activity (p = 0.001), obesity (p = 0.001 ), central obesity (p = 0.001), hypertension (p = 0.001), and smoking behavior (p = 0.001) were significantly associated with the incidence of DM. The government's role is needed to intensify health promotion related to the importance of early detection and implementing a healthy lifestyle for the community, as well as facilitating the community in making it happen.
S-11337
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Theodorus Holspid Sembodo; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Lhuri Dwianti Rahmartani, Telly Purnamasari Agus
Abstrak:
Read More
Stroke merupakan penyebab terjadinya disabilitas tertinggi dan penyebab kematian terbanyak ke-2 secara global. Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara dengan kasus kematian akibat stroke terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke pada penduduk yang berusia ≥ 15 tahun di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan sumber data dari Riskesdas 2018 dengan total sampel 51860 responden yang diolah dengan analisis bivariat dan stratifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa prevalensi kejadian stroke pada penduduk usia ≥15 Tahun di Provinsi Jawa Barat adalah sebesar 1,4%. Diketahui bahwa terdapat hubungan signifikan antara stroke dengan usia (PRR=75,880; 95% CI; 28,335—203,205), hipertensi (PRR= 9,181; 95% CI; 7,793—10,816), diabetes mellitus (PRR= 6,757; 95% CI; 5,455—8,368), penyakit jantung (PRR= 5,887; 95% CI; 4,723—7,338), aktivitas fisik (4,709; 95% CI; 4,054—5,470), IMT (PRR= 1,254; 95% CI; 1,024—1,536), wilayah tempat tinggal (PRR= 1,246; 95% CI; 1,062—1,464), perilaku merokok (PRR= 0,654; 95% CI; 0,538—0,796), dan pola makan (PRR= 0,423; 95% CI; 0,327—0,546). Variabel jenis kelamin dan tingkat pendidikan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stroke. Namun, dalam penelitian ini terdapat temuan unik di mana perokok harian dan 3 pola makan berisiko memiliki efek protektif terhadap stroke. Hal tersebut merupakan keterbatasan penelitian ini, maka perlu dilakukan penelitian yang dapat lebih jelas melihat hubungan kausal antara pajanan dengan stroke.
Stroke is the leading cause of disability and the second leading cause of death globally. In Southeast Asia, Indonesia has the highest number of stroke deaths. This study aims to identify factors associated with the incidence of stroke in the population aged ≥ 15 years in West Java Province. This study used a cross-sectional study design with data sources from Riskesdas 2018 with a total sample of 51860 respondents processed by bivariate and stratification analysis. The results show that the prevalence of stroke incidence in the population aged ≥15 years in West Java Province is 1.4%. It is known that there is a significant relationship between stroke and age (PRR = 75.880; 95% CI; 28.335-203.205), hypertension (PRR = 9.181; 95% CI; 7.793-10.816), diabetes mellitus (PRR = 6.757; 95% CI; 5.455-8.368), heart disease (PRR = 5.887; 95% CI; 4.723-7.338), physical activity (4.709; 95% CI; 4.054-5.470), BMI (PRR= 1.254; 95% CI; 1.024-1.536), region of residence (PRR= 1.246; 95% CI; 1.062-1.464), smoking behavior (PRR= 0.654; 95% CI; 0.538-0.796), and diet (PRR= 0.423; 95% CI; 0.327-0.546). Gender and education level were not significantly associated with stroke incidence. However, in this study there were unique findings where daily smoking and 3 risky diets had a protective effect on stroke. This is a limitation of this study, so research that can more clearly see the causal
S-11402
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anisa Ramadhani; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Widyawati
S-10405
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fadia Isnaini; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Dewi Kristanti
Abstrak:
Read More
Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan yang cukup serius sebab kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun. PGK berada pada peringkat ke-10 penyebab kematian global. Selain itu, pengobatan PGK juga membutuhkan biaya yang besar dan jangka waktu yang panjang. Diabetes mellitus yang merupakan faktor risiko utama terjadinya PGK juga mengalami peningkatan prevalensi dari tahun ke tahun di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diabetes mellitus dengan kejadian penyakit ginjal kronis pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan data sekunder dari Riskesdas 2018. Setelah menyesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel penelitian sebanyak 7.427 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi PGK pada penduduk berusia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta sebesar 0,5% dan prevalensi diabetes mellitus sebesar 5,7%. Hasil analisis statistik menunjukan terdapat hubungan antara diabetes mellitus dengan PGK dengan Prevalence Odds Ratio (POR) sebesar 3,549 (95% CI=1,461-8,617). Setelah dilakukan stratifikasi diketahui bahwa usia berpotensi menjadi confounding dengan nilai POR sebesar 2,69 (95% CI=1,04-6,93). Oleh karena itu, promosi kesehatan dan deteksi dini diabetes mellitus perlu digencarkan sebagai upaya pencegahan PGK.
