Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34872 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Octaviana Dwi Prismayanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran peserta mandiri di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional menggunakan data primer dengan menyebar kuesioner kepada peserta mandiri yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah peserta mandiri yang patuh membayar iuran lebih tinggi (89%) dibandingkan dengan peserta yang tidak patuh membayar iuran (11%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan yaitu variabel pengetahuan, besar iuran, dan peraturan dan sanksi. Selain itu variabel yang tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku kepatuhan membayara iuran BPJS Kesehatan yaitu variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, lama kepesertaan, kelas kepesertaan, pendapatan, kanal pembayaran iuran, status kesehatan, dan dukungan orang terdekat.

This study discusses the factors related to compliance with paying contributions for independent participants at the BPJS Kesehatan Depok Branch Office. This study used a quantitative approach with the type of cross-sectional research using primary data by distributing questionnaires to independent participants who visited the BPJS Kesehatan Depok Branch Office. The results of this study indicate that the number of independent participants who comply with paying contributions is higher (89%) than participants who do not comply with paying contributions (11%). The bivariate analysis shows that there are three variables that have a significant relationship with the compliance behavior of paying BPJS Health contributions, namely the variable knowledge, the amount of contributions, and regulations and sanctions. In addition, variables that do not have a significant relationship with compliance behavior in paying BPJS Kesehatan contributions are age, gender, education, length of membership, membership class, income, contribution payment channels, health status, and support from those closest to them.
Read More
S-11446
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggi Dwi Fadila; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto; Eddy Sulistijanto Hadie
Abstrak: Keberlangsungan program BPJS Kesehatan didukung oleh iuran yang diperoleh dari peserta yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan. Peserta mandiri atau PBPU merupakan salah satu jenis peserta dalam JKN. Namun, jumlah persentase kolektabilitas iuran pada peserta mandiri di BPJS Kesehatan Kota Bekasi belum mencapai target ideal 100%, sampai dengan bulan April 2020 hanya sebesar 86,88%. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan peserta mandiri dalam melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan di BPJS Kesehatan KC Kota Bekasi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan peserta mandiri yang terdaftar di BPJS Kesehatan Kota Bekasi dengan sampel 124 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner online. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah peserta mandiri yang patuh membayar iuran (76,6%) lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang tidak patuh membayar iuran (23,4%). Selain itu, faktor predisposisi pada variabel pengetahuan (p-value = 0,032) memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Sedangkan faktor pemungkin dan faktor pendorong tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Kata kunci: BPJS Kesehatan, Peserta Mandiri, Kepatuhan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan The progression of the BPJS Health program is supported by payment premiums that obtained from participants who registered with BPJS Kesehatan. Independent participants or PBPU are one of the type participants in JKN. But, the percentage of contribution collectibility for independent participants in BPJS Kesehatan Bekasi City has not reached the ideal target of 100%, until April 2020 only amounted to 86.88%. The purpose of this research is to find out the factors related to the compliance behavior of independent participants in making BPJS Health payment premium at branch office BPJS Kesehatan in Bekasi City. The methodology of this research is quantitative research by using cross sectional study design. Population in this research is independent participants who registered in BPJS Kesehatan Bekasi city with 124 respondents as sample. Data retrieval from the participants by using accidental sampling. The data collection has been collected through online questionnaire. The results indicated that the number of independent compliance participants in payment premium is 76.6%, which is higher than noncompliance participants, only get 23,4%. In addition, predisposing factors of variable (pvalue = 0.032) has a significant relationship with the compliance behavior in payment premium of BPJS Kesehatan. While as, the enabling factors and reinforcing factors do not have relationship with compliance behavior in payment premium of BPJS Kesehatan. Key words: BPJS Kesehatan, Independent Participants, Compliance in Payment Premium of BPJS Health.
Read More
S-10426
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriya Syaputri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Akhmad Fauzan Zen
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN badan usaha di BPJS Kesehatan KCU Jakarta Pusat Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional melalui pendekatan kuantitatif serta didukung informasi kualitatif dari narasumber pada pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa badan usaha yang tidak patuh membayar iuran ada sebesar 44,9%. Sementara itu, didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara riwayat kesehatan dalam jaminan kesehatan dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN badan usaha.
 

 
ABSTRACT
 
 
This study aims to discover the factors associated with firm compliance of Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Contribution Payment in Central Jakarta Main Branch Office of BPJS Kesehatan in 2014. This study uses cross-sectional study design with quantitative study and supported by qualitative information from informants. Based on the result of the study, it is known that there are 44,9% firms that do not comply contribution payment. Beside that, there is significant difference between membership history in health insurance with the firm compliance of Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) contribution payment.
Read More
S-8624
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raydina Khairynnisa; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Samsul Bahri
S-9532
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riza Aulia; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Ede Surya Darmawan, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Latar Belakang: BPJS Kesehatan menetapkan target pencapaian peserta BPJS Kesehatan yang mengunduh dan menggunakan aplikasi Mobile JKN sebanyak 10.000.000 pengguna selama tahun 2018 di seluruh Indonesia. Namun hingga saat ini, jumlah pengguna aplikasi Mobile JKN sampai tahun 2021 berjumlah 245.341 pengguna. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi kualitas aplikasi mobile JKN pada peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok tahun 2023. Metode: Desain studi cross-sectional. Jenis data primer menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan peserta aplikasi Mobile JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok mengatakan bahwa kualitas aplikasi Mobile JKN baik dengan persentase (50.5%). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan persepsi kualitas Aplikasi Mobile JKN yaitu variabel sikap, motivasi, kebutuhan, pengalaman, tampilan aplikasi, keunikan dan promosi. Selain itu terdapat satu variabel yang tidak berhubungan dengan persepsi kualitas Aplikasi Mobile JKN yaitu variabel pengetahuan. Kesimpulan: Variabel pengalaman, tampilan aplikasi, keunikan, kebutuhan dan sikap merupakan predikator yang dominan dalam persepsi kualitas Aplikasi Mobile JKN.

Background: BPJS Health has set a target of achieving 10,000,000 BPJS Health participants downloading and using the Mobile JKN application throughout Indonesia in 2018. However, until now, the number of users of the Mobile JKN application until 2021 is 245,341 users. Objective: To determine the factors associated with the perceived quality of the JKN mobile application among JKN participants who visit the BPJS Kesehatan Depok Branch Office in 2023. Methods: Cross-sectional study design. The primary data type uses a questionnaire. Results: The results of this study found that the participants of the Mobile JKN application who visited the BPJS Kesehatan Depok Branch Office said that the quality of the Mobile JKN application was good with a percentage (50.5%). Factors related to the perceived quality of the JKN Mobile Application are attitude, motivation, needs, experience, appearance of the application, uniqueness and promotions. In addition, there is one variable that is not related to the perceived quality of the JKN Mobile Application, namely the knowledge variable. Conclusion: The variables of experience, application appearance, uniqueness, needs and attitudes are the dominant predictors in the perception of the quality of the JKN Mobile Application.
Read More
S-11481
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathia Nauri Lestari; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Desfauzi Umar
S-8812
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rajason Harianja; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Citra Jaya
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menge- tahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan dalam bentuk literature review. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang memanfaatkan 5 database yaitu Garuda, Crossref, Researchgate, Google Scholar, JIMKesmas dan tambahan grey literatur dari Library Universitas Indonesia. Untuk memperoleh literatur yang layak uji, penulis melakukan peninjauan literatur menggunakan pedoman PRISMA (preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses).
Read More
S-10827
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhea Amira Ghassani; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Elven Martini
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan membayar iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) BPJS Kesehatan Jakarta Barat tahun 2017. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan menggunakan data primer dan studi cross sectional. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat sebanyak 85% peserta yang patuh membayar iuran BPJS Kesehatan dan sebanyak 15% yang tidak patuh membayar iuran. Faktor ekonomi, sosio-demografi, dan sosio-psikologi dianalisis pada penelitian ini. Variabel yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran adalah variabel pendapatan per bulan yang merupakan salah satu variabel pada faktor ekonomi dengan p-value 0,004. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sosio-demografi dan sosio-psikologi dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan.