Chronic kidney disease (CKD) is serious health problem because the prevalence continues to increase from year to year. Based on WHO data in 2019, CKD was the 10th most common cause of death globally. In addition, CKD treatment also requires a lot of money and a long period of time. Diabetes mellitus as a major risk of CKD also experienced an increase in prevalence from year to year in DKI Jakarta Province. This study aimed to determine the association between diabetes mellitus and chronic kidney disease in population aged ≥15 years in DKI Jakarta Province in 2018. This study used quantitative method with a cross-sectional study design and secondary data obtained from Basic Health Research (Riskesdas) 2018). After adjusting the inclusion and exclusion criteria, a sample of 7,427 people was obtained. The result showed that the prevalence of CKD in population aged ≥15 years in DKI Jakarta Province was 0,5% and the prevalence of diabetes mellitus was 5,7%. Based on the statistical analysis showed that there was a relationship between diabetes mellitus and CKD with Prevalence Odds Ratio (POR) of 3,549 (95% CI=1,461-8,617). After stratification, it was found that age had the potential to be confounding with a POR value of 2.69 (95% CI=1.04-6.93). Therefore, health promotion and early detection of diabetes mellitus need to be intensified as an effort to prevent CKD.
S-11230
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Szafira Nurul Qolbi; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Syahrizal Syarif, Telly Purnamasari Agus
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan unttuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke yang terdiagnosis dokter pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi Jawa Timur. Desain studi penelitian ini adalah cross-sectional dengan analisis bivariat dan stratifikasi. Data penelitian ini menggunakan data sekunder dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stroke pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 yaitu sebesar 1%.
Read More
S-10626
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Ashari; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Yovsyah, Melyana
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Secara global stroke merupakan penyebab tertinggi kematian akibat PTM dan menyumbang disability adjusted life years (DALYs) yang tinggi. Stroke menyebabkan kematian dini penduduk usia produktif. Jawa Barat merupakan provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia dan sebagian besar didominasi oleh kelompok usia produktif. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke pada populasi usia produktif (15-64 tahun) di Jawa Barat. Metode: Desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan analisis univariat dan bivariat digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitan ini ialah 46.440 penduduk berusia 15-64 tahun di Jawa Barat berdasarkan data Riskesdas 2018 sebagai data sekunder. Hasil: prevalensi kejadian stroke pada usia produktif di Jawa Barat sebesar 0,8%. Hasil analisis terhadap variabel dependen dan independen menunjukkan adanya hubungan antara usia (POR=6,48 95%CI;5,31 ? 7,91), hipertensi (POR=5,93 95%CI;4,84 ? 7,27), diabetes mellitus berdasarkan diagnosis dokter (POR=8,81 95%CI;6,53 ? 11,89), indeks massa tubuh (POR=1,52 95%CI;1,25 ? 1,85), obesitas sentral (POR=2,24 95%CI;1,84 ? 2,73), mantan perokok (POR=3,28 95%CI;2,46 ? 4,37) dan perilaku merokok (POR=0,73 95%CI;0,57 ? 0,92) dengan kejadian stroke dan seluruhnya memiliki nilai p >0,05. Kesimpulan: Ditemukan adanya hubungan yang dignifikan antara usia, hipertensi, diabetes milletus, indeks massa tubuh, obesitas sentral dan mantan merokok dengan kejadian stroke. Sedangkan perilaku merokok memiliki hubungan protektif terhadap kejadian stroke.
Background: Globally, stroke is the highest cause of death due to NCD and a high cause of life-adjusted disability (DALYs). Stroke causes premature death of productive age. The largest population in Indonesia is in the west java province and is mainly dominated by the productive age group. Objective: This study aims to determine the risk factors associated with the incidence of stroke in the population of productive age (15-64 years) in West Java. Methods: This study used a cross-sectional study design with univariate and bivariate analysis. The sample of this research was 46,440 residents aged 15-64 years in West Java based on Riskesdas 2018 data as secondary data. Results: The prevalence of stroke at productive age in West Java is 0.8%. The results of the analysis of the dependent and independent variables show a relationship between age (POR=6.48 95%CI; 5.31 ? 7.91), hypertension (POR=5.93 95%CI; 4.84 ? 7.27), diabetes mellitus based on doctor's diagnosis (POR=8.81 95%CI;6.53 ? 11.89), body mass index (POR=1.52 95%CI;1.25 ? 1.85), abdominal obesity (POR= 2.24 95%CI;1.84 ? 2.73), former smoker (POR=3.28 95%CI;2.46 ? 4.37) and smoking behaviour (POR=0.73 95%CI;0 .57 ? 0.92) with the incidence of stroke and each has a p-value> 0.05. Conclusions: There is a significant relationship between age, hypertension, diabetes mellitus, body mass index, central obesity, and former smoking with the incidence of stroke. While smoking behaviour has a protective relationship to the incidence of stroke.
S-11119
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Randy Elbert; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Soewarta Kosen
Abstrak:
Read More
Penyakit kardiovaskular juga merupakan penyebab utama kematian secara global. Di Indonesia, penyakit kardiovaskular mengalami peningkatan prevalensi setiap tahunnya dan menempati peringkat tertinggi sebagai penyebab kematian terutama pada usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kardiovaskular pada penduduk usia produktif di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018. Desain studi penelitian ini adalah cross-sectional dengan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan prevalensi penyakit kardiovaskular pada penduduk usia produktif di Provinsi DI Yogyakarta pada tahun 2018 adalah sebesar 2,7%. Faktor yang berhubungan secaara statistik dengan kejadian penyakit kardiovaskular yaitu umur (POR = 4,615; 95% CI: 3,489-6,104), jenis kelamin (POR = 0,751; 95% CI: 0,566-0,995), tingkat pendidikan (POR = 1,405; 95% CI: 1,064 – 1,855), hipertensi (nilai POR = 2,391; 95% CI: 1,810-3,158), diabetes melitus (POR = 8,531; 95% CI: 5,899 – 12,337), status merokok (POR = 1,979; 95% CI: 1,327-2,950; dan POR = 2,794; 95% CI: 1,738-4,492), obesitas (POR = 1,630; 95% CI: 1,206 - 2,204), aktivitas fisik (POR = 1,968; 95% CI: 1,292 – 2,999), gangguan mental emosional (POR = 2,344; 95% CI: 1,661 – 3,307), konsumsi makanan asin (POR = 0,693; 95% CI: 0,519 – 0,927), dan konsumsi makanan lemak/kolesterol/gorengan (POR = 0,698; 95% CI: 0,517 – 0,944). Sementara itu, konsumsi buah dan sayur serta konsumsi alkohol tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian penyakit kardiovaskular. Optimalisasi program pengendalian PTM seperti CERDIK dapat membantu pencegahan kejadian penyakit kardiovaskular.
Cardiovascular disease is the leading cause of death globally. In Indonesia, cardiovascular disease has an increasing prevalence every year and ranks highest as a cause of death, especially in productive age. This study aims to determine the factors associated with the incidence of cardiovascular disease in the productive age population in the Special Region of Yogyakarta based on data from the 2018 Basic Health Research. The design of this research study was cross-sectional with bivariate analysis. The results showed that the prevalence of cardiovascular disease in the productive age population in Yogyakarta Province in 2018 was 2.7%. Statistically related factors to cardiovascular disease incidence were age (POR = 4.615; 95% CI: 3.489-6.104), sex (POR = 0.751; 95% CI: 0.566-0.995), education level (POR = 1.405; 95% CI: 1.064 – 1.855), hypertension (POR value = 2.391; 95% CI: 1.810-3.158), diabetes mellitus (POR = 8.531; 95% CI: 5.899 – 12.337), smoking status (POR = 1.979; 95% CI: 1.327-2.950; and POR = 2.794; 95% CI: 1.738-4.492), obesity (POR = 1.630; 95% CI: 1.206 - 2.204), physical activity (POR = 1.968; 95% CI: 1.292 – 2.999), mental emotional disorders (POR = 2.344; 95% CI: 1.661 – 3.307), consumption of salty foods (POR = 0.693; 95% CI: 0.519 – 0.927), and consumption of fat/cholesterol/fried foods (POR = 0.698; 95% CI: 0.517 – 0.944). Meanwhile, fruit and vegetable consumption and alcohol consumption were not statistically associated with the incidence of cardiovascular disease. Optimization of NCD control programs such as CERDIK can help prevent cardiovascular disease events.
S-11246
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vika Azzahra; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Yovsyah; Soewarta Kosen
Abstrak:
Menurut Riskesdas 2013, di Indonesia prevalensi stroke pada penduduk usia ≥ 15 tahun sebesar 7 permil dan mengalami kenaikan dari tahun 2007 yang sebesar 6 permil. DIY menjadi provinsi dengan prevalensi stroke tertinggi kedua di Indonesia dan prevalensinya melebihi angka nasional yakni sebesar 10,3 permil pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan kejadian stroke pada penduduk usia ≥15 tahun di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan data Riskesdas 2018 Provinsi DIY sebanyak 6695 responden. Uji statistik pada penelitian ini adalah uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stroke pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DIY tahun 2018 yaitu sebesar 1,7%. Uji statistik yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stroke antara lain usia (POR = 3,23 ; 95%CI = 2,03-5,13), aktivitas fisik (POR = 2,86 ; 95%CI = 1,90-4,31), hipertensi (POR = 5,69 ; 95%CI = 3,68-8,79), penyakit jantung (POR = 2,57 ; 95%CI = 1,47-4,48), dan diabetes melitus (POR = 2,44 ; 95%CI = 1,49-3,40). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara usia, aktivitas fisik, hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes melitus dengan kejadian stroke pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DIY
Read More
S-10909
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Agustina; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Guruh Aryo Cahyo
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada penduduk usia ≥25 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Riskesdas tahun 2018 dengan desain penelitian potong lintang (cross sectional). Hasil penelitian berdasarkan analisis bivariat didapatkan umur (p- value=0,000), pola konsumsi makanan manis (p-value=0,010), pola konsumsi mie instan/makanan instan (p-value=0,022), dan stres (p-value=0,006), memiliki hubungan secara statistik dengan kejadian diabetes mellitus.
Read More
S-10881
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