Kata kunci : kepatuhan membayar iuran, BPJS kesehatan

This study aimed to determine the factors that influence the contributions compliance of West Jakarta BPJS Health Beneficiary independent participants (PBPU) in 2017. This research was a quantitative research using primary data and cross sectional study. The result showed that there are 85% of participants who dutifully paid dues BPJS Health and as much as 15% who did not obediently pay dues. Economic, socio-demographic, and socio-psychological factors were analyzed in this study. Variables relating to payroll compliance are variable income per month which was one of variable on economic factor with p-value 0,004. There was no significant correlation between socio-demographic and socio-psychological factors with BPJS Health contribution compliance.

Keywords : Willingness to pay, social health insurance, health insurance premium
Read More
S-9464
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryam Azizah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Beti Rahmawati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mepengaruhi perilaku kepatuhan peserta mandiri dalam melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan di Kantor Layanan Operasional Kabupaten Bogor Tahun 2016 berdasarkan faktor peredisposi, faktor pendukung, faktor pendorong. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa umur responden terbanyak baik yang tidak patuh bayar iuran maupun patuh iuran adalah 25-35 juta, dengan mayoritas perempuan, berpendidikan SMA, kelas perawatan yang dipilih kelas 1, lama menjadi peserta BPJS Kesehatan > 6 bulan, dan mempunyai penghasilan keluarga kurang dari 3 juta. Dari hasil analisis fasilitas pembayaran mayoritas melakukan pembayaran melalui ATM dengan waktu tempuh dari rumah ke tempat pembayaran kurang dari 15 menit. Mereka mayoritas mengetahui informasi cara pembayaran melalui saudara/kerabat dekat yang menurut mereka kejelasan informasi yang diberikan cukup jelas. Diharapkan BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Kabupaten Bogor meningkatkan monitoring dan evaluasi penatalaksanaan dan pengendalian mutu layanan ke peserta.
Read More
S-9177
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Dwi Rahayu; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Ina Hirina
Abstrak: Pada tahun 2014, BPJS Kesehatan memiliki angka rasio klaim mencapai 104,73% sedangkan di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok memiliki angka rasio klaim lebih dari 100% setiap bulannya pada tahun 2015. Kondisi ini mengartikan bahwa biaya klaim yang dikeluarkan lebih besar daripada pendapatan premi yang diterima. Rawat Inap Tingkat Lanjut menjadi salah satu jenis pelayanan yang menerima biaya klaim paling besar untuk pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang berhubungan dengan besaran klaim rawat inap tingkat lanjut peserta Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok Periode September 2014-September 2015. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan desain studi crosssectional. Data yang digunakan berasal dari data sekunder register klaim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, lama hari rawat, diagnosis penyakit, severity level, kelas perawatan, tipe rumah sakit, jenis kepesertaan memiliki hubungan yang signifikan dengan besaran klaim rawat inap tingkat lanjut (p=0,0005), sedangkan jenis kelamin tidak ditemukan memiliki hubungan yang signifikan dengan besaran klaim rawat inap tingkat lanjut (p=0,579). Variabel yang paling berhubungan dengan besaran klaim rawat inap tingkat lanjut adalah variabel severity level 3. Kata Kunci: Besaran Klaim; Rawat Inap Tingkat Lanjut; Jaminan Kesehatan Nasional
In 2014, BPJS Kesehatan have claims ratios reached 104.73% while in BPJS Kesehatan Depok have claims ratios more than 100% per month in 2015. This condition means that the cost of claims incurred is greater than the premium income be accepted. Secondary Care Inpatient is one of the types of health services that receive the most claim costs for the utilization of health services. This research aims to examine the factors associated with the number of claims secondary care inpatient of participants National Health Insurance in BPJS Depok period September 2014- September 2015. This research is quantitative descriptive and applied cross-sectional design. Data were collect from secondary source, for example claims register data. The results showed that the age, length of stay, diagnosis of disease, severity level, care class, hospital type, the type of membership has a significant correlation with the number of the secondary care inpatient claims (p = 0,0005), whereas gender was not found to have a significant correlation with tthe number of the secondary care inpatient claims (p = 0,579). The variables most associated with the number of the secondary care inpatient claims are variable severity level 3. Keywords: Claims, Secondary Care Inpatient; National Health Insurance
Read More
S-9028
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive